Aleta menundukan wajahnya sambil menghapus air mata yang sudah mengalir membasahi wajah cantiknya itu. Dia tambah sakit hati dan malu karena teman-teman Faris tidak henti-hentinya mengejek Faris.
"Ris, tahan-tahan dulu,,! Ini masih di dalam pesawat. Kata Bram mengejek kemudian mereka tertawa.
"Hahahahahaha.
Sedangkan Faris yang sedang membaca koran di samping Aleta hanya bersikap tenang dan santai, seperti orang tidak berdosa. Dia tidak menyadari kalau Aleta yang sedang duduk di sampingnya itu sudah menangis karena perbuatannya.
"Ini minuman kamu,,! Kata Faris sambil menyodorkan satu botol Air Mineral ke arah Aleta, sambil tetap fokus membaca koran.
Tanpa menjawab apa-apa, Aleta mendorong tangan Faris sedikit kasar sehingga membuat Faris langsung menatapnya dengan tatapan bingung. Dan dia semakin bingung lagi, di saat melihat wajah Aleta sudah di penuhi air mata yang keluar tanpa henti.
"Kamu kenapa,,? Bisik Faris di kuping Aleta tapi tidak di hiraukan oleh Aleta.
"Aleta ada apaaa,,? Tanya Faris lagi dengan nada yang sudah kesal tapi tidak di dengar yang lain, karena Faris bertanya dengan cara berbisik.
Aleta tetap tidak menjawab pertanyaan Faris, karena tidak di jawab, akhirnya Faris memilih untuk kembali membaca koran di tangannya tanpa memperdulikan Aleta yang yang masih terus menangis.
Setelah beberapa menit, Aleta yang sudah merasa lebih tenang memilih untuk tidur dengan menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi, sedangkan Faris yang berada di sampingnya tidak menengok ataupun melirik dia sama sekali.
Faris memilih untuk tidak memperdulikan Aleta, tapi di dalam hatinya dia sangat penasaran dengan Aleta yang tiba tiba menangis. Karena merasa Aleta sudah terlelap, dia langsung berbalik menatap Aleta sambil berbicara dalam hatinya.
"Ada apa dengannya,,? Apa dia punya masalah,,? Tanya Faris dalam hati.
Selain tampan dan Kaya, Faris adalah laki-laki yang mempunyai kecerdasan luar biasa, tapi dia sangat tidak peka dengan wanita dan itulah yang menjadi kekurangannya.
Jangankan Aleta yang berstatus orang lain, Mama Alira dan Almira adik satu-satunya itu saja, dia tidak peka dan tidak mengerti apa yang mereka mau kalau mereka tidak memberitahukan dia. Tapi walaupun seperti itu, dia tetap super hero bagi keluarganya.
Setelah tiba di Bali mereka langsung bergegas ke vila Faris yang letaknya tidak terlalu jauh dari pantai, sebenarnya Faris memiliki beberapa buah vila juga hotel berbintang dan apartemen di Bali, tapi dia memilih vila itu karena mengikuti keinginan teman-temannya yang mau menginap di dekat pantai.
Vila itu di jaga oleh Pak Maman orang kepercayaan Faris bersama istrinya. Rumah Pak Maman bersebelahan dengan vila Faris, dan mereka yang menjaga juga mengurus vila mewah itu selama ini.
Sampainya di vila mereka di sambut dengan jamuan yang lengkap oleh Pak Maman juga istrinya, karena Faris sudah mengabari mereka saat masih di Jakarta. Selain jamuan, mereka juga sudah di siapkan kamar masing-masing oleh pak Maman.
Vila Faris yang mewah itu terdapat tiga lantai, lantai pertama ada ruang tamu dan tiga kamar tidur juga dapur, lantai dua juga ada satu kamar tidur, mini bar, juga tempat karoke, sedangkan lantai tiga, terdapat kolam renang yang luas, tempat bersantai dan ruang olah raga.
Kelvin, Alex dan Bram bersama pasangan mereka di antar oleh Pak Maman ke kamar mereka masing-masing yang terletak di lantai satu, sedangkan Faris dia memilih kamar yang ada di lantai dua bersama Aleta. Karena kamar itu adalah kamar pribadinya yang tidak bisa di tempati orang lain.
"Pak, tolong antar teman-temanku ke kamar mereka,,! Kata Faris setelah mereka semua selesai menikmati hidangan yang di siapkan oleh istri Pak Maman tadi.
"Baik Tuan,,! Jawab Pak Maman penuh hormat dan langsung mengajak teman-teman Faris ke kamar masing-masing.
Vina yang sudah melangkah bersama Bram dan teman-temannya yang lain, masih sempat melirik Faris tapi Faris tidak memperdulikannya sama sekali. Vina tambah tergila gila dan ingin memiliki Faris setelah dia melihat dan mengetahui aset aset Faris yang sangat mewah seperti vila yang sedang mereka tempati itu.
Sedangkan Aleta yang dari tadi berdiri di depan jendela menatap keindahan pantai, hanya terdiam tanpa memperdulikan yang lainnya. Dia tidak ingin berlama-lama di samping Faris karena dia masih sangat kesal dan murka di saat melihat wajahnya.
"Ayo kita ke atas,,! Ajak Faris setelah berada di belakang Aleta.
"Buat apa ke atas,,? Tanya Aleta dengan nada kesalnya tanpa menatap Faris.
"Ya buat taruh barang-barang kita,,! Jawab Faris santai.
"Lagian ini sudah jam lima sore, apa kamu tidak mau mandi,,? Tambah Faris.
Dan belum sempat Aleta menjawab, Faris sudah menarik tangannya menuju tangga, karena dia melihat bayangan Vina yang sedang berjalan ke arah mereka dari kaca jendela yang berada di depan.
Di saat mereka sudah menaiki tangga, Aleta sedikit melawan dengan menghentikan langkahnya dan hendak menarik tangannya, tapi dengan segera Faris langsung mempererat cengkramannya di tangan Aleta sambil berkata.
"Apa kamu ingin di gendong,,? Kalau kaya gitu sini aku gendong,,! Kata Faris sedikit keras dan di dengar oleh Vina.
Faris memang sengaja membuat Vina mendengarnya, dan Vina yang mendengar perkataan Faris itu langsung berbalik kemudian kembali melangkah ke arah kamarnya dengan tampang yang tidak bisa di artikan.
Setelah Vina pergi Faris kembali menarik tangan Aleta, dan Aleta yang merasa terancam hanya melangkah mengikuti Faris dengan wajah yang sudah sangat merah karena menahan emosi.
Faris menghindar dari Vina karena selain dia tidak suka dengan wanita seperti itu, dia juga tidak mau persahabatan dia dan Bram hancur hanya karena satu wanita. Apalagi menurut Faris Bram sepertinya tidak mengetahui sifat buruk pacarnya itu, sambil melangkah Faris memikirkan semuanya.
"Lepaskan aku brengseeek,,! Teriak Aleta setelah mereka berada di lantai dua dan membuat Faris langsung kaget.
"Aku tidak ingin tidur sekamar sama kamu,,! Kamu fikir aku ini wanita apaan,,? Yang selalu kamu perlakukan sesuka hatimu. Tambah Aleta dengan nada yang sedikit naik dan mata yang sudah berkaca-kaca lantaran sakit hati terhadap Faris.
"Ada apa sebenarnya denganmu,,? Tanya Faris dengan tampang kebingungan.
"Apa,,? Ada apa denganku,,? Bisa-bisanya kamu bertanya seperti itu,,! Kamu memperlakukanku seperti wanita yang tidak punya harga diri, kamu melakukan semua yang kamu inginkan tanpa memikirkan perasaanku,,! Hiks,,, hiks,, hiks,, aku benci bangat sama kamu,,! Hiks,,,hiks,,,hiks. Aleta berkata panjang lebar sambil menangis.
"Kamu bersandiwara di depan teman-temanmu kalau aku ini kekasihmu, kamu anggap apa akuu,,? Mainan kamu,,? Kamu telah menghancurkan masa depanku dan jadikan aku korban kebiadapanmuu,,! Hiks,, hiks,, hiks. Aleta kembali menangis sambil mengeluarkan semua yang dia rasakan.
"Aletaa,,! Aku tidak bermaksud seperti itu, dengarkan dulu penjelasanku,,! Kata Faris sambil menatap Aleta yang sedang menangis sambil menutup wajahnya dengan kedua belah tangnnya.
"Percuma penjelasanmu, kamu mau menjelaskan seperti apapun aku tetap tidak perduli. Karena penjahat tetap penjahat. Kata Aleta dan langsung membuang muka dari Faris.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 130 Episodes
Comments
mama yuhu
sama dengan bapakmu 🤭sama sama kurang peka
2023-04-27
1
Nurma sari Sari
lanjut mudah2n ceritanya bagus dan gk membosankan, lanjut...💪
2023-04-05
0
D_
it's useless
2023-03-24
0