Bab 15. Vina yang ingin melarikan diri.

Vina begitu sangat takut, dia membereskan semua barang-barangnya dan berniat pergi meninggalakan vila itu sebelum Faris dan Aleta datang, tapi di saat dia sedang buru-buru bersiap-siap di dalam kamar, tiba-tiba ada suara ketukan pintu dan itu membuatnya langsung menegang.

"Siapaa,,? Tanga Vina yang sudah berada di depan pintu dengan wajah yang bercucuran dengan keringat dingin.

"Ini aku,,! Suara Bram dari luar yang membuat Vina langsung menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan, sambil memegang dadanya dengan muka yang sudah sangat pucat karena ketakutan.

Vina membukakan pintu dengan wajah yang masih pucat yang membuat Bram yang melihatnya jadi merasa aneh dan langsung bertanya.

"Ada apa,,? mengapa muka kamu sampai pucat seperti itu,,? Tanya Bram yang membuat Vina jadi salah tingkah.

"Tidak ada apa-apa,,! Aku hanya sedikit kurang enak badan. Jawab Vina dengan nada suara sedikit gugup.

"Kalau gitu kamu istrahat dulu biar aku menjagamu. Kata Bram yang membuat Vina jadi sesak nafas.

"Ngga usah,,! Tadi aku sudah minum obat dan sudah merasa lebih baik. Jawab Vina berbohong.

"Ya sudah, kalau gitu ayo kita jalan-jalan ke pantai dengan yang lainnya,,! Kata Bram.

Mendengar ajakan Bram tanpa menunggu lama Vina langsung menyetujuinya, dia berfikir kalau ini kesempatannya untuk melarikan diri setelah sampai di pantai nanti.

Tanpa menunggu lama mereka langsung pergi bersama teman-teman mereka yang lain menggunakan mobil Faris, Vina memilih untuk pergi tanpa membawa kopernya karena dia takut ketahuan sama yang lain. Dalam fikirannya yang penting dia bisa menyelamatkan diri dari incaran Faris.

Sedangkan Faris dan Aleta sudah dalam perjalanan pulang, Aleta kembali memeluk Faris karena di suruh oleh Faris, dalam perjalanan Aleta yang masih terpukul dengan apa yang dia lihat tadi memilih untuk tidak bersuara.

Aleta tidak menyangkah kalau Faris bisa melakukan semua itu, karena yang dia tahu Faris itu orang yang paling tenang dan tidak banyah tingkah, apalagi Faris itu terlahir dari ke kedua orang tua yang sangat baik dan penyayang dengan semua orang.

Selain memiliki orang tua yang baik, Faris juga di besarkan dalam keluarga beik-baik dan sangat terpandang, jadi Aleta sangat bingung dengan sifat Faris yang mengerikan itu, karena Aleta melihat dengan mata kepalanya di saat Faris melenyapkan anak buah Vina dengan begitu sadisnya.

Aleta tidak habis fikir dengan apa yang Faris lakukan tadi, Faris terlihat seperti monster di saat dia melakukan semua itu, apalagi Aleta belum mengetahui apa-apa tentang masa lalu Faris termasuk perbuatan Faris yang menyebabkan neneknya masuk penjara.

Selama ini yang Aleta tahu kalau Faris dan keluarganya menyayangi dia hanya karena jasa neneknya sangat besar kepada keluarga Faris, tapi dia tidak tahu kalau neneknya mengorbankan hidupnya hanya untuk Faris kaki-laki yang telah menghancurkan hidup dan masa depannya itu.

Jarak rumah Dinda dan vila Faris tidak terlalu jauh, hanya memakan waktu setengah jam Faris dan Aleta tiba di vila Faris, sampainya di vila Faris langsung masuk sambil menarik pelan tangan Aleta. Apa yang di lakukan Vina itu membuat Faris semakin perhatian dan berhari-hati menjaga Aleta.

Faris berfikir kalau dia harus lebih berhati-hati untuk menjaga keselamatan Aleta selama Vina belum dia tangani. Faris ingin sekali segera menghabisi Vina tapi dia masih memikirkan Bram, apalagi Bram belum mengetahui sifat buruknya Vina dan dia juga sudah sangat mencintai Vina walaupun mereka belum lama pacaran.

Sedangka Vina yang berencana untuk kabur sudah tertidur dalam perjalanan ke pantai, mungkin karena terlalu ketakutan membuat Vina jadi demam dalam perjalanan, Bram yang mengetahui kalau Vina sakit langsung meminta kepada Alex yang sedang menyetir untuk segera kembali ke vila.

Alex dan yang lain pun langsung setuju untum pulang setelah Bram memintanya, Bram terlihat sangat hawatir setelah mengetahui Vina sakit, Bram sangat menyayangi Vina dan dia tidak menyadari kalau Vina itu ternyata bukan wanita baik-baik.

Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai juga di vila, Bram turun dari mobil kemudian berjalan memutar untuk membukakan pintu buat Vina yang masih saja terlelap, Bram tidak tega untuk membangunkan Vina jadi dia memutuskan untuk menggendongnya.

"Vina kenapa,,? Tanya Aleta yang baru turun dari lantai dua dengan tampang kagetnya.

Aleta ikut hawatir setelah melihat keadaan Vina karena dia belum tahu kalau Vinalah orang yang ingin melenyapkannya. Hanya Faris yang mengetahuinya dan Faris sengaja menyembunyikan semuanya dari Aleta.

Faris tidak ingin Aleta merasa tertekan kalau mengetahui Vina yang ada di balik penculikannya, karena dia tahu Aleta sudah sangat tertekan dan ketakutan melihat apa yang dia lakukan tadi terhadap anak buah Vina.

Setelah melihat keadaan Vina, mereka semua langsung melangkah ke kamar mereka masing-masing termasuk Aleta, sedangkan Bram masih tetap di dalam kamar menemani Vina yang masih terus terlelap, sebenarnya Vina sudah terbangun di saat Bram menggendongnya dari mobil, tapi dia berpura-pura tidur setelah menyadari kalau dia sudah kembali berada di vilanya Faris.

Aleta naik ke kamar menemui Faris yang sedang terduduk di tempat tidur sambil memainkan ponselnya sejak tadi, Aleta sangat menghawatirkan keadaan Vina dan dia ingin memberitahukannya kepada Faris.

"Ris, Vina lagi sakit,,! Kata Aleta.

"Biarin saja,,! Sebentar juga pasti akan sembuh. Jawab Faris tanpa menatap Aleta.

"Ko jawaban kamu kaya gitu,,? Tanya Aleta dengan tampang kesalnya.

"Ya terus aku harus jawab apa,,? Memangnya dia siapa aku,,? Ketus Faris.

"Ya dia pacar sahabat kamu,,! Kata Aleta.

"Biarin saja Bram yang mengurusnya. Kata Faris.

"Kamu ngga usah memikirkan orang lain,,! Pikir saja diri kamu. Tambah Faris.

"Ris, kamu tahu kan siapa yang menculik aku,,? Tanya Aleta karena dia yakin Faris mengetahui semuanya.

"Kamu saja tidak tahu apalagi aku. Jawab Faris yang membuat Aleta menatapnya dengan tatapan bingung dan curiga setelah mendengar jawaban laki-laki beku itu.

"Mengapa kamu tidak mau kasih tahu aku,,? Aku tu tahu kalau kamu mengetahunya. Kata Aleta sedikit kesal.

"Ya aku tahu,,! Tapi tidak perlu kamu mengetahuinya. Jawab Faris tidak kalah kesal sambil menatap Aleta dengan tatapan dinginnya.

"Tapi aku ingin tahu biar aku bisa waspada dan menjaga diriku sendiri.

"Vina, Vina yang menyuruh orang untuk menculikmu dan melenyapkanmu. Faris akhirnya jujur karena dia juga ingin supaya Aleta lebih waspada.

"Apaaaa,,? Apa kamu sudah gila,,? Kamu tidak boleh menuduh sembarangan. Kata Aleta.

Setelah mendengar semuanya dari Faris membuat Aleta berada dalam kebingungan, Aleta merasa tidak punya salah kepada Vina jadi untuk apa Vina mau melakukan semua itu. Karena merasa sangat penasaran, akhirnya Aleta memutuskan untuk bertanya lagi kepada Faris.

"Mengapa sampai dia mau melenyapkan aku,,? Aku merasa tidak punya salah apa-apa terhadapnya.

"Karena dia menginginkan aku, Vina itu bukan wanita baik-baik, dia tidak bersungguh-sungguh mencintai Bram, dia hanya menginginkan apa yang Bram punya. Jawab Faris sambil menatap Aleta yang terlihat begitu kagetnya.

Terpopuler

Comments

Marsje Namangge

Marsje Namangge

laporin aja vina ke polisi

2023-05-31

0

Aska

Aska

minta di colok tuh matanya Vina biar tidur selama nya

2023-01-24

0

Hasni

Hasni

semangat

2022-11-20

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Berlibur.
2 Bab 2. Kekesalan Aleta.
3 Bab 3. Rahasia yang tidak di ketahui Faris.
4 Bab 4. Nyanyian Aleta yang menyayat hati.
5 Bab 5. Kemesraan yang tidak di duga.
6 Bab 6. Kehamilan Aleta yang di ketahui oleh Faris.
7 Bab 7. Kemarahan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
8 Bab 8. Penjelasan Aleta.
9 Bab 9. Permintaan Faris yang membuat Aleta sangat kesal.
10 Bab 10. Kesedihan Aleta yang begitu dalam.
11 Bab 11. Menghilangnya Aleta.
12 Bab 12. Faris yang begitu jenius.
13 Bab 13. Kesadisan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
14 Bab 14. Vina yang ketakutan.
15 Bab 15. Vina yang ingin melarikan diri.
16 Bab 16. Hati Aleta yang begitu mulia.
17 Bab 17. Cinta bertepuk sebelah tangan.
18 Bab 18. Pertunangan yang mendadak.
19 Bab 19. Pembalasan untuk Vina.
20 Bab 20. Hilangnya nyawa Vina.
21 Bab 21. Aleta yang keras kepala.
22 Bab 22. Ungkapan perasaan Aleta.
23 Bab 23. Ungkapan perasaan Faris.
24 Bab 24. Aleta yang cemburu.
25 Bab 25. Kekecewaan Faris.
26 Bab 26. Aleta yang takut dengan kegelapan.
27 Bab 27. Kejujuran Almira.
28 Bab 28. Kekecewaan Alira terhadap Putranya.
29 Bab 29. Pelindung juga pendamping hidup.
30 Bab 30. Prewedding.
31 Bab 31. Aleta yang begitu merindukan Faris.
32 Bab 32. Pernikahan.
33 Bab 33. Kabar duka dari Bram.
34 Bab 34. Faris merasa bersalah atas kematian Bram.
35 Bab 35. Pagi hari yang indah.
36 Bab 36. Faris laki-laki yang setia.
37 Bab 37. Hari pertama ke Kampus.
38 Bab 38. Orang ke tiga.
39 Bab 39. Salah Faham.
40 Bab 40. Hancurnya Hati Aleta.
41 Bab 41. Salah Faham Yang Berlanjut.
42 Bab 42. Aleta Ingin Pergi Dari Rumah.
43 Bab 43. Rahasia Faris.
44 Bab 44. Beban Yang Di Tanggung Faris.
45 Bab 45. Rencana Yang Gagal.
46 Bab 46. Penderitaan Faris.
47 Bab 47. Janji Setia Faris.
48 Bab 48. Faris Bahagia Memiliki Aleta.
49 Bab 49. Faris Berubah Karena Aleta.
50 Bab 50. Mertua Sekaligus Pahlawan.
51 Bab 51. Masa Lalu Yang Di Ketahui Aleta.
52 Bab 52. Ketakutan Faris.
53 Bab 53. Rencana Pindah Rumah.
54 Bab 54. Fahri Sangat Mengagumi Istrinya Alira.
55 Bab 55. Keluarga Yang Hangat.
56 Bab 56. Kepanikan Faris Dan Aleta.
57 Bab 57. Keinginan Yang Tidak Sejalan.
58 Bab 58. Kelemahan Aleta.
59 Bab 59. Pencerahan Buat Aleta.
60 Bab 60. Takut Akan Karma.
61 Bab 61. Harapan Faris.
62 Bab 62. Harapan Faris.
63 Bab 63. Kegilaan Faris Di Bioskop.
64 Bab 64. Kepergian Faris.
65 Bab 65. Kekesalan Refan Terhadap Oma Rita.
66 Bab 66. Menanti Kabar.
67 Bab 67. Ketahuan.
68 Bab 68. Penderitaan Faris.
69 Bab 69. Pertempuran Yang Sangat Sengit.
70 Bab 70. Ekspresi Faris Yang Aneh.
71 Bab 71. Sosok Misterius.
72 Bab 72. Ketakutan Aleta.
73 Bab 73. Aleta Yang Terluka.
74 Bab 74. Aleta Yang Hampir Sekarat.
75 Bab 75. Kasih Sayang Luar Biasa.
76 Bab 76. Kisah Hidup Aleta Dan Reza.
77 Bab 77. Kabar Bahagia.
78 Bab 78. Tingkah Aleta Yang Aneh.
79 Bab 79. Aleta Begitu Agresif.
80 Bab 80. Kebahagiaan Aleta Memiliki Faris.
81 Bab 81. Kejutan.
82 Bab 82. Teman Lama.
83 Bab 83. Keanehan Aleta
84 Bab 84. Firasat Buruk Aleta.
85 Bab 85. Kabar Buruk.
86 Bab 86. Keyakinan Yang Goyah.
87 Bab 87. Kenyataan Yang Pahit
88 Bab 88. Duka Keluarga Faris.
89 Bab 89. Faris Panik Melihat Keadaan Melda.
90 Bab 90. Reza Yang Terlalu Cuek.
91 Bab 91. Hasrat Dalam Kesedihan.
92 Bab 92. Kejadian Yang Tidak Terduga.
93 Bab 93. Pertengkaran Reza Dan Melda.
94 Bab 94. Filing Faris Yang Begitu Tajam.
95 Bab 95. Kecurigaan Faris Yang Semakin Kuat.
96 Bab 96. Penculikan
97 Bab 97. Melda Datang Dalam Mimpi Reza.
98 Bab 98. Tugas Untuk Reza.
99 Baba 99. Wanita Yang Akan Di Jual.
100 Bab 100. Keputusan Yang Sangat Berat.
101 Bab 101. Kekejaman Karena Dendam.
102 Bab 102. Kepolosan Melda.
103 Bab 103. Perkembangan Almira.
104 Bab 104. Nama Di Balik Semua Masalah.
105 Bab 105. Kecerobohan Melda.
106 Bab 106. Keraguan Melda Terhadap Reza.
107 Bab 107. Kecelakaan Yang Di Rencanakan.
108 Bab 108. Selamat Dari Incaran Musuh.
109 Bab 109. Jiwa Monster Faris Yang Menggila.
110 110. Perhitungan Yang Sangat Baik.
111 Bab 111. Polisi Yang Di Tangkap.
112 Bab 112. Manusia Berjiwa Monster
113 Bab 113. Keadaan Fahri Dan Alira.
114 114. Melda Yang Kebingungan Di Dalam Kamar Mandi.
115 Bab 115. Reza Yang Begitu Dingin.
116 Bab 116. Rahasia Percintaan Reza.
117 117. Terpaksa harus Mengalah.
118 118. Alira dan Fahri di nyatakan Koma.
119 Bab 119. Reza Laki-Laki Idaman.
120 Bab 120. Perasaan Melda.
121 Bab 121. Aleta Yang Mampuh Meredakan Emosi Faris.
122 Bab 122. Kabar Bahagia.
123 Bab 123. Manusia Berparas Bidadari.
124 Bab 124. Kecantikan Yang Sempurna.
125 Bab 125. Cemburu Tanda Cinta.
126 Bab 126. Kemesraan Di Bawah Sinar Bulan.
127 Bab 127. Ketajaman Kata-kata Melda.
128 Bab 128. Bersatunya Keluarga Faris.
129 Bab 129. Pemberitahuan.
130 Pemberitahuan.
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Bab 1. Berlibur.
2
Bab 2. Kekesalan Aleta.
3
Bab 3. Rahasia yang tidak di ketahui Faris.
4
Bab 4. Nyanyian Aleta yang menyayat hati.
5
Bab 5. Kemesraan yang tidak di duga.
6
Bab 6. Kehamilan Aleta yang di ketahui oleh Faris.
7
Bab 7. Kemarahan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
8
Bab 8. Penjelasan Aleta.
9
Bab 9. Permintaan Faris yang membuat Aleta sangat kesal.
10
Bab 10. Kesedihan Aleta yang begitu dalam.
11
Bab 11. Menghilangnya Aleta.
12
Bab 12. Faris yang begitu jenius.
13
Bab 13. Kesadisan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
14
Bab 14. Vina yang ketakutan.
15
Bab 15. Vina yang ingin melarikan diri.
16
Bab 16. Hati Aleta yang begitu mulia.
17
Bab 17. Cinta bertepuk sebelah tangan.
18
Bab 18. Pertunangan yang mendadak.
19
Bab 19. Pembalasan untuk Vina.
20
Bab 20. Hilangnya nyawa Vina.
21
Bab 21. Aleta yang keras kepala.
22
Bab 22. Ungkapan perasaan Aleta.
23
Bab 23. Ungkapan perasaan Faris.
24
Bab 24. Aleta yang cemburu.
25
Bab 25. Kekecewaan Faris.
26
Bab 26. Aleta yang takut dengan kegelapan.
27
Bab 27. Kejujuran Almira.
28
Bab 28. Kekecewaan Alira terhadap Putranya.
29
Bab 29. Pelindung juga pendamping hidup.
30
Bab 30. Prewedding.
31
Bab 31. Aleta yang begitu merindukan Faris.
32
Bab 32. Pernikahan.
33
Bab 33. Kabar duka dari Bram.
34
Bab 34. Faris merasa bersalah atas kematian Bram.
35
Bab 35. Pagi hari yang indah.
36
Bab 36. Faris laki-laki yang setia.
37
Bab 37. Hari pertama ke Kampus.
38
Bab 38. Orang ke tiga.
39
Bab 39. Salah Faham.
40
Bab 40. Hancurnya Hati Aleta.
41
Bab 41. Salah Faham Yang Berlanjut.
42
Bab 42. Aleta Ingin Pergi Dari Rumah.
43
Bab 43. Rahasia Faris.
44
Bab 44. Beban Yang Di Tanggung Faris.
45
Bab 45. Rencana Yang Gagal.
46
Bab 46. Penderitaan Faris.
47
Bab 47. Janji Setia Faris.
48
Bab 48. Faris Bahagia Memiliki Aleta.
49
Bab 49. Faris Berubah Karena Aleta.
50
Bab 50. Mertua Sekaligus Pahlawan.
51
Bab 51. Masa Lalu Yang Di Ketahui Aleta.
52
Bab 52. Ketakutan Faris.
53
Bab 53. Rencana Pindah Rumah.
54
Bab 54. Fahri Sangat Mengagumi Istrinya Alira.
55
Bab 55. Keluarga Yang Hangat.
56
Bab 56. Kepanikan Faris Dan Aleta.
57
Bab 57. Keinginan Yang Tidak Sejalan.
58
Bab 58. Kelemahan Aleta.
59
Bab 59. Pencerahan Buat Aleta.
60
Bab 60. Takut Akan Karma.
61
Bab 61. Harapan Faris.
62
Bab 62. Harapan Faris.
63
Bab 63. Kegilaan Faris Di Bioskop.
64
Bab 64. Kepergian Faris.
65
Bab 65. Kekesalan Refan Terhadap Oma Rita.
66
Bab 66. Menanti Kabar.
67
Bab 67. Ketahuan.
68
Bab 68. Penderitaan Faris.
69
Bab 69. Pertempuran Yang Sangat Sengit.
70
Bab 70. Ekspresi Faris Yang Aneh.
71
Bab 71. Sosok Misterius.
72
Bab 72. Ketakutan Aleta.
73
Bab 73. Aleta Yang Terluka.
74
Bab 74. Aleta Yang Hampir Sekarat.
75
Bab 75. Kasih Sayang Luar Biasa.
76
Bab 76. Kisah Hidup Aleta Dan Reza.
77
Bab 77. Kabar Bahagia.
78
Bab 78. Tingkah Aleta Yang Aneh.
79
Bab 79. Aleta Begitu Agresif.
80
Bab 80. Kebahagiaan Aleta Memiliki Faris.
81
Bab 81. Kejutan.
82
Bab 82. Teman Lama.
83
Bab 83. Keanehan Aleta
84
Bab 84. Firasat Buruk Aleta.
85
Bab 85. Kabar Buruk.
86
Bab 86. Keyakinan Yang Goyah.
87
Bab 87. Kenyataan Yang Pahit
88
Bab 88. Duka Keluarga Faris.
89
Bab 89. Faris Panik Melihat Keadaan Melda.
90
Bab 90. Reza Yang Terlalu Cuek.
91
Bab 91. Hasrat Dalam Kesedihan.
92
Bab 92. Kejadian Yang Tidak Terduga.
93
Bab 93. Pertengkaran Reza Dan Melda.
94
Bab 94. Filing Faris Yang Begitu Tajam.
95
Bab 95. Kecurigaan Faris Yang Semakin Kuat.
96
Bab 96. Penculikan
97
Bab 97. Melda Datang Dalam Mimpi Reza.
98
Bab 98. Tugas Untuk Reza.
99
Baba 99. Wanita Yang Akan Di Jual.
100
Bab 100. Keputusan Yang Sangat Berat.
101
Bab 101. Kekejaman Karena Dendam.
102
Bab 102. Kepolosan Melda.
103
Bab 103. Perkembangan Almira.
104
Bab 104. Nama Di Balik Semua Masalah.
105
Bab 105. Kecerobohan Melda.
106
Bab 106. Keraguan Melda Terhadap Reza.
107
Bab 107. Kecelakaan Yang Di Rencanakan.
108
Bab 108. Selamat Dari Incaran Musuh.
109
Bab 109. Jiwa Monster Faris Yang Menggila.
110
110. Perhitungan Yang Sangat Baik.
111
Bab 111. Polisi Yang Di Tangkap.
112
Bab 112. Manusia Berjiwa Monster
113
Bab 113. Keadaan Fahri Dan Alira.
114
114. Melda Yang Kebingungan Di Dalam Kamar Mandi.
115
Bab 115. Reza Yang Begitu Dingin.
116
Bab 116. Rahasia Percintaan Reza.
117
117. Terpaksa harus Mengalah.
118
118. Alira dan Fahri di nyatakan Koma.
119
Bab 119. Reza Laki-Laki Idaman.
120
Bab 120. Perasaan Melda.
121
Bab 121. Aleta Yang Mampuh Meredakan Emosi Faris.
122
Bab 122. Kabar Bahagia.
123
Bab 123. Manusia Berparas Bidadari.
124
Bab 124. Kecantikan Yang Sempurna.
125
Bab 125. Cemburu Tanda Cinta.
126
Bab 126. Kemesraan Di Bawah Sinar Bulan.
127
Bab 127. Ketajaman Kata-kata Melda.
128
Bab 128. Bersatunya Keluarga Faris.
129
Bab 129. Pemberitahuan.
130
Pemberitahuan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!