Chapter 3

Sheina masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya dari bau yang menyengat.

dengan sesenggukan, Sheina menangis dalam diam. ia menggigit bibir bawahnya agar tidak terdengar oleh orang tuanya.

lama ia di kamar mandi, Sheina jeluar kamar dengan dudah berpqkaian baju santai dan segera bertemu dengan kedua orang tuanya.

"ibu, bapak" ucap Sheina memeluk kedua orang tuanya.

"sayang, mau makan,? " tanya bu Ranti pada sang putri

Sheinapun menggelengkan kepalanya dan malah memeluk ibunya dengan erat. membuat bu Ranti dan pak Rayn saling berpandangan.

"kenapa nak,? " tanya pak Rayn merasa khawatir.

"aku bersyukur masih ada orang yang mau menerima aku dalam keadaan seperti ini, " ucap Sheina mendongak menatap mata teduh sang ibu.

"kamu itu ngomong apa sih sayang, tentu saja ibu dan bapak menerimamu kamu kan anak ibu, sudah pasti ibu sayang, " ucap bu Ranti tersenyum.

Sheina menggelengkan kepala, oertanda tidak setuju dengan omongan ibunya. "banyak orang tua yang tega membuang anaknya. itu tandanya, tidak semua orang tua sayang pada anaknya. Sheina bersyukur sekali bisa terlahir dari jeluarga ini. banyak cinta dan kasih sayang. walaupun... " Sheina tak melanjutkan kata-katanya.

mana mungkin, ia memberitahukan semua yang ia alami, pasti akan merasa sakit hati.

"walaupun apa,? " tanya Pak Rayn. Sheina menggelengkan kepala dan malah membahas yang lain.

"bapak kok nggak kerja,? tumben, "ucap Sheina merasa heran karena tidak biasanya beliau berada di rumah.

"hmm iya bapak pulang cepat, " ucapnya seraya tersenyum.

Sheinapun ikut tersenyum dan merasa bersyukur karena ia di berikan keluarga yang menyayanginya dengan tulus.

biarlah semua orang di dunia ini membencinya, mengolok-oloknya, asalkan keluarga swndiri menyayanginya.

🌸🌸🌸

keesokan paginya...

seperti biasa, Sheina berangkat sekolah dengan mengendarai motornya.

"bu, Sheina berangkat dulu ya, " ucapnya seraya menyangklong tas sekolahnya.

"iya, hati-hati ya, " ucap bu Ranti seraya tersenyum. dan di balas oleh sang putri.

lima belas menit, Sheina telah sampai di depas gerbang sekolahnya.

ia menyusuri koridor sekolahan dan seperti biasa, ia selalu menjadi pusat perhatian. namun, Sheina tak memperdulikanya.

segera ia masuk kedalam kelasnya. baru saja, ia melangkahkan kakinya di ambang pintu, sebuah tangan menariknya dengan kuat dan menggiring tubuh Sheina layaknya seekor lembu yabg di giring masuk kedalam kandang.

Sheina hanya pasrah saat dirinya di masukan kedalam gudang oleh sejumlah orang.

"loe itu gak pantes berada di dalam kelas, loe itu pantasnya berada di sini, " ucap Rifky seraya mendorong kasar tubuh Sheina.

"tau tuh ngapain sih masuk kedalam kelas, loe itu nggak pantes bersanding sama kita, " ucap Shandy seraya tertawa renyah.

lalu, tiba-tiba satu siswa maju dan mengoleskan tai ayam pada wajah Sheila membuat semua orang tertawa.

"hahaha pantesnya loe itu pakai yang seperti ini, " ucap Indra masih tertawa.

lalu dengan cepat Shandy melemparkan telur busuk diatas kepala Sheila. membuat gadis itu sudah terlihat miris.

lalu, mereka semua meninggalkan Sheila sendiri dalam gudang.

setelah semua temanya pergi, Sheila merosot ke bawah. menangis sejadi-jadinya.

ia merasa sudah tidak ada kekuatan untuk hidup. segera, ia me gambil silet yang berada di saku bajunya.

ia arahkan silet itu untuk menyayat nadinya. namun, skelebat bayangan orang tuanya tiba-tiba muncul di ingatanya.

dan ada sebuah bisikan yang mengatakan kalau dirinya harus kuat. karena tak lama lagi, semua akan berakhir.

"kuat nak, bersabarlah kamu akan menemukan kebahagiaanmu, " bisik seseorqng yang seperti berada di samping Sheina.

segera, Sheina mencari sumber suara. hingga bel masuk berbunyi, membuyarkan lamunan Sheina.

dengan cepat, Sheina bangkit dan mulai bangkit dan menuju kelasnya untuk mengikuti pelajaran.

walaupun semua orang menatapnya dengan jijik, namun Sheina tetap mengikuti pelajaran. walaupun cara mengikutinya dengan bersembunyi di balik tembok dan sesekali mendongak untuk melihat dan mendengarkan materi.

untung saja, tas Sheina tak basah oleh air got tadi, jika ikut basah maka akan bertambahlah masalah Sheina.

dengan cermat, ia mengikuti pelajaran selama dua jam. dan setelah jam oelajaran selesai, Sheina berlari kedalam gudang untuk bersembunyi.

sementara itu, Anggun sedari tadi celingukan mencari seseorang.

"kemana sih si Sheina,? " tanya Anggun pada diri sendiri. "apa aku tanya mereka saja,? " lagi-lagi, Anggun menanyakan pada diri sendiri.

"eh loe tau Sheina gak,?" tanya Anggun pada sekelompok orang yang berada di sana.

"eh Anggun, ngapain sih loe nanyain tuh makluk aneh, ?" tanya Indra seraya mencibir.

Anggun tak menjawab. ia merasa tak penting meladeni omongan mereka. lalu tanpa basa-basi, Anggun segera berlalu pergi untuk mencari Sheina kembali

seme tara itu, Sheina masih berkutat debgan kegiatanya di gudang.

untungnya, ia membawa bekal dari ibunya tadi pagi. sehingga, ia tak merasakan kelaparan.

segera ia memakan bekal tersebut seraya terisak. mengenang nasibnya yang terlalu menyedihkan.

hingga bel pulang berbunyi, Sheina masih berada di gudang.

Sheina juga tidak tahu jika ada guru baru yabg masuk dan mengajar di kelasnya.

setelah semua siswa pulang, barulah Sheina memberanikan diri untuk keluar dari gudang.

setelah itu, ia segera bergegas menuju parkiran dan mengambil motornya. setelah itu, meninggalkan area sekolahan.

tanpa Sheina sadari ada sepasang mata yang memperhatikanya dari jauh.

setelah menempuh jarak kurang lebih lima bekas menit, Sheina akhirnya sampai di rumahnya.

rumahnya tampak sepi karena mungkin orang tuanya sedang berada di kebun blimbing.

segera ia masuk kedalam rumah dan membersihkan diri dan melanjutkan dengan tidur siang.

sore harinya..

kedua orang tua Sheina baru saja sampai rumah.

Patricia Sheina Atmanegara adalah anak tunggal dari pasangan Pak Rayn Atmanegara dan Rianti Puspita Dewi.

dan mereka juga baru satu tahun pindah dari rumah yang lama kekawasan yang sekarang.

karena terlalu percaya pada kerabat, akhirnya memaksa Pak Rayn dan Bu Rianti meninggalkan kekayaanya karena sudah gulung tikar alias bangkrut.

dan setelah kebangkrutan kebun blimbingnya, pak Rayn memutuskan pindah kekawasan biasa dan membeli beberapa lahan untuk nencoba berkebun kembali.

"pak, ini sepertinya Sheina sudah pulang, " ucap bu Rianti saat melihat motor Sheina terparkir dengan manis di depan rumah.

"oh iya bu, mungkin saja Sheina sedang tidur siang," ucap Pak Rayn.

merekapun masuk kedalam rumah lalu membersihkan diri terlebih dulu lalu menuju kamar sang anak untuk melihat apakah benar sudah berada di rumah.

bu Rianti tersenyum saat mendapati sang putri tengah tertidur lelap di atas kasurnya.

"gimana bu,? " tanya Pak Rayn pada sang isteri.

"iya pak Sheina sedang tertidur, " ucap bu Rianti tersenyum dan ikut duduk di samoing suaminya.

mereka berdua duduk terdiam di ruang tamu.

BERSAMBUNG......

Terpopuler

Comments

Dewi Dewi

Dewi Dewi

lelet pemuatanya

2024-04-25

0

Nur Suci Aeni

Nur Suci Aeni

kasihan banget

2023-02-18

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32 + visual Pemeran PGA
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chpter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 chapter 51
52 Chapter 52.
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57.
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65.
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chaprter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117 Ending
118 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32 + visual Pemeran PGA
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chpter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
chapter 51
52
Chapter 52.
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57.
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65.
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chaprter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117 Ending
118
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!