Chapter 13

Sheina keluar dengan mengenakan kaos dan slempang selutut.

membuat Sheina menjadi sangat menggemaskan di mata Kenzo dan Rizal.

"duh, gemes banget sih kamu Sheina, " ucap Kenzo yang langsung mengusak kepala Sheina dengqn gemas.

"ih kak Ken, rambut aku rusak ini, " ucap Sheina mengerucutkan bibirnya.

dan pemandangan itu, membuat hati Anggun sedikit terusik.

"apa kak Ken menyukai Sheina,? " tanya Anggun dan entah pada siapa.

Rizal yang menyadari perubahan sikap Anggun, langsung merangkul pundak gadis itu.

"kita berangkat sekarang saja takutnya kemalaman, " ucap Rizal dan diangguki oleh yang lain.

mereka berempatpun langsung menaiki motor masing-masing.

awalnya, Sheina juga ingin menaiki motor sendiri supaya tidak merepotkan orang nantinya. namun, dengan tegas Rizal dan Kenzo melarangnya.

"kak aku oakai motor sendiri saja ya,? " ucap Sheina yang merasa tak enak.

"tidak boleh! " ucap mereka kompak membuat Sheina tertegun sesaat dan langsung mengerucutkan bibirnya.

"ihs kompak amat pak, " ucap Sheina mencibir.

"sudah, ayo naik nanti keburu malam lho, " ucap Kenzo. dan Sheinapun hanya menurut.

Kini, Sheina berboncengan dengan Kenzo sementara Anggun, berboncengan dengan Rizal.

dan di sepanjang oerjalanan, mereka berdua selalu berbincang-bincang.

sementara itu, Anggun hanya bisa menggigit bibir bawahnya. merasa gejolak hatinya yang kian memanas.

namun, ia tak tahu harus berbuat apa, karena memang dirinya yang terlalu percaya diri dan semwngat membuka hati untiluk Kenzo.

apalagi jika benar, Sheina juga menaruh perasaan yang sama pada Kenzo, ia akan memilih mundur daripada kehilangan sahabatnya.

sesampainya di depan gerbang kebun binatang, mereka ber emoat segera turun. dan kebetulan Anggun dan Rizal yang memimpin jalan.

sementara, Sheina dan Kenzo brrada di belakang.

di depan sana, Kenzo melihat Rizal yang menggandeng tangan Anggun seperti layaknya orang berpacaran.

dan entah mengapa, pemandangan itu membuat Kenzo sedikit tak nyaman. dan dengan segera, ia menepis perasaanya itu.

merekapun masuk ke area kebun binatang dengan rasa bahagia.

terutama Sheina, yang sedari tadi tak henti-hentinya menatap kagum isi kebun binatang itu.

maklum lah ia tak pernah sekalipun mengunjungi tempat ini.

jangankan, kebun binatang, bahkan pasarpun hampir tak pernah ia kunjungi. padahal sang ibu, sering mengajaknya.

namu, Sheina dengan keukeuh menolaknya.

Anggun dan Rizal yang kini berada di belakang Sheina dan Kenzopun menggelengkan kepala seraya tersenyum.

puas mengelilingi kebun binatang, Kenzo mengajak Sheina dan yang lain untuk mengunjungi pasar malam.

"wuah, asyik banget nih pasar malemnya" ucap Sheina girang.

"mau main japit boneka nggak ?" tanya Kenzo dan Rizsl hampir bersamaan.

"widih kompak amat pak, boleh deh" ucap Sheina. sementara Anghun, gadis itu hanya menganggukan kepala.

ternyata Sheina adalah gadis yang sangat cerewet jika berada di lingkungan yang tepat.

sementara itu, Rizal dan Kenzopun sedang berusaha memperoleh boneka dari mesin japitnya itu.

"ayo kak Rizal semangat, " ucap Anggun yang tiba-tiba memberi semangat pada Rizal. membuat pria itu menoleh, tersenyum dan menganggukan kepala.

dan entah mengapa, hati Kenzo merasa tak nyaman dengan pemandangan itu.

setelah berusaha sekuat tenaga, mereka berdua akhirnya mendapatkan dua boneka bear yang sangat besar.

"ini untuk kamu Anggun, " ucap Rizal seraya menyerahkan boneka itu pada gadis itu.

Kenzo hanya bisa terdiam melihat pemandangan di depanya. lalu, ia memberikan boneka yang sama pada Sheina.

"wuah makasih kak Kenzo" ucap Sheina dengan mata berbinar.

setelah mereka puas mengelilingi pasar malam, mereka berempat memutuskan pulang.

dan tanpa mereka sadari, ada seoasang mata yang terus saja mengawasi gerak-gerik mereka berempat. terutama Sheina yang tampak ceria.

puas nengamati, orang itu memutuskan pergi dari sana.

sementara Rizal dan Kenzo memutuskan untuk mengantarkan para gadis itu pulang. dengan formasi Kenzo bersama Sheina dan Anggun bersama Rizal.

mereka memisah jalan karena rumah Anggun dan rumah Sheina berbeda arah.

Kenzo terus menatap kepergian motor Rizal. ada rasa tak menentu yang mengganjal di benaknya.

sementara Sheina, gadis itu merasa tak perduli karena memang bukan urusanya.

sesampainya dirumah, Sheina langsung turun danmasuk kedalam rumqh, "Kak, nggak masuk,? " tanya Sheinq.

"enggak Sheina kakak langsung pulang saja sudah malam soalnya, " ucapnya seraya tersenyum.

Sheina hanya menganggukan kepala dan tak lama, orang tua Sheina keluar.

"eh, nak Kenzo sudah pulang kalian ayo masuk, " ucap bu Rianti.

"eh, nggak usah bu saya langsung pamit saja, " ucap Kenzo.

"oh, ya sudah hati-hati ya, " ucap bu Rianti dan Kenzo hanya menganggukan kepala lalu melajukan motornya menjauh dari rumah Sheina.

Sheina masuk kedalam rumqh di susil oleh bu Rianti dqn Pak Rayn.

kemudian, mereka duduk di ruang tamu." Sheina, sepertinya Kenzo orang baik ya, " ucap bu Rianti.

membuat Sheina menoleh. " hmm iya kalau nggak baik nggak bakalan nolongin Sheina bu, " ucap Sheina.

"ish bukan itu maksud ibu Sheina dia baik cocok buat jadi pasangan kamu" ucap bu Rianti tersenyum.

uhuk uhuk

Sheina tersedak air liurnya sendiri mendengar ucapan sang ibu.

"ibu ngaco ah mana mungkin Sheina sama kak Kenzo, kita beda kelas bu, " ucap Sheina.

membuat bu Rianti menautkan kedua alisnya bingung, " emqng nak Kenzo masih sekolah ya, " ucap bu Rianti polos.

"bukan begitu maksudnya bu, kita beda derajat" ucapnya seraya menahan tawa.

"hahaha ibumu terlalu polos Sheina" tawa pak Rayn meledak juga. membuat bu Tianti menatap tajam sang suami. sehingga tawa itu hilang seketika.

"ya nggak papa jodohkan nggak ada yang tau, " ucap bu Rianti tersenyum.

"hmm terserah ibu aja deh, " ucap Sheina masuk kedalam kamar.

di dalam kamar, Sheina segera berbaring memandangi langit-langit kamarnya.

lalu, ia mengambil ponselnya dan mengecek ponselnya.

ada banyak pesan dari nomor yang tak di kenal ia hendak menghapusnya. namun, matanya memicing memastikan sesuatu.

ia hanya tersenyum sinis mendapat pesan itu. "sampai kapanpun saya tidak akan memaafkan anda" gumamnya langsung melempar ponselnya diatas kasur.

dan iapun ikut berbaring tak lama, ia tertidur.

pagi harinya, Sheina terbangun jam enam pagi. ia mendapati rumahnya sudah sepi. mungkin orang tuanya sudah berangkat kerja.

setelah selesai mandi, Sheina segera berangkat mengendarai motornya menuju sekolah.

di oerjalanan, ia bertemu kembali dengan pemandangan kemarin.

Sheina pun tersenyum miring. ia segera mempercepat laju motornya.

hingga iapun sampai disekolah pukul enam tiga puluh pagi.

dengan segera, ia masuk ke kelas dan langsung mendudukan diri di bangku pojok.

tak lama, bel berbunyi dan pelajaran pertama adalah bahasa indonesia.

setelah itu masuklah Rian. sejenak ia tersenyum tipis menatap Sheina yang masih sibuk mengeluarkan buku dari tasnya.

ia tak memperhatikan dan tak memperdulikannya.

BERSAMBUNG......

Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32 + visual Pemeran PGA
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chpter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 chapter 51
52 Chapter 52.
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57.
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65.
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chaprter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117 Ending
118 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32 + visual Pemeran PGA
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chpter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
chapter 51
52
Chapter 52.
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57.
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65.
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chaprter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117 Ending
118
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!