Senior kesurupan

Aku berlari menuju suara teriakan itu ,tak ku hiraukan teman-teman yang lain yang nampak bingung harus ikut bersama ku atau berlari ke lapangan .

Setiap langkah yang ku gerakan terasa sangat berat dan seakan jauh untuk menuju kelas itu ,ya aku yakin suara itu berasal dari sana .

Sementara nek Wewe dan Tante Lasmi pun ikut melayang di samping kiri kanan ku .

Saat setelah aku sampai di kelas yang paling ujung aku tertegun dengan nafas memburu.

Aneh....kelas ini nampak sepi tak ada apapun di sini , lalu tadi itu suara apa dan dari mana asal nya .

Hening ,sepi dan sunyi,itulah keadaan di ruangan kelas ini ,namun mataku tiba-tiba menangkap bayangan seseorang yang seperti duduk di pojokan ,meskipun suasana gelap tapi aku masih bisa melihat jika itu adalah orang ,mungkin senior yang tadi mencoba menakuti kami.

Aku pun perlahan mendekat ke arah nya ,tak ku temukan nek Wewe dan Tante Lasmi lagi di sekitar ku, aku pun menghela nafas dan mencoba untuk meraih pundak nya

"kak" sapa ku

namun tak ada jawaban dari nya

Aku merasakan hawa lain di tubuh nya saat aku menyentuh pundak nya ,dan sepertinya ia kesurupan

Saat aku hendak mengeluarkan sosok yang ada di tubuh kakak senior ku , tiba-tiba terdengar suara derap langkah kaki berhenti di belakang ku lalu menegur ku ,sontak aku menengok ke belakang

"sedang apa kamu di sini ?" tanya pak Saiful bersama para senior yang lain termasuk kak Troy dan kak Ardi

"dia kesurupan " tunjuk ku pada kakak senior yang tiba-tiba menggaruk-garuk lantai ubin hingga mengeluarkan bunyi yang membuat gigi ngilu

"apa.....yang benar saja ,kesurupan apa,jangan mengada-ada, lagian itu tuh sengaja tahu , itu rencana kita agar kalian takut " seru kak Ardi tergelak menertawakan ku

"Yudi..... sudahlah jangan main-main lagi , sandiwara nya sudah cukup" seru kak Troy pada senior yang tengah kesurupan itu

Aku hanya menghela nafas mendengar nya ,hingga suara geramam terdengar dari kakak senior yang tengah kesurupan .

"berani nya kalian membuat onar dan mengundang kami tapi tak memberikan apa-apa pada kami " suaranya nyaris tak terdengar jelas hingga pak Saiful mendekat dan mencekal pergelangan tangan nya

"lepaskan aku ,sakiiiitttt......" jerit nya

"keluar dari tubuh anak ini ,jangan ganggu " ucap pak Saiful tegas

"kami tidak akan mengganggu jika mereka tidak mengundang juga tak mengganggu kami " kakak senior nampak menujuk para senior yang mulai ketakutan

"jadi dia benar-benar kesurupan " gumam kak Troy

"memang nya apa yang kalian lakukan ,mengundang apa maksudnya" tanya pak Saiful menatap mereka

"mereka membakar kemenyan pak , dan seperti nya para makhluk tak kasat mata itu merasa tertarik ,namun karena kemenyan itu mentah tak ada doa khusus dan maksud yang jelas saat membakar nya makanya mereka murka dan merasa dipermainkan "tutur ku

"astaghfirullaahal'aziim.....kan sudah bapak katakan jangan bermain-main dengan yang beginian ,kalian dapat izin mengadakan acara ini saja sudah beruntung kenapa kalian tak mendengar kan kata-kata bapak " pak Saiful nampak gemas pada kelakuan mereka

"maaf pak kami fikir tidak akan terjadi apa-apa" kak Troy menunduk begitupun dengan kak Ardi

"sudahlah sekarang kalian bantu doa, bapak akan coba mengobati nya " ucap pak Saiful kemudian

"terdengar pak Saiful mulai membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an , seketika senior yang baru ku ketahui namanya Yudi mulai meracau dan mengumpat di sela-sela jeritan nya

"aaakkhh.....panas ....hentikan ....."

"astaghfirullah halazim.....pak sepertinya dia harus di ruqyah ,karena bukan hanya satu saja yang berada di dalam tubuh nya" ucap ku ,saat melihat ada banyak makhluk astral yang bersemayam di dalam tubuh Yudi ini.

"benarkah.....?" tanya pak Saiful

"iya pak"

"kalau begitu bantu bapak bawa dia ke mushola " ucap pak Saiful pada ku

"baik pak"

aku pun segera meraih pergelangan tangan Yudi hendak menuntun nya ,namun tiba-tiba ia menghempaskan tangan ku kasar .

"jangan menyentuhku " suara nya terdengar parau

"ya sudah jalan sendiri sana " ucap ku

"gak mau..... mau di gendong " ucap nya menelengkan kepala nya melihat padaku

"gak mau situ berat" tolak ku

"ya udah kalau begitu aku tetap di sini dan gak mau keluar dari tubuh anak ini" ucap sosok yang ada di tubuh Yudi lagi

aku melirik pada kak Ardi dan kak Troy

"kamu mau nyuruh kita yang gendong dia,....ogah " seru kak Troy

"gak mau sama dia ,dia pendek jelek ,mau sama kamu aja ganteng " ucap sosok itu lagi

"kurang asem luh ngatain gue pendek jelek ,untung setan kalau bukan udah ku kasih pelajaran ,lagian ini hantu apa sih ,kenapa genit banget " celetuk kak Ardi

"jangan dengarkan dia ,ayo gendong aku " rengek nya

"hadeuh kolokan banget sih jadi setan " gerutu ku lalu jongkok di hadapan Yudi

"ada ya kesurupan model begini" gumam pak Saiful menggeleng kan kepala

Karena yang masuk ke tubuh nya lebih dari satu ,maka tingkah nya pun bermacam-macam.

"bismillah....." ucap ku pada saat hendak mengangkat tubuh Yudi yang sudah naik ke punggung ku

pletak

"aduh" aku terkejut saat kepala bagian belakang ku di pukul oleh Yudi yang tengah kerasukan

"jangan ucapkan kata itu ,panas..... " seru nya

"jangan mukul juga kali ,sakit nih " gerutu ku

"khikhikhikhi......."

aduh ....malah cekikikan ,mana pas banget deket kuping lagi, aku berjalan sambil terus bersolawat dalam hati , di belakang pak Saiful juga yang lain nya pun turut mengikuti

"ehehehehe.........." nek Wewe tertawa melihat ku sambil duduk di batang pohon mangga bersama tante Lasmi yang juga tengah cekikikan

aku hanya mendesah malas menatap kedua nya sambil berjalan.

dari tadi ini hantu mulut nya gak ada capek nya ,nyerocos terus , sampai telinga aku serasa berdengung mendengar nya .

Kalau saja yang ku gendong hantu tanpa tubuh orang lain ,udah aku jatuhin dari tadi ,tapi mengingat ada tubuh lain yang pasti akan merasa kesakitan ,aku pun mengurungkan niat ku .

"Bran....." teriak Riswan lalu berlari mendekat pada ku

"itu ... kenapa ?" tanya nya menujuk Yudi di gendongan ku

"kesurupan" sahut ku pelan

"hah ..... astaghfirullaahal'aziim....pait pait pait ...." Riswan menjauh dan bergabung bersama kak Troy dan yang lain

Hingga akhirnya aku sampai di depan mushola lantas membawa nya masuk ,dan menurunkan nya dengan kasar ,sungguh punggung ku terasa sakit.

"gggrrrhhhhh ......"

tiba-tiba terdengar geraman dari Yudi, namun mendadak kemudian Yudi menggerakan tubuh nya lalu meliuk-liukan tubuh nya seperti gerakan menari , tak sampai di situ bahkan Yudi pun melotot ke arah pak Saiful yang tengah berkomat-kamit membacakan doa .

Di luar nampak orang-orang saling berdesakan dan mengintip ke dalam mushola ,mereka nampak penasaran dengan apa yang terjadi di dalam mushola ,bahkan suara gaduh pun tak terelakan lagi dari mereka .

"sudah keluarlah kalian, kasihan anak ini " ucap pak Saiful

"tidak mau " tolak nya

"kalian ingin sesaji kan,maka aku akan berikan ,tapi keluar dari tubuh nya " ucap pak Saiful membuat ku terperangah

bukan nya memberi sesaji pada makhluk halus tak di perbolehkan ,itu malah akan membuat para setan semakin seenak nya jika keinginan nya di turuti , aku juga dulu pernah memberi hantu makan dengan ayam goreng dan aku mendapat teguran dari mana agar tak selalu menuruti keinginan hantu, kecuali jika tujuan nya ingin membantu agar hantu itu tenang dan kembali ke alam nya dibantu dengan doa juga tentunya

"tidak mau" tolak nya lagi

"lalu apa mau mu" tanya pak Saiful lagi

"kalian pergi dari tempat ini ,dan jangan mengganggu tempat tinggal kami" ucap nya

"ehehehehe........mereka semua marah karena anak itu telah kencing sembarangan ,bukan hanya membakar kemenyan kesalahan mereka ,tapi mereka-mereka itu juga sudah berkata jorok bahkan mengotori tempat tinggal mereka ehehehehe......" tutur nek Wewe lalu menujuk arah belakang sekolah yang masih berupa tanah lapang yang di tumbuhi pohon pisang ,katanya nanti di sana akan di bangun kantin yang baru ,karena kantin yang saat ini sangat sempit .

"memangnya apa yang mereka lakukan di kebun belakang sekolah nek" tanya ku dalam hati

Bukan nya menjawab pertanyaan ku ,nek Wewe malah memperlihatkan ku kejadian di kebun belakang sekolah beberapa saat yang lalu

"astaghfirullah....." aku tersentak

"ada apa?" tanya pak Saiful yang baru memasukan ponsel nya ke dalam saku celananya,saking sibuknya aku berbicara dengan nek Wewe aku sampai tak menyadari jika pak Saiful tengah melakukan panggilan telepon,entah siapa yang dihubungi beliau

"tidak apa-apa pak " sahut ku

"astaga nek,kenapa mesti di perlihatkan sih ,menjijikan tahu , aku kan masih polos " seru ku dalam hati

"ehehehehe.......kan biar sekalian belajar ehehehehe......"

"hemmmz....kalau yang begituan mah gak usah di pelajari nek, nanti juga bisa sendiri ,kan aku punya feeling" jawab ku

"ehehehehe..........."

ada-ada saja nek Wewe ini ,masa aku di perlihatkan sesuatu yang dilarang , astaghfirullaahal'aziim......aku mengusap wajah ku ,merasa berdosa karena melihat adegan tak senonoh para senior ,mereka berpelukan dan berciuman di area kebun pisang itu ,pantas saja para penghuni nya marah

***

Terpopuler

Comments

Devon Archana

Devon Archana

kacau seniornya...

2024-02-28

3

sakura girls

sakura girls

syukurin tuh senior sompral...dah tau tmpt macam tu angker ehh malah sok sk an....

2023-11-23

2

Suci Indah

Suci Indah

keren nih thor.. buat penasaran.. double up thor.. semangat 😁

2022-02-23

1

lihat semua
Episodes
1 Adnan Gibran Gifhari
2 Tuyul kena bully
3 Teka-teki terpecahkan oleh Tante Lasmi
4 bertemu hantu toilet sekolah
5 Bahagiaku itu sederhana
6 Suara teriakan
7 Senior kesurupan
8 Pertolongan untuk Yudi
9 Kelakuan bang Popo and the geng
10 Rencana makan siang
11 Hantu di restoran Jepang
12 Rokurokubi,si leher panjang ganjen
13 Murid baru dan hantu nenek-nenek
14 Selamat jalan mbak Sada Aika
15 Kembali kesurupan
16 Menolong gadis kecil
17 Princess kesayangan
18 Mimpi buruk
19 Dilamar bocil
20 Keributan di kelas
21 Aranta pingsan
22 Kakak cantik
23 Menolong Aranta
24 Berangkat bersama
25 Rumah Merlin
26 Makhluk tinggi besar
27 Iri dan dengki penyebab gelap nya hati
28 Terbelenggu
29 Terdampar di pondok
30 Cerita Aranta
31 Para pasukan demit
32 Terluka nya Riswan dan Aranta
33 Kondisi Riswan
34 Hantu anak kecil tanpa tempurung kepala
35 Penglihatan Riswan
36 Sedikit galau (Riswan )
37 Kecurigaan Aranta
38 Fifty-Fifty
39 Penyerangan
40 Kebenaran
41 Di intai
42 Tak mudah percaya
43 Pentingnya menjaga kebersihan
44 Menghilang
45 Mencari Aranta
46 Menuju hutan bambu
47 Tertusuk
48 Berakhir nya sekte sesat
49 Kesadaran Aranta
50 menolong kak Troy
51 Keputusan keluarga Aranta
52 Mualaf
53 Rencana kepindahan
54 Rencana kepindahan
55 Rika (hantu pengantin)
56 Kepergian Aranta
57 Halang rintang
58 Menuju kerajaan siluman monyet
59 Menjemput
60 Kepulangan kakek
61 Di rumah makan
62 Suara ledakan
63 Teror makhluk pesugihan
64 Mulai membantu mbak Rika
65 Penemuan jasad mbak Rika
66 Ritual Ruqyah
67 Ritual Ruqyah 2
68 Hantu suster
69 Sosok kakek di kebun belakang sekolah
70 Ke kantor
71 Ses Merry
72 Konsekuensi
73 Fitnah
74 Tindakan Gibran
75 Sikap aneh para hantu
76 Sebuah fakta
77 Kedatangan keluarga Wulan
78 Surprise
79 Surprise ke dua
80 Siapa gadis itu?
81 Sosok mengejutkan
82 Di kebun binatang
83 Korban tewas di kebun binatang
84 Selesai
85 Perasaan Aranta
86 Mencoba mengikhlaskan
87 Malam pertunangan
88 Perasaan Gibran
89 Menuju lokasi KKN
90 Kedatangan Gibran dan Aranta
91 Malam di penginapan
92 KKN di Desa demit
93 Kegiatan posyandu
94 Aranta yang shock
95 Mengincar Aranta
96 Aksi para Kunti
97 Jangan pernah jauh dari ku
98 Kuntilanak jahil
99 Anak hilang
100 Bukan hilang
101 Buah jatuh tak jauh dari pohon nya
102 Pentas seni
103 Mengejutkan
104 Makhluk penglaris
105 Keinginan Gibran
106 Arkan
107 Santet banaspati
108 Guna-guna pemikat
109 Misterius
110 Tak jadi hilang
111 Berkunjung ke kantor
112 Bahaya
113 Pengaruh sihir
114 Alam bawah sadar
115 Kena gampar
116 Kedatangan Seno dan Thalia
117 Kecelakaan
118 Selamat
119 Bang Popo bebas
120 Tertinggal
121 Tumbal rumah sakit
122 Lomba renang
123 Senjata makan tuan
124 Berita hoak
125 Antara siap dan tak siap
126 Sosok pria mirip Yoga
127 Dirgantara
128 Digerebek
129 Memulai pencarian
130 Virus bucin
131 Kepergian Dirga
132 Berusaha tegar (Yoga )
133 Bertemu Merlin dan Riswan
134 Antusias nya Nuri dan Thalia
135 Kedatangan Zeky
136 Dugaan Gibran
137 Ari pingsan
138 Ternyata benar Aranta
139 Balasan Lasmi
140 Tak ingin kehilangan
141 Penolakan Gibran
142 Nenek misterius
143 Pernyataan Gibran
144 Terkejut nya Riswan
145 Nasehat Bu Fuji untuk Riswan
146 Kabar mengejutkan
147 Penyebab
148 Hukuman dari Rifki
149 Kesadaran Ari
150 Ari yang tak dapat melihat
151 Mengunjungi Yoga
152 Merindukan
153 Persiapan
154 Menikmati momen
155 Hilang ingatan
156 Peristiwa di hari sakral
157 Butuh privasi
158 Malam syahdu
159 Resepsi bagian 1
160 Resepsi bagian 2
161 Dapat bergerak
162 Tuyul kena bully lagi
163 Sebuah hadiah
164 Tamat
165 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Adnan Gibran Gifhari
2
Tuyul kena bully
3
Teka-teki terpecahkan oleh Tante Lasmi
4
bertemu hantu toilet sekolah
5
Bahagiaku itu sederhana
6
Suara teriakan
7
Senior kesurupan
8
Pertolongan untuk Yudi
9
Kelakuan bang Popo and the geng
10
Rencana makan siang
11
Hantu di restoran Jepang
12
Rokurokubi,si leher panjang ganjen
13
Murid baru dan hantu nenek-nenek
14
Selamat jalan mbak Sada Aika
15
Kembali kesurupan
16
Menolong gadis kecil
17
Princess kesayangan
18
Mimpi buruk
19
Dilamar bocil
20
Keributan di kelas
21
Aranta pingsan
22
Kakak cantik
23
Menolong Aranta
24
Berangkat bersama
25
Rumah Merlin
26
Makhluk tinggi besar
27
Iri dan dengki penyebab gelap nya hati
28
Terbelenggu
29
Terdampar di pondok
30
Cerita Aranta
31
Para pasukan demit
32
Terluka nya Riswan dan Aranta
33
Kondisi Riswan
34
Hantu anak kecil tanpa tempurung kepala
35
Penglihatan Riswan
36
Sedikit galau (Riswan )
37
Kecurigaan Aranta
38
Fifty-Fifty
39
Penyerangan
40
Kebenaran
41
Di intai
42
Tak mudah percaya
43
Pentingnya menjaga kebersihan
44
Menghilang
45
Mencari Aranta
46
Menuju hutan bambu
47
Tertusuk
48
Berakhir nya sekte sesat
49
Kesadaran Aranta
50
menolong kak Troy
51
Keputusan keluarga Aranta
52
Mualaf
53
Rencana kepindahan
54
Rencana kepindahan
55
Rika (hantu pengantin)
56
Kepergian Aranta
57
Halang rintang
58
Menuju kerajaan siluman monyet
59
Menjemput
60
Kepulangan kakek
61
Di rumah makan
62
Suara ledakan
63
Teror makhluk pesugihan
64
Mulai membantu mbak Rika
65
Penemuan jasad mbak Rika
66
Ritual Ruqyah
67
Ritual Ruqyah 2
68
Hantu suster
69
Sosok kakek di kebun belakang sekolah
70
Ke kantor
71
Ses Merry
72
Konsekuensi
73
Fitnah
74
Tindakan Gibran
75
Sikap aneh para hantu
76
Sebuah fakta
77
Kedatangan keluarga Wulan
78
Surprise
79
Surprise ke dua
80
Siapa gadis itu?
81
Sosok mengejutkan
82
Di kebun binatang
83
Korban tewas di kebun binatang
84
Selesai
85
Perasaan Aranta
86
Mencoba mengikhlaskan
87
Malam pertunangan
88
Perasaan Gibran
89
Menuju lokasi KKN
90
Kedatangan Gibran dan Aranta
91
Malam di penginapan
92
KKN di Desa demit
93
Kegiatan posyandu
94
Aranta yang shock
95
Mengincar Aranta
96
Aksi para Kunti
97
Jangan pernah jauh dari ku
98
Kuntilanak jahil
99
Anak hilang
100
Bukan hilang
101
Buah jatuh tak jauh dari pohon nya
102
Pentas seni
103
Mengejutkan
104
Makhluk penglaris
105
Keinginan Gibran
106
Arkan
107
Santet banaspati
108
Guna-guna pemikat
109
Misterius
110
Tak jadi hilang
111
Berkunjung ke kantor
112
Bahaya
113
Pengaruh sihir
114
Alam bawah sadar
115
Kena gampar
116
Kedatangan Seno dan Thalia
117
Kecelakaan
118
Selamat
119
Bang Popo bebas
120
Tertinggal
121
Tumbal rumah sakit
122
Lomba renang
123
Senjata makan tuan
124
Berita hoak
125
Antara siap dan tak siap
126
Sosok pria mirip Yoga
127
Dirgantara
128
Digerebek
129
Memulai pencarian
130
Virus bucin
131
Kepergian Dirga
132
Berusaha tegar (Yoga )
133
Bertemu Merlin dan Riswan
134
Antusias nya Nuri dan Thalia
135
Kedatangan Zeky
136
Dugaan Gibran
137
Ari pingsan
138
Ternyata benar Aranta
139
Balasan Lasmi
140
Tak ingin kehilangan
141
Penolakan Gibran
142
Nenek misterius
143
Pernyataan Gibran
144
Terkejut nya Riswan
145
Nasehat Bu Fuji untuk Riswan
146
Kabar mengejutkan
147
Penyebab
148
Hukuman dari Rifki
149
Kesadaran Ari
150
Ari yang tak dapat melihat
151
Mengunjungi Yoga
152
Merindukan
153
Persiapan
154
Menikmati momen
155
Hilang ingatan
156
Peristiwa di hari sakral
157
Butuh privasi
158
Malam syahdu
159
Resepsi bagian 1
160
Resepsi bagian 2
161
Dapat bergerak
162
Tuyul kena bully lagi
163
Sebuah hadiah
164
Tamat
165
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!