Aleta menatap Faris sambil berfikir kalau dia memang harus memberitahukan semuanya, karena Faris juga berhak untuk mengetahui apa yang terjadi dengan anaknya.
Di saat Aleta sedang berfikir dari mana memulai ceritanya, tiba-tiba Faris yang sudah tidak sabar kembali membuka suara dan membuat Aleta tersentak saking kagetnya.
"Ayo ceritakan semuanya,,! Kata Faris sambil melangkah mendekati Aleta yang sedang berdiri bersandar di dinding, sambil menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. Akhirnya dengan suara yang bergetar Aleta mencoba menjelaskan.
"Karena perbuatanmu di hotel itu sampai membuatku hamil,,! Kata Aleta memulai cerita.
"Iya aku tahu kamu hamil karena aku, dan aku juga tahu kalau aku adalah orang pertama yang menyentuhmu, yang aku mau kamu cerita tentang bayimu,,! Kata Faris sedikit kesal karena Aleta menjelaskannya tidak seperti yang dia mau.
"Oooo, kamu tahu,,? Kalau kamu tahu semuanya mengapa kamu pura-pura tidak mengenaliku waktu di bar itu, haaa,,? Dan kalau kamu tahu aku hamil, mengapa kamu tidak mencariku brengseek,,? Aleta berkata-kata dengan kerasnya yang membuat Faris jadi bingung.
"Asal kamu tahu, aku sangat menderita karena perbuatanmu, aku mengandung anakmu sampai aku jatuh sakit biar untuk bangun dari tempat tidur saja tidak bisa, semua beban hidupku Reza yang menanggungnya, laki-laki macam apa kamu ini,,? Kamu itu hanya laki-laki pengecut yang berani berbuat tapi tidak berani untuk bertanggung jawab. Tambah Aleta dengan berlinang air mata.
Sedangkan Faris yang melihat Aleta menangis jadi serbah salah, dia tidak tahu harus berkata apa,,?
"Aku minta maaf Aleta,,! Tapi aku tidak tahu kalau perbuatanku itu bisa membuatmu langsung hamil, dan aku benar-benar tidak sadar dan tidak mengenalimu saat itu, aku tahu kalau aku laki-laki pertama yang menyentuhmu itu, karena di saat aku bangun aku melihat bercak darah di tempat tidur dan di bagian bawahku. Dan aku sangat menyesali semuanya. Kata Faris panjang lebar sambil mendekap Aleta dalam pelukannya.
Aleta yang masih mencintai Faris juga masih mendambakan harum bauh tubuhnya, tidak bisa menolak namun dia juga tidak membalas pelukan Faris mungkin karena rasa gengsi dan ego yang masih ada, hati Aleta yang tadinya sakit karena mengingat kisah pahitnya beberapa tahun yang lalu sudah mulai sedikit redah setelah mendengar penjelasan Faris.
Karena merasa Aleta sudah sedikit tenang, Faris kembali mencoba untuk bertanya mengenai orang yang telah melenyapkan anaknya dari dalam kandungan Aleta.
"Siapa yang melenyapkan dia,,? Tanya Faris sambil melepaskan pelukannya dan menatap Aleta dengan tatapan yang lebih tenang.
"Waktu itu Reza lagi berangkat kerja dan aku sendirian di rumah, tiba-tiba datang Om dan Tanteku, mereka menemuiku dan beralasan mau membawaku ke Dr setelah melihat kondisiku yang lemah.
"Aku menurut saja karena aku tahu Om ku itu baik tapi anggapanku salah, Om dan Tanteku membawaku menemui germo itu dan menjualku padanya.
"Saat itu aku langsung menolaknya dan mengatakan tentang kehamilanku pada mereka, aku fikir mereka akan mengasihaniku kalau tahu tentang kehamilanku, tapi ternyata mereka malah membiusku dan memanggil seorang Dr untuk menggugurkan kandunganku dalam keadaan aku tidak sadarkan diri. Aleta menjelaskan panjang lebar dan kembali terisak karena mengingat semuanya.
"Di saat aku sadar, aku hanya melihat banyak darah di bagian bawahku, dan di situ juga ada mereka semua, di saat aku menanyakan anaku mereka menjawab kalau anaku sudah tidak ada lagi.
"Untung saja saat itu Reza cepat menolongku, kalau tidak mungkin aku sudah menjadi budak germo itu. Hiks,,,, hiks,,, hiks. Tambah Aleta sambil menangis.
Mendengar semua penjelasan Aleta membuat Faris makin geram, tapi dia kembali mengendalikan dirinya karena dia tidak ingin Aleta ketakutan dengan kemarahannya.
Dalam diam Faris bersumpah dalam hatinya kalau dia akan membalas perbuatan orang-orang itu seperti apa yang mereka perbuat terhadap darah dagingnya yang belum sempat terlahir ke Dunia.
"Ayo kita kembali ke vila,,! Kata Faris kepada Aleta yang sedang menghapus air matanya.
Mereka berdua turun ke parkiran menggunakan lift, di dalam lift Faris terus menatap Aleta yang berdiri di sampingnya dengan wajah yang sangat sembab, Faris sangat merasa bersalah atas semua perbuatannya yang membuat Aleta sangat menderita.
Sedangkan Aleta yang menyadari tatapan Faris menjadi salah tingkah dan tidak nyaman, apalagi di dalam lift itu hanya ada mereka berdua.
"Mengapa kamu menatapku seperti itu,,? Tanya Aleta sambil menatap Faris dengan tatapan sinisnya.
"Memangnya kenapa,,? Tanya balik Faris yang membuat Aleta jadi kesal dan memilih membuang muka darinya.
Faris yang melihat Aleta hanya tersenyum tanpa bersuara, dan tidak berapa lama akhirnya mereka pun sampai di lantai bawah, mereka berdua keluar dari lift dan berjalan menuju parkiran, semua kariawan yang melihat mereka langsung memberi hormat tapi mereka semua jadi bingung di saat melihat tangan Faris yang di balut perban dan wajah Aleta yang sembab.
Aleta yang melihat tatapan para pegawai di hotel itu segera menundukan wajahnya karena merasa malu, sedangkan Faris dia tetap melangkah dengan gaya cueknya, tapi di saat mereka mau keluar dari pintu utama hotel itu, tiba-tiba ada bunyi pesan masuk di ponselnya Faris.
Faris membuka pesannya sambil menganggukan kepalanya kepada salah satu kariawannya yang sedang membuka pintu untuk mereka, dan ternyata itu pesan masuk dari mamanya.
""Ris, kapan kalian pulang sayang,,? Isi pesan dari mamanya.
""Mungkin besok ma, memangnya kenapa,,? Balas Faris.
""Ris, Papa sama Mama dan semua keluarga ingin menjodohkanmu dengan Aleta, dan Mama harap kamu tidak menolaknya.
Setelah membaca pesan terakhir dari mamanya Faris langsung memasukan ponselnya ke dalam saku celananya karena dia tidak bisa membalas apa-apa.
Sampainya di vila, semua teman-teman Faris langsung kaget melihat keadaan mereka berdua, dan tanpa menunggu lama Sindi langsung heboh dan bertanya.
"Ada apa dengan kalian berdua,,?
"Tidak apa-apa, hanya kecelakaan kecil. Jawab Faris sedangkan Aleta hanya terdiam di saping Faris.
Setelah itu Faris dan Aleta segera beranjak menuju kamar mereka di lantai dua, Aleta yang ingin mandi segera mengurungkan niatnya karena melihat Faris sudah masuk duluan ke dalam kamar mandi, tapi tiba-tiba dia terkejut dengan suara Faris yang memanggilnya dari dalam kamar mandi.
"Aletaa,, Tolong ke sini sebentar,,!
Aleta dengan tampang yang bingung dan ragu-ragu segera melangkah mendekati pintu kamar mandi, sampainya di depan pintu langkahnya langsung tertahan dan dia segera bertanya.
"Ada apa,,? Tanya Aleta dari depan pintu kamar mandi.
"Sini masuk,,! Jawab Faris setelah membukakan pintu dan menarik tangan Aleta masuk ke dalam kamar mandi.
"Ada apa,,? Tanya Aleta sedikit keras karena kaget dengan apa yang Faris lakukan.
"Tolong bantu aku buka baju,,! Kata Faris yang membuat Aleta membuka lebar matanya saking kagetnya.
"Ayo,,! Aku tidak bisa membuka bajuku sendiri,,! Kata Faris lagi sambil meraih tangan Aleta dan mengarahkannya ke bagian dadanya.
Dengan ragu-ragu Aleta yang sudah memerah wajahnya karena malu langsung melepaskan kancing kemeja Faris, setelah beberapa kancing terbuka, Aleta langsung menutup matanya karena melihat bulu di bagian dada dan perut Faris yang cukup banyak.
"Kenapa menutup mata,,? Bukankah kamu sudah pernah melihat bahkan menyentuhnya,,? Tanya Faris yang membuat wajah Aleta tambah merah saking malunya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 130 Episodes
Comments
Yanti
iiiih dasar mesuum si faris, sama persis kayak papanya, tapi tenang aja kamu aleta, pasti setelah ini kamu akan bahagia dan tidak ada lagi air mata di pipi cantik mu itu..
2023-04-06
0
Aska
Faris bikin Aleta kikuk dan malu 😆
2023-01-09
0
Hasni
😁😁😁
2022-11-20
0