Sampainya di bandara Jakarta mereka semua langsung bergegas untuk pulang ke rumah masing-masing, Aleta dan Melda melangkah di belakang Faris dan yang lainnya. Aleta dan Melda sedang sibuk membahas kegiatan mereka di kampus nanti setelah masuk kuliah.
Di saat sedang melangkah tiba-tiba tali sepatu Aleta terlepas dan membuat Aleta dengan segerah langsung berjongkok untuk memperbaikinya, dan di saat dia menunduk Melda yang tidak tahu apa yang sedang terjadi langsung bertanya.
"Ada apa,,? Tanya Melda yang di dengar oleh Faris yang berada di depan mereka.
Dengan segera Faris menoleh ke belakang, dan tanpa sengaja dia melihat belahan dada Aleta yang terlihat begitu jelas karena baju yang Aleta pakai sedikit terbuka di bagian dada. Sambil menarik nafas Faris langsung mendekati Aleta dan meraih pundaknya untuk bangun.
Setelah Aleta sudah berdiri, tanpa menunggu lama Faris langsung berjongkok di depan Aleta dan membuat Aleta langsung kaget juga bingung. Dengan segera Faris mengikat tali sepatu Aleta yang terlepas. Aleta yang masih tidak percaya dengan apa yang sedang dia lihat hanya terdiam sambil menunduk menatap laki-laki yang sangat dia cintai itu.
Aleta sangat bahagia di perhatikan dan di perlakukan oleh Faris seperti itu. Setelah selesai mengikat tali sepatu Aleta, Faris langsung mengangkat muka dengan tiba-tiba, tidak sengaja ujung hidungnya mengenai bibir Aleta yang membuat Aleta langsung kaget dan salah tingkah, karena keluarga Faris juga teman-temannya yang sedang berdiri tidak jauh dari arah mereka sedang menatap mereka.
Wajah Aleya yang putih berubah menjadi merah saking malunya, sedangkan Faris si es balok yang sudah berdiri tepat di hadapan Aleta hanya bersikap santai tapi tatapannya itu membuat Aleta sedikit bingung.
Faris bersikap santai tapi di dalam hatinya dia sangat kesal dengan Aleta yang tidak pernah berikhtiar dengan pakaian yang dia pakai, entah mengapa tapi Faris sangat tidak suka dengan Aleta yang ceroboh seperti itu.
Tanpa berkata apa-apa Faris segera berbalik dan melangkah keluar mengikuti yang lainnya yang sudah melangkah duluan.
Karena Faris sudah melangkah pergi, dengan segera Aleta yang masih merasa bingung dan malu itu langsung bergegas pergi mengikuti Faris yang sudah melangkah pergi.
Faris dan keluarganya di jemput oleh supir pribadi, sedangkan teman-temannya ada yang di jemput ada juga yang pulang menggunakan taksi. Aleta semobil dengan Faris Almira juga Melda, Almira dan Melda duduk di bagian belakang sedangkan Aleta duduk di samping Faris.
Faris memilih untuk mengemudi mobilnya sendiri karena dia memang tidak biasa di supirin orang lain. Dalam perjalanan Aleta terus melirik Faris yang sedang fokus menyetir, sedangkan Faris yang menyadari tatapan Aleta hanya fokus ke depan sambil terus menyetir tanpa memperdulikan Aleta.
Di saat sedang menyetir tiba-tiba ponsel Faris berdering dan itu panggilan telfon dari anak buahnya yang dia suruh untuk membereskan Vina.
("Halo, bagaimana,,? Tanya Faris setelah menerima telfon.
("Semuanya sudah beres bos,,! Kita sudah menangkapnya dan menyekapnya di gudang. Jawab anak buah Faris dari balik telfon.
("Aku akan ke sana sekarang juga. Kata Faris dan langsung memutuskan sambungan telfonnya.
Setelah itu Faris langsung melajukan mobilnya menuju gudang yang di maksud anak buahnya tadi. Aleta Melda dan Almira jadi bingung tapi mereka tidak berani untuk bertanya karena ekspresi Faris sudah sangat menakutkan.
Sebenarnya Aleta ingin bertanya tapi karena mendapat kode dari Melda dan Almira membuat dia langsung menutup mulutnya rapat-rapat, apalagi dia sudah pernah melihat emosi dan tindakan Faris yang menakutkan waktu itu.
Semua keluarga Faris sudah mengetahui dan mengerti sifat Faris, dan mereka tidak berani untuk mencampuri urusannya apalagi Melda dan Almira. Sampainya di gudang itu Faris langsung memarkirkan mobilnya di samping gudang itu, kemudian dia turun sambil berkata.
"Kalian tunggu di dalam mobil,,! Kata Faris sambil keluar dari dalam mobil.
Faris melangkah buru-buru masuk ke gudang dengan ekspresi yang sudah tidak bisa di artikan, saking buru-burunya sampai dia melupakan ponselnya di dalam mobil.
Setelah Faris sudah masuk ke dalam gudang itu tiba-tiba ponselnya berbunyi tepat di samping Aleta, Aleta yang terkejut dengan bunyi dering ponsel Faris tidak menunggu lama langsung menjawabnya.
Aleta mengangkat telfon namun dia tidak bersuara, dia mendengar suara seorang laki-laki dan juga ada suara seorang perempuan yang sedang berteriak, dan Aleta mengenal suara itu dengan jelas karena suara itu tidak lain adalah suara Vina.
("Bos, bos sudah di mana,,? Tanya laki-laki itu.
Aleta tidak bisa berkata apa-apa karena dia sangat terkejut dengan suara Vina yang berteriak minta tolong, tanpa menunggu lama Aleta langsung memutuskan sambungan telfon dan segera turun dari mobil sambil berkata.
"Kalian tunggu dulu di sini ya,,! Kata Aleta dan langsung berlari menyusul Faris.
Sedangkan Faris sudah berada di dalam gudang itu, di saat Faris muncul Vina langsung ketakutan. Wajah Vina langsung berubah menjadi pucat juga berkeringat.
"Kenapa,,? Kamu takut,,? Tanya Faris dengan tatapan dinginnya.
"Lepaakan aku,,! Apa salah aku sampai kalian melakukan semua ini padaku,,? Tanya Vina.
"Jangan pura-pura lupa,,! Kelicikanmu belum seberapa untukku. Kata Faris dengan tenangnya.
"Aku tidak mengerti apa yang kamu maksud. Tambah Vina.
"Apaaa,,! Jangan coba-coba kamu memancing kesabaranku. Kata Faris sambil menatap Vina dengan tatapan yang sangat tajam.
"Aku benar-benar tidak mengertiii,,! Teriak Vina yang membuat Faris langsung geram.
Dengan emosi yang sudah tidak bisa untuk di tahan, Faris mengeluarkan pistol dari dalam jaketnya dan mengarahkannya kepada Vina, Vina yang melihat pistol langsung mengakui semuanya.
"Jangan, jangan tembak aku,,! Aku akui aku yang sudah menyuruh orang untuk menculik Aleta karena aku tidak suka dengannya. Kata Vina dengan suara bergetar.
"Aku sangat mencintaimu,,! Aku tidak rela kalau Aleta berada di sisimu. Tambah Vina dengan tidak tahu malunya.
Aleta yang sudah berdiri di depan pintu sangat terkejut dengan apa yang dia dengar, dia tidak menyangka Vina akan melakukan itu padanya hanya karena dia ingin memiliki Faris, selain itu hati Aleta sangat sakit mendengar Vina katakan isi hatinya kepada Faris di depan matanya.
"Kalau kamu ingin memiliki dia mengapa kamu harus melakukan itu padaku,,? Tanya Aleta sambil membuka pintu yang membuat mereka semua kaget.
"Karena aku sangat membencimu dan aku ingin sekali melenyapkanmu,,! Jawab Vina dengan suara kerasnya.
Mendengar perkataan Vina, Faris ingin segera menghabisinya tapi dia masih menahan diri karena dia tidak ingin membuat Aleta ketakutan seperti waktu itu, jadi dia memilih untuk tetap tenang sambil menatap Aleta yang juga sedang menatapnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca, sedangkan anak buahnya yang lain sudah keluar dari ruangan itu karena di suruh Faris.
Di saat Faris dan Aleta sedang bertatap-tatapan, tanpa mereka sadari Vina sudah mengiris tali ikatan tangannya dengan pisau yang tadi sempat dia ambil di saku celana anak buah Faris yang berdiri di dekatnya.
Setelah tali terlepas Vina yang sudah gila karena Faris langsung berdiri dan menyerang Aleta dengan pisau di tangannya, Tapi belum sempat pisau mengenai Aleta Faris langsung merampas pisau dari tangan Vina dan langsung mendorong Vina sampai terjatuh ke lantai.
Aleta yang kaget dan ketakutan langsung memeluk Faris dengan eratnya, dan dia tambah terkejut di saat melihat darah yang mengalir dari tangan Faris.
Vina yang sudah terjatuh ke lantai makin emosi di saat melihat Aleta sudah memeluk Faris, tanpa menunggu lama dia bangkit dan hendak menyerang Aleta, tapi Faris yang melihatnya dengan segerah langsung membunyikan pistol di tangannya dan membuat Vina langsung terjatuh ke lantai dengan darah yang sudah mengalir dari perutnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 130 Episodes
Comments
Marsje Namangge
benar2 setan si vina
2023-05-31
0
Yanti
mampus kau vina,, rasain kamu, makanya kalo mau cari lawan, lihat-lihat dulu lawannya
2023-04-06
0
Aska
mampus kau mati Vina doooooor
2023-01-27
0