Bab 12. Faris yang begitu jenius.

Faris menatap kalung itu dengan tatapan bingungnya, dia sangat bingung dengan sikap Aleta yang begitu ceroboh sampa-sampai barang sepenting itu bisa terjatuh dan dia tidak menyadarinya sama sekali.

Faris yang sedang menatap kalung liontin Aleta itu, tiba-tiba terkejut dengan suara Alex yang memangilnya dari arah depan dengan nada suara yang begitu keras.

"Riiis,,! Ayo cepat kita sudah siap ni,,! Suara Alex.

"Iya,,! Jawab Faris.

Di saat Faris mau melangkah seketika langkahnya kembali tertahan di saat dia melihat ponsel yang tergeletak di atas lantai tepat di samping kulkas, tanpa menunggu lama Faris segera memungut ponsel itu kemudian menyalakannya, dan dia melihat ada foto seorang laki-laki yang tidak dia kenali di layar ponsel itu.

Faris merasa sedikit bingung dan aneh dengan ponsel itu, karena laki-laki yang ada di layar ponsel itu tidak dia kenal sama sekali bahkan tidak pernah dia lihat sebelumnya.

Faris berfikir untuk memperlihatkan dan menanyakan pemilik ponsel yang dia temukan itu pada teman-temannya, karena menurutnya mungkin saja itu ponsel punya mereka.

Di saat dia sedang terdiam sambil menatap ponsel di tangannya, dia kembali di kejutkan dengan suara Alex untuk yang ke dua kalinya. Alex kembali memanggil Faris karena sejak tadi mereka semua sedang menunggunya tapi dia belum juga muncul.

"Fariiis,,! Ngapain kamu di dapur sampai selama itu,,? Tanya Alex dengan nada teriak.

Tanpa menjawab Faris langsung bergegas melangkah menemui Alex dan lainnya yang sudah sejak tadi menunggunya. Tapi di saat dia baru mau melangkah, tiba-tiba ponsel yang masih ada dalam genggamannya itu berbunyi tanda ada pesan masuk.

Faris yang merasa penasaran dengan segera membuka pesan yang baru masuk itu, dan betapa terkejutnya dia di saat membaca isi pesannya.

*Namanya Aleta,,! Kalian harus melenyapkan dia dan setelah itu menghilangkan jejaknya biar tidak ada yang tahu,,! Vina.

Mata Faris terbelalak, jantungnya berdetak dengan kencangnya dan nafasnya memburu seperti orang yang baru selesai berlari memutar lapangan saking emosinya. Tidak menunggu waktu lama naluri monster Faris dengan segera langsung muncul.

Rasa-rasanya Faris ingin segera menghabisi Vina saat itu juga, tapi dia kembali mengendalikan dirinya karena dia berfikir kalau saat ini nyawa Aleta sedang dalam bahaya besar.

Faris menarik nafas panjang dan melepaskannya perlahan, setelah merasa sudah lebih tenang dia langsung melangkah menghampiri teman-temannya dengan memaksa bersikap santai kemudian berkata.

"Kita tunda keberangkatan kita ke Jakarta dulu,,! Soalnya aku ada urusan bisnis yang sangat mendadak hari ini dan tidak bisa aku tinggalkan. Kata Faris.

"Nanti setelah semuanya sudah selesai, aku akan membuat acara untuk merayakan hari jadinya Bram dan Vina. Tambah Faris yang membuat mereka semua langsung bersemangat juga kegirangan.

"Gitu dong bro,,! Aku beruntung bangat punya sahabat seperti kamu. Sambung Bram dengan wajah yang penuh kebahagiaan.

"Aku juga setuju karena kita kan belum sempat jalan-jalan. Tambah Kelvin.

"Terus tiket yang sudah terlanjur di beli bagaimana,,? Tanya Sindi.

"Nanti aku yang akan menggantinya. Jawab Faris.

"Tenang saja sayang,,! Ada pak bos di sini. Sambung Alex sambil membuang badannya ke atas sofa yang ada di sampingnya.

Sedangkan Vina yang juga ada di situ terlihat sangat tidak setuju tapi dia tidak bisa berkata apa-apa. Vina ingin segera pulang ke Jakarta biar semua rencana busuknya tidak tercium oleh Faris juga yang lain.

"Ya sudah kalau gitu aku pergi dulu, nanti malam baru kita ketemu,,! Terserah kalian mau pergi kemana hari ini. Kata Faris dan langsung melangkah menuju kamarnya di lantai dua.

Faris memilih untuk segera pergi ke kamarya karena dia sangat tidak tahan berlama-lama melihat tampang munafik Vina, sambil melangkah Faris berkata-kata dalam hatinya.

"Kelicikanmu belum seberapa buatku anjing kecil, kamu belum tahu siapa aku sebenarnya, di manapun anak buahmu berada aku akan menemukan mereka.

Faris masuk ke kamarnya dan dia segera mengambil jaket kulitnya yang berwarnah hitam juga kunci motornya yang dia simpan di laci meja rias yang ada di kamar itu. Dari hasil kerja kerasnya Faris sudah memiliki banyak kendaraan yang sangat mahal, dan itu bukan hanya ada di Jakarta, di Bali Faris juga punya dua buah mobil mewah juga dua buah motor yang sengaja dia simpan di vilanya itu, alasannya biar dia tidak kerepotan untuk menyewah kendaraan jika berada di Bali.

Selesai mengambil jaket dan kunci motornya Faris langsung bergegas untuk pergi, dia melangkah dengan sangat buru-buru dan sampainya di lantai bawah, dengan tidak sengaja dia bertabrakan dengan Vina yang baru muncul dari arah dapur.

Vina yang di tabrak oleh Faris langsung terjaruh dan berteriak dengan nada teriakan yang terdengar begitu manja, Vina yang sudah terduduk di lantai berpura-pura kesakitan sambil menatap Faris dengan tatapan genitnya.

Vina berharap dengan berpura-pura kesakitan Faris akan menolongnya, tapi jangankan menolongnya untuk bangun, meliriknya saja tidak Faris lakukan, dengan gaya yang cuek sambil memasang wajah datarnya Faris melangkah pergi dari hadapan wanita ular itu.

Vina sangat kesal dengan Faris yang tidak menghiraukannya sama sekali, dan dia semakin bernafsu untuk segera melenyapkan Aleta, sambil berdiri Vina menatap ke arah pintu dan berkata.

"Sifat kamu yang beku itu membuatku semakin bersemangat untuk mendapatkanmu sayang, dan tidak lama lagi aku akan mencairkan kebekuanmu itu denga cintaku. Kata Vina begitu percaya diri sambil mengembangkan senyum liciknya.

Vina yang sudah sangat tergila-gila dengan Faris begitu ingin segera memilikinya, dia melangkah ke arah jendela dan melihat Faris yang sudah pergi menggunakan motor besarnya itu, sedangkan Bram dan yang lainnya sedang berada di halaman samping.

Bram, Alex, Kelvin, Maya dan Sindi sedang mengobrol di samping kolam renang sambil menikmati jus yang di buatkan Sindi.

Setelah Faris sudah tidak terlihat, Vina segera melangkah menuju kamarnya karena dia ingin mencari tahu kabar anak buahnya yang sejak tadi belum memberinya kabar sama sekali.

Faris yang sudah melaju di jalan raya tiba-tiba menepikan motornya ke samping jalan setelah merasa ada getaran dari ponsel yang dia temukan tadi. Dengan buru-buru dia langsung mengambil ponsel itu dari dalam saku jaketnya kemudian membuka pesan yang baru masuk itu.

*Kalian sudah membawanya ke tempat itu,,? Pesan dari Vina yang membuat darah Faris semakin mendidih.

*Sudah bos,,! Balas Faris.

*Sebentar malam nanti aku akan ke sana,,! Balas Vina.

"Tapi bos masih ingat tempatnya kan,,? Balas Faris dengan begitu cerdasnya mencari tahu tempat persembunyian anak buah Vina.

*Aku masih ingat,,! Gedung besar yang sudah kosong di belakang Bandara. Balas Vina tanpa menyadari kalau itu bukan anak buahnya.

Setelah membaca pesan terakhir Vina, dengan segera Faris langsung melajukan motornya menuju gedung kosong yang di maksud Vina itu. Sampainya di sana, karena sangat sepi Faris langsung memarkirkan motornya dan menatap ke arah gedung kosong itu dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.

Terpopuler

Comments

Marsje Namangge

Marsje Namangge

makin seru ni

2023-05-31

0

Marsje Namangge

Marsje Namangge

makin seru ceritanya

2023-05-31

0

keyla

keyla

yg ku mauuuuu😘

2023-02-07

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Berlibur.
2 Bab 2. Kekesalan Aleta.
3 Bab 3. Rahasia yang tidak di ketahui Faris.
4 Bab 4. Nyanyian Aleta yang menyayat hati.
5 Bab 5. Kemesraan yang tidak di duga.
6 Bab 6. Kehamilan Aleta yang di ketahui oleh Faris.
7 Bab 7. Kemarahan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
8 Bab 8. Penjelasan Aleta.
9 Bab 9. Permintaan Faris yang membuat Aleta sangat kesal.
10 Bab 10. Kesedihan Aleta yang begitu dalam.
11 Bab 11. Menghilangnya Aleta.
12 Bab 12. Faris yang begitu jenius.
13 Bab 13. Kesadisan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
14 Bab 14. Vina yang ketakutan.
15 Bab 15. Vina yang ingin melarikan diri.
16 Bab 16. Hati Aleta yang begitu mulia.
17 Bab 17. Cinta bertepuk sebelah tangan.
18 Bab 18. Pertunangan yang mendadak.
19 Bab 19. Pembalasan untuk Vina.
20 Bab 20. Hilangnya nyawa Vina.
21 Bab 21. Aleta yang keras kepala.
22 Bab 22. Ungkapan perasaan Aleta.
23 Bab 23. Ungkapan perasaan Faris.
24 Bab 24. Aleta yang cemburu.
25 Bab 25. Kekecewaan Faris.
26 Bab 26. Aleta yang takut dengan kegelapan.
27 Bab 27. Kejujuran Almira.
28 Bab 28. Kekecewaan Alira terhadap Putranya.
29 Bab 29. Pelindung juga pendamping hidup.
30 Bab 30. Prewedding.
31 Bab 31. Aleta yang begitu merindukan Faris.
32 Bab 32. Pernikahan.
33 Bab 33. Kabar duka dari Bram.
34 Bab 34. Faris merasa bersalah atas kematian Bram.
35 Bab 35. Pagi hari yang indah.
36 Bab 36. Faris laki-laki yang setia.
37 Bab 37. Hari pertama ke Kampus.
38 Bab 38. Orang ke tiga.
39 Bab 39. Salah Faham.
40 Bab 40. Hancurnya Hati Aleta.
41 Bab 41. Salah Faham Yang Berlanjut.
42 Bab 42. Aleta Ingin Pergi Dari Rumah.
43 Bab 43. Rahasia Faris.
44 Bab 44. Beban Yang Di Tanggung Faris.
45 Bab 45. Rencana Yang Gagal.
46 Bab 46. Penderitaan Faris.
47 Bab 47. Janji Setia Faris.
48 Bab 48. Faris Bahagia Memiliki Aleta.
49 Bab 49. Faris Berubah Karena Aleta.
50 Bab 50. Mertua Sekaligus Pahlawan.
51 Bab 51. Masa Lalu Yang Di Ketahui Aleta.
52 Bab 52. Ketakutan Faris.
53 Bab 53. Rencana Pindah Rumah.
54 Bab 54. Fahri Sangat Mengagumi Istrinya Alira.
55 Bab 55. Keluarga Yang Hangat.
56 Bab 56. Kepanikan Faris Dan Aleta.
57 Bab 57. Keinginan Yang Tidak Sejalan.
58 Bab 58. Kelemahan Aleta.
59 Bab 59. Pencerahan Buat Aleta.
60 Bab 60. Takut Akan Karma.
61 Bab 61. Harapan Faris.
62 Bab 62. Harapan Faris.
63 Bab 63. Kegilaan Faris Di Bioskop.
64 Bab 64. Kepergian Faris.
65 Bab 65. Kekesalan Refan Terhadap Oma Rita.
66 Bab 66. Menanti Kabar.
67 Bab 67. Ketahuan.
68 Bab 68. Penderitaan Faris.
69 Bab 69. Pertempuran Yang Sangat Sengit.
70 Bab 70. Ekspresi Faris Yang Aneh.
71 Bab 71. Sosok Misterius.
72 Bab 72. Ketakutan Aleta.
73 Bab 73. Aleta Yang Terluka.
74 Bab 74. Aleta Yang Hampir Sekarat.
75 Bab 75. Kasih Sayang Luar Biasa.
76 Bab 76. Kisah Hidup Aleta Dan Reza.
77 Bab 77. Kabar Bahagia.
78 Bab 78. Tingkah Aleta Yang Aneh.
79 Bab 79. Aleta Begitu Agresif.
80 Bab 80. Kebahagiaan Aleta Memiliki Faris.
81 Bab 81. Kejutan.
82 Bab 82. Teman Lama.
83 Bab 83. Keanehan Aleta
84 Bab 84. Firasat Buruk Aleta.
85 Bab 85. Kabar Buruk.
86 Bab 86. Keyakinan Yang Goyah.
87 Bab 87. Kenyataan Yang Pahit
88 Bab 88. Duka Keluarga Faris.
89 Bab 89. Faris Panik Melihat Keadaan Melda.
90 Bab 90. Reza Yang Terlalu Cuek.
91 Bab 91. Hasrat Dalam Kesedihan.
92 Bab 92. Kejadian Yang Tidak Terduga.
93 Bab 93. Pertengkaran Reza Dan Melda.
94 Bab 94. Filing Faris Yang Begitu Tajam.
95 Bab 95. Kecurigaan Faris Yang Semakin Kuat.
96 Bab 96. Penculikan
97 Bab 97. Melda Datang Dalam Mimpi Reza.
98 Bab 98. Tugas Untuk Reza.
99 Baba 99. Wanita Yang Akan Di Jual.
100 Bab 100. Keputusan Yang Sangat Berat.
101 Bab 101. Kekejaman Karena Dendam.
102 Bab 102. Kepolosan Melda.
103 Bab 103. Perkembangan Almira.
104 Bab 104. Nama Di Balik Semua Masalah.
105 Bab 105. Kecerobohan Melda.
106 Bab 106. Keraguan Melda Terhadap Reza.
107 Bab 107. Kecelakaan Yang Di Rencanakan.
108 Bab 108. Selamat Dari Incaran Musuh.
109 Bab 109. Jiwa Monster Faris Yang Menggila.
110 110. Perhitungan Yang Sangat Baik.
111 Bab 111. Polisi Yang Di Tangkap.
112 Bab 112. Manusia Berjiwa Monster
113 Bab 113. Keadaan Fahri Dan Alira.
114 114. Melda Yang Kebingungan Di Dalam Kamar Mandi.
115 Bab 115. Reza Yang Begitu Dingin.
116 Bab 116. Rahasia Percintaan Reza.
117 117. Terpaksa harus Mengalah.
118 118. Alira dan Fahri di nyatakan Koma.
119 Bab 119. Reza Laki-Laki Idaman.
120 Bab 120. Perasaan Melda.
121 Bab 121. Aleta Yang Mampuh Meredakan Emosi Faris.
122 Bab 122. Kabar Bahagia.
123 Bab 123. Manusia Berparas Bidadari.
124 Bab 124. Kecantikan Yang Sempurna.
125 Bab 125. Cemburu Tanda Cinta.
126 Bab 126. Kemesraan Di Bawah Sinar Bulan.
127 Bab 127. Ketajaman Kata-kata Melda.
128 Bab 128. Bersatunya Keluarga Faris.
129 Bab 129. Pemberitahuan.
130 Pemberitahuan.
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Bab 1. Berlibur.
2
Bab 2. Kekesalan Aleta.
3
Bab 3. Rahasia yang tidak di ketahui Faris.
4
Bab 4. Nyanyian Aleta yang menyayat hati.
5
Bab 5. Kemesraan yang tidak di duga.
6
Bab 6. Kehamilan Aleta yang di ketahui oleh Faris.
7
Bab 7. Kemarahan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
8
Bab 8. Penjelasan Aleta.
9
Bab 9. Permintaan Faris yang membuat Aleta sangat kesal.
10
Bab 10. Kesedihan Aleta yang begitu dalam.
11
Bab 11. Menghilangnya Aleta.
12
Bab 12. Faris yang begitu jenius.
13
Bab 13. Kesadisan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
14
Bab 14. Vina yang ketakutan.
15
Bab 15. Vina yang ingin melarikan diri.
16
Bab 16. Hati Aleta yang begitu mulia.
17
Bab 17. Cinta bertepuk sebelah tangan.
18
Bab 18. Pertunangan yang mendadak.
19
Bab 19. Pembalasan untuk Vina.
20
Bab 20. Hilangnya nyawa Vina.
21
Bab 21. Aleta yang keras kepala.
22
Bab 22. Ungkapan perasaan Aleta.
23
Bab 23. Ungkapan perasaan Faris.
24
Bab 24. Aleta yang cemburu.
25
Bab 25. Kekecewaan Faris.
26
Bab 26. Aleta yang takut dengan kegelapan.
27
Bab 27. Kejujuran Almira.
28
Bab 28. Kekecewaan Alira terhadap Putranya.
29
Bab 29. Pelindung juga pendamping hidup.
30
Bab 30. Prewedding.
31
Bab 31. Aleta yang begitu merindukan Faris.
32
Bab 32. Pernikahan.
33
Bab 33. Kabar duka dari Bram.
34
Bab 34. Faris merasa bersalah atas kematian Bram.
35
Bab 35. Pagi hari yang indah.
36
Bab 36. Faris laki-laki yang setia.
37
Bab 37. Hari pertama ke Kampus.
38
Bab 38. Orang ke tiga.
39
Bab 39. Salah Faham.
40
Bab 40. Hancurnya Hati Aleta.
41
Bab 41. Salah Faham Yang Berlanjut.
42
Bab 42. Aleta Ingin Pergi Dari Rumah.
43
Bab 43. Rahasia Faris.
44
Bab 44. Beban Yang Di Tanggung Faris.
45
Bab 45. Rencana Yang Gagal.
46
Bab 46. Penderitaan Faris.
47
Bab 47. Janji Setia Faris.
48
Bab 48. Faris Bahagia Memiliki Aleta.
49
Bab 49. Faris Berubah Karena Aleta.
50
Bab 50. Mertua Sekaligus Pahlawan.
51
Bab 51. Masa Lalu Yang Di Ketahui Aleta.
52
Bab 52. Ketakutan Faris.
53
Bab 53. Rencana Pindah Rumah.
54
Bab 54. Fahri Sangat Mengagumi Istrinya Alira.
55
Bab 55. Keluarga Yang Hangat.
56
Bab 56. Kepanikan Faris Dan Aleta.
57
Bab 57. Keinginan Yang Tidak Sejalan.
58
Bab 58. Kelemahan Aleta.
59
Bab 59. Pencerahan Buat Aleta.
60
Bab 60. Takut Akan Karma.
61
Bab 61. Harapan Faris.
62
Bab 62. Harapan Faris.
63
Bab 63. Kegilaan Faris Di Bioskop.
64
Bab 64. Kepergian Faris.
65
Bab 65. Kekesalan Refan Terhadap Oma Rita.
66
Bab 66. Menanti Kabar.
67
Bab 67. Ketahuan.
68
Bab 68. Penderitaan Faris.
69
Bab 69. Pertempuran Yang Sangat Sengit.
70
Bab 70. Ekspresi Faris Yang Aneh.
71
Bab 71. Sosok Misterius.
72
Bab 72. Ketakutan Aleta.
73
Bab 73. Aleta Yang Terluka.
74
Bab 74. Aleta Yang Hampir Sekarat.
75
Bab 75. Kasih Sayang Luar Biasa.
76
Bab 76. Kisah Hidup Aleta Dan Reza.
77
Bab 77. Kabar Bahagia.
78
Bab 78. Tingkah Aleta Yang Aneh.
79
Bab 79. Aleta Begitu Agresif.
80
Bab 80. Kebahagiaan Aleta Memiliki Faris.
81
Bab 81. Kejutan.
82
Bab 82. Teman Lama.
83
Bab 83. Keanehan Aleta
84
Bab 84. Firasat Buruk Aleta.
85
Bab 85. Kabar Buruk.
86
Bab 86. Keyakinan Yang Goyah.
87
Bab 87. Kenyataan Yang Pahit
88
Bab 88. Duka Keluarga Faris.
89
Bab 89. Faris Panik Melihat Keadaan Melda.
90
Bab 90. Reza Yang Terlalu Cuek.
91
Bab 91. Hasrat Dalam Kesedihan.
92
Bab 92. Kejadian Yang Tidak Terduga.
93
Bab 93. Pertengkaran Reza Dan Melda.
94
Bab 94. Filing Faris Yang Begitu Tajam.
95
Bab 95. Kecurigaan Faris Yang Semakin Kuat.
96
Bab 96. Penculikan
97
Bab 97. Melda Datang Dalam Mimpi Reza.
98
Bab 98. Tugas Untuk Reza.
99
Baba 99. Wanita Yang Akan Di Jual.
100
Bab 100. Keputusan Yang Sangat Berat.
101
Bab 101. Kekejaman Karena Dendam.
102
Bab 102. Kepolosan Melda.
103
Bab 103. Perkembangan Almira.
104
Bab 104. Nama Di Balik Semua Masalah.
105
Bab 105. Kecerobohan Melda.
106
Bab 106. Keraguan Melda Terhadap Reza.
107
Bab 107. Kecelakaan Yang Di Rencanakan.
108
Bab 108. Selamat Dari Incaran Musuh.
109
Bab 109. Jiwa Monster Faris Yang Menggila.
110
110. Perhitungan Yang Sangat Baik.
111
Bab 111. Polisi Yang Di Tangkap.
112
Bab 112. Manusia Berjiwa Monster
113
Bab 113. Keadaan Fahri Dan Alira.
114
114. Melda Yang Kebingungan Di Dalam Kamar Mandi.
115
Bab 115. Reza Yang Begitu Dingin.
116
Bab 116. Rahasia Percintaan Reza.
117
117. Terpaksa harus Mengalah.
118
118. Alira dan Fahri di nyatakan Koma.
119
Bab 119. Reza Laki-Laki Idaman.
120
Bab 120. Perasaan Melda.
121
Bab 121. Aleta Yang Mampuh Meredakan Emosi Faris.
122
Bab 122. Kabar Bahagia.
123
Bab 123. Manusia Berparas Bidadari.
124
Bab 124. Kecantikan Yang Sempurna.
125
Bab 125. Cemburu Tanda Cinta.
126
Bab 126. Kemesraan Di Bawah Sinar Bulan.
127
Bab 127. Ketajaman Kata-kata Melda.
128
Bab 128. Bersatunya Keluarga Faris.
129
Bab 129. Pemberitahuan.
130
Pemberitahuan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!