Brakkk......
Brakkk.......
Brakkk........
Aku mengerjapkan mata saat mendengar suara gaduh dari jendela kamar , ku lirik Ari yang tidur pulas ,lalu mengalihkan pandangan ku pada jendela yang seperti di ketuk dari luar .
Ah berisik sekali bagaimana kalau Ari terbangun ,aku pun segera bangkit dan menuju ke arah jendela.
Sreeetttt.....
Ku subak gorden pelan agar suaranya tak mengganggu tidur nya Ari.
Ah dasar setan kenapa pula mereka mengganggu tidur ku ,Tante Lasmi nampak mencak-mencak pada kuntilanak merah sejenis nya yang menggedor-gedor kaca jendela .
Mungkinkah mereka bertengkar?
Ngomong-ngomong kuntilanak ....astaga aku menepuk kening ku .
"maaf mbak Mimin....aku lupa " cengir ku
Segera ku langkahkan kaki ku menuju kamar mandi ,seraya berucap dalam hati
"sebentar aku cuci muka dulu,biar gak lengket mata nya "
Ko bisa-bisa nya aku lupa ya, ku lirik jam dinding sudah menujukan angka 00:00 ,waduh kenapa pula tepat tengah malam sih ,bukan takut ,dan kenapa pula harus takut, tapi yang benar saja dong,masa tengah malam begini aku ke kuburan hanya untuk mengantar pulang kuntilanak ,gimana kalau nanti aku ketemu satpam yang patroli ,mau ngasih alasan apa coba . Aku menggelengkan kepala ,namun tak urung niat ku untuk membantu kuntilanak itu pulang.
Dengan langkah mengendap seperti maling aku menuruni tangga dan langsung menuju pintu utama .
Tak
aku memutar kunci ,lalu dengan pelan aku membuka pintu nya
kreeeettttt....
Aduh kenapa juga ini pintu mendadak berbunyi sih ,biasa nya juga kan gak pernah bunyi ' fikir ku
Ku edarkan pandangan ku ke seluruh rumah yang keadaan nya gelap
fyuuuuuuhhhh.....
Seperti nya suara pintu tadi tak berkesan apa pun ,aku pun segera keluar dan menutup pintu itu dengan pelan lagi , dan segera melangkah kan kaki ku menuju arah TPU .
"hayo.....mau kemana malam-malam begini?" tanya bang Popo mengejutkan ku
"ah bang Popo....bikin kaget saja ,ini aku mau ngantar tuh kuntilanak ke tempat tinggalnya di TPU ujung sana" jawab ku
"oh kuntilanak merah yang muka nya borok itu kan ,hiiiy geli banget lihat nya " cibir nya
"sesama hantu gak boleh saling bully ya " seru ku
"aku gak bully tapi emang kenyataan nya dia muka nya borok lagian ngapain sih pake capek-capek nganterin pulang segala dia kan bisa pulang sendiri ke habitat nya " cibirnya lagi
"kalian membicarakan ku ya hihihi...." ucap kuntilanak Mimin tiba-tiba melayang ke arah kami bersama Tante Lasmi dengan suara tawa nya yang khas
"tuh kan serem banget muka nya udah borok ,bau ada belatung nya pula hiiii....." ucap bang Popo lalu pergi melarikan diri saat kuntilanak Mimin menatap nya tajam.
"heh....pocong kumis baplang tunggu kau ya " kuntilanak Mimin hendak mengejar bang Popo yang meloncat menjauh
"mbak ....jadi gak pulang ke TPU nya " tanya ku sebelum kuntilanak itu mengejar bang Popo
"eh iya ya....huh dasar ... gara-gara pocong kumis baplang jadi lupa kan mau diantar pulang sama cowok ganteng" ucap nya seraya mengedipkan matanya
"ya udah ayok cepat "
Aku pun segera beranjak melangkah kan kaki ku menuju pemakaman umum ,hingga akhirnya aku pun sampai
"wah ....benar ini tempat tinggal ku ,tuh pohon asem yang besar itu tuh rumah ku,nanti kapan-kapan kamu mampir ya " ucap nya bersorak
"idih....mau ngapain mampir ,ya udah aku mau pulang ,mbak Mimin jangan pergi jauh-jauh lagi biar gak nyasar lagi ,dah aku pulang "
Aku pun segera pulang ke rumah ku ,namun setelah aku sudah jauh dari area pemakaman tiba-tiba pak satpam memanggil ku .
"hey.... tunggu..." seru nya
"iya pak ,ada apa ya?" tanya ku pada dua satpam itu
"loh....Adnan kan ,anak nya Bu Nuri dan pak Rifki?" tanya pak Bejo satpam komplek
"sedang apa malam-malam begini di luar rumah , abis dari mana?" timpal pak Parto bertanya
"ah cuma....cari angin saja pak " sahut ku
"cari angin kok ya sampai jauh begini sih " ucap pak Bejo
"saya juga tak tahu pak ,gak sadar sudah berjalan sejauh ini" jawab ku
Tiba-tiba angin kencang berhembus menerpa sekitar ku , daun kering pun berterbangan tertiup angin ,dingin nya sampai terasa menembus tulang ,suara tiupan angin pun terdengar sangat mencekam.
"kenapa tiba-tiba muncul angin seperti ini Jo..." tanya pak Parto
"entahlah ,tapi kok tiba-tiba bulu kuduk ku merinding ya " ucap pak Bejo
"hu uh....sama To...."
"ya sudah pak aku pamit pulang ya " ucap ku berpamitan pada kedua nya
"iya , hati-hati loh ya ,kita gak bisa ngantar pulang ,masih harus keliling " ucap oak Parto
"iya pak tak apa, assalammualaikum..."
"waalaikum salam...." sahut mereka bersama
Kenapa tiba-tiba perasaan ku tak enak ya , ada apa ini....apa ini hanya perasaan ku saja
Dengan perasaan tak menentu aku berjalan terus menuju rumah ku hingga akhirnya aku sampai di depan pagar rumah,namun aku mengkerutkan kening saat melihat satu mobil sedan hitam terparkir tak jauh dari tempat ku berdiri ,bang Popo menatap tajam pada mobil itu ,seolah tengah waspada .
"Gibran masuk lah ,jangan hiraukan mobil itu ,cepat " seru kak Wowo
"ehehehehe.....iya cu....cepatlah masuk " sambung nek Wewe
Meskipun bingung namun aku tetap mengikuti ucapan mereka , dan perasaan ku juga tak enak mengenai mobil itu .
Di dalam kamar aku mengintip dari balik gorden jendela ,lampu pun ku matikan agar tak mengundang perhatian .
Sebenar nya siapa dan apa tujuan nya memarkirkan mobil di dekat rumah ku, kenapa aku seolah merasakan suatu kekuatan besar , energi yang kurasakan pun sangat berbeda dengan energi atau aura pada mama maupun Oma Laras .
Kemana juga pak Bejo dan pak Parto ,kenapa mereka patroli nya lama banget , rumah ku yang paling dekat dengan pos satpam pun menjadikan ku mengetahui jika kedua satpam itu belum kembali .
Setelah beberapa saat mobil itu pun kemudian pergi meninggalkan area komplek.
Lega ....entah kenapa aku merasa lega saat mobil itu sudah tak ada , aku pun kembali ke kamar Ari ,sebab jika esok hari ia terbangun dan mendapati ku tak ada di samping nya ia bisa merajuk sampai dua hari.
ceklek
Ku dorong pelan pintu lalu aku berjalan ke tempat tidur, syukurlah adik kesayangan ku masih tertidur pulas , sebenarnya jika Ari tidur sendiri ia lebih suka dengan lampu yang menyala ,namun jika ada yang menemani ia tak keberatan jika lampu kamar di matikan.
Aku tak langsung tidur ,melainkan pergi ke kamar mandi untuk berwudhu,setelah itu dengan menggunakan sejadah milik Ari aku tunaikan shalat malam dan berlanjut berdzikir.
Setelah kantuk mulai menyerang aku pun menyudahi dzikir ku dan kemudian tidur di samping Ari.
**
to....long......
tolooooong.....
Sayup aku mendengar suara rintihan minta tolong ,tapi.... ini dimana dan siapa gerangan yang meminta tolong .
Dengan bingung aku pun mencoba mencari jalan keluar sekaligus mencari orang yang meminta tolong .
duk duk duk
suara seperti langkah kaki kuda di iringi suara gemerincing ,entah itu gelang kaki atau apa yang jelas bunyi nya nyaring sekali .
cring....cring....cring...
aku menoleh saat suara itu berada dekat di belakang ku .
Aku tertegun dan menatap takjub saat melihat sebuah kereta kencana melintas ,kereta dengan dua kuda dengan hiasan yang bercahaya ke emasan membuat silau pandangan ku , lantas aku pun menutupi mata ku dengan telapak tangan ,namun tiba-tiba saja keadaan sudah berubah ,jika tadi aku berada di hutan kini aku berada di sebuah tempat atau ruangan seperti di kerajaan kuno ,yang pernah ku tonton di tv .
Aneh .... sebenarnya apa yang telah terjadi padaku ,siapa yang membawaku ke dimensi ini , atau apa aku ada di alam ghaib ,mungkin kah aku bermimpi .
Saat aku masih memindai isi ruangan yang di dominasi hiasan dan warna coklat ke emasan tiba-tiba suara rintihan itu terdengar kembali
to....lo...ng.....
tolong.....
Aku yakin suara itu ada di ruangan sebelah ku berada ,aku pun dengan hati-hati dan penuh waspada berjalan menuju ruangan sebelah .
Krieeeettttt.....
Suara decitan dari pintu kayu membuat seseorang yang berada di dalam ruangan itu menoleh .
Namun aku sangat tercengang saat melihat siapa dia ,mata nya sembab mengeluarkan darah ,leher nya juga berdarah dengan luka menganga ,dia terikat dengan mulut tersumpal, tubuhnya pun di baringkan terlentang dengan sebuah ember tepat di bawah leher menampung kucuran darah segar yang keluar dari leher nya .
Saat aku hendak mendekat tiba-tiba sebuah pukulan mendarat di belakang leher ku
buk
Aku terperangah dengan nafas memburu ,menatap sekeliling ,aku .... bermimpi
"kakak.....kakak....kenapa ?" Ari bertanya dengan wajah penuh kekhawatiran
"tidak apa-apa dek, kakak hanya mimpi buruk" jawab ku seraya bangkit dan duduk bersandar di sandaran tempat tidur .
"memang nya kakak mimpi buruk apa?" tanya nya
"kakak mimpi jatuh " bohong ku
"oh....makanya kak kalau mau tidur itu baca doa dulu " ucap Ari seraya mengelap keringat ku dengan ujung baju yang ia kenakan ,ia sampai berdiri di samping ku
"hm....kok bau acem ya" canda ku
"enak aja " ucap nya sambil mengerucut kan bibir nya dan melipat kedua tangannya di dada
"cie.....ada yang marah " goda ku seraya menggelitiknya di bagian perut
"aahh....hahaha....kakak.... hentikan.....geli....hahaha" racau nya
"ok kakak hentikan ,auuch..." lengan ku yang di perban tak sengaja ke tendang kaki Ari
Ari terkejut dan segera meraih tangan ku dan menggulung lengan baju panjang ku
"kakak....ini tangan kenapa di bungkus begini ,kakak terluka ?" tanya nya dengan nada bergetar
"hanya luka kecil dek gak sakit kok " ucap ku
"bohong ...kalau gak sakit terus tadi kenapa kakak seperti kesakitan " tanya nya dengan mata yang sudah berkaca-kaca
"tadi kan kena tendangan bebas kamu dek " jawab ku
"maaf ya kak , aku gak sengaja " Ari menubruk tubuh ku lalu memelukku erat
"iya ...gak apa-apa kok ,sekarang kamu mandi gih ,kakak juga mau mandi " ucap ku mengacak rambut nya
**
"dah kakak ,mama ,papa ..." Ari melambaikan tangan nya lalu berlari melewati gerbang sekolah nya, hari ini aku ijin tak masuk sekolah ,karena tiba-tiba saja aku merasa meriang dan nyeri di sekujur tubuhku ,aku yang tadinya hanya ingin rebahan pun mengurungkan niat ku saat mama dan nenek ngotot pengen aku pergi ke dokter ,makanya aku berangkat sekalian mengantar Ari ke sekolah .
"badan kamu makin panas nak " ucap mama menyentuh kening ku ,ada nada khawatir yang mu dengar
Aku hanya diam dan bersandar di bahu mama ,sedang kan papa menyupiri kami .
"sabar ya ,sebentar lagi kita sampai rumah sakit " ucap papa
Saat mobil melewati area sekolah ku ,aku tak sengaja melihat gadis yang semalam aku lihat di mimpiku , tiba-tiba aku merasa khawatir yang berlebih pada nya ,aku yang tak terlalu mempercayai mimpi ,entah kenapa kali ini berbeda ,seolah mimpi itu memberi tahu ku jika dia ....dalam bahaya .
Aranta ....semoga dia baik-baik saja ,entahlah kenapa aku memimpikan nya.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 165 Episodes
Comments
ryani yuliawati
aduh penasaran dech jdiny thor??? jngan sampe trjadi apa" m aranta 💜💜💜💜💜💜😘😘😘😘😘
2022-03-05
4
티아라 🥰(😏)🇮🇩🇰🇷
bikin penasaran kk author jangan di gantung 😟
2022-03-04
1
Vidi Maulidya
mobil misterius tuh punya siapa sih
2022-03-04
1