Teka-teki terpecahkan oleh Tante Lasmi

Aku duduk di pinggir kolam renang bersama Riswan , masing-masing kami memegang kertas pemberian kakak senior tadi siang .

Dengan mengetuk-ngetuk kening ku dengan pulpen ,namun tak juga jawaban yang ku dapat .

"ya elah ini apa sih maksud nya ,terowongan gelap berlumpur , Chiki kentut ,cokelat jerawatan ,permen orang pintar ,minuman Miss universe.....duh mending aku di kasih matematika aja deh ,nyerah aku " keluh Riswan

"heeeeehhh.....sama aku juga bingung ini dari lima teka-teki baru satu yang aku jawab " sahutku

"lah mending udah satu yang ke jawab ,nah aku belum ke jawab semua nya " keluh nya lagi

"butuh bantuan?" tanya Tante Lasmi

aku melirik

"emang bisa?" batin ku

"lihat aja aku pasti bisa memecahkan teka-teki ini" sahut Tante Lasmi jumawa

"sini mana Tante lihat "

aku pun menggeser kertas itu agar Tante Lasmi bisa melihat dan membaca nya "

"hm....ikan masuk angin ya....ini pasti ikan buntal atau ikan kembung " ucap Tante Lasmi

"ah iya ya .... kenapa gak kefikiran " aku pun lantas menulis jawaban nya

Riswan terkesiap mendengar suara ku yang tiba-tiba ,membuat nya menyelis ke arah ku

"apa yang gak kefikiran ?" tanya nya

"nih " aku memperlihatkan jawaban di bawah soal teka-teki nya

"oh...." sahut nya cuek

ku lihat Tante Lasmi menengadah melihat ke atas aku pun lantas mengikuti arah pandang nya

"cokelat payung ...." seru nya

"ini cokelat Rihana itu cokelat payung " jelas nya

aku pun kembali menulis nya

begitu seterusnya hingga semua teka-teki itu terjawab ,dan sekarang giliran Riswan ,Tante Lasmi juga turut membantu nya ,namun dengan perantara aku tentunya.

***

Pagi nya kami bersiap untuk mencari barang atau makanan yang berhasil kami jawab ,eh Tante Lasmi yang jawab .

"kalian mau cari itu kemana ?" tanya nenek saat kami sudah siap berangkat

"kita mulai cari ke mini market aja ,nanti cari ikan kembung ke pasar " sahut ku

"oh ya udah kalian hati-hati , awas bawa motor nya jangan ngebut-ngebut " ucap nenek lagi

"asiaaaappp......nenek " seru ku dan Riswan kompak

"udah mau berangkat ?" tanya mama yang baru keluar dari dalam

"iya ma, doakan semoga dapet apa yang di cari " jawab ku

"iya , hati-hati "

kami pun menyalimi mama dan nenek lalu setelah itu kami berangkat ,terlihat Tante Lasmi melambaikan tangan nya ,di samping bang Popo yang kesusahan mengeluarkan tangan nya ,sepertinya hantu itu juga ingin dadah padaku ,namun karena kesulitan akhir nya bang Popo malah terjun bebas dari atas tembok pagar , kebetulan hantu-hantu itu sedang nangkring di sana ,sontak saja membuat ku ingin tertawa ,namun ku tahan ,dan hanya kekehan tanpa suara saja yang ada .

hingga motor berhenti di depan sebuah mini market.

Saat aku dan Riswan hendak masuk aku tak sengaja bertabrakan dengan seorang gadis ,sepertinya seumuran dengan ku ,ia nampak tergesa-gesa hingga tak menyadari bahwa ada aku di depan nya .

"eh maaf ....maaf ya ...aku gak sengaja ...." cewek itu berulang kali mengucapkan maaf dengan menundukkan wajah nya

"iya ,tak apa , lain kali hati-hati " ucap ku dingin

aku pun segera beranjak dan melanjutkan langkah ku ,kulihat Riswan hanya menggelengkan kepalanya melihat ku ,lalu ia berkata pada cewek itu

"maaf atas sikap nya ,dan jangan ambil hati ,dia emang gitu orangnya ,dingin kalau sama orang asing " Riswan meminta maaf atas nama ku , yang benar saja , aku mendengus dan tak ingin menghiraukan nya ,aku pun kemudian mencari barang atau makanan yang di maksud kan .

Tak ku hiraukan Riswan yang terus menggerutu di belakang ku ,aku tetap fokus pada apa yang ku cari .

hingga beberapa saat kemudian baik aku maupun Riswan kita berdua sudah mendapatkan yang kita cari ,kini tinggal menuju kasir untuk membayar .

beruntung keadaan mini market sedang lengang jadinya tak perlu mengantri untuk membayar ,namun saat aku hendak memberikan uang pada mbak kasir nya tiba-tiba muncul sosok hantu wanita dengan banyak luka sayatan di wajah nya , apalagi dari sudut bibir nya juga sobek sampai daun telinga .

"maaf mbak ,jangan minta tolong padaku ,karena aku bukan pakar hantu " batin ku memelototi hantu itu

"maaf dek , ada apa ya ?" tanya mbak kasir nya

"eh tak apa, ini uang nya ,sisa nya donasi kan saja " ucap ku lalu pergi dengan membawa belanjaan ku .

"Bran.....Gibran.....tunggu dong " seru Riswan ,ia pun mengejar ku setelah membayar belanjaan nya

"sekarang kita ke pasar cari ikan buntal atau ikan kembung" ucap ku setelah kita sudah menaiki motor

"ok " jawab Riswan lalu memacu motornya ke arah pasar tradisional

"wah ....ramai sekali " gumam ku

"ya ramai lah namanya juga pasar "

"maksud ku ramai hantu nya " ucap ku lagi

"haduh ....bisa gak sih Bran ,gak usah bahas hantu ,bikin takut aja " Riswan begitu penakut jangan kan melihat baru di sebutkan saja nyali nya udah ciut duluan

"hehe....gak bisa ,ya udah ayuk kita ke dalam ,kita ke arah penjual ikan " aku menarik tangan Riswan menuju tempat penjualan ikan laut juga ikan air tawar

"Bran....bisa gak lepas ini tangan ,gak enak banget diliatin orang ,mungkin mereka fikir kita apaan " ucap Riswan menghempaskan tangan nya ,apalagi aku dengar bisik-bisik beberapa penjual dan pengunjung tentang kami

"eh lihat tuh masa ganteng-ganteng ,jeruk makan jeruk "

haisshh....... seenak nya aja mereka ngomong,tapi aku tak mungkin menujukan sikap tak suka ku ,aku menengok ke arah mereka lalu memberikan senyum ramah ku , bukan untuk apa-apa ,hanya saja senyum itu kan ibadah

***

Kini aku sudah membawa barang bawaan ku dengan lengkap,aku masukan dalam kantong kresek hitam .

"perasaan mama tak enak nak,kalian di sana hati-hati ya ,apalagi sekolah itu....." ucapan mama terhenti karena aku memotong ucapan nya

"udah ma,tenang aja ,pasti tidak akan terjadi apa-apa kok ,ada Allah yang akan menjaga ku juga nek Wewe yang tak pernah jauh dari ku" ucap ku

"memangnya ada apa dengan sekolah itu?" tanya Riswan

"bangunan sekolah itu di bangun di atas pemakaman ,masih banyak jenazah yang yang belum atau tidak di pindah, makanya sekolah itu tak pernah mengadakan kegiatan di malam hari,karena sering ada gangguan dari para penghuni tak kasat mata "tutur ku

"yah ...terus gimana dong nanti malam" Riswan memeluk tubuhnya sendiri dengan kengerian di wajah nya

"hahaha...... udah jangan di fikirkan ,pastikan saja kamu jangan jauh-jauh dari ku " ucap ku

"ehehehehe..........kamu tenang aja nak ,nenek sudah bernegosiasi dengan hantu-hantu di sana,mereka setuju untuk tidak mengganggu asal mereka bersikap sopan ehehehehe......" ucap nek Wewe yang selalu di selingi dengan ketawa nya

"ya .....semoga saja mereka tak melakukan hal-hal aneh yang membuat para hantu itu terganggu " gumam ku

"ya udah ,ayok papa antar sekalian kembali ke kantor " ucap papa yang selalu menyempatkan diri untuk pulang makan siang

Akhirnya kami pun berangkat bersama papa .

Sesampainya di sekolah ,kita berdua sudah di sambut oleh para senior

"pak kami masuk ya " pamit ku

"iya ,papa juga mau kembali ke kantor ,kalian hati-hati" aku dan Riswan menyalimi punggung tangan papa bergantian ,setelah papa berlalu kami pun segera di arahkan ke belakang sekolah oleh para senior,menuju tenda-tenda yang sudah mereka siap kan

"nah berhubung kalian sudah datang semua maka acara kita mulai dengan mengumpulkan barang-barang yang kalian bawa ,apa sesuai dengan apa yang di tulis di kertas ,atau tidak " ucap kak Ardi

Satu persatu barang kami di periksa ,beruntung barang bawaan ku dan Riswan sesuai dengan yang di tulisan ,hingga kami terhindar dari hukuman ,namun teman-teman yang lain banyak yang salah ,dan mendapat hukuman ,ada yang di minta lari keliling lapangan ,ada yang membersihkan toilet,ada yang di suruh manjat pohon mangga yang sengaja di tanam di taman sekolah , bahkan ada juga yang di hukum untuk mencium senior .

Aku meringis saat melihat beberapa hantu turut dalam hukuman itu ,tak jarang mereka tertabrak dan ke tendang , maklum karena mereka tak bisa melihat para penghuni asli .

"apa yang mereka lakukan " gumam ku

"kamu bilang sesuatu ?" tanya kak Troy yang ternyata mendengar gumaman ku

"eh ....tidak ada kak "

"ehehehehe........." suara tawa nek Wewe membuat ku melonjak kaget ,

duh kenapa juga tuh hantu malah ketawa dekat telinga pula ,mana orang-orang pada ngeliatin

***

Terpopuler

Comments

Zero

Zero

Senior Laki-laki Kah Perempuan🤭🤭

2023-11-01

1

Zero

Zero

Itu Terlalu To*ol

2023-11-01

0

Zuhril Witanto

Zuhril Witanto

🤣🤣🤣

2023-10-30

0

lihat semua
Episodes
1 Adnan Gibran Gifhari
2 Tuyul kena bully
3 Teka-teki terpecahkan oleh Tante Lasmi
4 bertemu hantu toilet sekolah
5 Bahagiaku itu sederhana
6 Suara teriakan
7 Senior kesurupan
8 Pertolongan untuk Yudi
9 Kelakuan bang Popo and the geng
10 Rencana makan siang
11 Hantu di restoran Jepang
12 Rokurokubi,si leher panjang ganjen
13 Murid baru dan hantu nenek-nenek
14 Selamat jalan mbak Sada Aika
15 Kembali kesurupan
16 Menolong gadis kecil
17 Princess kesayangan
18 Mimpi buruk
19 Dilamar bocil
20 Keributan di kelas
21 Aranta pingsan
22 Kakak cantik
23 Menolong Aranta
24 Berangkat bersama
25 Rumah Merlin
26 Makhluk tinggi besar
27 Iri dan dengki penyebab gelap nya hati
28 Terbelenggu
29 Terdampar di pondok
30 Cerita Aranta
31 Para pasukan demit
32 Terluka nya Riswan dan Aranta
33 Kondisi Riswan
34 Hantu anak kecil tanpa tempurung kepala
35 Penglihatan Riswan
36 Sedikit galau (Riswan )
37 Kecurigaan Aranta
38 Fifty-Fifty
39 Penyerangan
40 Kebenaran
41 Di intai
42 Tak mudah percaya
43 Pentingnya menjaga kebersihan
44 Menghilang
45 Mencari Aranta
46 Menuju hutan bambu
47 Tertusuk
48 Berakhir nya sekte sesat
49 Kesadaran Aranta
50 menolong kak Troy
51 Keputusan keluarga Aranta
52 Mualaf
53 Rencana kepindahan
54 Rencana kepindahan
55 Rika (hantu pengantin)
56 Kepergian Aranta
57 Halang rintang
58 Menuju kerajaan siluman monyet
59 Menjemput
60 Kepulangan kakek
61 Di rumah makan
62 Suara ledakan
63 Teror makhluk pesugihan
64 Mulai membantu mbak Rika
65 Penemuan jasad mbak Rika
66 Ritual Ruqyah
67 Ritual Ruqyah 2
68 Hantu suster
69 Sosok kakek di kebun belakang sekolah
70 Ke kantor
71 Ses Merry
72 Konsekuensi
73 Fitnah
74 Tindakan Gibran
75 Sikap aneh para hantu
76 Sebuah fakta
77 Kedatangan keluarga Wulan
78 Surprise
79 Surprise ke dua
80 Siapa gadis itu?
81 Sosok mengejutkan
82 Di kebun binatang
83 Korban tewas di kebun binatang
84 Selesai
85 Perasaan Aranta
86 Mencoba mengikhlaskan
87 Malam pertunangan
88 Perasaan Gibran
89 Menuju lokasi KKN
90 Kedatangan Gibran dan Aranta
91 Malam di penginapan
92 KKN di Desa demit
93 Kegiatan posyandu
94 Aranta yang shock
95 Mengincar Aranta
96 Aksi para Kunti
97 Jangan pernah jauh dari ku
98 Kuntilanak jahil
99 Anak hilang
100 Bukan hilang
101 Buah jatuh tak jauh dari pohon nya
102 Pentas seni
103 Mengejutkan
104 Makhluk penglaris
105 Keinginan Gibran
106 Arkan
107 Santet banaspati
108 Guna-guna pemikat
109 Misterius
110 Tak jadi hilang
111 Berkunjung ke kantor
112 Bahaya
113 Pengaruh sihir
114 Alam bawah sadar
115 Kena gampar
116 Kedatangan Seno dan Thalia
117 Kecelakaan
118 Selamat
119 Bang Popo bebas
120 Tertinggal
121 Tumbal rumah sakit
122 Lomba renang
123 Senjata makan tuan
124 Berita hoak
125 Antara siap dan tak siap
126 Sosok pria mirip Yoga
127 Dirgantara
128 Digerebek
129 Memulai pencarian
130 Virus bucin
131 Kepergian Dirga
132 Berusaha tegar (Yoga )
133 Bertemu Merlin dan Riswan
134 Antusias nya Nuri dan Thalia
135 Kedatangan Zeky
136 Dugaan Gibran
137 Ari pingsan
138 Ternyata benar Aranta
139 Balasan Lasmi
140 Tak ingin kehilangan
141 Penolakan Gibran
142 Nenek misterius
143 Pernyataan Gibran
144 Terkejut nya Riswan
145 Nasehat Bu Fuji untuk Riswan
146 Kabar mengejutkan
147 Penyebab
148 Hukuman dari Rifki
149 Kesadaran Ari
150 Ari yang tak dapat melihat
151 Mengunjungi Yoga
152 Merindukan
153 Persiapan
154 Menikmati momen
155 Hilang ingatan
156 Peristiwa di hari sakral
157 Butuh privasi
158 Malam syahdu
159 Resepsi bagian 1
160 Resepsi bagian 2
161 Dapat bergerak
162 Tuyul kena bully lagi
163 Sebuah hadiah
164 Tamat
165 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Adnan Gibran Gifhari
2
Tuyul kena bully
3
Teka-teki terpecahkan oleh Tante Lasmi
4
bertemu hantu toilet sekolah
5
Bahagiaku itu sederhana
6
Suara teriakan
7
Senior kesurupan
8
Pertolongan untuk Yudi
9
Kelakuan bang Popo and the geng
10
Rencana makan siang
11
Hantu di restoran Jepang
12
Rokurokubi,si leher panjang ganjen
13
Murid baru dan hantu nenek-nenek
14
Selamat jalan mbak Sada Aika
15
Kembali kesurupan
16
Menolong gadis kecil
17
Princess kesayangan
18
Mimpi buruk
19
Dilamar bocil
20
Keributan di kelas
21
Aranta pingsan
22
Kakak cantik
23
Menolong Aranta
24
Berangkat bersama
25
Rumah Merlin
26
Makhluk tinggi besar
27
Iri dan dengki penyebab gelap nya hati
28
Terbelenggu
29
Terdampar di pondok
30
Cerita Aranta
31
Para pasukan demit
32
Terluka nya Riswan dan Aranta
33
Kondisi Riswan
34
Hantu anak kecil tanpa tempurung kepala
35
Penglihatan Riswan
36
Sedikit galau (Riswan )
37
Kecurigaan Aranta
38
Fifty-Fifty
39
Penyerangan
40
Kebenaran
41
Di intai
42
Tak mudah percaya
43
Pentingnya menjaga kebersihan
44
Menghilang
45
Mencari Aranta
46
Menuju hutan bambu
47
Tertusuk
48
Berakhir nya sekte sesat
49
Kesadaran Aranta
50
menolong kak Troy
51
Keputusan keluarga Aranta
52
Mualaf
53
Rencana kepindahan
54
Rencana kepindahan
55
Rika (hantu pengantin)
56
Kepergian Aranta
57
Halang rintang
58
Menuju kerajaan siluman monyet
59
Menjemput
60
Kepulangan kakek
61
Di rumah makan
62
Suara ledakan
63
Teror makhluk pesugihan
64
Mulai membantu mbak Rika
65
Penemuan jasad mbak Rika
66
Ritual Ruqyah
67
Ritual Ruqyah 2
68
Hantu suster
69
Sosok kakek di kebun belakang sekolah
70
Ke kantor
71
Ses Merry
72
Konsekuensi
73
Fitnah
74
Tindakan Gibran
75
Sikap aneh para hantu
76
Sebuah fakta
77
Kedatangan keluarga Wulan
78
Surprise
79
Surprise ke dua
80
Siapa gadis itu?
81
Sosok mengejutkan
82
Di kebun binatang
83
Korban tewas di kebun binatang
84
Selesai
85
Perasaan Aranta
86
Mencoba mengikhlaskan
87
Malam pertunangan
88
Perasaan Gibran
89
Menuju lokasi KKN
90
Kedatangan Gibran dan Aranta
91
Malam di penginapan
92
KKN di Desa demit
93
Kegiatan posyandu
94
Aranta yang shock
95
Mengincar Aranta
96
Aksi para Kunti
97
Jangan pernah jauh dari ku
98
Kuntilanak jahil
99
Anak hilang
100
Bukan hilang
101
Buah jatuh tak jauh dari pohon nya
102
Pentas seni
103
Mengejutkan
104
Makhluk penglaris
105
Keinginan Gibran
106
Arkan
107
Santet banaspati
108
Guna-guna pemikat
109
Misterius
110
Tak jadi hilang
111
Berkunjung ke kantor
112
Bahaya
113
Pengaruh sihir
114
Alam bawah sadar
115
Kena gampar
116
Kedatangan Seno dan Thalia
117
Kecelakaan
118
Selamat
119
Bang Popo bebas
120
Tertinggal
121
Tumbal rumah sakit
122
Lomba renang
123
Senjata makan tuan
124
Berita hoak
125
Antara siap dan tak siap
126
Sosok pria mirip Yoga
127
Dirgantara
128
Digerebek
129
Memulai pencarian
130
Virus bucin
131
Kepergian Dirga
132
Berusaha tegar (Yoga )
133
Bertemu Merlin dan Riswan
134
Antusias nya Nuri dan Thalia
135
Kedatangan Zeky
136
Dugaan Gibran
137
Ari pingsan
138
Ternyata benar Aranta
139
Balasan Lasmi
140
Tak ingin kehilangan
141
Penolakan Gibran
142
Nenek misterius
143
Pernyataan Gibran
144
Terkejut nya Riswan
145
Nasehat Bu Fuji untuk Riswan
146
Kabar mengejutkan
147
Penyebab
148
Hukuman dari Rifki
149
Kesadaran Ari
150
Ari yang tak dapat melihat
151
Mengunjungi Yoga
152
Merindukan
153
Persiapan
154
Menikmati momen
155
Hilang ingatan
156
Peristiwa di hari sakral
157
Butuh privasi
158
Malam syahdu
159
Resepsi bagian 1
160
Resepsi bagian 2
161
Dapat bergerak
162
Tuyul kena bully lagi
163
Sebuah hadiah
164
Tamat
165
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!