Suara teriakan

Sudah sembilan bendera yang kami kumpulkan dalam waktu hanya setengah jam,kami juga sudah berhasil menebak teka-teki nya , itu karena bantuan Tante Lasmi dan Wewe namun semua teman-teman yang lain malah menyangka aku yang bekerja keras padahal tidak sama sekali .

Kakak senior yang selalu berusaha menakuti dan mengganggu konsentrasi kami pun selalu gagal karena Wewe dan Tante Lasmi yang mengganggu aksi mereka ,alhasil malah mereka sendiri lah yang berteriak dan lari terbirit-birit.

Kini aku dan yang lain tengah berjalan menyusuri koridor untuk menuju kelas yang paling ujung ,dengan bantuan lampu senter kami melihat di atas pintu tertera tulisan kelas X A atau sepuluh A, kenapa kelas A malah paling ujung ' fikir ku

Krieeeettttt.........

suara derit pintu terdengar ngilu di telinga,suasana gelap menjadikan langkah ku dan yang lain sangat hati-hati , senter yang kami miliki tinggal satu karena yang satu nya terjatuh dan mati .

tiba-tiba

brakkk

"aduh " Riswan mengaduh sepertinya ia terantuk meja ,karena terdengar juga bunyi kaki meja yang bergeser

" kenapa meja ini ada di sini sih ,ngalangin jalan aja ,siapa yang naro di sini " gerutu nya

"bukan meja nya yang ngalangin jalan ,kamu nya aja yang jalan nya gak hati-hati udah tahu gelap " ucap salah satu anggota kelompok kami

"hehe......" Riswan malah terdengar terkekeh

"kalian mencar cari bendera itu " seru Rangga menginterupsi lagi

tanpa menyahut kami pun segera berpencar ke setiap sudut,aku mulai meraba tiap apapun yang ada di dekat ku.

"kalian harus ingat jika ada hantu jangan teriak ,itu hanya senior yang iseng " ucap Rangga lagi di sela kegiatan nya yang sama dengan ku dan yang lain yaitu mencari bendera putih .

baru saja Rangga bicara seperti itu tiba-tiba terdengar bunyi cekikikan perempuan

"hihihihi......hihihihi....."

"aaakkkhhh......" banyak para perempuan menjerit ketakutan termasuk Rangga

hmmm......dia sendiri yang bilang jangan teriak ,eh dia malah ikutan teriak , namun aku dan yang lain kembali di buat terkejut saat Riswan berteriak memanggil ku

"Bran..... Gibran....." teriak nya

"gue dini ,jangan teriak juga kali bikin kaget saja " sahut ku ,lekas ia mendekat dan memeluk lenganku erat

"Wan ....bisa lepas gak ,geli tahu ,apa an sih " seru ku mencoba melepaskan tangannya dari lengan ku

"aku takut Bran...." lirih nya

"helleh...... itu cuman suara rekaman " aku mencebik kesal ,karena sudah se gede ini masih aja penakut

"oh .....suara rekaman ya" Riswan lantas melepaskan pelukan tangan nya

"kamu yakin itu hanya suara rekaman?" tanya salah satu teman satu kelompok ku yang perempuan

"ya " sahut ku pendek,dan aku kembali bergerak untuk mencari dimana bendera putih itu.

Cukup lama kami mencari namun tak kunjung dapat juga ,tapi .....kemana Wewe dan Tante Lasmi ,kenapa mereka tak lagi membantu ku ,padahal aku sudah ingin menyelesaikan permainan ini ,kasihan teman-teman ku yang lain mereka sudah sangat ketakutan .

Saat mataku memusatkan perhatian pada sebuah benda yang ku kira adalah benda yang kami cari , tiba-tiba tubuh ku meremang , aku tiba-tiba mual ,dan perasaan mendadak tak nyaman ,ada apa ini ,apa sesuatu akan terjadi,atau ini hanya perasaan ku saja ,entahlah , aku hanya mencoba berfikir positif ,semoga hanya perasaan ku .

Tiba-tiba

tik'

terdengar suara entah sepertinya suara pemantik atau korek ,ya sepertinya benar karena setelah suara itu terdengar tercium aroma seperti kemenyan dan bau nya sangat menyengat di hidung , sampai-sampai aku dan yang lain terbatuk-batuk karena asap nya mengepul memenuhi ruangan kelas ini.

"uhhukk.... uhhukk....."

"astaga , ini pasti kerjaan para senior deh mau nakutin kita ,jadi batuk berjamaah kan kita " keluh Rangga ,dari bayangan nya terlihat dari pantulan cahaya senter ia tengah menekan dada nya .

astaga ,apa jangan-jangan dia punya riwayat sakit asma ,bisa gawat kalau begitu , aku jadi teringat sama mama ,mama juga punya riwayat yang sama ,tak boleh terlalu lama berada di tempat gelap dan menghirup asap berlebihan .

Aku dengan sigap berjalan ke arah nya ,dan segera menarik nya keluar

"hey.... aku mau di bawa kemana , bendera nya belum ketemu " ia berteriak protes

"asma mu bisa kambuh kalau terlalu lama berada di dalam " ucap ku datar setelah kami berada di luar ruangan

"darimana kamu tahu aku punya sakit asma " tanya nya sedikit mendongak pada ku karena tinggi tubuh nya tak setinggi tinggi tubuh ku

"kelihatan soalnya, dah kamu tunggu saja di sini ,tadi aku seperti nya sudah lihat bendera itu,akan aku suruh yang lain menemani di sini" ucap ku lalu meninggalakan nya

Dengan cepat namun hati-hati aku kembali ke tempat ku berdiri tadi .

"dapat " gumam ku

" siapa aja temani Rangga di luar " mendengar perintah ku , tanpa fikir panjang mereka pun semua nya keluar ,hanya menyisakan aku dan Riswan saja, namun sebelum keluar salah satu teman ku yang membawa senter memberikan senter nya padaku

"apa-apaan mereka itu ,kenapa mereka semua malah keluar ,terus kenapa juga si Rangga harus menunggu di luar?" gerutu Riwan

"Bran.....Bran....woy ....Adnan Gibran Gifhari " Riswan menyentak ku hingga aku menoleh padanya

"apa sih berisik tahu gak" seru ku yang sedang mencoba menjawab teka-teki di bendera putih itu

"persatuan kentang telur " gumam ku membaca teka-teki itu

"pergedel bukan sih " ujar Riswan

"nah cakep " aku pun lantas menulis jawaban itu di balik bendera nya ,karena peraturan yang mengatakan jika kita tidak boleh menjawab pertanyaan itu di luar ruangan kelas .

"yuk kita keluar " ajak ku setelah selesai menjawab teka-teki nya

Saat kami akan keluar tiba-tiba dari arah samping kami berdiri sosok yang memakai daster putih ,dengan dandanan ala kuntilanak ,duh jadi teringat mama kan ,bukan berarti aku menyamakan mama dengan kuntilanak loh ya, tapi karena latah mama yang jika terkejut kata kuntilanak lah yang mama ucap kan dan itu lucu menurut ku,apalagi jika saat kak Wowo muncul mama selalu berteriak kuntilanak sehingga kak Wowo sering dibuat kesal dan tak terima di sebut kuntilanak .

"Ya Allah Ya Rab....." Riswan berlonjak kaget dan lari dengan cepat ke luar ,sedangkan aku hanya melengos mengabaikan kuntilanak jadi-jadian itu.

Semua teman ku sudah menunggu di luar ,dan langsung menyongsong ku dengan pertanyaan

"bagaimana ketemu gak?" mereka bertanya saling bersahutan membuat ku pusing

"sudah nih ,udah di jawab juga " jawab ku

"yess .... akhirnya... thanks ya ....kamu menjadi penolong kita,entah apa yang akan kita lakukan tanpa kamu di kelompok ini" ucap Rangga

"udah ,jangan berlebihan , kita kan team " ucap ku

"baiklah sebaiknya kita segera ke lapangan ,buat nunjukin kalau kita udah menemukan semuanya " usul Riswan

dengan perasaan lega kami semua berjalan bersama-sama menuju lapangan tempat tenda kami didirikan ,dan di sana para senior sudah menunggu.

Angin kencang tiba-tiba muncul saat kami berjalan di koridor tepat di ruangan komputer .

Tiupan angin kencang itu cukup membuat kami semua tegang ,apalagi dengan suara gemerisik dedaunan dan ranting pohon yang saling bergesekan,kami semua berfikir itu bukan ulah para senior,karena tidak mungkin mereka membuat angin besar seperti ini

"astaghfirullaahal'aziim......" gumam ku saat melihat sekumpulan sosok tak kasat mata berjibun menuju ke arah kami ,aku melihat pada semua teman ku nampak nya mereka tak dapat melihat hantu-hantu itu ,aku sedikit lega karena jika mereka dapat melihat nya maka dapat di pastikan mereka akan berteriak histeris .

"apa mungkin ini karena bau asap dari kemenyan yang mereka bakar ,para hantu itu merasa terpanggil ?" gumam ku dalam hati

"ehehehehe.......beri mereka jalan " seru nek Wewe tiba-tiba muncul di samping ku

Aku pun segera meminta teman-teman ku untuk menepi dan mengosongkan jalan, meskipun mereka bingung namun aku yang bersikeras meminta mereka berdiri di samping tembok akhirnya mereka mau juga .

"ayolah .....cepat " seru ku

"emang ada apa sih ,memang nya siapa yang mau lewat pake harus minggir segala " tanya teman ku dan disahuti yang lain nya

"udah nurut aja napa sih , daripada kita kenapa-kenapa" ujar Riswan yang mulai faham dengan yang aku lakukan , ia juga terlihat sangat tegang meskipun tak dapat melihat penampakan para hantu itu .

"memang nya ada apa ?" tanya Rangga

"gawat mereka semakin dekat " gumam ku

"cepat suruh mereka mengosongkan jalan nya ,atau mereka yang akan jadi korbannya" teriak Tante Lasmi

"kalian dengarkan aku ,sekarang juga cepat menepi dan kosongkan jalan nya CEPAAAAAT......" mendengar teriakan ku mereka pun akhir nya menepi dan mengosongkan jalan

Aroma busuk langsung menguar jelas di indera penciuman ku manakala hantu-hantu itu berjalan di depan ku .

Hingga aku bisa bernafas lega saat para hantu itu menghilang di depan ruang kelas yang tadi.

"sebenar nya ada apa sih terus tadi kenapa bau busuk ya,kaya bau ****** gitu ?" tanya Rangga yang juga mencium aroma bau busuk itu

"sudahlah gak usah di bahas ,sekarang mendingan kita cepat bergegas ke lapangan " ucap ku tak ingin menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya

Akan tetapi teriakan lantang terdengar dari arah kelas paling ujung disertai suara brak brik bruk seperti benda terjatuh atau sengaja di lempar ,bahkan teriakan itu di selingi tawa yang membuat bulu kuduk merinding .

****

Terpopuler

Comments

sakura girls

sakura girls

y bysanya sih pas pramuka...wlipun msih mos...klu mrka ikut prmuka psty ada jurit malam..

2023-11-23

1

Kuba

Kuba

klw anak aku di suruh ngrjain tugas kaya gitu aku gk mau takut.. emang ada ya sekolah yng ngrjain mos kaya gitu 🤔🤔serem amat

2022-09-30

0

vithree-rahayu

vithree-rahayu

waahhh kesurupan nih

2022-05-17

1

lihat semua
Episodes
1 Adnan Gibran Gifhari
2 Tuyul kena bully
3 Teka-teki terpecahkan oleh Tante Lasmi
4 bertemu hantu toilet sekolah
5 Bahagiaku itu sederhana
6 Suara teriakan
7 Senior kesurupan
8 Pertolongan untuk Yudi
9 Kelakuan bang Popo and the geng
10 Rencana makan siang
11 Hantu di restoran Jepang
12 Rokurokubi,si leher panjang ganjen
13 Murid baru dan hantu nenek-nenek
14 Selamat jalan mbak Sada Aika
15 Kembali kesurupan
16 Menolong gadis kecil
17 Princess kesayangan
18 Mimpi buruk
19 Dilamar bocil
20 Keributan di kelas
21 Aranta pingsan
22 Kakak cantik
23 Menolong Aranta
24 Berangkat bersama
25 Rumah Merlin
26 Makhluk tinggi besar
27 Iri dan dengki penyebab gelap nya hati
28 Terbelenggu
29 Terdampar di pondok
30 Cerita Aranta
31 Para pasukan demit
32 Terluka nya Riswan dan Aranta
33 Kondisi Riswan
34 Hantu anak kecil tanpa tempurung kepala
35 Penglihatan Riswan
36 Sedikit galau (Riswan )
37 Kecurigaan Aranta
38 Fifty-Fifty
39 Penyerangan
40 Kebenaran
41 Di intai
42 Tak mudah percaya
43 Pentingnya menjaga kebersihan
44 Menghilang
45 Mencari Aranta
46 Menuju hutan bambu
47 Tertusuk
48 Berakhir nya sekte sesat
49 Kesadaran Aranta
50 menolong kak Troy
51 Keputusan keluarga Aranta
52 Mualaf
53 Rencana kepindahan
54 Rencana kepindahan
55 Rika (hantu pengantin)
56 Kepergian Aranta
57 Halang rintang
58 Menuju kerajaan siluman monyet
59 Menjemput
60 Kepulangan kakek
61 Di rumah makan
62 Suara ledakan
63 Teror makhluk pesugihan
64 Mulai membantu mbak Rika
65 Penemuan jasad mbak Rika
66 Ritual Ruqyah
67 Ritual Ruqyah 2
68 Hantu suster
69 Sosok kakek di kebun belakang sekolah
70 Ke kantor
71 Ses Merry
72 Konsekuensi
73 Fitnah
74 Tindakan Gibran
75 Sikap aneh para hantu
76 Sebuah fakta
77 Kedatangan keluarga Wulan
78 Surprise
79 Surprise ke dua
80 Siapa gadis itu?
81 Sosok mengejutkan
82 Di kebun binatang
83 Korban tewas di kebun binatang
84 Selesai
85 Perasaan Aranta
86 Mencoba mengikhlaskan
87 Malam pertunangan
88 Perasaan Gibran
89 Menuju lokasi KKN
90 Kedatangan Gibran dan Aranta
91 Malam di penginapan
92 KKN di Desa demit
93 Kegiatan posyandu
94 Aranta yang shock
95 Mengincar Aranta
96 Aksi para Kunti
97 Jangan pernah jauh dari ku
98 Kuntilanak jahil
99 Anak hilang
100 Bukan hilang
101 Buah jatuh tak jauh dari pohon nya
102 Pentas seni
103 Mengejutkan
104 Makhluk penglaris
105 Keinginan Gibran
106 Arkan
107 Santet banaspati
108 Guna-guna pemikat
109 Misterius
110 Tak jadi hilang
111 Berkunjung ke kantor
112 Bahaya
113 Pengaruh sihir
114 Alam bawah sadar
115 Kena gampar
116 Kedatangan Seno dan Thalia
117 Kecelakaan
118 Selamat
119 Bang Popo bebas
120 Tertinggal
121 Tumbal rumah sakit
122 Lomba renang
123 Senjata makan tuan
124 Berita hoak
125 Antara siap dan tak siap
126 Sosok pria mirip Yoga
127 Dirgantara
128 Digerebek
129 Memulai pencarian
130 Virus bucin
131 Kepergian Dirga
132 Berusaha tegar (Yoga )
133 Bertemu Merlin dan Riswan
134 Antusias nya Nuri dan Thalia
135 Kedatangan Zeky
136 Dugaan Gibran
137 Ari pingsan
138 Ternyata benar Aranta
139 Balasan Lasmi
140 Tak ingin kehilangan
141 Penolakan Gibran
142 Nenek misterius
143 Pernyataan Gibran
144 Terkejut nya Riswan
145 Nasehat Bu Fuji untuk Riswan
146 Kabar mengejutkan
147 Penyebab
148 Hukuman dari Rifki
149 Kesadaran Ari
150 Ari yang tak dapat melihat
151 Mengunjungi Yoga
152 Merindukan
153 Persiapan
154 Menikmati momen
155 Hilang ingatan
156 Peristiwa di hari sakral
157 Butuh privasi
158 Malam syahdu
159 Resepsi bagian 1
160 Resepsi bagian 2
161 Dapat bergerak
162 Tuyul kena bully lagi
163 Sebuah hadiah
164 Tamat
165 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Adnan Gibran Gifhari
2
Tuyul kena bully
3
Teka-teki terpecahkan oleh Tante Lasmi
4
bertemu hantu toilet sekolah
5
Bahagiaku itu sederhana
6
Suara teriakan
7
Senior kesurupan
8
Pertolongan untuk Yudi
9
Kelakuan bang Popo and the geng
10
Rencana makan siang
11
Hantu di restoran Jepang
12
Rokurokubi,si leher panjang ganjen
13
Murid baru dan hantu nenek-nenek
14
Selamat jalan mbak Sada Aika
15
Kembali kesurupan
16
Menolong gadis kecil
17
Princess kesayangan
18
Mimpi buruk
19
Dilamar bocil
20
Keributan di kelas
21
Aranta pingsan
22
Kakak cantik
23
Menolong Aranta
24
Berangkat bersama
25
Rumah Merlin
26
Makhluk tinggi besar
27
Iri dan dengki penyebab gelap nya hati
28
Terbelenggu
29
Terdampar di pondok
30
Cerita Aranta
31
Para pasukan demit
32
Terluka nya Riswan dan Aranta
33
Kondisi Riswan
34
Hantu anak kecil tanpa tempurung kepala
35
Penglihatan Riswan
36
Sedikit galau (Riswan )
37
Kecurigaan Aranta
38
Fifty-Fifty
39
Penyerangan
40
Kebenaran
41
Di intai
42
Tak mudah percaya
43
Pentingnya menjaga kebersihan
44
Menghilang
45
Mencari Aranta
46
Menuju hutan bambu
47
Tertusuk
48
Berakhir nya sekte sesat
49
Kesadaran Aranta
50
menolong kak Troy
51
Keputusan keluarga Aranta
52
Mualaf
53
Rencana kepindahan
54
Rencana kepindahan
55
Rika (hantu pengantin)
56
Kepergian Aranta
57
Halang rintang
58
Menuju kerajaan siluman monyet
59
Menjemput
60
Kepulangan kakek
61
Di rumah makan
62
Suara ledakan
63
Teror makhluk pesugihan
64
Mulai membantu mbak Rika
65
Penemuan jasad mbak Rika
66
Ritual Ruqyah
67
Ritual Ruqyah 2
68
Hantu suster
69
Sosok kakek di kebun belakang sekolah
70
Ke kantor
71
Ses Merry
72
Konsekuensi
73
Fitnah
74
Tindakan Gibran
75
Sikap aneh para hantu
76
Sebuah fakta
77
Kedatangan keluarga Wulan
78
Surprise
79
Surprise ke dua
80
Siapa gadis itu?
81
Sosok mengejutkan
82
Di kebun binatang
83
Korban tewas di kebun binatang
84
Selesai
85
Perasaan Aranta
86
Mencoba mengikhlaskan
87
Malam pertunangan
88
Perasaan Gibran
89
Menuju lokasi KKN
90
Kedatangan Gibran dan Aranta
91
Malam di penginapan
92
KKN di Desa demit
93
Kegiatan posyandu
94
Aranta yang shock
95
Mengincar Aranta
96
Aksi para Kunti
97
Jangan pernah jauh dari ku
98
Kuntilanak jahil
99
Anak hilang
100
Bukan hilang
101
Buah jatuh tak jauh dari pohon nya
102
Pentas seni
103
Mengejutkan
104
Makhluk penglaris
105
Keinginan Gibran
106
Arkan
107
Santet banaspati
108
Guna-guna pemikat
109
Misterius
110
Tak jadi hilang
111
Berkunjung ke kantor
112
Bahaya
113
Pengaruh sihir
114
Alam bawah sadar
115
Kena gampar
116
Kedatangan Seno dan Thalia
117
Kecelakaan
118
Selamat
119
Bang Popo bebas
120
Tertinggal
121
Tumbal rumah sakit
122
Lomba renang
123
Senjata makan tuan
124
Berita hoak
125
Antara siap dan tak siap
126
Sosok pria mirip Yoga
127
Dirgantara
128
Digerebek
129
Memulai pencarian
130
Virus bucin
131
Kepergian Dirga
132
Berusaha tegar (Yoga )
133
Bertemu Merlin dan Riswan
134
Antusias nya Nuri dan Thalia
135
Kedatangan Zeky
136
Dugaan Gibran
137
Ari pingsan
138
Ternyata benar Aranta
139
Balasan Lasmi
140
Tak ingin kehilangan
141
Penolakan Gibran
142
Nenek misterius
143
Pernyataan Gibran
144
Terkejut nya Riswan
145
Nasehat Bu Fuji untuk Riswan
146
Kabar mengejutkan
147
Penyebab
148
Hukuman dari Rifki
149
Kesadaran Ari
150
Ari yang tak dapat melihat
151
Mengunjungi Yoga
152
Merindukan
153
Persiapan
154
Menikmati momen
155
Hilang ingatan
156
Peristiwa di hari sakral
157
Butuh privasi
158
Malam syahdu
159
Resepsi bagian 1
160
Resepsi bagian 2
161
Dapat bergerak
162
Tuyul kena bully lagi
163
Sebuah hadiah
164
Tamat
165
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!