Tuyul kena bully

"assalammualaikum...." ucap ku dan Riswan bersamaan saat memasuki rumah

"waalaikum salam.....duh cucu-cucu nenek yang tampan udah pulang " ucap nenek lalu menyambut kedatangan ku dan Riswan

kami pun langsung mencium punggung tangan nenek bergantian

"mama mana nek ?" tanya Riswan mendahului ku

"mama kalian masih jemput Ari ke sekolah mungkin sekalian mampir ke kantor papa kalian " jawab nenek ,Ari adalah adik perempuan ku ,nama nya Nuari Alara ,adik ku baru menginjak kelas empat SD ,dia sangat cantik secantik mama .

Mengenai Riswan semua anggota keluarga sudah menganggap nya sebagai keluarga , bahkan tak ada perbedaan sama sekali ,jika aku dan Ari di berikan hadiah Riswan juga sama ,dulu aku sempat cemburu dengan nya hingga aku bertanya kenapa Riswan di perlakukan sama dengan ku juga Ari (adik ku) bahkan Riswan juga memanggil mama dan papa dengan sebutan mama dan papa juga , akhirnya mama menceritakan jika sedari kecil Riswan tak merasakan kasih sayang mama nya ,entah karena hal apa mama nya pergi meninggalkan nya dan papa nya ,dan kebetulan mama yang memang menyukai anak kecil dengan mudah menggaet hati Riswan yang masih sangat balita katanya ,hingga chemistry keduanya pun terjalin dengan kuat hingga saat ini.

Namun kini mama nya sudah kembali meskipun tak bisa bersatu kembali bersama dengan papa nya, meskipun begitu hubungan mereka tetap terjalin baik .

Tak lama terdengar suara berdebam di iringi dengan suara deru mesin mobil yang berhenti di depan rumah.

Aku ,Riswan dan nenek pun keluar .

"assalamualaikum....."

"waalaikum salam ,....mama, papa....wah kamu curang de, curi start dari kakak" ucap ku melirik adik perempuan ku yang menampilkan senyum mengejek nya

kami memang selalu berebut untuk bisa satu mobil dengan mama dan papa , walupun aku sering mengalah karena ingin menyenangkan hati adik kesayangan ku ini

"gimana sekolah nya ,kamu gak centil-centil kan di sekolah?" tanya ku menggoda nya

"enak aja enggak dong " bibir adik ku monyong lima senti ke depan membuat ku terkekeh dan tak tahan ingin mencomot bibirnya yang mengerucut itu

"ih tangan kakak bau " Ari menghempaskan tangan ku tanpa mengurangi kerucutan bibir nya

"ih sembarangan tangan wangi begini udah pake hand sanitizer juga masa di bilang bau" seru ku tak terima

"bagaimana kegiatan MOS kalian ,pasti seru ?" tanya papa

"yah ....begitulah pa,mah ,capek apalagi besok katanya kita akan melakukan kegiatan jurit malam " Riswan yang menjawab karena aku masih sibuk dengan adik kesayangan ku

"semangat kalau begitu ,....dah sekarang kalian bersih-bersih badan ganti pakaian,mama mau masak yang banyak malam ini kita makan malam bersama-sama" ucap mama meminta ku dan Riswan segera berganti pakaian

"baiklah ,...eh iya kan hampir lupa,tadi aku denger suara berdebam begitu kaya sesuatu terjatuh gitu,mama tahu itu apa , soal nya suara nya berbarengan dengan kedatangan mama " tanya ku yang hampir melangkahkan kaki

"iya kah , masa....kok aku gak dengar ?" tanya Riswan menimpali

"nenek juga enggak" sambung nenek

"oh itu....tadi bang Popo jatuh dari atas pohon nangka" jawab mama

"hah....bang Popo jatuh ,kenapa bisa mah?" tanya ku

"biasa lah dia lagi deketin hantu baru yang ke sasar ,eh malah terjatuh " ucap mama lagi seraya menahan tawa

"mama mu ini sampai tertawa tadi " ucap papa

"dek kita tinggalin mereka , itu bukan jalur kita" ucap Riswan menggandeng Ari

"ayok ,males aku kalau mereka udah bahas hantu" sahut Ari mengerling pada ku

Aku hanya menggelengkan kepala melihat mereka berlalu begitu saja , namun aku jadikan itu kesempatan untuk bermanja -manja pada mama dan papa .

Aku pun lantas melingkarkan tangan ku pada sisi mama dan papa dengan aku di tengahnya laku membawa mereka duduk di sofa , kulihat nenek menggeleng melihat tingkah ku lalu berlalu meninggalkan kami bertiga di ruang tengah

"kamu ini udah sebesar ini masih saja manja pada kami , gak malu apa sama pacar nya " ejek papa

"aku gak punya pacar pa, dan aku gak mau pacaran dulu sebelum aku menemukan wanita yang seperti mama " jawab ku tanpa melepas kan tangan ku pada mereka

"mana ada wanita yang bisa menyamai mama mu ,mama mu begitu spesial sayang , tak ada dua nya " puji papa

"ah papa.... mama jadi ingin melayang " sahut mama

"kalau gitu biar aku yang tangkap " sambung ku

di depan anak-anak nya mama dan papa selalu memanggil dengan kata mama papa ,tapi jika tak ada kami mama kembali memanggil papa dengan kata mas , ah kenapa aku jadi ingin seperti mereka jika kelak aku berkeluarga ,hayalan ku melanglang buana membayangkan hal yang belum tahu akan seperti apa di masa nanti .

"sudah jangan terus menghayal yang bukan-bukan, cepat masuk ke kamar mu lalu pecahkan teka-teki itu " seru Tante Lasmi yang tiba-tiba muncul di hadapan ku

"ah Tante ,ganggu saja " aku pun mendengus kesal

"ya udah ma,pa, aku ke kamar dulu" pamit ku lalu pergi ke kamar ku yang ada di lantai dua ,kamar ku bersebelahan dengan kamar Ari ,dan kamar Riswan di sebelah kamar Ari .

teringat lagi tentang Riswan ,dia juga memiliki kamar dengan dekorasi yang ia buat sendiri , Riswan memang tak tiap hari berada di rumah ini , dalam seminggu palingan dua atau tiga malam di menginap selebih nya dia tinggal bersama papa nya ,yang masih setia menduda hingga saat ini,aku curiga jangan-jangan paman Haris masih memendam rasa pada mama ,makanya sampai saat ini beliau betah menduda .

"astaghfirullah....." aku beristighfar

kenapa aku jadi berburuk sangka,kalau pun benar itu sih masalah nya ,yang penting paman Haris bisa mengendalikan perasaan nya dan tidak mengganggu rumah tangga mama dan papa , jika itu terjadi aku yang akan berada di garda terdepan untuk membela keutuhan NKRI ,eh keutuhan dan kebahagiaan keluarga ku .

Ku letakan tas sekolah yang isinya barang-barang bekas kegiatan MOS tadi di meja belajar ku lalu aku melangkah memasuki kamar mandi ,maksud ku ingin menyegarkan tubuh dengan mandi ,namun niatan itu terbengkalai dan sia-sia manakala sebuah tangisan terdengar lirih di balik bilik tempat aku pup.

"huhuu.....hiks ..."

"huuhuuu.....hiks...."

"eh siapa tuh yang nangis ?" gumam ku

Aku yang sudah membuka baju bagian atas kembali mengenakan nya ,dan berjalan ke arah itu .

terlihat seluet tubuh dengan ukuran kecil,mungkin anak-anak, eh bukan tapi hantu anak-anak ,tapi ada yang aneh kok agak berbeda bentuk nya dari hantu anak kecil pada umum nya ,apalagi di bagian telinga ,kaya caplang begitu ,tak ingin membuang waktu aku pun membuka tirai penutup .

sreet...

"eh bocah ,ngapain luh di situ? mau ngintip aku mandi ya , entar bintilan tuh mata ,masih kecil juga udah punya kebiasaan mengintip " seru ku pada hantu anak laki-laki dengan seluruh tubuh nya berwarna hijau

"elu ,kecemplung di mana ,kenapa badan kamu semua nya hijau begitu ,gaya lu kaya Hulk aja,mana gak pake baju lagi, gak takut masuk angin dek " cibir ku

namun sosok hantu itu malah menatap ku tajam sambil membuka mulut dan melotot ke arah ku dengan kedua tangan menunjukan kuku-kuku yang runcing

"wuidiiiih....itu gigi keren amat jang , runcing-runcing kaya gitu ,berapa lama bikin nya , itu juga kepala pake di botak-botakin licin pula ,sering di amplas ya saking licin nya cicak pasti kepeleset kalau hinggap di kepala botak mu " aku menujuk kepala nya yang botak

"huuhuu......kakak jahat ....kenapa kakak nge bully aku ,aku kan mau nakuti kakak ,huuu..... aku juga tersesat....." anak itu berbicara sambil menangis

"tersesat ,gimana bisa ?" tanya ku

"ya bisa lah , aku itu di suruh sama majikan aku buat ngambil duit di rumah ini ,tapi pas nyampe di sini aku malah di lempar sama hantu-hantu itu" ucap nya masih dengan tangis nya

"hantu-hantu ?" kening ku berkerut namun kemudian aku menyunggingkan senyum saat mengetahui hantu yang di maksud

"pasti kak Wowo and the geng ,kamu sih salah alamat , kalau mau nyuri uang ya jangan ke rumah ini ,mana bisa lah " aku bertolak pinggang

"aku bukan mau nyuri kak ,tapi ambil duit " rengek nya

"ya sama aja dasar tuyul " aku menoyor kepala nya dengan gemas

"emang nya majikan mu itu pernah nyimpen duit di rumah ini ,pake bilang mau ambil segala , itu mah nyuri ,alias nyolong " omel ku lagi

"huaaa.....kakak jahat " jerit nya lagi lalu menghilang begitu saja

"lah bocah tuyul ......"

***

Terpopuler

Comments

Devon Archana

Devon Archana

gemezzz tapi serem...

2024-02-28

1

Devon Archana

Devon Archana

gemezzzz

2024-02-28

1

Aquanda17_

Aquanda17_

hantunya lucu wkwk

2024-02-13

0

lihat semua
Episodes
1 Adnan Gibran Gifhari
2 Tuyul kena bully
3 Teka-teki terpecahkan oleh Tante Lasmi
4 bertemu hantu toilet sekolah
5 Bahagiaku itu sederhana
6 Suara teriakan
7 Senior kesurupan
8 Pertolongan untuk Yudi
9 Kelakuan bang Popo and the geng
10 Rencana makan siang
11 Hantu di restoran Jepang
12 Rokurokubi,si leher panjang ganjen
13 Murid baru dan hantu nenek-nenek
14 Selamat jalan mbak Sada Aika
15 Kembali kesurupan
16 Menolong gadis kecil
17 Princess kesayangan
18 Mimpi buruk
19 Dilamar bocil
20 Keributan di kelas
21 Aranta pingsan
22 Kakak cantik
23 Menolong Aranta
24 Berangkat bersama
25 Rumah Merlin
26 Makhluk tinggi besar
27 Iri dan dengki penyebab gelap nya hati
28 Terbelenggu
29 Terdampar di pondok
30 Cerita Aranta
31 Para pasukan demit
32 Terluka nya Riswan dan Aranta
33 Kondisi Riswan
34 Hantu anak kecil tanpa tempurung kepala
35 Penglihatan Riswan
36 Sedikit galau (Riswan )
37 Kecurigaan Aranta
38 Fifty-Fifty
39 Penyerangan
40 Kebenaran
41 Di intai
42 Tak mudah percaya
43 Pentingnya menjaga kebersihan
44 Menghilang
45 Mencari Aranta
46 Menuju hutan bambu
47 Tertusuk
48 Berakhir nya sekte sesat
49 Kesadaran Aranta
50 menolong kak Troy
51 Keputusan keluarga Aranta
52 Mualaf
53 Rencana kepindahan
54 Rencana kepindahan
55 Rika (hantu pengantin)
56 Kepergian Aranta
57 Halang rintang
58 Menuju kerajaan siluman monyet
59 Menjemput
60 Kepulangan kakek
61 Di rumah makan
62 Suara ledakan
63 Teror makhluk pesugihan
64 Mulai membantu mbak Rika
65 Penemuan jasad mbak Rika
66 Ritual Ruqyah
67 Ritual Ruqyah 2
68 Hantu suster
69 Sosok kakek di kebun belakang sekolah
70 Ke kantor
71 Ses Merry
72 Konsekuensi
73 Fitnah
74 Tindakan Gibran
75 Sikap aneh para hantu
76 Sebuah fakta
77 Kedatangan keluarga Wulan
78 Surprise
79 Surprise ke dua
80 Siapa gadis itu?
81 Sosok mengejutkan
82 Di kebun binatang
83 Korban tewas di kebun binatang
84 Selesai
85 Perasaan Aranta
86 Mencoba mengikhlaskan
87 Malam pertunangan
88 Perasaan Gibran
89 Menuju lokasi KKN
90 Kedatangan Gibran dan Aranta
91 Malam di penginapan
92 KKN di Desa demit
93 Kegiatan posyandu
94 Aranta yang shock
95 Mengincar Aranta
96 Aksi para Kunti
97 Jangan pernah jauh dari ku
98 Kuntilanak jahil
99 Anak hilang
100 Bukan hilang
101 Buah jatuh tak jauh dari pohon nya
102 Pentas seni
103 Mengejutkan
104 Makhluk penglaris
105 Keinginan Gibran
106 Arkan
107 Santet banaspati
108 Guna-guna pemikat
109 Misterius
110 Tak jadi hilang
111 Berkunjung ke kantor
112 Bahaya
113 Pengaruh sihir
114 Alam bawah sadar
115 Kena gampar
116 Kedatangan Seno dan Thalia
117 Kecelakaan
118 Selamat
119 Bang Popo bebas
120 Tertinggal
121 Tumbal rumah sakit
122 Lomba renang
123 Senjata makan tuan
124 Berita hoak
125 Antara siap dan tak siap
126 Sosok pria mirip Yoga
127 Dirgantara
128 Digerebek
129 Memulai pencarian
130 Virus bucin
131 Kepergian Dirga
132 Berusaha tegar (Yoga )
133 Bertemu Merlin dan Riswan
134 Antusias nya Nuri dan Thalia
135 Kedatangan Zeky
136 Dugaan Gibran
137 Ari pingsan
138 Ternyata benar Aranta
139 Balasan Lasmi
140 Tak ingin kehilangan
141 Penolakan Gibran
142 Nenek misterius
143 Pernyataan Gibran
144 Terkejut nya Riswan
145 Nasehat Bu Fuji untuk Riswan
146 Kabar mengejutkan
147 Penyebab
148 Hukuman dari Rifki
149 Kesadaran Ari
150 Ari yang tak dapat melihat
151 Mengunjungi Yoga
152 Merindukan
153 Persiapan
154 Menikmati momen
155 Hilang ingatan
156 Peristiwa di hari sakral
157 Butuh privasi
158 Malam syahdu
159 Resepsi bagian 1
160 Resepsi bagian 2
161 Dapat bergerak
162 Tuyul kena bully lagi
163 Sebuah hadiah
164 Tamat
165 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Adnan Gibran Gifhari
2
Tuyul kena bully
3
Teka-teki terpecahkan oleh Tante Lasmi
4
bertemu hantu toilet sekolah
5
Bahagiaku itu sederhana
6
Suara teriakan
7
Senior kesurupan
8
Pertolongan untuk Yudi
9
Kelakuan bang Popo and the geng
10
Rencana makan siang
11
Hantu di restoran Jepang
12
Rokurokubi,si leher panjang ganjen
13
Murid baru dan hantu nenek-nenek
14
Selamat jalan mbak Sada Aika
15
Kembali kesurupan
16
Menolong gadis kecil
17
Princess kesayangan
18
Mimpi buruk
19
Dilamar bocil
20
Keributan di kelas
21
Aranta pingsan
22
Kakak cantik
23
Menolong Aranta
24
Berangkat bersama
25
Rumah Merlin
26
Makhluk tinggi besar
27
Iri dan dengki penyebab gelap nya hati
28
Terbelenggu
29
Terdampar di pondok
30
Cerita Aranta
31
Para pasukan demit
32
Terluka nya Riswan dan Aranta
33
Kondisi Riswan
34
Hantu anak kecil tanpa tempurung kepala
35
Penglihatan Riswan
36
Sedikit galau (Riswan )
37
Kecurigaan Aranta
38
Fifty-Fifty
39
Penyerangan
40
Kebenaran
41
Di intai
42
Tak mudah percaya
43
Pentingnya menjaga kebersihan
44
Menghilang
45
Mencari Aranta
46
Menuju hutan bambu
47
Tertusuk
48
Berakhir nya sekte sesat
49
Kesadaran Aranta
50
menolong kak Troy
51
Keputusan keluarga Aranta
52
Mualaf
53
Rencana kepindahan
54
Rencana kepindahan
55
Rika (hantu pengantin)
56
Kepergian Aranta
57
Halang rintang
58
Menuju kerajaan siluman monyet
59
Menjemput
60
Kepulangan kakek
61
Di rumah makan
62
Suara ledakan
63
Teror makhluk pesugihan
64
Mulai membantu mbak Rika
65
Penemuan jasad mbak Rika
66
Ritual Ruqyah
67
Ritual Ruqyah 2
68
Hantu suster
69
Sosok kakek di kebun belakang sekolah
70
Ke kantor
71
Ses Merry
72
Konsekuensi
73
Fitnah
74
Tindakan Gibran
75
Sikap aneh para hantu
76
Sebuah fakta
77
Kedatangan keluarga Wulan
78
Surprise
79
Surprise ke dua
80
Siapa gadis itu?
81
Sosok mengejutkan
82
Di kebun binatang
83
Korban tewas di kebun binatang
84
Selesai
85
Perasaan Aranta
86
Mencoba mengikhlaskan
87
Malam pertunangan
88
Perasaan Gibran
89
Menuju lokasi KKN
90
Kedatangan Gibran dan Aranta
91
Malam di penginapan
92
KKN di Desa demit
93
Kegiatan posyandu
94
Aranta yang shock
95
Mengincar Aranta
96
Aksi para Kunti
97
Jangan pernah jauh dari ku
98
Kuntilanak jahil
99
Anak hilang
100
Bukan hilang
101
Buah jatuh tak jauh dari pohon nya
102
Pentas seni
103
Mengejutkan
104
Makhluk penglaris
105
Keinginan Gibran
106
Arkan
107
Santet banaspati
108
Guna-guna pemikat
109
Misterius
110
Tak jadi hilang
111
Berkunjung ke kantor
112
Bahaya
113
Pengaruh sihir
114
Alam bawah sadar
115
Kena gampar
116
Kedatangan Seno dan Thalia
117
Kecelakaan
118
Selamat
119
Bang Popo bebas
120
Tertinggal
121
Tumbal rumah sakit
122
Lomba renang
123
Senjata makan tuan
124
Berita hoak
125
Antara siap dan tak siap
126
Sosok pria mirip Yoga
127
Dirgantara
128
Digerebek
129
Memulai pencarian
130
Virus bucin
131
Kepergian Dirga
132
Berusaha tegar (Yoga )
133
Bertemu Merlin dan Riswan
134
Antusias nya Nuri dan Thalia
135
Kedatangan Zeky
136
Dugaan Gibran
137
Ari pingsan
138
Ternyata benar Aranta
139
Balasan Lasmi
140
Tak ingin kehilangan
141
Penolakan Gibran
142
Nenek misterius
143
Pernyataan Gibran
144
Terkejut nya Riswan
145
Nasehat Bu Fuji untuk Riswan
146
Kabar mengejutkan
147
Penyebab
148
Hukuman dari Rifki
149
Kesadaran Ari
150
Ari yang tak dapat melihat
151
Mengunjungi Yoga
152
Merindukan
153
Persiapan
154
Menikmati momen
155
Hilang ingatan
156
Peristiwa di hari sakral
157
Butuh privasi
158
Malam syahdu
159
Resepsi bagian 1
160
Resepsi bagian 2
161
Dapat bergerak
162
Tuyul kena bully lagi
163
Sebuah hadiah
164
Tamat
165
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!