"hey markonah bukan gitu maksudnya, duh gue cium juga nih tiang bendera, " ucap Kevin seraya mengacak-acak rambutnya.
"hahaha, dih orang tiang bendera gak ada salah apa-apa juga mau loe sosor, " ucap Sheina.
"au ah sebel, " ucap Kevin berlagak seperti perempuan.
"dih, geli banget njir loe cowok ya, " ucap Anggun seraya memukul pundak Kevin.
"yayaya" ucapnya dan tanpa sadar, Rian yang berada di atas podium, memperhatikan tingkah Sheina.
dan interaksi mereka bertiga tetap berlanjut hingga upacara berakhir.
tak lama, semua murid membubarkan diri setelah salam perpisahan dari kepala sekolah.
mereka masuk ke dalam kelas. dan tak lama, bu Winda datang bersama denganseorang pemuda berkulit hitam manis.
"anak-anak, perkenalkan ini ada teman baru kalian, ayo perkenalkan nama kamu, " ucap bu Winda mempersilahkan.
"halo semua, nama gue Kevin Rahardian, gue pindahan dari bandung, " ucapnya seraya tersenyum ramah.
"halo Kevin, " ucap Shandy tersenyum genit oada Kevin. "asal darimana, ?" tanyanya tersenyum lebar.
"hmm gue asal dari bandung, gue ikut kesini karena ikut ayah gue, " ucsp Kevin lagi.
"emm emang apa kerjaan ayah loe,?" tanya Shandy penasaran. kan kalau pengusaha kan lumayan bisa di porotin.
siapa coba yang akan menolak pesona seorang Shandy Amelia.
"oh, ayah gue penjaga kebun, " ucap Kevin tersenyum manis.
duar
senyum Shandy yang sedari tadi mengembang, seketika hilang mengetahui jika Kevin bukanlah levelnya.
gila ya si Shandy di kira boncabe apa pakai acara level-level segala.
"baiklah ada yang di tanyakan lagi,?" tanya bu Winda dan semua murid mengfelengkan kepalanya tanda tidak ada.
"Kevin, kamu boleh duduk sama Shandy, " ucap bu Winda mempersilahkan untuk cowok iru duduk.
namun, dengan cepat, gadis cantik itu menolak dengan alasan ia sering kepanasan jika berada di dekat orang asing.
Kevin hanya tersenyum kecil mendengar ucapan gadis itu "nggak papa bu, saya duduk di sana saja, " ucap Kevin mrnunjuk bangku Sheina.
"oh, yasudah kalau begitu silahkan kamu duduk di sebelah Sheina, " ucap bu Winda mempersilahkan.
Kevin hanya mengangguk dan berjalan menuju bangku paling belakang dimana Sheina berada dan langsung mendudukkan diri di samping gadis itu.
setelah itu, bu Winda keluar karena jam pertama akan di isi oleh bahasa inggris.
"dih, kalian cocok banget tau semoga kalian jodoh soalnya sama-sama orang Miskin, " ucap Shandy mencibir.
Shena dan Kevin hanya menanggapi cibiran Shandy dengan tersenyum manis.
bagi mereka yang berasal dari orang bawah, sepertinya sudah kebal dengan cibiran seperti itu.
ya walaupun, Sheina pernah menjadi orang yang berada, namun ia tak pernah sombong karena hidup kadang di atas kadang di bawah.
tak lama, guru bahasa inggrispun masuk. membuat Sheina segera menundukan kepala karena tak mau melihat wajahnya. ia lebih baik menunduk daripada membuang muka.
karena akan di anggap tidak sopan. Sheina bisa memahami pelajaran tanpa melihat siapa yang mengajar.
karena bagi dia, yang di perhatikan itu ilmunya, bukab orangnya.
"loe kenapa sih kok nunduk terus,? emang ada yang jatuh ya,? " bisik Kevin yang ternyata adalah orang yang sangat jail.
membuat Sheina segera nenoleh dan langsung memukul lengan teman gak ada akhlak itu dan membuat Kevin terkikik geli.
"itu yang di sana, coba maju dan kerjakan soal di depan," ucap Rian membuat semua siswa menoleh kearah Sheina dan Kevin.
dengan tenang, Kevin melangkah menuju papan tulis dan langsung mengerjakan soal yang di berikan oleh Rian.
"oh, ternyata kamu pinter juga ya, tapi lain kali jangwn berbicara saat pelajaran saya," ucap Riqn mempersilakan Kevin untuk duduk.
sebenarnya, Rian memperhatikan interaksi antara dua orang muridnya itu. dan entah mengapa, dirinya menjadi cemburu buta seperti ini. karena, sebenarnya ia tak berhak cemburu karena Sheina bukan siapa-siapanya.
Kevin hanya mengangguk lalu berjalan menuju bangkunya dan kembali menuliskan materi seraya sesekali bercanda dengan Sheina.
bel istirahatpun berbunyi lima belas menit yang lalu. namun, Sheina dan Kevin masih saja asyik membahas sesuatu yang kadang membuat salah satunya tertawa.
"Vin kita ke kantin yuk,"ajak Sheina seraya menarik tangan pria itu. dan Kevinpun hanya menurut tanpa protes sama sekali.
"duh, senangnya di perhatiin ayang, " ucap Kevin membuat Sheina seketika melepaskan tarikanya.
"lho kenapa kok di lepas ayang, " ucap Kevin manja pada Sheina.
"duh, Stop deh Vin jangan kumat lagi deh. loe belum minum obat kan,? " tanya Sheina pada akhirnya.
"duh, cantik-cantik serem amat mulutnya bu, gue masih waras ya, " ucapnya seraya mendegus kesal.
membuat Sheina tertawa lepas dan terus bercanda melewati koridor sekolah, menuju kantin sekolah.
tanpa nereka sadari, ada sepasang mata yang menyaksikan pemandangan yang baginya adalah pemandangan nenyakitkan itu.
siapa lagi, jika bukan Rian. suasana hatinya semakin gundah saat menyaksikan adegan yang sebenarnya biasa saja. namun, begitu mengganggu di pandangan Rian.
sesampainya di kantin. tetnyata sudah ada Anggun yang telah duduk manis di tempat biasa.
Sheina dan Kevin segera bergegas mendekati meja yang di tempati Anggun tersebut.
"hay bestie udah lama ya nunggunya,? " tanya Sheina seraya duduk di samping Anggun.
"lumayan bikin gue pegel, nungguin kalian, berasa nungguin orang yang lagi pacaran tau," ucap Anggun sewot.
"ye jangan marah dong sayang, lagian kita nggak pacaran tau, " ucap Sheina mencari pembenaran.
tak lama, Shandy datang menghampiri ketiga anak manusia yang sedang bersendau gurau.
"awas Nggun jangan terlalu banyak bergaul sama mereka nanti kalau tertular virus mereka gimana,?' ucap Shandy yang berusaha mempengaruhi Anggun.
namun, sungguh tidak akan mempan dengan cara seperti itu.
"biarin aja gak mampu kan malah enak nggak suka makanan mahal," ucap Anggun tersenyum manis pada gadis di depanya itu.
tanpa pikir panjang, Shandy segera berlalu pergi neninggalkan Anggun dan yang lain yang mulai cekikikan.
"loe hebat Nggun gila aja tuh nenek sihir, ngatain gue kere belum tahu aja orang kere bisa sukses. "ucapnya menggerutu.
sementara itu, Sheina dan Anggun hanya tertawa cekikikan. membuat Kevin srmakin kesal di buatnya
tak lama, bel masuk berbunyi dan berbarengan dengan datangnya seorang siswa menghampiri Sheina.
"Sheina dipanggil Pak Rian, " ucap siswa tersebut dan langsung berlalu pergi.
Sheina hanya mengangguk mengerti dan segera beranjak dari kantin untuk menemui guru baru itu.
"duh, kayaknya pak guru itu, naksir Sheina deh," ucap Kevin seraya melanjutkan acara makanya.
membuat Anggun menoleh sesaat dan kembali menyantap makanannya.
"tau darimana,? " tanya Anggun.
"taulah Nggun gue cowok normal, gue tau mana tatapan suka sana enggak termasuk pria yang kemarin ada di sebelah loe, " ucap Kevin.
BERSAMBUNG......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun
hrsnya d pgl Amalia jgn pgl Shady kyk nm cwo aja
2023-01-31
0