Sheina masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya dari bau yang menyengat.
dengan sesenggukan, Sheina menangis dalam diam. ia menggigit bibir bawahnya agar tidak terdengar oleh orang tuanya.
lama ia di kamar mandi, Sheina jeluar kamar dengan dudah berpqkaian baju santai dan segera bertemu dengan kedua orang tuanya.
"ibu, bapak" ucap Sheina memeluk kedua orang tuanya.
"sayang, mau makan,? " tanya bu Ranti pada sang putri
Sheinapun menggelengkan kepalanya dan malah memeluk ibunya dengan erat. membuat bu Ranti dan pak Rayn saling berpandangan.
"kenapa nak,? " tanya pak Rayn merasa khawatir.
"aku bersyukur masih ada orang yang mau menerima aku dalam keadaan seperti ini, " ucap Sheina mendongak menatap mata teduh sang ibu.
"kamu itu ngomong apa sih sayang, tentu saja ibu dan bapak menerimamu kamu kan anak ibu, sudah pasti ibu sayang, " ucap bu Ranti tersenyum.
Sheina menggelengkan kepala, oertanda tidak setuju dengan omongan ibunya. "banyak orang tua yang tega membuang anaknya. itu tandanya, tidak semua orang tua sayang pada anaknya. Sheina bersyukur sekali bisa terlahir dari jeluarga ini. banyak cinta dan kasih sayang. walaupun... " Sheina tak melanjutkan kata-katanya.
mana mungkin, ia memberitahukan semua yang ia alami, pasti akan merasa sakit hati.
"walaupun apa,? " tanya Pak Rayn. Sheina menggelengkan kepala dan malah membahas yang lain.
"bapak kok nggak kerja,? tumben, "ucap Sheina merasa heran karena tidak biasanya beliau berada di rumah.
"hmm iya bapak pulang cepat, " ucapnya seraya tersenyum.
Sheinapun ikut tersenyum dan merasa bersyukur karena ia di berikan keluarga yang menyayanginya dengan tulus.
biarlah semua orang di dunia ini membencinya, mengolok-oloknya, asalkan keluarga swndiri menyayanginya.
🌸🌸🌸
keesokan paginya...
seperti biasa, Sheina berangkat sekolah dengan mengendarai motornya.
"bu, Sheina berangkat dulu ya, " ucapnya seraya menyangklong tas sekolahnya.
"iya, hati-hati ya, " ucap bu Ranti seraya tersenyum. dan di balas oleh sang putri.
lima belas menit, Sheina telah sampai di depas gerbang sekolahnya.
ia menyusuri koridor sekolahan dan seperti biasa, ia selalu menjadi pusat perhatian. namun, Sheina tak memperdulikanya.
segera ia masuk kedalam kelasnya. baru saja, ia melangkahkan kakinya di ambang pintu, sebuah tangan menariknya dengan kuat dan menggiring tubuh Sheina layaknya seekor lembu yabg di giring masuk kedalam kandang.
Sheina hanya pasrah saat dirinya di masukan kedalam gudang oleh sejumlah orang.
"loe itu gak pantes berada di dalam kelas, loe itu pantasnya berada di sini, " ucap Rifky seraya mendorong kasar tubuh Sheina.
"tau tuh ngapain sih masuk kedalam kelas, loe itu nggak pantes bersanding sama kita, " ucap Shandy seraya tertawa renyah.
lalu, tiba-tiba satu siswa maju dan mengoleskan tai ayam pada wajah Sheila membuat semua orang tertawa.
"hahaha pantesnya loe itu pakai yang seperti ini, " ucap Indra masih tertawa.
lalu dengan cepat Shandy melemparkan telur busuk diatas kepala Sheila. membuat gadis itu sudah terlihat miris.
lalu, mereka semua meninggalkan Sheila sendiri dalam gudang.
setelah semua temanya pergi, Sheila merosot ke bawah. menangis sejadi-jadinya.
ia merasa sudah tidak ada kekuatan untuk hidup. segera, ia me gambil silet yang berada di saku bajunya.
ia arahkan silet itu untuk menyayat nadinya. namun, skelebat bayangan orang tuanya tiba-tiba muncul di ingatanya.
dan ada sebuah bisikan yang mengatakan kalau dirinya harus kuat. karena tak lama lagi, semua akan berakhir.
"kuat nak, bersabarlah kamu akan menemukan kebahagiaanmu, " bisik seseorqng yang seperti berada di samping Sheina.
segera, Sheina mencari sumber suara. hingga bel masuk berbunyi, membuyarkan lamunan Sheina.
dengan cepat, Sheina bangkit dan mulai bangkit dan menuju kelasnya untuk mengikuti pelajaran.
walaupun semua orang menatapnya dengan jijik, namun Sheina tetap mengikuti pelajaran. walaupun cara mengikutinya dengan bersembunyi di balik tembok dan sesekali mendongak untuk melihat dan mendengarkan materi.
untung saja, tas Sheina tak basah oleh air got tadi, jika ikut basah maka akan bertambahlah masalah Sheina.
dengan cermat, ia mengikuti pelajaran selama dua jam. dan setelah jam oelajaran selesai, Sheina berlari kedalam gudang untuk bersembunyi.
sementara itu, Anggun sedari tadi celingukan mencari seseorang.
"kemana sih si Sheina,? " tanya Anggun pada diri sendiri. "apa aku tanya mereka saja,? " lagi-lagi, Anggun menanyakan pada diri sendiri.
"eh loe tau Sheina gak,?" tanya Anggun pada sekelompok orang yang berada di sana.
"eh Anggun, ngapain sih loe nanyain tuh makluk aneh, ?" tanya Indra seraya mencibir.
Anggun tak menjawab. ia merasa tak penting meladeni omongan mereka. lalu tanpa basa-basi, Anggun segera berlalu pergi untuk mencari Sheina kembali
seme tara itu, Sheina masih berkutat debgan kegiatanya di gudang.
untungnya, ia membawa bekal dari ibunya tadi pagi. sehingga, ia tak merasakan kelaparan.
segera ia memakan bekal tersebut seraya terisak. mengenang nasibnya yang terlalu menyedihkan.
hingga bel pulang berbunyi, Sheina masih berada di gudang.
Sheina juga tidak tahu jika ada guru baru yabg masuk dan mengajar di kelasnya.
setelah semua siswa pulang, barulah Sheina memberanikan diri untuk keluar dari gudang.
setelah itu, ia segera bergegas menuju parkiran dan mengambil motornya. setelah itu, meninggalkan area sekolahan.
tanpa Sheina sadari ada sepasang mata yang memperhatikanya dari jauh.
setelah menempuh jarak kurang lebih lima bekas menit, Sheina akhirnya sampai di rumahnya.
rumahnya tampak sepi karena mungkin orang tuanya sedang berada di kebun blimbing.
segera ia masuk kedalam rumah dan membersihkan diri dan melanjutkan dengan tidur siang.
sore harinya..
kedua orang tua Sheina baru saja sampai rumah.
Patricia Sheina Atmanegara adalah anak tunggal dari pasangan Pak Rayn Atmanegara dan Rianti Puspita Dewi.
dan mereka juga baru satu tahun pindah dari rumah yang lama kekawasan yang sekarang.
karena terlalu percaya pada kerabat, akhirnya memaksa Pak Rayn dan Bu Rianti meninggalkan kekayaanya karena sudah gulung tikar alias bangkrut.
dan setelah kebangkrutan kebun blimbingnya, pak Rayn memutuskan pindah kekawasan biasa dan membeli beberapa lahan untuk nencoba berkebun kembali.
"pak, ini sepertinya Sheina sudah pulang, " ucap bu Rianti saat melihat motor Sheina terparkir dengan manis di depan rumah.
"oh iya bu, mungkin saja Sheina sedang tidur siang," ucap Pak Rayn.
merekapun masuk kedalam rumah lalu membersihkan diri terlebih dulu lalu menuju kamar sang anak untuk melihat apakah benar sudah berada di rumah.
bu Rianti tersenyum saat mendapati sang putri tengah tertidur lelap di atas kasurnya.
"gimana bu,? " tanya Pak Rayn pada sang isteri.
"iya pak Sheina sedang tertidur, " ucap bu Rianti tersenyum dan ikut duduk di samoing suaminya.
mereka berdua duduk terdiam di ruang tamu.
BERSAMBUNG......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Dewi Dewi
lelet pemuatanya
2024-04-25
0
Nur Suci Aeni
kasihan banget
2023-02-18
0