Princess kesayangan

"astaghfirullaah....."

"ada apa Adnan?" tanya pak Saiful melirik ku

"ah.... tidak ada apa-apa kok pa" ucap ku seraya menatap tajam Tante Lasmi yang berada di depan ku,

bagaimana aku tak terkejut coba,ia tiba-tiba nongol di depan ku,dengan posisi nemplok di kaca depan dengan kepala di bawah ,ia persis cicak atau tokek yang nempel di kaca jendela .Hantu itu berada di luar hingga wajah nya langsung menatap padaku

Kuntilanak merah itu tertawa cekikikan dengan rambut yang menjuntai .

"khikhikhikhi......pasti kaget ya.... khikhikhikhi.....dikira itu aku .....tapi bukan khikhikhikhi......"

Aku pun melirik lagi ke kaca spion di atas ku ,tetap masih di posisi yang sama ,hantu wanita berdaster merah itu duduk menunduk.

"mbak....namanya siapa ,mau apa di sini ?" tanya ku dalam hati

"aku Mimin ,aku tersesat ,aku ingin pulang ,tapi tak tahu jalan pulang " jawab nya seraya mendongak ,terlihat luka borok di pipi kanan nya dengan darah dan nanah bercampur jadi satu

"duh kok makin merinding aja ya " gumam pak Saiful

"emang rumah Mbak nya dimana ,kok bisa gak tahu jalan pulang ?" tanya ku lagi

"di TPU Sirna Raga" jawab nya lagi

"TPU Sirna Raga" gumam ku pelan

"kenapa Adnan ?" tanya pak Saiful yang tak sengaja mendengar gumaman ku

"eh....tidak pak " sahut ku ,pak Saiful pun kembali fokus pada jalanan dengan raut bingung yang kentara di wajah nya

"hati-hati pak , pelan-pelan saja bawa mobil nya " peringat ku

"hem....." sahut pak Saiful

"bukan nya TPU itu tempat pemakaman umum yang dekat komplek tempat tinggal ku ?" tanya ku pada Tante Lasmi

"ya ....betul "

"benarkah ,berarti kamu bisa antar saya pulang ?" tanya kuntilanak bernama Mimin itu dengan mata berbinar

"ya ,tapi gak sekarang aku mau ke sekolah dulu" jawab ku

"yaaah....gimana dong " keluh nya

"gimana kalau mbak di antar nya sama Tante Lasmi aja ,kalian kan sama-sama kuntilanak " usul ku

"gak mau ah ,mau nya sama kamu aja , jarang-jarang loh ada manusia bisa melihat dan berinteraksi dengan ku , sebenar nya ada sih tapi aku males mereka tak setampan kamu ,lagian ya mereka itu hanya ada mau nya saja ,pake segala macem di panggil-panggil segala sambil di rekam-rekam gitu , tapi pas di kasih lihat penampakan, mereka teriak-teriak sambil terus istighfar,malah ada yang lebih parah mereka lari terbirit-birit sampai ngompol di celana " tutur nya

"jadi mbak mau nya gimana ?" tanya ku lagi

"ya ikut kamu lah ,nanti sepulang sekolah baru antar aku pulang " ucap nya seraya menampilkan deretan giginya yang menghitam

"mbak gak pernah gosok gigi ya ,itu gigi sampai dibiarin item begitu ,entar aku beliin pasta gigi sama sikat nya sekalian ,biar lebih bersih nanti aku kasih sikat yang buat wc " ucap ku

"ih ...kamu cakep-cakep jorok masa aku mau di kasih sikat wc, lagian udah gak apa-apa item juga ,malah sengaja di itemin begini ,kalau gak gini manusia gak akan ada yang takut pada ku yang ada nanti banyak manusia yang naksir aku ,kan repot " ucap nya seraya mengedipkan sebelah mata nya padaku

"dih, .....genit juga ternyata ,tadi aja jaim banget " gerutu ku dalam hati

"hihihihi......abis nya kamu tampan sih " ucap nya lagi

"Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum..." tiba-tiba lantunan ayat kursi terdengar dari mulut pak Saiful

"woy.... panas.....kamu ayo ikut aku aja dulu ,kita menghindar " ajak Tante Lasmi segera mengajak Mimin untuk pergi

"duh....panas ....panas.....tapi nanti bener ya antarkan aku pulang..." ucap nya seraya mengibas-ngibaskan tangan di depan wajah dan mengusap tubuh nya

"iya aku janji antar mbak nya pulang" ucap ku

"ok " duo kuntilanak itu pun langsung pergi ,sedangkan aku menahan tawa karena merasa lucu dengan tingkah mereka .

"Alhamdulillah......tuh kan sekarang udah gak merinding lagi " ucap pak Saiful lega

Beberapa saat kemudian kami pun sampai di sekolah ,nampak bangkai mobil yang terbakar sudah di pindahkan ke tempat yang agak jauh dari wilayah sekolah ,namun masih bisa terlihat ,pagar gerbang pun sudah di pinggirkan dan di rapikan .

Keadaan kelas sangat sepi karena para murid sudah berada di dalam kelas .

"mari bapak antar ke kelas " tawar pak Saiful

"ah tak usah pak ,jadi ngerepotin" tolak ku

"tapi kamu terluka Adnan "

"ya ampun pak , hanya luka ringan saja ,udah gak usah pak ,makasih ,sudah di beri tumpangan ke sekolah saja saya sudah merasa berterima kasih pak , bapak lebih baik lakukan pekerjaan bapak saja ,kalau begitu saya permisi pak , assalammualaikum " ucap ku seraya cepat-cepat menuju kelas ku .

"waalaikum salam...." sahut nya

Dalam langkah ku tak luput dari tatapan para makhluk tak kasat mata ,penghuni asli gedung sekolah ini ,tapi aku tetap dengan pandangan ke depan ,hingga akhirnya aku sampai di depan kelas ku .

tok tok tok

"assalamualaikum....." ucap ku

Semua mata tertuju padaku ,mereka memperhatikan ku terutama pada bagian lengan ku yang di balut perban ,oh astaga ....aku melupakan pakaian ku yang terkena noda darah ,pasti akan tertinggal noda nya ,beruntung aku membawa sweater yang ku simpan di dalam bangku meja ku .

"waalaikum salam ....loh ibu fikir kamu teh tak kembali ke sekolah ,gimana atuh keadaan mu?" tanya Bu Fuji

"Alhamdulillah Bu ,saya baik-baik saja hanya luka ringan saja " sahut ku

"terus anak perempuan itu bagaimana keadaan nya ?" tanya Aranta ikut bicara

"Alhamdulillah..... anak itu pun baik-baik saja "jawab ku ,namun sedetik kemudian aku terkesiap saat nek Wewe yang tiba-tiba datang membawa kabar jika supir yang tadi sempat kritis telah meninggal dunia

"ehehehehe............cu....supir nya meninggal ,baru saja ehehehehe......" ucap nya

"astaghfirullaahal'aziim..... innalilahi wa innailaihi rojiun....." lirih ku

ini setan ngasih kabar duka udah kaya ngasih kabar dapat undian aja 'gerutu ku dalam hati

"aya naon Adnan ,siapa atuh yang meninggal?" tanya Bu Fuji

"supir nya baru saja meninggal dunia " jawab mu tak sadar

"innalilahi wa innailaihi rojiun......" ucap ibu Fuji di ikuti teman sekelas yang lain

"baru saja ,emang kamu dapat kabar dari siapa kan kamu juga baru sampai?" tanya Rangga

"eh....hm......" aduh ....gimana ini masa iya aku jujur kalau aku dapat kabar dari Wewe gombel ,entar di sangka gila lagi

"mungkin sebelum masuk kelas, Adnan terima pesan nya " ujar Aranta

"oh .....iya juga ya" gumam yang lain

"ya sudah kalau begitu teh kamu duduk lah tapi ini kamu teh beneran gak apa-apa kalau lanjut belajar "tanya Bu Fuji menatap lengan ku

"insyaallah tidak apa-apa bu" aku pun segera duduk di bangku ku

"ah....aku harus mengucapkan terima kasih pada Aranta sebab ia membantu ku menjawab pertanyaan Rangga yang sulit ku jawab ,eh tapi ... gimana nanti aku jelasin ke dia nya ya" batin ku seraya memperhatikan Aranta yang tengah menunduk pada buku di depan nya

"maaf ya tadi aku mau susulin kamu ke rumah sakit tapi di larang sama pak Saiful ,jadi aku hubungi mama papa aja" ucap Riswan

"iya ,...orang aku gak apa-apa kok" sahut ku ,lalu meraih sweater ku yang ku simpan di dalam kolong bangku ku ,dan memakai nya .

Hingga akhirnya jam pelajaran pun selesai,aku beranjak ke toilet untuk mengganti pakaian seragam ku yang sudah kotor dengan sweater ,namun sebelum ke toilet terlebih dahulu aku mengambil kaos yang sengaja aku simpan di dalam loker ku.

Setelah selesai aku pun segera menuju Riswan yang sudah menunggu bareng Wisnu ,meskipun ia juga membawa motor sendiri ,namun sebagai solidaritas ia rela menunggu ku .

"maaf ya nunggu lama " ucap ku tak enak pada mereka

"gak apa-apa,santai saja kali, ya udah ayok naik " seru Riswan

Aku pun segera naik di boncengan dengan memakai helm di kepala ku , begitupun dengan Wisnu .

Motor kita sudah berjalan melewati gerbang yang pintu nya sudah ringsek dan di copot , kita juga sempet melewati kak Troy dan teman-teman nya ,aku menunduk dan menganggukan kepala saat melewati mereka ,bukan karena aku takut hanya saja aku ingin menghargai mereka , meskipun tatapan mereka tak bersahabat .

Motor yang di kendarai Wisnu sudah berbelok ke arah lain ,kami pun melanjutkan perjalanan menuju rumah.

Hingga beberapa saat kemudian motor pun berhenti di depan rumah

"aku gak mampir ya mau langsung pulang aja , aku udah ada janji sama nenek buat nyekar ke makam kakek " ucap Riswan ,ya kakek nya sudah meninggal setahun yang lalu .

"sampaikan saja salam ku pada semuanya terutama mama " ucap nya

"iya entar aku sampai kan" sahut ku

Riswan pun kembali meluncur dengan kuda besi nya .

"assalamualaikum...." ucap ku saat memasuki rumah

"waalaikum salam....." sahut nek Marni

"kamu bikin nenek jantungan tahu gak , nenek khawatir banget tahu, pas denger kamu masuk rumah sakit " ucap nya ,ia belum tahu dengan luka di lengan ku karena tertutup sweater

"aku gak apa-apa kok nek,oh ya rumah sepi amat ,yang lain pada ke mana?" tanya ku

"mama dan papa mu sedang jemput Ari palingan sebentar lagi sampai,kalau nenek kamu sedang istirahat , kondisi nya sempat nge drop pas tahu kamu masuk rumah sakit "

"innalilahi...kalau begitu aku melihat nenek dulu" aku pun segera menuju kamar nenek

mengetuk pelan lalu mengucapkan salam

"assalamualaikum.....nek" ucap ku pelan seraya menyentuh tangan nya

"wa'alaikum salam....Gibran ....sayang .... cucu nenek...kamu tidak apa-apa nak....nenek begitu mengkhawatirkan mu " lirih nya seraya berbalik menghadap ku

"aku tidak apa-apa kok nek, buktinya aku ada di sini sekarang" ucap ku

"syukur lah ..... nenek lega mendengar nya" nenek pun memeluk ku dengan penuh kasih sayang

**

Matahari pun kini sudah kembali ke peraduan,aku yang masih menemani Ari mengerjakan tugas sekolah sekalian mengajari saat ia tak mengerti, tiba-tiba ia ia berucap

"kak...tadi aku ketemu kakak cantik loh" ucap nya

"kakak cantik ? siapa ?" dahi ku berkerut

"hm....aku gak tahu namanya ,tapi tadi kakak cantik itu nolongin aku kak,tadi sebelum pulang kita ke mini market dulu ,aku tak sengaja melihat pantulan hantu dari cermin yang terpasang di atas tembok ,pas aku mau teriak masa kakak itu meluk aku,kakak itu juga berbisik begini "jangan takut , anggap saja mereka tak ada " gitu katanya " tutur nya

"lalu?" tanya ku lagi

"lalu setelah itu hantu itu pergi dan kakak cantik itu juga pergi " tutur nya lagi

"apa mama atau papa tahu?" tanya ku

"tahu kak ,mama dan papa juga nanyain siapa kakak tadi ,terus aku jelasin deh kalau kakak cantik itu nolongin aku "

"ya sudah nanti kalau kamu ketemu lagi dengan nya ,bilang terima kasih ya" ucap ku

"siap kak " Ari memberi hormat

"kamu tuh ya dek ....ya sudah tugas nya sudah selesai sekarang cepat tidur ,khusus malam ini kakak tidur nemenin kamu" ucap ku

"yang bener kak ?" tanya nya berbinar

"tentu my princess kesayangan" Ari memang senang sekali jika tidur ditemani oleh ku,ia langsung tidur dengan memeluk ku .

Ya Tuhan .....aku tak bisa membayangkan jika Ari berada di posisi gadis kecil yang tadi ku selamat kan ,dalam mimpi pun aku tak ingin itu terjadi ,jauhkan adik kesayangan ku dari berbagai macam marabahaya Ya Allah.....

Amin.....

Tapi kenapa seperti ada yang mengganjal di hati ya,... seperti aku melupakan sesuatu,tapi apa....

***

Terpopuler

Comments

vithree-rahayu

vithree-rahayu

kmu melupakan mimin bran,, entah mimin dibawa tante lasmi kmna

2022-05-18

5

Zhu Ronk

Zhu Ronk

mimin kunti ganjen 😂😂😂

2022-03-03

2

Suci Indah

Suci Indah

itu si mimin blm di anter pulang Gibran... nah lo, tar yg ada ari histeris lg liat si mimin 😁

2022-03-03

1

lihat semua
Episodes
1 Adnan Gibran Gifhari
2 Tuyul kena bully
3 Teka-teki terpecahkan oleh Tante Lasmi
4 bertemu hantu toilet sekolah
5 Bahagiaku itu sederhana
6 Suara teriakan
7 Senior kesurupan
8 Pertolongan untuk Yudi
9 Kelakuan bang Popo and the geng
10 Rencana makan siang
11 Hantu di restoran Jepang
12 Rokurokubi,si leher panjang ganjen
13 Murid baru dan hantu nenek-nenek
14 Selamat jalan mbak Sada Aika
15 Kembali kesurupan
16 Menolong gadis kecil
17 Princess kesayangan
18 Mimpi buruk
19 Dilamar bocil
20 Keributan di kelas
21 Aranta pingsan
22 Kakak cantik
23 Menolong Aranta
24 Berangkat bersama
25 Rumah Merlin
26 Makhluk tinggi besar
27 Iri dan dengki penyebab gelap nya hati
28 Terbelenggu
29 Terdampar di pondok
30 Cerita Aranta
31 Para pasukan demit
32 Terluka nya Riswan dan Aranta
33 Kondisi Riswan
34 Hantu anak kecil tanpa tempurung kepala
35 Penglihatan Riswan
36 Sedikit galau (Riswan )
37 Kecurigaan Aranta
38 Fifty-Fifty
39 Penyerangan
40 Kebenaran
41 Di intai
42 Tak mudah percaya
43 Pentingnya menjaga kebersihan
44 Menghilang
45 Mencari Aranta
46 Menuju hutan bambu
47 Tertusuk
48 Berakhir nya sekte sesat
49 Kesadaran Aranta
50 menolong kak Troy
51 Keputusan keluarga Aranta
52 Mualaf
53 Rencana kepindahan
54 Rencana kepindahan
55 Rika (hantu pengantin)
56 Kepergian Aranta
57 Halang rintang
58 Menuju kerajaan siluman monyet
59 Menjemput
60 Kepulangan kakek
61 Di rumah makan
62 Suara ledakan
63 Teror makhluk pesugihan
64 Mulai membantu mbak Rika
65 Penemuan jasad mbak Rika
66 Ritual Ruqyah
67 Ritual Ruqyah 2
68 Hantu suster
69 Sosok kakek di kebun belakang sekolah
70 Ke kantor
71 Ses Merry
72 Konsekuensi
73 Fitnah
74 Tindakan Gibran
75 Sikap aneh para hantu
76 Sebuah fakta
77 Kedatangan keluarga Wulan
78 Surprise
79 Surprise ke dua
80 Siapa gadis itu?
81 Sosok mengejutkan
82 Di kebun binatang
83 Korban tewas di kebun binatang
84 Selesai
85 Perasaan Aranta
86 Mencoba mengikhlaskan
87 Malam pertunangan
88 Perasaan Gibran
89 Menuju lokasi KKN
90 Kedatangan Gibran dan Aranta
91 Malam di penginapan
92 KKN di Desa demit
93 Kegiatan posyandu
94 Aranta yang shock
95 Mengincar Aranta
96 Aksi para Kunti
97 Jangan pernah jauh dari ku
98 Kuntilanak jahil
99 Anak hilang
100 Bukan hilang
101 Buah jatuh tak jauh dari pohon nya
102 Pentas seni
103 Mengejutkan
104 Makhluk penglaris
105 Keinginan Gibran
106 Arkan
107 Santet banaspati
108 Guna-guna pemikat
109 Misterius
110 Tak jadi hilang
111 Berkunjung ke kantor
112 Bahaya
113 Pengaruh sihir
114 Alam bawah sadar
115 Kena gampar
116 Kedatangan Seno dan Thalia
117 Kecelakaan
118 Selamat
119 Bang Popo bebas
120 Tertinggal
121 Tumbal rumah sakit
122 Lomba renang
123 Senjata makan tuan
124 Berita hoak
125 Antara siap dan tak siap
126 Sosok pria mirip Yoga
127 Dirgantara
128 Digerebek
129 Memulai pencarian
130 Virus bucin
131 Kepergian Dirga
132 Berusaha tegar (Yoga )
133 Bertemu Merlin dan Riswan
134 Antusias nya Nuri dan Thalia
135 Kedatangan Zeky
136 Dugaan Gibran
137 Ari pingsan
138 Ternyata benar Aranta
139 Balasan Lasmi
140 Tak ingin kehilangan
141 Penolakan Gibran
142 Nenek misterius
143 Pernyataan Gibran
144 Terkejut nya Riswan
145 Nasehat Bu Fuji untuk Riswan
146 Kabar mengejutkan
147 Penyebab
148 Hukuman dari Rifki
149 Kesadaran Ari
150 Ari yang tak dapat melihat
151 Mengunjungi Yoga
152 Merindukan
153 Persiapan
154 Menikmati momen
155 Hilang ingatan
156 Peristiwa di hari sakral
157 Butuh privasi
158 Malam syahdu
159 Resepsi bagian 1
160 Resepsi bagian 2
161 Dapat bergerak
162 Tuyul kena bully lagi
163 Sebuah hadiah
164 Tamat
165 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Adnan Gibran Gifhari
2
Tuyul kena bully
3
Teka-teki terpecahkan oleh Tante Lasmi
4
bertemu hantu toilet sekolah
5
Bahagiaku itu sederhana
6
Suara teriakan
7
Senior kesurupan
8
Pertolongan untuk Yudi
9
Kelakuan bang Popo and the geng
10
Rencana makan siang
11
Hantu di restoran Jepang
12
Rokurokubi,si leher panjang ganjen
13
Murid baru dan hantu nenek-nenek
14
Selamat jalan mbak Sada Aika
15
Kembali kesurupan
16
Menolong gadis kecil
17
Princess kesayangan
18
Mimpi buruk
19
Dilamar bocil
20
Keributan di kelas
21
Aranta pingsan
22
Kakak cantik
23
Menolong Aranta
24
Berangkat bersama
25
Rumah Merlin
26
Makhluk tinggi besar
27
Iri dan dengki penyebab gelap nya hati
28
Terbelenggu
29
Terdampar di pondok
30
Cerita Aranta
31
Para pasukan demit
32
Terluka nya Riswan dan Aranta
33
Kondisi Riswan
34
Hantu anak kecil tanpa tempurung kepala
35
Penglihatan Riswan
36
Sedikit galau (Riswan )
37
Kecurigaan Aranta
38
Fifty-Fifty
39
Penyerangan
40
Kebenaran
41
Di intai
42
Tak mudah percaya
43
Pentingnya menjaga kebersihan
44
Menghilang
45
Mencari Aranta
46
Menuju hutan bambu
47
Tertusuk
48
Berakhir nya sekte sesat
49
Kesadaran Aranta
50
menolong kak Troy
51
Keputusan keluarga Aranta
52
Mualaf
53
Rencana kepindahan
54
Rencana kepindahan
55
Rika (hantu pengantin)
56
Kepergian Aranta
57
Halang rintang
58
Menuju kerajaan siluman monyet
59
Menjemput
60
Kepulangan kakek
61
Di rumah makan
62
Suara ledakan
63
Teror makhluk pesugihan
64
Mulai membantu mbak Rika
65
Penemuan jasad mbak Rika
66
Ritual Ruqyah
67
Ritual Ruqyah 2
68
Hantu suster
69
Sosok kakek di kebun belakang sekolah
70
Ke kantor
71
Ses Merry
72
Konsekuensi
73
Fitnah
74
Tindakan Gibran
75
Sikap aneh para hantu
76
Sebuah fakta
77
Kedatangan keluarga Wulan
78
Surprise
79
Surprise ke dua
80
Siapa gadis itu?
81
Sosok mengejutkan
82
Di kebun binatang
83
Korban tewas di kebun binatang
84
Selesai
85
Perasaan Aranta
86
Mencoba mengikhlaskan
87
Malam pertunangan
88
Perasaan Gibran
89
Menuju lokasi KKN
90
Kedatangan Gibran dan Aranta
91
Malam di penginapan
92
KKN di Desa demit
93
Kegiatan posyandu
94
Aranta yang shock
95
Mengincar Aranta
96
Aksi para Kunti
97
Jangan pernah jauh dari ku
98
Kuntilanak jahil
99
Anak hilang
100
Bukan hilang
101
Buah jatuh tak jauh dari pohon nya
102
Pentas seni
103
Mengejutkan
104
Makhluk penglaris
105
Keinginan Gibran
106
Arkan
107
Santet banaspati
108
Guna-guna pemikat
109
Misterius
110
Tak jadi hilang
111
Berkunjung ke kantor
112
Bahaya
113
Pengaruh sihir
114
Alam bawah sadar
115
Kena gampar
116
Kedatangan Seno dan Thalia
117
Kecelakaan
118
Selamat
119
Bang Popo bebas
120
Tertinggal
121
Tumbal rumah sakit
122
Lomba renang
123
Senjata makan tuan
124
Berita hoak
125
Antara siap dan tak siap
126
Sosok pria mirip Yoga
127
Dirgantara
128
Digerebek
129
Memulai pencarian
130
Virus bucin
131
Kepergian Dirga
132
Berusaha tegar (Yoga )
133
Bertemu Merlin dan Riswan
134
Antusias nya Nuri dan Thalia
135
Kedatangan Zeky
136
Dugaan Gibran
137
Ari pingsan
138
Ternyata benar Aranta
139
Balasan Lasmi
140
Tak ingin kehilangan
141
Penolakan Gibran
142
Nenek misterius
143
Pernyataan Gibran
144
Terkejut nya Riswan
145
Nasehat Bu Fuji untuk Riswan
146
Kabar mengejutkan
147
Penyebab
148
Hukuman dari Rifki
149
Kesadaran Ari
150
Ari yang tak dapat melihat
151
Mengunjungi Yoga
152
Merindukan
153
Persiapan
154
Menikmati momen
155
Hilang ingatan
156
Peristiwa di hari sakral
157
Butuh privasi
158
Malam syahdu
159
Resepsi bagian 1
160
Resepsi bagian 2
161
Dapat bergerak
162
Tuyul kena bully lagi
163
Sebuah hadiah
164
Tamat
165
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!