Aleta membuang muka dari Faris sambil menghapus air matanya, dan Faris yang berada di sampingnya hanya menatapnya tanpa bisa berkata apa-apa. Faris sangat bingung dengan jalan fikiran Aleta, dia tidak tahu bagaimana cara menjelaskan semuanya agar Aleta tidak salah faham.
"Aletaa,,! Faris kembali memanggil Aleta sambil meraih pergelangan tangan Aleta setelah membuka pintu kamarnya.
Faris ingin berusaha menjelaskan semuanya, tapi dengan kasarnya Aleta menarik tangannya dari genggaman Faris dan langsung melangkah masuk ke dalam kamar.
Aleta masuk ke dalam kamar dan langsung mengambil perlengkapan mandinya kemudian melangkah menuju kamar mandi. Sedangkan Faris yang sudah terduduk di kursi sofa yang terdapat di dalam kamar itu, hanya menatap Aleta yang sedang berlalu di hadapannya tanpa bersuara.
Selesai mandi Aleta memakai handuk yang tergantung di gantungan pintu, kemudian dia berdiri di hadapan cermin dengan tampang kebingungan karena dia lupa membawa pakaian gantinya. Akhirnya dengan ragu-ragu dia mengintip dari pintu untuk melihat keberadaan Faris.
Karena tidak melihat keberadaan Faris, dengan buru-buru Aleta segera keluar menghampiri kopernya yang terletak di samping tempat tidur dan mengambil pakaian gantinya, tapi tiba-tiba dia di kagetkan dengan suara Faris di belakangnya.
"Aleta,, kita harus bicara,,! Kata Faris yang sudah berdiri di belakang Aleta dengan rambut yang masih basah karena dia baru selesai mandi di kamar mandi yang lain.
"Aku tidak ingin bicara sama kamu. Jawab Aleta dan segera melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
"Aleta, kamu harus dengar dulu penjelasanku. Faris berkata sambil mengikuti Aleta tapi Aleta dengan segera langsung mengunci pintu dari dalam.
"Aleta, Aku tidak ada maksut apa-apa,,! Aku lakukan semua itu semata-mata hanya ingin menghindar dari Vina.
"Aku merasa Vina punya maksud lain dengan cara dia menatapku,,!
"Aku tidak ingin persahabatanku dengan Bram hancur hanya karena Vina. Aku minta maaf kalau perbuatanku itu menyakitimu. Kata Faris panjang lebar di depan pintu kamar mandi.
Sedangkan Aleta yang sudah selesai berpakaian, bersandar di pintu kamar mandi sambil meneteskan air matanya? Hatinya sangan hancur mendengar penjelasan Faris, karena sebenarnya Aleta sudah terlanjur mencintai Faris.
Aleta berharap kalau Faris juga punya perasaan yang sama dengannya, sehingga Faris memaksanya untuk ikut ke Bali dan memperlakukannya seperti seorang kekasih, tapi ternyata semua hanyalah harapan yang menyakitkan untuk Aleta.
"Aletaa,,! Aleta apa kamu dengar semua yang aku katakan,,? Aku tidak bermaksut menyakitimu, dan kamu tenang saja, aku tidak akan melakukan itu lagi Karena bukan kamu yang aku cinta. Kata Faris yang membuat hati Aleta semakin hancur.
"Iya aku dengar,,! Jawab Aleta dari dalam kamar mandi dengan suara yang tegar, namun air matanya terus mengalir membasahi wajah cantiknya.
Setelah mendengar jawaban Aleta, Faris langsung melangkah keluar dari kamar menuju tangga. Tapi di saat dia mau menuruni tangga, dia menabrak Vina yang memang sengaja naik ke lantai atas untuk mau melihatnya, dan karena Vina hampir jatuh, akhirnya Faris dengan segera memeluk Vina.
Vina tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, diapun langsung memeluk Faris dengan senyuman licik yang terukir di wajahnya. Tanpa mereka sadari Aleta yang baru mau keluar dari kamar melihat mereka yang sedang berpelukan.
Aleta sangat terkejut dengan apa yang dia lihat, karena baru beberapa menit yang lalu Faris mengatakan kalau dia mau menghindar dari Vina, tapi sekarang yang Aleta lihat sangat bertolak belakang dengan penjelasan Faris.
Karena tidak tahan dengan apa yang dia lihat, Aleta segera kembali masuk ke dalam kamar dengan mata yang sudah berkaca-kaca, Aleta makin membenci Faris dan dia yakin kalau apa yang di katakan Faris tadi hanyalah sebuah kebohongan.
"Dasar bajingaan,,! Pembohoong,,! Setelah aku yang dia jadikan korban, sekarang dia kembali mencari korban yang baru. Kata Aleta sambil berlinang air mata.
Sedangkan Vina di luar sana masih tetap memeluk Faris sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Faris, dan tanpa malu dia berkata.
"Aku sangat menginginkanmu, aku rela memberikan seluruh tubuh dan juga hidupku untukmu. Kata Vina yang membuat Faris langsung geram.
Tanpa berfikir panjang Faris segera mendorong Vina sampai membuatnya hampir terjatuh dari tangga, dengan tatapan membunuh Faris menatapnya sambil berkata.
"Jangan pernah kamu ulangi hal seperti ini lagi kalau kamu tidak ingin celaka. Kata Faris dan segera pergi menuju lantai bawah.
Vina yang dasarnya memang tidak tau malu semakin penasaran dengan Faris yang terlihat begitu dingin dan kasar, baginya laki-laki seperti itulah yang sangat menantang, sambil menatap Faris yang sudah menuruni tangga dengan senyum liciknya dia berfikir untuk mencari cara memiliki Faris.
Sampainya di lantai bawah, Faris melihat teman-temannya sedang duduk di ruang tamu sambil membahas rencana mereka untuk besok. Dan Faris langsung bergabung.
Tidak berapa lama Vina pun ikut bergabung, Vina duduk di samping Bram tapi dia terus melirik Faris yang sedang asik bercerita dengan Alex, dan Faris yang menyadarinya tidak memperdulikannya sama sekali.
Lirikan Vina ke arah Faris yang terlihat aneh itu membuat Sindi pacarnya Alex makin curiga, karena sejak kemarin Sindi memang sudah memperhatikannya, dan itu bukan tatapan biasa menurut Sindi.
"Di mana Aleta,,? Tanya Maya pacarnya Kelvin karena hanya Aleta yang tidak ada di situ.
"Dia lagi di kamar,,! Jawab Faris.
"Dia sudah tidur,,? Sambung Sindi.
"Tadi sih belum, tapi tidak tau sekarang. Jawab Faris.
Dan belum beberapa lama mereka menyebutkan namanya, tiba-tiba Aleta sudah muncul menuruni tangga dengan penampilannya yang begitu cantik dan seksi dengan senyuman manis yang terukir di wajah cantiknya itu.
Mereka semua yang melihat Aleta langsung terpana termasuk Faris juga Vina, Faris menatap Aleta dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan tatapan yang tidak bisa di artikan, dan Vina yang melihat tatapan Faris itu langsung geram sambil mengepalkan kedua tangannya.
Sedangkan Aleta dia melangkah tanpa memperdulikan Faris sama sekali. Sebenarnya Aleta masih sangat sakit hati dan tidak sanggup melihat wajah Faris setelah apa yang dia lihat tadi, tapi dengan sekuat hati dia mencoba untuk tetap tegar walaupun hatinya sangat hancur.
Aleta tidak ingin Faris tahu tentang perasaannya yang sebenarnya setelah dia tahu perasan Faris terhadapnya. Dan dia juga sudah memutuskan untuk menutup rapat-rapat sesuatu yang tidak di ketahui Faris selama ini.
Selama ini Faris tidak tahu kalau Aleta pernah mengandung anaknya setelah kejadian beberapa tahun lalu di Amerika, dan yang mengetahui itu hanyalah Reza sepupu Aleta yang bersamanya waktu itu.
Sebenarnya Aleta ingin memberitahukan Faris setelah dia sadar kalau dia sudah terlanjur jatuh cinta padanya, tapi karena mendengar penjelasan Faris tadi membuat Aleta memutuskan untuk menutup rapat dan membuang jauh kenangan pahit itu.
Bukan hanya itu saja, Aleta juga ingin mengubur dalam-dalam rasa cintanya kepada Faris, karena dia tidak mau menghabiskan waktunya untuk mencintai orang yang tidak mencintainya sama sekali.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 130 Episodes
Comments
Muniroh Mumun
lhah kok ternyata arleta pernah di celup sama Faris ...gitu bilangnya g cinta ...Faris bego apa gmn sih
2023-06-10
0
sandranovia95
good ide
2023-05-14
0
mama yuhu
anaknya d mana?
masih hidup?
2023-04-27
1