Bab 2. Kekesalan Aleta.

Aleta menundukan wajahnya sambil menghapus air mata yang sudah mengalir membasahi wajah cantiknya itu. Dia tambah sakit hati dan malu karena teman-teman Faris tidak henti-hentinya mengejek Faris.

"Ris, tahan-tahan dulu,,! Ini masih di dalam pesawat. Kata Bram mengejek kemudian mereka tertawa.

"Hahahahahaha.

Sedangkan Faris yang sedang membaca koran di samping Aleta hanya bersikap tenang dan santai, seperti orang tidak berdosa. Dia tidak menyadari kalau Aleta yang sedang duduk di sampingnya itu sudah menangis karena perbuatannya.

"Ini minuman kamu,,! Kata Faris sambil menyodorkan satu botol Air Mineral ke arah Aleta, sambil tetap fokus membaca koran.

Tanpa menjawab apa-apa, Aleta mendorong tangan Faris sedikit kasar sehingga membuat Faris langsung menatapnya dengan tatapan bingung. Dan dia semakin bingung lagi, di saat melihat wajah Aleta sudah di penuhi air mata yang keluar tanpa henti.

"Kamu kenapa,,? Bisik Faris di kuping Aleta tapi tidak di hiraukan oleh Aleta.

"Aleta ada apaaa,,? Tanya Faris lagi dengan nada yang sudah kesal tapi tidak di dengar yang lain, karena Faris bertanya dengan cara berbisik.

Aleta tetap tidak menjawab pertanyaan Faris, karena tidak di jawab, akhirnya Faris memilih untuk kembali membaca koran di tangannya tanpa memperdulikan Aleta yang yang masih terus menangis.

Setelah beberapa menit, Aleta yang sudah merasa lebih tenang memilih untuk tidur dengan menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi, sedangkan Faris yang berada di sampingnya tidak menengok ataupun melirik dia sama sekali.

Faris memilih untuk tidak memperdulikan Aleta, tapi di dalam hatinya dia sangat penasaran dengan Aleta yang tiba tiba menangis. Karena merasa Aleta sudah terlelap, dia langsung berbalik menatap Aleta sambil berbicara dalam hatinya.

"Ada apa dengannya,,? Apa dia punya masalah,,? Tanya Faris dalam hati.

Selain tampan dan Kaya, Faris adalah laki-laki yang mempunyai kecerdasan luar biasa, tapi dia sangat tidak peka dengan wanita dan itulah yang menjadi kekurangannya.

Jangankan Aleta yang berstatus orang lain, Mama Alira dan Almira adik satu-satunya itu saja, dia tidak peka dan tidak mengerti apa yang mereka mau kalau mereka tidak memberitahukan dia. Tapi walaupun seperti itu, dia tetap super hero bagi keluarganya.

Setelah tiba di Bali mereka langsung bergegas ke vila Faris yang letaknya tidak terlalu jauh dari pantai, sebenarnya Faris memiliki beberapa buah vila juga hotel berbintang dan apartemen di Bali, tapi dia memilih vila itu karena mengikuti keinginan teman-temannya yang mau menginap di dekat pantai.

Vila itu di jaga oleh Pak Maman orang kepercayaan Faris bersama istrinya. Rumah Pak Maman bersebelahan dengan vila Faris, dan mereka yang menjaga juga mengurus vila mewah itu selama ini.

Sampainya di vila mereka di sambut dengan jamuan yang lengkap oleh Pak Maman juga istrinya, karena Faris sudah mengabari mereka saat masih di Jakarta. Selain jamuan, mereka juga sudah di siapkan kamar masing-masing oleh pak Maman.

Vila Faris yang mewah itu terdapat tiga lantai, lantai pertama ada ruang tamu dan tiga kamar tidur juga dapur, lantai dua juga ada satu kamar tidur, mini bar, juga tempat karoke, sedangkan lantai tiga, terdapat kolam renang yang luas, tempat bersantai dan ruang olah raga.

Kelvin, Alex dan Bram bersama pasangan mereka di antar oleh Pak Maman ke kamar mereka masing-masing yang terletak di lantai satu, sedangkan Faris dia memilih kamar yang ada di lantai dua bersama Aleta. Karena kamar itu adalah kamar pribadinya yang tidak bisa di tempati orang lain.

"Pak, tolong antar teman-temanku ke kamar mereka,,! Kata Faris setelah mereka semua selesai menikmati hidangan yang di siapkan oleh istri Pak Maman tadi.

"Baik Tuan,,! Jawab Pak Maman penuh hormat dan langsung mengajak teman-teman Faris ke kamar masing-masing.

Vina yang sudah melangkah bersama Bram dan teman-temannya yang lain, masih sempat melirik Faris tapi Faris tidak memperdulikannya sama sekali. Vina tambah tergila gila dan ingin memiliki Faris setelah dia melihat dan mengetahui aset aset Faris yang sangat mewah seperti vila yang sedang mereka tempati itu.

Sedangkan Aleta yang dari tadi berdiri di depan jendela menatap keindahan pantai, hanya terdiam tanpa memperdulikan yang lainnya. Dia tidak ingin berlama-lama di samping Faris karena dia masih sangat kesal dan murka di saat melihat wajahnya.

"Ayo kita ke atas,,! Ajak Faris setelah berada di belakang Aleta.

"Buat apa ke atas,,? Tanya Aleta dengan nada kesalnya tanpa menatap Faris.

"Ya buat taruh barang-barang kita,,! Jawab Faris santai.

"Lagian ini sudah jam lima sore, apa kamu tidak mau mandi,,? Tambah Faris.

Dan belum sempat Aleta menjawab, Faris sudah menarik tangannya menuju tangga, karena dia melihat bayangan Vina yang sedang berjalan ke arah mereka dari kaca jendela yang berada di depan.

Di saat mereka sudah menaiki tangga, Aleta sedikit melawan dengan menghentikan langkahnya dan hendak menarik tangannya, tapi dengan segera Faris langsung mempererat cengkramannya di tangan Aleta sambil berkata.

"Apa kamu ingin di gendong,,? Kalau kaya gitu sini aku gendong,,! Kata Faris sedikit keras dan di dengar oleh Vina.

Faris memang sengaja membuat Vina mendengarnya, dan Vina yang mendengar perkataan Faris itu langsung berbalik kemudian kembali melangkah ke arah kamarnya dengan tampang yang tidak bisa di artikan.

Setelah Vina pergi Faris kembali menarik tangan Aleta, dan Aleta yang merasa terancam hanya melangkah mengikuti Faris dengan wajah yang sudah sangat merah karena menahan emosi.

Faris menghindar dari Vina karena selain dia tidak suka dengan wanita seperti itu, dia juga tidak mau persahabatan dia dan Bram hancur hanya karena satu wanita. Apalagi menurut Faris Bram sepertinya tidak mengetahui sifat buruk pacarnya itu, sambil melangkah Faris memikirkan semuanya.

"Lepaskan aku brengseeek,,! Teriak Aleta setelah mereka berada di lantai dua dan membuat Faris langsung kaget.

"Aku tidak ingin tidur sekamar sama kamu,,! Kamu fikir aku ini wanita apaan,,? Yang selalu kamu perlakukan sesuka hatimu. Tambah Aleta dengan nada yang sedikit naik dan mata yang sudah berkaca-kaca lantaran sakit hati terhadap Faris.

"Ada apa sebenarnya denganmu,,? Tanya Faris dengan tampang kebingungan.

"Apa,,? Ada apa denganku,,? Bisa-bisanya kamu bertanya seperti itu,,! Kamu memperlakukanku seperti wanita yang tidak punya harga diri, kamu melakukan semua yang kamu inginkan tanpa memikirkan perasaanku,,! Hiks,,, hiks,, hiks,, aku benci bangat sama kamu,,! Hiks,,,hiks,,,hiks. Aleta berkata panjang lebar sambil menangis.

"Kamu bersandiwara di depan teman-temanmu kalau aku ini kekasihmu, kamu anggap apa akuu,,? Mainan kamu,,? Kamu telah menghancurkan masa depanku dan jadikan aku korban kebiadapanmuu,,! Hiks,, hiks,, hiks. Aleta kembali menangis sambil mengeluarkan semua yang dia rasakan.

"Aletaa,,! Aku tidak bermaksud seperti itu, dengarkan dulu penjelasanku,,! Kata Faris sambil menatap Aleta yang sedang menangis sambil menutup wajahnya dengan kedua belah tangnnya.

"Percuma penjelasanmu, kamu mau menjelaskan seperti apapun aku tetap tidak perduli. Karena penjahat tetap penjahat. Kata Aleta dan langsung membuang muka dari Faris.

Terpopuler

Comments

mama yuhu

mama yuhu

sama dengan bapakmu 🤭sama sama kurang peka

2023-04-27

1

Nurma sari Sari

Nurma sari Sari

lanjut mudah2n ceritanya bagus dan gk membosankan, lanjut...💪

2023-04-05

0

D_

D_

it's useless

2023-03-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Berlibur.
2 Bab 2. Kekesalan Aleta.
3 Bab 3. Rahasia yang tidak di ketahui Faris.
4 Bab 4. Nyanyian Aleta yang menyayat hati.
5 Bab 5. Kemesraan yang tidak di duga.
6 Bab 6. Kehamilan Aleta yang di ketahui oleh Faris.
7 Bab 7. Kemarahan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
8 Bab 8. Penjelasan Aleta.
9 Bab 9. Permintaan Faris yang membuat Aleta sangat kesal.
10 Bab 10. Kesedihan Aleta yang begitu dalam.
11 Bab 11. Menghilangnya Aleta.
12 Bab 12. Faris yang begitu jenius.
13 Bab 13. Kesadisan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
14 Bab 14. Vina yang ketakutan.
15 Bab 15. Vina yang ingin melarikan diri.
16 Bab 16. Hati Aleta yang begitu mulia.
17 Bab 17. Cinta bertepuk sebelah tangan.
18 Bab 18. Pertunangan yang mendadak.
19 Bab 19. Pembalasan untuk Vina.
20 Bab 20. Hilangnya nyawa Vina.
21 Bab 21. Aleta yang keras kepala.
22 Bab 22. Ungkapan perasaan Aleta.
23 Bab 23. Ungkapan perasaan Faris.
24 Bab 24. Aleta yang cemburu.
25 Bab 25. Kekecewaan Faris.
26 Bab 26. Aleta yang takut dengan kegelapan.
27 Bab 27. Kejujuran Almira.
28 Bab 28. Kekecewaan Alira terhadap Putranya.
29 Bab 29. Pelindung juga pendamping hidup.
30 Bab 30. Prewedding.
31 Bab 31. Aleta yang begitu merindukan Faris.
32 Bab 32. Pernikahan.
33 Bab 33. Kabar duka dari Bram.
34 Bab 34. Faris merasa bersalah atas kematian Bram.
35 Bab 35. Pagi hari yang indah.
36 Bab 36. Faris laki-laki yang setia.
37 Bab 37. Hari pertama ke Kampus.
38 Bab 38. Orang ke tiga.
39 Bab 39. Salah Faham.
40 Bab 40. Hancurnya Hati Aleta.
41 Bab 41. Salah Faham Yang Berlanjut.
42 Bab 42. Aleta Ingin Pergi Dari Rumah.
43 Bab 43. Rahasia Faris.
44 Bab 44. Beban Yang Di Tanggung Faris.
45 Bab 45. Rencana Yang Gagal.
46 Bab 46. Penderitaan Faris.
47 Bab 47. Janji Setia Faris.
48 Bab 48. Faris Bahagia Memiliki Aleta.
49 Bab 49. Faris Berubah Karena Aleta.
50 Bab 50. Mertua Sekaligus Pahlawan.
51 Bab 51. Masa Lalu Yang Di Ketahui Aleta.
52 Bab 52. Ketakutan Faris.
53 Bab 53. Rencana Pindah Rumah.
54 Bab 54. Fahri Sangat Mengagumi Istrinya Alira.
55 Bab 55. Keluarga Yang Hangat.
56 Bab 56. Kepanikan Faris Dan Aleta.
57 Bab 57. Keinginan Yang Tidak Sejalan.
58 Bab 58. Kelemahan Aleta.
59 Bab 59. Pencerahan Buat Aleta.
60 Bab 60. Takut Akan Karma.
61 Bab 61. Harapan Faris.
62 Bab 62. Harapan Faris.
63 Bab 63. Kegilaan Faris Di Bioskop.
64 Bab 64. Kepergian Faris.
65 Bab 65. Kekesalan Refan Terhadap Oma Rita.
66 Bab 66. Menanti Kabar.
67 Bab 67. Ketahuan.
68 Bab 68. Penderitaan Faris.
69 Bab 69. Pertempuran Yang Sangat Sengit.
70 Bab 70. Ekspresi Faris Yang Aneh.
71 Bab 71. Sosok Misterius.
72 Bab 72. Ketakutan Aleta.
73 Bab 73. Aleta Yang Terluka.
74 Bab 74. Aleta Yang Hampir Sekarat.
75 Bab 75. Kasih Sayang Luar Biasa.
76 Bab 76. Kisah Hidup Aleta Dan Reza.
77 Bab 77. Kabar Bahagia.
78 Bab 78. Tingkah Aleta Yang Aneh.
79 Bab 79. Aleta Begitu Agresif.
80 Bab 80. Kebahagiaan Aleta Memiliki Faris.
81 Bab 81. Kejutan.
82 Bab 82. Teman Lama.
83 Bab 83. Keanehan Aleta
84 Bab 84. Firasat Buruk Aleta.
85 Bab 85. Kabar Buruk.
86 Bab 86. Keyakinan Yang Goyah.
87 Bab 87. Kenyataan Yang Pahit
88 Bab 88. Duka Keluarga Faris.
89 Bab 89. Faris Panik Melihat Keadaan Melda.
90 Bab 90. Reza Yang Terlalu Cuek.
91 Bab 91. Hasrat Dalam Kesedihan.
92 Bab 92. Kejadian Yang Tidak Terduga.
93 Bab 93. Pertengkaran Reza Dan Melda.
94 Bab 94. Filing Faris Yang Begitu Tajam.
95 Bab 95. Kecurigaan Faris Yang Semakin Kuat.
96 Bab 96. Penculikan
97 Bab 97. Melda Datang Dalam Mimpi Reza.
98 Bab 98. Tugas Untuk Reza.
99 Baba 99. Wanita Yang Akan Di Jual.
100 Bab 100. Keputusan Yang Sangat Berat.
101 Bab 101. Kekejaman Karena Dendam.
102 Bab 102. Kepolosan Melda.
103 Bab 103. Perkembangan Almira.
104 Bab 104. Nama Di Balik Semua Masalah.
105 Bab 105. Kecerobohan Melda.
106 Bab 106. Keraguan Melda Terhadap Reza.
107 Bab 107. Kecelakaan Yang Di Rencanakan.
108 Bab 108. Selamat Dari Incaran Musuh.
109 Bab 109. Jiwa Monster Faris Yang Menggila.
110 110. Perhitungan Yang Sangat Baik.
111 Bab 111. Polisi Yang Di Tangkap.
112 Bab 112. Manusia Berjiwa Monster
113 Bab 113. Keadaan Fahri Dan Alira.
114 114. Melda Yang Kebingungan Di Dalam Kamar Mandi.
115 Bab 115. Reza Yang Begitu Dingin.
116 Bab 116. Rahasia Percintaan Reza.
117 117. Terpaksa harus Mengalah.
118 118. Alira dan Fahri di nyatakan Koma.
119 Bab 119. Reza Laki-Laki Idaman.
120 Bab 120. Perasaan Melda.
121 Bab 121. Aleta Yang Mampuh Meredakan Emosi Faris.
122 Bab 122. Kabar Bahagia.
123 Bab 123. Manusia Berparas Bidadari.
124 Bab 124. Kecantikan Yang Sempurna.
125 Bab 125. Cemburu Tanda Cinta.
126 Bab 126. Kemesraan Di Bawah Sinar Bulan.
127 Bab 127. Ketajaman Kata-kata Melda.
128 Bab 128. Bersatunya Keluarga Faris.
129 Bab 129. Pemberitahuan.
130 Pemberitahuan.
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Bab 1. Berlibur.
2
Bab 2. Kekesalan Aleta.
3
Bab 3. Rahasia yang tidak di ketahui Faris.
4
Bab 4. Nyanyian Aleta yang menyayat hati.
5
Bab 5. Kemesraan yang tidak di duga.
6
Bab 6. Kehamilan Aleta yang di ketahui oleh Faris.
7
Bab 7. Kemarahan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
8
Bab 8. Penjelasan Aleta.
9
Bab 9. Permintaan Faris yang membuat Aleta sangat kesal.
10
Bab 10. Kesedihan Aleta yang begitu dalam.
11
Bab 11. Menghilangnya Aleta.
12
Bab 12. Faris yang begitu jenius.
13
Bab 13. Kesadisan Faris yang membuat Aleta ketakutan.
14
Bab 14. Vina yang ketakutan.
15
Bab 15. Vina yang ingin melarikan diri.
16
Bab 16. Hati Aleta yang begitu mulia.
17
Bab 17. Cinta bertepuk sebelah tangan.
18
Bab 18. Pertunangan yang mendadak.
19
Bab 19. Pembalasan untuk Vina.
20
Bab 20. Hilangnya nyawa Vina.
21
Bab 21. Aleta yang keras kepala.
22
Bab 22. Ungkapan perasaan Aleta.
23
Bab 23. Ungkapan perasaan Faris.
24
Bab 24. Aleta yang cemburu.
25
Bab 25. Kekecewaan Faris.
26
Bab 26. Aleta yang takut dengan kegelapan.
27
Bab 27. Kejujuran Almira.
28
Bab 28. Kekecewaan Alira terhadap Putranya.
29
Bab 29. Pelindung juga pendamping hidup.
30
Bab 30. Prewedding.
31
Bab 31. Aleta yang begitu merindukan Faris.
32
Bab 32. Pernikahan.
33
Bab 33. Kabar duka dari Bram.
34
Bab 34. Faris merasa bersalah atas kematian Bram.
35
Bab 35. Pagi hari yang indah.
36
Bab 36. Faris laki-laki yang setia.
37
Bab 37. Hari pertama ke Kampus.
38
Bab 38. Orang ke tiga.
39
Bab 39. Salah Faham.
40
Bab 40. Hancurnya Hati Aleta.
41
Bab 41. Salah Faham Yang Berlanjut.
42
Bab 42. Aleta Ingin Pergi Dari Rumah.
43
Bab 43. Rahasia Faris.
44
Bab 44. Beban Yang Di Tanggung Faris.
45
Bab 45. Rencana Yang Gagal.
46
Bab 46. Penderitaan Faris.
47
Bab 47. Janji Setia Faris.
48
Bab 48. Faris Bahagia Memiliki Aleta.
49
Bab 49. Faris Berubah Karena Aleta.
50
Bab 50. Mertua Sekaligus Pahlawan.
51
Bab 51. Masa Lalu Yang Di Ketahui Aleta.
52
Bab 52. Ketakutan Faris.
53
Bab 53. Rencana Pindah Rumah.
54
Bab 54. Fahri Sangat Mengagumi Istrinya Alira.
55
Bab 55. Keluarga Yang Hangat.
56
Bab 56. Kepanikan Faris Dan Aleta.
57
Bab 57. Keinginan Yang Tidak Sejalan.
58
Bab 58. Kelemahan Aleta.
59
Bab 59. Pencerahan Buat Aleta.
60
Bab 60. Takut Akan Karma.
61
Bab 61. Harapan Faris.
62
Bab 62. Harapan Faris.
63
Bab 63. Kegilaan Faris Di Bioskop.
64
Bab 64. Kepergian Faris.
65
Bab 65. Kekesalan Refan Terhadap Oma Rita.
66
Bab 66. Menanti Kabar.
67
Bab 67. Ketahuan.
68
Bab 68. Penderitaan Faris.
69
Bab 69. Pertempuran Yang Sangat Sengit.
70
Bab 70. Ekspresi Faris Yang Aneh.
71
Bab 71. Sosok Misterius.
72
Bab 72. Ketakutan Aleta.
73
Bab 73. Aleta Yang Terluka.
74
Bab 74. Aleta Yang Hampir Sekarat.
75
Bab 75. Kasih Sayang Luar Biasa.
76
Bab 76. Kisah Hidup Aleta Dan Reza.
77
Bab 77. Kabar Bahagia.
78
Bab 78. Tingkah Aleta Yang Aneh.
79
Bab 79. Aleta Begitu Agresif.
80
Bab 80. Kebahagiaan Aleta Memiliki Faris.
81
Bab 81. Kejutan.
82
Bab 82. Teman Lama.
83
Bab 83. Keanehan Aleta
84
Bab 84. Firasat Buruk Aleta.
85
Bab 85. Kabar Buruk.
86
Bab 86. Keyakinan Yang Goyah.
87
Bab 87. Kenyataan Yang Pahit
88
Bab 88. Duka Keluarga Faris.
89
Bab 89. Faris Panik Melihat Keadaan Melda.
90
Bab 90. Reza Yang Terlalu Cuek.
91
Bab 91. Hasrat Dalam Kesedihan.
92
Bab 92. Kejadian Yang Tidak Terduga.
93
Bab 93. Pertengkaran Reza Dan Melda.
94
Bab 94. Filing Faris Yang Begitu Tajam.
95
Bab 95. Kecurigaan Faris Yang Semakin Kuat.
96
Bab 96. Penculikan
97
Bab 97. Melda Datang Dalam Mimpi Reza.
98
Bab 98. Tugas Untuk Reza.
99
Baba 99. Wanita Yang Akan Di Jual.
100
Bab 100. Keputusan Yang Sangat Berat.
101
Bab 101. Kekejaman Karena Dendam.
102
Bab 102. Kepolosan Melda.
103
Bab 103. Perkembangan Almira.
104
Bab 104. Nama Di Balik Semua Masalah.
105
Bab 105. Kecerobohan Melda.
106
Bab 106. Keraguan Melda Terhadap Reza.
107
Bab 107. Kecelakaan Yang Di Rencanakan.
108
Bab 108. Selamat Dari Incaran Musuh.
109
Bab 109. Jiwa Monster Faris Yang Menggila.
110
110. Perhitungan Yang Sangat Baik.
111
Bab 111. Polisi Yang Di Tangkap.
112
Bab 112. Manusia Berjiwa Monster
113
Bab 113. Keadaan Fahri Dan Alira.
114
114. Melda Yang Kebingungan Di Dalam Kamar Mandi.
115
Bab 115. Reza Yang Begitu Dingin.
116
Bab 116. Rahasia Percintaan Reza.
117
117. Terpaksa harus Mengalah.
118
118. Alira dan Fahri di nyatakan Koma.
119
Bab 119. Reza Laki-Laki Idaman.
120
Bab 120. Perasaan Melda.
121
Bab 121. Aleta Yang Mampuh Meredakan Emosi Faris.
122
Bab 122. Kabar Bahagia.
123
Bab 123. Manusia Berparas Bidadari.
124
Bab 124. Kecantikan Yang Sempurna.
125
Bab 125. Cemburu Tanda Cinta.
126
Bab 126. Kemesraan Di Bawah Sinar Bulan.
127
Bab 127. Ketajaman Kata-kata Melda.
128
Bab 128. Bersatunya Keluarga Faris.
129
Bab 129. Pemberitahuan.
130
Pemberitahuan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!