Bab 13. Kesadisan Faris yang membuat Aleta ketakutan.

Faris memarkirkan motornya dan langsung menatap dengan teliti setiap sudut gedung yang sudah tua itu. Selain terlihat tua gedung itu juga sudah tidak terurus karena itu memang gedung kosong yang sudah lama tidak di gunakan.

Di saat Faris sedang menatap setiap sudut gedung itu tiba-tiba dia mendengar ada suara di lantai atas yang terdengar seperti suara teriakan seorang laki-laki. Tanpa menunggu lama Faris langsung bergegas menuju lantai atas untuk mencaritahu suara yang dia dengar itu.

Faris yang sudah terbiasa dengan situasi-situasi menantang seperti itu melangkah tanpa ada rasa takut, dia melangkah dengan tampang yang tidak bisa di artikan, wajah dan matanya sudah sangat merah seperti drakula yang sedang mengejar mangsanya.

Sampainya di lantai atas Faris yang sedang melangkah langsung bersembunyi di balik dinding, karena dia kembali mendengar suara seperti orang yang sedang mengobrol yang terdengar begitu jelas.

"Bagusnya kita ngapain dengan wanita cantik ini,,? Tanya seorang laki-laki.

"Kita cicipi saja dia,,! Rugi bangat kalau di biarin begitu saja. Jawab dari suara laki-laki yang lain.

"Jangan berani macam-macam sama aku brengseeek,,! Suara Aleta yang sedikit keras dan sangat jelas di telinga Faris.

"Memangnya kenapa kalau aku macam-macam sama kamu,,? Tidak akan ada yang menolongmu sayang. Kata kedua laki-laki itu yang membuat Faris semakin geram.

Faris mengepalkan tangannya sambil menatap ke arah pintu tempat suara Aleta dan para anak buah Vina berasal, nafasnya memburu tidak terkendali, tangan dan seluruh tubuhnya gemetar saking emosinya, begitulah Faris kalau sudah marah dan kalau sudah seperti itu dia sudah tidak bisa untuk di kendalikan lagi.

"Jangaaaan,,! Jangaaan lakukan ituuuu,,,! Toloooong, Fariiiis tolong akuuuu,,! Teriak Aleta yang membuat Faris yang sudah seperti monster langsung bergerak.

""Praaaak,,! Suara tendangan pintu.

Faris dengan emosinya langsung menendang pintu dan membuat kedua anak buah Vina yang sedang mencoba melepaskan pakaian Aleta dengan sangat memaksa langsung kaget, begitupun dengan Aleta yang sedang menangis karena tidak bisa berbuat apa-apa, Aleta langsung terkejut dan menatap ke arah pintu dengan keadaan dan tatapan yang begitu menyedihkan.

Faris yang sudah berdiri di depan pintu menatap Aleta sambil mengepalkan kedua tangannya, dia sudah tidak bisa untuk berfikir jernih setelah melihat keadaan Aleta yang berantakan seperti itu.

Faris dan Aleta saling menatap tanpa bersuara, hanya air mata yang mengalir dari mata Aleta menunjukan kalau dia sangat membutuhkan bantuan Faris, tapi tiba-tiba mata Aleta langsung terbuka lebar dan dia berteriak dengan kerasnya, di saat melihat salah satu anak buah Vina sudah memegang pisau dan hendak menyerang Faris yang masih tetap menatapnya.

"Fariiiis awaaaas,,! Teriak Aleta.

Tanpa menatap ataupun melirik laki-laki yang mau menyerangnya itu, Faris dengan gerakan cepatnya langsung meraih tangan yang terdapat pisau dan segera mematahkannya dengan hanya sekali gerakan.

"Aaaaah. Teriak laki-laki itu sambil tersandar ke dinding karena merasa sangat kesakitan.

Karena melihat temannya sudah tidak berdaya, anak buah Vina yang satunya langsung menyerang Faris dengan sabit yang ada di tangannya, tapi dengan cepat Faris segera meraih tangannya dan langsung merampas sabitnya.

Setelah berhasil merampas sabit itu, tanpa berfikir panjang Faris dengan emosi yang sudah membabi buta segera melenyapkan nyawa laki-laki itu dengan benggunakan sabit yang ada di tangannya.

Faris melakukan semuanya dengan begitu sadis, dan Aleta yang melihatnya tidak bisa berkata apa-apa, nafas Aleta memburu, jantungnya berdetak sangat cepat dan matanya terbelalak sambil kedua tangannya menutupi mulutnya saking kagetnya dia.

Aleta yang begitu terkejut dengan apa yang dia lihat langsung berteriak sambil meraih kaki Faris, Aleta memohon ampun karena dia melihat Faris sudah mengangkat sabit di tangannya kepada laki-laki yang tangannya di patahkan tadi.

"Jangan Fariiiiis,,! Aku mohon jangaaaan,,! Tolong hentikan,,! Aleta memeluk kaki Faris dengan eratnya sambil menangis dan memohon agar Faris hentikan semua aksi gilanya itu.

Melihat Aleta yang sudah bersimpuh di kakinya membuat Faris langsung luluh, sedangkan laki-laki yang sudah terduduk lemas di depan Faris dengan tampang ketakutan juga ikut memohon ampun sambil bersujut di kaki Faris.

"Ampun Tuan, tolong ampuni aku,,! Aku hanya menjalankan tugas karena aku di bayar. Kata laki-laki itu dengan suara yang bergetar karena ketakutan.

Faris tidak berkata apa-apa, dia hanya menatap laki-laki itu dengan tatapan membunuhnya sambil mengangkat Aleta yang masih tetap memeluk kakinya dengan begitu erat.

Setelah Aleta sudah berdiri di hadapannya, Faris langsung menarik tangan Aleta dan melangkah pergi, tapi sebelum melangkah keluar dari ruangan itu Faris kembali menatap laki-laki itu sambil berkata.

"Ini ponsel kamu yang aku temukan di vilaku,,! Dan kasih tahu sama bos kamu kalau aku Faris Permana telah menghabisi temanmu,,! Dan sebentar lagi gilirannya. Kata Faris dengan suara yang begitu tegas sambil melemparkan ponsel di tangannya kepada laki-laki itu.

Setelah itu Faris kembali menarik tangan Aleta dan melangkah pergi meninggalkan laki-laki itu, bersama mayat temannya yang tergeletak di atas lantai dengan berlumuran darah. Aleta yang masih terpukul dengan apa yang Faris lakukan hanya terdiam sambil menatap Faris yang sedang menarik tangannya dengan tatapan penuh ketakutan.

Faris yang menyadari tatapan Aleta terhadapnya tidak menatap ataupun melirik Aleta sama sekali, dia terus melangkah sambil menggenggam erat tangan Aleta. Faris tidak menatap Aleta karena dia tahu kalau Aleta sangat terpukul dan ketakutan dengan apa yang di lihatnya tadi.

Sampainya di bawah Faris segera melepaskan tangan Aleta kemudian dia melepaskan jaket yang dia pakai dan memberinya kepada Aleta, dan setelah itu dia langsung menaiki motornya sambil berkata.

"Pakai jaket itu dan cepat naik,,! Kata Faris tanpa menatap Aleta yang sedang berdiri di samping motor besarnya itu.

Tanpa menjawab apa-apa Aleta langsung memakai jaket yang di berikan Faris kemudian naik ke atas motor. Setelah Aleta sudah duduk di belakanngnya tidak menunggu lama Faris langsung melajukan motornya menuju jalan raya.

Dalam perjalanan Aleta sangat ketakutan karena Faris melajukan motornya dengan kecepatan yang sangat tinggi, dia ingin sekali melingkarkan kedua tangannya di perut Faris tapi dia takut kalau Faris akan marah, tapi tiba-tiba dia langsung terkejut dan bingung karena Faris seperti tahu apa yang ada dalam fikirannya.

Faris yang sedang fokus mengendarai motornya segera melepaskan kedua tangannya dari setir motor, kemudian dia meraih kedua tangan Aleta dan melingkarkan di perut sispeknya yang membuat Aleta jadi kaget.

"Peluk aku,,! Kalau tidak bisa-bisa kamu akan jatuh. Kata Faris yang membuat Aleta langsung mempererat pelukannya.

Aleta memeluk Faris dari belakang sambil memejamkan matanya, dia begitu menikmati aroma tubuh Faris yang membuatnya begitu tersiksa di saat-saat kehamilannya. Di saat hamil anaknya Faris Aleta sangan menginginkan dan merindukan bau tubuh itu, tapi di saat itu keinginannya tidak bisa terpenuhi karena Faris tidak ada di sampingnya dan itu membuatnya sangar tersiksa.

Sampai-sampai dia sering minta di peluk Reza agar dia bisa mencium aroma saudara laki-lakinya itu, karena dia berfikir mungkin dengan cara itu keinginannya bisa sedikit terpenuhi, tapi tetap tidak bisa karena aroma Faris sangat berbeda dengan yang lain menurut penciumannya.

Terpopuler

Comments

Marsje Namangge

Marsje Namangge

kasian Aleta sampai ketakutan

2023-05-31

0

Yanti

Yanti

😭😭😭😭😭😭aku gak bisa berkata-kata,, 😭😭😭😭

2023-04-06

0

Aska

Aska

untung Faris tepat waktu nolongin Aleta

2023-01-23

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Berlibur.
2 Bab 2. Kekesalan Aleta.
3 Bab 3. Rahasia yang tidak di ketahui Faris.
4 Bab 4. Nyanyian Aleta yang menyayat hati.
5 Bab 5. Kemesraan yang tidak di duga.
6 Bab 6. Kehamilan Aleta yang di ketahui oleh Faris.
7 Bab 7. Kemarahan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
8 Bab 8. Penjelasan Aleta.
9 Bab 9. Permintaan Faris yang membuat Aleta sangat kesal.
10 Bab 10. Kesedihan Aleta yang begitu dalam.
11 Bab 11. Menghilangnya Aleta.
12 Bab 12. Faris yang begitu jenius.
13 Bab 13. Kesadisan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
14 Bab 14. Vina yang ketakutan.
15 Bab 15. Vina yang ingin melarikan diri.
16 Bab 16. Hati Aleta yang begitu mulia.
17 Bab 17. Cinta bertepuk sebelah tangan.
18 Bab 18. Pertunangan yang mendadak.
19 Bab 19. Pembalasan untuk Vina.
20 Bab 20. Hilangnya nyawa Vina.
21 Bab 21. Aleta yang keras kepala.
22 Bab 22. Ungkapan perasaan Aleta.
23 Bab 23. Ungkapan perasaan Faris.
24 Bab 24. Aleta yang cemburu.
25 Bab 25. Kekecewaan Faris.
26 Bab 26. Aleta yang takut dengan kegelapan.
27 Bab 27. Kejujuran Almira.
28 Bab 28. Kekecewaan Alira terhadap Putranya.
29 Bab 29. Pelindung juga pendamping hidup.
30 Bab 30. Prewedding.
31 Bab 31. Aleta yang begitu merindukan Faris.
32 Bab 32. Pernikahan.
33 Bab 33. Kabar duka dari Bram.
34 Bab 34. Faris merasa bersalah atas kematian Bram.
35 Bab 35. Pagi hari yang indah.
36 Bab 36. Faris laki-laki yang setia.
37 Bab 37. Hari pertama ke Kampus.
38 Bab 38. Orang ke tiga.
39 Bab 39. Salah Faham.
40 Bab 40. Hancurnya Hati Aleta.
41 Bab 41. Salah Faham Yang Berlanjut.
42 Bab 42. Aleta Ingin Pergi Dari Rumah.
43 Bab 43. Rahasia Faris.
44 Bab 44. Beban Yang Di Tanggung Faris.
45 Bab 45. Rencana Yang Gagal.
46 Bab 46. Penderitaan Faris.
47 Bab 47. Janji Setia Faris.
48 Bab 48. Faris Bahagia Memiliki Aleta.
49 Bab 49. Faris Berubah Karena Aleta.
50 Bab 50. Mertua Sekaligus Pahlawan.
51 Bab 51. Masa Lalu Yang Di Ketahui Aleta.
52 Bab 52. Ketakutan Faris.
53 Bab 53. Rencana Pindah Rumah.
54 Bab 54. Fahri Sangat Mengagumi Istrinya Alira.
55 Bab 55. Keluarga Yang Hangat.
56 Bab 56. Kepanikan Faris Dan Aleta.
57 Bab 57. Keinginan Yang Tidak Sejalan.
58 Bab 58. Kelemahan Aleta.
59 Bab 59. Pencerahan Buat Aleta.
60 Bab 60. Takut Akan Karma.
61 Bab 61. Harapan Faris.
62 Bab 62. Harapan Faris.
63 Bab 63. Kegilaan Faris Di Bioskop.
64 Bab 64. Kepergian Faris.
65 Bab 65. Kekesalan Refan Terhadap Oma Rita.
66 Bab 66. Menanti Kabar.
67 Bab 67. Ketahuan.
68 Bab 68. Penderitaan Faris.
69 Bab 69. Pertempuran Yang Sangat Sengit.
70 Bab 70. Ekspresi Faris Yang Aneh.
71 Bab 71. Sosok Misterius.
72 Bab 72. Ketakutan Aleta.
73 Bab 73. Aleta Yang Terluka.
74 Bab 74. Aleta Yang Hampir Sekarat.
75 Bab 75. Kasih Sayang Luar Biasa.
76 Bab 76. Kisah Hidup Aleta Dan Reza.
77 Bab 77. Kabar Bahagia.
78 Bab 78. Tingkah Aleta Yang Aneh.
79 Bab 79. Aleta Begitu Agresif.
80 Bab 80. Kebahagiaan Aleta Memiliki Faris.
81 Bab 81. Kejutan.
82 Bab 82. Teman Lama.
83 Bab 83. Keanehan Aleta
84 Bab 84. Firasat Buruk Aleta.
85 Bab 85. Kabar Buruk.
86 Bab 86. Keyakinan Yang Goyah.
87 Bab 87. Kenyataan Yang Pahit
88 Bab 88. Duka Keluarga Faris.
89 Bab 89. Faris Panik Melihat Keadaan Melda.
90 Bab 90. Reza Yang Terlalu Cuek.
91 Bab 91. Hasrat Dalam Kesedihan.
92 Bab 92. Kejadian Yang Tidak Terduga.
93 Bab 93. Pertengkaran Reza Dan Melda.
94 Bab 94. Filing Faris Yang Begitu Tajam.
95 Bab 95. Kecurigaan Faris Yang Semakin Kuat.
96 Bab 96. Penculikan
97 Bab 97. Melda Datang Dalam Mimpi Reza.
98 Bab 98. Tugas Untuk Reza.
99 Baba 99. Wanita Yang Akan Di Jual.
100 Bab 100. Keputusan Yang Sangat Berat.
101 Bab 101. Kekejaman Karena Dendam.
102 Bab 102. Kepolosan Melda.
103 Bab 103. Perkembangan Almira.
104 Bab 104. Nama Di Balik Semua Masalah.
105 Bab 105. Kecerobohan Melda.
106 Bab 106. Keraguan Melda Terhadap Reza.
107 Bab 107. Kecelakaan Yang Di Rencanakan.
108 Bab 108. Selamat Dari Incaran Musuh.
109 Bab 109. Jiwa Monster Faris Yang Menggila.
110 110. Perhitungan Yang Sangat Baik.
111 Bab 111. Polisi Yang Di Tangkap.
112 Bab 112. Manusia Berjiwa Monster
113 Bab 113. Keadaan Fahri Dan Alira.
114 114. Melda Yang Kebingungan Di Dalam Kamar Mandi.
115 Bab 115. Reza Yang Begitu Dingin.
116 Bab 116. Rahasia Percintaan Reza.
117 117. Terpaksa harus Mengalah.
118 118. Alira dan Fahri di nyatakan Koma.
119 Bab 119. Reza Laki-Laki Idaman.
120 Bab 120. Perasaan Melda.
121 Bab 121. Aleta Yang Mampuh Meredakan Emosi Faris.
122 Bab 122. Kabar Bahagia.
123 Bab 123. Manusia Berparas Bidadari.
124 Bab 124. Kecantikan Yang Sempurna.
125 Bab 125. Cemburu Tanda Cinta.
126 Bab 126. Kemesraan Di Bawah Sinar Bulan.
127 Bab 127. Ketajaman Kata-kata Melda.
128 Bab 128. Bersatunya Keluarga Faris.
129 Bab 129. Pemberitahuan.
130 Pemberitahuan.
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Bab 1. Berlibur.
2
Bab 2. Kekesalan Aleta.
3
Bab 3. Rahasia yang tidak di ketahui Faris.
4
Bab 4. Nyanyian Aleta yang menyayat hati.
5
Bab 5. Kemesraan yang tidak di duga.
6
Bab 6. Kehamilan Aleta yang di ketahui oleh Faris.
7
Bab 7. Kemarahan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
8
Bab 8. Penjelasan Aleta.
9
Bab 9. Permintaan Faris yang membuat Aleta sangat kesal.
10
Bab 10. Kesedihan Aleta yang begitu dalam.
11
Bab 11. Menghilangnya Aleta.
12
Bab 12. Faris yang begitu jenius.
13
Bab 13. Kesadisan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
14
Bab 14. Vina yang ketakutan.
15
Bab 15. Vina yang ingin melarikan diri.
16
Bab 16. Hati Aleta yang begitu mulia.
17
Bab 17. Cinta bertepuk sebelah tangan.
18
Bab 18. Pertunangan yang mendadak.
19
Bab 19. Pembalasan untuk Vina.
20
Bab 20. Hilangnya nyawa Vina.
21
Bab 21. Aleta yang keras kepala.
22
Bab 22. Ungkapan perasaan Aleta.
23
Bab 23. Ungkapan perasaan Faris.
24
Bab 24. Aleta yang cemburu.
25
Bab 25. Kekecewaan Faris.
26
Bab 26. Aleta yang takut dengan kegelapan.
27
Bab 27. Kejujuran Almira.
28
Bab 28. Kekecewaan Alira terhadap Putranya.
29
Bab 29. Pelindung juga pendamping hidup.
30
Bab 30. Prewedding.
31
Bab 31. Aleta yang begitu merindukan Faris.
32
Bab 32. Pernikahan.
33
Bab 33. Kabar duka dari Bram.
34
Bab 34. Faris merasa bersalah atas kematian Bram.
35
Bab 35. Pagi hari yang indah.
36
Bab 36. Faris laki-laki yang setia.
37
Bab 37. Hari pertama ke Kampus.
38
Bab 38. Orang ke tiga.
39
Bab 39. Salah Faham.
40
Bab 40. Hancurnya Hati Aleta.
41
Bab 41. Salah Faham Yang Berlanjut.
42
Bab 42. Aleta Ingin Pergi Dari Rumah.
43
Bab 43. Rahasia Faris.
44
Bab 44. Beban Yang Di Tanggung Faris.
45
Bab 45. Rencana Yang Gagal.
46
Bab 46. Penderitaan Faris.
47
Bab 47. Janji Setia Faris.
48
Bab 48. Faris Bahagia Memiliki Aleta.
49
Bab 49. Faris Berubah Karena Aleta.
50
Bab 50. Mertua Sekaligus Pahlawan.
51
Bab 51. Masa Lalu Yang Di Ketahui Aleta.
52
Bab 52. Ketakutan Faris.
53
Bab 53. Rencana Pindah Rumah.
54
Bab 54. Fahri Sangat Mengagumi Istrinya Alira.
55
Bab 55. Keluarga Yang Hangat.
56
Bab 56. Kepanikan Faris Dan Aleta.
57
Bab 57. Keinginan Yang Tidak Sejalan.
58
Bab 58. Kelemahan Aleta.
59
Bab 59. Pencerahan Buat Aleta.
60
Bab 60. Takut Akan Karma.
61
Bab 61. Harapan Faris.
62
Bab 62. Harapan Faris.
63
Bab 63. Kegilaan Faris Di Bioskop.
64
Bab 64. Kepergian Faris.
65
Bab 65. Kekesalan Refan Terhadap Oma Rita.
66
Bab 66. Menanti Kabar.
67
Bab 67. Ketahuan.
68
Bab 68. Penderitaan Faris.
69
Bab 69. Pertempuran Yang Sangat Sengit.
70
Bab 70. Ekspresi Faris Yang Aneh.
71
Bab 71. Sosok Misterius.
72
Bab 72. Ketakutan Aleta.
73
Bab 73. Aleta Yang Terluka.
74
Bab 74. Aleta Yang Hampir Sekarat.
75
Bab 75. Kasih Sayang Luar Biasa.
76
Bab 76. Kisah Hidup Aleta Dan Reza.
77
Bab 77. Kabar Bahagia.
78
Bab 78. Tingkah Aleta Yang Aneh.
79
Bab 79. Aleta Begitu Agresif.
80
Bab 80. Kebahagiaan Aleta Memiliki Faris.
81
Bab 81. Kejutan.
82
Bab 82. Teman Lama.
83
Bab 83. Keanehan Aleta
84
Bab 84. Firasat Buruk Aleta.
85
Bab 85. Kabar Buruk.
86
Bab 86. Keyakinan Yang Goyah.
87
Bab 87. Kenyataan Yang Pahit
88
Bab 88. Duka Keluarga Faris.
89
Bab 89. Faris Panik Melihat Keadaan Melda.
90
Bab 90. Reza Yang Terlalu Cuek.
91
Bab 91. Hasrat Dalam Kesedihan.
92
Bab 92. Kejadian Yang Tidak Terduga.
93
Bab 93. Pertengkaran Reza Dan Melda.
94
Bab 94. Filing Faris Yang Begitu Tajam.
95
Bab 95. Kecurigaan Faris Yang Semakin Kuat.
96
Bab 96. Penculikan
97
Bab 97. Melda Datang Dalam Mimpi Reza.
98
Bab 98. Tugas Untuk Reza.
99
Baba 99. Wanita Yang Akan Di Jual.
100
Bab 100. Keputusan Yang Sangat Berat.
101
Bab 101. Kekejaman Karena Dendam.
102
Bab 102. Kepolosan Melda.
103
Bab 103. Perkembangan Almira.
104
Bab 104. Nama Di Balik Semua Masalah.
105
Bab 105. Kecerobohan Melda.
106
Bab 106. Keraguan Melda Terhadap Reza.
107
Bab 107. Kecelakaan Yang Di Rencanakan.
108
Bab 108. Selamat Dari Incaran Musuh.
109
Bab 109. Jiwa Monster Faris Yang Menggila.
110
110. Perhitungan Yang Sangat Baik.
111
Bab 111. Polisi Yang Di Tangkap.
112
Bab 112. Manusia Berjiwa Monster
113
Bab 113. Keadaan Fahri Dan Alira.
114
114. Melda Yang Kebingungan Di Dalam Kamar Mandi.
115
Bab 115. Reza Yang Begitu Dingin.
116
Bab 116. Rahasia Percintaan Reza.
117
117. Terpaksa harus Mengalah.
118
118. Alira dan Fahri di nyatakan Koma.
119
Bab 119. Reza Laki-Laki Idaman.
120
Bab 120. Perasaan Melda.
121
Bab 121. Aleta Yang Mampuh Meredakan Emosi Faris.
122
Bab 122. Kabar Bahagia.
123
Bab 123. Manusia Berparas Bidadari.
124
Bab 124. Kecantikan Yang Sempurna.
125
Bab 125. Cemburu Tanda Cinta.
126
Bab 126. Kemesraan Di Bawah Sinar Bulan.
127
Bab 127. Ketajaman Kata-kata Melda.
128
Bab 128. Bersatunya Keluarga Faris.
129
Bab 129. Pemberitahuan.
130
Pemberitahuan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!