Setelah meminum obat aku pun segera beristirahat ,dengan berbaring di tempat tidur ,di temani nek Wewe yang tak berhenti mengusap kepala ku .
"ehehehehe.....hm....hm...hm.... ehehehehe....hm..hm...hm.... ehehehehe....."
"Ya Allah nek,gak usah bersenandung deh ,jadi aneh kedengeran nya tau gak " ucap ku dengan mata tertutup
"ehehehehe.....kenapa harus aneh ,nenek kan sedang me nina bobo kan mu cu.... ehehehehe....."
"iya dengan suara nyanyian bercampur ketawa nenek jadi aneh di telinga , bukan nya tidur malah semakin melek mata ku nek" ucap ku lirih ,sungguh saat ini aku sangat ngantuk sekali ,tapi gara-gara ulah nek Wewe yang sok nyanyiin aku ,malah jadi gak bisa tidur
"ehehehehe....ya udah iya maaf nenek diem deh ehehehehe......" ucap nya
Hening seketika setelah nek Wewe tak lagi mengeluarkan suara ,hingga aku pun tak dapat lagi menahan kantuk .
**
Aku terbangun saat mendengar kumandang adzan , kulihat jam di dinding ternyata sudah masuk waktu shalat dhuhur, gegas aku bangkit dan berjalan ke kamar mandi meski dengan sedikit sempoyongan karena baru bangun dari tidur ,juga karena rasa pusing di kepala .
Ku nyalakan keran air lalu membaca doa sebelum berwudhu lalu setelah itu aku pun mulai membasuh telapak tangan hingga pergelangan tangan sampai selesai.
Ku tunaikan kewajiban ku dengan khusyu
"assalamualaikum warahmatullah....."
"assalamualaikum warahmatullah....."
"amiin.... Alhamdulillah...." gumam ku seraya mengusap wajah ku
Selesai shalat aku yang masih merasakan pusing pun kembali merebahkan tubuh ku di tempat tidur ,tepat setelah itu pintu kamar terbuka
ckleek
"kamu sudah bangun nak" tanya mama dengan membawa nampan yang di atas nya terdapat mangkuk dan segelas air hangat
"sudah ma,sudah selesai shalat juga "sahut ku
"kalau gitu kamu makan dulu ya ,baru setelah itu minum lagi obat nya biar cepat sembuh " ucap mama seraya menyendokan bubur dan memberikan nya pada ku
Aku pun dengan senang hati menerima suapan mama ,karena ini yang aku sukai disaat aku sakit seperti ini,yaitu di suapi mama ,aku tak peduli orang mau anggap aku manja atau apa .
"Alhamdulillah...." ucap mama setelah melihat makanan nya habis ,mama sungguh memperlakukan ku seperti anak kecil tapi aku suka
"sekarang kamu minum obat nya ya" setelah beberapa saat setelah selesai makan aku diminta untuk segera meminum obat
Aku mengangguk dan segera meminum obat yang sudah mama siap kan .
"sekarang kamu istirahat lagi ,mama keluar sebentar ya , sepertinya papa sudah pulang " ucap mama ,papa memang selalu pulang untuk makan siang ,jika tidak maka mama yang akan mengantarkan makan siang ke kantor
Selepas mama keluar dari kamar ku ,giliran nenek yang masuk
"gimana keadaan mu nak " tanya nenek
"udah agak mendingan kok nek, nenek sendiri apa sudah sehat ,kok udah keluar kamar ?" tanya ku
"buktinya nenek berada di sini kan sekarang berarti nenek sudah sehat , kamu udah minum obat ?"
"udah nek ,baru saja " jawab ku
"bagus lah ,tapi tunggu ....sejak kapan lengan mu di perban seperti ini , dan ini kenapa bisa terluka seperti ini ,apa kemarin itu yang membuat mu di larikan ke rumah sakit itu karena luka di lengan mu ini?" aku diberondong pertanyaan oleh nenek
"maaf nek aku hanya tak ingin membuat nenek khawatir ,ini hanya luka kecil kok ,sebentar lagi pasti sembuh " tutur ku
"ya tapi tetap saja nenek khawatir nak " ucap nenek memelas
"ini cuma luka kecil nek ,jadi jangan terlalu khawatir ok" ucap ku meyakin kan
Sungguh aku bersyukur sebab aku di kelilingi orang-orang yang menyayangi ku. Saat tengah berbincang dengan nenek ,pintu di ketuk
tok tok tok
"masuk " ucap nenek
"assalamualaikum...."
rupanya Riswan dan Wisnu yang datang
"waalaikum salam cucu nenek baru pulang ya?" tanya nenek
"iya nek ,eh iya kenalkan ini teman baru kita ,namanya Wisnu ,kakak kelas sih ,karena teman seangkatan nya gak ada yang mau temenan ma dia jadinya dia nyelip di kita " kelakar Riswan
"jangan dengar kan dia nek" ucap ku
"dasar anak nakal ,ya sudah kalian ngobrol-ngobrol aja ya , nenek mau keluar ,kamu anggap saja rumah sendiri gak usah sungkan ,kalau mau apa-apa bilang saja " ucap nenek pada Wisnu
"iya nek ,makasih " ucap Wisnu
nenek pun keluar dari kamar lalu menutup pintu nya .
"gila ....jadi kamu itu anak nya pak Rifki....gak nyangka aku " ucap Wisnu berdecak kagum
"datang jenguk orang sakit bukan nya nanyain gimana kondisi nya malah kaya abis lihat sesuatu yang amazing aja " ucap ku
"tahu nih dari pas ketemu papa , dia udah kaya ayam nelen karet " seloroh Riswan
"kenapa memang nya ?" tanya ku
"ya gak nyangka aja lah , yang aku tahu papa aku kerja di kantor nya beliau,aku juga sudah berapa kali ketemu sama pak Rifki , gak nyangka aja ternyata kamu anak nya ,eh tapi ....kenapa dia juga manggil mama papa juga sama papa dan mama mu,bukan nya papa nya bukan pak Rifki?" tanya Wisnu menujuk Riswan
"jangan nunjuk juga kali " Riswan menepis telunjuk Wisnu yang lurus ke arah nya
"hehe maaf " cengir nya
"itu karena papa ku dan papa nya bersahabat , jadi dia udah kami anggap keluarga sendiri ,ya kan " aku menatap pada Riswan
"yoyoy...." sahut Riswan seraya mencomot buah apel yang tadi di kupas kan mama
"oh gitu ...." Wisnu nampak manggut-manggut
"tapi kenapa kamu tak pernah bawa kendaraan sendiri sih ,kenapa suka bareng dia " lagi-lagi Wisnu menujuk Riswan
"ini telunjuk lama-lama aku gigit nih , gemes banget aku tuh" ucap Riswan,sontak saja Wisnu menarik tangan nya
"ya karena aku juga belum cukup umur lah ,mama papa gak ngizinin " jawab ku
"tapi kenapa kamu malah tak masalah membawa motor ke sekolah kalau kamu juga dianggap anak ,pasti kamu juga sama dong" tanya Wisnu
"ya elah nu....kamu itu ya udah kaya wartawan aja ,nanya nya banyak banget " ketus Riswan
"ya namanya juga penasaran " jawab Wisnu
"itu karena Riswan sudah tujuh belas tahun,dia seumuran mu " ucap ku
"hah....." Wisnu terkesiap
"jangan sok kaget gitu ,biasa aja kali,yang jelas aku gak bertelor ya alias ketinggalan di kelas "ucap Riswan
"oh....." jawab Wisnu ber oh ria
Tiba-tiba pintu kamar di ketuk ,dan mama datang memberi tahu jika ada tamu untuk ku ,aku mengerutkan kening siapa orang yang bertamu pada ku?
Dengan langkah gontai aku berjalan menuju ruang tamu dimana tamu nya menunggu ku saat ini., sedangkan mama pergi ke dapur untuk membuat kan minum .
"assalamualaikum....." ucap ku setelah berada di ambang pintu
"waalaikum salam...." sahut mereka
Aku melihat gadis kecil yang waktu itu aku selamatkan ,tengah tersenyum manis ke arah ku .
"Alhamdulillah kamu sudah baikan dek" sapa ku pada nya,aku langsung duduk di sebrang nya
gadis kecil itu nampak berbinar menatap ku yang duduk di ampit kedua orang tua nya
"khem....maaf jika kedatangan kami membuat nak Adnan terganggu istirahat nya ,tapi putri kami memaksa ingin bertemu dengan nak Adnan ,ia ingin mengucapkan terima kasih kata nya" ucap papa nya gadis kecil itu
"oh tidak apa-apa pak ,saya juga tidak merasa terganggu sama sekali" sahut ku
"ya udah katanya kamu mau berterima kasih sama kakak nya , ayo katakan " pinta mama nya
"kak ....makasih ya sudah nolongin aku kemarin , kakak baik deh ,nanti kalau aku sudah besar kakak mau kan menikah dengan ku ?"
"HAH......."
Aku terkesiap mendengar ucapan anak umur sepuluh tahun nan ini
"Sheryl....kalau kakak nya nunggu kamu besar keburu tua dong kakak nya " ucap mama nya
"jangan harap ya ....kakak aku sudah punya kakak cantik ,jadi kamu gak bisa menikah dengan kakak ku " seru Ari yang sudah berdiri di ambang pintu .
"loh dek kok baru pulang gak ngucapin salam pula ?" tanya ku saat melihat jam sudah jam satu siang lebih
"iya kak maaf ,soal nya tadi aku ikut ektra kurikuler dulu " jawab nya seraya bergelayut manja pada lengan ku
"terus pulangnya sama siapa , mama sama papa kan di sini?" tanya ku lagi
"sama supir ,dan ......" Ari menggantung kata-kata nya
"dan siapa?" tanya ku berkerut
"tuh...." Ari menunjuk dengan dagu nya ke arah Tante Lasmi
"kamu sudah gak takut sama Tante Lasmi?" bisik ku
"enggak , kan kata kakak cantik anggap saja gak ada ,terus aku anggap Tante Lasmi sama seperti....mama....kan mama suka bilang kuntilanak kalau terkejut " ucap nya polos
Astaga kamu dek....gemas aku tuh
Aku lantas mengacak rambut nya ,tapi syukurlah dia sudah tak takut sama Tante Lasmi ,entah sama hantu lain.
"kalian ngomongin apa sih ?" tanya gadis kecil bernama Sheryl yang tadi ngajakin aku nikah ,Ya Tuhan....aku baru saja di lamar anak kecil
"ngomongin kakak cantik pacar nya kakak aku ,wleeekk" Ari menjulurkan lidahnya
"eh , gak boleh begitu , gak baik nak" tegur papa
"maaf " ucap Ari menunduk
"ya sudah sekarang kamu ganti baju gih ,mama antar " ucap mama dan Ari mengangguk
"maaf ya saya tinggal sebentar" ucap mama menatap kedua tamu
"iya tak apa" sahut mama nya Sheryl
kembali aku menatap gadis kecil itu
"kakak cantik itu siapa kak?" tanya nya ,mendahului aku yang hendak bicara
"dia....." duh aku juga gak tahu siapa kakak cantik yang di maksud Ari
"siapa pun itu, dia merupakan calon nya kakak Adnan , kamu masih kecil Sheryl,tugas mu hanya belajar jangan dulu memikirkan hal yang seperti itu,mengerti " ucap mama nya menegur
"tapi ma....."
"sudah cukup ,lebih baik kita pulang ,biarkan kakak Adnan istirahat" ucap papa nya
"maaf nak ,dan pak Rifki kami mohon maaf jika kedatangan kami mengganggu " ucap papa nya Sheryl
"ah enggak kok ,pak " sahut ku
"kalau begitu kami pamit , assalammualaikum..."
"waalaikum salam....." sahut kami
"cieeeee.....yang abis di lamar bocil...." dari dalam nampak Riswan dan Wisnu terkekeh sambil terus menggodaku
"haiiihh....apa an sih kalian " ucap ku
"terus kakak cantik itu siapa ?" tanya Riswan
"gak tahu"
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 165 Episodes
Comments
𝘳𝘦𝘷𝘢 𝘯𝘢𝘥𝘪𝘵𝘺𝘢
kayaknya kakak cantik itu aranta deh
2022-06-03
7
Zhu Ronk
lanjuut thor
2022-03-06
2
Suci Indah
othor ada2 aja nih... bocil pake ngelamar 😂😂
2022-03-05
1