Chapter 11

Sheina memesan mie ayam pangsit dan es jeruk kesukaanya.

ia tak memperdulikan tatapan semua orang, yang membuatnya seolah menjadi pusat perhatian itu.

"huh, menyebalkan! " gumam Sheina. entah pada siapa gadis itu berbicara, hanya dia yang tau.

lama Sheina menunggu, akhirnya pesananya datang. b3rbarengan dengan Anggun yang sudah kembali.

"sory lama, " ucap Anggun seraya mendudukan diri berhadapan dengan Sheina.

"santai aja sih kayak sama siapa aja, " ucap Sheina.

"hmm ternyata loe bawel juga ya, " ucap Anggun menggoda.

"iya dong, kecantikan itu membuat kepercayaan diri bertambah, " ucapnya tersenyum bangga.

"iya iya deh yang udah cantik. tapi harus di ingat, kalau harus sepadan sama hati, " ucap Anggun menasehati.

membuat Sheina tersenyum padanya. bukan hanya sekedar teman, tapi Anggun juga bisa menjelma menjadi sosok ibu baginya.

"ngapain loe senyum-senyum sendiri,?" tanya Anggun membuat Sheina tersadar. kemudian menggelengkan kepala.

"enggak, loe kalau marah-marah kayak ibu, " ucapnya membuat Anggun membulatkan mata.

"enak aja, gue masih muda tau, " ucap Anggun sewot.

membuat Sheina semakin tertawa lepas dan membuat perhatian semua siswa tertuju padanya kembali.

"loe kalau ketawa gini cantik tau, kenapa dulu datar aja,?" ucap Anggun.

membuat Sheina memutar bola mata malas, " jangan bertanya jika sudah tau jawabanya apa, " tekan Sheina membuat Anggun mengulum senyum.

tak lama, Rifky datang dan menghamoiri dua gadis cantik yang masih asyik bercanda itu,

"hay, boleh duduk,?" tanya Rifky. membuat Anggun dan Sheina menatap jrngah pada laki-laki itu.

seperti menjilat ludah sendiri, Rifky melupakan sesuatu, sesuatu jika ia pernah menghina dan bahkan merendahkan salah satu dari gadis di depanya.

dengan tanpa menjawab pertanyaan, Sheina dan Anggun langsung berdiri dan berlalu meninggqlkan kantin tersebut.

"huh, dasar sok cantik, " teriak Rifky pada Sheina. membuat gadis cantik itu menoleh dan terswnyum miring.

"loe ngomong sama siapa,? sama gue,? kan kata loe, kan gue bukan manusia, jadi gue nggak perlu jawab kan,? " ucap Sheina setenang mungkin.

ia berharap tak mendapat gangguan dari mereka. dulu di usili karena berbeda, namun sekarang di ganggu karena katanya terlalu cantik. munafique.

mereka berdua berbincang-bincang sepanjang koridor menuju kelasnya.

di saat mereka berdua sedang berbibcang-bincang, seorang siswa menghampirinya.

"Sheina di panggil bu Winda, " ucapnya dan langsung berlalu pergi.

"hmm pasti ini tugas lagi, " gumam Sheina.

"loh, bukanya bu Winda ada kelas di kelas gue,? " tanya Anggun merasa heran.

"udahlah gue pergi dulu, " ucap Sheina yang langsung pergi dari sana menuju ruang guru.

tok tok tok

suara pintu di ketuk dari luar oleh Sheina dan langsung membukanya saat ada perintah dari dalam.

"siang bu, ada tugas ya,? " tanya Sheina sopan kearah bu Winda.

bu Winda tersenyum dan mengusap kepala Sheina dengan sayang.

"selamat ya, kamu sudah sembuh dan ternyata cantik, " ucap bu Winda.

"hmm semua wanita memang di takdirkan cantik bu, kalau ganteng kan nanti bingung, " ucap Sheina tertawa.

membuat bu Winda dan beberapa guru lain ikut tertawa.

"ya bener sih, ya udah ibu tinggal dulu, " ucap bu Winda yang akan beranjak pergi.

membuat Sheina mengerutkan keningnya karena bingung. "lho, bukanya bu Winda yang manggil saya,? " tanya Sheina merasa kebingungan.

bu Winda tersenyum seraya menggelengkan kepala, " bukan isaya yang panggil, tapi itu pak Riam yang panggil" ucap bu Winda seraya berlalu pergi.

begitupun dengan para guru yang lainnya, karena akan mengajar di kelas lain.

setelah semua orang pergi, Rian yang sedari tadi hanya diam, langsung berdiri dan mengunci pintu.

"ada tugaskah sehingga bapak memangil saya,? ' tanya Sheina datar, namun, auranya semakin mencekam.

bahkan Rian yang biasanya tak memandang orang lain, tapi kini sedikit takut karena aura Sheina dan tatapanya yang menyiratkan kebencian dan terluka.

"saya hanya ingin meminta maaf padamu, " ucap Rian pelan.

membuar Sheina seketika tertawa karenw baru saja mendengar lelucon.

"sejak kapan, orang seperfect anda meminta maaf apalagi kepada orang seperti saya,? " tanya Sheina seraya masih tertawa.

Rian terdiam mendengar ucapan Sheina. karena apa yang di katakan gadis di depanya itu, memang ada benarnya.

apalagi, dengan respon mama papanya yang merasa sangat kecewa kepadanya.

FLASHBACK ON.

Pak Ardianto dan Bu Selvy sangat terkejut saat mendapati laporan dari kepala sekolah tempat anaknya bekerja.

karena, mereka berdua mendapat laporan, jika putra nereka menghina salah seorang murid di sekolah itu. hingga membuatnya celaka.

"Papa merasa gagal mendidik kamu Rian, kamu itu sudah menjadi seorang guru dan kamu itu sudah besar, kenapa sifatmu nggak bisa berubah, " ucap pak Ardianto Gibran Hutama.

"mama sangat kecewa padamu Rian, mama merasa gagal mendidikmu, " ucap bu Selvy Ayu Lestari. dengan berderai air mata. "asal kamu tau, dulu sebelum kamu lahir, mama sama papa sudah pernah memiliki anak yang tak sempurna Rian, " lanjutnya yang mulai terisak.

"maksud mama,? " tanya Rian tak mengerti.

"dulu sebelum kamu lahir, kami sudah memiliki anak yang lahir dalam keadaan lumpuh, namun sayang umurnya tak panjang karena hanya bertahan lima bulan saja, " terang Pak Ardianto.

membuat Rian membeku seketika. ia selama ini memandang orang lain rendah bahkan sering menghinanya. namun, ia tak sadar bahwa keluarganya tak sesempurna yang ia lihat.

" temui gadis itu dan minta maaflah padanya, " ucap Bu Selvy lembut. membuat Rian tersadar dan langsung menganggukan kepala.

FLASBACK OFF.

"cih, jika anda hanya ingin berdiam diri saja, lebih baik saya pergi, " ucap Sheina yang hendak membuka pintu.

" tunggu, saya hanya ingin meminta maaf padamu, " ucap Rian. membuat Sheina berbalik badan dan menatap guru magang itu, dengan tatapan datarnya.

"maaf pak, tapi saya bukan manusia, hadi mohon maaf sekali saya tidak berbicara dengan anda, " ucapnya seraya berlalu dari sana.

sepanjang koridor sekolah, Sheina berjalan dengan tatapan datarnya dan dingin.

membuatnya semakin mengerikan saat di pandang. siapa yang menyangka, jika sosok si gadis yang biasa di sebut alien oleh teman-temanya, kini berubah menjadi gadis jelita. namun juga memiliki tatapan mematikan.

entah sejak kapan ia mempunyai tatapan seperti itu, karena yang pasti sekarang, Sheina menjelma sebagai kulkas berjalan.

begitu ia masuk kekelas, lagi dan lagi, Sheina mendapatkan tatapan tajam dari Shandy dan teman-temanya.

"darimana loe,? " ucap Shandy menatapnya tajam. jika dulu Sheina akan menundukan kepala karena takut, namun tidak untuk sekarang.

ia akan menatap tajam balik lawanya. ia twk mau di tindas kembali.

"bukan urusan loe, " ucapnya seraya langsung menuju bangkunya.

sementara Shandy menggeram karena kesal diacuhkan. namun ia kembali duduk di tempatnya.

BERSAMBUNG.......

Terpopuler

Comments

Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun

Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun

bgs deh LBH baik muka datar n dingin, ktmbng sok k cantikan

2023-01-31

0

kiki

kiki

cantik d musuhin, giliran jelek di bully, ribet ya

2022-06-25

2

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32 + visual Pemeran PGA
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chpter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 chapter 51
52 Chapter 52.
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57.
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65.
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chaprter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117 Ending
118 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32 + visual Pemeran PGA
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chpter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
chapter 51
52
Chapter 52.
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57.
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65.
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chaprter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117 Ending
118
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!