Chapter 9

siapa orang tua yang mau mendapatkan cobaan seperti ini, rasanya jika ada yang bisa menolak, semua orang pasti akan menolak.

namun, apa boleh di kata itu sudah jadi suratan takdir dari yang diatas.

kini, bu Rianti memandang satu persatu pembuly anaknya.

sungguh hatinya sangat teriris nelihatnya, " saya tau anak saya memang tak sempurna, tapi apa panras anak saya mendapatkan semua ini, " ucapnya seraya berkaca-kaca.

"sudah bu, semua pasti ada balasanya sendiri," ucap Pak Rayn menenangkan sang isteri.

lalu pasangan itu, keluar dari ruang kepala sekolah bersama dengan Pak Reno.

"saya harap, kejadian seperti ini tidak terulang lagi dan kasih sangsi untuk mereka semua selama dua minggu, " ucap Pak Reno menatap Shandy dan ketiga temanya. yang sudah menunduk ketakutan.

sementara Rian, laki-laki itu memandang kepergian orabg tua gadis itu dengan ekspresi sulit di artikan.

sementara itu, Anggun tengah duduk di kursi samping brankar menemani sahabatnya yang sudah sadar.

"loe itu ya, bikin gue jantungan aja sih, " ucap Anggun menggerutu di samping sahabatnya.

sementara Sheina, gadis itu masih senantiasa tersenyum mendengar ocehan sahabatnya itu.

tak lama, pintu tervuka dan menampilkan sesosok pria tampan yang langsung tersenyum pada Sheina.

Sheina menatap bingung pada pria itu karena tersenyum kearahnya.

"siapa dia Nggun,? " tanya Sheina berbisik pada Anggun.

"dia orang yang udah nolongin loe tau," ucap Anggun tersenyum pada Sheina.

mata Sheina membulat sempurna dan mulutnya mrmbentuk huruf o. membuat Kebzo tertawa kecil.

"ganteng ya," celetuk Sheina tanpa sadar dan membuat Kenzo tertawa.

Anggun hanya terkikik geli saat mendengar celoteh sahabatnya itu.

"cieelah Sheina, udah mulai tertarik ni ye sana lawan jenis, " ledek Anggun pada sahabatnya itu.

membuat Sheina seketika melotot dan memajukan bibirnyq beberapa centi,

"duh, malu gue Nggun, " ucap Sheina berbusik.

sementara Kenzo hanya tersenyum simpul melihat interaksi dua anak manusia itu.

"udah, udah kalian nggak usah ribut, sebentar lagi, Sheina akan diperiksa oleh dokter." ucap Kenzo nenatap Sheina.

"emm makasih kak Kenzo atas pertolonganya, " ucap Sheina tersenyum manis.

"duh manisnya, nggak usah manis-manis Sheina, nanti kalau kakak khilaf bagaimana, " ucap Kenzo srraya nengacak-acak rambut Sheina.

"maksudnya apa kak,? " tanya Sheina tak mengerti.

"ya kamu jangan cantik-cantik nanti kalau kakak jatuh cinta gimana, " ucap Kenzo menaikan sebelah alisnya.

"oh astaga kak, ya nggak mungkin atuh kakak suka sama remahan rengginang seperti Sheina, " ucap Sheina tertawa nyaring.

"salah, bukan remahan rengginang, tapi remahan genteng, " ucap Kenzo melawak. membuat Sheina dan Kenzo tertawa.

senentara Anggun, entah mengapa, gadis cantik itu terdiam setelah mendengar perkataan Kenzo

tak lama, suara ketukan pintu terdengar dari luar dan masuklah Dokter Rizal dan dua perawat.

"halo Sheina, pagaimana kondisimu,? tanya Dokter Rizal teesenyum.

"baik Dok, oh iya, kapan perban ini di buka,? " tanya Sheina oada Dokter Rizal.

mendengar itu, Dokter Rizal teraenyum mmanis seraya mengelus kepala Sheina.

"mungkin tiga sampai satu minggu, sepertinya kamu sudah tidak sabar ya, " ucap Dokter Rizal.

Sheina hanya mengangguk dan tak lama, kedua orang tuanyapun datang bersama seorang pria paruh baya.

Sheina nemicingkan mata, nemastikan siapa yang datang bersama orang tuanya.

"bapak ibu, " ucap Sheina tersenyum pada kedua orang tuanya.

"sayang, gimana keadaanmu,? " tanya Pak Rayn pada putrinya itu.

"baik Pak, " ucap Sheina tersenyum. lalu ia mebatap sang ibu lalu memeluknya.

"ibu aku kangen, " ucap Sheina manja dan mengeratkan pelukanya pada sang ibu.

beberapa hari kemudian...

sekarang semua sedang berada di deoan ruang rawat sedang menunggu Sheina.

di dalam Sheina sedang di buka perbanya.

"sekarang, kamu coba berkaca, "ucap Dokter Rizal seraya mengarahkan tubuh Sheina pada kaca.

"Dok ini, beneran saya, ?" tanya Sheina pada dirinya sendiri.

seakan dirinya tak percaya dengan perubahan dirinya sendiri.

Dokter Rizal mengangguk dan tersenyum, " iya itu kamu, bagaimana kamu suka,? " tanya Dokter Rizal dan di angguki oleh Sheina.

"akhirnya, gue bisa balas dendam juga sama mereka, " ucap Sheina tersenyum misterius.

entah sejak kapan, Sheina yang baik hati menjadi pribadi yang jahat seperti itu, hanya Sheina dan autor yang tau.

lalu, tak lama, masuklah Anggun dan kedua orang tuanya kedalam ruangan.

"eits ini beneran Sheina temen gue kan, duh cantiknya," ucap Anggyn saat ia masuk keruang perawatan sahabatnya itu.

"ish paan sih loe Nggun," ucap Sheina tersenyum manis.

"selamat ya sayang, akhirnya kamu sudah sembuh, semoga setelah ini, nggak ada lagi yang menghinamu" ucap bu Rianti memeluk anaknya.

mereka senua berbahagia karena Sheina kini sudah menjelma bak putri. kecantikanya yang natural bahkan mampu membuat sworang Kenzo tertegun sesaat.

hingga senggolan pada lenganya oleh Dokter Rizalpun menyadarkan dirinya.

"Sheina nemang cantik Ken, tapi loe jangan pelototin terus anak orang, takutnya, loe khilaf, " bisik Dokter Rizal, membuat Kenzo mendegus kesal.

"berisik loe, " ucap Kenzo kesal.

sementara itu, Sheina dan Anggun tengah asyik berbincang-bincang.

"Shein, gue yakin loe, pasti akan menjadi pusat perhatian nanti kalau loe masuk, " ucap Anggun berbisik.

"biarin lah Nggun gue nggak perduli, " ucap Sheina mengedikan bahu. lalu mereka kembali tertawa entah membahas apa, merekapun tak tau.

kini, Sheina sudah siap berangkat sekolah dengan penampilan yang baru yaitu jaket hodie merah maron dengan jepit ramput berwarna senada, membuat kecantikanya semakin sempurna.

ia bahkan beberapa kali bercermin di kaca besar dalam kamarnya.

"Sheina, ayo turun nak sarapan, " ucap bu Rianti

"iya bu, sebentar, " ucap Sheina yang langsung keluar dari kamar dan menemui ibunya.

"duh, cantiknya anak ibu, paste temen-temen kamu akan pangling sama kamu sayang, " ucap bu Rianti.

sementara Sheina hanya tersenyum hambar "biarkan mereka terkagum dan menderita karena tak dianggap, " ucap Sheina dalam hati.

tak lama, suara ketukan pintupun terdengar dari luar. Sheina segera bangkit dqn membuka pintu.

"eh, Nggun ngapain loe kesini,? " tanya Sheina heran.

"mau numpang berak, ya mau jemput loe lah, " ucap Anggun.

"hah, jemput gue, " ucapnya masih kebingungan.

"iya, perintah kak Kenzo sama kak Rizal, " ucapnya seraya berjalan masuk untuk berpamitan sama bu Rianti.

setelah itu, Anggun keluar bersama bu Riqnti menghampiri Sheina yang masihh berdiri di depan pintu.

"bu, kita berangkat dulu ya, assalamu'alaikum, " ucapSheina dan Anggun dan bergantian mencium tangan bu Rianti.

"iya sayang, kalian hati-hati ya, " ucap bu Rianti pada kedua gadis itu.

merekapun mengangguk dan menuju mobil Anggun. setelah mereka verdua masuk, Sheina mulai bertanya.

"Nggun kok kak Kenzo sama kak Rizal nyuruh loe, ?" tanya Sheina yang memang masih penasaran.

BERSAMBUNG..........

Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32 + visual Pemeran PGA
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chpter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 chapter 51
52 Chapter 52.
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57.
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65.
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chaprter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117 Ending
118 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32 + visual Pemeran PGA
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chpter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
chapter 51
52
Chapter 52.
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57.
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65.
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chaprter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117 Ending
118
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!