Menolong gadis kecil

BRRAAAKK

Aku pun lantas menengok

"astaghfirullah........" aku berlari menuju arah gerbang sekolah,rupanya sebuah mobil Avanza putih menabrak pintu gerbang ,keadaan pintu gerbang yang tadinya tertutup kini terbuka dengan penyok di sertai mobil putih yang juga sudah ringsek di bagian depan ,nampak pengemudi nya melambaikan tangan meminta tolong ,terlihat juga di kursi penumpang belakang ada seorang anak yang menangis terdapat darah segar mengalir dari kening nya.

Semua orang pun ikut membantu mengevakuasi para korban , aku berlari ke arah anak perempuan itu dan mencoba membuka pintu nya ,namun sepertinya pintu nya terkunci otomatis . Di bagian pintu lain pun para warga turut mencoba membuka pintu nya .

Tiba-tiba tercium bau menyengat kulihat ke bawah ku , rupanya itu cairan bensin ,mungkin tanki bensin nya bocor karena tabrakan yang sangat keras .

Astaga .....

Aku terkesiap menyadari jika itu benar-benar bensin ,dengan panik aku mencoba membuka paksa pintu mobil yang terkunci itu ,di bantu warga juga .

"ya ampun itu bensin ,ayo kita menjauh " seru bapak-bapak tukang ojek yang sering mangkal tak jauh dari area sekolah

"jangan pak...tolong bantu saya keluarkan anak ini " teriak ku

"tapi ini bisa bahaya ,bisa saja mobil ini meledak kita juga bisa jadi korban " ucap nya seraya menjauh

Aku tak peduli ,meski harus sendirian menolong bocah itu ,melihat anak itu aku seperti melihat Ari adik ku dan mungkin usia nya juga sama ,tidak ....jika itu Ari maka aku tidak akan diam saja ,meski nyawa taruhan nya aku rela mati asal adik kesayangan ku selamat .

"bertahanlah kakak akan keluarkan mu ,kamu menunduk" aku berteriak setelah meraih batu besar dan segera membenturkan nya pada kaca mobil itu ,karena tak mungkin aku berlari ke arah supir dan mencari tombol kunci ,karena di sana juga supir tengah di bantu di keluarkan dengan kondisi mobil yang rusak parah di bagian depan juga mustahil jika tombol itu masih bisa digunakan ,apalagi sang supir juga terjepit .

Prrakkk

Dengan cepat aku ulurkan tangan ku dan membobol paksa pintu itu , keringat sudah bercucuran ,lengan ku pun turut tergores pecahan kaca yang masih menempel di pintu ,tak ku hiraukan rasa sakit dan darah yang keluar dari lengan ku . Sudah ku lakukan berbagai cara ,tapi pintu ini masih tetap bertahan meski sudah ku pukul-pukul menggunakan batu .

"ADNAN......."

"GIBRAN....."

Terdengar suara teriakan memanggil ku ,namun tak ku hiraukan.

Aroma bensin semakin menyengat di hidung ,supir sudah berhasil di keluarkan dalam keadaan pingsan,aku pun berlari ke tempat bekas supir itu terjepit ,dengan sekuat tenaga aku menarik sandaran kursi hingga menjorok ke depan ,lalu ku bungkuk kan tubuhku masuk sedikit agak ke dalam untuk meraih gadis kecil itu .

"ADNAN......"

"GIBRAN....."

Mereka terus meneriaki ku

"ayo ....pegang tangan kakak" ucap ku

"cepat ...." sentak ku

Gadis kecil itu pun segera ku tarik hingga akhirnya gadis itu ada dalam pelukan ku yang langsung ku gendong dan di bawa menjauh .

Baru saja aku mendudukan gadis kecil itu tiba-tiba terdengar suara ledakan yang berasal dari mobil itu

DUAAARRRRR.......

Lega bercampur haru menyelimuti hati ku, karena telat sedikit saja gadis kecil ini pasti tak akan selamat .

"terima kasih Ya Allah....kau masih memberi kesempatan gadis kecil ini tuk hidup" lirih ku dalam hati

"Gibran....astaga ....kamu itu ya.....ayo kita obatin luka mu" seru Riswan

"udah gak apa-apa" ucap ku

"gak apa-apa gimana ,entar infeksi " ucap nya lagi

"dek....kamu masih sadar?" tanya ku sambil menepuk pipi gadis kecil itu

Banyak nya darah yang keluar membuat kondisi gadis kecil itu kian melemah

"cepat bawa dia ke rumah sakit" pekik ku

"sebentar lagi ambulan tiba ,kita tunggu saja" ucap pak Saiful

sambil menunggu mobil ambulan ,pak Saiful membantu membersihkan luka ku dan di beri antiseptik agar tak infeksi,namun aku melihat Aranta yang seperti gelisah dan sesekali menengok ke arah para petugas kebakaran yang baru saja tiba untuk memadamkan api dari mobil yang terbakar itu.

Ada apa dengan nya , seperti takut dan waspada.

Hingga beberapa menit kemudian mobil ambulan pun tiba ,kedua nya segera di larikan ke rumah sakit , aku pun turut di dalam nya ,karena aku juga terluka dan harus segera di obati karena ada bagian yang goresan nya cukup dalam ,mungkin perlu di jahit.

"ehehehehe.........kamu tadi keren banget cu.... ehehehehe....." ucap nek Wewe yang juga turut di samping ku

"bisa gak nek dalam keadaan seperti ini gak usah ketawa " ucap ku dalam hati

Aku duduk sambil memejamkan mata seraya bersandar .

"lagian kenapa tadi tak membantu ku sih " batin ku kesal

"ehehehehe......maafkan nenek cu....tapi nenek sengaja ehehehehe.....nenek tahu kamu pasti bisa menyelamatkan gadis kecil itu makanya nenek diam ehehehehe......."

"huuuuuuuhhhh.....terserah lah " aku pun lantas menegakkan tubuhku saat mendengar suara erangan dari gadis kecil itu ,sedangkan untuk supir nya berada di mobil ambulan yang satu nya .

Tak lama kami pun tiba di rumah sakit ,gadis kecil itu sudah di masuk kan ke IGD , begitupun dengan ku yang juga langsung di tangani dokter ,dan benar saja luka di lenganku memang harus mendapat jahitan .

Setelah selesai dengan jahit menjahit pada lengan ku yang terluka , aku pun segera beranjak menuju ruangan IGD, sudah ada mama,papa,pak Saiful beserta wanita dan pria yang mungkin seumuran mama di depan ruang IGD .

"Gibran sayang kamu tak apa nak, mama dengar kabar dari Riswan katanya kamu masuk rumah sakit ,Ya Allah.....ini...." mama menyentuh pelan lengan ku yang di balut perban

"aku gak apa-apa ma, mama jangan khawatir" ucap ku seraya menghapus air mata mama yang keluar saat melihat perban yang menutupi lengan ku

"tidak apa-apa bagaimana ini ....kamu pasti sakit kan ?" ucap mama terisak

"hanya enam jahitan ma ,tak apa-apa kok"

"apa enam jahitan " mama kembali menangis

"ma....udah aku gak apa-apa kok ma" ucap ku seraya memeluk wanita yang sangat berarti dan berjasa bagiku

"sudahlah sayang anak kita tidak apa-apa, laki-laki kalau tak terluka bukan jantan namanya " papa mencoba berkelakar

"apa sih pa...." desah mama seraya menarik diri dari pelukan ku

"maaf apa kamu yang telah menolong anak kami?" tanya ibu-ibu yang dari tadi diam dengan wajah sembab nya bertanya padaku

"iya Bu " sahut ku

"terima kasih atas pertolongan mu,terima kasih kami tak tahu jika kamu tak menolong putri kami entah apa yang akan terjadi pada nya " ucap ibu itu tiba-tiba berlutut di depan ku

"astaga Bu, bangun Bu....jangan seperti ini ,aku ikhlas menolong anak ibu ,karena aku juga punya adik perempuan seusia anak ibu ,jadi aku merasa harus menolong nya ,apalagi sesama manusia kita kan harus saling tolong menolong Bu" ucap ku meminta ibu itu untuk bangun ,sebab akan sangat tak sopan bagi ku jika ada seseorang yang usianya jauh di atas ku berlutut seperti itu,mama yang mengerti jika aku tak mungkin menyentuh perempuan membantu membuat nya berdiri .

"berdiri lah Bu, jangan seperti ini , anak saya benar , selaku manusia kita memang wajib dan harus saling tolong , jadi jangan seperti itu" ucap mama

"tapi karena menolong anak saya ,anak ibu jadi terluka " ucap ibu itu lirih

"tak apa Bu , yang penting sekarang anak-anak kita selamat,dokter juga sudah memberi tahu jika tak ada luka serius pada putri ibu ,hanya saja banyak nya darah yang keluar mengharuskan anak ibu mendapat transfusi darah ,dan Alhamdulillah putri ibu pun tengah menjalani transfusi darah saat ini " timpal papa

"kami sungguh sangat berhutang nyawa pada mu " ucap laki-laki yang ku duga pasti papa nya gadis kecil tadi

"ah tidak ,jangan jadikan pertolongan saya sebagai hutang , tapi anggap saja itu bentuk pertolongan Allah dengan perantara saya" ucap ku tulus

"Masya Allah.....beruntung nya ibu dan bapak memiliki putra seperti nya ,sudah baik ,tampan pula " ucap laki-laki itu

"ah pak,jangan terlalu memuji ,tak baik bagi mental saya" ucap ku

"sepertinya kamu baik-baik saja ,kalau begitu bapak pamit mau kembali ke sekolah ," ucap pak Saiful yang sedari tadi diam menyimak

"Ya Allah pak ,maaf saya jadi melupakan bapak"ucap ku tak enak

"tak apa-apa ,ya sudah kalau begitu saya pamit " ucap pak Saiful menatap satu persatu diantara kami

"tunggu pak,saya juga mau kembali ke sekolah ,belum waktunya juga kan sekolah bubar ,tak enak sama yang lain " ucap ku

"kamu yakin nak, kamu kan terluka ?" tanya mama

"yakin ma, lagian cuma luka kaya gini aja ,ya udah kalau gitu aku kembali ke sekolah " aku meraih tangan mama dan mencium punggung tangan nya ,lalu beralih pada papa

sedangkan pada orangtua gadis kecil itu aku hanya menangkup kan kedua tangan ku

"assalamualaikum...." pamit ku

"waalaikum salam......"

**

Di mobil yang di kendarai pak Saiful aku menatap pada kaca spion kecil yang tergantung di atas,nampak pantulan sosok wanita dengan daster merah nya tengah menunduk dengan rambut yang menjuntai menutupi wajah nya .

"apa kamu merasakan yang bapak rasakan ?" tanya pak Saiful tanpa melirik ku

"apa pak?" tanya ku

"bapak merinding"ucap nya

"tidak kok pak " dusta ku

"masa sih?" tanya nya

Aku pun kembali melirik ke kaca di atas ku ,hantu itu masih ada di tempat nya dengan posisi nya

Ah.....kenapa pula dengan hantu itu .

"Tante Lasmi ...." panggil ku pada hantu di jok belakang ,tentu nya dalam hati sebab bisa jantung ngan nanti pak Saiful jika tahu aku bicara pada hantu

"iya ada apa " sahut nya ,namun aneh sahutan itu bukan dari hantu di belakang ku ,hingga aku pun menoleh

namun sosok hantu berdaster itu tetap diam

"Tante Lasmi ...." panggil ku lagi

tak ada sahutan ,hingga aku kembali ke posisi ku , namun saat aku berbalik aku di buat terkejut

"astaghfirullah......"

"ada apa Adnan ?"

***

Ada cerpen baru....

yuk mampir......

Ditunggu yah.....😘

Terpopuler

Comments

Zhu Ronk

Zhu Ronk

Gass Pol thor..... tetap semangat ya

2022-03-03

2

Adwien Setya

Adwien Setya

thorr thorr...up nya yg banyak donk biar g makin seru....kunantikan slalu up nya ya thorrr....

2022-03-02

1

Suci Indah

Suci Indah

Thor.. buat penasaran aja deh.. hantu mana lg y itu.. apa jangan2 hantu itu yg nyebabkan kecelakaan depan sekolah.. hmm ayoo thor up lagi, biar ilang penasaran'y 😂😂

2022-03-02

2

lihat semua
Episodes
1 Adnan Gibran Gifhari
2 Tuyul kena bully
3 Teka-teki terpecahkan oleh Tante Lasmi
4 bertemu hantu toilet sekolah
5 Bahagiaku itu sederhana
6 Suara teriakan
7 Senior kesurupan
8 Pertolongan untuk Yudi
9 Kelakuan bang Popo and the geng
10 Rencana makan siang
11 Hantu di restoran Jepang
12 Rokurokubi,si leher panjang ganjen
13 Murid baru dan hantu nenek-nenek
14 Selamat jalan mbak Sada Aika
15 Kembali kesurupan
16 Menolong gadis kecil
17 Princess kesayangan
18 Mimpi buruk
19 Dilamar bocil
20 Keributan di kelas
21 Aranta pingsan
22 Kakak cantik
23 Menolong Aranta
24 Berangkat bersama
25 Rumah Merlin
26 Makhluk tinggi besar
27 Iri dan dengki penyebab gelap nya hati
28 Terbelenggu
29 Terdampar di pondok
30 Cerita Aranta
31 Para pasukan demit
32 Terluka nya Riswan dan Aranta
33 Kondisi Riswan
34 Hantu anak kecil tanpa tempurung kepala
35 Penglihatan Riswan
36 Sedikit galau (Riswan )
37 Kecurigaan Aranta
38 Fifty-Fifty
39 Penyerangan
40 Kebenaran
41 Di intai
42 Tak mudah percaya
43 Pentingnya menjaga kebersihan
44 Menghilang
45 Mencari Aranta
46 Menuju hutan bambu
47 Tertusuk
48 Berakhir nya sekte sesat
49 Kesadaran Aranta
50 menolong kak Troy
51 Keputusan keluarga Aranta
52 Mualaf
53 Rencana kepindahan
54 Rencana kepindahan
55 Rika (hantu pengantin)
56 Kepergian Aranta
57 Halang rintang
58 Menuju kerajaan siluman monyet
59 Menjemput
60 Kepulangan kakek
61 Di rumah makan
62 Suara ledakan
63 Teror makhluk pesugihan
64 Mulai membantu mbak Rika
65 Penemuan jasad mbak Rika
66 Ritual Ruqyah
67 Ritual Ruqyah 2
68 Hantu suster
69 Sosok kakek di kebun belakang sekolah
70 Ke kantor
71 Ses Merry
72 Konsekuensi
73 Fitnah
74 Tindakan Gibran
75 Sikap aneh para hantu
76 Sebuah fakta
77 Kedatangan keluarga Wulan
78 Surprise
79 Surprise ke dua
80 Siapa gadis itu?
81 Sosok mengejutkan
82 Di kebun binatang
83 Korban tewas di kebun binatang
84 Selesai
85 Perasaan Aranta
86 Mencoba mengikhlaskan
87 Malam pertunangan
88 Perasaan Gibran
89 Menuju lokasi KKN
90 Kedatangan Gibran dan Aranta
91 Malam di penginapan
92 KKN di Desa demit
93 Kegiatan posyandu
94 Aranta yang shock
95 Mengincar Aranta
96 Aksi para Kunti
97 Jangan pernah jauh dari ku
98 Kuntilanak jahil
99 Anak hilang
100 Bukan hilang
101 Buah jatuh tak jauh dari pohon nya
102 Pentas seni
103 Mengejutkan
104 Makhluk penglaris
105 Keinginan Gibran
106 Arkan
107 Santet banaspati
108 Guna-guna pemikat
109 Misterius
110 Tak jadi hilang
111 Berkunjung ke kantor
112 Bahaya
113 Pengaruh sihir
114 Alam bawah sadar
115 Kena gampar
116 Kedatangan Seno dan Thalia
117 Kecelakaan
118 Selamat
119 Bang Popo bebas
120 Tertinggal
121 Tumbal rumah sakit
122 Lomba renang
123 Senjata makan tuan
124 Berita hoak
125 Antara siap dan tak siap
126 Sosok pria mirip Yoga
127 Dirgantara
128 Digerebek
129 Memulai pencarian
130 Virus bucin
131 Kepergian Dirga
132 Berusaha tegar (Yoga )
133 Bertemu Merlin dan Riswan
134 Antusias nya Nuri dan Thalia
135 Kedatangan Zeky
136 Dugaan Gibran
137 Ari pingsan
138 Ternyata benar Aranta
139 Balasan Lasmi
140 Tak ingin kehilangan
141 Penolakan Gibran
142 Nenek misterius
143 Pernyataan Gibran
144 Terkejut nya Riswan
145 Nasehat Bu Fuji untuk Riswan
146 Kabar mengejutkan
147 Penyebab
148 Hukuman dari Rifki
149 Kesadaran Ari
150 Ari yang tak dapat melihat
151 Mengunjungi Yoga
152 Merindukan
153 Persiapan
154 Menikmati momen
155 Hilang ingatan
156 Peristiwa di hari sakral
157 Butuh privasi
158 Malam syahdu
159 Resepsi bagian 1
160 Resepsi bagian 2
161 Dapat bergerak
162 Tuyul kena bully lagi
163 Sebuah hadiah
164 Tamat
165 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Adnan Gibran Gifhari
2
Tuyul kena bully
3
Teka-teki terpecahkan oleh Tante Lasmi
4
bertemu hantu toilet sekolah
5
Bahagiaku itu sederhana
6
Suara teriakan
7
Senior kesurupan
8
Pertolongan untuk Yudi
9
Kelakuan bang Popo and the geng
10
Rencana makan siang
11
Hantu di restoran Jepang
12
Rokurokubi,si leher panjang ganjen
13
Murid baru dan hantu nenek-nenek
14
Selamat jalan mbak Sada Aika
15
Kembali kesurupan
16
Menolong gadis kecil
17
Princess kesayangan
18
Mimpi buruk
19
Dilamar bocil
20
Keributan di kelas
21
Aranta pingsan
22
Kakak cantik
23
Menolong Aranta
24
Berangkat bersama
25
Rumah Merlin
26
Makhluk tinggi besar
27
Iri dan dengki penyebab gelap nya hati
28
Terbelenggu
29
Terdampar di pondok
30
Cerita Aranta
31
Para pasukan demit
32
Terluka nya Riswan dan Aranta
33
Kondisi Riswan
34
Hantu anak kecil tanpa tempurung kepala
35
Penglihatan Riswan
36
Sedikit galau (Riswan )
37
Kecurigaan Aranta
38
Fifty-Fifty
39
Penyerangan
40
Kebenaran
41
Di intai
42
Tak mudah percaya
43
Pentingnya menjaga kebersihan
44
Menghilang
45
Mencari Aranta
46
Menuju hutan bambu
47
Tertusuk
48
Berakhir nya sekte sesat
49
Kesadaran Aranta
50
menolong kak Troy
51
Keputusan keluarga Aranta
52
Mualaf
53
Rencana kepindahan
54
Rencana kepindahan
55
Rika (hantu pengantin)
56
Kepergian Aranta
57
Halang rintang
58
Menuju kerajaan siluman monyet
59
Menjemput
60
Kepulangan kakek
61
Di rumah makan
62
Suara ledakan
63
Teror makhluk pesugihan
64
Mulai membantu mbak Rika
65
Penemuan jasad mbak Rika
66
Ritual Ruqyah
67
Ritual Ruqyah 2
68
Hantu suster
69
Sosok kakek di kebun belakang sekolah
70
Ke kantor
71
Ses Merry
72
Konsekuensi
73
Fitnah
74
Tindakan Gibran
75
Sikap aneh para hantu
76
Sebuah fakta
77
Kedatangan keluarga Wulan
78
Surprise
79
Surprise ke dua
80
Siapa gadis itu?
81
Sosok mengejutkan
82
Di kebun binatang
83
Korban tewas di kebun binatang
84
Selesai
85
Perasaan Aranta
86
Mencoba mengikhlaskan
87
Malam pertunangan
88
Perasaan Gibran
89
Menuju lokasi KKN
90
Kedatangan Gibran dan Aranta
91
Malam di penginapan
92
KKN di Desa demit
93
Kegiatan posyandu
94
Aranta yang shock
95
Mengincar Aranta
96
Aksi para Kunti
97
Jangan pernah jauh dari ku
98
Kuntilanak jahil
99
Anak hilang
100
Bukan hilang
101
Buah jatuh tak jauh dari pohon nya
102
Pentas seni
103
Mengejutkan
104
Makhluk penglaris
105
Keinginan Gibran
106
Arkan
107
Santet banaspati
108
Guna-guna pemikat
109
Misterius
110
Tak jadi hilang
111
Berkunjung ke kantor
112
Bahaya
113
Pengaruh sihir
114
Alam bawah sadar
115
Kena gampar
116
Kedatangan Seno dan Thalia
117
Kecelakaan
118
Selamat
119
Bang Popo bebas
120
Tertinggal
121
Tumbal rumah sakit
122
Lomba renang
123
Senjata makan tuan
124
Berita hoak
125
Antara siap dan tak siap
126
Sosok pria mirip Yoga
127
Dirgantara
128
Digerebek
129
Memulai pencarian
130
Virus bucin
131
Kepergian Dirga
132
Berusaha tegar (Yoga )
133
Bertemu Merlin dan Riswan
134
Antusias nya Nuri dan Thalia
135
Kedatangan Zeky
136
Dugaan Gibran
137
Ari pingsan
138
Ternyata benar Aranta
139
Balasan Lasmi
140
Tak ingin kehilangan
141
Penolakan Gibran
142
Nenek misterius
143
Pernyataan Gibran
144
Terkejut nya Riswan
145
Nasehat Bu Fuji untuk Riswan
146
Kabar mengejutkan
147
Penyebab
148
Hukuman dari Rifki
149
Kesadaran Ari
150
Ari yang tak dapat melihat
151
Mengunjungi Yoga
152
Merindukan
153
Persiapan
154
Menikmati momen
155
Hilang ingatan
156
Peristiwa di hari sakral
157
Butuh privasi
158
Malam syahdu
159
Resepsi bagian 1
160
Resepsi bagian 2
161
Dapat bergerak
162
Tuyul kena bully lagi
163
Sebuah hadiah
164
Tamat
165
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!