Sheina keluar dengan mengenakan kaos dan slempang selutut.
membuat Sheina menjadi sangat menggemaskan di mata Kenzo dan Rizal.
"duh, gemes banget sih kamu Sheina, " ucap Kenzo yang langsung mengusak kepala Sheina dengqn gemas.
"ih kak Ken, rambut aku rusak ini, " ucap Sheina mengerucutkan bibirnya.
dan pemandangan itu, membuat hati Anggun sedikit terusik.
"apa kak Ken menyukai Sheina,? " tanya Anggun dan entah pada siapa.
Rizal yang menyadari perubahan sikap Anggun, langsung merangkul pundak gadis itu.
"kita berangkat sekarang saja takutnya kemalaman, " ucap Rizal dan diangguki oleh yang lain.
mereka berempatpun langsung menaiki motor masing-masing.
awalnya, Sheina juga ingin menaiki motor sendiri supaya tidak merepotkan orang nantinya. namun, dengan tegas Rizal dan Kenzo melarangnya.
"kak aku oakai motor sendiri saja ya,? " ucap Sheina yang merasa tak enak.
"tidak boleh! " ucap mereka kompak membuat Sheina tertegun sesaat dan langsung mengerucutkan bibirnya.
"ihs kompak amat pak, " ucap Sheina mencibir.
"sudah, ayo naik nanti keburu malam lho, " ucap Kenzo. dan Sheinapun hanya menurut.
Kini, Sheina berboncengan dengan Kenzo sementara Anggun, berboncengan dengan Rizal.
dan di sepanjang oerjalanan, mereka berdua selalu berbincang-bincang.
sementara itu, Anggun hanya bisa menggigit bibir bawahnya. merasa gejolak hatinya yang kian memanas.
namun, ia tak tahu harus berbuat apa, karena memang dirinya yang terlalu percaya diri dan semwngat membuka hati untiluk Kenzo.
apalagi jika benar, Sheina juga menaruh perasaan yang sama pada Kenzo, ia akan memilih mundur daripada kehilangan sahabatnya.
sesampainya di depan gerbang kebun binatang, mereka ber emoat segera turun. dan kebetulan Anggun dan Rizal yang memimpin jalan.
sementara, Sheina dan Kenzo brrada di belakang.
di depan sana, Kenzo melihat Rizal yang menggandeng tangan Anggun seperti layaknya orang berpacaran.
dan entah mengapa, pemandangan itu membuat Kenzo sedikit tak nyaman. dan dengan segera, ia menepis perasaanya itu.
merekapun masuk ke area kebun binatang dengan rasa bahagia.
terutama Sheina, yang sedari tadi tak henti-hentinya menatap kagum isi kebun binatang itu.
maklum lah ia tak pernah sekalipun mengunjungi tempat ini.
jangankan, kebun binatang, bahkan pasarpun hampir tak pernah ia kunjungi. padahal sang ibu, sering mengajaknya.
namu, Sheina dengan keukeuh menolaknya.
Anggun dan Rizal yang kini berada di belakang Sheina dan Kenzopun menggelengkan kepala seraya tersenyum.
puas mengelilingi kebun binatang, Kenzo mengajak Sheina dan yang lain untuk mengunjungi pasar malam.
"wuah, asyik banget nih pasar malemnya" ucap Sheina girang.
"mau main japit boneka nggak ?" tanya Kenzo dan Rizsl hampir bersamaan.
"widih kompak amat pak, boleh deh" ucap Sheina. sementara Anghun, gadis itu hanya menganggukan kepala.
ternyata Sheina adalah gadis yang sangat cerewet jika berada di lingkungan yang tepat.
sementara itu, Rizal dan Kenzopun sedang berusaha memperoleh boneka dari mesin japitnya itu.
"ayo kak Rizal semangat, " ucap Anggun yang tiba-tiba memberi semangat pada Rizal. membuat pria itu menoleh, tersenyum dan menganggukan kepala.
dan entah mengapa, hati Kenzo merasa tak nyaman dengan pemandangan itu.
setelah berusaha sekuat tenaga, mereka berdua akhirnya mendapatkan dua boneka bear yang sangat besar.
"ini untuk kamu Anggun, " ucap Rizal seraya menyerahkan boneka itu pada gadis itu.
Kenzo hanya bisa terdiam melihat pemandangan di depanya. lalu, ia memberikan boneka yang sama pada Sheina.
"wuah makasih kak Kenzo" ucap Sheina dengan mata berbinar.
setelah mereka puas mengelilingi pasar malam, mereka berempat memutuskan pulang.
dan tanpa mereka sadari, ada seoasang mata yang terus saja mengawasi gerak-gerik mereka berempat. terutama Sheina yang tampak ceria.
puas nengamati, orang itu memutuskan pergi dari sana.
sementara Rizal dan Kenzo memutuskan untuk mengantarkan para gadis itu pulang. dengan formasi Kenzo bersama Sheina dan Anggun bersama Rizal.
mereka memisah jalan karena rumah Anggun dan rumah Sheina berbeda arah.
Kenzo terus menatap kepergian motor Rizal. ada rasa tak menentu yang mengganjal di benaknya.
sementara Sheina, gadis itu merasa tak perduli karena memang bukan urusanya.
sesampainya dirumah, Sheina langsung turun danmasuk kedalam rumqh, "Kak, nggak masuk,? " tanya Sheinq.
"enggak Sheina kakak langsung pulang saja sudah malam soalnya, " ucapnya seraya tersenyum.
Sheina hanya menganggukan kepala dan tak lama, orang tua Sheina keluar.
"eh, nak Kenzo sudah pulang kalian ayo masuk, " ucap bu Rianti.
"eh, nggak usah bu saya langsung pamit saja, " ucap Kenzo.
"oh, ya sudah hati-hati ya, " ucap bu Rianti dan Kenzo hanya menganggukan kepala lalu melajukan motornya menjauh dari rumah Sheina.
Sheina masuk kedalam rumqh di susil oleh bu Rianti dqn Pak Rayn.
kemudian, mereka duduk di ruang tamu." Sheina, sepertinya Kenzo orang baik ya, " ucap bu Rianti.
membuat Sheina menoleh. " hmm iya kalau nggak baik nggak bakalan nolongin Sheina bu, " ucap Sheina.
"ish bukan itu maksud ibu Sheina dia baik cocok buat jadi pasangan kamu" ucap bu Rianti tersenyum.
uhuk uhuk
Sheina tersedak air liurnya sendiri mendengar ucapan sang ibu.
"ibu ngaco ah mana mungkin Sheina sama kak Kenzo, kita beda kelas bu, " ucap Sheina.
membuat bu Rianti menautkan kedua alisnya bingung, " emqng nak Kenzo masih sekolah ya, " ucap bu Rianti polos.
"bukan begitu maksudnya bu, kita beda derajat" ucapnya seraya menahan tawa.
"hahaha ibumu terlalu polos Sheina" tawa pak Rayn meledak juga. membuat bu Tianti menatap tajam sang suami. sehingga tawa itu hilang seketika.
"ya nggak papa jodohkan nggak ada yang tau, " ucap bu Rianti tersenyum.
"hmm terserah ibu aja deh, " ucap Sheina masuk kedalam kamar.
di dalam kamar, Sheina segera berbaring memandangi langit-langit kamarnya.
lalu, ia mengambil ponselnya dan mengecek ponselnya.
ada banyak pesan dari nomor yang tak di kenal ia hendak menghapusnya. namun, matanya memicing memastikan sesuatu.
ia hanya tersenyum sinis mendapat pesan itu. "sampai kapanpun saya tidak akan memaafkan anda" gumamnya langsung melempar ponselnya diatas kasur.
dan iapun ikut berbaring tak lama, ia tertidur.
pagi harinya, Sheina terbangun jam enam pagi. ia mendapati rumahnya sudah sepi. mungkin orang tuanya sudah berangkat kerja.
setelah selesai mandi, Sheina segera berangkat mengendarai motornya menuju sekolah.
di oerjalanan, ia bertemu kembali dengan pemandangan kemarin.
Sheina pun tersenyum miring. ia segera mempercepat laju motornya.
hingga iapun sampai disekolah pukul enam tiga puluh pagi.
dengan segera, ia masuk ke kelas dan langsung mendudukan diri di bangku pojok.
tak lama, bel berbunyi dan pelajaran pertama adalah bahasa indonesia.
setelah itu masuklah Rian. sejenak ia tersenyum tipis menatap Sheina yang masih sibuk mengeluarkan buku dari tasnya.
ia tak memperhatikan dan tak memperdulikannya.
BERSAMBUNG......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments