bel pulangpun berbunyi dan ternyata, Anggun telah menunggunya di depan kelas X-A.
ia sedikit terkejut kala mendapati Anggun yang telah berdiri fi depan pintu kelasnya.
"sejak kapan loe jadi penjaga kelas Nggun,? " tanya Sheina seraya menahan tawa.
"sialan loe!! " ucapnya seraya memukul lengan Sheina " gue di suruh sama Kak Ken sama Kak Rizal katanya takut loe kenapa-napa" lanjutnya seraya menarik tangan Sheina.
Sheina hanya menurut dan berjalan di sepanjang koridor sekolah. dan seperti biasa, semua siswa akan menatap mereka berdua. karena entah sejak kapan, Anggun dan Sheina menjadi primadona sekolah.
itu juga yang membuat Shandy sangat membenci Sheina. ia merasa Sheina tak pantas menyainginya karena ia hanya merupakan gadis tak mampu.
jika dulu, ia membenci Sheina karena jelek dan abnormal, sekarang ia membenci Sheina karena kecantikanya.
"awas aja loe Sheina" ucap Shandy dan berlalu pergi.
sementara dari srah lain. tepatnya dari ruang guru, seseorang tengah menatap dengan ekspresi yang sulit diartikan.
"sabar ya pak, mungkin ini menjadi pelajaran untuk bapak jika lain kali, jangan meremehkan seseorang, " ucap seseorang yang ternyata adalah bu Winda.
sebenarnya wanita berusia dua puluh enam tahun itu, seikit kesal pada guru baru itu karena menghina wnak didiknya.
dengan sekuat tenaga bu Winda menahan diri agar tak emosi.
"sungguh saya sanga menyesai. " ucapnya seraya membereskan barang-barangnya untuk segera pulang.
sementara di luar pagar Sheina dan Anggun melihat dua motor besar tengah terparkir dengan baik di sana.
"siapa mereka,? " tanya Sheina pada Anggun. sementara para siswi sudah berkrumun di parkiran untuk melihat siapa mereka.
"wah, motornya saja keren pasti oangnya juga keren, " ucap salah satu siswa.
"bener tuh semoga saja masih muda dan masih lajang gue mau kalau dia masih muda, " celetuk yang lain.
sementara Anggun dan Sheina berjalan mendekati mereka. dan semua itu tak luput dari tatapan semua siswa.
"emang mereka berdua kenal ya,? " tanya salah satu siswa.
"mungkin saudaranya, kan kita nggak pernah tau keluarga Sheina" jawab yang lain.
sementara kedua gadis itu tak memperdulikan apa yang mereka swmua bicarakan.
"loh, kak Kenzo sama kak Rizal kenapa ada di sini,? " tanya Sheina bingung.
"sudahlah ikut saja nanti kamu juga akan tau " ucap Kenzo memberikan helm pada Sheina.
namun, Sheina malah mengambil helm yang berada di motor Rizal. " aku sama kak Rizal aja kak Ken, " ucap Sheina.
Kenzo hanya tersenyum dan menganggukan kepala.
"emm tapi mobil aku gimana kak,? " tanya Anggun. membuat Kenzo menoleh kebelakang. kemudian tertawa.
"tenang Nggun, ni kan sekolah mahal jadi pasti aman lah, " ucap Kenzo mengelus kepala Anggun dengan sayang.
membuat gadis itu merasa senang
"udah siap, ?" tanya Rizal pada Sheina dan gadis itu, hanya mengangguk. kemudian melajukan motornya meninggalkan area sekolah dan tatapan semua siswa termasuk juga tatapan seseorang yang menggambarkan sesuatu yang hanya ia dan tuhan yang tau.
sepanjang perjalanan, motor Kenzo dan Rizal saling beriringan.
"kak Rizal, memang nggak sibuk gitu kok malah jemput kita,? "tanya Sheina.
"enggak, kak Rizal nggak ada jadwal kok aman, " ucapnya seraya mengeraskan suaranya.
" terus, kak Kenzo juga nggak sibuk gitu,? " kini, giliran Anggun yang bertanya.
"enggak, kakak nggak sibuk.
motor mereka berhenti di sebuah cafe b yang tak jauh dari rumah sakit.
"loh, kok kita turun di sini,? " tanya Anggun yang kini sudah turun dari motor Kenzo.
"kita makan dulu, " ucap Kenzo menggandeng tangan Anggun menariknya untuk berjalan masuk.
sementara Rizalpun melakukan hal ywng sama yaitu menggandeng tangan mungil Sheina. membuat gadis itu sekilas menatap tanganya yang sudah terpaut dengan tangan kekar Rizal.
Rizalpun melihat kearah pandangan mata Sheina lalu tersenyum.
"biar nggak jatuh dan nggak ilang. " ucap Rizal membuat Sheina cemberut.
"emang aku anak kecil apa yang harus di jaga, " ucapnya seraya mengerucutkan bibirnya.
"iya, karena kakak nggak punya saudara jadi kakak mau menganggap kamu seperti adik kak Rizal sendiri, boleh kan, ?" tanya Rizal.
Sheina hanya mengangguk dan tersenyum.
"mau sampai kapan kalian di sini,? " pertanyaan Kenzo membuat Sheina dan Rizal menoleh.
lalu mereka ber empat masuk ke dalam cafe dan memilih duduk di bangku paling ujung.
"mau pesan apa,? " tanya mbak pelayan yang menghampiri meja Kenzo dan yang lain.
"martabak aja sama boba empat, " ucap Sheina berbinar.
"Nggun, loe tau nggak artis ini,? " tanya Sheina di srla-srla menunggu pesanan.
"eh, ini kan artis yang populer itu kan ya,? " tanya Angun dan mereka berdua sibuk sendiri dengan ponsel masing masing.
sementara para pria, hanya bisa menatap mereka seraya menggelengkan kepala.
"bro, loe nggak ada niat buat buka hati untuk Anggun,?"tanya Rizal.
Kenzo menggelengkan kepala, " enggak gue menganggap Anggun seperti adik sendiri, " ucapnya menatap kedua gadis itu yang masih sibuk sendiri.
"oh, oke kalau begitu gue akan mendekati dia dan loe nggak boleh marah, " ucapnya menggoda sahabatnya.
ia sebenarnya tau jika Kenzo memiliki rasa pada Anggun. tapi, laki-laki itu belum menyadarinya.
setelah selesai makan, mereka berempat menuju rumah sakit untuk mengecek bekas luka sayatan di ajah Sheina.
"gimana Zal, apa lukanya sudah sembuh?" tanya Kenzo.
"hmm sepertinya sudah. ini jahitanya sudah kering." ucap Rizal memberitau.
"wah sekamat ya Sheina. sekarang kita mau kemana,?" tanya Anggun.
"ke kebun binatang" girang Sheina pada semua orang tersenyum.
"ayo! tapi kita pulang kerumah kamu dulu untuk beganti pakaian," ucap Kenzo dan mereka nenganggukan kepala dengan cepat.
sesampainya di rumah. Sheina segera masuk ke dalam rumahnya
didalam rumah, ternyata sudah ada orangtuanya "eh, bapak sama ibu sudah pulang,? " tanya Sheina setelah membuka pintu.
"eh, nak pulang sama siapa,? " tanya bu Rianti pada putrinya.
"itu bu, sama Anggun. ada kak Kenzo sama kak Rizal di depan. " ucap Sheina.
"loh, kenapa nggak di suruh masuk,? " tanya pak Rayn.
namun, Sheina sudah masuk kedalam kamarnya. karena saking senangnya, ia sampai lupa pada tamunya.
segera, pak Rayn dan bu Rianti menghampiri Anggun dan yang lain yang masih berada di teras depan.
"eh, kalian masuk yuk, " ajak bu Rianti oada ketiganya.
"eh, bggak usah bu, kita mau langsung jalan aja takut kesorean " ucap Anggun menolak dengan sopan.
"memang, kalian mau kemana,? " tanya bu Rianti.
"kami mau kekebun binatang bu, " jawab Kenzo.
"oh, gitu kalau begitu kalian hati-hati ya, titip Sheina, " ucap bu Rianti.
"oke bu beres kok, " ucap Kenzo.
tak lama, Sheina keluar rumah, dengan memakai pakaian terbaiknya.
BERSAMBUMG.......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
𝐏𝐂𝐇|||✿༺ d꙰yaa ༻
sekamat?
2022-07-11
0
𝐏𝐂𝐇|||✿༺ d꙰yaa ༻
gg baru kali ini aku baca novel yang plot twist nya ga bia di tebak, gw bingung njr yang mna mc cowo nye🗿
2022-07-11
2