Chapter 17

"hey markonah bukan gitu maksudnya, duh gue cium juga nih tiang bendera, " ucap Kevin seraya mengacak-acak rambutnya.

"hahaha, dih orang tiang bendera gak ada salah apa-apa juga mau loe sosor, " ucap Sheina.

"au ah sebel, " ucap Kevin berlagak seperti perempuan.

"dih, geli banget njir loe cowok ya, " ucap Anggun seraya memukul pundak Kevin.

"yayaya" ucapnya dan tanpa sadar, Rian yang berada di atas podium, memperhatikan tingkah Sheina.

dan interaksi mereka bertiga tetap berlanjut hingga upacara berakhir.

tak lama, semua murid membubarkan diri setelah salam perpisahan dari kepala sekolah.

mereka masuk ke dalam kelas. dan tak lama, bu Winda datang bersama denganseorang pemuda berkulit hitam manis.

"anak-anak, perkenalkan ini ada teman baru kalian, ayo perkenalkan nama kamu, " ucap bu Winda mempersilahkan.

"halo semua, nama gue Kevin Rahardian, gue pindahan dari bandung, " ucapnya seraya tersenyum ramah.

"halo Kevin, " ucap Shandy tersenyum genit oada Kevin. "asal darimana, ?" tanyanya tersenyum lebar.

"hmm gue asal dari bandung, gue ikut kesini karena ikut ayah gue, " ucsp Kevin lagi.

"emm emang apa kerjaan ayah loe,?" tanya Shandy penasaran. kan kalau pengusaha kan lumayan bisa di porotin.

siapa coba yang akan menolak pesona seorang Shandy Amelia.

"oh, ayah gue penjaga kebun, " ucap Kevin tersenyum manis.

duar

senyum Shandy yang sedari tadi mengembang, seketika hilang mengetahui jika Kevin bukanlah levelnya.

gila ya si Shandy di kira boncabe apa pakai acara level-level segala.

"baiklah ada yang di tanyakan lagi,?" tanya bu Winda dan semua murid mengfelengkan kepalanya tanda tidak ada.

"Kevin, kamu boleh duduk sama Shandy, " ucap bu Winda mempersilahkan untuk cowok iru duduk.

namun, dengan cepat, gadis cantik itu menolak dengan alasan ia sering kepanasan jika berada di dekat orang asing.

Kevin hanya tersenyum kecil mendengar ucapan gadis itu "nggak papa bu, saya duduk di sana saja, " ucap Kevin mrnunjuk bangku Sheina.

"oh, yasudah kalau begitu silahkan kamu duduk di sebelah Sheina, " ucap bu Winda mempersilahkan.

Kevin hanya mengangguk dan berjalan menuju bangku paling belakang dimana Sheina berada dan langsung mendudukkan diri di samping gadis itu.

setelah itu, bu Winda keluar karena jam pertama akan di isi oleh bahasa inggris.

"dih, kalian cocok banget tau semoga kalian jodoh soalnya sama-sama orang Miskin, " ucap Shandy mencibir.

Shena dan Kevin hanya menanggapi cibiran Shandy dengan tersenyum manis.

bagi mereka yang berasal dari orang bawah, sepertinya sudah kebal dengan cibiran seperti itu.

ya walaupun, Sheina pernah menjadi orang yang berada, namun ia tak pernah sombong karena hidup kadang di atas kadang di bawah.

tak lama, guru bahasa inggrispun masuk. membuat Sheina segera menundukan kepala karena tak mau melihat wajahnya. ia lebih baik menunduk daripada membuang muka.

karena akan di anggap tidak sopan. Sheina bisa memahami pelajaran tanpa melihat siapa yang mengajar.

karena bagi dia, yang di perhatikan itu ilmunya, bukab orangnya.

"loe kenapa sih kok nunduk terus,? emang ada yang jatuh ya,? " bisik Kevin yang ternyata adalah orang yang sangat jail.

membuat Sheina segera nenoleh dan langsung memukul lengan teman gak ada akhlak itu dan membuat Kevin terkikik geli.

"itu yang di sana, coba maju dan kerjakan soal di depan," ucap Rian membuat semua siswa menoleh kearah Sheina dan Kevin.

dengan tenang, Kevin melangkah menuju papan tulis dan langsung mengerjakan soal yang di berikan oleh Rian.

"oh, ternyata kamu pinter juga ya, tapi lain kali jangwn berbicara saat pelajaran saya," ucap Riqn mempersilakan Kevin untuk duduk.

sebenarnya, Rian memperhatikan interaksi antara dua orang muridnya itu. dan entah mengapa, dirinya menjadi cemburu buta seperti ini. karena, sebenarnya ia tak berhak cemburu karena Sheina bukan siapa-siapanya.

Kevin hanya mengangguk lalu berjalan menuju bangkunya dan kembali menuliskan materi seraya sesekali bercanda dengan Sheina.

bel istirahatpun berbunyi lima belas menit yang lalu. namun, Sheina dan Kevin masih saja asyik membahas sesuatu yang kadang membuat salah satunya tertawa.

"Vin kita ke kantin yuk,"ajak Sheina seraya menarik tangan pria itu. dan Kevinpun hanya menurut tanpa protes sama sekali.

"duh, senangnya di perhatiin ayang, " ucap Kevin membuat Sheina seketika melepaskan tarikanya.

"lho kenapa kok di lepas ayang, " ucap Kevin manja pada Sheina.

"duh, Stop deh Vin jangan kumat lagi deh. loe belum minum obat kan,? " tanya Sheina pada akhirnya.

"duh, cantik-cantik serem amat mulutnya bu, gue masih waras ya, " ucapnya seraya mendegus kesal.

membuat Sheina tertawa lepas dan terus bercanda melewati koridor sekolah, menuju kantin sekolah.

tanpa nereka sadari, ada sepasang mata yang menyaksikan pemandangan yang baginya adalah pemandangan nenyakitkan itu.

siapa lagi, jika bukan Rian. suasana hatinya semakin gundah saat menyaksikan adegan yang sebenarnya biasa saja. namun, begitu mengganggu di pandangan Rian.

sesampainya di kantin. tetnyata sudah ada Anggun yang telah duduk manis di tempat biasa.

Sheina dan Kevin segera bergegas mendekati meja yang di tempati Anggun tersebut.

"hay bestie udah lama ya nunggunya,? " tanya Sheina seraya duduk di samping Anggun.

"lumayan bikin gue pegel, nungguin kalian, berasa nungguin orang yang lagi pacaran tau," ucap Anggun sewot.

"ye jangan marah dong sayang, lagian kita nggak pacaran tau, " ucap Sheina mencari pembenaran.

tak lama, Shandy datang menghampiri ketiga anak manusia yang sedang bersendau gurau.

"awas Nggun jangan terlalu banyak bergaul sama mereka nanti kalau tertular virus mereka gimana,?' ucap Shandy yang berusaha mempengaruhi Anggun.

namun, sungguh tidak akan mempan dengan cara seperti itu.

"biarin aja gak mampu kan malah enak nggak suka makanan mahal," ucap Anggun tersenyum manis pada gadis di depanya itu.

tanpa pikir panjang, Shandy segera berlalu pergi neninggalkan Anggun dan yang lain yang mulai cekikikan.

"loe hebat Nggun gila aja tuh nenek sihir, ngatain gue kere belum tahu aja orang kere bisa sukses. "ucapnya menggerutu.

sementara itu, Sheina dan Anggun hanya tertawa cekikikan. membuat Kevin srmakin kesal di buatnya

tak lama, bel masuk berbunyi dan berbarengan dengan datangnya seorang siswa menghampiri Sheina.

"Sheina dipanggil Pak Rian, " ucap siswa tersebut dan langsung berlalu pergi.

Sheina hanya mengangguk mengerti dan segera beranjak dari kantin untuk menemui guru baru itu.

"duh, kayaknya pak guru itu, naksir Sheina deh," ucap Kevin seraya melanjutkan acara makanya.

membuat Anggun menoleh sesaat dan kembali menyantap makanannya.

"tau darimana,? " tanya Anggun.

"taulah Nggun gue cowok normal, gue tau mana tatapan suka sana enggak termasuk pria yang kemarin ada di sebelah loe, " ucap Kevin.

BERSAMBUNG......

Terpopuler

Comments

Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun

Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun

hrsnya d pgl Amalia jgn pgl Shady kyk nm cwo aja

2023-01-31

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32 + visual Pemeran PGA
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chpter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 chapter 51
52 Chapter 52.
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57.
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65.
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chaprter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117 Ending
118 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32 + visual Pemeran PGA
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chpter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
chapter 51
52
Chapter 52.
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57.
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65.
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chaprter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117 Ending
118
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!