Bab 10. Kesedihan Aleta yang begitu dalam.

Setelah pintu terbuka Aleta langsung memasang wajah datarnya kepada Faris yang sedang menatapnya tanpa bersuara, Faris sudah tahu kalau Aleta sedang marah padanya jadi dia tidak berkata apa-apa.

"Apa maksud kamu berkata seperti tadi,,? Kamu fikir aku ini leluconmu,,? Tanya Aleta dengan nada kesal sambil melangkah dan duduk di tepi ranjang membelakangi Faris.

"Apanya yang lelucon,,? Aku berkata sesuai dengan kenyataan yang akan terjadi. Jawab Faris sambil melangkah menghampiri kamar mandi tapi langkahnya segera terhenti karena di tahan oleh Aleta.

"Kamu mau ke mana,,? Dan kenyataan apa yang kamu bicarakan,,? Tanya Aleta sambil meraih lengan Faris.

"Keluargaku akan menjodohkan kita berdua dan setelah dari sini kita akan segera menikah,,! Lepaskan aku,,! Aku mau buang air kecil, atau kamu mau ikut,,? Tanya Faris yang membuat Aleta jadi malu dan salah tingkah.

Wajah Aleta yang begitu putih berubah menjadi merah karena Faris, tanpa menunggu lama dia melepaskan lengan Faris dan berbalik kemudian melangkah menuju tempat tidur. Sedangkan Faris yang masih menatapnya hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum kemudian melangkah masuk ke dalam kamar mandi.

Aleta terduduk di tepi ranjang sambil memikirkan perkataan Faris, dia tidak begitu percaya dengan apa yang Faris katakan, karena setelah tinggal di rumah Faris baru beberapa hari dia sudah sangat akrab dengan keluarga Faris terutama mama Alira mamanya Faris, tapi mereka tidak pernah menyinggung tentang perjodohan apalagi pernikahan.

Di saat Aleta sedang bingung memikirkan semuanya, tiba-tiba ponsel yang ada di tangannya berdering dan itu panggilan dari Oma Rita Omanya Faris.

("Halo Oma,,! Sapa Aleta setelah menjawab telfonnya.

("Iya sayang, Oma mau kasih tahu sama kamu kalau Oma dan keluarga ingin menjodohkanmu dengan Faris, dan kita juga sudah meminta persetujua dari Reza sepupu kamu di Malaysia. Kata Oma Rita yang membuat Aleta langsung terdiam.

("Apa kamu dengar apa yang Oma bicarakan sayang,,? Tanya Oma Rita karena tidak mendengar suara Aleta.

("Iya Oma, aku dengar,,! Jawab Aleta.

("Jadi bagaimana menurutmu,,? Oma harap kamu setuju sayang. Kata Oma Rita yang membuat Aleta tidak bisa lagi untuk menolak.

Aleta memang baru kenal dengan keluarga itu tapi dia sudah sangat merasa nyaman, karena keluarga itu memberinya kasih sayang yang selama ini dia dambakan, apalagi dia juga masih sangat mencintai Faris, jadi tanpa berfikir panjang Aleta langsung menerimanya.

("Iya Oma aku setuju. Jawab Aleta.

("Makasih sayang, Oma tahu kamu dan Faris baru saling mengenal, tapi Oma harap kalian akan saling mencintai dan bahagia seperti mama dan papanya Faris yang juga menikah karena perjodohan tanpa adanya cinta.

("Iya Oma. Jawab Aleta.

("Ya sudah kalau gitu,,! Kamu istirahat ya,,! Oma juga mau istirahat. Kata Oma Rita dan langsung memutuskan sambungan telfonnya.

Selesai berbicara dengan Oma Rita, Aleta duduk di tepi ranjang sambil termenung memikirkan nasibnya setelah nanti menjadi istrinya Faris, karena dia tahu kalau Faris tidak punya perasaan apa-apa terhadapnya, apalagi Faris itu sangat di gilai banyak wanita-wanita cantik.

Aleta sangat takut dengan kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi nanti, dia takut kalau Faris punya wanita yang dia cintai dan dia hanya terpaksa menerima perjodohan ini karena dia tidak ingin mengecewakan keluarganya.

Tidak berapa lama Faris pun keluar dari dalam kamar mandi dan Aleta langsung menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan, karena merasa aneh dengan tatapan Aleta, Faris pun langsung bertanya.

"Mengapa kamu menatapku seperti itu,,? Tanya Faris sambil melangkah ke arah sofa.

"Oma kamu baru selesai berbicara denganku,,! Jawab Aleta.

"Apa yang kalian bicarakan,,? Tanya Faris.

"Oma kamu membicarakan perjodohan kita. Jawab Aleta.

"Apa tanggapan kamu,,? Tanya Faris yang sudah duduk di atas sofa panjang itu.

"Aku setuju. Jawab Aleta singkat.

"Aku kira kamu akan menolaknya. Kata Faris.

"Mana mungkin aku menolaknya,,? Kalau bukan denganmu, dengan siapa lagi aku akan menikah,,? Tidak ada laki-laki yang akan menerima seorang wanita yang sudah kehilangan kesuciannya,,! Jawab Aleta dengan nada yang sedikit kesal.

Setelah mendengar jawaban Aleta, Faris langsung memilih untuk berbaring ke sofa tempat tidurnya itu karena dia tahu kalau Aleta sudah mulai kesal.

Karena melihat Faris sudah berbaring dan membelakanginya, dengan segera Aleta pun ikut berbaring membelakangi sofa tempat tidur Faris, dalam diam Aleta mulai berfikir dan berkata-kata dalam hatinya.

"Apa dia ingin aku menolak perjodohan ini karena dia punya wanita lain yang dia cintai,,? Ya Tuhan, kalau bukan dia yang kau ciptakan untuk mencintaiku dan menjadi pasangan hidupku, laki-laki mana lagi yang mau menerima dan mencintaiku,,? Aleta berkata-kata dalam hatinya sambil berlinang air mata.

"Apa aku tidak pantas untuk di cintai,,? Semua yang mencintaiku dengan setulus hati sudah engkau ambil, aku hanya butuh orang yang tulus mencintaiku Ya Tuhan. Aleta masih tetap berbicara dalam hatinya sambil menangis memikirkan nasibnya yang begitu buruk.

Aleta berusaha menahan suara tangisannya biar tidak di dengar oleh Faris, tapi kesedihan di dalam hatinya membuat dia tidak mampuh untuk menahannya, akhirnya suara isakannya pun terdengar oleh Faris.

Faris yang mendengar suara isakan Aleta jadi terkejut dan langsung bangun, dia terduduk di atas sofa sambil menatap Aleta yang membelakanginya dengan tatapan bingung.

Setelah menatap Aleta Faris pun yakin kalau Aleta sedang menangis, dengan langkah perlahan Faris mendekati Aleta dan Aleta juga sudah menyadari kalau Faris sedang melangkah ke arahnya tapi dia tidak ingin melihatnya sama sekali, sampainya di dekat Aleta Faris segera duduk tepat di sampingnya sambil berkata.

"Aleta, mengapa kamu menangis,,? Tanya Faris tapi Aleta tidak menjawabnya.

"Aletaa, apa yang membuatmu menangis,,? Tanya Faris untuk yang kedua kalinya dan membuat Aleta langsung menjawabnya tanpa berbalik menatapnya.

"Tidak ada alasan buat aku tersenyum, hanya tangisan dan air mata yang menemaniku setelah kepergian kedua orang tuaku. Jawab Aleta sambil terus terisak.

"Aku tidak punya siapa-siapa lagi, tidak ada orang yang tulus mencintaiku seperti cinta kedua orang tuaku. Tambah Aleta yang membuat hati Faris ikut tersentuh.

Faris tidak bisa untuk menjawab apa-apa, dia sangat tersentuh karena melihat Aleta yang begitu memilukan hidup tanpa kedua orang tua sejak kecil, Faris sendiri tidak yakin kalau dia bisa membantu Aleta untuk tidak menangis seperti ini lagi, karena dia sendiri masih bingung dengan perasaannya terhadap Aleta.

"Mbah, aku tidak tahu apa aku bisa membahagiakan dia atau tidak setelah menjadi istriku, tapi aku berjanji, aku akan menghancurkan semua orang yang akan maupun yang telah menyakitinya. Kata Faris dalam hatinya sambil menatap Aleta dari arah balakang.

Sebenarnya Faris sangat tidak tega melihat Aleta seperti itu, tapi dia juga tidak tahu bagaimana caranya membuat Aleta bisa tersenyum dan melupakan semua kesedihannya selama ini.

Terpopuler

Comments

Sawiru

Sawiru

.

2023-04-18

0

Healer

Healer

sepatutnya watak aleta bkn jns yg cenggeng yg sikit nanggis...bodoh amat sih

2023-04-16

0

Yanti

Yanti

kenapa sih faris itu tidak bisa untuk mencintai aleta, padahal semua perbuatan yg dia lakukan itu seharusnya dia harus menanggung, dan membuka hatinya untuk aleta, kasian dia harus selalu menangis

2023-04-06

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Berlibur.
2 Bab 2. Kekesalan Aleta.
3 Bab 3. Rahasia yang tidak di ketahui Faris.
4 Bab 4. Nyanyian Aleta yang menyayat hati.
5 Bab 5. Kemesraan yang tidak di duga.
6 Bab 6. Kehamilan Aleta yang di ketahui oleh Faris.
7 Bab 7. Kemarahan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
8 Bab 8. Penjelasan Aleta.
9 Bab 9. Permintaan Faris yang membuat Aleta sangat kesal.
10 Bab 10. Kesedihan Aleta yang begitu dalam.
11 Bab 11. Menghilangnya Aleta.
12 Bab 12. Faris yang begitu jenius.
13 Bab 13. Kesadisan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
14 Bab 14. Vina yang ketakutan.
15 Bab 15. Vina yang ingin melarikan diri.
16 Bab 16. Hati Aleta yang begitu mulia.
17 Bab 17. Cinta bertepuk sebelah tangan.
18 Bab 18. Pertunangan yang mendadak.
19 Bab 19. Pembalasan untuk Vina.
20 Bab 20. Hilangnya nyawa Vina.
21 Bab 21. Aleta yang keras kepala.
22 Bab 22. Ungkapan perasaan Aleta.
23 Bab 23. Ungkapan perasaan Faris.
24 Bab 24. Aleta yang cemburu.
25 Bab 25. Kekecewaan Faris.
26 Bab 26. Aleta yang takut dengan kegelapan.
27 Bab 27. Kejujuran Almira.
28 Bab 28. Kekecewaan Alira terhadap Putranya.
29 Bab 29. Pelindung juga pendamping hidup.
30 Bab 30. Prewedding.
31 Bab 31. Aleta yang begitu merindukan Faris.
32 Bab 32. Pernikahan.
33 Bab 33. Kabar duka dari Bram.
34 Bab 34. Faris merasa bersalah atas kematian Bram.
35 Bab 35. Pagi hari yang indah.
36 Bab 36. Faris laki-laki yang setia.
37 Bab 37. Hari pertama ke Kampus.
38 Bab 38. Orang ke tiga.
39 Bab 39. Salah Faham.
40 Bab 40. Hancurnya Hati Aleta.
41 Bab 41. Salah Faham Yang Berlanjut.
42 Bab 42. Aleta Ingin Pergi Dari Rumah.
43 Bab 43. Rahasia Faris.
44 Bab 44. Beban Yang Di Tanggung Faris.
45 Bab 45. Rencana Yang Gagal.
46 Bab 46. Penderitaan Faris.
47 Bab 47. Janji Setia Faris.
48 Bab 48. Faris Bahagia Memiliki Aleta.
49 Bab 49. Faris Berubah Karena Aleta.
50 Bab 50. Mertua Sekaligus Pahlawan.
51 Bab 51. Masa Lalu Yang Di Ketahui Aleta.
52 Bab 52. Ketakutan Faris.
53 Bab 53. Rencana Pindah Rumah.
54 Bab 54. Fahri Sangat Mengagumi Istrinya Alira.
55 Bab 55. Keluarga Yang Hangat.
56 Bab 56. Kepanikan Faris Dan Aleta.
57 Bab 57. Keinginan Yang Tidak Sejalan.
58 Bab 58. Kelemahan Aleta.
59 Bab 59. Pencerahan Buat Aleta.
60 Bab 60. Takut Akan Karma.
61 Bab 61. Harapan Faris.
62 Bab 62. Harapan Faris.
63 Bab 63. Kegilaan Faris Di Bioskop.
64 Bab 64. Kepergian Faris.
65 Bab 65. Kekesalan Refan Terhadap Oma Rita.
66 Bab 66. Menanti Kabar.
67 Bab 67. Ketahuan.
68 Bab 68. Penderitaan Faris.
69 Bab 69. Pertempuran Yang Sangat Sengit.
70 Bab 70. Ekspresi Faris Yang Aneh.
71 Bab 71. Sosok Misterius.
72 Bab 72. Ketakutan Aleta.
73 Bab 73. Aleta Yang Terluka.
74 Bab 74. Aleta Yang Hampir Sekarat.
75 Bab 75. Kasih Sayang Luar Biasa.
76 Bab 76. Kisah Hidup Aleta Dan Reza.
77 Bab 77. Kabar Bahagia.
78 Bab 78. Tingkah Aleta Yang Aneh.
79 Bab 79. Aleta Begitu Agresif.
80 Bab 80. Kebahagiaan Aleta Memiliki Faris.
81 Bab 81. Kejutan.
82 Bab 82. Teman Lama.
83 Bab 83. Keanehan Aleta
84 Bab 84. Firasat Buruk Aleta.
85 Bab 85. Kabar Buruk.
86 Bab 86. Keyakinan Yang Goyah.
87 Bab 87. Kenyataan Yang Pahit
88 Bab 88. Duka Keluarga Faris.
89 Bab 89. Faris Panik Melihat Keadaan Melda.
90 Bab 90. Reza Yang Terlalu Cuek.
91 Bab 91. Hasrat Dalam Kesedihan.
92 Bab 92. Kejadian Yang Tidak Terduga.
93 Bab 93. Pertengkaran Reza Dan Melda.
94 Bab 94. Filing Faris Yang Begitu Tajam.
95 Bab 95. Kecurigaan Faris Yang Semakin Kuat.
96 Bab 96. Penculikan
97 Bab 97. Melda Datang Dalam Mimpi Reza.
98 Bab 98. Tugas Untuk Reza.
99 Baba 99. Wanita Yang Akan Di Jual.
100 Bab 100. Keputusan Yang Sangat Berat.
101 Bab 101. Kekejaman Karena Dendam.
102 Bab 102. Kepolosan Melda.
103 Bab 103. Perkembangan Almira.
104 Bab 104. Nama Di Balik Semua Masalah.
105 Bab 105. Kecerobohan Melda.
106 Bab 106. Keraguan Melda Terhadap Reza.
107 Bab 107. Kecelakaan Yang Di Rencanakan.
108 Bab 108. Selamat Dari Incaran Musuh.
109 Bab 109. Jiwa Monster Faris Yang Menggila.
110 110. Perhitungan Yang Sangat Baik.
111 Bab 111. Polisi Yang Di Tangkap.
112 Bab 112. Manusia Berjiwa Monster
113 Bab 113. Keadaan Fahri Dan Alira.
114 114. Melda Yang Kebingungan Di Dalam Kamar Mandi.
115 Bab 115. Reza Yang Begitu Dingin.
116 Bab 116. Rahasia Percintaan Reza.
117 117. Terpaksa harus Mengalah.
118 118. Alira dan Fahri di nyatakan Koma.
119 Bab 119. Reza Laki-Laki Idaman.
120 Bab 120. Perasaan Melda.
121 Bab 121. Aleta Yang Mampuh Meredakan Emosi Faris.
122 Bab 122. Kabar Bahagia.
123 Bab 123. Manusia Berparas Bidadari.
124 Bab 124. Kecantikan Yang Sempurna.
125 Bab 125. Cemburu Tanda Cinta.
126 Bab 126. Kemesraan Di Bawah Sinar Bulan.
127 Bab 127. Ketajaman Kata-kata Melda.
128 Bab 128. Bersatunya Keluarga Faris.
129 Bab 129. Pemberitahuan.
130 Pemberitahuan.
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Bab 1. Berlibur.
2
Bab 2. Kekesalan Aleta.
3
Bab 3. Rahasia yang tidak di ketahui Faris.
4
Bab 4. Nyanyian Aleta yang menyayat hati.
5
Bab 5. Kemesraan yang tidak di duga.
6
Bab 6. Kehamilan Aleta yang di ketahui oleh Faris.
7
Bab 7. Kemarahan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
8
Bab 8. Penjelasan Aleta.
9
Bab 9. Permintaan Faris yang membuat Aleta sangat kesal.
10
Bab 10. Kesedihan Aleta yang begitu dalam.
11
Bab 11. Menghilangnya Aleta.
12
Bab 12. Faris yang begitu jenius.
13
Bab 13. Kesadisan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
14
Bab 14. Vina yang ketakutan.
15
Bab 15. Vina yang ingin melarikan diri.
16
Bab 16. Hati Aleta yang begitu mulia.
17
Bab 17. Cinta bertepuk sebelah tangan.
18
Bab 18. Pertunangan yang mendadak.
19
Bab 19. Pembalasan untuk Vina.
20
Bab 20. Hilangnya nyawa Vina.
21
Bab 21. Aleta yang keras kepala.
22
Bab 22. Ungkapan perasaan Aleta.
23
Bab 23. Ungkapan perasaan Faris.
24
Bab 24. Aleta yang cemburu.
25
Bab 25. Kekecewaan Faris.
26
Bab 26. Aleta yang takut dengan kegelapan.
27
Bab 27. Kejujuran Almira.
28
Bab 28. Kekecewaan Alira terhadap Putranya.
29
Bab 29. Pelindung juga pendamping hidup.
30
Bab 30. Prewedding.
31
Bab 31. Aleta yang begitu merindukan Faris.
32
Bab 32. Pernikahan.
33
Bab 33. Kabar duka dari Bram.
34
Bab 34. Faris merasa bersalah atas kematian Bram.
35
Bab 35. Pagi hari yang indah.
36
Bab 36. Faris laki-laki yang setia.
37
Bab 37. Hari pertama ke Kampus.
38
Bab 38. Orang ke tiga.
39
Bab 39. Salah Faham.
40
Bab 40. Hancurnya Hati Aleta.
41
Bab 41. Salah Faham Yang Berlanjut.
42
Bab 42. Aleta Ingin Pergi Dari Rumah.
43
Bab 43. Rahasia Faris.
44
Bab 44. Beban Yang Di Tanggung Faris.
45
Bab 45. Rencana Yang Gagal.
46
Bab 46. Penderitaan Faris.
47
Bab 47. Janji Setia Faris.
48
Bab 48. Faris Bahagia Memiliki Aleta.
49
Bab 49. Faris Berubah Karena Aleta.
50
Bab 50. Mertua Sekaligus Pahlawan.
51
Bab 51. Masa Lalu Yang Di Ketahui Aleta.
52
Bab 52. Ketakutan Faris.
53
Bab 53. Rencana Pindah Rumah.
54
Bab 54. Fahri Sangat Mengagumi Istrinya Alira.
55
Bab 55. Keluarga Yang Hangat.
56
Bab 56. Kepanikan Faris Dan Aleta.
57
Bab 57. Keinginan Yang Tidak Sejalan.
58
Bab 58. Kelemahan Aleta.
59
Bab 59. Pencerahan Buat Aleta.
60
Bab 60. Takut Akan Karma.
61
Bab 61. Harapan Faris.
62
Bab 62. Harapan Faris.
63
Bab 63. Kegilaan Faris Di Bioskop.
64
Bab 64. Kepergian Faris.
65
Bab 65. Kekesalan Refan Terhadap Oma Rita.
66
Bab 66. Menanti Kabar.
67
Bab 67. Ketahuan.
68
Bab 68. Penderitaan Faris.
69
Bab 69. Pertempuran Yang Sangat Sengit.
70
Bab 70. Ekspresi Faris Yang Aneh.
71
Bab 71. Sosok Misterius.
72
Bab 72. Ketakutan Aleta.
73
Bab 73. Aleta Yang Terluka.
74
Bab 74. Aleta Yang Hampir Sekarat.
75
Bab 75. Kasih Sayang Luar Biasa.
76
Bab 76. Kisah Hidup Aleta Dan Reza.
77
Bab 77. Kabar Bahagia.
78
Bab 78. Tingkah Aleta Yang Aneh.
79
Bab 79. Aleta Begitu Agresif.
80
Bab 80. Kebahagiaan Aleta Memiliki Faris.
81
Bab 81. Kejutan.
82
Bab 82. Teman Lama.
83
Bab 83. Keanehan Aleta
84
Bab 84. Firasat Buruk Aleta.
85
Bab 85. Kabar Buruk.
86
Bab 86. Keyakinan Yang Goyah.
87
Bab 87. Kenyataan Yang Pahit
88
Bab 88. Duka Keluarga Faris.
89
Bab 89. Faris Panik Melihat Keadaan Melda.
90
Bab 90. Reza Yang Terlalu Cuek.
91
Bab 91. Hasrat Dalam Kesedihan.
92
Bab 92. Kejadian Yang Tidak Terduga.
93
Bab 93. Pertengkaran Reza Dan Melda.
94
Bab 94. Filing Faris Yang Begitu Tajam.
95
Bab 95. Kecurigaan Faris Yang Semakin Kuat.
96
Bab 96. Penculikan
97
Bab 97. Melda Datang Dalam Mimpi Reza.
98
Bab 98. Tugas Untuk Reza.
99
Baba 99. Wanita Yang Akan Di Jual.
100
Bab 100. Keputusan Yang Sangat Berat.
101
Bab 101. Kekejaman Karena Dendam.
102
Bab 102. Kepolosan Melda.
103
Bab 103. Perkembangan Almira.
104
Bab 104. Nama Di Balik Semua Masalah.
105
Bab 105. Kecerobohan Melda.
106
Bab 106. Keraguan Melda Terhadap Reza.
107
Bab 107. Kecelakaan Yang Di Rencanakan.
108
Bab 108. Selamat Dari Incaran Musuh.
109
Bab 109. Jiwa Monster Faris Yang Menggila.
110
110. Perhitungan Yang Sangat Baik.
111
Bab 111. Polisi Yang Di Tangkap.
112
Bab 112. Manusia Berjiwa Monster
113
Bab 113. Keadaan Fahri Dan Alira.
114
114. Melda Yang Kebingungan Di Dalam Kamar Mandi.
115
Bab 115. Reza Yang Begitu Dingin.
116
Bab 116. Rahasia Percintaan Reza.
117
117. Terpaksa harus Mengalah.
118
118. Alira dan Fahri di nyatakan Koma.
119
Bab 119. Reza Laki-Laki Idaman.
120
Bab 120. Perasaan Melda.
121
Bab 121. Aleta Yang Mampuh Meredakan Emosi Faris.
122
Bab 122. Kabar Bahagia.
123
Bab 123. Manusia Berparas Bidadari.
124
Bab 124. Kecantikan Yang Sempurna.
125
Bab 125. Cemburu Tanda Cinta.
126
Bab 126. Kemesraan Di Bawah Sinar Bulan.
127
Bab 127. Ketajaman Kata-kata Melda.
128
Bab 128. Bersatunya Keluarga Faris.
129
Bab 129. Pemberitahuan.
130
Pemberitahuan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!