Murid baru dan hantu nenek-nenek

Jam masih menujukan pukul 05:30 ,tapi di luar sudah terdengar suara deru mesin motor, aku yang masih bersiap di kamar pun sontak berjalan ke ke arah balkon dan melihat nya, rupanya Riswan sudah datang , pagi-pagi sekali dia datang nya.

Aku pun bergegas turun setelah selesai berpakaian dan semua buku pelajaran pun sudah masuk ke dalam tas ,dengan menenteng tas di punggung ,aku berjalan menuruni tangga , menyapa Tante Lasmi yang sedang berputar-putar di ruang tengah ,entah apa yang merasuki nya hingga hantu itu terus berputar-putar seperti itu .

Tak pusing kah dia.

"nah itu dia Gibran " ucap nenek setelah aku sampai di ruang makan

"pagi amat datang nya " ucap ku menatap Riswan

"hehe....biasa kan mau ikut sarapan di sini" ucap Riswan sambil mencomot roti panggang buatan mama

"lalu gimana dengan papa dan nenek mu, mereka juga pasti mau sarapan bareng kamu ,tiap hari kamu sarapan di sini terus ,bukan mama melarang tapi kasihan mereka juga pasti ingin punya waktu dengan mu , walaupun hanya sekedar sarapan " ucap mama

"heeeh.........entahlah ma, aku ngerasa gak nyaman di rumah ,tiap hari nenek dan papa ribut terus " sahut Riswan lirih

"ribut ... maksudnya....mereka berantem ?" kening mama berkerut begitupun dengan papa dan kedua nenek ku (nenek Dewi dan nek Marni )

"kenapa berantem kak kaya anak kecil aja ?" sambung Ari

"bukan berantem cil... , hanya cekcok saja ,berbeda pendapat " sahut Riswan seraya mengacak rambut Ari

"kakak iiihh.....kan kusut lagi lagian stop panggil aku bocil ,aku udah besar tau.... " Ari mengerucut sebal seraya merapikan kembali rambut nya

"sejak kapan ?" tanya papa

"sebenar nya udah lama pa, hanya saja akhir-akhir ini ribut nya agak parah " ucap Riswan lagi

"kamu tahu apa masalah nya hingga mereka cekcok begitu?" timpal nenek menanyai

"nenek minta papa untuk segera menikah ,nenek mau menjodohkan papa dengan anak temen nya katanya sih janda muda tanpa anak tapi papa nya gak mau" tutur Riswan

"mungkin papa mu masih belum bisa melupakan mama mu " celetuk nenek yang sepertinya tak tahu masa lalu paman Haris

mama dan papa saling pandang , begitupun dengan ku yang langsung terdiam , aku tahu dan sangat yakin jika paman Haris bukan nya belum bisa move on dari Tante Della tapi perasaan paman Haris yang masih ada buat mama ,aku bisa melihat tatapan matanya saat melihat mama di resto kemarin ,tatapan nya berbeda saat melihat mama.

"entahlah nek , mungkin benar ,tapi aku juga gak tahu soalnya papa selalu bersikap biasa saja saat bertemu mama " ucap Riswan yang juga tidak tahu apa-apa

"kenapa mereka gak balikan lagi aja ,bukan nya mama mu juga belum menikah lagi ?" tanya nenek

"aku juga tak tahu nek"

"ya sudah lebih baik kalian segera sarapan ,entar keburu telat sekolah nya masalah papa dan nenek mu nanti biar mama yang bicara pada mereka " ucap mama membuat lirikan papa menajam menatap mama

"nanti kamu juga temenin ya pa" ucap mama sebelum papa protes

"baiklah " jawab papa pasrah

Kami pun sarapan dengan diam ,hanya denting sendok saja yang terdengar .

"aku sudah selesai , Bran ku tunggu di luar ya" ucap Riswan

"tunggu ,aku juga udah selesai kok " sahutku cepat

"ya udah kalau gitu ma,pa,nek ,kami berdua berangkat " ucap ku

"iya , hati-hati jangan ngebut,dan kamu Riswan ...jangan terlalu di fikirkan masalah papa dan nenek mu , nenek hanya ingin yang terbaik buat papa mu saja , mungkin nenek kasihan melihat papa mu sendiri terus ,dah ah sana berangkat,papa juga mau berangkat ,yuk sayang " papa kemudian meraih tangan Ari menuntun nya ke dalam mobil

"assalamualaikum" ucap ku dan Riswan setelah mencium tangan-tangan beliau

Tak lama setelah aku dan Riswan keluar gerbang mobil papa pun turut keluar , ku lambai kan tangan ku pada bang Popo yang sudah stand by di tembok pagar.

Sepanjang perjalanan baik aku ataupun Riswan tak ada yang berbicara ,kita berdua terdiam dengan isi fikiran kita masing-masing.

"Wan , hati-hati jangan ngelamun " aku menepuk pundak nya saat merasakan laju motor nya yang sedikit ngagareol eh salah sedikit oleng maksud nya

"enggak ,siapa yang ngelamun " sangkal nya

"iya deh kamu gak ngelamun ,tapi awas kalau sampai kamu nabrak " seru ku

tak ada sahutan lagi dari nya ,aku pun memilih untuk diam .

Hingga akhirnya kami pun sampai di sekolah, saat motor mulai berhenti dan kami turun dari motor lantas membuka helm yang menutupi kepala kami , aku juga Riswan di buat terkesiap saat mendengar jeritan histeris dari para siswi , tatapan mereka terarah pada kami .

Dahi ku berkerut dalam , namun tidak dengan Riswan,ia malah dengan percaya diri melambaikan tangan dan tersenyum ke arah mereka semua .

"Bran ....senyum dong , kaku amat lihat tuh kita punya banyak fans" Riswan tersenyum lebar sampai menampilkan deretan gigi nya

"kamu aja lah ,aku duluan " ucap ku dengan jengah melangkah hendak meninggalkan Riswan yang malah tebar pesona ,namun Riswan berseru

"hey....tunggu lah, tega amat maen tinggal-tinggalin aja " akhirnya Riswan menyusul langkah ku ,namun tetap dengan langkah tengil nya yang sok cool dan keren menyapa setiap siswi yang juga melambaikan tangan ke arah kami

Sebanyak orang yang menyukai kami maka sebanyak itu pula yang tak suka ,terlihat dari tatapan para murid laki-laki yang menatap kami sinis,termasuk kak Troy dan kak Ardi ,entah apa alasan mereka aku tak mau tahu

"ehehehehe....... mereka semua cemburu karena kamu dan Riswan jadi idola baru di sekolah ini,dan melupakan idola terdahulu ehehehehe......" suara nek Wewe terdengar nyaring di telinga ,namun tanpa ada sosok nya

Aku hanya menghela nafas mendengar nya dan menggelengkan kepala

"ada apa?" tanya Riswan

"gak apa-apa" sahut ku

Saat akan masuk kelas tiba-tiba seseorang menabrak ku dari belakang

brukk....

"ah....maaf ....maaf gak sengaja " gadis itu menundukan kepala nya saat meminta maaf padaku

"ya , it's ok tak apa " sahut ku dingin

"eh....sepertinya aku pernah lihat kamu deh " ucap Riswan memperhatikan gadis berambut panjang lurus sampai sepunggung itu

Aku melirik Riswan

"ya....kalau gak salah kamu yang waktu itu menabrak Gibran di mini market itu kan?" tanya Riswan

gadis itu mendongak dan memperhatikan wajah kami berdua

"oh.....ah iya benar ,kamu yang waktu itu,dan kemarin aku nabrak kamu lagi ,maaf ya " ucap nya menatap ku dengan senyum nya yang ....ah ...kenapa terlihat manis sekali

"astaghfirullaah......."batin ku

"kamu kemarin nabrak dia lagi, dimana ?" tanya Riswan

"di restoran Jepang " sahut gadis itu

"oh....pantas saja kamu kemarin lama ,ada tabrakan lagi ternyata ,kamu itu lucu ya ,tiga kali nabrak orang yang sama ... ckckck..." Riswan berdecak

"hehehe....maaf ,namanya juga gak sengaja , mungkin rem nya blong " celetuk nya

"hahaha.....kamu itu lucu banget " Riswan tergelak

namun tawa nya terhenti saat suara deheman terdengar

"ehem....ehem..."

"eh ....ibu, selamat pagi Bu" ucap Riswan kikuk lalu menyalami tangan Bu Fuji wali kelas kami ,di ikuti aku dan gadis itu

"selamat pagi juga ,kalian gak mau masuk ,bel udah bunyi tadi " ucap Bu Fuji ramah

"eh iya kah Bu,kok aku gak denger ya" ucap Riswan menggaruk pelipis nya

"ya mana mau denger orang kamu teh suara tawa nya itu mengalah kan suara bel tadi kok ,ya udah sok atuh sana pada masuk ,dan kamu jangan dulu duduk ya ,perkenalkan dulu nama kamu pada semua teman sekelas yang lain " ucap Bu Fuji beralih menatap gadis itu

"iya Bu" sahut nya patuh

Hingga kami pun duduk di bangku masing-masing

"selamat pagi anak-anak,hari ini kita teh kedatangan murid baru ,ia pindahan dari Kalimantan ,sok atuh cantik perkenalkan diri kamu" ujar Bu Fuji dengan logat nya yang khas

"baik Bu.... selamat pagi semuanya " ucap nya

"selamat pagi cantiiiiikkkk......"kebanyakan yang menyahut murid laki-laki bahkan mereka mengikuti ucapan Bu Fuji tadi

"ah....saya teh jadi malu hihihi...." ucap nya seraya memegangi kedua pipi nya , lah bukan nya dia dari Kalimantan,kok logat bicaranya jadi mirip Bu Fuji

"khem...maaf ,perkenalkan nama ku Aranta Prameswari,seperti yang di ucapkan ibu guru tadi aku pindahan dari Kalimantan,dan kalian bisa panggil aku dengan nama Ara " ucap nya lagi

"ok Ara ,sekarang kamu duduk di bangku yang itu ya " tunjuk Bu Fuji pada bangku kosong di barisan ke dua sebelah kanan ku ,hanya terhalang satu bangku dari bangku ku

"di ...sana Bu" ucap nya ragu

"iya ,sok atuh lekas duduk "

"tapi Bu...." dia nampak takut , ada apa....aku pun lantas menengok ke arah bangku itu ,di bangku itu aku melihat sosok nenek yang nampak bungkuk duduk sambil menunduk

"apa dia bisa melihat nya?" batin ku

Aku pun mencoba berkonsentrasi untuk berinteraksi dengan sosok nenek itu dalam hati

"maaf nek,nenek bisa pindah ,teman aku mau duduk di kursi itu"ucap ku

" gak mau nenek juga mau belajar membaca,semasa hidup nenek buta warna buta aksara jangan kan membaca mengenal huruf saja gak bisa " ucap nya

"nenek masih bisa ikut belajar kok, tapi nenek pindah dulu ya " bujuk ku

"memang kamu mau ngajarin nenek baca?" tanya nya

"iya , nanti aku ajarin deh ,asal nenek mau memberi kursi itu untuk teman aku" ucap ku lagi

" asiiikk....nenek bakal di ajari baca sama cowok ganteng " ucap nya girang dan berpindah ke dekat ku,tanpa aba-aba nenek itu duduk di meja ku

"astaga nek jangan di sana juga duduk nya,nanti buku aku dimana ku simpan nya " batin ku

"terus dimana dong ?" tanya nya lagi

"nenek sekarang pergi aja dulu,nanti ikut aku ke rumah ku , kita belajar di rumah biar gak ada yang ganggu" ucap ku tanpa berfikir dulu

"ok baiklah ,nenek setuju ,nanti pulang sekolah nenek ikut kamu ,dadah ganteng" hati nenek itu pun menghilang setelah mencomot dagu ku

"astaghfirullah...." aku mengusap dagu ku yang tadi di sentuh nenek itu

"kenapa hantu-hantu yang ku temui pada genit semua " batin ku lagi

Saat aku melihat ke arah depan nampak Ara terkesiap lalu menundukkan kepalanya

"ayo Ara ....segera duduk kita akan mulai belajar nya" ucap Bu Fuji lagi

"b...baik Bu" akhirnya Ara pun duduk di bangku yang sudah di sediakan untuk nya

***

Terpopuler

Comments

Biah Kartika

Biah Kartika

tuhh kan, gadis itu yang ketemu di mini market dan resto Jepang itu, dan juga bisa melihat.. yee ada temannya si gibran.. mgkin nanti bisa lebih akrab lagi mereka..

2024-02-02

1

Ria Kaqia

Ria Kaqia

😊😊😊

2023-08-27

0

Ria Kaqia

Ria Kaqia

ada gak ya novel yang gak ada unsur cinta nya aku kurang suka kalau bisa novel yang banyak unsur persahabatan jadi anak di bawah umur juga bisa baca

2023-08-27

0

lihat semua
Episodes
1 Adnan Gibran Gifhari
2 Tuyul kena bully
3 Teka-teki terpecahkan oleh Tante Lasmi
4 bertemu hantu toilet sekolah
5 Bahagiaku itu sederhana
6 Suara teriakan
7 Senior kesurupan
8 Pertolongan untuk Yudi
9 Kelakuan bang Popo and the geng
10 Rencana makan siang
11 Hantu di restoran Jepang
12 Rokurokubi,si leher panjang ganjen
13 Murid baru dan hantu nenek-nenek
14 Selamat jalan mbak Sada Aika
15 Kembali kesurupan
16 Menolong gadis kecil
17 Princess kesayangan
18 Mimpi buruk
19 Dilamar bocil
20 Keributan di kelas
21 Aranta pingsan
22 Kakak cantik
23 Menolong Aranta
24 Berangkat bersama
25 Rumah Merlin
26 Makhluk tinggi besar
27 Iri dan dengki penyebab gelap nya hati
28 Terbelenggu
29 Terdampar di pondok
30 Cerita Aranta
31 Para pasukan demit
32 Terluka nya Riswan dan Aranta
33 Kondisi Riswan
34 Hantu anak kecil tanpa tempurung kepala
35 Penglihatan Riswan
36 Sedikit galau (Riswan )
37 Kecurigaan Aranta
38 Fifty-Fifty
39 Penyerangan
40 Kebenaran
41 Di intai
42 Tak mudah percaya
43 Pentingnya menjaga kebersihan
44 Menghilang
45 Mencari Aranta
46 Menuju hutan bambu
47 Tertusuk
48 Berakhir nya sekte sesat
49 Kesadaran Aranta
50 menolong kak Troy
51 Keputusan keluarga Aranta
52 Mualaf
53 Rencana kepindahan
54 Rencana kepindahan
55 Rika (hantu pengantin)
56 Kepergian Aranta
57 Halang rintang
58 Menuju kerajaan siluman monyet
59 Menjemput
60 Kepulangan kakek
61 Di rumah makan
62 Suara ledakan
63 Teror makhluk pesugihan
64 Mulai membantu mbak Rika
65 Penemuan jasad mbak Rika
66 Ritual Ruqyah
67 Ritual Ruqyah 2
68 Hantu suster
69 Sosok kakek di kebun belakang sekolah
70 Ke kantor
71 Ses Merry
72 Konsekuensi
73 Fitnah
74 Tindakan Gibran
75 Sikap aneh para hantu
76 Sebuah fakta
77 Kedatangan keluarga Wulan
78 Surprise
79 Surprise ke dua
80 Siapa gadis itu?
81 Sosok mengejutkan
82 Di kebun binatang
83 Korban tewas di kebun binatang
84 Selesai
85 Perasaan Aranta
86 Mencoba mengikhlaskan
87 Malam pertunangan
88 Perasaan Gibran
89 Menuju lokasi KKN
90 Kedatangan Gibran dan Aranta
91 Malam di penginapan
92 KKN di Desa demit
93 Kegiatan posyandu
94 Aranta yang shock
95 Mengincar Aranta
96 Aksi para Kunti
97 Jangan pernah jauh dari ku
98 Kuntilanak jahil
99 Anak hilang
100 Bukan hilang
101 Buah jatuh tak jauh dari pohon nya
102 Pentas seni
103 Mengejutkan
104 Makhluk penglaris
105 Keinginan Gibran
106 Arkan
107 Santet banaspati
108 Guna-guna pemikat
109 Misterius
110 Tak jadi hilang
111 Berkunjung ke kantor
112 Bahaya
113 Pengaruh sihir
114 Alam bawah sadar
115 Kena gampar
116 Kedatangan Seno dan Thalia
117 Kecelakaan
118 Selamat
119 Bang Popo bebas
120 Tertinggal
121 Tumbal rumah sakit
122 Lomba renang
123 Senjata makan tuan
124 Berita hoak
125 Antara siap dan tak siap
126 Sosok pria mirip Yoga
127 Dirgantara
128 Digerebek
129 Memulai pencarian
130 Virus bucin
131 Kepergian Dirga
132 Berusaha tegar (Yoga )
133 Bertemu Merlin dan Riswan
134 Antusias nya Nuri dan Thalia
135 Kedatangan Zeky
136 Dugaan Gibran
137 Ari pingsan
138 Ternyata benar Aranta
139 Balasan Lasmi
140 Tak ingin kehilangan
141 Penolakan Gibran
142 Nenek misterius
143 Pernyataan Gibran
144 Terkejut nya Riswan
145 Nasehat Bu Fuji untuk Riswan
146 Kabar mengejutkan
147 Penyebab
148 Hukuman dari Rifki
149 Kesadaran Ari
150 Ari yang tak dapat melihat
151 Mengunjungi Yoga
152 Merindukan
153 Persiapan
154 Menikmati momen
155 Hilang ingatan
156 Peristiwa di hari sakral
157 Butuh privasi
158 Malam syahdu
159 Resepsi bagian 1
160 Resepsi bagian 2
161 Dapat bergerak
162 Tuyul kena bully lagi
163 Sebuah hadiah
164 Tamat
165 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Adnan Gibran Gifhari
2
Tuyul kena bully
3
Teka-teki terpecahkan oleh Tante Lasmi
4
bertemu hantu toilet sekolah
5
Bahagiaku itu sederhana
6
Suara teriakan
7
Senior kesurupan
8
Pertolongan untuk Yudi
9
Kelakuan bang Popo and the geng
10
Rencana makan siang
11
Hantu di restoran Jepang
12
Rokurokubi,si leher panjang ganjen
13
Murid baru dan hantu nenek-nenek
14
Selamat jalan mbak Sada Aika
15
Kembali kesurupan
16
Menolong gadis kecil
17
Princess kesayangan
18
Mimpi buruk
19
Dilamar bocil
20
Keributan di kelas
21
Aranta pingsan
22
Kakak cantik
23
Menolong Aranta
24
Berangkat bersama
25
Rumah Merlin
26
Makhluk tinggi besar
27
Iri dan dengki penyebab gelap nya hati
28
Terbelenggu
29
Terdampar di pondok
30
Cerita Aranta
31
Para pasukan demit
32
Terluka nya Riswan dan Aranta
33
Kondisi Riswan
34
Hantu anak kecil tanpa tempurung kepala
35
Penglihatan Riswan
36
Sedikit galau (Riswan )
37
Kecurigaan Aranta
38
Fifty-Fifty
39
Penyerangan
40
Kebenaran
41
Di intai
42
Tak mudah percaya
43
Pentingnya menjaga kebersihan
44
Menghilang
45
Mencari Aranta
46
Menuju hutan bambu
47
Tertusuk
48
Berakhir nya sekte sesat
49
Kesadaran Aranta
50
menolong kak Troy
51
Keputusan keluarga Aranta
52
Mualaf
53
Rencana kepindahan
54
Rencana kepindahan
55
Rika (hantu pengantin)
56
Kepergian Aranta
57
Halang rintang
58
Menuju kerajaan siluman monyet
59
Menjemput
60
Kepulangan kakek
61
Di rumah makan
62
Suara ledakan
63
Teror makhluk pesugihan
64
Mulai membantu mbak Rika
65
Penemuan jasad mbak Rika
66
Ritual Ruqyah
67
Ritual Ruqyah 2
68
Hantu suster
69
Sosok kakek di kebun belakang sekolah
70
Ke kantor
71
Ses Merry
72
Konsekuensi
73
Fitnah
74
Tindakan Gibran
75
Sikap aneh para hantu
76
Sebuah fakta
77
Kedatangan keluarga Wulan
78
Surprise
79
Surprise ke dua
80
Siapa gadis itu?
81
Sosok mengejutkan
82
Di kebun binatang
83
Korban tewas di kebun binatang
84
Selesai
85
Perasaan Aranta
86
Mencoba mengikhlaskan
87
Malam pertunangan
88
Perasaan Gibran
89
Menuju lokasi KKN
90
Kedatangan Gibran dan Aranta
91
Malam di penginapan
92
KKN di Desa demit
93
Kegiatan posyandu
94
Aranta yang shock
95
Mengincar Aranta
96
Aksi para Kunti
97
Jangan pernah jauh dari ku
98
Kuntilanak jahil
99
Anak hilang
100
Bukan hilang
101
Buah jatuh tak jauh dari pohon nya
102
Pentas seni
103
Mengejutkan
104
Makhluk penglaris
105
Keinginan Gibran
106
Arkan
107
Santet banaspati
108
Guna-guna pemikat
109
Misterius
110
Tak jadi hilang
111
Berkunjung ke kantor
112
Bahaya
113
Pengaruh sihir
114
Alam bawah sadar
115
Kena gampar
116
Kedatangan Seno dan Thalia
117
Kecelakaan
118
Selamat
119
Bang Popo bebas
120
Tertinggal
121
Tumbal rumah sakit
122
Lomba renang
123
Senjata makan tuan
124
Berita hoak
125
Antara siap dan tak siap
126
Sosok pria mirip Yoga
127
Dirgantara
128
Digerebek
129
Memulai pencarian
130
Virus bucin
131
Kepergian Dirga
132
Berusaha tegar (Yoga )
133
Bertemu Merlin dan Riswan
134
Antusias nya Nuri dan Thalia
135
Kedatangan Zeky
136
Dugaan Gibran
137
Ari pingsan
138
Ternyata benar Aranta
139
Balasan Lasmi
140
Tak ingin kehilangan
141
Penolakan Gibran
142
Nenek misterius
143
Pernyataan Gibran
144
Terkejut nya Riswan
145
Nasehat Bu Fuji untuk Riswan
146
Kabar mengejutkan
147
Penyebab
148
Hukuman dari Rifki
149
Kesadaran Ari
150
Ari yang tak dapat melihat
151
Mengunjungi Yoga
152
Merindukan
153
Persiapan
154
Menikmati momen
155
Hilang ingatan
156
Peristiwa di hari sakral
157
Butuh privasi
158
Malam syahdu
159
Resepsi bagian 1
160
Resepsi bagian 2
161
Dapat bergerak
162
Tuyul kena bully lagi
163
Sebuah hadiah
164
Tamat
165
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!