Hantu di restoran Jepang

Di sini sekarang kita berada ,di sebuah restoran Jepang , restoran yang menyajikan khusus masakan Jepang tentunya .

Sudah ada paman Haris juga di sini ,rupanya ia sudah menunggu kedatangan kami.

"kalian mau pesan apa ?" tanya paman Haris menatap ku ,Riswan juga Ari

"samakan saja lah ,bingung aku sama nama makanan nya " ucap Riswan ,aku pun mengangguk setuju dengan yang di ucapkan Riswan

"ma,mama ngerasa ada sesuatu gak?" bisik ku

"iya ,sudah jangan di hiraukan ,abaikan saja" sahut mama

"iya ma" ucapku patuh ,namun hatiku masih penasaran ,hantu apa yang ada di restoran ini , ku edarkan pandangan ku ke seluruh ruangan namun tak ku temui hantu apa pun ,tapi aura kehantuan nya cukup mengusik batin dan fikiran ku , sungguh aku penasaran .

"hayo.....pasti kamu kepo kan ?" seru Tante Lasmi yang langsung duduk di hadapan ku ,lebih tepat nya di samping paman Haris .

Paman Haris yang juga memiliki kepekaan dengan makhluk astral namun tak dapat melihat justru malah membacakan doa sehingga Tante Lasmi melotot ke arah nya seraya mengumpati

"yeeeh.....dasar jadi manusia sensian amat,numpang duduk di samping nya saja malah langsung di doa in ,panas woyyy....." Tante Lasmi menjauh

Tante Lasmi memang berbeda dengan bang Popo ,kak Wowo ,dan nek Wewe , mereka sudah di Islam kan katanya jadi mereka tak merasa terganggu saat mendengar lantunan ayat suci Al-Quran,malah saat aku shalat dan bersolawat pun ketiga hantu itu justru mengikuti ku .

Mama dan papa nampak menahan tawa melihat Tante Lasmi kepanasan sedangkan aku melihat dengan ujung mataku jika paman Haris selalu curi pandang pada mama, mungkinkah benar paman Haris masih menyimpan rasa .

Aku jadi penasaran bagaimana hubungan mereka bisa berakhir dulu , mau bertanya tapi aku tak enak , apa aku terawang saja ya.

Buyar sudah lamunan ku saat pelayan datang membawakan pesanan kami .

"ayo di makan " ucap papa meraih sumpit

Aku yang terbiasa makan menggunakan tangan merasa tak nyaman ketika menggunakan sumpit , bukan tak bisa ,hanya saja rasanya lebih nikmat kalau makanan yang masuk ke mulut itu menggunakan tangan langsung tanpa perantara sendok atau sumpit ,namun jika yang ku makan sayur berkuah sudah pasti menggunakan sendok karena tak mungkin aku mengobok-obok makanan berkuah dengan tangan.

Tanpa ragu aku meletakan sumpit lalu mencuci tangan ku terlebih dahulu

Mereka yang sudah terbiasa melihat ku makan dengan menggunakan tangan nampak biasa saja namun tidak bagi orang lain ,mereka justru menertawakan ku

"eh lihat itu masa ganteng-ganteng gitu kok kampungan ya " bisik-bisik mereka ,meski begitu aku tetap cuek menikmati makanan di hadapan ku ,toh aku gak merugikan mereka ,namun mama seperti tak terima mendengar aku di ejek seperti itu

"eh tapi biar kampungan tapi tampan banget ,sama yang satunya juga tuh "

"kira-kira mereka masih jomblo gak ya"

"idih gue sih ogah tampang boleh keren tapi kampungan dan norak , malu-malu in tau gak"

ucap yang satunya ,dia yang paling uwow penampilan dari kedua teman nya , baju kekurangan bahan dengan aksesoris yang menghiasi leher, lengan dan kepala .

Entah suara hati apa yang mama ucapkan pada Tante Lasmi dan kak Wowo ,kedua hantu itu nampak menjahili orang-orang yang bergunjing ria terhadap ku

"aduh kamu colek aku?" tanya nya

"enggak,dari tadi tangan aku sibuk dengan makanan ,perasaan mu aja kali " sahut teman nya yang berada di samping nya

"aduh....tuh kan " pekik yang satu nya ,rupanya Tante Lasmi menoyor kepala wanita itu

"Aaawww.....siapa yang jitak kepala gue " pekik wanita yang paling terbuka pakaian nya ,hingga pengunjung lain melihat pada mereka

ketiga nya nampak keheranan dan saling tatap ,

"jangan-jangan......."

hingga akhirnya mereka memilih untuk pergi sampai lupa membayar tagihan nya, seorang pelayan mengejar saat melihat ketiga nya kabur begitu saja

Mama nampak cekikikan di samping papa yang juga menahan tawa dengan mengalihkan pandangan nya ,paman Haris nampak kebingungan melihat kedua pasangan suami istri di hadapan nya

"astaghfirullaah......." inilah sifat lain mama ,jika menghadapi anak-anak nya maka mama akan berlaku sangat lembut selembut sutra ,tak pernah sekalipun membentak tapi jika sudah kumat jiwa usil nya ya seperti ini , kadang aku juga berfikir mungkin sifat jahilku yang selalu ku salurkan pada makhluk tak kasat mata itu turunan dari mama , dan mungkin benar.

"mama kenapa?" tanya Ari dan Riswan bersamaan

"apa ada yang lucu ?" tanya Riswan lagi

"oh....tidak kok , hanya teringat adegan di film yang mama tonton tadi pagi , lucu banget " jawab mama beralasan

"oh...." mereka mengangguk sambil mengunyah makanan nya

Saat tengah menikmati makanan yang bernama takoyaki aku tiba-tiba merasakan mulas , aku pun meminta izin untuk pergi ke toilet

Saat melewati bangku kosong yang ada sekat nya antara meja lain nya aku melihat ada seorang perempuan berbaju khas ala wanita Jepang,ia terlihat hanya diam menunduk tanpa menyentuh makanan nya yang nampak utuh, rambut nya yang panjang dan lurus menjuntai menutupi bahu nya .

"duh mbak nya....maaf ya aku mau ke toilet dulu , udah gak nahan nih nanti kita ngobrol" ucap ku seraya buru-buru menuju pintu toilet

Aku segera membuang semua sampah di dalam perutku setelah duduk di atas kloset yang sudah siap menerima semua sampah itu.

Di saat aku sudah siap menembakan rudal tiba-tiba sosok wanita yang mengenakan pakaian ala Jepang tadi tiba-tiba muncul.Hantu wanita itu nampak terkejut saat mendengar suara dentuman di sertai bau busuk yang menyeruak ,hantu itu pun lalu menghilang ..

Dhuuuuuut........

Bbrrooooottttt......

"aahh..... lega nya " gumam ku setelah sampah-sampah itu sudah beralih di dalam kloset

"rupanya makanan Jepang tak cocok diperut ku ,baru beberapa biji yang masuk udah sakit aja nih perut" gumam ku lagi

Setelah dirasa cukup, aku pun segera menekan tombol flash ,lalu air pun keluar dan menyapu bersih sampah beserta tempat bekas pembuangan sampah nya ,setelah itu aku meraih tisu dan membersihkan sisa nya.

Aku pun segera keluar dan mencuci tangan di wastafel, lalu beranjak keluar .

Aku kembali melewati meja tadi dan sosok wanita itu sudah kembali ke tempat nya .

"kan sudah dibilang tunggu di sini,pake ikutan masuk segala ,mau ngintip ya " tuding ku lalu duduk di hadapan nya

"aku fikir cowok ganteng kaya kamu jika saat ee tidak akan bau,tapi ternyata sama saja" ucapnya pelan ,ia masih menunduk

"mbak kalau ngomong itu lihat orang yang diajak ngomong " tegur ku

"kamu tidak takut padaku?" tanya nya

"nggak,kamu tidak seram jadi buat apa takut " jawab ku

"kalau begini kamu takut tidak ?" tanya nya seraya meliuk-liukan kepalanya ,dan perlahan lehernya memanjang hingga hampir dua meteran ,saking panjang nya aku pun memundurkan kepalaku saat rambut nya hampir mengenai ku

"wuidiiiih.......keren....." aku berdecak kagum

"kenapa malah bilang keren,harusnya kamu takut dan lari terbirit-birit" ucap hantu itu tanpa mengembalikan lehernya

"emang ini keren kok , dulu aja ada hantu yang kepalanya bisa dicopot aku malah mainin itu kepala ,apalagi ini,leher bisa jadi panjang ,ini karet bukan sih ,kok bisa elastis kaya gini " aku menyentuh leher itu dengan menyentil nya

"aduh....aduh....sakit ...." hantu itu mengubah lehernya menjadi seperti semula lagi

"hahaha......maaf ya ,abisnya aku gemes banget tahu....." aku sampai tak sadar jika suara tertawa ku sampai membuat orang menghampiri ku

"maaf dek....kenapa ya ?" tanya salah satu pengunjung

"eh....hehehe....gak apa-apa ,tadi saya habis nelpon teman saya" ucapku beralasan seraya menujukan ponsel ku ,ah untung aku tak melupakan ponsel ku.

Pelayan itu nampaknya percaya dengan alasan ku, tak ingin ada pertanyaan lagi aku pun mutuskan untuk kembali ke meja mama,dan yang lain ,rupanya aku pergi terlalu lama ,sampai makanan di atas meja sudah habis tak bersisa ,hanya menyisakan punya ku

"kok lama banget ,itu makanan kamu udah nungguin kamu" ucap papa

"perut ku sakit pa, mungkin perut ku tak cocok dengan makanan itu" ucap ku

"terus ini makanan nya gimana ?" tanya mama

"bungkus aja ma,buat aku nanti " ucap Ari

"ya sudah kalau gitu kalian duluan biar aku yang bayar tagihan nya "ucap paman Haris

"lah gak bisa gitulah di sini yang paling banyak makan kan keluarga ku ,gak enak lah kalau kamu yang bayar semua " ucap papa beranjak dari duduknya

"ya udah kalau gitu kita patungan saja"ucap paman Haris

"nah begitu lebih baik" sahut papa seraya merangkul paman Haris

"sayang .... kamu dan anak-anak tunggu di mobil aja ya,sepertinya akan sedikit lama " ucap papa melirik mama

"ehm...baiklah ,ayo anak-anak " ajak mama

kami pun beranjak dan segera keluar dari restoran ini ,akan tetapi langkah ku ter henti saat seorang gadis seusia ku menabrak ku ,hingga barang-barang bawaannya jatuh berserakan

brukk

"aduh maaf ,maaf "

***

Terpopuler

Comments

Biah Kartika

Biah Kartika

ini gadis yang di mini market itu ya, kenapa ketemu lagi juga pakai nabrak2 gitu sih.. hmm ini gadis mgkin nanti jadi pacar gibran ya, apa dia juga bisa melihat 👻

2024-02-02

1

𝘳𝘦𝘷𝘢 𝘯𝘢𝘥𝘪𝘵𝘺𝘢

𝘳𝘦𝘷𝘢 𝘯𝘢𝘥𝘪𝘵𝘺𝘢

hantunya salah menakuti orang😂😂😂 Gibran...gitu lho

2022-06-03

1

vithree-rahayu

vithree-rahayu

🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2022-05-17

1

lihat semua
Episodes
1 Adnan Gibran Gifhari
2 Tuyul kena bully
3 Teka-teki terpecahkan oleh Tante Lasmi
4 bertemu hantu toilet sekolah
5 Bahagiaku itu sederhana
6 Suara teriakan
7 Senior kesurupan
8 Pertolongan untuk Yudi
9 Kelakuan bang Popo and the geng
10 Rencana makan siang
11 Hantu di restoran Jepang
12 Rokurokubi,si leher panjang ganjen
13 Murid baru dan hantu nenek-nenek
14 Selamat jalan mbak Sada Aika
15 Kembali kesurupan
16 Menolong gadis kecil
17 Princess kesayangan
18 Mimpi buruk
19 Dilamar bocil
20 Keributan di kelas
21 Aranta pingsan
22 Kakak cantik
23 Menolong Aranta
24 Berangkat bersama
25 Rumah Merlin
26 Makhluk tinggi besar
27 Iri dan dengki penyebab gelap nya hati
28 Terbelenggu
29 Terdampar di pondok
30 Cerita Aranta
31 Para pasukan demit
32 Terluka nya Riswan dan Aranta
33 Kondisi Riswan
34 Hantu anak kecil tanpa tempurung kepala
35 Penglihatan Riswan
36 Sedikit galau (Riswan )
37 Kecurigaan Aranta
38 Fifty-Fifty
39 Penyerangan
40 Kebenaran
41 Di intai
42 Tak mudah percaya
43 Pentingnya menjaga kebersihan
44 Menghilang
45 Mencari Aranta
46 Menuju hutan bambu
47 Tertusuk
48 Berakhir nya sekte sesat
49 Kesadaran Aranta
50 menolong kak Troy
51 Keputusan keluarga Aranta
52 Mualaf
53 Rencana kepindahan
54 Rencana kepindahan
55 Rika (hantu pengantin)
56 Kepergian Aranta
57 Halang rintang
58 Menuju kerajaan siluman monyet
59 Menjemput
60 Kepulangan kakek
61 Di rumah makan
62 Suara ledakan
63 Teror makhluk pesugihan
64 Mulai membantu mbak Rika
65 Penemuan jasad mbak Rika
66 Ritual Ruqyah
67 Ritual Ruqyah 2
68 Hantu suster
69 Sosok kakek di kebun belakang sekolah
70 Ke kantor
71 Ses Merry
72 Konsekuensi
73 Fitnah
74 Tindakan Gibran
75 Sikap aneh para hantu
76 Sebuah fakta
77 Kedatangan keluarga Wulan
78 Surprise
79 Surprise ke dua
80 Siapa gadis itu?
81 Sosok mengejutkan
82 Di kebun binatang
83 Korban tewas di kebun binatang
84 Selesai
85 Perasaan Aranta
86 Mencoba mengikhlaskan
87 Malam pertunangan
88 Perasaan Gibran
89 Menuju lokasi KKN
90 Kedatangan Gibran dan Aranta
91 Malam di penginapan
92 KKN di Desa demit
93 Kegiatan posyandu
94 Aranta yang shock
95 Mengincar Aranta
96 Aksi para Kunti
97 Jangan pernah jauh dari ku
98 Kuntilanak jahil
99 Anak hilang
100 Bukan hilang
101 Buah jatuh tak jauh dari pohon nya
102 Pentas seni
103 Mengejutkan
104 Makhluk penglaris
105 Keinginan Gibran
106 Arkan
107 Santet banaspati
108 Guna-guna pemikat
109 Misterius
110 Tak jadi hilang
111 Berkunjung ke kantor
112 Bahaya
113 Pengaruh sihir
114 Alam bawah sadar
115 Kena gampar
116 Kedatangan Seno dan Thalia
117 Kecelakaan
118 Selamat
119 Bang Popo bebas
120 Tertinggal
121 Tumbal rumah sakit
122 Lomba renang
123 Senjata makan tuan
124 Berita hoak
125 Antara siap dan tak siap
126 Sosok pria mirip Yoga
127 Dirgantara
128 Digerebek
129 Memulai pencarian
130 Virus bucin
131 Kepergian Dirga
132 Berusaha tegar (Yoga )
133 Bertemu Merlin dan Riswan
134 Antusias nya Nuri dan Thalia
135 Kedatangan Zeky
136 Dugaan Gibran
137 Ari pingsan
138 Ternyata benar Aranta
139 Balasan Lasmi
140 Tak ingin kehilangan
141 Penolakan Gibran
142 Nenek misterius
143 Pernyataan Gibran
144 Terkejut nya Riswan
145 Nasehat Bu Fuji untuk Riswan
146 Kabar mengejutkan
147 Penyebab
148 Hukuman dari Rifki
149 Kesadaran Ari
150 Ari yang tak dapat melihat
151 Mengunjungi Yoga
152 Merindukan
153 Persiapan
154 Menikmati momen
155 Hilang ingatan
156 Peristiwa di hari sakral
157 Butuh privasi
158 Malam syahdu
159 Resepsi bagian 1
160 Resepsi bagian 2
161 Dapat bergerak
162 Tuyul kena bully lagi
163 Sebuah hadiah
164 Tamat
165 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Adnan Gibran Gifhari
2
Tuyul kena bully
3
Teka-teki terpecahkan oleh Tante Lasmi
4
bertemu hantu toilet sekolah
5
Bahagiaku itu sederhana
6
Suara teriakan
7
Senior kesurupan
8
Pertolongan untuk Yudi
9
Kelakuan bang Popo and the geng
10
Rencana makan siang
11
Hantu di restoran Jepang
12
Rokurokubi,si leher panjang ganjen
13
Murid baru dan hantu nenek-nenek
14
Selamat jalan mbak Sada Aika
15
Kembali kesurupan
16
Menolong gadis kecil
17
Princess kesayangan
18
Mimpi buruk
19
Dilamar bocil
20
Keributan di kelas
21
Aranta pingsan
22
Kakak cantik
23
Menolong Aranta
24
Berangkat bersama
25
Rumah Merlin
26
Makhluk tinggi besar
27
Iri dan dengki penyebab gelap nya hati
28
Terbelenggu
29
Terdampar di pondok
30
Cerita Aranta
31
Para pasukan demit
32
Terluka nya Riswan dan Aranta
33
Kondisi Riswan
34
Hantu anak kecil tanpa tempurung kepala
35
Penglihatan Riswan
36
Sedikit galau (Riswan )
37
Kecurigaan Aranta
38
Fifty-Fifty
39
Penyerangan
40
Kebenaran
41
Di intai
42
Tak mudah percaya
43
Pentingnya menjaga kebersihan
44
Menghilang
45
Mencari Aranta
46
Menuju hutan bambu
47
Tertusuk
48
Berakhir nya sekte sesat
49
Kesadaran Aranta
50
menolong kak Troy
51
Keputusan keluarga Aranta
52
Mualaf
53
Rencana kepindahan
54
Rencana kepindahan
55
Rika (hantu pengantin)
56
Kepergian Aranta
57
Halang rintang
58
Menuju kerajaan siluman monyet
59
Menjemput
60
Kepulangan kakek
61
Di rumah makan
62
Suara ledakan
63
Teror makhluk pesugihan
64
Mulai membantu mbak Rika
65
Penemuan jasad mbak Rika
66
Ritual Ruqyah
67
Ritual Ruqyah 2
68
Hantu suster
69
Sosok kakek di kebun belakang sekolah
70
Ke kantor
71
Ses Merry
72
Konsekuensi
73
Fitnah
74
Tindakan Gibran
75
Sikap aneh para hantu
76
Sebuah fakta
77
Kedatangan keluarga Wulan
78
Surprise
79
Surprise ke dua
80
Siapa gadis itu?
81
Sosok mengejutkan
82
Di kebun binatang
83
Korban tewas di kebun binatang
84
Selesai
85
Perasaan Aranta
86
Mencoba mengikhlaskan
87
Malam pertunangan
88
Perasaan Gibran
89
Menuju lokasi KKN
90
Kedatangan Gibran dan Aranta
91
Malam di penginapan
92
KKN di Desa demit
93
Kegiatan posyandu
94
Aranta yang shock
95
Mengincar Aranta
96
Aksi para Kunti
97
Jangan pernah jauh dari ku
98
Kuntilanak jahil
99
Anak hilang
100
Bukan hilang
101
Buah jatuh tak jauh dari pohon nya
102
Pentas seni
103
Mengejutkan
104
Makhluk penglaris
105
Keinginan Gibran
106
Arkan
107
Santet banaspati
108
Guna-guna pemikat
109
Misterius
110
Tak jadi hilang
111
Berkunjung ke kantor
112
Bahaya
113
Pengaruh sihir
114
Alam bawah sadar
115
Kena gampar
116
Kedatangan Seno dan Thalia
117
Kecelakaan
118
Selamat
119
Bang Popo bebas
120
Tertinggal
121
Tumbal rumah sakit
122
Lomba renang
123
Senjata makan tuan
124
Berita hoak
125
Antara siap dan tak siap
126
Sosok pria mirip Yoga
127
Dirgantara
128
Digerebek
129
Memulai pencarian
130
Virus bucin
131
Kepergian Dirga
132
Berusaha tegar (Yoga )
133
Bertemu Merlin dan Riswan
134
Antusias nya Nuri dan Thalia
135
Kedatangan Zeky
136
Dugaan Gibran
137
Ari pingsan
138
Ternyata benar Aranta
139
Balasan Lasmi
140
Tak ingin kehilangan
141
Penolakan Gibran
142
Nenek misterius
143
Pernyataan Gibran
144
Terkejut nya Riswan
145
Nasehat Bu Fuji untuk Riswan
146
Kabar mengejutkan
147
Penyebab
148
Hukuman dari Rifki
149
Kesadaran Ari
150
Ari yang tak dapat melihat
151
Mengunjungi Yoga
152
Merindukan
153
Persiapan
154
Menikmati momen
155
Hilang ingatan
156
Peristiwa di hari sakral
157
Butuh privasi
158
Malam syahdu
159
Resepsi bagian 1
160
Resepsi bagian 2
161
Dapat bergerak
162
Tuyul kena bully lagi
163
Sebuah hadiah
164
Tamat
165
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!