Setelah pintu terbuka Aleta langsung memasang wajah datarnya kepada Faris yang sedang menatapnya tanpa bersuara, Faris sudah tahu kalau Aleta sedang marah padanya jadi dia tidak berkata apa-apa.
"Apa maksud kamu berkata seperti tadi,,? Kamu fikir aku ini leluconmu,,? Tanya Aleta dengan nada kesal sambil melangkah dan duduk di tepi ranjang membelakangi Faris.
"Apanya yang lelucon,,? Aku berkata sesuai dengan kenyataan yang akan terjadi. Jawab Faris sambil melangkah menghampiri kamar mandi tapi langkahnya segera terhenti karena di tahan oleh Aleta.
"Kamu mau ke mana,,? Dan kenyataan apa yang kamu bicarakan,,? Tanya Aleta sambil meraih lengan Faris.
"Keluargaku akan menjodohkan kita berdua dan setelah dari sini kita akan segera menikah,,! Lepaskan aku,,! Aku mau buang air kecil, atau kamu mau ikut,,? Tanya Faris yang membuat Aleta jadi malu dan salah tingkah.
Wajah Aleta yang begitu putih berubah menjadi merah karena Faris, tanpa menunggu lama dia melepaskan lengan Faris dan berbalik kemudian melangkah menuju tempat tidur. Sedangkan Faris yang masih menatapnya hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum kemudian melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
Aleta terduduk di tepi ranjang sambil memikirkan perkataan Faris, dia tidak begitu percaya dengan apa yang Faris katakan, karena setelah tinggal di rumah Faris baru beberapa hari dia sudah sangat akrab dengan keluarga Faris terutama mama Alira mamanya Faris, tapi mereka tidak pernah menyinggung tentang perjodohan apalagi pernikahan.
Di saat Aleta sedang bingung memikirkan semuanya, tiba-tiba ponsel yang ada di tangannya berdering dan itu panggilan dari Oma Rita Omanya Faris.
("Halo Oma,,! Sapa Aleta setelah menjawab telfonnya.
("Iya sayang, Oma mau kasih tahu sama kamu kalau Oma dan keluarga ingin menjodohkanmu dengan Faris, dan kita juga sudah meminta persetujua dari Reza sepupu kamu di Malaysia. Kata Oma Rita yang membuat Aleta langsung terdiam.
("Apa kamu dengar apa yang Oma bicarakan sayang,,? Tanya Oma Rita karena tidak mendengar suara Aleta.
("Iya Oma, aku dengar,,! Jawab Aleta.
("Jadi bagaimana menurutmu,,? Oma harap kamu setuju sayang. Kata Oma Rita yang membuat Aleta tidak bisa lagi untuk menolak.
Aleta memang baru kenal dengan keluarga itu tapi dia sudah sangat merasa nyaman, karena keluarga itu memberinya kasih sayang yang selama ini dia dambakan, apalagi dia juga masih sangat mencintai Faris, jadi tanpa berfikir panjang Aleta langsung menerimanya.
("Iya Oma aku setuju. Jawab Aleta.
("Makasih sayang, Oma tahu kamu dan Faris baru saling mengenal, tapi Oma harap kalian akan saling mencintai dan bahagia seperti mama dan papanya Faris yang juga menikah karena perjodohan tanpa adanya cinta.
("Iya Oma. Jawab Aleta.
("Ya sudah kalau gitu,,! Kamu istirahat ya,,! Oma juga mau istirahat. Kata Oma Rita dan langsung memutuskan sambungan telfonnya.
Selesai berbicara dengan Oma Rita, Aleta duduk di tepi ranjang sambil termenung memikirkan nasibnya setelah nanti menjadi istrinya Faris, karena dia tahu kalau Faris tidak punya perasaan apa-apa terhadapnya, apalagi Faris itu sangat di gilai banyak wanita-wanita cantik.
Aleta sangat takut dengan kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi nanti, dia takut kalau Faris punya wanita yang dia cintai dan dia hanya terpaksa menerima perjodohan ini karena dia tidak ingin mengecewakan keluarganya.
Tidak berapa lama Faris pun keluar dari dalam kamar mandi dan Aleta langsung menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan, karena merasa aneh dengan tatapan Aleta, Faris pun langsung bertanya.
"Mengapa kamu menatapku seperti itu,,? Tanya Faris sambil melangkah ke arah sofa.
"Oma kamu baru selesai berbicara denganku,,! Jawab Aleta.
"Apa yang kalian bicarakan,,? Tanya Faris.
"Oma kamu membicarakan perjodohan kita. Jawab Aleta.
"Apa tanggapan kamu,,? Tanya Faris yang sudah duduk di atas sofa panjang itu.
"Aku setuju. Jawab Aleta singkat.
"Aku kira kamu akan menolaknya. Kata Faris.
"Mana mungkin aku menolaknya,,? Kalau bukan denganmu, dengan siapa lagi aku akan menikah,,? Tidak ada laki-laki yang akan menerima seorang wanita yang sudah kehilangan kesuciannya,,! Jawab Aleta dengan nada yang sedikit kesal.
Setelah mendengar jawaban Aleta, Faris langsung memilih untuk berbaring ke sofa tempat tidurnya itu karena dia tahu kalau Aleta sudah mulai kesal.
Karena melihat Faris sudah berbaring dan membelakanginya, dengan segera Aleta pun ikut berbaring membelakangi sofa tempat tidur Faris, dalam diam Aleta mulai berfikir dan berkata-kata dalam hatinya.
"Apa dia ingin aku menolak perjodohan ini karena dia punya wanita lain yang dia cintai,,? Ya Tuhan, kalau bukan dia yang kau ciptakan untuk mencintaiku dan menjadi pasangan hidupku, laki-laki mana lagi yang mau menerima dan mencintaiku,,? Aleta berkata-kata dalam hatinya sambil berlinang air mata.
"Apa aku tidak pantas untuk di cintai,,? Semua yang mencintaiku dengan setulus hati sudah engkau ambil, aku hanya butuh orang yang tulus mencintaiku Ya Tuhan. Aleta masih tetap berbicara dalam hatinya sambil menangis memikirkan nasibnya yang begitu buruk.
Aleta berusaha menahan suara tangisannya biar tidak di dengar oleh Faris, tapi kesedihan di dalam hatinya membuat dia tidak mampuh untuk menahannya, akhirnya suara isakannya pun terdengar oleh Faris.
Faris yang mendengar suara isakan Aleta jadi terkejut dan langsung bangun, dia terduduk di atas sofa sambil menatap Aleta yang membelakanginya dengan tatapan bingung.
Setelah menatap Aleta Faris pun yakin kalau Aleta sedang menangis, dengan langkah perlahan Faris mendekati Aleta dan Aleta juga sudah menyadari kalau Faris sedang melangkah ke arahnya tapi dia tidak ingin melihatnya sama sekali, sampainya di dekat Aleta Faris segera duduk tepat di sampingnya sambil berkata.
"Aleta, mengapa kamu menangis,,? Tanya Faris tapi Aleta tidak menjawabnya.
"Aletaa, apa yang membuatmu menangis,,? Tanya Faris untuk yang kedua kalinya dan membuat Aleta langsung menjawabnya tanpa berbalik menatapnya.
"Tidak ada alasan buat aku tersenyum, hanya tangisan dan air mata yang menemaniku setelah kepergian kedua orang tuaku. Jawab Aleta sambil terus terisak.
"Aku tidak punya siapa-siapa lagi, tidak ada orang yang tulus mencintaiku seperti cinta kedua orang tuaku. Tambah Aleta yang membuat hati Faris ikut tersentuh.
Faris tidak bisa untuk menjawab apa-apa, dia sangat tersentuh karena melihat Aleta yang begitu memilukan hidup tanpa kedua orang tua sejak kecil, Faris sendiri tidak yakin kalau dia bisa membantu Aleta untuk tidak menangis seperti ini lagi, karena dia sendiri masih bingung dengan perasaannya terhadap Aleta.
"Mbah, aku tidak tahu apa aku bisa membahagiakan dia atau tidak setelah menjadi istriku, tapi aku berjanji, aku akan menghancurkan semua orang yang akan maupun yang telah menyakitinya. Kata Faris dalam hatinya sambil menatap Aleta dari arah balakang.
Sebenarnya Faris sangat tidak tega melihat Aleta seperti itu, tapi dia juga tidak tahu bagaimana caranya membuat Aleta bisa tersenyum dan melupakan semua kesedihannya selama ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 130 Episodes
Comments
Sawiru
.
2023-04-18
0
Healer
sepatutnya watak aleta bkn jns yg cenggeng yg sikit nanggis...bodoh amat sih
2023-04-16
0
Yanti
kenapa sih faris itu tidak bisa untuk mencintai aleta, padahal semua perbuatan yg dia lakukan itu seharusnya dia harus menanggung, dan membuka hatinya untuk aleta, kasian dia harus selalu menangis
2023-04-06
0