tanpa basa-basi, Anggun segera melangkahkan kakinya nemasuki paekiran dan segera nengambil motornya.
ia tidak perduli dengan tatapan semua siswa yang menatapnya aneh.
termasuk dengan Shandy dan teman-temanya, yabg menghampiri Anggun.
"loe mau kemana,? " tanya Shandy seraya menahan tubuh gadis cantik itu.
"bacot! " sentak Anggun seraya menepis tangan Shandy dan mendorongnya, hingga terhuyung ke belakang.
lalu, dengan segera, gadis cantik itu masuk kedalam mobil dan meninggalkan area sekolah.
selama perjalanan, Anggunpun tak henti-hentinya menangis. "semoga loe baik-baik aja Sheina, " gumam Anggun seraya terus menyetir.
senentara itu di tempat lain, Kenzo tengah berusaha menguatkan gadis yang berada di oangkuanya tersebut.
"semoga kamu kuat anak baik, " ucapnya seraya terus menggenggam tangan gadis itu.
tak lama, ponselnya pun berdering. dengan tangan kanan ia merogoh saku kemejanya dan segera mengangkatnya.
"halo pah," ucap Kenzo setelah nwnekan tombol hijau di layar ponselnya.
"Ken, kamu ada dimana,? " tanya Pak Reno.
"aku ada di perjalanan pah, kami akan menuju rumah sakit, " ucap Kenzo. membuat Pak Reno mengernyitkan dahi.
"kita? rumah sakit,? siapa yang sakit Ken,? " tanya Pak Reno tak mengerti.
"aku tidak bisa menjelaskanya pah, lebih baik, papah kerumah sakit sekarang, " ucap Kenzo seraya menutup telfonya.
kembali ia fokus memandangi gadis malang tersebut dan tak terasa sudut bibirnya pun terangkat nembentuk senyuman.
sesampainya di rumah sakit Citra, Kenzo segera keluar dari dalam mobil dan meminta tolong pada suster penjaga.
"Sus, tolong! " ucap Kenzo. dan tak lama, para oerawat datang seraya membawa brankar menuju pria itu.
dengan segera, mereka memindahkan tubuh fadis SMA itu keatas brankar. lalu mendorongnya menuju ruang UGD.
Kenzo mengikuti para oerawat hingga masuk kedalam ruang UGD.
tak lama, Dokter Rizal datang menemuinya. "siapa dia bro,? " tanyanya pada Kenzo yang tengah duduk di kursi tunggu.
Kenzo mendongak dan menatap Dokter Rizal yang berada di hadapanya.
"dia adalah gadis malang yang gak sengaja gue temui, " ucapnya menatap ruang tersebut. kemudian, tatapanya nenatap Dokter Rizal yang masih setia berdiri di depanya. " gue mohon sama loe, tolong sembuhin dia, " ucap Kenzo menatap oenuh harap.
"loe tenang aja, memberikan yang terbaik adalah janji para Dokter " ucap Dokter Rizal melangkah memasuki ruang UGD.
Rizal dan Kenzo adalah sahabat sejak lima taun lalu. Rizal adalah anak dari desa yang merantau di ibu kota guna memoerbaiki keuangan keluarga.
hingga ia tak sengaja di fitnah oleh seorang karyawan yang menuduhnya mencuri barang di toko emas tempatbya bekerja.
kebetulan, saat itu, Kenzo dan sang ayah tebgah menbeli oerhiasan untuk sang mama yang sedang berulang taun. Kenzo yang melihat itu, segera menyuruh pemilik toko untuk mengecek rekaman cctv.
dan setelah semuanya terbukti tak bersalah, Rizal memilih keluar dari pekerjaanya dan hendak pulang kekampungnya.
namun, Reno menawarkan untuk menyekolahkanya di jurusan kedokteran. karena Reno melihat sifat jujur dan sikap ulet dari diri Rizal.
awalnya ia menolak tawaran itu karena ia takut di fitnah kembali. namun, berkat kesungguhan Kenzo dan Reno yang menyakinkan, akhirnya Rizal bersedia dan sejarabg bekerja di rumah sakit milik keluarga Adiguna.
tak lama, seorang gadis berlari menyusuri koridor rumah sakit seraya menyeka air matanya.
"semoga loe baik-baik aja Sheina, " gumamnya dalam hati seraya terus berjalan.
hingga langkahnya terhenti, saat melihat seorang pria duduk di kursi tunggu di depan ruang UGD.
Anggun memicingkan matanya, guna memastikan jika itu benar orangnya.
hingga gadis cantik itu yakin dan mempercepat langkah kakinya menuju ruang UGD.
"kak Ken, " ucap Anggun saat sudah berada di depan laki-laki itu.
Kenzo mendongak dan mendapati Anggun yang sedang berdiri dihadapanya.
"Anggun, kamu ngapain kesini dek,? " tanya Kenzo membuat Anggun sesaat tertegun.
sudah hampir tiga tahun, mereka berkenalan dan hubungan mereka terjalin cukup erat karena keluarga Anggun dan keluarga Kebzo sudah menjalin hubungan yang baik sekitar sepuluh taun.
namun, Kenzo masih saja menganggapnya adik dan memperlakukanya sepeeti bocah. padahal ia ingin di anggap sebagai wanitanya bukan adiknya.
sesaat, lamunanya terhenti saat Kenzo melambaikan tangan pada Anggun.
membuat gadis itu gelagapan.
"Anggun, hey kamu baik-baik saja kan dek,? " tanya Kenzo.
"e-eh iya kak Anggun baik, emm Anggun sedang mencari teman Anggun yang baru saja mengalami kecelakaan dan di bawa kesini, " ucap Anggun sedikit gelagapan.
"oh, siapa namanya,? " tanya Kenzo pada Anggun.
" namanya Sheina kak, ini fotonya," ucap Anggun menyodorkan sebuah foto pada Kenzo.
"ini kan, " ucapan Kenzo terhenti dan menatap Anggun intens.
"jadi anak sma yang aku tolong itu temanmu,? " tanya Kenzo pada Anggun.
"maksudnya kak, ?" tanya Anggun.
"jadi gadis yang kakak tolong itu teman kamu dan sekarang sedang berada di dalam sana, " ucap Kenzo menatap ruang UGD.
Anggun terduduk. tangisanya pecah nengetahui sahabatnya sedang tidak baik-baik saja sekarang.
Kenzo yang melihatnya segera ikut duduk dan menguatkan gadis cantik itu.
"tenanglah semua akan baik-baik saja, " ucap Kenzo menepuk pundak Anggun. dan hanya di balas anggukan oleh gadis itu.
tak lama, terdengar langkah kaki yang semakin cepat menuju kearah Kenzo dan Anggun brrada.
"bagaimana Ken, apakah gadis itu baik-baik saja,? " tanya Reno pada putranya.
"belum tau pah, Rizal belum kekuarvdari ruang UGD, " ucap Kenzo.
tak lama, pintu terbuka dan keluarlah Dokter Rizal yang berjalan kearahnya.
"gimana keadaan gadis itu Zal,? " tanya Kenzo yang langsung berdiri.
raut wajah Rizal tampak tegang dan sesekali menatap lurus kedepan.
"luka di wajahnya cukup parah dan kita harua melakukan oprasi sekarang, " ucap Rizal
membuat Anggun langsung terduduk lemas di kursi tunggu.
"lakukan apapun untuk gadis itu Rizal biar semuanya om yang tanggung, " ucap Reno
dan di angguki oleh Rizal dan segera berlalu meninggalkan ruang UGD untuk menpersiapkan ruang oprasi.
"tenanglah Anggun semua akan baik-baik saja, " ucap Kenzo oada Anggun.
Reno yang melihat itupun tersenyum simpul. sepertinya putranya itu sudah mulai tertaemrik oleh gadis SMA itu.
padahal, sudah sejak dulu Reino ingin menjodohkan putranya damengan Anggun tapi selalu di tolak oleh Kenzo.
"semoga semuanya berjalan lancar, " gumam Reno menatap Kenzo dan Anggun.
tak lama, pintu ruang ugd terbuka dan menampilkan Sheina yang tak berdaya diatas brankar.
segera Anggun berlari kearah Sheina dan mengfenggam tangan sahabatnya itu.
"semoga loe kuat Sheina, " ucap Anggun.
lalu oara perawat itu mendorong brankaruntuk menuju ruang oprasi.
"om akan menindak pembulian di sekolah, " ucap Reno yang tampak marah.
"sudah berapa lama perundungan itu Anggun,? " tanya Reno.
"sejak Sheina masuk kesekolah om, " ucap Anggun.
"lalu, kenapa kamu tak memperitahu pihak sekolah,? " tanya Reno.
"Sheina yang melarang om, dia berkata jangan mempersulit hidupnya karena hidupnya sudah sulit," terang Anggun.
BERSAMBUNG.........
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments