Bab 3. Rahasia yang tidak di ketahui Faris.

Aleta membuang muka dari Faris sambil menghapus air matanya, dan Faris yang berada di sampingnya hanya menatapnya tanpa bisa berkata apa-apa. Faris sangat bingung dengan jalan fikiran Aleta, dia tidak tahu bagaimana cara menjelaskan semuanya agar Aleta tidak salah faham.

"Aletaa,,! Faris kembali memanggil Aleta sambil meraih pergelangan tangan Aleta setelah membuka pintu kamarnya.

Faris ingin berusaha menjelaskan semuanya, tapi dengan kasarnya Aleta menarik tangannya dari genggaman Faris dan langsung melangkah masuk ke dalam kamar.

Aleta masuk ke dalam kamar dan langsung mengambil perlengkapan mandinya kemudian melangkah menuju kamar mandi. Sedangkan Faris yang sudah terduduk di kursi sofa yang terdapat di dalam kamar itu, hanya menatap Aleta yang sedang berlalu di hadapannya tanpa bersuara.

Selesai mandi Aleta memakai handuk yang tergantung di gantungan pintu, kemudian dia berdiri di hadapan cermin dengan tampang kebingungan karena dia lupa membawa pakaian gantinya. Akhirnya dengan ragu-ragu dia mengintip dari pintu untuk melihat keberadaan Faris.

Karena tidak melihat keberadaan Faris, dengan buru-buru Aleta segera keluar menghampiri kopernya yang terletak di samping tempat tidur dan mengambil pakaian gantinya, tapi tiba-tiba dia di kagetkan dengan suara Faris di belakangnya.

"Aleta,, kita harus bicara,,! Kata Faris yang sudah berdiri di belakang Aleta dengan rambut yang masih basah karena dia baru selesai mandi di kamar mandi yang lain.

"Aku tidak ingin bicara sama kamu. Jawab Aleta dan segera melangkah masuk ke dalam kamar mandi.

"Aleta, kamu harus dengar dulu penjelasanku. Faris berkata sambil mengikuti Aleta tapi Aleta dengan segera langsung mengunci pintu dari dalam.

"Aleta, Aku tidak ada maksut apa-apa,,! Aku lakukan semua itu semata-mata hanya ingin menghindar dari Vina.

"Aku merasa Vina punya maksud lain dengan cara dia menatapku,,!

"Aku tidak ingin persahabatanku dengan Bram hancur hanya karena Vina. Aku minta maaf kalau perbuatanku itu menyakitimu. Kata Faris panjang lebar di depan pintu kamar mandi.

Sedangkan Aleta yang sudah selesai berpakaian, bersandar di pintu kamar mandi sambil meneteskan air matanya? Hatinya sangan hancur mendengar penjelasan Faris, karena sebenarnya Aleta sudah terlanjur mencintai Faris.

Aleta berharap kalau Faris juga punya perasaan yang sama dengannya, sehingga Faris memaksanya untuk ikut ke Bali dan memperlakukannya seperti seorang kekasih, tapi ternyata semua hanyalah harapan yang menyakitkan untuk Aleta.

"Aletaa,,! Aleta apa kamu dengar semua yang aku katakan,,? Aku tidak bermaksut menyakitimu, dan kamu tenang saja, aku tidak akan melakukan itu lagi Karena bukan kamu yang aku cinta. Kata Faris yang membuat hati Aleta semakin hancur.

"Iya aku dengar,,! Jawab Aleta dari dalam kamar mandi dengan suara yang tegar, namun air matanya terus mengalir membasahi wajah cantiknya.

Setelah mendengar jawaban Aleta, Faris langsung melangkah keluar dari kamar menuju tangga. Tapi di saat dia mau menuruni tangga, dia menabrak Vina yang memang sengaja naik ke lantai atas untuk mau melihatnya, dan karena Vina hampir jatuh, akhirnya Faris dengan segera memeluk Vina.

Vina tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, diapun langsung memeluk Faris dengan senyuman licik yang terukir di wajahnya. Tanpa mereka sadari Aleta yang baru mau keluar dari kamar melihat mereka yang sedang berpelukan.

Aleta sangat terkejut dengan apa yang dia lihat, karena baru beberapa menit yang lalu Faris mengatakan kalau dia mau menghindar dari Vina, tapi sekarang yang Aleta lihat sangat bertolak belakang dengan penjelasan Faris.

Karena tidak tahan dengan apa yang dia lihat, Aleta segera kembali masuk ke dalam kamar dengan mata yang sudah berkaca-kaca, Aleta makin membenci Faris dan dia yakin kalau apa yang di katakan Faris tadi hanyalah sebuah kebohongan.

"Dasar bajingaan,,! Pembohoong,,! Setelah aku yang dia jadikan korban, sekarang dia kembali mencari korban yang baru. Kata Aleta sambil berlinang air mata.

Sedangkan Vina di luar sana masih tetap memeluk Faris sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Faris, dan tanpa malu dia berkata.

"Aku sangat menginginkanmu, aku rela memberikan seluruh tubuh dan juga hidupku untukmu. Kata Vina yang membuat Faris langsung geram.

Tanpa berfikir panjang Faris segera mendorong Vina sampai membuatnya hampir terjatuh dari tangga, dengan tatapan membunuh Faris menatapnya sambil berkata.

"Jangan pernah kamu ulangi hal seperti ini lagi kalau kamu tidak ingin celaka. Kata Faris dan segera pergi menuju lantai bawah.

Vina yang dasarnya memang tidak tau malu semakin penasaran dengan Faris yang terlihat begitu dingin dan kasar, baginya laki-laki seperti itulah yang sangat menantang, sambil menatap Faris yang sudah menuruni tangga dengan senyum liciknya dia berfikir untuk mencari cara memiliki Faris.

Sampainya di lantai bawah, Faris melihat teman-temannya sedang duduk di ruang tamu sambil membahas rencana mereka untuk besok. Dan Faris langsung bergabung.

Tidak berapa lama Vina pun ikut bergabung, Vina duduk di samping Bram tapi dia terus melirik Faris yang sedang asik bercerita dengan Alex, dan Faris yang menyadarinya tidak memperdulikannya sama sekali.

Lirikan Vina ke arah Faris yang terlihat aneh itu membuat Sindi pacarnya Alex makin curiga, karena sejak kemarin Sindi memang sudah memperhatikannya, dan itu bukan tatapan biasa menurut Sindi.

"Di mana Aleta,,? Tanya Maya pacarnya Kelvin karena hanya Aleta yang tidak ada di situ.

"Dia lagi di kamar,,! Jawab Faris.

"Dia sudah tidur,,? Sambung Sindi.

"Tadi sih belum, tapi tidak tau sekarang. Jawab Faris.

Dan belum beberapa lama mereka menyebutkan namanya, tiba-tiba Aleta sudah muncul menuruni tangga dengan penampilannya yang begitu cantik dan seksi dengan senyuman manis yang terukir di wajah cantiknya itu.

Mereka semua yang melihat Aleta langsung terpana termasuk Faris juga Vina, Faris menatap Aleta dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan tatapan yang tidak bisa di artikan, dan Vina yang melihat tatapan Faris itu langsung geram sambil mengepalkan kedua tangannya.

Sedangkan Aleta dia melangkah tanpa memperdulikan Faris sama sekali. Sebenarnya Aleta masih sangat sakit hati dan tidak sanggup melihat wajah Faris setelah apa yang dia lihat tadi, tapi dengan sekuat hati dia mencoba untuk tetap tegar walaupun hatinya sangat hancur.

Aleta tidak ingin Faris tahu tentang perasaannya yang sebenarnya setelah dia tahu perasan Faris terhadapnya. Dan dia juga sudah memutuskan untuk menutup rapat-rapat sesuatu yang tidak di ketahui Faris selama ini.

Selama ini Faris tidak tahu kalau Aleta pernah mengandung anaknya setelah kejadian beberapa tahun lalu di Amerika, dan yang mengetahui itu hanyalah Reza sepupu Aleta yang bersamanya waktu itu.

Sebenarnya Aleta ingin memberitahukan Faris setelah dia sadar kalau dia sudah terlanjur jatuh cinta padanya, tapi karena mendengar penjelasan Faris tadi membuat Aleta memutuskan untuk menutup rapat dan membuang jauh kenangan pahit itu.

Bukan hanya itu saja, Aleta juga ingin mengubur dalam-dalam rasa cintanya kepada Faris, karena dia tidak mau menghabiskan waktunya untuk mencintai orang yang tidak mencintainya sama sekali.

Terpopuler

Comments

Muniroh Mumun

Muniroh Mumun

lhah kok ternyata arleta pernah di celup sama Faris ...gitu bilangnya g cinta ...Faris bego apa gmn sih

2023-06-10

0

sandranovia95

sandranovia95

good ide

2023-05-14

0

mama yuhu

mama yuhu

anaknya d mana?
masih hidup?

2023-04-27

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Berlibur.
2 Bab 2. Kekesalan Aleta.
3 Bab 3. Rahasia yang tidak di ketahui Faris.
4 Bab 4. Nyanyian Aleta yang menyayat hati.
5 Bab 5. Kemesraan yang tidak di duga.
6 Bab 6. Kehamilan Aleta yang di ketahui oleh Faris.
7 Bab 7. Kemarahan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
8 Bab 8. Penjelasan Aleta.
9 Bab 9. Permintaan Faris yang membuat Aleta sangat kesal.
10 Bab 10. Kesedihan Aleta yang begitu dalam.
11 Bab 11. Menghilangnya Aleta.
12 Bab 12. Faris yang begitu jenius.
13 Bab 13. Kesadisan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
14 Bab 14. Vina yang ketakutan.
15 Bab 15. Vina yang ingin melarikan diri.
16 Bab 16. Hati Aleta yang begitu mulia.
17 Bab 17. Cinta bertepuk sebelah tangan.
18 Bab 18. Pertunangan yang mendadak.
19 Bab 19. Pembalasan untuk Vina.
20 Bab 20. Hilangnya nyawa Vina.
21 Bab 21. Aleta yang keras kepala.
22 Bab 22. Ungkapan perasaan Aleta.
23 Bab 23. Ungkapan perasaan Faris.
24 Bab 24. Aleta yang cemburu.
25 Bab 25. Kekecewaan Faris.
26 Bab 26. Aleta yang takut dengan kegelapan.
27 Bab 27. Kejujuran Almira.
28 Bab 28. Kekecewaan Alira terhadap Putranya.
29 Bab 29. Pelindung juga pendamping hidup.
30 Bab 30. Prewedding.
31 Bab 31. Aleta yang begitu merindukan Faris.
32 Bab 32. Pernikahan.
33 Bab 33. Kabar duka dari Bram.
34 Bab 34. Faris merasa bersalah atas kematian Bram.
35 Bab 35. Pagi hari yang indah.
36 Bab 36. Faris laki-laki yang setia.
37 Bab 37. Hari pertama ke Kampus.
38 Bab 38. Orang ke tiga.
39 Bab 39. Salah Faham.
40 Bab 40. Hancurnya Hati Aleta.
41 Bab 41. Salah Faham Yang Berlanjut.
42 Bab 42. Aleta Ingin Pergi Dari Rumah.
43 Bab 43. Rahasia Faris.
44 Bab 44. Beban Yang Di Tanggung Faris.
45 Bab 45. Rencana Yang Gagal.
46 Bab 46. Penderitaan Faris.
47 Bab 47. Janji Setia Faris.
48 Bab 48. Faris Bahagia Memiliki Aleta.
49 Bab 49. Faris Berubah Karena Aleta.
50 Bab 50. Mertua Sekaligus Pahlawan.
51 Bab 51. Masa Lalu Yang Di Ketahui Aleta.
52 Bab 52. Ketakutan Faris.
53 Bab 53. Rencana Pindah Rumah.
54 Bab 54. Fahri Sangat Mengagumi Istrinya Alira.
55 Bab 55. Keluarga Yang Hangat.
56 Bab 56. Kepanikan Faris Dan Aleta.
57 Bab 57. Keinginan Yang Tidak Sejalan.
58 Bab 58. Kelemahan Aleta.
59 Bab 59. Pencerahan Buat Aleta.
60 Bab 60. Takut Akan Karma.
61 Bab 61. Harapan Faris.
62 Bab 62. Harapan Faris.
63 Bab 63. Kegilaan Faris Di Bioskop.
64 Bab 64. Kepergian Faris.
65 Bab 65. Kekesalan Refan Terhadap Oma Rita.
66 Bab 66. Menanti Kabar.
67 Bab 67. Ketahuan.
68 Bab 68. Penderitaan Faris.
69 Bab 69. Pertempuran Yang Sangat Sengit.
70 Bab 70. Ekspresi Faris Yang Aneh.
71 Bab 71. Sosok Misterius.
72 Bab 72. Ketakutan Aleta.
73 Bab 73. Aleta Yang Terluka.
74 Bab 74. Aleta Yang Hampir Sekarat.
75 Bab 75. Kasih Sayang Luar Biasa.
76 Bab 76. Kisah Hidup Aleta Dan Reza.
77 Bab 77. Kabar Bahagia.
78 Bab 78. Tingkah Aleta Yang Aneh.
79 Bab 79. Aleta Begitu Agresif.
80 Bab 80. Kebahagiaan Aleta Memiliki Faris.
81 Bab 81. Kejutan.
82 Bab 82. Teman Lama.
83 Bab 83. Keanehan Aleta
84 Bab 84. Firasat Buruk Aleta.
85 Bab 85. Kabar Buruk.
86 Bab 86. Keyakinan Yang Goyah.
87 Bab 87. Kenyataan Yang Pahit
88 Bab 88. Duka Keluarga Faris.
89 Bab 89. Faris Panik Melihat Keadaan Melda.
90 Bab 90. Reza Yang Terlalu Cuek.
91 Bab 91. Hasrat Dalam Kesedihan.
92 Bab 92. Kejadian Yang Tidak Terduga.
93 Bab 93. Pertengkaran Reza Dan Melda.
94 Bab 94. Filing Faris Yang Begitu Tajam.
95 Bab 95. Kecurigaan Faris Yang Semakin Kuat.
96 Bab 96. Penculikan
97 Bab 97. Melda Datang Dalam Mimpi Reza.
98 Bab 98. Tugas Untuk Reza.
99 Baba 99. Wanita Yang Akan Di Jual.
100 Bab 100. Keputusan Yang Sangat Berat.
101 Bab 101. Kekejaman Karena Dendam.
102 Bab 102. Kepolosan Melda.
103 Bab 103. Perkembangan Almira.
104 Bab 104. Nama Di Balik Semua Masalah.
105 Bab 105. Kecerobohan Melda.
106 Bab 106. Keraguan Melda Terhadap Reza.
107 Bab 107. Kecelakaan Yang Di Rencanakan.
108 Bab 108. Selamat Dari Incaran Musuh.
109 Bab 109. Jiwa Monster Faris Yang Menggila.
110 110. Perhitungan Yang Sangat Baik.
111 Bab 111. Polisi Yang Di Tangkap.
112 Bab 112. Manusia Berjiwa Monster
113 Bab 113. Keadaan Fahri Dan Alira.
114 114. Melda Yang Kebingungan Di Dalam Kamar Mandi.
115 Bab 115. Reza Yang Begitu Dingin.
116 Bab 116. Rahasia Percintaan Reza.
117 117. Terpaksa harus Mengalah.
118 118. Alira dan Fahri di nyatakan Koma.
119 Bab 119. Reza Laki-Laki Idaman.
120 Bab 120. Perasaan Melda.
121 Bab 121. Aleta Yang Mampuh Meredakan Emosi Faris.
122 Bab 122. Kabar Bahagia.
123 Bab 123. Manusia Berparas Bidadari.
124 Bab 124. Kecantikan Yang Sempurna.
125 Bab 125. Cemburu Tanda Cinta.
126 Bab 126. Kemesraan Di Bawah Sinar Bulan.
127 Bab 127. Ketajaman Kata-kata Melda.
128 Bab 128. Bersatunya Keluarga Faris.
129 Bab 129. Pemberitahuan.
130 Pemberitahuan.
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Bab 1. Berlibur.
2
Bab 2. Kekesalan Aleta.
3
Bab 3. Rahasia yang tidak di ketahui Faris.
4
Bab 4. Nyanyian Aleta yang menyayat hati.
5
Bab 5. Kemesraan yang tidak di duga.
6
Bab 6. Kehamilan Aleta yang di ketahui oleh Faris.
7
Bab 7. Kemarahan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
8
Bab 8. Penjelasan Aleta.
9
Bab 9. Permintaan Faris yang membuat Aleta sangat kesal.
10
Bab 10. Kesedihan Aleta yang begitu dalam.
11
Bab 11. Menghilangnya Aleta.
12
Bab 12. Faris yang begitu jenius.
13
Bab 13. Kesadisan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
14
Bab 14. Vina yang ketakutan.
15
Bab 15. Vina yang ingin melarikan diri.
16
Bab 16. Hati Aleta yang begitu mulia.
17
Bab 17. Cinta bertepuk sebelah tangan.
18
Bab 18. Pertunangan yang mendadak.
19
Bab 19. Pembalasan untuk Vina.
20
Bab 20. Hilangnya nyawa Vina.
21
Bab 21. Aleta yang keras kepala.
22
Bab 22. Ungkapan perasaan Aleta.
23
Bab 23. Ungkapan perasaan Faris.
24
Bab 24. Aleta yang cemburu.
25
Bab 25. Kekecewaan Faris.
26
Bab 26. Aleta yang takut dengan kegelapan.
27
Bab 27. Kejujuran Almira.
28
Bab 28. Kekecewaan Alira terhadap Putranya.
29
Bab 29. Pelindung juga pendamping hidup.
30
Bab 30. Prewedding.
31
Bab 31. Aleta yang begitu merindukan Faris.
32
Bab 32. Pernikahan.
33
Bab 33. Kabar duka dari Bram.
34
Bab 34. Faris merasa bersalah atas kematian Bram.
35
Bab 35. Pagi hari yang indah.
36
Bab 36. Faris laki-laki yang setia.
37
Bab 37. Hari pertama ke Kampus.
38
Bab 38. Orang ke tiga.
39
Bab 39. Salah Faham.
40
Bab 40. Hancurnya Hati Aleta.
41
Bab 41. Salah Faham Yang Berlanjut.
42
Bab 42. Aleta Ingin Pergi Dari Rumah.
43
Bab 43. Rahasia Faris.
44
Bab 44. Beban Yang Di Tanggung Faris.
45
Bab 45. Rencana Yang Gagal.
46
Bab 46. Penderitaan Faris.
47
Bab 47. Janji Setia Faris.
48
Bab 48. Faris Bahagia Memiliki Aleta.
49
Bab 49. Faris Berubah Karena Aleta.
50
Bab 50. Mertua Sekaligus Pahlawan.
51
Bab 51. Masa Lalu Yang Di Ketahui Aleta.
52
Bab 52. Ketakutan Faris.
53
Bab 53. Rencana Pindah Rumah.
54
Bab 54. Fahri Sangat Mengagumi Istrinya Alira.
55
Bab 55. Keluarga Yang Hangat.
56
Bab 56. Kepanikan Faris Dan Aleta.
57
Bab 57. Keinginan Yang Tidak Sejalan.
58
Bab 58. Kelemahan Aleta.
59
Bab 59. Pencerahan Buat Aleta.
60
Bab 60. Takut Akan Karma.
61
Bab 61. Harapan Faris.
62
Bab 62. Harapan Faris.
63
Bab 63. Kegilaan Faris Di Bioskop.
64
Bab 64. Kepergian Faris.
65
Bab 65. Kekesalan Refan Terhadap Oma Rita.
66
Bab 66. Menanti Kabar.
67
Bab 67. Ketahuan.
68
Bab 68. Penderitaan Faris.
69
Bab 69. Pertempuran Yang Sangat Sengit.
70
Bab 70. Ekspresi Faris Yang Aneh.
71
Bab 71. Sosok Misterius.
72
Bab 72. Ketakutan Aleta.
73
Bab 73. Aleta Yang Terluka.
74
Bab 74. Aleta Yang Hampir Sekarat.
75
Bab 75. Kasih Sayang Luar Biasa.
76
Bab 76. Kisah Hidup Aleta Dan Reza.
77
Bab 77. Kabar Bahagia.
78
Bab 78. Tingkah Aleta Yang Aneh.
79
Bab 79. Aleta Begitu Agresif.
80
Bab 80. Kebahagiaan Aleta Memiliki Faris.
81
Bab 81. Kejutan.
82
Bab 82. Teman Lama.
83
Bab 83. Keanehan Aleta
84
Bab 84. Firasat Buruk Aleta.
85
Bab 85. Kabar Buruk.
86
Bab 86. Keyakinan Yang Goyah.
87
Bab 87. Kenyataan Yang Pahit
88
Bab 88. Duka Keluarga Faris.
89
Bab 89. Faris Panik Melihat Keadaan Melda.
90
Bab 90. Reza Yang Terlalu Cuek.
91
Bab 91. Hasrat Dalam Kesedihan.
92
Bab 92. Kejadian Yang Tidak Terduga.
93
Bab 93. Pertengkaran Reza Dan Melda.
94
Bab 94. Filing Faris Yang Begitu Tajam.
95
Bab 95. Kecurigaan Faris Yang Semakin Kuat.
96
Bab 96. Penculikan
97
Bab 97. Melda Datang Dalam Mimpi Reza.
98
Bab 98. Tugas Untuk Reza.
99
Baba 99. Wanita Yang Akan Di Jual.
100
Bab 100. Keputusan Yang Sangat Berat.
101
Bab 101. Kekejaman Karena Dendam.
102
Bab 102. Kepolosan Melda.
103
Bab 103. Perkembangan Almira.
104
Bab 104. Nama Di Balik Semua Masalah.
105
Bab 105. Kecerobohan Melda.
106
Bab 106. Keraguan Melda Terhadap Reza.
107
Bab 107. Kecelakaan Yang Di Rencanakan.
108
Bab 108. Selamat Dari Incaran Musuh.
109
Bab 109. Jiwa Monster Faris Yang Menggila.
110
110. Perhitungan Yang Sangat Baik.
111
Bab 111. Polisi Yang Di Tangkap.
112
Bab 112. Manusia Berjiwa Monster
113
Bab 113. Keadaan Fahri Dan Alira.
114
114. Melda Yang Kebingungan Di Dalam Kamar Mandi.
115
Bab 115. Reza Yang Begitu Dingin.
116
Bab 116. Rahasia Percintaan Reza.
117
117. Terpaksa harus Mengalah.
118
118. Alira dan Fahri di nyatakan Koma.
119
Bab 119. Reza Laki-Laki Idaman.
120
Bab 120. Perasaan Melda.
121
Bab 121. Aleta Yang Mampuh Meredakan Emosi Faris.
122
Bab 122. Kabar Bahagia.
123
Bab 123. Manusia Berparas Bidadari.
124
Bab 124. Kecantikan Yang Sempurna.
125
Bab 125. Cemburu Tanda Cinta.
126
Bab 126. Kemesraan Di Bawah Sinar Bulan.
127
Bab 127. Ketajaman Kata-kata Melda.
128
Bab 128. Bersatunya Keluarga Faris.
129
Bab 129. Pemberitahuan.
130
Pemberitahuan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!