Faris menatap kalung itu dengan tatapan bingungnya, dia sangat bingung dengan sikap Aleta yang begitu ceroboh sampa-sampai barang sepenting itu bisa terjatuh dan dia tidak menyadarinya sama sekali.
Faris yang sedang menatap kalung liontin Aleta itu, tiba-tiba terkejut dengan suara Alex yang memangilnya dari arah depan dengan nada suara yang begitu keras.
"Riiis,,! Ayo cepat kita sudah siap ni,,! Suara Alex.
"Iya,,! Jawab Faris.
Di saat Faris mau melangkah seketika langkahnya kembali tertahan di saat dia melihat ponsel yang tergeletak di atas lantai tepat di samping kulkas, tanpa menunggu lama Faris segera memungut ponsel itu kemudian menyalakannya, dan dia melihat ada foto seorang laki-laki yang tidak dia kenali di layar ponsel itu.
Faris merasa sedikit bingung dan aneh dengan ponsel itu, karena laki-laki yang ada di layar ponsel itu tidak dia kenal sama sekali bahkan tidak pernah dia lihat sebelumnya.
Faris berfikir untuk memperlihatkan dan menanyakan pemilik ponsel yang dia temukan itu pada teman-temannya, karena menurutnya mungkin saja itu ponsel punya mereka.
Di saat dia sedang terdiam sambil menatap ponsel di tangannya, dia kembali di kejutkan dengan suara Alex untuk yang ke dua kalinya. Alex kembali memanggil Faris karena sejak tadi mereka semua sedang menunggunya tapi dia belum juga muncul.
"Fariiis,,! Ngapain kamu di dapur sampai selama itu,,? Tanya Alex dengan nada teriak.
Tanpa menjawab Faris langsung bergegas melangkah menemui Alex dan lainnya yang sudah sejak tadi menunggunya. Tapi di saat dia baru mau melangkah, tiba-tiba ponsel yang masih ada dalam genggamannya itu berbunyi tanda ada pesan masuk.
Faris yang merasa penasaran dengan segera membuka pesan yang baru masuk itu, dan betapa terkejutnya dia di saat membaca isi pesannya.
*Namanya Aleta,,! Kalian harus melenyapkan dia dan setelah itu menghilangkan jejaknya biar tidak ada yang tahu,,! Vina.
Mata Faris terbelalak, jantungnya berdetak dengan kencangnya dan nafasnya memburu seperti orang yang baru selesai berlari memutar lapangan saking emosinya. Tidak menunggu waktu lama naluri monster Faris dengan segera langsung muncul.
Rasa-rasanya Faris ingin segera menghabisi Vina saat itu juga, tapi dia kembali mengendalikan dirinya karena dia berfikir kalau saat ini nyawa Aleta sedang dalam bahaya besar.
Faris menarik nafas panjang dan melepaskannya perlahan, setelah merasa sudah lebih tenang dia langsung melangkah menghampiri teman-temannya dengan memaksa bersikap santai kemudian berkata.
"Kita tunda keberangkatan kita ke Jakarta dulu,,! Soalnya aku ada urusan bisnis yang sangat mendadak hari ini dan tidak bisa aku tinggalkan. Kata Faris.
"Nanti setelah semuanya sudah selesai, aku akan membuat acara untuk merayakan hari jadinya Bram dan Vina. Tambah Faris yang membuat mereka semua langsung bersemangat juga kegirangan.
"Gitu dong bro,,! Aku beruntung bangat punya sahabat seperti kamu. Sambung Bram dengan wajah yang penuh kebahagiaan.
"Aku juga setuju karena kita kan belum sempat jalan-jalan. Tambah Kelvin.
"Terus tiket yang sudah terlanjur di beli bagaimana,,? Tanya Sindi.
"Nanti aku yang akan menggantinya. Jawab Faris.
"Tenang saja sayang,,! Ada pak bos di sini. Sambung Alex sambil membuang badannya ke atas sofa yang ada di sampingnya.
Sedangkan Vina yang juga ada di situ terlihat sangat tidak setuju tapi dia tidak bisa berkata apa-apa. Vina ingin segera pulang ke Jakarta biar semua rencana busuknya tidak tercium oleh Faris juga yang lain.
"Ya sudah kalau gitu aku pergi dulu, nanti malam baru kita ketemu,,! Terserah kalian mau pergi kemana hari ini. Kata Faris dan langsung melangkah menuju kamarnya di lantai dua.
Faris memilih untuk segera pergi ke kamarya karena dia sangat tidak tahan berlama-lama melihat tampang munafik Vina, sambil melangkah Faris berkata-kata dalam hatinya.
"Kelicikanmu belum seberapa buatku anjing kecil, kamu belum tahu siapa aku sebenarnya, di manapun anak buahmu berada aku akan menemukan mereka.
Faris masuk ke kamarnya dan dia segera mengambil jaket kulitnya yang berwarnah hitam juga kunci motornya yang dia simpan di laci meja rias yang ada di kamar itu. Dari hasil kerja kerasnya Faris sudah memiliki banyak kendaraan yang sangat mahal, dan itu bukan hanya ada di Jakarta, di Bali Faris juga punya dua buah mobil mewah juga dua buah motor yang sengaja dia simpan di vilanya itu, alasannya biar dia tidak kerepotan untuk menyewah kendaraan jika berada di Bali.
Selesai mengambil jaket dan kunci motornya Faris langsung bergegas untuk pergi, dia melangkah dengan sangat buru-buru dan sampainya di lantai bawah, dengan tidak sengaja dia bertabrakan dengan Vina yang baru muncul dari arah dapur.
Vina yang di tabrak oleh Faris langsung terjaruh dan berteriak dengan nada teriakan yang terdengar begitu manja, Vina yang sudah terduduk di lantai berpura-pura kesakitan sambil menatap Faris dengan tatapan genitnya.
Vina berharap dengan berpura-pura kesakitan Faris akan menolongnya, tapi jangankan menolongnya untuk bangun, meliriknya saja tidak Faris lakukan, dengan gaya yang cuek sambil memasang wajah datarnya Faris melangkah pergi dari hadapan wanita ular itu.
Vina sangat kesal dengan Faris yang tidak menghiraukannya sama sekali, dan dia semakin bernafsu untuk segera melenyapkan Aleta, sambil berdiri Vina menatap ke arah pintu dan berkata.
"Sifat kamu yang beku itu membuatku semakin bersemangat untuk mendapatkanmu sayang, dan tidak lama lagi aku akan mencairkan kebekuanmu itu denga cintaku. Kata Vina begitu percaya diri sambil mengembangkan senyum liciknya.
Vina yang sudah sangat tergila-gila dengan Faris begitu ingin segera memilikinya, dia melangkah ke arah jendela dan melihat Faris yang sudah pergi menggunakan motor besarnya itu, sedangkan Bram dan yang lainnya sedang berada di halaman samping.
Bram, Alex, Kelvin, Maya dan Sindi sedang mengobrol di samping kolam renang sambil menikmati jus yang di buatkan Sindi.
Setelah Faris sudah tidak terlihat, Vina segera melangkah menuju kamarnya karena dia ingin mencari tahu kabar anak buahnya yang sejak tadi belum memberinya kabar sama sekali.
Faris yang sudah melaju di jalan raya tiba-tiba menepikan motornya ke samping jalan setelah merasa ada getaran dari ponsel yang dia temukan tadi. Dengan buru-buru dia langsung mengambil ponsel itu dari dalam saku jaketnya kemudian membuka pesan yang baru masuk itu.
*Kalian sudah membawanya ke tempat itu,,? Pesan dari Vina yang membuat darah Faris semakin mendidih.
*Sudah bos,,! Balas Faris.
*Sebentar malam nanti aku akan ke sana,,! Balas Vina.
"Tapi bos masih ingat tempatnya kan,,? Balas Faris dengan begitu cerdasnya mencari tahu tempat persembunyian anak buah Vina.
*Aku masih ingat,,! Gedung besar yang sudah kosong di belakang Bandara. Balas Vina tanpa menyadari kalau itu bukan anak buahnya.
Setelah membaca pesan terakhir Vina, dengan segera Faris langsung melajukan motornya menuju gedung kosong yang di maksud Vina itu. Sampainya di sana, karena sangat sepi Faris langsung memarkirkan motornya dan menatap ke arah gedung kosong itu dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 130 Episodes
Comments
Marsje Namangge
makin seru ni
2023-05-31
0
Marsje Namangge
makin seru ceritanya
2023-05-31
0
keyla
yg ku mauuuuu😘
2023-02-07
0