Bab 17. Cinta bertepuk sebelah tangan.

Dalam diam Aleta menatap wajahnya di cermin besar yang ada di hadapannya dengan tatapan memilukan, dia merasa sangat beruntung dengan kecantikan juga kesempurnaan fisik yang dia miliki, tapi di sisi lain dia sangat sedih karena nasib hidupnya tidak seindah kecantikannya.

Aleta bersedih memikirkan nasib buruk yang selalu datang silih berganti di dalam hidupnya, selain di tinggalkan oleh orang-orang yang dia sayangi, dia juga sangat bersedih karena tidak di cintai oleh orang yang sangat dia cintai.

Aleta sudah terlanjur mencintai Faris dengan sepenuh hati apalagi dia pernah mengandung anaknya, dan hal itu membuatnya tidak bisa melupakan Faris walaupun dia sadar kalau cintanya hanya bertepuk sebelah tangan.

Faris selalu cuek dan dingin kepada Aleta karena itulah sifatnya, tapi di balik sikapnya itu, Faris adalah sang pelindung kepada semua orang yang dia sayangi termasuk Aleta, dia selalu berusaha untuk melindunggi Aleta juga menjaganya seperti dia melindungi dan menjaga keluarganya.

Setelah semuanya sudah selesai, Aleta langsung melangkah pergi bersama dua wanita yang meriasnya itu menuju lantai bawah. Sedangkan Faris juga teman-temannya yang lain sudah berkumpul di lantai bawah dengan penampilan yang sudah rapi.

Maya, Sindi dan Vina memilih merias diri di salon yang berada tidak jauh dari vila Faris, mereka di antar oleh pasangan mereka masing-masing. Di saat mau ke salon tadi, Vina dan yang lainnya tidak sengaja berpapasan dengan Faris di ruang depan, dan serentak wajah Vina langsung pucat saking takutnya dia sama Faris.

Ketakutan Vina itu tidak di sadari oleh yang lain selain Faris, karena mereka sedang asik membicarakan segala hal dengan Faris, dan Faris yang menyadari ketakutan Vina hanya bersikap biasa-biasa saja seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa.

Faris bersikap seperti itu karena dia tidak ingin membuat Bram dan yang lain curiga, dia tidak ingin terburu-buru dalam mengambil langkah, apalagi dia menyadari kalau Aleta tidak ingin dia melakukan apa-apa terhadap Vina walaupun Vina hampir saja menghilangkan nyawanya.

Aleta terlihat sangat cantik, selain cantik dia juga memiliki keseksian yang terpancar dari wajahnya dan tubuh indahnya itu, Aleta melangkah dengan begitu anggunnya, dan sumua yang sedang asik mengobrol sejak tadi langsung terdiam seketika sambil menatap Aleta dengan tatapan kaget termasuk Faris.

Aleta yang merasa aneh dan bingung dengan tatapan semua orang langsung menghentika langkahnya, dia menatap dirinya sendiri denga tatapan bingung kemudian menatap orang-orang yang sedang menatapnya itu sambil bertanya.

"Ada yang salah dengan penampilanku,,? Tanya Aleta.

"Iya salah,,! Salahnya itu karena kamu terlihat seperti bidadari yang baru turun dari kayangan, kamu cantik bangat Aletaaa. Jawab Sindi sambil melangkah mendekati Aleta yang masih tetap berada di tempatnya.

"Iya betul, kamu terlihat sangat sempurna Aletaa. Sambung Maya.

Sedangka Vina yang berada di samping Bram hanya terdiam sambil menatap Aleta dengan tatapan sinisnya, Vina sangat geram dan dia semakin membenci Aleta di saat melihat Aleta dengan penampilan seperti itu.

Niatnya untuk melenyapkan Aleta semakin kuat, walaupun dia sangat takut dengan Faris namun rasa bencinya terhadap Aleta telah mengalahkan rasa takutnya itu.

"Kamu pasti akan aku lenyapkan Aleta,,! Aku tidak akan rela melihat kamu bersama Faris. Gumam Aleta dalam hati sambil menatap Aleta dengan senyum sinisnya.

Faris yang sedang menatap Aleta tidak bisa untuk berkata apa-apa, dia hanya menatap Aleta tanpa berkedip sama sekali, tanpa dia sadari, ketiga temannya sedang menatapnya sambil tersenyum.

"Awas bro, bola mata kamu bisa-bisa kering kalau tidak berkedip seperti itu. Bisik Alex di telinga Faris dan membutnya langsung tersadar dan berbalik menatap mereka yang masih terus tersenyum.

"Beruntung bangat kamu dapat calon sesempurna itu bro. Tambah Bram.

Faris yang datarnya seperti tembok hanya menatap teman-temannya sambil tersenyum kecil tanpa berkata apa-apa, dan sifatnya itu yang selalu membuat semua orang di sekelilingnya tidak pernah tahu dan tidak pernah mengerti dengan apa yang ada di dalam hati dan fikirannya.

Faris memang sulit untuk di tebak karena ekspresinya selalu biasa-biasa saja menanggapi segala hal, dia tidak pernah berlebihan dalam hal apapun jadi orang sangat sulit untuk menebaknya.

"Ayo kita berangkat sekarang,,! Kata Sindi yang sudah tidak sabar ingin menghadiri acara yang di adakan di hotel berbintang milik Faris.

"Ya sudah ayo,,! Jawab Faris sambil melangkah pergi.

Mereka semua sangat bersemangat untuk menghadiri acara yang mereka sendiri tidak tahu acara apa yang akan mereka hadiri itu, karena Faris hanya mengajak mereka tanpa memberi tahu acara apa itu.

Sindi dan Maya yang sudah sangat dekat dan akrab dengan Aleta, langsung menggandeng tangan Aleta kiri dan kanang sambil melangkah mengikuti yang lainnya dari belakang sambil terus memuji kecantikan Aleta.

"Kamu tu cantik bangat sumpah. Kata Sindi.

"Kamu juga cantik. Kata Aleta memuji Sindi.

"Iya aku memang cantik, tapi kamu yang paling cantik. Iya kan May,,? Kata Sindi.

"Iya kamu yang paling cantik sampai Faris laki-laki terganteng dan terkaya itu, memilih kamu menjadi pasangan hidupnya. Jawab Maya.

Mendengar pujian dari ke dua temannya itu membuat Aleta jadi terdiam karena dia tidak merasa menjadi pilihan Faris, yang Aleta tahu Faris memilihnya hanya karena dia tidak bisa menolak keinginan keluarganya yang ingin menjodohkan mereka berdua.

Sambil melangkah Aleta menatap Faris dari arah belakang dengan tatapan yang terlihat sangat menyedihkan. Aleta sangat sedih karena cintanya yang sudah sangat besar kepada Faris hanya bertepuk sebelah tangan.

Aleta juga tidak bisa membayangkan bagaimana nanti dia akan menghabiskan hidupnya dengan laki-laki yang tidak mencintainya sama sekali. Dia ingin sekali di cintai dan di sayangi oleh Faris, tapi dia juga sadar kalau perasaan cinta dan sayang itu tidak bisa untuk di paksakan.

Mereka melangkah keluar dan di depan vila sudah terparkir dua buah mobil mewah milik Faris yang sudah di siapkan oleh penjaga vila itu, tapi sebelum mereka melangkah ke arah mobil tiba-tiba langkah mereka tertahan oleh suara salah seorang perias yang merias Aleta tadi.

"Maaf pak Faris, aku ingin mengatakan sesuatu. Kata perias itu.

"Katakan saja. Jawab Faris.

"Apa boleh kami mengambil gambar mba Aleta,,? Soalnya kami ingin memasang gambar mba Aleta di depan salon kami, biar salon kami mendapat lebih banyak pengunjung lagi. Kata perias itu.

"Boleh ko kak boleh. Jawab Aleta serentak dan membuat semua yang ada di situ langsung menatapnya.

Itulah sifat Aleta, dia selalu mementingkan kepentingan orang lain tanpa memikirkan dirinya sendiri, sedangngkan Faris yang berada tidak jauh darinya hanya menatapnya tanpa berkata apa-apa, dan diamnya Faris itu membuat ke dua wanita itu tidak berani mengambil gambar Aleta biarpun Aleta sudah menyetujuinya.

"Saya minta maaf pak, mungkin saya sudah sangat lancang, dan kami mau pamit pulang dulu pak. Kata wanita itu.

Aleta menatap Faris dengan tatapan kesalnya setelah melihat wajah kekecewaan dan permintaan maaf dari ke dua wanita itu. Tapi di saat ke dua wanita itu mau melangkah pergi, Faris dengan segera langsung bersuara dan membuat langkah mereka jadi tertahan.

"Aku mengizinkan kalian untuk mengambil gambarnya, asalkan gambar itu tidak di gunakan untuk sesuatu yang merugikan dia,,! Kalau sampai itu terjadi, kalian akan tahu sendiri apa yang akan aku perbuat. Kata Faris dengan tegasnya.

"Kami janji pak,,! Kata ke dua wanita itu bersemangat.

Tanpa menunggu lama mereka langsung sibuk untuk mengambil gambar Aleta, Aleta yang sudah terbiasa hidup di negara yang begitu sangat moderen tidak asing lagi berfose di depan kamera. Gaya Aleta di depan kamera sangat cocok dengan gaun juga riasan yang dia pakai, sampai-sampai orang yang ada di situ menatapnya tanpa berkedip sama sekali saking cantiknya.

Terpopuler

Comments

Marsje Namangge

Marsje Namangge

iya kok pakaian nya gitu sih tipis baget nggak sesuai karekternya

2023-05-31

1

Tirta Kencana

Tirta Kencana

visualnya terlalu murahan

2023-05-18

0

Aska

Aska

waw baju nya Aleta terlalu seksi

2023-01-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Berlibur.
2 Bab 2. Kekesalan Aleta.
3 Bab 3. Rahasia yang tidak di ketahui Faris.
4 Bab 4. Nyanyian Aleta yang menyayat hati.
5 Bab 5. Kemesraan yang tidak di duga.
6 Bab 6. Kehamilan Aleta yang di ketahui oleh Faris.
7 Bab 7. Kemarahan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
8 Bab 8. Penjelasan Aleta.
9 Bab 9. Permintaan Faris yang membuat Aleta sangat kesal.
10 Bab 10. Kesedihan Aleta yang begitu dalam.
11 Bab 11. Menghilangnya Aleta.
12 Bab 12. Faris yang begitu jenius.
13 Bab 13. Kesadisan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
14 Bab 14. Vina yang ketakutan.
15 Bab 15. Vina yang ingin melarikan diri.
16 Bab 16. Hati Aleta yang begitu mulia.
17 Bab 17. Cinta bertepuk sebelah tangan.
18 Bab 18. Pertunangan yang mendadak.
19 Bab 19. Pembalasan untuk Vina.
20 Bab 20. Hilangnya nyawa Vina.
21 Bab 21. Aleta yang keras kepala.
22 Bab 22. Ungkapan perasaan Aleta.
23 Bab 23. Ungkapan perasaan Faris.
24 Bab 24. Aleta yang cemburu.
25 Bab 25. Kekecewaan Faris.
26 Bab 26. Aleta yang takut dengan kegelapan.
27 Bab 27. Kejujuran Almira.
28 Bab 28. Kekecewaan Alira terhadap Putranya.
29 Bab 29. Pelindung juga pendamping hidup.
30 Bab 30. Prewedding.
31 Bab 31. Aleta yang begitu merindukan Faris.
32 Bab 32. Pernikahan.
33 Bab 33. Kabar duka dari Bram.
34 Bab 34. Faris merasa bersalah atas kematian Bram.
35 Bab 35. Pagi hari yang indah.
36 Bab 36. Faris laki-laki yang setia.
37 Bab 37. Hari pertama ke Kampus.
38 Bab 38. Orang ke tiga.
39 Bab 39. Salah Faham.
40 Bab 40. Hancurnya Hati Aleta.
41 Bab 41. Salah Faham Yang Berlanjut.
42 Bab 42. Aleta Ingin Pergi Dari Rumah.
43 Bab 43. Rahasia Faris.
44 Bab 44. Beban Yang Di Tanggung Faris.
45 Bab 45. Rencana Yang Gagal.
46 Bab 46. Penderitaan Faris.
47 Bab 47. Janji Setia Faris.
48 Bab 48. Faris Bahagia Memiliki Aleta.
49 Bab 49. Faris Berubah Karena Aleta.
50 Bab 50. Mertua Sekaligus Pahlawan.
51 Bab 51. Masa Lalu Yang Di Ketahui Aleta.
52 Bab 52. Ketakutan Faris.
53 Bab 53. Rencana Pindah Rumah.
54 Bab 54. Fahri Sangat Mengagumi Istrinya Alira.
55 Bab 55. Keluarga Yang Hangat.
56 Bab 56. Kepanikan Faris Dan Aleta.
57 Bab 57. Keinginan Yang Tidak Sejalan.
58 Bab 58. Kelemahan Aleta.
59 Bab 59. Pencerahan Buat Aleta.
60 Bab 60. Takut Akan Karma.
61 Bab 61. Harapan Faris.
62 Bab 62. Harapan Faris.
63 Bab 63. Kegilaan Faris Di Bioskop.
64 Bab 64. Kepergian Faris.
65 Bab 65. Kekesalan Refan Terhadap Oma Rita.
66 Bab 66. Menanti Kabar.
67 Bab 67. Ketahuan.
68 Bab 68. Penderitaan Faris.
69 Bab 69. Pertempuran Yang Sangat Sengit.
70 Bab 70. Ekspresi Faris Yang Aneh.
71 Bab 71. Sosok Misterius.
72 Bab 72. Ketakutan Aleta.
73 Bab 73. Aleta Yang Terluka.
74 Bab 74. Aleta Yang Hampir Sekarat.
75 Bab 75. Kasih Sayang Luar Biasa.
76 Bab 76. Kisah Hidup Aleta Dan Reza.
77 Bab 77. Kabar Bahagia.
78 Bab 78. Tingkah Aleta Yang Aneh.
79 Bab 79. Aleta Begitu Agresif.
80 Bab 80. Kebahagiaan Aleta Memiliki Faris.
81 Bab 81. Kejutan.
82 Bab 82. Teman Lama.
83 Bab 83. Keanehan Aleta
84 Bab 84. Firasat Buruk Aleta.
85 Bab 85. Kabar Buruk.
86 Bab 86. Keyakinan Yang Goyah.
87 Bab 87. Kenyataan Yang Pahit
88 Bab 88. Duka Keluarga Faris.
89 Bab 89. Faris Panik Melihat Keadaan Melda.
90 Bab 90. Reza Yang Terlalu Cuek.
91 Bab 91. Hasrat Dalam Kesedihan.
92 Bab 92. Kejadian Yang Tidak Terduga.
93 Bab 93. Pertengkaran Reza Dan Melda.
94 Bab 94. Filing Faris Yang Begitu Tajam.
95 Bab 95. Kecurigaan Faris Yang Semakin Kuat.
96 Bab 96. Penculikan
97 Bab 97. Melda Datang Dalam Mimpi Reza.
98 Bab 98. Tugas Untuk Reza.
99 Baba 99. Wanita Yang Akan Di Jual.
100 Bab 100. Keputusan Yang Sangat Berat.
101 Bab 101. Kekejaman Karena Dendam.
102 Bab 102. Kepolosan Melda.
103 Bab 103. Perkembangan Almira.
104 Bab 104. Nama Di Balik Semua Masalah.
105 Bab 105. Kecerobohan Melda.
106 Bab 106. Keraguan Melda Terhadap Reza.
107 Bab 107. Kecelakaan Yang Di Rencanakan.
108 Bab 108. Selamat Dari Incaran Musuh.
109 Bab 109. Jiwa Monster Faris Yang Menggila.
110 110. Perhitungan Yang Sangat Baik.
111 Bab 111. Polisi Yang Di Tangkap.
112 Bab 112. Manusia Berjiwa Monster
113 Bab 113. Keadaan Fahri Dan Alira.
114 114. Melda Yang Kebingungan Di Dalam Kamar Mandi.
115 Bab 115. Reza Yang Begitu Dingin.
116 Bab 116. Rahasia Percintaan Reza.
117 117. Terpaksa harus Mengalah.
118 118. Alira dan Fahri di nyatakan Koma.
119 Bab 119. Reza Laki-Laki Idaman.
120 Bab 120. Perasaan Melda.
121 Bab 121. Aleta Yang Mampuh Meredakan Emosi Faris.
122 Bab 122. Kabar Bahagia.
123 Bab 123. Manusia Berparas Bidadari.
124 Bab 124. Kecantikan Yang Sempurna.
125 Bab 125. Cemburu Tanda Cinta.
126 Bab 126. Kemesraan Di Bawah Sinar Bulan.
127 Bab 127. Ketajaman Kata-kata Melda.
128 Bab 128. Bersatunya Keluarga Faris.
129 Bab 129. Pemberitahuan.
130 Pemberitahuan.
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Bab 1. Berlibur.
2
Bab 2. Kekesalan Aleta.
3
Bab 3. Rahasia yang tidak di ketahui Faris.
4
Bab 4. Nyanyian Aleta yang menyayat hati.
5
Bab 5. Kemesraan yang tidak di duga.
6
Bab 6. Kehamilan Aleta yang di ketahui oleh Faris.
7
Bab 7. Kemarahan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
8
Bab 8. Penjelasan Aleta.
9
Bab 9. Permintaan Faris yang membuat Aleta sangat kesal.
10
Bab 10. Kesedihan Aleta yang begitu dalam.
11
Bab 11. Menghilangnya Aleta.
12
Bab 12. Faris yang begitu jenius.
13
Bab 13. Kesadisan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
14
Bab 14. Vina yang ketakutan.
15
Bab 15. Vina yang ingin melarikan diri.
16
Bab 16. Hati Aleta yang begitu mulia.
17
Bab 17. Cinta bertepuk sebelah tangan.
18
Bab 18. Pertunangan yang mendadak.
19
Bab 19. Pembalasan untuk Vina.
20
Bab 20. Hilangnya nyawa Vina.
21
Bab 21. Aleta yang keras kepala.
22
Bab 22. Ungkapan perasaan Aleta.
23
Bab 23. Ungkapan perasaan Faris.
24
Bab 24. Aleta yang cemburu.
25
Bab 25. Kekecewaan Faris.
26
Bab 26. Aleta yang takut dengan kegelapan.
27
Bab 27. Kejujuran Almira.
28
Bab 28. Kekecewaan Alira terhadap Putranya.
29
Bab 29. Pelindung juga pendamping hidup.
30
Bab 30. Prewedding.
31
Bab 31. Aleta yang begitu merindukan Faris.
32
Bab 32. Pernikahan.
33
Bab 33. Kabar duka dari Bram.
34
Bab 34. Faris merasa bersalah atas kematian Bram.
35
Bab 35. Pagi hari yang indah.
36
Bab 36. Faris laki-laki yang setia.
37
Bab 37. Hari pertama ke Kampus.
38
Bab 38. Orang ke tiga.
39
Bab 39. Salah Faham.
40
Bab 40. Hancurnya Hati Aleta.
41
Bab 41. Salah Faham Yang Berlanjut.
42
Bab 42. Aleta Ingin Pergi Dari Rumah.
43
Bab 43. Rahasia Faris.
44
Bab 44. Beban Yang Di Tanggung Faris.
45
Bab 45. Rencana Yang Gagal.
46
Bab 46. Penderitaan Faris.
47
Bab 47. Janji Setia Faris.
48
Bab 48. Faris Bahagia Memiliki Aleta.
49
Bab 49. Faris Berubah Karena Aleta.
50
Bab 50. Mertua Sekaligus Pahlawan.
51
Bab 51. Masa Lalu Yang Di Ketahui Aleta.
52
Bab 52. Ketakutan Faris.
53
Bab 53. Rencana Pindah Rumah.
54
Bab 54. Fahri Sangat Mengagumi Istrinya Alira.
55
Bab 55. Keluarga Yang Hangat.
56
Bab 56. Kepanikan Faris Dan Aleta.
57
Bab 57. Keinginan Yang Tidak Sejalan.
58
Bab 58. Kelemahan Aleta.
59
Bab 59. Pencerahan Buat Aleta.
60
Bab 60. Takut Akan Karma.
61
Bab 61. Harapan Faris.
62
Bab 62. Harapan Faris.
63
Bab 63. Kegilaan Faris Di Bioskop.
64
Bab 64. Kepergian Faris.
65
Bab 65. Kekesalan Refan Terhadap Oma Rita.
66
Bab 66. Menanti Kabar.
67
Bab 67. Ketahuan.
68
Bab 68. Penderitaan Faris.
69
Bab 69. Pertempuran Yang Sangat Sengit.
70
Bab 70. Ekspresi Faris Yang Aneh.
71
Bab 71. Sosok Misterius.
72
Bab 72. Ketakutan Aleta.
73
Bab 73. Aleta Yang Terluka.
74
Bab 74. Aleta Yang Hampir Sekarat.
75
Bab 75. Kasih Sayang Luar Biasa.
76
Bab 76. Kisah Hidup Aleta Dan Reza.
77
Bab 77. Kabar Bahagia.
78
Bab 78. Tingkah Aleta Yang Aneh.
79
Bab 79. Aleta Begitu Agresif.
80
Bab 80. Kebahagiaan Aleta Memiliki Faris.
81
Bab 81. Kejutan.
82
Bab 82. Teman Lama.
83
Bab 83. Keanehan Aleta
84
Bab 84. Firasat Buruk Aleta.
85
Bab 85. Kabar Buruk.
86
Bab 86. Keyakinan Yang Goyah.
87
Bab 87. Kenyataan Yang Pahit
88
Bab 88. Duka Keluarga Faris.
89
Bab 89. Faris Panik Melihat Keadaan Melda.
90
Bab 90. Reza Yang Terlalu Cuek.
91
Bab 91. Hasrat Dalam Kesedihan.
92
Bab 92. Kejadian Yang Tidak Terduga.
93
Bab 93. Pertengkaran Reza Dan Melda.
94
Bab 94. Filing Faris Yang Begitu Tajam.
95
Bab 95. Kecurigaan Faris Yang Semakin Kuat.
96
Bab 96. Penculikan
97
Bab 97. Melda Datang Dalam Mimpi Reza.
98
Bab 98. Tugas Untuk Reza.
99
Baba 99. Wanita Yang Akan Di Jual.
100
Bab 100. Keputusan Yang Sangat Berat.
101
Bab 101. Kekejaman Karena Dendam.
102
Bab 102. Kepolosan Melda.
103
Bab 103. Perkembangan Almira.
104
Bab 104. Nama Di Balik Semua Masalah.
105
Bab 105. Kecerobohan Melda.
106
Bab 106. Keraguan Melda Terhadap Reza.
107
Bab 107. Kecelakaan Yang Di Rencanakan.
108
Bab 108. Selamat Dari Incaran Musuh.
109
Bab 109. Jiwa Monster Faris Yang Menggila.
110
110. Perhitungan Yang Sangat Baik.
111
Bab 111. Polisi Yang Di Tangkap.
112
Bab 112. Manusia Berjiwa Monster
113
Bab 113. Keadaan Fahri Dan Alira.
114
114. Melda Yang Kebingungan Di Dalam Kamar Mandi.
115
Bab 115. Reza Yang Begitu Dingin.
116
Bab 116. Rahasia Percintaan Reza.
117
117. Terpaksa harus Mengalah.
118
118. Alira dan Fahri di nyatakan Koma.
119
Bab 119. Reza Laki-Laki Idaman.
120
Bab 120. Perasaan Melda.
121
Bab 121. Aleta Yang Mampuh Meredakan Emosi Faris.
122
Bab 122. Kabar Bahagia.
123
Bab 123. Manusia Berparas Bidadari.
124
Bab 124. Kecantikan Yang Sempurna.
125
Bab 125. Cemburu Tanda Cinta.
126
Bab 126. Kemesraan Di Bawah Sinar Bulan.
127
Bab 127. Ketajaman Kata-kata Melda.
128
Bab 128. Bersatunya Keluarga Faris.
129
Bab 129. Pemberitahuan.
130
Pemberitahuan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!