Bab 6. Kehamilan Aleta yang di ketahui oleh Faris.

Sejak kejadian semalam, Aleta memilih untuk mengunci diri di kamar sampai pagi, sedangkan Faris karena pintu kamarnya sudah di kunci dari dalam akhirnya dia memilih untuk tidur di ruang karoke.

**********

Pukul 7:30 pagi Faris yang sudah rapi memilih untuk menemui Aleta di kamar, sampainya di kamar dia melihat Aleta juga sudah rapi, karena sebelumnya dia sudah memberitahukan Aleta tentang acara yang akan mereka hadiri itu, jadi Aleta sudah bersiap-siap sejak tadi walaupun dia masih sangat kesal dengan apa yang di lakukan Faris semalam yang membuatnya sangat malu.

"Ayo kita pergi,,! Ajak Faris yang sudah berada di depan pintu kamar sambil menatap Aleta.

Tanpa menjawab apa-apa Aleta dengan wajah datarnya langsung mengikuti Faris yang sudah melangkah duluan, sambil melangkah, Faris sempat melirik Aleta yang terlihat begitu cantik dan juga manis dengan gaun hitam yang begitu pas di tubuhnya yang indah.

Dalam perjalanan tidak ada percakapan antara mereka berdua, Aleta memilih untuk menatap ke luar melalui kaca mobil yang setengah terbuka, sedangkan Faris yang fokus menyetir, sesekali mencuri pandang kepada Aleta lewat kaca spion yang ada di depannya sambil berkata-kata dalam hati.

"Dia sangat cantik dengan dandanan seperti apapun. Kata Faris dalam hatinya.

Diam-diam Faris yang tidak pernah perduli dengan penampilan siapapun mulai memuji kecantikan Aleta juga penampilannya, dan tidak beberapa lama akhirnya mereka tiba di hotel yang mereka tuju.

Tanpa menunggu lama, setelah memarkirkan mobil Faris segera turun dari mobil dan berjalan memutar membukakan pintu untuk Aleta yang sejak tadi hanya terdiam. Setelah itu mereka langsung melangkah masuk ke dalam hotel berbintang itu.

Semua para tamu dan juga rekan bisnis Faris menatap Aleta dengan tatapan yang tidak bisa di artikan, dan Faris yang menyadari itu jadi merasa sedikit tidak tenang, dia meras sedikit kesal dengan tatapan orang-orang itu. Dan tiba-tiba ada seorang laki-laki yang memanggil Faris.

"Hay bro,,! Panggil salah satu rekan bisnis Faris yang sudah mengenal Faris sejak lama.

"Hay, apa kabar,,? Balas Faris sambil tersenyum dan menyalami laki-laki itu.

"Pacar kamu,,? Tanya laki-laki itu sambil menatap Aleta.

Aleta yang sejak tadi tidak bersuara jadi kaget dan salah tingkah setelah mendengar pertanyaan rekan bisnis Faris itu, tapi tiba-tiba dia seketika langsung kecewa dengan jawaban Faris.

"Bukan,,! Dia kerabatku. Jawab Faris yang membuat hati Aleta seperti di tusuk tusuk.

Hati Aleta sangat sakit mendengar jawaban Faris yang dia keluarkan dengan tenang dan penuh keyakinan. Sebenarnya Aleta juga tidak mengharapkan Faris mengakuinya sebagai kekasih, tapi setidaknya Faris bisa mengerti perasaannya sebagai wanita yang pernah dia tiduri.

"Hay,, kenalkan aku Reski teman sekaligus rekan bisnisnya Faris. Kata laki-laki itu perkenalkan dirinya sambil tersenyum menatap Aleta.

"Aleta,,! Jawab Aleta sambil membalas senyuman Reski.

"Mana pacar kamu,,? Tanya Faris karena melihat Reski sendirian sejak tadi.

"Itu di sana,,! Dia pacar baruku. Jawab Reski sambil menunjuk ke arah seorang wanita yang sedang membelakangi mereka dan mengobrol dengan seseorang di arah sana.

"Fera,,! Panggil Reski sambil melambaikan tangannya kepada wanita itu.

Setelah di panggil, tidak beberapa lama Fera segera melangkah menghampiri mereka, dan seketika mereka bertiga jadi kaget di saat mendengar Fera memanggil nama seseorang, terutama Aleta yang sedang fokus dengan ponsel di tangannya.

"Intan,,! Panggil Fera sambil menatap Aleta dengan tatapan kaget juga bingung.

Di Amerika Aleta di panggil dengan nama Intan, dan Fera adalah tetangga Aleta waktu di Amerika, Fera juga adalah salah satu tetangga yang cukup akrab dengan Aleta dan dia mengetahui tentang kehamilan Aleta beberapa tahun yang lalu, tapi setelah Aleta hamil kurang lebih tiga bulan Fera sudah pindah ke Indonesia, jadi dia tidak tahu apa yang terjadi dengan Aleta selanjutnya.

"Fera,,! Balas Aleta tidak kalah kagetnya.

"Kamu sudah melahirkan,,? Tanya Fera yang membuat Aleta seperti tersambar petir.

Aleta jadi serbah salah dan bingung di saat mendengar pertanyaan Fera, dia tidak tahu harus menjawab apa, apalagi Faris yang sedang berdiri di sampingnya langsung menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan karena pertanyaan Fera barusan.

Faris menatap Aleta tanpa berkata-kata, dari caranya menatap Aleta menunjukan kalau dia juga menunggu jawaban dari Aleta, karena tidak bisa menjawab akhirnya Aleta beralasan mau ke toilet.

"Aku ke toilet bentar ya Fer,,? Kata Aleta dan segera bergegas pergi.

Faris yang dari tadi menatap Aleta merasa curiga dengan sikap Aleta yang menurutnya aneh, Faris yakin kalau ada yang tidak benar dengan sikap Aleta yang seperti orang yang sedang menyembunyikan sesuatu.

Tiba-tiba Faris berfikir dengan apa yang pernah terjadi antara mereka berdua, dan itu membuat dia langsung curiga dan ingin mencari tahu tentang pertanyaan Fera barusan, dan dia ingin menanyakan lebih jelas kepada Fera, tapi karena Fera sudah sibuk mengobrol dengan Reski membuat Faris kembali mengurungkan niatnya.

Dalam diam Faris berfikir untuk menanyakan langsung kepada Aleta, tapi dia yakin kalau Aleta tidak akan mengatakan apapun kepadanya, akhirnya Faris memutuskan untuk menanyakannya kepada Reza orang yang lebih tahu tentang Aleta dan kehidupannya di masa lalu.

"Bro, aku ke sana dulu ya,,? Kata Faris.

"Iya bro,,! Jawab Reski sambil tersenyum kepada Faris.

Faris memilih untuk pergi ke parkiran mobil, sampai di parkiran tanpa menunggu lama dia segera mengambil ponselnya dan menghubungi Reza, dan baru beberapa kali berdering Reza sudah menjawab panggilan telfon dari Faris.

"Halo Ris,,! Suara Reza dari seberang sana.

"Za, aku mau nanya sesuatu mengenai Aleta, dan aku harap kamu bisa meceritaknnya padaku. Kata Faris.

"Apa yang ingin kamu tanyakan,,? Tanya Reza.

"Apa Aleta sudah punya anak,,? Tanya Faris.

"Gini Ris, sebenarnya Aleta itu pernah mengandung, tapi dia kehilangan bayinya di saat kandungannya berumur 4 bulan. Jawab Reza.

"Berarti dia sudah pernah menikah,,? Tanya Faris lagi.

"Dia belum pernah menikah Ris, dia hamil karena di perkosa oleh seseorang di hotel kurang lebih tiga tahun yang lalu. Jawab Reza yang membuat Faris seperti tersambar petir.

"Hotel,,? Apa itu anaku,,? Faris bertanya-tanya dalam hati dengan tampang kagetnya. Dan di saat Faris sedang terdiam sambil memikirkan semuanya Reza kembali bersuara yang membuat dia tambah terkejut.

"Kejadian itu di Amerika, dan karena perbuatan laki-laki yang tidak bertanggung jawab itu sampai membuatnya benar-benar hancur, di tambah lagi dengan anaknya yang di gugurkan tanpa sepengetahuannya. Tambah Reza yang membuat naluri monster yang sudah lama menghilang dalam diri Faris kembali muncul seketika.

"Siapa yang melakukan itu,,? Tanya Faris dengan nada suara yang sudah terdengar aneh di telinga Reza.

"Aku juga tidak tau Ris, karena Aleta tidak mau memberitahukannya padaku sampai saat ini. Jawab Reza yang membuat Faris makin geram.

Tanpa berkata apa-apa Faris yang sudah sangat marah itu langsung memutuskan sambungan telfonnya dan melangkah masuk ke dalam hotel berbintang itu.

Faris berjalan menuju toilet mencari keberadaan Aleta karena dia ingin menanyakan semuanya kepada Aleta, tapi di saat dia sedang menuju toilet, langkah kakinya langsung tertahan karena dia melihat Aleta sedang mengobrol dengan Fera.

Setelah kembali dari toilet tadi, Aleta langsung mengajak Fera untuk pergi ke lorong dekat toilet untuk membicarakan semua tentang kehamilannya dan semua yang terjadi padanya selama ini yang tidak Fera ketahui.

Di saat sedang asik mengobrol, tiba-tiba Aleta langsung terdiam karena kaget dengan keberadaan Faris yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri, Faris menatap Aleta dengan tatapan yang tidak bisa di artikan, dan tatapan Faris itu benar-benar membuat Aleta ketakutan.

"Aleta,,! Aku mau bicara sama kamu,,! Kata Faris sambil menatap tajam ke arah Aleta.

Fera yang sudah mendengar semua penjelasan Aleta hanya terdiam tanpa kata-kata sambil menatap Faris dan Aleta bergantian, dan di saat Aleta sudah melangkah mendekat ke arah Faris, tiba-tiba datang Reski yang langsung memanggil Faris karena acara yang mereka tunggu sejak tadi akan segera di mulai.

Acara yang di hadiri Faris dan para pengusaha-pengusaha sukses itu adalah acara peresmian hotel berbintang tempat mereka melangsungkan acara itu. Akhirnya Faris urungkan niatnya untuk berbicara denga Aleta. Dengan segera Faris langsung meraih tangan Aleta dan menggandengnya pergi, sedangkan Aleta yang masih merasa takut dengan ekspresi Faris hanya terdiam dan mengikuti Faris.

Aleta takut kalau Faris akan menanyakan tentang kehamilannya, dia tidak tahu kalau Faris sudah mengetahui semuanya dari Reza sepupunya yang berada di Malaysia.

Terpopuler

Comments

Yanti

Yanti

aleta kapan kamu bisa bahagia dan keluar dari kehidupan sakit hati itu, aku sja yg baca sangat sedih dg kehidupan kamu yg tiada hentinya dg air mata

2023-04-06

0

Nurul Faridah

Nurul Faridah

kenapa di stiap no el pasti ada kalimat dengan taapan yg tak bisa di artikan.... haha

2022-11-08

1

Wiwik Murniati

Wiwik Murniati

ayo aleta berterustetang. aja kamu aleta

2022-10-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Berlibur.
2 Bab 2. Kekesalan Aleta.
3 Bab 3. Rahasia yang tidak di ketahui Faris.
4 Bab 4. Nyanyian Aleta yang menyayat hati.
5 Bab 5. Kemesraan yang tidak di duga.
6 Bab 6. Kehamilan Aleta yang di ketahui oleh Faris.
7 Bab 7. Kemarahan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
8 Bab 8. Penjelasan Aleta.
9 Bab 9. Permintaan Faris yang membuat Aleta sangat kesal.
10 Bab 10. Kesedihan Aleta yang begitu dalam.
11 Bab 11. Menghilangnya Aleta.
12 Bab 12. Faris yang begitu jenius.
13 Bab 13. Kesadisan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
14 Bab 14. Vina yang ketakutan.
15 Bab 15. Vina yang ingin melarikan diri.
16 Bab 16. Hati Aleta yang begitu mulia.
17 Bab 17. Cinta bertepuk sebelah tangan.
18 Bab 18. Pertunangan yang mendadak.
19 Bab 19. Pembalasan untuk Vina.
20 Bab 20. Hilangnya nyawa Vina.
21 Bab 21. Aleta yang keras kepala.
22 Bab 22. Ungkapan perasaan Aleta.
23 Bab 23. Ungkapan perasaan Faris.
24 Bab 24. Aleta yang cemburu.
25 Bab 25. Kekecewaan Faris.
26 Bab 26. Aleta yang takut dengan kegelapan.
27 Bab 27. Kejujuran Almira.
28 Bab 28. Kekecewaan Alira terhadap Putranya.
29 Bab 29. Pelindung juga pendamping hidup.
30 Bab 30. Prewedding.
31 Bab 31. Aleta yang begitu merindukan Faris.
32 Bab 32. Pernikahan.
33 Bab 33. Kabar duka dari Bram.
34 Bab 34. Faris merasa bersalah atas kematian Bram.
35 Bab 35. Pagi hari yang indah.
36 Bab 36. Faris laki-laki yang setia.
37 Bab 37. Hari pertama ke Kampus.
38 Bab 38. Orang ke tiga.
39 Bab 39. Salah Faham.
40 Bab 40. Hancurnya Hati Aleta.
41 Bab 41. Salah Faham Yang Berlanjut.
42 Bab 42. Aleta Ingin Pergi Dari Rumah.
43 Bab 43. Rahasia Faris.
44 Bab 44. Beban Yang Di Tanggung Faris.
45 Bab 45. Rencana Yang Gagal.
46 Bab 46. Penderitaan Faris.
47 Bab 47. Janji Setia Faris.
48 Bab 48. Faris Bahagia Memiliki Aleta.
49 Bab 49. Faris Berubah Karena Aleta.
50 Bab 50. Mertua Sekaligus Pahlawan.
51 Bab 51. Masa Lalu Yang Di Ketahui Aleta.
52 Bab 52. Ketakutan Faris.
53 Bab 53. Rencana Pindah Rumah.
54 Bab 54. Fahri Sangat Mengagumi Istrinya Alira.
55 Bab 55. Keluarga Yang Hangat.
56 Bab 56. Kepanikan Faris Dan Aleta.
57 Bab 57. Keinginan Yang Tidak Sejalan.
58 Bab 58. Kelemahan Aleta.
59 Bab 59. Pencerahan Buat Aleta.
60 Bab 60. Takut Akan Karma.
61 Bab 61. Harapan Faris.
62 Bab 62. Harapan Faris.
63 Bab 63. Kegilaan Faris Di Bioskop.
64 Bab 64. Kepergian Faris.
65 Bab 65. Kekesalan Refan Terhadap Oma Rita.
66 Bab 66. Menanti Kabar.
67 Bab 67. Ketahuan.
68 Bab 68. Penderitaan Faris.
69 Bab 69. Pertempuran Yang Sangat Sengit.
70 Bab 70. Ekspresi Faris Yang Aneh.
71 Bab 71. Sosok Misterius.
72 Bab 72. Ketakutan Aleta.
73 Bab 73. Aleta Yang Terluka.
74 Bab 74. Aleta Yang Hampir Sekarat.
75 Bab 75. Kasih Sayang Luar Biasa.
76 Bab 76. Kisah Hidup Aleta Dan Reza.
77 Bab 77. Kabar Bahagia.
78 Bab 78. Tingkah Aleta Yang Aneh.
79 Bab 79. Aleta Begitu Agresif.
80 Bab 80. Kebahagiaan Aleta Memiliki Faris.
81 Bab 81. Kejutan.
82 Bab 82. Teman Lama.
83 Bab 83. Keanehan Aleta
84 Bab 84. Firasat Buruk Aleta.
85 Bab 85. Kabar Buruk.
86 Bab 86. Keyakinan Yang Goyah.
87 Bab 87. Kenyataan Yang Pahit
88 Bab 88. Duka Keluarga Faris.
89 Bab 89. Faris Panik Melihat Keadaan Melda.
90 Bab 90. Reza Yang Terlalu Cuek.
91 Bab 91. Hasrat Dalam Kesedihan.
92 Bab 92. Kejadian Yang Tidak Terduga.
93 Bab 93. Pertengkaran Reza Dan Melda.
94 Bab 94. Filing Faris Yang Begitu Tajam.
95 Bab 95. Kecurigaan Faris Yang Semakin Kuat.
96 Bab 96. Penculikan
97 Bab 97. Melda Datang Dalam Mimpi Reza.
98 Bab 98. Tugas Untuk Reza.
99 Baba 99. Wanita Yang Akan Di Jual.
100 Bab 100. Keputusan Yang Sangat Berat.
101 Bab 101. Kekejaman Karena Dendam.
102 Bab 102. Kepolosan Melda.
103 Bab 103. Perkembangan Almira.
104 Bab 104. Nama Di Balik Semua Masalah.
105 Bab 105. Kecerobohan Melda.
106 Bab 106. Keraguan Melda Terhadap Reza.
107 Bab 107. Kecelakaan Yang Di Rencanakan.
108 Bab 108. Selamat Dari Incaran Musuh.
109 Bab 109. Jiwa Monster Faris Yang Menggila.
110 110. Perhitungan Yang Sangat Baik.
111 Bab 111. Polisi Yang Di Tangkap.
112 Bab 112. Manusia Berjiwa Monster
113 Bab 113. Keadaan Fahri Dan Alira.
114 114. Melda Yang Kebingungan Di Dalam Kamar Mandi.
115 Bab 115. Reza Yang Begitu Dingin.
116 Bab 116. Rahasia Percintaan Reza.
117 117. Terpaksa harus Mengalah.
118 118. Alira dan Fahri di nyatakan Koma.
119 Bab 119. Reza Laki-Laki Idaman.
120 Bab 120. Perasaan Melda.
121 Bab 121. Aleta Yang Mampuh Meredakan Emosi Faris.
122 Bab 122. Kabar Bahagia.
123 Bab 123. Manusia Berparas Bidadari.
124 Bab 124. Kecantikan Yang Sempurna.
125 Bab 125. Cemburu Tanda Cinta.
126 Bab 126. Kemesraan Di Bawah Sinar Bulan.
127 Bab 127. Ketajaman Kata-kata Melda.
128 Bab 128. Bersatunya Keluarga Faris.
129 Bab 129. Pemberitahuan.
130 Pemberitahuan.
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Bab 1. Berlibur.
2
Bab 2. Kekesalan Aleta.
3
Bab 3. Rahasia yang tidak di ketahui Faris.
4
Bab 4. Nyanyian Aleta yang menyayat hati.
5
Bab 5. Kemesraan yang tidak di duga.
6
Bab 6. Kehamilan Aleta yang di ketahui oleh Faris.
7
Bab 7. Kemarahan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
8
Bab 8. Penjelasan Aleta.
9
Bab 9. Permintaan Faris yang membuat Aleta sangat kesal.
10
Bab 10. Kesedihan Aleta yang begitu dalam.
11
Bab 11. Menghilangnya Aleta.
12
Bab 12. Faris yang begitu jenius.
13
Bab 13. Kesadisan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
14
Bab 14. Vina yang ketakutan.
15
Bab 15. Vina yang ingin melarikan diri.
16
Bab 16. Hati Aleta yang begitu mulia.
17
Bab 17. Cinta bertepuk sebelah tangan.
18
Bab 18. Pertunangan yang mendadak.
19
Bab 19. Pembalasan untuk Vina.
20
Bab 20. Hilangnya nyawa Vina.
21
Bab 21. Aleta yang keras kepala.
22
Bab 22. Ungkapan perasaan Aleta.
23
Bab 23. Ungkapan perasaan Faris.
24
Bab 24. Aleta yang cemburu.
25
Bab 25. Kekecewaan Faris.
26
Bab 26. Aleta yang takut dengan kegelapan.
27
Bab 27. Kejujuran Almira.
28
Bab 28. Kekecewaan Alira terhadap Putranya.
29
Bab 29. Pelindung juga pendamping hidup.
30
Bab 30. Prewedding.
31
Bab 31. Aleta yang begitu merindukan Faris.
32
Bab 32. Pernikahan.
33
Bab 33. Kabar duka dari Bram.
34
Bab 34. Faris merasa bersalah atas kematian Bram.
35
Bab 35. Pagi hari yang indah.
36
Bab 36. Faris laki-laki yang setia.
37
Bab 37. Hari pertama ke Kampus.
38
Bab 38. Orang ke tiga.
39
Bab 39. Salah Faham.
40
Bab 40. Hancurnya Hati Aleta.
41
Bab 41. Salah Faham Yang Berlanjut.
42
Bab 42. Aleta Ingin Pergi Dari Rumah.
43
Bab 43. Rahasia Faris.
44
Bab 44. Beban Yang Di Tanggung Faris.
45
Bab 45. Rencana Yang Gagal.
46
Bab 46. Penderitaan Faris.
47
Bab 47. Janji Setia Faris.
48
Bab 48. Faris Bahagia Memiliki Aleta.
49
Bab 49. Faris Berubah Karena Aleta.
50
Bab 50. Mertua Sekaligus Pahlawan.
51
Bab 51. Masa Lalu Yang Di Ketahui Aleta.
52
Bab 52. Ketakutan Faris.
53
Bab 53. Rencana Pindah Rumah.
54
Bab 54. Fahri Sangat Mengagumi Istrinya Alira.
55
Bab 55. Keluarga Yang Hangat.
56
Bab 56. Kepanikan Faris Dan Aleta.
57
Bab 57. Keinginan Yang Tidak Sejalan.
58
Bab 58. Kelemahan Aleta.
59
Bab 59. Pencerahan Buat Aleta.
60
Bab 60. Takut Akan Karma.
61
Bab 61. Harapan Faris.
62
Bab 62. Harapan Faris.
63
Bab 63. Kegilaan Faris Di Bioskop.
64
Bab 64. Kepergian Faris.
65
Bab 65. Kekesalan Refan Terhadap Oma Rita.
66
Bab 66. Menanti Kabar.
67
Bab 67. Ketahuan.
68
Bab 68. Penderitaan Faris.
69
Bab 69. Pertempuran Yang Sangat Sengit.
70
Bab 70. Ekspresi Faris Yang Aneh.
71
Bab 71. Sosok Misterius.
72
Bab 72. Ketakutan Aleta.
73
Bab 73. Aleta Yang Terluka.
74
Bab 74. Aleta Yang Hampir Sekarat.
75
Bab 75. Kasih Sayang Luar Biasa.
76
Bab 76. Kisah Hidup Aleta Dan Reza.
77
Bab 77. Kabar Bahagia.
78
Bab 78. Tingkah Aleta Yang Aneh.
79
Bab 79. Aleta Begitu Agresif.
80
Bab 80. Kebahagiaan Aleta Memiliki Faris.
81
Bab 81. Kejutan.
82
Bab 82. Teman Lama.
83
Bab 83. Keanehan Aleta
84
Bab 84. Firasat Buruk Aleta.
85
Bab 85. Kabar Buruk.
86
Bab 86. Keyakinan Yang Goyah.
87
Bab 87. Kenyataan Yang Pahit
88
Bab 88. Duka Keluarga Faris.
89
Bab 89. Faris Panik Melihat Keadaan Melda.
90
Bab 90. Reza Yang Terlalu Cuek.
91
Bab 91. Hasrat Dalam Kesedihan.
92
Bab 92. Kejadian Yang Tidak Terduga.
93
Bab 93. Pertengkaran Reza Dan Melda.
94
Bab 94. Filing Faris Yang Begitu Tajam.
95
Bab 95. Kecurigaan Faris Yang Semakin Kuat.
96
Bab 96. Penculikan
97
Bab 97. Melda Datang Dalam Mimpi Reza.
98
Bab 98. Tugas Untuk Reza.
99
Baba 99. Wanita Yang Akan Di Jual.
100
Bab 100. Keputusan Yang Sangat Berat.
101
Bab 101. Kekejaman Karena Dendam.
102
Bab 102. Kepolosan Melda.
103
Bab 103. Perkembangan Almira.
104
Bab 104. Nama Di Balik Semua Masalah.
105
Bab 105. Kecerobohan Melda.
106
Bab 106. Keraguan Melda Terhadap Reza.
107
Bab 107. Kecelakaan Yang Di Rencanakan.
108
Bab 108. Selamat Dari Incaran Musuh.
109
Bab 109. Jiwa Monster Faris Yang Menggila.
110
110. Perhitungan Yang Sangat Baik.
111
Bab 111. Polisi Yang Di Tangkap.
112
Bab 112. Manusia Berjiwa Monster
113
Bab 113. Keadaan Fahri Dan Alira.
114
114. Melda Yang Kebingungan Di Dalam Kamar Mandi.
115
Bab 115. Reza Yang Begitu Dingin.
116
Bab 116. Rahasia Percintaan Reza.
117
117. Terpaksa harus Mengalah.
118
118. Alira dan Fahri di nyatakan Koma.
119
Bab 119. Reza Laki-Laki Idaman.
120
Bab 120. Perasaan Melda.
121
Bab 121. Aleta Yang Mampuh Meredakan Emosi Faris.
122
Bab 122. Kabar Bahagia.
123
Bab 123. Manusia Berparas Bidadari.
124
Bab 124. Kecantikan Yang Sempurna.
125
Bab 125. Cemburu Tanda Cinta.
126
Bab 126. Kemesraan Di Bawah Sinar Bulan.
127
Bab 127. Ketajaman Kata-kata Melda.
128
Bab 128. Bersatunya Keluarga Faris.
129
Bab 129. Pemberitahuan.
130
Pemberitahuan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!