siapa orang tua yang mau mendapatkan cobaan seperti ini, rasanya jika ada yang bisa menolak, semua orang pasti akan menolak.
namun, apa boleh di kata itu sudah jadi suratan takdir dari yang diatas.
kini, bu Rianti memandang satu persatu pembuly anaknya.
sungguh hatinya sangat teriris nelihatnya, " saya tau anak saya memang tak sempurna, tapi apa panras anak saya mendapatkan semua ini, " ucapnya seraya berkaca-kaca.
"sudah bu, semua pasti ada balasanya sendiri," ucap Pak Rayn menenangkan sang isteri.
lalu pasangan itu, keluar dari ruang kepala sekolah bersama dengan Pak Reno.
"saya harap, kejadian seperti ini tidak terulang lagi dan kasih sangsi untuk mereka semua selama dua minggu, " ucap Pak Reno menatap Shandy dan ketiga temanya. yang sudah menunduk ketakutan.
sementara Rian, laki-laki itu memandang kepergian orabg tua gadis itu dengan ekspresi sulit di artikan.
sementara itu, Anggun tengah duduk di kursi samping brankar menemani sahabatnya yang sudah sadar.
"loe itu ya, bikin gue jantungan aja sih, " ucap Anggun menggerutu di samping sahabatnya.
sementara Sheina, gadis itu masih senantiasa tersenyum mendengar ocehan sahabatnya itu.
tak lama, pintu tervuka dan menampilkan sesosok pria tampan yang langsung tersenyum pada Sheina.
Sheina menatap bingung pada pria itu karena tersenyum kearahnya.
"siapa dia Nggun,? " tanya Sheina berbisik pada Anggun.
"dia orang yang udah nolongin loe tau," ucap Anggun tersenyum pada Sheina.
mata Sheina membulat sempurna dan mulutnya mrmbentuk huruf o. membuat Kebzo tertawa kecil.
"ganteng ya," celetuk Sheina tanpa sadar dan membuat Kenzo tertawa.
Anggun hanya terkikik geli saat mendengar celoteh sahabatnya itu.
"cieelah Sheina, udah mulai tertarik ni ye sana lawan jenis, " ledek Anggun pada sahabatnya itu.
membuat Sheina seketika melotot dan memajukan bibirnyq beberapa centi,
"duh, malu gue Nggun, " ucap Sheina berbusik.
sementara Kenzo hanya tersenyum simpul melihat interaksi dua anak manusia itu.
"udah, udah kalian nggak usah ribut, sebentar lagi, Sheina akan diperiksa oleh dokter." ucap Kenzo nenatap Sheina.
"emm makasih kak Kenzo atas pertolonganya, " ucap Sheina tersenyum manis.
"duh manisnya, nggak usah manis-manis Sheina, nanti kalau kakak khilaf bagaimana, " ucap Kenzo srraya nengacak-acak rambut Sheina.
"maksudnya apa kak,? " tanya Sheina tak mengerti.
"ya kamu jangan cantik-cantik nanti kalau kakak jatuh cinta gimana, " ucap Kenzo menaikan sebelah alisnya.
"oh astaga kak, ya nggak mungkin atuh kakak suka sama remahan rengginang seperti Sheina, " ucap Sheina tertawa nyaring.
"salah, bukan remahan rengginang, tapi remahan genteng, " ucap Kenzo melawak. membuat Sheina dan Kenzo tertawa.
senentara Anggun, entah mengapa, gadis cantik itu terdiam setelah mendengar perkataan Kenzo
tak lama, suara ketukan pintu terdengar dari luar dan masuklah Dokter Rizal dan dua perawat.
"halo Sheina, pagaimana kondisimu,? tanya Dokter Rizal teesenyum.
"baik Dok, oh iya, kapan perban ini di buka,? " tanya Sheina oada Dokter Rizal.
mendengar itu, Dokter Rizal teraenyum mmanis seraya mengelus kepala Sheina.
"mungkin tiga sampai satu minggu, sepertinya kamu sudah tidak sabar ya, " ucap Dokter Rizal.
Sheina hanya mengangguk dan tak lama, kedua orang tuanyapun datang bersama seorang pria paruh baya.
Sheina nemicingkan mata, nemastikan siapa yang datang bersama orang tuanya.
"bapak ibu, " ucap Sheina tersenyum pada kedua orang tuanya.
"sayang, gimana keadaanmu,? " tanya Pak Rayn pada putrinya itu.
"baik Pak, " ucap Sheina tersenyum. lalu ia mebatap sang ibu lalu memeluknya.
"ibu aku kangen, " ucap Sheina manja dan mengeratkan pelukanya pada sang ibu.
beberapa hari kemudian...
sekarang semua sedang berada di deoan ruang rawat sedang menunggu Sheina.
di dalam Sheina sedang di buka perbanya.
"sekarang, kamu coba berkaca, "ucap Dokter Rizal seraya mengarahkan tubuh Sheina pada kaca.
"Dok ini, beneran saya, ?" tanya Sheina pada dirinya sendiri.
seakan dirinya tak percaya dengan perubahan dirinya sendiri.
Dokter Rizal mengangguk dan tersenyum, " iya itu kamu, bagaimana kamu suka,? " tanya Dokter Rizal dan di angguki oleh Sheina.
"akhirnya, gue bisa balas dendam juga sama mereka, " ucap Sheina tersenyum misterius.
entah sejak kapan, Sheina yang baik hati menjadi pribadi yang jahat seperti itu, hanya Sheina dan autor yang tau.
lalu, tak lama, masuklah Anggun dan kedua orang tuanya kedalam ruangan.
"eits ini beneran Sheina temen gue kan, duh cantiknya," ucap Anggyn saat ia masuk keruang perawatan sahabatnya itu.
"ish paan sih loe Nggun," ucap Sheina tersenyum manis.
"selamat ya sayang, akhirnya kamu sudah sembuh, semoga setelah ini, nggak ada lagi yang menghinamu" ucap bu Rianti memeluk anaknya.
mereka senua berbahagia karena Sheina kini sudah menjelma bak putri. kecantikanya yang natural bahkan mampu membuat sworang Kenzo tertegun sesaat.
hingga senggolan pada lenganya oleh Dokter Rizalpun menyadarkan dirinya.
"Sheina nemang cantik Ken, tapi loe jangan pelototin terus anak orang, takutnya, loe khilaf, " bisik Dokter Rizal, membuat Kenzo mendegus kesal.
"berisik loe, " ucap Kenzo kesal.
sementara itu, Sheina dan Anggun tengah asyik berbincang-bincang.
"Shein, gue yakin loe, pasti akan menjadi pusat perhatian nanti kalau loe masuk, " ucap Anggun berbisik.
"biarin lah Nggun gue nggak perduli, " ucap Sheina mengedikan bahu. lalu mereka kembali tertawa entah membahas apa, merekapun tak tau.
kini, Sheina sudah siap berangkat sekolah dengan penampilan yang baru yaitu jaket hodie merah maron dengan jepit ramput berwarna senada, membuat kecantikanya semakin sempurna.
ia bahkan beberapa kali bercermin di kaca besar dalam kamarnya.
"Sheina, ayo turun nak sarapan, " ucap bu Rianti
"iya bu, sebentar, " ucap Sheina yang langsung keluar dari kamar dan menemui ibunya.
"duh, cantiknya anak ibu, paste temen-temen kamu akan pangling sama kamu sayang, " ucap bu Rianti.
sementara Sheina hanya tersenyum hambar "biarkan mereka terkagum dan menderita karena tak dianggap, " ucap Sheina dalam hati.
tak lama, suara ketukan pintupun terdengar dari luar. Sheina segera bangkit dqn membuka pintu.
"eh, Nggun ngapain loe kesini,? " tanya Sheina heran.
"mau numpang berak, ya mau jemput loe lah, " ucap Anggun.
"hah, jemput gue, " ucapnya masih kebingungan.
"iya, perintah kak Kenzo sama kak Rizal, " ucapnya seraya berjalan masuk untuk berpamitan sama bu Rianti.
setelah itu, Anggun keluar bersama bu Riqnti menghampiri Sheina yang masihh berdiri di depan pintu.
"bu, kita berangkat dulu ya, assalamu'alaikum, " ucapSheina dan Anggun dan bergantian mencium tangan bu Rianti.
"iya sayang, kalian hati-hati ya, " ucap bu Rianti pada kedua gadis itu.
merekapun mengangguk dan menuju mobil Anggun. setelah mereka verdua masuk, Sheina mulai bertanya.
"Nggun kok kak Kenzo sama kak Rizal nyuruh loe, ?" tanya Sheina yang memang masih penasaran.
BERSAMBUNG..........
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments