malam harinya...
Anggun pamit pada Sheina dan orang tuanya.
"pak, bu Anggun pamit ya, " ucap Anggun seraya menyalami tangan kedua orang tua Sheila.
"iya nak, jangan sungkan-sungkan ya jika mau kemari lagi, " ucap bu Rianti tersenyum ramah pada teman putrinya itu.
"pasti bu, kapan-kapan saya mampir lagi kemari, " ucap Anggun.
tak lama, sopir pribadi Anggunpun datang dan menghampiri anak sang majikan.
"non, mari tuan dan nyonya sudah pulang, " ucap sang supir.
"iya pak, kalau begitu, Anggun pamit assalamu'alaikum, " ucap Anggun seraya berjalan menuju mobilnya.
"Wa'alaikum salam, " ucap Sheina dan kedua orang tuanya. lalu masuk kedalam rumah.
"baik ya si Anggun, " ucap bu Rianti saat mereka bertiga sudah duduk di kursi ruang tamu.
"iya bu, Sheina bersyukur masih ada yang mau berteman sama Sheina, " ucap Sheina tersenyum senang.
pagi harinya......
seperti biasa, Sheina berangkat ke sekolah menggunakan motornya.
rasanya sudah lelah ia seperti ini. namun, ia mau bagaimana lagi, ini sudah menjadi takdir hidupnya.
sesampainya di area sekolah, Sheina turun dari motornya dan melangkahkan kaki masuk ke dalam ruang kelasnya.
hatinya mulai gelisah selaras dengan langkahnya yang semakin dekat menuju ruang kelasnya.
takut ia menjadi korban buliying kembali seperti kemarin.
namun, prasangkanya salah. hingga ia duduk di bangkunya, teman-temanya tak ada yang mengusiknya seperti biasanya.
antara lega dan takut, ia rasakan.
lega karena sekarang ia bisa belajar dengan tenang.
takut, karena teman-temanya pasti akan merencanakan yang lebih untuk dirinya.
hingga bel masuk berbunyi, teman-temanya tak ada yang mengganggunya.
mereka semua masuk seperti biasa dan duduk anteng pada bangku masing-masing.
tak lama, seorang pria muda masuk kedalam kelas dan membuat semua siswa terpana kearah sang guru tampan tersebut.
"haloo semuanya, selamat pagi, saya guru baru disini dan kebetulan guru magang. do'akan ya semoga saya bisa menjadi guru tetap di sekolahan ini, agar bisa mengajar kalian para gadis cantik, " ucap guru tersebut mencoba menggombal.
"wuah, siapa nama bapak, " ucap Shandy yang memang oaling cantik di sekolah itu.
"nama saya Rianto Putra Hutama, " ucapnya tersenyum.
"umur,? " tanya yang lain.
"25 tahun, " ucapnya. "ada lagi,? " tanyanya
"tidak pak, " ucap semua siswa dan pak Rian pun mengangguk dan mulai mengajar.
sementara itu, Sheina tampak terkejut saat nengetahui jika seorang yang ia temui kemarin, adalah gurunya.
dengan cepat, Sheina menundukan kepala. rasa takutnya kembali menyapa, takut akan dipermalukan di sekolah ini.
tak sengaja matanya menangkap seseorang murid yang sepertinya ia kenal. ia menajamkan pandanganya, guna memperjelas sosok di belakang sana.
hingga terukir sebuah senyuman misterius dari bibirnya.
"baiklah sebelum saya menerangkan materi, saya akan mengabsen kalian semua satu persatu, " ucap Rian yang mulai memegang buku absen.
semua siswa di absen satu persatu hingga pada abjad P.
segera ia menyebutnya dengan lantang. ia yakin dari namanya saja, pasti gadis ini sangat cantik. secantik namanya.
"Patricia Sheina Atmanegara" ucap Rian seraya mengamati satu persatu murid barunya.
dengan perlahan, Sheina mendongak saat mendebgar namanya di sebut oleh sang guru. mengacungkan jari telunjuknya.
"saya pak, " ucap Sheina seraya mendongak menatap kedepan.
Rian begitu sangat terkejut, ternyata nama yang bagus, twk sebagus orangnya dan ternyata kebalikanya, gadis itu sangat jelek serta menjijikan di mata Rian yang memang menganut paham perfect dari lahir.
ia memang tergolong orang yang menilai dari fisiknya bukan dari sisi sifat dan yang lainya.
walaupun ia menjadi seorang guru, ia tetap saja menilai orang dari Covernya.
terlahir dari keluarga sempurna, baik senpurna fisik maupun materi, membuatnya bersikap demikian.
bagaimana tidak, Rianto Putra Hutama, adalah anak tunggal dari pasangan perfect sepasang model yang tak lain adalah Ardianto Gibran Hutama dan Selvy Ayu Lestari, seoasang model yang membumbung tinggi pada masanya.
"oh, ternyata kamu yang bernama Patricia Sheina Atmanegara, namanya bagus. namun, sayang orangnya begitu buruk rupanya, " ucap Ryan sinis. membuat semua siswa, tanpa terkecuali tertawa.
hahaha
suara tawa itu nenggema di seluruh ruang kelas tersebut. membuat Sheina menundukan kepala dan tak berani mendongak.
materipun di terangkan di depan kelas. tak lama, nama Sheilapun di panggil.
"Sheina coba kamu kerjakan soal bahasa inggris di depan, " ucap Rian seraya tersenyum mengejek.
pasti tidak akan bisa mengerjakan soal seoerti ini, batinya.
dengan perlahan, Sheina maju dan mulai mengerjakan satu oersatu soal yang berada di papan tulis.
"sialan! ternyata si aneh ini bisa mengerjakanya, " gumamnya dalam hati.
srtelah selesai, Sheila meletakan spidol di meja Rian sembari menunfukan kepala.
"kamu memang cerdas Sheina. tapi sayang, kamu buruk rupa! kamu tak akan pernah keterima di pekerjaan manapun karena wajahmu yang aneh dan menjijikan. " ucap Rian berbisik agar tak mengurangi image perfectnya di depan umum.
Sheina sebenarnya merasa sakit hati dan merasa di injak-injak harga dirinya. namun, ia memilih diam karena ia hanya orang miskin yang tak terlihat.
dengan perlahan, ia kembali ketempat duduknya.
jika kalian bertanya-tanya, apakah ada seseorang yang menghina sebegitunya, apalagia beliau seorang guru,?
jawabanya adalah ada ( dan salah satunya adalah author sendiri yang menjadi korban body sharming☺☺)
oke kita kembali ke Sheina si gadis abnormal ya gaes.
bel istirahat pun berbunyi dan semua siswa beehambur keluar kelas. dan begitupun dengan Sheina.
gadis itu keluar dari kelas untuk menuju kantin. dan di tengah jalan, Sheina di slempang oleh Shandy dan mengakibatkan Sheina terjungkal ke depan. hingga wajahnya menyentuh lantai dengan keras. membuat gadis itu memekik kesakitan.
"aww" pekik Sheina seraya memegangi wajahnya yang terasa ngilu.
hahaha tawa Shandy dan teman-temanya menggema di koridor sekolah. dan pemandangan itu, tak luput dari pandangan Rian.
bukanya menolong gadis itu, Rian justeru tersenyum seraya menikmati pertunjukan di depanya.
setelah puas mengerjai Sheina, Shandy dan teman-temanya pergi meninggalkan Sheina yang masih tersengkur diatas lantai.
setrlah beberapa saat, Sheina bangkit dan melangkah menuju kantin.
disana sudah ada Anggun yang menunggunya di meja mereka biasa makan.
Shandy menghampiri Anggun yang masih menunggu sahabatnya.
"ngapain sih loe mau temenan sama tuh cewe abnormal,? " tanya Shandy menghina.
"terserah gue lah mau temenan sama siapa,? kok loe yang ngatur,? " tanya Anggun sinis.
"kalau gue jadi loe, gue ogah temenan sama dia, " ucap Shandy mencoba mempengaruhi gadis cantik di depanya.
namun, sepertinya Anggun tak menggubrisnya dan malah bermain ponsel. membuat Shandy menggeram marah.
lalu tanpa basa basi, Shandy dan teman-temanya pergi meninggalkan Anggun sendirian.
tak lama, Sheina datang dan langsung duduk di drpan Anggun.
BERSAMBUNG........
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Mari Anah
aku jg dulu wkt msh sekolah SD pernah yg jdi korban bully,itu rasa y sakit bgt thor,sedih bgt klo inget masa itu,bahkan ibu guru yg hrs y melindungi ank yg d bully,, itu mlh ikut2n mengejek😔😢karna hbs d bully pasti aku nangis,itu hmpr tiap hari🙁🙁sedih lah thor klo inget semua y
2024-02-24
0
Ailien
betul, seorang yg dg title aza sering menghina dan merendahkan orang laen yang merasa dirinya lebih dari org yg dihina nya.
2023-01-17
1
𝐏𝐂𝐇|||✿༺ d꙰yaa ༻
semangar author, skrg jaman makin canggih kok, jadi bakal ada sistem girl suport girl🙆😁
2022-07-11
0