Sejak kejadian semalam, Aleta memilih untuk mengunci diri di kamar sampai pagi, sedangkan Faris karena pintu kamarnya sudah di kunci dari dalam akhirnya dia memilih untuk tidur di ruang karoke.
**********
Pukul 7:30 pagi Faris yang sudah rapi memilih untuk menemui Aleta di kamar, sampainya di kamar dia melihat Aleta juga sudah rapi, karena sebelumnya dia sudah memberitahukan Aleta tentang acara yang akan mereka hadiri itu, jadi Aleta sudah bersiap-siap sejak tadi walaupun dia masih sangat kesal dengan apa yang di lakukan Faris semalam yang membuatnya sangat malu.
"Ayo kita pergi,,! Ajak Faris yang sudah berada di depan pintu kamar sambil menatap Aleta.
Tanpa menjawab apa-apa Aleta dengan wajah datarnya langsung mengikuti Faris yang sudah melangkah duluan, sambil melangkah, Faris sempat melirik Aleta yang terlihat begitu cantik dan juga manis dengan gaun hitam yang begitu pas di tubuhnya yang indah.
Dalam perjalanan tidak ada percakapan antara mereka berdua, Aleta memilih untuk menatap ke luar melalui kaca mobil yang setengah terbuka, sedangkan Faris yang fokus menyetir, sesekali mencuri pandang kepada Aleta lewat kaca spion yang ada di depannya sambil berkata-kata dalam hati.
"Dia sangat cantik dengan dandanan seperti apapun. Kata Faris dalam hatinya.
Diam-diam Faris yang tidak pernah perduli dengan penampilan siapapun mulai memuji kecantikan Aleta juga penampilannya, dan tidak beberapa lama akhirnya mereka tiba di hotel yang mereka tuju.
Tanpa menunggu lama, setelah memarkirkan mobil Faris segera turun dari mobil dan berjalan memutar membukakan pintu untuk Aleta yang sejak tadi hanya terdiam. Setelah itu mereka langsung melangkah masuk ke dalam hotel berbintang itu.
Semua para tamu dan juga rekan bisnis Faris menatap Aleta dengan tatapan yang tidak bisa di artikan, dan Faris yang menyadari itu jadi merasa sedikit tidak tenang, dia meras sedikit kesal dengan tatapan orang-orang itu. Dan tiba-tiba ada seorang laki-laki yang memanggil Faris.
"Hay bro,,! Panggil salah satu rekan bisnis Faris yang sudah mengenal Faris sejak lama.
"Hay, apa kabar,,? Balas Faris sambil tersenyum dan menyalami laki-laki itu.
"Pacar kamu,,? Tanya laki-laki itu sambil menatap Aleta.
Aleta yang sejak tadi tidak bersuara jadi kaget dan salah tingkah setelah mendengar pertanyaan rekan bisnis Faris itu, tapi tiba-tiba dia seketika langsung kecewa dengan jawaban Faris.
"Bukan,,! Dia kerabatku. Jawab Faris yang membuat hati Aleta seperti di tusuk tusuk.
Hati Aleta sangat sakit mendengar jawaban Faris yang dia keluarkan dengan tenang dan penuh keyakinan. Sebenarnya Aleta juga tidak mengharapkan Faris mengakuinya sebagai kekasih, tapi setidaknya Faris bisa mengerti perasaannya sebagai wanita yang pernah dia tiduri.
"Hay,, kenalkan aku Reski teman sekaligus rekan bisnisnya Faris. Kata laki-laki itu perkenalkan dirinya sambil tersenyum menatap Aleta.
"Aleta,,! Jawab Aleta sambil membalas senyuman Reski.
"Mana pacar kamu,,? Tanya Faris karena melihat Reski sendirian sejak tadi.
"Itu di sana,,! Dia pacar baruku. Jawab Reski sambil menunjuk ke arah seorang wanita yang sedang membelakangi mereka dan mengobrol dengan seseorang di arah sana.
"Fera,,! Panggil Reski sambil melambaikan tangannya kepada wanita itu.
Setelah di panggil, tidak beberapa lama Fera segera melangkah menghampiri mereka, dan seketika mereka bertiga jadi kaget di saat mendengar Fera memanggil nama seseorang, terutama Aleta yang sedang fokus dengan ponsel di tangannya.
"Intan,,! Panggil Fera sambil menatap Aleta dengan tatapan kaget juga bingung.
Di Amerika Aleta di panggil dengan nama Intan, dan Fera adalah tetangga Aleta waktu di Amerika, Fera juga adalah salah satu tetangga yang cukup akrab dengan Aleta dan dia mengetahui tentang kehamilan Aleta beberapa tahun yang lalu, tapi setelah Aleta hamil kurang lebih tiga bulan Fera sudah pindah ke Indonesia, jadi dia tidak tahu apa yang terjadi dengan Aleta selanjutnya.
"Fera,,! Balas Aleta tidak kalah kagetnya.
"Kamu sudah melahirkan,,? Tanya Fera yang membuat Aleta seperti tersambar petir.
Aleta jadi serbah salah dan bingung di saat mendengar pertanyaan Fera, dia tidak tahu harus menjawab apa, apalagi Faris yang sedang berdiri di sampingnya langsung menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan karena pertanyaan Fera barusan.
Faris menatap Aleta tanpa berkata-kata, dari caranya menatap Aleta menunjukan kalau dia juga menunggu jawaban dari Aleta, karena tidak bisa menjawab akhirnya Aleta beralasan mau ke toilet.
"Aku ke toilet bentar ya Fer,,? Kata Aleta dan segera bergegas pergi.
Faris yang dari tadi menatap Aleta merasa curiga dengan sikap Aleta yang menurutnya aneh, Faris yakin kalau ada yang tidak benar dengan sikap Aleta yang seperti orang yang sedang menyembunyikan sesuatu.
Tiba-tiba Faris berfikir dengan apa yang pernah terjadi antara mereka berdua, dan itu membuat dia langsung curiga dan ingin mencari tahu tentang pertanyaan Fera barusan, dan dia ingin menanyakan lebih jelas kepada Fera, tapi karena Fera sudah sibuk mengobrol dengan Reski membuat Faris kembali mengurungkan niatnya.
Dalam diam Faris berfikir untuk menanyakan langsung kepada Aleta, tapi dia yakin kalau Aleta tidak akan mengatakan apapun kepadanya, akhirnya Faris memutuskan untuk menanyakannya kepada Reza orang yang lebih tahu tentang Aleta dan kehidupannya di masa lalu.
"Bro, aku ke sana dulu ya,,? Kata Faris.
"Iya bro,,! Jawab Reski sambil tersenyum kepada Faris.
Faris memilih untuk pergi ke parkiran mobil, sampai di parkiran tanpa menunggu lama dia segera mengambil ponselnya dan menghubungi Reza, dan baru beberapa kali berdering Reza sudah menjawab panggilan telfon dari Faris.
"Halo Ris,,! Suara Reza dari seberang sana.
"Za, aku mau nanya sesuatu mengenai Aleta, dan aku harap kamu bisa meceritaknnya padaku. Kata Faris.
"Apa yang ingin kamu tanyakan,,? Tanya Reza.
"Apa Aleta sudah punya anak,,? Tanya Faris.
"Gini Ris, sebenarnya Aleta itu pernah mengandung, tapi dia kehilangan bayinya di saat kandungannya berumur 4 bulan. Jawab Reza.
"Berarti dia sudah pernah menikah,,? Tanya Faris lagi.
"Dia belum pernah menikah Ris, dia hamil karena di perkosa oleh seseorang di hotel kurang lebih tiga tahun yang lalu. Jawab Reza yang membuat Faris seperti tersambar petir.
"Hotel,,? Apa itu anaku,,? Faris bertanya-tanya dalam hati dengan tampang kagetnya. Dan di saat Faris sedang terdiam sambil memikirkan semuanya Reza kembali bersuara yang membuat dia tambah terkejut.
"Kejadian itu di Amerika, dan karena perbuatan laki-laki yang tidak bertanggung jawab itu sampai membuatnya benar-benar hancur, di tambah lagi dengan anaknya yang di gugurkan tanpa sepengetahuannya. Tambah Reza yang membuat naluri monster yang sudah lama menghilang dalam diri Faris kembali muncul seketika.
"Siapa yang melakukan itu,,? Tanya Faris dengan nada suara yang sudah terdengar aneh di telinga Reza.
"Aku juga tidak tau Ris, karena Aleta tidak mau memberitahukannya padaku sampai saat ini. Jawab Reza yang membuat Faris makin geram.
Tanpa berkata apa-apa Faris yang sudah sangat marah itu langsung memutuskan sambungan telfonnya dan melangkah masuk ke dalam hotel berbintang itu.
Faris berjalan menuju toilet mencari keberadaan Aleta karena dia ingin menanyakan semuanya kepada Aleta, tapi di saat dia sedang menuju toilet, langkah kakinya langsung tertahan karena dia melihat Aleta sedang mengobrol dengan Fera.
Setelah kembali dari toilet tadi, Aleta langsung mengajak Fera untuk pergi ke lorong dekat toilet untuk membicarakan semua tentang kehamilannya dan semua yang terjadi padanya selama ini yang tidak Fera ketahui.
Di saat sedang asik mengobrol, tiba-tiba Aleta langsung terdiam karena kaget dengan keberadaan Faris yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri, Faris menatap Aleta dengan tatapan yang tidak bisa di artikan, dan tatapan Faris itu benar-benar membuat Aleta ketakutan.
"Aleta,,! Aku mau bicara sama kamu,,! Kata Faris sambil menatap tajam ke arah Aleta.
Fera yang sudah mendengar semua penjelasan Aleta hanya terdiam tanpa kata-kata sambil menatap Faris dan Aleta bergantian, dan di saat Aleta sudah melangkah mendekat ke arah Faris, tiba-tiba datang Reski yang langsung memanggil Faris karena acara yang mereka tunggu sejak tadi akan segera di mulai.
Acara yang di hadiri Faris dan para pengusaha-pengusaha sukses itu adalah acara peresmian hotel berbintang tempat mereka melangsungkan acara itu. Akhirnya Faris urungkan niatnya untuk berbicara denga Aleta. Dengan segera Faris langsung meraih tangan Aleta dan menggandengnya pergi, sedangkan Aleta yang masih merasa takut dengan ekspresi Faris hanya terdiam dan mengikuti Faris.
Aleta takut kalau Faris akan menanyakan tentang kehamilannya, dia tidak tahu kalau Faris sudah mengetahui semuanya dari Reza sepupunya yang berada di Malaysia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 130 Episodes
Comments
Yanti
aleta kapan kamu bisa bahagia dan keluar dari kehidupan sakit hati itu, aku sja yg baca sangat sedih dg kehidupan kamu yg tiada hentinya dg air mata
2023-04-06
0
Nurul Faridah
kenapa di stiap no el pasti ada kalimat dengan taapan yg tak bisa di artikan.... haha
2022-11-08
1
Wiwik Murniati
ayo aleta berterustetang. aja kamu aleta
2022-10-24
0