Aku menatap langit-langit kamar ku dengan berbaring berbantal lengan di atas tempat tidur.Jam di dinding sudah menujukan pukul 02:00 dini hari namun aku masih belum bisa menutup mataku sepulang dari sekolah tadi pukul 12 malam ,entah kemana si ngantuk ini pergi nya ,yang jelas mataku enggan tuk di bawa terlelap .
Sedangkan nek Wewe sudah tidur sedari tadi ,suara dengkuran nya yang berisik mungkin itu yang menyebab kan ku tak dapat tidur,meskipun nek Wewe tidur di dalam lemari tetap saja suara dengkuran nya terdengar sampai telinga ku .
Entah kenapa nek Wewe suka sekali tidur di dalam lemari ,sampai aku mengosongkan nya khusus untuk nek Wewe,aku juga heran dia itu kan hantu tapi bisa tidur juga .
Daripada bengong tak karuan aku pun lantas beranjak menuju kamar mandi hendak melakukan wudhu ,ku hidupkan keran dan mulai membasuh wajah serta bagian tubuh lain nya ,setelah selesai aku pun segera membuka sejadah,ku tunaikan shalat malam setelah itu berlanjut berdzikir ,sampai rasa kantuk ku datang,namun baru saja aku hendak menyudahi dzikir ku suara adzan berkumandang merdu di telinga ku ,rupanya lama juga aku berdzikir hingga tak menyadari jika waktu berjalan begitu cepat ,aku pun segera menunaikan shalat subuh .
*
Matahari sudah mulai naik ,bias cahaya nya mengintip di sela-sela gorden yang sedikit tersingkap mengganggu ku yang tak sengaja tertidur setelah shalat subuh .
Aku pun mengerjapkan mataku yang sangat lengket rasanya ,kalau sudah mengalami seperti direkat dengan lem
"hooooaaammmm......."
duh aku benar-benar merasa ngantuk saat ini ,malas sekali aku bangun ,tapi mama sudah berteriak-teriak di balik pintu seraya mengetuk-ngetuk nya .
"Gibran.....ini sudah siang .....cepat bangun ....kok tumben sih kamu jam segini belum keluar kamar .... Gibran....."
ceklek'
aku membuka pintu dengan sedikit sempoyongan dan menyandarkan kepala ku di pintu
"pagi mah" sapa ku dengan suara serak dan sedikit senyum yang di paksakan
"loh....kamu baru bangun ,gak shalat subuh?" tanya mama
"sholat kok ma,tapi tadi aku ketiduran " jawab ku
"ya sudah cuci muka sana ,terus kita sarapan ,cepat papa sudah menunggu " ucap mama
"cuci in muka ku ma...." minta ku memelas
"hidih udah besar juga ,udah sana mama mau bangunin Ari dulu " mama pun berlalu ke kamar Ari dengan menggelengkan kepalanya
huuufthhhh......
Aku pun segera mencuci muka ku di wastafel,setelah itu aku turun dan langsung bergabung bersama yang lain di meja makan
"selamat pagi cucu nenek yang paling tampan ...." sapa nenek
"pagi nek" aku duduk di kursi samping nenek
"loh kok kamu lemes banget nak, kamu sakit?" tanya nenek menyentuh kening ku
"gak kok nek ,aku hanya masih ngantuk " sahut ku lalu meletakan kepalaku di atas meja makan ,menggeser kan piring yang masih tertutup
"loh masih ngantuk , emang ya semalem kamu tidur jam berapa ?" tanya papa
"semalam gak bisa tidur pa,baru tadi abis shalat subuh aku tidur sebentar" sahut ku lagi
"loh....kok bisa ,kenapa ?" tanya nenek ,aku pun menggeleng
"aku kira kakak baru pulang dari acara sekolah semalam ,ternyata kakak pulang malam " ucap Ari dengan mulut yang penuh dengan makanan
"kalau lagi makan jangan bicara ,telen dulu tuh makanan ,biar gak muncrat sana sini ,kesedak juga nanti ,kalau di depan orang banyak gak sopan tahu dek" tegur ku
"iya maaf kak, lupa" sahut nya setelah menelan makanan nya
"memang ada kejadian apa semalam sampai acara nya di bubar kan ?" sambung nenek Marni bertanya
"ada yang kesurupan nek " jawab ku singkat
"oh ....ya sudah kamu makan aja dulu nanti lanjut tidur lagi " ucap mama seraya mengambilkan ku nasi dan lauk nya
"makasih ma"
"iya ...udah cepet makan "
Kami pun sarapan dengan khidmat tak ada obrolan lain lagi ,hingga selesai dan papa berangkat ke kantor bareng Ari yang hendak ke sekolah.
Di hari Sabtu ini biasa nya jadwal nenek pergi ke kafe untuk mengecek keadaan kafe ,bareng mama juga karena kini kafe mama yang pegang ,katanya nenek sudah tak ingin repot di usia nya yang mulai renta , eh tapi belum tua tua amat menurut ku karena kulit wajah nenek tidak banyak yang berkerut begitupun dengan kulit lengan nya ,masih terlihat kencang di usia 60 tahun .
Rasa kantuk yang kembali menyerang ku membuat ku mudah tertidur ,aku yang sedang berada di ruang tengah pun merasa malas untuk berjalan ke kamar ku ,mana harus naik tangga pula , jadi aku memutuskan tidur di sini saja , di depan televisi yang menyala menyiarkan acara kartun Spongebob Squarepants yang masih senang ku tonton ,entahlah di usiaku yang sudah 16 tahun ini masih suka kartun lucu itu .
Akan tetapi baru saja aku hendak menyulam bulu mata dan terbang ke alam mimpi, sesuatu mengejutkan ku
BRRAAAAAKKKK
suaranya sangat kencang hingga aku pun membuka mata ku kembali sambil memejamkan telinga ku.
terlihat nek Marni berlari menuju ke luar ,aku yang juga penasaran pun mencoba untuk melihat nya , ku langkah kan kaki ku menuju ke luar menyusul nek Marni .
Setibanya di luar aku melihat kerumunan orang di depan pintu gerbang rumah ku ,dahi ku berkerut mataku menyipit,telinga ku menangkap suara seseorang yang meminta tolong .
Tak membuang waktu aku langsung berlari ke arah kerumunan itu .
"astaghfirullaahal'aziim...." aku segera turut membantu warga saat melihat ada seseorang yang tertimpa motor nya
"bapak tidak apa-apa?" tanya ku saat setelah aku membawa bapak-bapak yang terjatuh itu ke pinggir dan warga lain memberikan minum ,serta mengobati luka lecet di kaki dan tangan nya ,beliau terlihat meringis menahan perih akibat luka yang di hasilkan dari bekas gesekan kulit nya dengan aspal tadi.
"Alhamdulillah saya tidak apa-apa, hanya terkejut saja , luka nya juga tak seberapa parah nya ,tapi itu......." bapak-bapak itu menujuk barang bawaan nya yang sudah hancur
"barang dagangan saya , baru saja laku satu tadi tapi Allah sudah menguji ku dengan cara seperti ini , entah darimana saya akan mengganti barang-barang uang rusak itu " bapak itu menatap nanar pada barang-barang dagangan nya
"memangnya itu bukan punya bapak ?" tanya Mpok ipeh tetangga ku
"bukan ,saya ambil dagangan orang lain , nanti keuntungan nya kalau saya berhasil jual satu biji maka sebanyak itu pula upah nya " jawab nya lirih
"ini seperti aksesoris kan pak ?" tanya Mpok ipeh lagi seraya menunjukan salah satu pecahan barang dagangan bapak tadi
"iya mbak, saya jualan aksesoris,ada kaca mata Berbagai gaya , berbagai macam gelang dan kalung , juga lain sebagainnya " sahut nya lagi
"kira-kira ini semuanya berapa jumlah uang nya ?" tanya ibu Hasan
"kira-kira ada lah satu atau dua jutaan "
"ya sudah bagaimana kalau kita patungan Bu ibu ,kasihan bapak ini ,satu orang nya seratus ribu " ujar Bu Hasan lagi
"iya lebih baik begitu kasihan tuh"
"iya ...kasihan ...."
"ini saya kebetulan ada di saku daster ku" ucap yang lain seraya menyerahkan uang dua lembar lima puluh ribuan
"iya ini dari saya juga "
"eh aku ambil dulu uang nya ya ,tunggu jangan bubar dulu " Mpok ipeh berlari ke rumah nya yang terletak di samping rumah ku
nek Marni juga tak ingin ketinggalan ,ia ikut patungan ,namun setelah terkumpul ,ternyata uang nya kurang sekitar satu juta an ,akhirnya aku yang menambah kekurangan nya .
"kalian kena kibul " celetuk bang Popo di samping ku setelah bapak-bapak itu pergi
"maksud nya " aku bertanya dalam hati tanpa melirik ke arah nya
"ehehehehe......bapak-bapak itu ....dia sengaja menjatuhkan diri nya bersama motor nya yang penuh dengan barang dagangan nya ehehehehe...... " sambung nek Wewe
"kenapa harus sengaja ?" aku semakin bingung
"karena dagangan nya gak laku makanya dia sengaja membuat seolah-olah dia kecelakaan dan kalian iba hingga akhirnya memberikan uang kalian untuk nya sebagai rasa kasihan,dan lagi jumlah dagangan nya juga tak sampai dua juta,paling satu juta itupun masih kurang ,kan harga persatuan nya cuma seribu hingga dua ribu perak " timpal Tante Lasmi
"hahahaha........kena kalian ditipu hahahaha......." kak Wowo terbahak-bahak memegangi perutnya yang bergelambir
namun aku terkesiap saat melihat para hantu itu.Apa-apaan mereka
"dapet nyolong dari mana tuh kaca mata" tanya ku dalam hati
"ya dari bapak-bapak tadi lah ,lumayan kan buat eksis nanti malam kan malam Minggu " tutur Tante Lasmi cekikikan
"eh Bu ibu....kalian ngerasain gak ,kok saya merinding ya ....." ucap Bu Hasan pada yang lain
"iya saya juga" sahut mpok Ipeh memegang tengkuk nya
"udah ah kita bubar saja yuk" sahut yang lain ,dan mereka pun bubar ke rumah masing-masing
"ayok ,kenapa malah ngelamun " seru nek Marni menepuk pundak ku
"eh enggak kok nek ,gak ngelamun ,ya udah yuk kita juga pulang ,aku mau lajut tidur lagi ,nenek jangan ganggu ya, kalau ada yang nyari bilang aku lagi gak mau di ganggu " tutur ku
"lah siapa yang mau nyari paling Riswan tuh yang suka ke sini" ucap nek Marni ,ah iya bagi yang belum tahu siapa nek Marni , beliau merupakan mantan pengasuh nya papa dan kini jadi art di keluarga kami ,namun nek Marni sudah seperti keluarga sendiri bahkan nek Marni tak pernah segan memarahi papa atau aku jika kami melakukan kesalahan , dan nenek Dewi merupakan ibu kandung nya papa ,agar lebih jelas nya baca juga novel sebelumnya yang berjudul TEROR GUNA-GUNA agar tak membingungkan .
Saat aku dan nek Marni sudah di depan rumah bang Popo berseru
"Gibran.....fotoin kami dong "
sontak aku membelalakkan mataku lalu tepok jidat
Ampun deh ....kelakuan mereka ada-ada saja
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 165 Episodes
Comments
pioo
eh ngakak anjay🤣😭
2024-10-03
0
Devon Archana
nice story...
2024-02-28
1
Habib Ajeng
🤣🤣🤣
2024-02-20
0