Beberapa saat kemudian datanglah beberapa laki-laki yang mengenakan peci ,salah satu nya saya mengenal karena merupakan guru mengaji ku ,namanya ustadz Yusuf .
"assalamualaikum......."
"waalaikum salam......" sahut ku dan pak Saiful
"Alhamdulillah.... akhirnya para ustadz datang juga , ustadz mohon bantuan nya salah satu anak murid saya mengalami kesurupan ,dan katanya lebih dari satu yang masuk ke raga anak ini" ucap pak Saiful menerangkan
"subhanallah, Allahuakbar.......kenapa bisa sampai seperti ini" lirih salah satu ustadz memandang Yudi
"Adnan....kamu di sini juga" sapa ustadz Yusuf yang matanya menoleh pada ku setelah tadi fokusnya pada Yudi
"iya ustadz,kebetulan saya sedang ikut acara di sekolah ini " sahut ku
"oh gitu ,....baguslah karena ada kamu di sini kamu bisa turut membantu " ujar nya lagi
"insya Allah ustadz ,kita berusaha bersama " ucap ku tak ingin meninggikan diri, beliau juga sudah mengetahui kemampuan ku.
"hahahaha......." tiba-tiba Yudi tertawa terbahak-bahak hingga membuat getaran pada kaca jendela .
"astaghfirullah......." gumam para ustadz
"ayo kita lakukan sekarang juga ,kasihan anak ini jika terlalu lama seperti itu " ujar salah satu ustadz
ke tiga ustadz termasuk ustadz Yusuf mulai membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an, aku dan pak Saiful diminta untuk memegangi Yudi ,jika sewaktu-waktu Yudi berontak .
Aku pun tak tinggal diam , sembari memegangi tangan nya aku juga membacakan surat An-Nas dan ayat kursi di lanjut surah-surah pendek lain nya .
"aaaakkkhhhh....... ampuuuunn......panaannnaaaassss......." Yudi berteriak dan menggelepar-geleparkan tubuh nya,dengan kedua tangan masih dipegangi oleh ku dan pak Saiful
"satu persatu aku dapat melihat mereka mulai keluar dari dalam tubuh Yudi , hingga menyisakan satu yang paling bandel ,saking bandel nya sosok itu pun sampai hafal dan mengikuti bacaan ayat Al Qur'an yang kami bacakan
"gggrrrhhhhh......hahahaha......jika seperti itu saja aku juga bisa " Yudi tergelak dan menirukan bacaan ayat kursi yang ku bacakan
"Allaahu laa ilaaha illa Huwal Hayyul Qayyuum,laa takhudzuhuu sinatuw wa laa naum ,......" sosok yang ku tahu merupakan sosok Buto yang sangat besar dan tinggi ,ia mengikuti lantunan ayat kursi yang ku bisikan di telinga Yudi
"astaghfirullaahal'aziim....."gumam pak Saiful yang kulihat sudah bercucuran keringat
" hahahaha......." kembali sosok itu tertawa dengan menggunakan raga Yudi
"aaaarrrrggghhh......"
"bruukk"
"astaghfirullaahal'aziim ....pak Saiful...." pekik ku saat makhluk itu menghempaskan pak Saiful hingga terpental menabrak dinding mushola
"Allahu Akbar......" teriak para ustadz itu seraya memegangi semua bagian tubuh Yudi , ustadz Yusuf menyentuh ubun-ubun Yudi , sedangkan yang lain turut memegangi tangan dan kedua kaki nya
saat aku hendak membantu pak Saiful , tiba-tiba ustadz Yusuf berseru
"Adnan cepat bantu tarik makhluk itu keluar "
aku pun mengurungkan niatku membantu pak Saiful dan beralih pada Yudi yang menatap ku tajam dengan mata yang melotot seakan hendak keluar
"apa kamu melotot seperti itu ,mau ku colok itu mata " seru ku reflek
"astaghfirullah halazim.......Adnan cepat kasihan anak ini , nyawa nya sudah terancam " seru ustadz Yusuf memperingati ku
Aku juga tahu jika makhluk ini berniat untuk membawa ruh Yudi bersama nya
"eh maaf ustadz kelepasan hehe...." ucap ku seraya menggaruk belakang kepala
aku pun bergegas mendekat ke Yudi dengan mengangkat kedua tangan meminta pertolongan dan bantuan dari Sang Pencipta namun aku sempat berseru pada mereka yang menonton kami untuk segera diambilkan air putih .
tak lama kemudian kak Troy menghampiri dengan memberikan segelas air putih/air minum
Dengan duduk bersimpuh di depan Yudi aku mulai melafalkan surah Al-fatihah sebanyak 7 kali ,kemudian ayat kursi 7 kali ,setelah itu aku membaca ayat yang terdapat dalam surah Al-Jin sebanyak 3 kali ,ayat itu bermanfaat untuk merajah orang yang kerasukan jin ,syetan atau makhluk sejenis nya
"Qul uuhiya illayya annaahu isyama'a nafarun minal jinni fa qooluu innaa sami'anaa qur'aannan 'ajaban yahdillar rusydii binaa ahadan wa annahuu ta'aalaa jaddu ribbinaa mat takhodza shoohibatan wa laa waladan wa annahuu kaana yaquulu safiihunaa 'alallahi syathothon . Wa annaa thohanannaa an lan taquulal insu wal jinnu 'alallahi kadziban wa annahuu kaana rijaalun minal insi ya'uuduuna bi rijaalin minal jinni fa zaaduuhum rihaqon..."
Setelah itu aku pun segera meminum kan nya pada Yudi dengan bantuan ustadz Yusuf tentunya
"bismillahirrahmanirrahim......" aku berhasil meminumkannya pada Yudi dan segera mencipratkan sisa nya pada wajah dan ubun-ubun nya ,bukan hanya aku saja sih para ustadz yang lain pun turut melakukan hal yang sama dengan ku ,namun mereka tak meminumkan nya melainkan menyemburkan nya pada wajah dan seluruh tubuh Yudi .
Terdengar erangan kepanasan dan kesakitan dari sosok yang bersemayam di tubuh Yudi.
"sudahlah keluar kamu dari tubuh nya , jangan bandel entar ku sentil anu mu " ucap ku sedikit kesal karena Buto itu masih kekeuh menginginkan Yudi
kata yang keluar dari mulut ku sontak saja membuat pandangan para ustadz melihat pada ku,aku pun meringis menahan malu
"khem..." aku berdehem mencairkan suasana , aku jadi kikuk gegara celotehan ku
"maaf ustadz"
"sudahlah ayok kita kembali fokus pada nya" ucap ustadz Yusuf
Dengan berbagai cara akhirnya Buto itu berhasil dikeluarkan secara paksa dengan di tarik dari ubun-ubun .
Aku terkulai lemas bersandar di dinding karena proses penarikan sosok itu cukup menguras tenaga dan energi ku ,dengan nafas tersengal aku melihat Yudi yang tak sadarkan diri ,para ustadz nampak membantu menetralkan Yudi dengan membaca beberapa ayat Al Qur'an dengan memijit dan mengusap beberapa bagian tubuh Yudi .
Pandangan ku beralih pada pak Saiful yang mulai sadarkan diri ,karena benturan keras itu membuat beliau kehilangan kesadaran nya , sedangkan di luar mereka yang masih stay menonton nampak enggan untuk masuk terlihat jelas dari raut wajah mereka jika mereka merasa ketakutan saat ini,namun tiba-tiba Riswan berlari ke arahku dan memberikan ku air minum dalam kemasan botol.
"makasih " aku pun segera meneguk air minum itu hingga setengah nya
"Alhamdulillah......"seru para ustadz saat Yudi tersadar
"ini..... dimana ,....kalian siapa ...aku siapa ...?" tanya nya bingung
"helleeeehh......." gumam Riswan mendelik ke arah Yudi
"apa yang kamu rasakan ?" tanya salah satu ustadz pada Yudi
"badan aku lemes banget us...tadz,..." jawab nya yang masih merasa kebingungan
"sudahlah jangan terlalu banyak fikiran ,sekarang ayo saya bantu berdiri kita keluar " ajak nya
"Adnan,...kamu tak apa?" tanya ustadz Yusuf bertanya pada ku
"tidak apa-apa kok ustadz, hanya lelah saja " jawab ku
"Alhamdulillah..... ya sudah kalau begitu kita keluar sekarang " ajak nya
kami pun keluar dan pak Saiful langsung memberi pengumuman
"baiklah sebaiknya acara ini tak usah di lanjutkan lagi, apalagi malam semakin larut ,sebaiknya kalian hubungi keluarga masing-masing agar menjemput" ucap nya
"dan nanti kalian akan kembali masuk hari Senin dan langsung masuk tahun ajaran baru , dan untuk kedepannya tak usah lagi kalian mengadakan acara seperti ini , apalagi kalian yang tak bisa menjaga sopan santun dan tata krama" tambah nya tegas
"sekarang kalian beres kan barang-barang dan segera hubungi keluarga kalian untuk menjemput bagi yang tak membawa kendaraan"
Setelah itu kami pun segera membereskan barang bawaan kami lalu setelah itu aku pun segera menelpon papa agar datang segera datang menjemput.
Aku dan Riswan menunggu papa di pos satpam bersama yang lain .
"wah kita-kita gak nyangka loh kamu bisa nolongin orang kesurupan" ucap salah satu teman ku
"aku hanya mengikuti kata-kata para ustadz saja ,apalagi salah satu ustadz itu adalah guru mengaji ku" ucap ku datar
"oh....ah iya aku Bedu " ucap nya memperkenalkan diri
"aku Wawan "
"aku Titan "
"dan aku Haikal "
yang lain juga turut memperkenalkan diri
"Adnan " balas ku menyambut uluran tangan mereka ,aku lebih suka memperkenalkan diri dengan nama depan ku pada orang yang baru ku kenal .
" Riswan " Riswan pun turut memperkenalkan diri
Tak lama mobil papa pun datang bersama beberapa kendaraan lain nya termasuk mobil nya paman Haris
"yah....papa pake jemput segala ,gak bisa nginep dong " keluh Riswan
"udah lah sana masuk , kan nanti masih bisa nginep " aku pun bergegas menuju mobil papa ,tapi sebelum itu aku lebih dulu berpamitan pada teman-teman baru ku ,setelah itu aku pun segera masuk ke mobil .
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 165 Episodes
Comments
Devon Archana
Adnan kacau meracau... apa yang akan disentil...
2024-02-28
1
qdriyqn arman
sentil apa tu adnam
2022-06-29
3
vithree-rahayu
hikmahnya adnan jdi punya banyak temen 😁
2022-05-17
0