Bab 11. Menghilangnya Aleta.

Faris yang masih menatap Aleta yang sedang menangis tiba-tiba teringat dengan perkataan Reza kalau Aleta selalu ingin di nyanyikan lagu di saat sedang sedih, tapi karena dia tidak suka bernyanyi akhirnya dia memilih untuk memutarkan lagu yang ada di ponselnya.

Faris memutarkan lagu yang ada di ponselnya dengan harapan Aleta akan terdiam dan mau tidur, setelah lagu di putar Faris langsung meletakan ponselnya di depan Aleta, tapi Aleta malah menjauhkan ponsel Faris dari hadapannya sambil berkata.

"Aku tidak ingin mendengarkan lagu dari ponsel. Kata Aleta tanpa menatap Faris.

"Terus mau kamu apa,,? Apa kamu mau terus menangis seperti ini,,? Tanya Faris dengan nada sedikit kesal.

"Aku ingin di nyanyikan,,! Kata Aleta.

"Aleta, kamu itu bukan anak balita yang harus di nina bobokan kalau mau tidur. Kata Faris karena sudah mulai kesal.

"Ya sudah, kalau gitu kamu pergi saja dari sini,,! Laki-laki beku kaya kamu mana bisa mengerti wanita. Ketus Aleta.

Mendengar kata-kata Aleta barusan membuat Faris jadi sangat kesal, tapi dengan sekuat tenaga dia mencoba mengendalikan dirinya karena dia tidak mau Aleta menangis terus menerus, dan membuatnya yang sudah sangat ngantuk tidak bisa untuk tidur.

"Ya sudah, aku akan nyanyika lagu untukmu. Kata Faris dengan nada suara yang sangat terpaksa.

Selain sangat tampan Faris juga memiliki suara yang sangat merdu tapi dia memang tidak suka untuk bernyanyi, tapi karena tidak ada pilihan lain akhirnya dia mau melakukan sesuatu yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya. Faris itu laki-laki yang tidak segampang itu mau mengikuti kemauan orang apalagi kemauan seorang wanita, dan Aleta adalah orang pertama yang bisa membuat Faris melakukan sesuatu yang mustahil baginya.

Dengan terpaksa akhirnya Faris mengikuti apa yang Aleta mau, selain punya suara yang merdu Faris juga pandai bermain gitar, kebetulan gitar lama yang dia simpan masih tergantung di dinding kamar itu. Tanpa menunggu lama Faris mengambil gitar itu dan memilih untuk menyanyikan lagu Anji salah satu lagu vaforitnya yang berjudul:

""KEKASIH TERHEBAT""

"Biarkan aku jadi yang terhebat

"Jadilah kamu kekasih yang kuat

"Aku manusia yang paling butuh kamu

"Membutuhkanmu

"Hatiku

"Memalingkan pandang hanya padamu

"Pada hatimu

"Jangan lelah menghadapiku

"Biarkan aku jadi yang terhebat

"Jadilah kamu kekasih yang kuat

"Genggam tanganku bernyanyi bersama

"Karena kamu kekasih terhebat

"Aku manusia yang paling butuh kamu

"Membutuhkanmu

"Jangan lelah menghadapiku

"Biarkan aku jadi yang terhebat

"Jadilah kamu kekasih yang kuat

"Genggam tanganku bernyanyi bersama

"Karena kamu kekasih terhebat

Faris bernyanyi dengan merdunya sampai membuat Aleta terkagum-kagum mendengarnya, dan tidak beberapa lama akhirnya Aleta terlelap dengan wajah yang masih sangat basah dengan air matanya.

Melihat Aleta yang sudah terlelap Faris dengan hati-hati dan penuh perhatian menghapus air mata Aleta dengan sapu tangan yang dia ambil dari dalam saku celananya. Setelah itu Faris segera melangkah menuju sofa dan memilih untuk langsung tidur karena dia sudah sangat ngantuk yang tak bisa untuk di tahan lagi.

Pukul 3:30 dini hari Aleta terbangun karena merasa sangat haus, dia melangkah menuju dapur dengan wajahnya yang menahan kantuk. Sampainya di dapur Aleta segera minum, selesai minum dia meletakan gelas yang berada di tangannya dan hendak berbalik tapi tiba-tiba dia langsung tidak sadarkan diri karena di bius.

Aleta di bius oleh dua orang laki-laki yang berpakaian serba hitam juga mengenakan ninja, mereka membawa Aleta ke sebuah rumah tua dan tidak berpenghuni yang letaknya tidak terlalu jauh dari situ.

pukul 8 pagi tepat Faris terbangun karena dia mendengar suara Alex sedang memanggil-manggil namanya sambil mengetuk pintu dengan kerasnya.

"" Tok,,, tok,,, tok,,, tok,,,""

"Ris, Ris bangun sudah jam delapan. Suara Alex dari luar kamar.

Faris yang sudah terbangun segerah turun dari sofa kemudian melangkah menuju pintu, di saat sedang melangkah dia sempat melirik ke arah tempat tidur namun dia tidak melihat keberadaan Aleta di sana.

Di saat melihat tempat tidur yang kosong Faris berfikir kalau Aleta mungkin sedang di kamar mandi atau di dapur, dia membukakan pintu dan melihat Alex sedang berdiri di depan pintu dengan dandanan yang sudah sangat rapi dan harum.

"Ada apa,,? Tanya Faris dengan suara seraknya khas orang yang baru bangun tidur.

"Jam 10 pesawatnya sudah take of. Jawab Alex.

"Ini sudah jam berapa memangnya,,? Tanya Faris lagi.

"Sekarang sudah jam 8:10 menit. Jawab Alex.

"Ya sudah aku mandi dulu. Kata Faris.

Setelah Alex pergi, Faris langsung bergegas menuju kamar mandi untuk melihat Aleta tapi dia tidak menemukan keberadaan Aleta, karena tidak menemukan Aleta akhirnya Faris memilih untuk langsung mandi.

Selesai mandi Faris segera memakai pakaian kemudian buru-buru turun ke lantai bawah, sampainya di bawah dia melihat semua teman-temannya sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan, dan Aleta tidak terlihat di situ yang membuat Faris langsung merasa sedikit bingung.

"Di mana Aleta,,? Tanya Sindi yang membuat Faris semakin bingung.

"Aku fikir dia sudah duluan turun, sejak tadi dia sudah tidak ada di kamar. Jawab Faris.

"Aku belum melihat dia sejak tadi. Jawab Maya dan Sindi bersamaan.

"Oooo, tadi pagi-pagi sekali aku melihatnya keluar dengan buru-buru sambil membawa koper. Jawab Vina dengan cepatnya.

"Apa,,? Mengapa dia melakukan itu,,? Apa kalian punya masalah Ris,,? Tanya Kelvin sambil menatap Faris yang sudah duduk di sampingnya.

"Ngga ada apa-apa, biarin saja,,! Mungkin dia ingin pulang sendiri. Jawab Faris dengan wajah datarnya karena merasa kesal dengan Aleta yang pergi secara diam-diam.

Melihat ekspresi Faris, Vina langsung tersenyum sinis karena dia merasa semua rencananya berhasil dan berjalan sesuai yang dia mau, karena Aleta di culik oleh orang suruhan Vina, dan Vina menyuruh mereka untuk menyiksa Aleta sesuka mereka, asalkan setelah itu mereka langsung menghilangkan jejaknya biar tidak ada yang mengetahuinya.

Sambil sarapan Faris memikirkan Aleta yang pergi secara tiba-tiba tanpa memberitahunya, Faris sangat kesal karena dia berfikir Aleta melakukan itu lantaran dia ingin lari dari perjodohan juga pernikahan mereka yang akan di laksanakan setelah kembali ke Jakarta.

"Dasar wanita keras kepala,,! Mengapa dia harus pergi kalau dia tidak ingin menikah denganku,,? Dia kan bisa menolaknya secara baik-baik. Gerutu Faris sambil menyantap sarapannya.

Selesai sarapan semua teman-temannya langsung bergegas menuju kamar mereka masing-masing untuk mengambil barang-barang mereka, tinggal Faris yang masih berada di meja makan karena dia belum menghabiskan sarapannya. Selesai sarapan Faris langsung berdiri sambil mengambil tisu yang ada di atas meja untuk membersihkan mulutnya.

Di saat Faris sedang membersihkan mulutnya dengan tisu yang dia ambil, tiba-tiba matanya tertuju kepada sesuatu yang ada di lantai tepatnya di bawah meja, tanpa menunggu lama Faris segera menunduk dan memungut sesuatu itu yang ternyata adalah kalung liontin Aleta yang bertuliskan nama Intan yang dulu sempat dia simpan.

Terpopuler

Comments

Siti Rodiah

Siti Rodiah

bikin penasaran aja gmn kelanjutannya, seru g ya

2023-06-20

0

Ooy Romlah

Ooy Romlah

bagus ceritanya suka banget lanjut thor

2023-06-10

0

Marsje Namangge

Marsje Namangge

vina dasar nene lampir yg sirik

2023-05-31

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Berlibur.
2 Bab 2. Kekesalan Aleta.
3 Bab 3. Rahasia yang tidak di ketahui Faris.
4 Bab 4. Nyanyian Aleta yang menyayat hati.
5 Bab 5. Kemesraan yang tidak di duga.
6 Bab 6. Kehamilan Aleta yang di ketahui oleh Faris.
7 Bab 7. Kemarahan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
8 Bab 8. Penjelasan Aleta.
9 Bab 9. Permintaan Faris yang membuat Aleta sangat kesal.
10 Bab 10. Kesedihan Aleta yang begitu dalam.
11 Bab 11. Menghilangnya Aleta.
12 Bab 12. Faris yang begitu jenius.
13 Bab 13. Kesadisan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
14 Bab 14. Vina yang ketakutan.
15 Bab 15. Vina yang ingin melarikan diri.
16 Bab 16. Hati Aleta yang begitu mulia.
17 Bab 17. Cinta bertepuk sebelah tangan.
18 Bab 18. Pertunangan yang mendadak.
19 Bab 19. Pembalasan untuk Vina.
20 Bab 20. Hilangnya nyawa Vina.
21 Bab 21. Aleta yang keras kepala.
22 Bab 22. Ungkapan perasaan Aleta.
23 Bab 23. Ungkapan perasaan Faris.
24 Bab 24. Aleta yang cemburu.
25 Bab 25. Kekecewaan Faris.
26 Bab 26. Aleta yang takut dengan kegelapan.
27 Bab 27. Kejujuran Almira.
28 Bab 28. Kekecewaan Alira terhadap Putranya.
29 Bab 29. Pelindung juga pendamping hidup.
30 Bab 30. Prewedding.
31 Bab 31. Aleta yang begitu merindukan Faris.
32 Bab 32. Pernikahan.
33 Bab 33. Kabar duka dari Bram.
34 Bab 34. Faris merasa bersalah atas kematian Bram.
35 Bab 35. Pagi hari yang indah.
36 Bab 36. Faris laki-laki yang setia.
37 Bab 37. Hari pertama ke Kampus.
38 Bab 38. Orang ke tiga.
39 Bab 39. Salah Faham.
40 Bab 40. Hancurnya Hati Aleta.
41 Bab 41. Salah Faham Yang Berlanjut.
42 Bab 42. Aleta Ingin Pergi Dari Rumah.
43 Bab 43. Rahasia Faris.
44 Bab 44. Beban Yang Di Tanggung Faris.
45 Bab 45. Rencana Yang Gagal.
46 Bab 46. Penderitaan Faris.
47 Bab 47. Janji Setia Faris.
48 Bab 48. Faris Bahagia Memiliki Aleta.
49 Bab 49. Faris Berubah Karena Aleta.
50 Bab 50. Mertua Sekaligus Pahlawan.
51 Bab 51. Masa Lalu Yang Di Ketahui Aleta.
52 Bab 52. Ketakutan Faris.
53 Bab 53. Rencana Pindah Rumah.
54 Bab 54. Fahri Sangat Mengagumi Istrinya Alira.
55 Bab 55. Keluarga Yang Hangat.
56 Bab 56. Kepanikan Faris Dan Aleta.
57 Bab 57. Keinginan Yang Tidak Sejalan.
58 Bab 58. Kelemahan Aleta.
59 Bab 59. Pencerahan Buat Aleta.
60 Bab 60. Takut Akan Karma.
61 Bab 61. Harapan Faris.
62 Bab 62. Harapan Faris.
63 Bab 63. Kegilaan Faris Di Bioskop.
64 Bab 64. Kepergian Faris.
65 Bab 65. Kekesalan Refan Terhadap Oma Rita.
66 Bab 66. Menanti Kabar.
67 Bab 67. Ketahuan.
68 Bab 68. Penderitaan Faris.
69 Bab 69. Pertempuran Yang Sangat Sengit.
70 Bab 70. Ekspresi Faris Yang Aneh.
71 Bab 71. Sosok Misterius.
72 Bab 72. Ketakutan Aleta.
73 Bab 73. Aleta Yang Terluka.
74 Bab 74. Aleta Yang Hampir Sekarat.
75 Bab 75. Kasih Sayang Luar Biasa.
76 Bab 76. Kisah Hidup Aleta Dan Reza.
77 Bab 77. Kabar Bahagia.
78 Bab 78. Tingkah Aleta Yang Aneh.
79 Bab 79. Aleta Begitu Agresif.
80 Bab 80. Kebahagiaan Aleta Memiliki Faris.
81 Bab 81. Kejutan.
82 Bab 82. Teman Lama.
83 Bab 83. Keanehan Aleta
84 Bab 84. Firasat Buruk Aleta.
85 Bab 85. Kabar Buruk.
86 Bab 86. Keyakinan Yang Goyah.
87 Bab 87. Kenyataan Yang Pahit
88 Bab 88. Duka Keluarga Faris.
89 Bab 89. Faris Panik Melihat Keadaan Melda.
90 Bab 90. Reza Yang Terlalu Cuek.
91 Bab 91. Hasrat Dalam Kesedihan.
92 Bab 92. Kejadian Yang Tidak Terduga.
93 Bab 93. Pertengkaran Reza Dan Melda.
94 Bab 94. Filing Faris Yang Begitu Tajam.
95 Bab 95. Kecurigaan Faris Yang Semakin Kuat.
96 Bab 96. Penculikan
97 Bab 97. Melda Datang Dalam Mimpi Reza.
98 Bab 98. Tugas Untuk Reza.
99 Baba 99. Wanita Yang Akan Di Jual.
100 Bab 100. Keputusan Yang Sangat Berat.
101 Bab 101. Kekejaman Karena Dendam.
102 Bab 102. Kepolosan Melda.
103 Bab 103. Perkembangan Almira.
104 Bab 104. Nama Di Balik Semua Masalah.
105 Bab 105. Kecerobohan Melda.
106 Bab 106. Keraguan Melda Terhadap Reza.
107 Bab 107. Kecelakaan Yang Di Rencanakan.
108 Bab 108. Selamat Dari Incaran Musuh.
109 Bab 109. Jiwa Monster Faris Yang Menggila.
110 110. Perhitungan Yang Sangat Baik.
111 Bab 111. Polisi Yang Di Tangkap.
112 Bab 112. Manusia Berjiwa Monster
113 Bab 113. Keadaan Fahri Dan Alira.
114 114. Melda Yang Kebingungan Di Dalam Kamar Mandi.
115 Bab 115. Reza Yang Begitu Dingin.
116 Bab 116. Rahasia Percintaan Reza.
117 117. Terpaksa harus Mengalah.
118 118. Alira dan Fahri di nyatakan Koma.
119 Bab 119. Reza Laki-Laki Idaman.
120 Bab 120. Perasaan Melda.
121 Bab 121. Aleta Yang Mampuh Meredakan Emosi Faris.
122 Bab 122. Kabar Bahagia.
123 Bab 123. Manusia Berparas Bidadari.
124 Bab 124. Kecantikan Yang Sempurna.
125 Bab 125. Cemburu Tanda Cinta.
126 Bab 126. Kemesraan Di Bawah Sinar Bulan.
127 Bab 127. Ketajaman Kata-kata Melda.
128 Bab 128. Bersatunya Keluarga Faris.
129 Bab 129. Pemberitahuan.
130 Pemberitahuan.
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Bab 1. Berlibur.
2
Bab 2. Kekesalan Aleta.
3
Bab 3. Rahasia yang tidak di ketahui Faris.
4
Bab 4. Nyanyian Aleta yang menyayat hati.
5
Bab 5. Kemesraan yang tidak di duga.
6
Bab 6. Kehamilan Aleta yang di ketahui oleh Faris.
7
Bab 7. Kemarahan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
8
Bab 8. Penjelasan Aleta.
9
Bab 9. Permintaan Faris yang membuat Aleta sangat kesal.
10
Bab 10. Kesedihan Aleta yang begitu dalam.
11
Bab 11. Menghilangnya Aleta.
12
Bab 12. Faris yang begitu jenius.
13
Bab 13. Kesadisan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
14
Bab 14. Vina yang ketakutan.
15
Bab 15. Vina yang ingin melarikan diri.
16
Bab 16. Hati Aleta yang begitu mulia.
17
Bab 17. Cinta bertepuk sebelah tangan.
18
Bab 18. Pertunangan yang mendadak.
19
Bab 19. Pembalasan untuk Vina.
20
Bab 20. Hilangnya nyawa Vina.
21
Bab 21. Aleta yang keras kepala.
22
Bab 22. Ungkapan perasaan Aleta.
23
Bab 23. Ungkapan perasaan Faris.
24
Bab 24. Aleta yang cemburu.
25
Bab 25. Kekecewaan Faris.
26
Bab 26. Aleta yang takut dengan kegelapan.
27
Bab 27. Kejujuran Almira.
28
Bab 28. Kekecewaan Alira terhadap Putranya.
29
Bab 29. Pelindung juga pendamping hidup.
30
Bab 30. Prewedding.
31
Bab 31. Aleta yang begitu merindukan Faris.
32
Bab 32. Pernikahan.
33
Bab 33. Kabar duka dari Bram.
34
Bab 34. Faris merasa bersalah atas kematian Bram.
35
Bab 35. Pagi hari yang indah.
36
Bab 36. Faris laki-laki yang setia.
37
Bab 37. Hari pertama ke Kampus.
38
Bab 38. Orang ke tiga.
39
Bab 39. Salah Faham.
40
Bab 40. Hancurnya Hati Aleta.
41
Bab 41. Salah Faham Yang Berlanjut.
42
Bab 42. Aleta Ingin Pergi Dari Rumah.
43
Bab 43. Rahasia Faris.
44
Bab 44. Beban Yang Di Tanggung Faris.
45
Bab 45. Rencana Yang Gagal.
46
Bab 46. Penderitaan Faris.
47
Bab 47. Janji Setia Faris.
48
Bab 48. Faris Bahagia Memiliki Aleta.
49
Bab 49. Faris Berubah Karena Aleta.
50
Bab 50. Mertua Sekaligus Pahlawan.
51
Bab 51. Masa Lalu Yang Di Ketahui Aleta.
52
Bab 52. Ketakutan Faris.
53
Bab 53. Rencana Pindah Rumah.
54
Bab 54. Fahri Sangat Mengagumi Istrinya Alira.
55
Bab 55. Keluarga Yang Hangat.
56
Bab 56. Kepanikan Faris Dan Aleta.
57
Bab 57. Keinginan Yang Tidak Sejalan.
58
Bab 58. Kelemahan Aleta.
59
Bab 59. Pencerahan Buat Aleta.
60
Bab 60. Takut Akan Karma.
61
Bab 61. Harapan Faris.
62
Bab 62. Harapan Faris.
63
Bab 63. Kegilaan Faris Di Bioskop.
64
Bab 64. Kepergian Faris.
65
Bab 65. Kekesalan Refan Terhadap Oma Rita.
66
Bab 66. Menanti Kabar.
67
Bab 67. Ketahuan.
68
Bab 68. Penderitaan Faris.
69
Bab 69. Pertempuran Yang Sangat Sengit.
70
Bab 70. Ekspresi Faris Yang Aneh.
71
Bab 71. Sosok Misterius.
72
Bab 72. Ketakutan Aleta.
73
Bab 73. Aleta Yang Terluka.
74
Bab 74. Aleta Yang Hampir Sekarat.
75
Bab 75. Kasih Sayang Luar Biasa.
76
Bab 76. Kisah Hidup Aleta Dan Reza.
77
Bab 77. Kabar Bahagia.
78
Bab 78. Tingkah Aleta Yang Aneh.
79
Bab 79. Aleta Begitu Agresif.
80
Bab 80. Kebahagiaan Aleta Memiliki Faris.
81
Bab 81. Kejutan.
82
Bab 82. Teman Lama.
83
Bab 83. Keanehan Aleta
84
Bab 84. Firasat Buruk Aleta.
85
Bab 85. Kabar Buruk.
86
Bab 86. Keyakinan Yang Goyah.
87
Bab 87. Kenyataan Yang Pahit
88
Bab 88. Duka Keluarga Faris.
89
Bab 89. Faris Panik Melihat Keadaan Melda.
90
Bab 90. Reza Yang Terlalu Cuek.
91
Bab 91. Hasrat Dalam Kesedihan.
92
Bab 92. Kejadian Yang Tidak Terduga.
93
Bab 93. Pertengkaran Reza Dan Melda.
94
Bab 94. Filing Faris Yang Begitu Tajam.
95
Bab 95. Kecurigaan Faris Yang Semakin Kuat.
96
Bab 96. Penculikan
97
Bab 97. Melda Datang Dalam Mimpi Reza.
98
Bab 98. Tugas Untuk Reza.
99
Baba 99. Wanita Yang Akan Di Jual.
100
Bab 100. Keputusan Yang Sangat Berat.
101
Bab 101. Kekejaman Karena Dendam.
102
Bab 102. Kepolosan Melda.
103
Bab 103. Perkembangan Almira.
104
Bab 104. Nama Di Balik Semua Masalah.
105
Bab 105. Kecerobohan Melda.
106
Bab 106. Keraguan Melda Terhadap Reza.
107
Bab 107. Kecelakaan Yang Di Rencanakan.
108
Bab 108. Selamat Dari Incaran Musuh.
109
Bab 109. Jiwa Monster Faris Yang Menggila.
110
110. Perhitungan Yang Sangat Baik.
111
Bab 111. Polisi Yang Di Tangkap.
112
Bab 112. Manusia Berjiwa Monster
113
Bab 113. Keadaan Fahri Dan Alira.
114
114. Melda Yang Kebingungan Di Dalam Kamar Mandi.
115
Bab 115. Reza Yang Begitu Dingin.
116
Bab 116. Rahasia Percintaan Reza.
117
117. Terpaksa harus Mengalah.
118
118. Alira dan Fahri di nyatakan Koma.
119
Bab 119. Reza Laki-Laki Idaman.
120
Bab 120. Perasaan Melda.
121
Bab 121. Aleta Yang Mampuh Meredakan Emosi Faris.
122
Bab 122. Kabar Bahagia.
123
Bab 123. Manusia Berparas Bidadari.
124
Bab 124. Kecantikan Yang Sempurna.
125
Bab 125. Cemburu Tanda Cinta.
126
Bab 126. Kemesraan Di Bawah Sinar Bulan.
127
Bab 127. Ketajaman Kata-kata Melda.
128
Bab 128. Bersatunya Keluarga Faris.
129
Bab 129. Pemberitahuan.
130
Pemberitahuan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!