Dalam diam Aleta menatap wajahnya di cermin besar yang ada di hadapannya dengan tatapan memilukan, dia merasa sangat beruntung dengan kecantikan juga kesempurnaan fisik yang dia miliki, tapi di sisi lain dia sangat sedih karena nasib hidupnya tidak seindah kecantikannya.
Aleta bersedih memikirkan nasib buruk yang selalu datang silih berganti di dalam hidupnya, selain di tinggalkan oleh orang-orang yang dia sayangi, dia juga sangat bersedih karena tidak di cintai oleh orang yang sangat dia cintai.
Aleta sudah terlanjur mencintai Faris dengan sepenuh hati apalagi dia pernah mengandung anaknya, dan hal itu membuatnya tidak bisa melupakan Faris walaupun dia sadar kalau cintanya hanya bertepuk sebelah tangan.
Faris selalu cuek dan dingin kepada Aleta karena itulah sifatnya, tapi di balik sikapnya itu, Faris adalah sang pelindung kepada semua orang yang dia sayangi termasuk Aleta, dia selalu berusaha untuk melindunggi Aleta juga menjaganya seperti dia melindungi dan menjaga keluarganya.
Setelah semuanya sudah selesai, Aleta langsung melangkah pergi bersama dua wanita yang meriasnya itu menuju lantai bawah. Sedangkan Faris juga teman-temannya yang lain sudah berkumpul di lantai bawah dengan penampilan yang sudah rapi.
Maya, Sindi dan Vina memilih merias diri di salon yang berada tidak jauh dari vila Faris, mereka di antar oleh pasangan mereka masing-masing. Di saat mau ke salon tadi, Vina dan yang lainnya tidak sengaja berpapasan dengan Faris di ruang depan, dan serentak wajah Vina langsung pucat saking takutnya dia sama Faris.
Ketakutan Vina itu tidak di sadari oleh yang lain selain Faris, karena mereka sedang asik membicarakan segala hal dengan Faris, dan Faris yang menyadari ketakutan Vina hanya bersikap biasa-biasa saja seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa.
Faris bersikap seperti itu karena dia tidak ingin membuat Bram dan yang lain curiga, dia tidak ingin terburu-buru dalam mengambil langkah, apalagi dia menyadari kalau Aleta tidak ingin dia melakukan apa-apa terhadap Vina walaupun Vina hampir saja menghilangkan nyawanya.
Aleta terlihat sangat cantik, selain cantik dia juga memiliki keseksian yang terpancar dari wajahnya dan tubuh indahnya itu, Aleta melangkah dengan begitu anggunnya, dan sumua yang sedang asik mengobrol sejak tadi langsung terdiam seketika sambil menatap Aleta dengan tatapan kaget termasuk Faris.
Aleta yang merasa aneh dan bingung dengan tatapan semua orang langsung menghentika langkahnya, dia menatap dirinya sendiri denga tatapan bingung kemudian menatap orang-orang yang sedang menatapnya itu sambil bertanya.
"Ada yang salah dengan penampilanku,,? Tanya Aleta.
"Iya salah,,! Salahnya itu karena kamu terlihat seperti bidadari yang baru turun dari kayangan, kamu cantik bangat Aletaaa. Jawab Sindi sambil melangkah mendekati Aleta yang masih tetap berada di tempatnya.
"Iya betul, kamu terlihat sangat sempurna Aletaa. Sambung Maya.
Sedangka Vina yang berada di samping Bram hanya terdiam sambil menatap Aleta dengan tatapan sinisnya, Vina sangat geram dan dia semakin membenci Aleta di saat melihat Aleta dengan penampilan seperti itu.
Niatnya untuk melenyapkan Aleta semakin kuat, walaupun dia sangat takut dengan Faris namun rasa bencinya terhadap Aleta telah mengalahkan rasa takutnya itu.
"Kamu pasti akan aku lenyapkan Aleta,,! Aku tidak akan rela melihat kamu bersama Faris. Gumam Aleta dalam hati sambil menatap Aleta dengan senyum sinisnya.
Faris yang sedang menatap Aleta tidak bisa untuk berkata apa-apa, dia hanya menatap Aleta tanpa berkedip sama sekali, tanpa dia sadari, ketiga temannya sedang menatapnya sambil tersenyum.
"Awas bro, bola mata kamu bisa-bisa kering kalau tidak berkedip seperti itu. Bisik Alex di telinga Faris dan membutnya langsung tersadar dan berbalik menatap mereka yang masih terus tersenyum.
"Beruntung bangat kamu dapat calon sesempurna itu bro. Tambah Bram.
Faris yang datarnya seperti tembok hanya menatap teman-temannya sambil tersenyum kecil tanpa berkata apa-apa, dan sifatnya itu yang selalu membuat semua orang di sekelilingnya tidak pernah tahu dan tidak pernah mengerti dengan apa yang ada di dalam hati dan fikirannya.
Faris memang sulit untuk di tebak karena ekspresinya selalu biasa-biasa saja menanggapi segala hal, dia tidak pernah berlebihan dalam hal apapun jadi orang sangat sulit untuk menebaknya.
"Ayo kita berangkat sekarang,,! Kata Sindi yang sudah tidak sabar ingin menghadiri acara yang di adakan di hotel berbintang milik Faris.
"Ya sudah ayo,,! Jawab Faris sambil melangkah pergi.
Mereka semua sangat bersemangat untuk menghadiri acara yang mereka sendiri tidak tahu acara apa yang akan mereka hadiri itu, karena Faris hanya mengajak mereka tanpa memberi tahu acara apa itu.
Sindi dan Maya yang sudah sangat dekat dan akrab dengan Aleta, langsung menggandeng tangan Aleta kiri dan kanang sambil melangkah mengikuti yang lainnya dari belakang sambil terus memuji kecantikan Aleta.
"Kamu tu cantik bangat sumpah. Kata Sindi.
"Kamu juga cantik. Kata Aleta memuji Sindi.
"Iya aku memang cantik, tapi kamu yang paling cantik. Iya kan May,,? Kata Sindi.
"Iya kamu yang paling cantik sampai Faris laki-laki terganteng dan terkaya itu, memilih kamu menjadi pasangan hidupnya. Jawab Maya.
Mendengar pujian dari ke dua temannya itu membuat Aleta jadi terdiam karena dia tidak merasa menjadi pilihan Faris, yang Aleta tahu Faris memilihnya hanya karena dia tidak bisa menolak keinginan keluarganya yang ingin menjodohkan mereka berdua.
Sambil melangkah Aleta menatap Faris dari arah belakang dengan tatapan yang terlihat sangat menyedihkan. Aleta sangat sedih karena cintanya yang sudah sangat besar kepada Faris hanya bertepuk sebelah tangan.
Aleta juga tidak bisa membayangkan bagaimana nanti dia akan menghabiskan hidupnya dengan laki-laki yang tidak mencintainya sama sekali. Dia ingin sekali di cintai dan di sayangi oleh Faris, tapi dia juga sadar kalau perasaan cinta dan sayang itu tidak bisa untuk di paksakan.
Mereka melangkah keluar dan di depan vila sudah terparkir dua buah mobil mewah milik Faris yang sudah di siapkan oleh penjaga vila itu, tapi sebelum mereka melangkah ke arah mobil tiba-tiba langkah mereka tertahan oleh suara salah seorang perias yang merias Aleta tadi.
"Maaf pak Faris, aku ingin mengatakan sesuatu. Kata perias itu.
"Katakan saja. Jawab Faris.
"Apa boleh kami mengambil gambar mba Aleta,,? Soalnya kami ingin memasang gambar mba Aleta di depan salon kami, biar salon kami mendapat lebih banyak pengunjung lagi. Kata perias itu.
"Boleh ko kak boleh. Jawab Aleta serentak dan membuat semua yang ada di situ langsung menatapnya.
Itulah sifat Aleta, dia selalu mementingkan kepentingan orang lain tanpa memikirkan dirinya sendiri, sedangngkan Faris yang berada tidak jauh darinya hanya menatapnya tanpa berkata apa-apa, dan diamnya Faris itu membuat ke dua wanita itu tidak berani mengambil gambar Aleta biarpun Aleta sudah menyetujuinya.
"Saya minta maaf pak, mungkin saya sudah sangat lancang, dan kami mau pamit pulang dulu pak. Kata wanita itu.
Aleta menatap Faris dengan tatapan kesalnya setelah melihat wajah kekecewaan dan permintaan maaf dari ke dua wanita itu. Tapi di saat ke dua wanita itu mau melangkah pergi, Faris dengan segera langsung bersuara dan membuat langkah mereka jadi tertahan.
"Aku mengizinkan kalian untuk mengambil gambarnya, asalkan gambar itu tidak di gunakan untuk sesuatu yang merugikan dia,,! Kalau sampai itu terjadi, kalian akan tahu sendiri apa yang akan aku perbuat. Kata Faris dengan tegasnya.
"Kami janji pak,,! Kata ke dua wanita itu bersemangat.
Tanpa menunggu lama mereka langsung sibuk untuk mengambil gambar Aleta, Aleta yang sudah terbiasa hidup di negara yang begitu sangat moderen tidak asing lagi berfose di depan kamera. Gaya Aleta di depan kamera sangat cocok dengan gaun juga riasan yang dia pakai, sampai-sampai orang yang ada di situ menatapnya tanpa berkedip sama sekali saking cantiknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 130 Episodes
Comments
Marsje Namangge
iya kok pakaian nya gitu sih tipis baget nggak sesuai karekternya
2023-05-31
1
Tirta Kencana
visualnya terlalu murahan
2023-05-18
0
Aska
waw baju nya Aleta terlalu seksi
2023-01-24
0