Bab 19. Pembalasan untuk Vina.

Sampainya di bandara Jakarta mereka semua langsung bergegas untuk pulang ke rumah masing-masing, Aleta dan Melda melangkah di belakang Faris dan yang lainnya. Aleta dan Melda sedang sibuk membahas kegiatan mereka di kampus nanti setelah masuk kuliah.

Di saat sedang melangkah tiba-tiba tali sepatu Aleta terlepas dan membuat Aleta dengan segerah langsung berjongkok untuk memperbaikinya, dan di saat dia menunduk Melda yang tidak tahu apa yang sedang terjadi langsung bertanya.

"Ada apa,,? Tanya Melda yang di dengar oleh Faris yang berada di depan mereka.

Dengan segera Faris menoleh ke belakang, dan tanpa sengaja dia melihat belahan dada Aleta yang terlihat begitu jelas karena baju yang Aleta pakai sedikit terbuka di bagian dada. Sambil menarik nafas Faris langsung mendekati Aleta dan meraih pundaknya untuk bangun.

Setelah Aleta sudah berdiri, tanpa menunggu lama Faris langsung berjongkok di depan Aleta dan membuat Aleta langsung kaget juga bingung. Dengan segera Faris mengikat tali sepatu Aleta yang terlepas. Aleta yang masih tidak percaya dengan apa yang sedang dia lihat hanya terdiam sambil menunduk menatap laki-laki yang sangat dia cintai itu.

Aleta sangat bahagia di perhatikan dan di perlakukan oleh Faris seperti itu. Setelah selesai mengikat tali sepatu Aleta, Faris langsung mengangkat muka dengan tiba-tiba, tidak sengaja ujung hidungnya mengenai bibir Aleta yang membuat Aleta langsung kaget dan salah tingkah, karena keluarga Faris juga teman-temannya yang sedang berdiri tidak jauh dari arah mereka sedang menatap mereka.

Wajah Aleya yang putih berubah menjadi merah saking malunya, sedangkan Faris si es balok yang sudah berdiri tepat di hadapan Aleta hanya bersikap santai tapi tatapannya itu membuat Aleta sedikit bingung.

Faris bersikap santai tapi di dalam hatinya dia sangat kesal dengan Aleta yang tidak pernah berikhtiar dengan pakaian yang dia pakai, entah mengapa tapi Faris sangat tidak suka dengan Aleta yang ceroboh seperti itu.

Tanpa berkata apa-apa Faris segera berbalik dan melangkah keluar mengikuti yang lainnya yang sudah melangkah duluan.

Karena Faris sudah melangkah pergi, dengan segera Aleta yang masih merasa bingung dan malu itu langsung bergegas pergi mengikuti Faris yang sudah melangkah pergi.

Faris dan keluarganya di jemput oleh supir pribadi, sedangkan teman-temannya ada yang di jemput ada juga yang pulang menggunakan taksi. Aleta semobil dengan Faris Almira juga Melda, Almira dan Melda duduk di bagian belakang sedangkan Aleta duduk di samping Faris.

Faris memilih untuk mengemudi mobilnya sendiri karena dia memang tidak biasa di supirin orang lain. Dalam perjalanan Aleta terus melirik Faris yang sedang fokus menyetir, sedangkan Faris yang menyadari tatapan Aleta hanya fokus ke depan sambil terus menyetir tanpa memperdulikan Aleta.

Di saat sedang menyetir tiba-tiba ponsel Faris berdering dan itu panggilan telfon dari anak buahnya yang dia suruh untuk membereskan Vina.

("Halo, bagaimana,,? Tanya Faris setelah menerima telfon.

("Semuanya sudah beres bos,,! Kita sudah menangkapnya dan menyekapnya di gudang. Jawab anak buah Faris dari balik telfon.

("Aku akan ke sana sekarang juga. Kata Faris dan langsung memutuskan sambungan telfonnya.

Setelah itu Faris langsung melajukan mobilnya menuju gudang yang di maksud anak buahnya tadi. Aleta Melda dan Almira jadi bingung tapi mereka tidak berani untuk bertanya karena ekspresi Faris sudah sangat menakutkan.

Sebenarnya Aleta ingin bertanya tapi karena mendapat kode dari Melda dan Almira membuat dia langsung menutup mulutnya rapat-rapat, apalagi dia sudah pernah melihat emosi dan tindakan Faris yang menakutkan waktu itu.

Semua keluarga Faris sudah mengetahui dan mengerti sifat Faris, dan mereka tidak berani untuk mencampuri urusannya apalagi Melda dan Almira. Sampainya di gudang itu Faris langsung memarkirkan mobilnya di samping gudang itu, kemudian dia turun sambil berkata.

"Kalian tunggu di dalam mobil,,! Kata Faris sambil keluar dari dalam mobil.

Faris melangkah buru-buru masuk ke gudang dengan ekspresi yang sudah tidak bisa di artikan, saking buru-burunya sampai dia melupakan ponselnya di dalam mobil.

Setelah Faris sudah masuk ke dalam gudang itu tiba-tiba ponselnya berbunyi tepat di samping Aleta, Aleta yang terkejut dengan bunyi dering ponsel Faris tidak menunggu lama langsung menjawabnya.

Aleta mengangkat telfon namun dia tidak bersuara, dia mendengar suara seorang laki-laki dan juga ada suara seorang perempuan yang sedang berteriak, dan Aleta mengenal suara itu dengan jelas karena suara itu tidak lain adalah suara Vina.

("Bos, bos sudah di mana,,? Tanya laki-laki itu.

Aleta tidak bisa berkata apa-apa karena dia sangat terkejut dengan suara Vina yang berteriak minta tolong, tanpa menunggu lama Aleta langsung memutuskan sambungan telfon dan segera turun dari mobil sambil berkata.

"Kalian tunggu dulu di sini ya,,! Kata Aleta dan langsung berlari menyusul Faris.

Sedangkan Faris sudah berada di dalam gudang itu, di saat Faris muncul Vina langsung ketakutan. Wajah Vina langsung berubah menjadi pucat juga berkeringat.

"Kenapa,,? Kamu takut,,? Tanya Faris dengan tatapan dinginnya.

"Lepaakan aku,,! Apa salah aku sampai kalian melakukan semua ini padaku,,? Tanya Vina.

"Jangan pura-pura lupa,,! Kelicikanmu belum seberapa untukku. Kata Faris dengan tenangnya.

"Aku tidak mengerti apa yang kamu maksud. Tambah Vina.

"Apaaa,,! Jangan coba-coba kamu memancing kesabaranku. Kata Faris sambil menatap Vina dengan tatapan yang sangat tajam.

"Aku benar-benar tidak mengertiii,,! Teriak Vina yang membuat Faris langsung geram.

Dengan emosi yang sudah tidak bisa untuk di tahan, Faris mengeluarkan pistol dari dalam jaketnya dan mengarahkannya kepada Vina, Vina yang melihat pistol langsung mengakui semuanya.

"Jangan, jangan tembak aku,,! Aku akui aku yang sudah menyuruh orang untuk menculik Aleta karena aku tidak suka dengannya. Kata Vina dengan suara bergetar.

"Aku sangat mencintaimu,,! Aku tidak rela kalau Aleta berada di sisimu. Tambah Vina dengan tidak tahu malunya.

Aleta yang sudah berdiri di depan pintu sangat terkejut dengan apa yang dia dengar, dia tidak menyangka Vina akan melakukan itu padanya hanya karena dia ingin memiliki Faris, selain itu hati Aleta sangat sakit mendengar Vina katakan isi hatinya kepada Faris di depan matanya.

"Kalau kamu ingin memiliki dia mengapa kamu harus melakukan itu padaku,,? Tanya Aleta sambil membuka pintu yang membuat mereka semua kaget.

"Karena aku sangat membencimu dan aku ingin sekali melenyapkanmu,,! Jawab Vina dengan suara kerasnya.

Mendengar perkataan Vina, Faris ingin segera menghabisinya tapi dia masih menahan diri karena dia tidak ingin membuat Aleta ketakutan seperti waktu itu, jadi dia memilih untuk tetap tenang sambil menatap Aleta yang juga sedang menatapnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca, sedangkan anak buahnya yang lain sudah keluar dari ruangan itu karena di suruh Faris.

Di saat Faris dan Aleta sedang bertatap-tatapan, tanpa mereka sadari Vina sudah mengiris tali ikatan tangannya dengan pisau yang tadi sempat dia ambil di saku celana anak buah Faris yang berdiri di dekatnya.

Setelah tali terlepas Vina yang sudah gila karena Faris langsung berdiri dan menyerang Aleta dengan pisau di tangannya, Tapi belum sempat pisau mengenai Aleta Faris langsung merampas pisau dari tangan Vina dan langsung mendorong Vina sampai terjatuh ke lantai.

Aleta yang kaget dan ketakutan langsung memeluk Faris dengan eratnya, dan dia tambah terkejut di saat melihat darah yang mengalir dari tangan Faris.

Vina yang sudah terjatuh ke lantai makin emosi di saat melihat Aleta sudah memeluk Faris, tanpa menunggu lama dia bangkit dan hendak menyerang Aleta, tapi Faris yang melihatnya dengan segerah langsung membunyikan pistol di tangannya dan membuat Vina langsung terjatuh ke lantai dengan darah yang sudah mengalir dari perutnya.

Terpopuler

Comments

Marsje Namangge

Marsje Namangge

benar2 setan si vina

2023-05-31

0

Yanti

Yanti

mampus kau vina,, rasain kamu, makanya kalo mau cari lawan, lihat-lihat dulu lawannya

2023-04-06

0

Aska

Aska

mampus kau mati Vina doooooor

2023-01-27

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Berlibur.
2 Bab 2. Kekesalan Aleta.
3 Bab 3. Rahasia yang tidak di ketahui Faris.
4 Bab 4. Nyanyian Aleta yang menyayat hati.
5 Bab 5. Kemesraan yang tidak di duga.
6 Bab 6. Kehamilan Aleta yang di ketahui oleh Faris.
7 Bab 7. Kemarahan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
8 Bab 8. Penjelasan Aleta.
9 Bab 9. Permintaan Faris yang membuat Aleta sangat kesal.
10 Bab 10. Kesedihan Aleta yang begitu dalam.
11 Bab 11. Menghilangnya Aleta.
12 Bab 12. Faris yang begitu jenius.
13 Bab 13. Kesadisan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
14 Bab 14. Vina yang ketakutan.
15 Bab 15. Vina yang ingin melarikan diri.
16 Bab 16. Hati Aleta yang begitu mulia.
17 Bab 17. Cinta bertepuk sebelah tangan.
18 Bab 18. Pertunangan yang mendadak.
19 Bab 19. Pembalasan untuk Vina.
20 Bab 20. Hilangnya nyawa Vina.
21 Bab 21. Aleta yang keras kepala.
22 Bab 22. Ungkapan perasaan Aleta.
23 Bab 23. Ungkapan perasaan Faris.
24 Bab 24. Aleta yang cemburu.
25 Bab 25. Kekecewaan Faris.
26 Bab 26. Aleta yang takut dengan kegelapan.
27 Bab 27. Kejujuran Almira.
28 Bab 28. Kekecewaan Alira terhadap Putranya.
29 Bab 29. Pelindung juga pendamping hidup.
30 Bab 30. Prewedding.
31 Bab 31. Aleta yang begitu merindukan Faris.
32 Bab 32. Pernikahan.
33 Bab 33. Kabar duka dari Bram.
34 Bab 34. Faris merasa bersalah atas kematian Bram.
35 Bab 35. Pagi hari yang indah.
36 Bab 36. Faris laki-laki yang setia.
37 Bab 37. Hari pertama ke Kampus.
38 Bab 38. Orang ke tiga.
39 Bab 39. Salah Faham.
40 Bab 40. Hancurnya Hati Aleta.
41 Bab 41. Salah Faham Yang Berlanjut.
42 Bab 42. Aleta Ingin Pergi Dari Rumah.
43 Bab 43. Rahasia Faris.
44 Bab 44. Beban Yang Di Tanggung Faris.
45 Bab 45. Rencana Yang Gagal.
46 Bab 46. Penderitaan Faris.
47 Bab 47. Janji Setia Faris.
48 Bab 48. Faris Bahagia Memiliki Aleta.
49 Bab 49. Faris Berubah Karena Aleta.
50 Bab 50. Mertua Sekaligus Pahlawan.
51 Bab 51. Masa Lalu Yang Di Ketahui Aleta.
52 Bab 52. Ketakutan Faris.
53 Bab 53. Rencana Pindah Rumah.
54 Bab 54. Fahri Sangat Mengagumi Istrinya Alira.
55 Bab 55. Keluarga Yang Hangat.
56 Bab 56. Kepanikan Faris Dan Aleta.
57 Bab 57. Keinginan Yang Tidak Sejalan.
58 Bab 58. Kelemahan Aleta.
59 Bab 59. Pencerahan Buat Aleta.
60 Bab 60. Takut Akan Karma.
61 Bab 61. Harapan Faris.
62 Bab 62. Harapan Faris.
63 Bab 63. Kegilaan Faris Di Bioskop.
64 Bab 64. Kepergian Faris.
65 Bab 65. Kekesalan Refan Terhadap Oma Rita.
66 Bab 66. Menanti Kabar.
67 Bab 67. Ketahuan.
68 Bab 68. Penderitaan Faris.
69 Bab 69. Pertempuran Yang Sangat Sengit.
70 Bab 70. Ekspresi Faris Yang Aneh.
71 Bab 71. Sosok Misterius.
72 Bab 72. Ketakutan Aleta.
73 Bab 73. Aleta Yang Terluka.
74 Bab 74. Aleta Yang Hampir Sekarat.
75 Bab 75. Kasih Sayang Luar Biasa.
76 Bab 76. Kisah Hidup Aleta Dan Reza.
77 Bab 77. Kabar Bahagia.
78 Bab 78. Tingkah Aleta Yang Aneh.
79 Bab 79. Aleta Begitu Agresif.
80 Bab 80. Kebahagiaan Aleta Memiliki Faris.
81 Bab 81. Kejutan.
82 Bab 82. Teman Lama.
83 Bab 83. Keanehan Aleta
84 Bab 84. Firasat Buruk Aleta.
85 Bab 85. Kabar Buruk.
86 Bab 86. Keyakinan Yang Goyah.
87 Bab 87. Kenyataan Yang Pahit
88 Bab 88. Duka Keluarga Faris.
89 Bab 89. Faris Panik Melihat Keadaan Melda.
90 Bab 90. Reza Yang Terlalu Cuek.
91 Bab 91. Hasrat Dalam Kesedihan.
92 Bab 92. Kejadian Yang Tidak Terduga.
93 Bab 93. Pertengkaran Reza Dan Melda.
94 Bab 94. Filing Faris Yang Begitu Tajam.
95 Bab 95. Kecurigaan Faris Yang Semakin Kuat.
96 Bab 96. Penculikan
97 Bab 97. Melda Datang Dalam Mimpi Reza.
98 Bab 98. Tugas Untuk Reza.
99 Baba 99. Wanita Yang Akan Di Jual.
100 Bab 100. Keputusan Yang Sangat Berat.
101 Bab 101. Kekejaman Karena Dendam.
102 Bab 102. Kepolosan Melda.
103 Bab 103. Perkembangan Almira.
104 Bab 104. Nama Di Balik Semua Masalah.
105 Bab 105. Kecerobohan Melda.
106 Bab 106. Keraguan Melda Terhadap Reza.
107 Bab 107. Kecelakaan Yang Di Rencanakan.
108 Bab 108. Selamat Dari Incaran Musuh.
109 Bab 109. Jiwa Monster Faris Yang Menggila.
110 110. Perhitungan Yang Sangat Baik.
111 Bab 111. Polisi Yang Di Tangkap.
112 Bab 112. Manusia Berjiwa Monster
113 Bab 113. Keadaan Fahri Dan Alira.
114 114. Melda Yang Kebingungan Di Dalam Kamar Mandi.
115 Bab 115. Reza Yang Begitu Dingin.
116 Bab 116. Rahasia Percintaan Reza.
117 117. Terpaksa harus Mengalah.
118 118. Alira dan Fahri di nyatakan Koma.
119 Bab 119. Reza Laki-Laki Idaman.
120 Bab 120. Perasaan Melda.
121 Bab 121. Aleta Yang Mampuh Meredakan Emosi Faris.
122 Bab 122. Kabar Bahagia.
123 Bab 123. Manusia Berparas Bidadari.
124 Bab 124. Kecantikan Yang Sempurna.
125 Bab 125. Cemburu Tanda Cinta.
126 Bab 126. Kemesraan Di Bawah Sinar Bulan.
127 Bab 127. Ketajaman Kata-kata Melda.
128 Bab 128. Bersatunya Keluarga Faris.
129 Bab 129. Pemberitahuan.
130 Pemberitahuan.
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Bab 1. Berlibur.
2
Bab 2. Kekesalan Aleta.
3
Bab 3. Rahasia yang tidak di ketahui Faris.
4
Bab 4. Nyanyian Aleta yang menyayat hati.
5
Bab 5. Kemesraan yang tidak di duga.
6
Bab 6. Kehamilan Aleta yang di ketahui oleh Faris.
7
Bab 7. Kemarahan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
8
Bab 8. Penjelasan Aleta.
9
Bab 9. Permintaan Faris yang membuat Aleta sangat kesal.
10
Bab 10. Kesedihan Aleta yang begitu dalam.
11
Bab 11. Menghilangnya Aleta.
12
Bab 12. Faris yang begitu jenius.
13
Bab 13. Kesadisan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
14
Bab 14. Vina yang ketakutan.
15
Bab 15. Vina yang ingin melarikan diri.
16
Bab 16. Hati Aleta yang begitu mulia.
17
Bab 17. Cinta bertepuk sebelah tangan.
18
Bab 18. Pertunangan yang mendadak.
19
Bab 19. Pembalasan untuk Vina.
20
Bab 20. Hilangnya nyawa Vina.
21
Bab 21. Aleta yang keras kepala.
22
Bab 22. Ungkapan perasaan Aleta.
23
Bab 23. Ungkapan perasaan Faris.
24
Bab 24. Aleta yang cemburu.
25
Bab 25. Kekecewaan Faris.
26
Bab 26. Aleta yang takut dengan kegelapan.
27
Bab 27. Kejujuran Almira.
28
Bab 28. Kekecewaan Alira terhadap Putranya.
29
Bab 29. Pelindung juga pendamping hidup.
30
Bab 30. Prewedding.
31
Bab 31. Aleta yang begitu merindukan Faris.
32
Bab 32. Pernikahan.
33
Bab 33. Kabar duka dari Bram.
34
Bab 34. Faris merasa bersalah atas kematian Bram.
35
Bab 35. Pagi hari yang indah.
36
Bab 36. Faris laki-laki yang setia.
37
Bab 37. Hari pertama ke Kampus.
38
Bab 38. Orang ke tiga.
39
Bab 39. Salah Faham.
40
Bab 40. Hancurnya Hati Aleta.
41
Bab 41. Salah Faham Yang Berlanjut.
42
Bab 42. Aleta Ingin Pergi Dari Rumah.
43
Bab 43. Rahasia Faris.
44
Bab 44. Beban Yang Di Tanggung Faris.
45
Bab 45. Rencana Yang Gagal.
46
Bab 46. Penderitaan Faris.
47
Bab 47. Janji Setia Faris.
48
Bab 48. Faris Bahagia Memiliki Aleta.
49
Bab 49. Faris Berubah Karena Aleta.
50
Bab 50. Mertua Sekaligus Pahlawan.
51
Bab 51. Masa Lalu Yang Di Ketahui Aleta.
52
Bab 52. Ketakutan Faris.
53
Bab 53. Rencana Pindah Rumah.
54
Bab 54. Fahri Sangat Mengagumi Istrinya Alira.
55
Bab 55. Keluarga Yang Hangat.
56
Bab 56. Kepanikan Faris Dan Aleta.
57
Bab 57. Keinginan Yang Tidak Sejalan.
58
Bab 58. Kelemahan Aleta.
59
Bab 59. Pencerahan Buat Aleta.
60
Bab 60. Takut Akan Karma.
61
Bab 61. Harapan Faris.
62
Bab 62. Harapan Faris.
63
Bab 63. Kegilaan Faris Di Bioskop.
64
Bab 64. Kepergian Faris.
65
Bab 65. Kekesalan Refan Terhadap Oma Rita.
66
Bab 66. Menanti Kabar.
67
Bab 67. Ketahuan.
68
Bab 68. Penderitaan Faris.
69
Bab 69. Pertempuran Yang Sangat Sengit.
70
Bab 70. Ekspresi Faris Yang Aneh.
71
Bab 71. Sosok Misterius.
72
Bab 72. Ketakutan Aleta.
73
Bab 73. Aleta Yang Terluka.
74
Bab 74. Aleta Yang Hampir Sekarat.
75
Bab 75. Kasih Sayang Luar Biasa.
76
Bab 76. Kisah Hidup Aleta Dan Reza.
77
Bab 77. Kabar Bahagia.
78
Bab 78. Tingkah Aleta Yang Aneh.
79
Bab 79. Aleta Begitu Agresif.
80
Bab 80. Kebahagiaan Aleta Memiliki Faris.
81
Bab 81. Kejutan.
82
Bab 82. Teman Lama.
83
Bab 83. Keanehan Aleta
84
Bab 84. Firasat Buruk Aleta.
85
Bab 85. Kabar Buruk.
86
Bab 86. Keyakinan Yang Goyah.
87
Bab 87. Kenyataan Yang Pahit
88
Bab 88. Duka Keluarga Faris.
89
Bab 89. Faris Panik Melihat Keadaan Melda.
90
Bab 90. Reza Yang Terlalu Cuek.
91
Bab 91. Hasrat Dalam Kesedihan.
92
Bab 92. Kejadian Yang Tidak Terduga.
93
Bab 93. Pertengkaran Reza Dan Melda.
94
Bab 94. Filing Faris Yang Begitu Tajam.
95
Bab 95. Kecurigaan Faris Yang Semakin Kuat.
96
Bab 96. Penculikan
97
Bab 97. Melda Datang Dalam Mimpi Reza.
98
Bab 98. Tugas Untuk Reza.
99
Baba 99. Wanita Yang Akan Di Jual.
100
Bab 100. Keputusan Yang Sangat Berat.
101
Bab 101. Kekejaman Karena Dendam.
102
Bab 102. Kepolosan Melda.
103
Bab 103. Perkembangan Almira.
104
Bab 104. Nama Di Balik Semua Masalah.
105
Bab 105. Kecerobohan Melda.
106
Bab 106. Keraguan Melda Terhadap Reza.
107
Bab 107. Kecelakaan Yang Di Rencanakan.
108
Bab 108. Selamat Dari Incaran Musuh.
109
Bab 109. Jiwa Monster Faris Yang Menggila.
110
110. Perhitungan Yang Sangat Baik.
111
Bab 111. Polisi Yang Di Tangkap.
112
Bab 112. Manusia Berjiwa Monster
113
Bab 113. Keadaan Fahri Dan Alira.
114
114. Melda Yang Kebingungan Di Dalam Kamar Mandi.
115
Bab 115. Reza Yang Begitu Dingin.
116
Bab 116. Rahasia Percintaan Reza.
117
117. Terpaksa harus Mengalah.
118
118. Alira dan Fahri di nyatakan Koma.
119
Bab 119. Reza Laki-Laki Idaman.
120
Bab 120. Perasaan Melda.
121
Bab 121. Aleta Yang Mampuh Meredakan Emosi Faris.
122
Bab 122. Kabar Bahagia.
123
Bab 123. Manusia Berparas Bidadari.
124
Bab 124. Kecantikan Yang Sempurna.
125
Bab 125. Cemburu Tanda Cinta.
126
Bab 126. Kemesraan Di Bawah Sinar Bulan.
127
Bab 127. Ketajaman Kata-kata Melda.
128
Bab 128. Bersatunya Keluarga Faris.
129
Bab 129. Pemberitahuan.
130
Pemberitahuan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!