Vina begitu sangat takut, dia membereskan semua barang-barangnya dan berniat pergi meninggalakan vila itu sebelum Faris dan Aleta datang, tapi di saat dia sedang buru-buru bersiap-siap di dalam kamar, tiba-tiba ada suara ketukan pintu dan itu membuatnya langsung menegang.
"Siapaa,,? Tanga Vina yang sudah berada di depan pintu dengan wajah yang bercucuran dengan keringat dingin.
"Ini aku,,! Suara Bram dari luar yang membuat Vina langsung menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan, sambil memegang dadanya dengan muka yang sudah sangat pucat karena ketakutan.
Vina membukakan pintu dengan wajah yang masih pucat yang membuat Bram yang melihatnya jadi merasa aneh dan langsung bertanya.
"Ada apa,,? mengapa muka kamu sampai pucat seperti itu,,? Tanya Bram yang membuat Vina jadi salah tingkah.
"Tidak ada apa-apa,,! Aku hanya sedikit kurang enak badan. Jawab Vina dengan nada suara sedikit gugup.
"Kalau gitu kamu istrahat dulu biar aku menjagamu. Kata Bram yang membuat Vina jadi sesak nafas.
"Ngga usah,,! Tadi aku sudah minum obat dan sudah merasa lebih baik. Jawab Vina berbohong.
"Ya sudah, kalau gitu ayo kita jalan-jalan ke pantai dengan yang lainnya,,! Kata Bram.
Mendengar ajakan Bram tanpa menunggu lama Vina langsung menyetujuinya, dia berfikir kalau ini kesempatannya untuk melarikan diri setelah sampai di pantai nanti.
Tanpa menunggu lama mereka langsung pergi bersama teman-teman mereka yang lain menggunakan mobil Faris, Vina memilih untuk pergi tanpa membawa kopernya karena dia takut ketahuan sama yang lain. Dalam fikirannya yang penting dia bisa menyelamatkan diri dari incaran Faris.
Sedangkan Faris dan Aleta sudah dalam perjalanan pulang, Aleta kembali memeluk Faris karena di suruh oleh Faris, dalam perjalanan Aleta yang masih terpukul dengan apa yang dia lihat tadi memilih untuk tidak bersuara.
Aleta tidak menyangkah kalau Faris bisa melakukan semua itu, karena yang dia tahu Faris itu orang yang paling tenang dan tidak banyah tingkah, apalagi Faris itu terlahir dari ke kedua orang tua yang sangat baik dan penyayang dengan semua orang.
Selain memiliki orang tua yang baik, Faris juga di besarkan dalam keluarga beik-baik dan sangat terpandang, jadi Aleta sangat bingung dengan sifat Faris yang mengerikan itu, karena Aleta melihat dengan mata kepalanya di saat Faris melenyapkan anak buah Vina dengan begitu sadisnya.
Aleta tidak habis fikir dengan apa yang Faris lakukan tadi, Faris terlihat seperti monster di saat dia melakukan semua itu, apalagi Aleta belum mengetahui apa-apa tentang masa lalu Faris termasuk perbuatan Faris yang menyebabkan neneknya masuk penjara.
Selama ini yang Aleta tahu kalau Faris dan keluarganya menyayangi dia hanya karena jasa neneknya sangat besar kepada keluarga Faris, tapi dia tidak tahu kalau neneknya mengorbankan hidupnya hanya untuk Faris kaki-laki yang telah menghancurkan hidup dan masa depannya itu.
Jarak rumah Dinda dan vila Faris tidak terlalu jauh, hanya memakan waktu setengah jam Faris dan Aleta tiba di vila Faris, sampainya di vila Faris langsung masuk sambil menarik pelan tangan Aleta. Apa yang di lakukan Vina itu membuat Faris semakin perhatian dan berhari-hati menjaga Aleta.
Faris berfikir kalau dia harus lebih berhati-hati untuk menjaga keselamatan Aleta selama Vina belum dia tangani. Faris ingin sekali segera menghabisi Vina tapi dia masih memikirkan Bram, apalagi Bram belum mengetahui sifat buruknya Vina dan dia juga sudah sangat mencintai Vina walaupun mereka belum lama pacaran.
Sedangka Vina yang berencana untuk kabur sudah tertidur dalam perjalanan ke pantai, mungkin karena terlalu ketakutan membuat Vina jadi demam dalam perjalanan, Bram yang mengetahui kalau Vina sakit langsung meminta kepada Alex yang sedang menyetir untuk segera kembali ke vila.
Alex dan yang lain pun langsung setuju untum pulang setelah Bram memintanya, Bram terlihat sangat hawatir setelah mengetahui Vina sakit, Bram sangat menyayangi Vina dan dia tidak menyadari kalau Vina itu ternyata bukan wanita baik-baik.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai juga di vila, Bram turun dari mobil kemudian berjalan memutar untuk membukakan pintu buat Vina yang masih saja terlelap, Bram tidak tega untuk membangunkan Vina jadi dia memutuskan untuk menggendongnya.
"Vina kenapa,,? Tanya Aleta yang baru turun dari lantai dua dengan tampang kagetnya.
Aleta ikut hawatir setelah melihat keadaan Vina karena dia belum tahu kalau Vinalah orang yang ingin melenyapkannya. Hanya Faris yang mengetahuinya dan Faris sengaja menyembunyikan semuanya dari Aleta.
Faris tidak ingin Aleta merasa tertekan kalau mengetahui Vina yang ada di balik penculikannya, karena dia tahu Aleta sudah sangat tertekan dan ketakutan melihat apa yang dia lakukan tadi terhadap anak buah Vina.
Setelah melihat keadaan Vina, mereka semua langsung melangkah ke kamar mereka masing-masing termasuk Aleta, sedangkan Bram masih tetap di dalam kamar menemani Vina yang masih terus terlelap, sebenarnya Vina sudah terbangun di saat Bram menggendongnya dari mobil, tapi dia berpura-pura tidur setelah menyadari kalau dia sudah kembali berada di vilanya Faris.
Aleta naik ke kamar menemui Faris yang sedang terduduk di tempat tidur sambil memainkan ponselnya sejak tadi, Aleta sangat menghawatirkan keadaan Vina dan dia ingin memberitahukannya kepada Faris.
"Ris, Vina lagi sakit,,! Kata Aleta.
"Biarin saja,,! Sebentar juga pasti akan sembuh. Jawab Faris tanpa menatap Aleta.
"Ko jawaban kamu kaya gitu,,? Tanya Aleta dengan tampang kesalnya.
"Ya terus aku harus jawab apa,,? Memangnya dia siapa aku,,? Ketus Faris.
"Ya dia pacar sahabat kamu,,! Kata Aleta.
"Biarin saja Bram yang mengurusnya. Kata Faris.
"Kamu ngga usah memikirkan orang lain,,! Pikir saja diri kamu. Tambah Faris.
"Ris, kamu tahu kan siapa yang menculik aku,,? Tanya Aleta karena dia yakin Faris mengetahui semuanya.
"Kamu saja tidak tahu apalagi aku. Jawab Faris yang membuat Aleta menatapnya dengan tatapan bingung dan curiga setelah mendengar jawaban laki-laki beku itu.
"Mengapa kamu tidak mau kasih tahu aku,,? Aku tu tahu kalau kamu mengetahunya. Kata Aleta sedikit kesal.
"Ya aku tahu,,! Tapi tidak perlu kamu mengetahuinya. Jawab Faris tidak kalah kesal sambil menatap Aleta dengan tatapan dinginnya.
"Tapi aku ingin tahu biar aku bisa waspada dan menjaga diriku sendiri.
"Vina, Vina yang menyuruh orang untuk menculikmu dan melenyapkanmu. Faris akhirnya jujur karena dia juga ingin supaya Aleta lebih waspada.
"Apaaaa,,? Apa kamu sudah gila,,? Kamu tidak boleh menuduh sembarangan. Kata Aleta.
Setelah mendengar semuanya dari Faris membuat Aleta berada dalam kebingungan, Aleta merasa tidak punya salah kepada Vina jadi untuk apa Vina mau melakukan semua itu. Karena merasa sangat penasaran, akhirnya Aleta memutuskan untuk bertanya lagi kepada Faris.
"Mengapa sampai dia mau melenyapkan aku,,? Aku merasa tidak punya salah apa-apa terhadapnya.
"Karena dia menginginkan aku, Vina itu bukan wanita baik-baik, dia tidak bersungguh-sungguh mencintai Bram, dia hanya menginginkan apa yang Bram punya. Jawab Faris sambil menatap Aleta yang terlihat begitu kagetnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 130 Episodes
Comments
Marsje Namangge
laporin aja vina ke polisi
2023-05-31
0
Aska
minta di colok tuh matanya Vina biar tidur selama nya
2023-01-24
0
Hasni
semangat
2022-11-20
0