Kembali kesurupan

Keesokan harinya

Keadaan kelas sangat riuh karena kami para murid sedang berebut menjawab pertanyaan yang diajukan guru . Heboh nya ketika saat kami yang mengacungkan tangan malah tak ditunjuk untuk menjawab ,justru malah mereka yang tak mengacungkan tangan yang di tunjuk , sontak sajak mereka yang tak tahu jawaban nya pun jadi gelagapan bahkan jawaban nya salah ,namun mungkin seperti itu tujuan guru , Bu Fuji langsung menjelaskan hingga akhirnya yang tadinya tak tahu jadi tahu,aku semakin mengagumi saja sosok guru seperti beliau ,karena tak seperti segelintir guru lain yang cenderung hanya akan dekat dan mau mengajari mereka yang otak nya encer saja ,bahkan aku bisa menilai jika Bu Fuji benar-benar berbeda dari guru lain nya ,beliau bisa menempatkan diri dengan baik pada para murid ,saat murid ada yang salah beliau menasehati ,saat ada murid yang terlihat murung beliau bisa menjadi teman bercerita, dan beliau juga bisa jadi orang tua di sekolah ini terlihat dari sikap nya yang penyayang dan sabar.

Namun kegiatan di kelas harus terganggu saat ada murid lain datang dengan tergesa-gesa ia mengetuk pintu

tok tok tok

"permisi Bu,maaf ganggu ,itu ...anu ...apa ....duh kok blibet banget sih" ia nampak memukul-mukul bibir nya sendiri

"ada apa ?" tanya Bu Fuji

"itu....anu....Bu .... sebenarnya saya di minta pak Saiful untuk menjemput Adnan" ucap nya melihat pada ku

"Adnan ....memangnya teh ada apa?" tanya Bu Fuji

"itu bu ...di kelas dua belas A terjadi kesurupan, semua murid yang kena " jawab nya

"loh....naha atuh mesti memanggil Adnan sagala bukan nya panggil ustadz atau orang pintar" ucap Bu Fuji lagi

"saya juga gak tahu Bu ,tapi pak Saiful minta nya begitu ,hayu atuh Adnan ,kasihan mereka takut terjadi apa-apa sama mereka , eh kok jadi ikutan ibu ya bicara nya " ucap nya lagi seraya menggaruk kepalanya

"eh....si Ilham ketularan sama ibu" Bu Fuji nampak tertawa namun kemudian dia berdehem lalu menatap ku

"ya sudah sok atuh Adnan ikut si Ilham ini , dan untuk kalian kerjakan soal di LKS ya ,ibu teh penasaran ,mau lihat , sok atuh dikerjakan,yuk Adnan" ucap Bu Fuji

Mau tak mau aku pun beranjak namun sebelum aku meninggalkan kelas aku sempat melirik ke arah Aranta ,dia tertegun seperti sedang memikirkan sesuatu .

Tak ingin membuang waktu aku pun segera keluar bersama Bu Fuji dan murid yang bernama Ilham itu, namun tiba-tiba Riswan berseru

"Bu....tunggu Bu , aku ikut ya bu .. please....boleh ya " ucap Riswan memohon

"ya sudah ayo ikut ,memang nya kamu bisa bantu ?" tanya Bu Fuji menetap Riswan

"tentu saja Bu ,bantu dengan doa" ucap Riswan asal namun di timpali dengan serius oleh Bu Fuji

"bagus lah kalau begitu " ucap Bu Fuji

kami pun berjalan bersama-sama menuju kelas dua belas A di lantai dua

"ehehehehe......hati-hati cu.....nenek akan coba bantu kamu ehehehehe....." ucap nek Wewe

"ya,pasti aku akan hati-hati" ucap ku tak sadar

"hah....kamu bicara sama siapa?" tanya Ilham

"oh enggak kok ,aku hanya mau memperingati kalian buat hati-hati jangan sampai fikiran kosong ,nanti kalian malah turut dirasuki" jawab ku

"oh iya...kalau itu sih pasti" sahut Ilham ,sedang kan Riswan dia nampak diam dengan keringat yang sudah bercucuran,haaaah....anak itu udah tau penakut masih pengen ikut pula

"istighfar Wan...." ucap ku, Bu Fuji pun menoleh

"iya , istighfar.... istighfar.... istighfar...."

"ya ampun Riswan bukan istighfar yang seperti itu ,tapi astaghfirullaahal'aziim....." seru ku gemas

"lah emang tadi aku ngomong apa?" tanya nya

"heeeeehhh.....tau ah" aku pun segera berlalu meninggalkan nya

"hahaha.....kamu teh kocak pisan ya" Bu Fuji dan Ilham tertawa terpingkal-pingkal menertawai Riswan

Kami berjalan terus melewati setiap lorong sekolah , menaiki tangga dan berbelok , nampak siswi dari kelas lain yang tengah mengikuti pelajaran melihat ke arah kami dari jendela kaca .

Dari tadi banyak sekali makhluk tak kasat mata yang ku jumpai namun aku berusaha untuk tak menghiraukan mereka meski hati ku gemas ingin menyapa mereka .

Sesampainya aku di buat takjub saat melihat semua murid di kelas ini pada kesurupan , sedangkan Bu Fuji nampak ketakutan dan buru-buru berlari meninggalkan kelas ini ,mungkin ingin mencari bantuan .

Bahkan guru nya pun ikut kerasukan , Gurunya sendiri beliau malah meliuk-liukan tubuh nya seperti gerakan menari , sedangkan para murid mereka ada yang mencakar-cakar lantai sampai mengeluarkan bunyi berdecit hingga membuat ngilu yang mendengar , ada juga yang menangis dan berteriak histeris ,bahkan ada juga yang diam hanya melotot ke arah ku .

"Adnan ....cepat bantu bapak " pak Saiful menyentak ku hingga aku tersadar jika beliau dan beberapa guru lain sudah kewalahan menghadapi mereka .

"astaghfirullah.....maaf pak " aku pun lantas bergerak ke arah belakang tempat aura yang paling kuat di sana .

Kuangkat kedua tanganku ,seraya memejamkan mata dan memfokuskan fikiran ,meminta pertolongan dan perlindungan dari Allah SWT, karena sekuat-kuatnya kekuatan hanya kekuatan Nya lah yang paling kuat dan dahsyat.

Dari setiap doa yang ku lantunkan terdengar suara raungan dari setiap yang kerasukan ,mereka menutup telinga dan mengumpat kasar padaku, di akhir bacaan doa ku aku berjongkok lalu menyentuh lantai dengan menepukkan kedua telapak tangan ku

"laahawla walaaquwwata illa billah....." ucap ku lantang

Setelah itu tubuh-tubuh berjatuhan dan tak sadarkan diri kemudian , ku lihat pada makhluk astral tadi yang merasuki semua murid berdiri berkumpul menatap ku tajam , hingga nek Wewe hadir menghalau mereka yang hendak menyerang ku, bahkan kak Wowo dan Tante Lasmi pun turut datang membantu .

Hingga para makhluk astral itupun pergi setelah para bodyguard tak kasat mata ku memperingati mereka , mungkin mereka takut pada ketiga nya ,sebab ketiga nya sudah ada sejak zaman dulu kala apalagi nek Wewe dan kak Wowo yang sudah ada sebelum kakek kakek nya kakek kakek kakek nya lagi , pokok di masa leluhur ku masih hidup nek Wewe dan kak Wowo sudah ada kalau Tante Lasmi ia malah jadi saksi masa penjajahan entah Jepang apa Belanda aku lupa,yang pasti ketiga hantu itu jauh lebih berpengalaman dibanding hantu-hantu itu.

"Alhamdulillah....." aku mengusap wajah ku ,terdengar juga dari beberapa guru yang ikut membantu mengucap syukur karena anak-anak murid nya sudah tenang ,meski dalam keadaan pingsan .

Rupanya anak-anak murid di kelas ini mereka sudah bicara sesumbar dan terkesan meremehkan,sedangkan para penunggu di sini hanya butuh pengakuan jika mereka ada dan berdampingan dengan manusia,mereka juga ingin di hargai.Dan yang membuatku terkejut rupanya mereka sudah melakukan ritual pemanggilan arwah dengan menggunakan jelangkung yang mereka buat dari pensil , meskipun tujuan nya hanya bermain-main ,namun itu cukup membuat para makhluk tak kasat mata itu murka .

Tak ku sangka rupanya di luar sudah berjubel murid-murid lain yang melihat , baik dari pintu maupun jendela ,saking fokus nya aku sampai tak menyadari jika telah jadi pusat perhatian .

Aku pun segera turut membantu menyadarkan murid laki-laki yang pingsan , untuk wanita sudah ada ibu Fuji dan anggota PMR lain nya ,terlihat juga Aranta turut membantu ,ia dengan gesit bergerak ke sana ke mari membawa kan minyak angin dan yang lain nya.

Karena insiden itu sekolah pun di bubar kan ,karena para murid nampak takut dan guru-guru pun tak nyaman jika harus melanjutkan kegiatan sekolah

Sejak saat itu ada saja orang yang memanggilku untuk menyembuhkan hal serupa , namun aku menolak dengan alasan itu hanya kebetulan , atau bahkan aku sering melempar pasien ke Oma Laras ,beliau merupakan paranormal yang masih cantik dan fresh di usianya yang mulai senja ,beliau juga merupakan teman dekat nya nenek Dewi ,dan sering mengajak mama juga saat mengobati pasien.

Bukan aku tak ingin menolong hanya saja aku tak ingin kegiatan itu akan mengganggu waktu sekolah ku , namun bukan berarti aku tak peduli juga sih .

"Adnan ......" aku yang tengah bermain ponsel pun berlonjak kaget saat sebuah tepukan di bahuku

"astaghfirullaah......" lirih ku

"eh maaf ,kaget ya" ucap nya dengan wajah meringis

"ck...ada apa ?" tanya ku datar

"hm....aku cuma mau tanya ini gimana sih maksudnya , aku tadi tanya sama pak Rahmat katanya aku di suruh tanya aja sama kamu " ucap nya seraya menyerahkan buku catatan nya

"mana,sini lihat " aku pun meraih buku itu

"hm.....mudah saja , ini caranya tuh begini ....." aku pun mencoba menjelaskan dengan cara memberi contoh ,ia nampak mengangguk saat menyimak

"oh.... begitu...baiklah aku mengerti sekarang ,makasih ya ,eh iya mana Riswan ,bukan nya kalian tak pernah terpisahkan ?" tanya nya

"lagi sama Wisnu " jawab ku singkat

"oh...." sahut nya

"kenapa masih di sini?" tanya ku karena dia masih saja duduk di depan ku ,dan malah memperhatikan ku

"hm....kalau di lihat-lihat kamu itu mirip artis deh " ucap nya

"siapa ?" tanya ku dengan alis terangkat satu

" Verrel Bramasta " jawab nya

"huh.....ngaco" dengus ku pelan

"eh beneran tahu , tuh matanya ,hidung nya ,bibir nya ,pokok nya sama deh " dia melihat ku dan foto di layar ponsel nya bergantian

"udah jangan modus " kata ku datar

"yeee....siapa yang modus " namun tiba-tiba ia seperti terkejut saat kehadiran nek Wewe di samping ku

"ehehehehe......."

"kenapa ?" tanya ku

"gak apa-apa ,aku balik ke kelas duluan ya " Aranta segera pergi meninggalkan ku bersama nek Wewe yang menatap nya heran

"ehehehehe......sepertinya gadis itu bisa melihat nenek cu..... ehehehehe......"

"masa sih ,tapi bisa jadi juga sih soalnya waktu itu juga dia kaya lihat hantu nenek bungkuk si kelas " sahut ku

"ehehehehe......kalian terlihat dekat ya ,bahkan kamu tak canggung ngobrol sama gadis cantik itu ,biasanya kan kamu suka risih jika ada gadis mendekat ehehehehe......"

"jangan sotoy nek " ucap ku

"ehehehehe......mau dong makan sotoy..... ehehehehe...."

"itu soto nek ,kalo sotoy itu sok tahu " ucap ku

Aku pun segera beranjak dari taman sekolah menuju kelas ,karena lima menit lagi bel berbunyi

Baru saja beberapa langkah tiba-tiba

BRRAAAKK

"aaaaaaakkkkhhh.........."

***

🙏maaf karena banyak typo karena kemarin aku nulis sambil nahan kantuk ,tapi sekarang udah ku revisi kok😁

Terpopuler

Comments

Endang Trisno Widati

Endang Trisno Widati

hahhahhaha dasar riswan

2022-09-24

1

vithree-rahayu

vithree-rahayu

akupun tertawa ngakak bu🤣🤣🤣

2022-05-18

1

Suci Indah

Suci Indah

ngakak liat si riswan Thor... semangat ah ayok up'y Thor

2022-03-02

1

lihat semua
Episodes
1 Adnan Gibran Gifhari
2 Tuyul kena bully
3 Teka-teki terpecahkan oleh Tante Lasmi
4 bertemu hantu toilet sekolah
5 Bahagiaku itu sederhana
6 Suara teriakan
7 Senior kesurupan
8 Pertolongan untuk Yudi
9 Kelakuan bang Popo and the geng
10 Rencana makan siang
11 Hantu di restoran Jepang
12 Rokurokubi,si leher panjang ganjen
13 Murid baru dan hantu nenek-nenek
14 Selamat jalan mbak Sada Aika
15 Kembali kesurupan
16 Menolong gadis kecil
17 Princess kesayangan
18 Mimpi buruk
19 Dilamar bocil
20 Keributan di kelas
21 Aranta pingsan
22 Kakak cantik
23 Menolong Aranta
24 Berangkat bersama
25 Rumah Merlin
26 Makhluk tinggi besar
27 Iri dan dengki penyebab gelap nya hati
28 Terbelenggu
29 Terdampar di pondok
30 Cerita Aranta
31 Para pasukan demit
32 Terluka nya Riswan dan Aranta
33 Kondisi Riswan
34 Hantu anak kecil tanpa tempurung kepala
35 Penglihatan Riswan
36 Sedikit galau (Riswan )
37 Kecurigaan Aranta
38 Fifty-Fifty
39 Penyerangan
40 Kebenaran
41 Di intai
42 Tak mudah percaya
43 Pentingnya menjaga kebersihan
44 Menghilang
45 Mencari Aranta
46 Menuju hutan bambu
47 Tertusuk
48 Berakhir nya sekte sesat
49 Kesadaran Aranta
50 menolong kak Troy
51 Keputusan keluarga Aranta
52 Mualaf
53 Rencana kepindahan
54 Rencana kepindahan
55 Rika (hantu pengantin)
56 Kepergian Aranta
57 Halang rintang
58 Menuju kerajaan siluman monyet
59 Menjemput
60 Kepulangan kakek
61 Di rumah makan
62 Suara ledakan
63 Teror makhluk pesugihan
64 Mulai membantu mbak Rika
65 Penemuan jasad mbak Rika
66 Ritual Ruqyah
67 Ritual Ruqyah 2
68 Hantu suster
69 Sosok kakek di kebun belakang sekolah
70 Ke kantor
71 Ses Merry
72 Konsekuensi
73 Fitnah
74 Tindakan Gibran
75 Sikap aneh para hantu
76 Sebuah fakta
77 Kedatangan keluarga Wulan
78 Surprise
79 Surprise ke dua
80 Siapa gadis itu?
81 Sosok mengejutkan
82 Di kebun binatang
83 Korban tewas di kebun binatang
84 Selesai
85 Perasaan Aranta
86 Mencoba mengikhlaskan
87 Malam pertunangan
88 Perasaan Gibran
89 Menuju lokasi KKN
90 Kedatangan Gibran dan Aranta
91 Malam di penginapan
92 KKN di Desa demit
93 Kegiatan posyandu
94 Aranta yang shock
95 Mengincar Aranta
96 Aksi para Kunti
97 Jangan pernah jauh dari ku
98 Kuntilanak jahil
99 Anak hilang
100 Bukan hilang
101 Buah jatuh tak jauh dari pohon nya
102 Pentas seni
103 Mengejutkan
104 Makhluk penglaris
105 Keinginan Gibran
106 Arkan
107 Santet banaspati
108 Guna-guna pemikat
109 Misterius
110 Tak jadi hilang
111 Berkunjung ke kantor
112 Bahaya
113 Pengaruh sihir
114 Alam bawah sadar
115 Kena gampar
116 Kedatangan Seno dan Thalia
117 Kecelakaan
118 Selamat
119 Bang Popo bebas
120 Tertinggal
121 Tumbal rumah sakit
122 Lomba renang
123 Senjata makan tuan
124 Berita hoak
125 Antara siap dan tak siap
126 Sosok pria mirip Yoga
127 Dirgantara
128 Digerebek
129 Memulai pencarian
130 Virus bucin
131 Kepergian Dirga
132 Berusaha tegar (Yoga )
133 Bertemu Merlin dan Riswan
134 Antusias nya Nuri dan Thalia
135 Kedatangan Zeky
136 Dugaan Gibran
137 Ari pingsan
138 Ternyata benar Aranta
139 Balasan Lasmi
140 Tak ingin kehilangan
141 Penolakan Gibran
142 Nenek misterius
143 Pernyataan Gibran
144 Terkejut nya Riswan
145 Nasehat Bu Fuji untuk Riswan
146 Kabar mengejutkan
147 Penyebab
148 Hukuman dari Rifki
149 Kesadaran Ari
150 Ari yang tak dapat melihat
151 Mengunjungi Yoga
152 Merindukan
153 Persiapan
154 Menikmati momen
155 Hilang ingatan
156 Peristiwa di hari sakral
157 Butuh privasi
158 Malam syahdu
159 Resepsi bagian 1
160 Resepsi bagian 2
161 Dapat bergerak
162 Tuyul kena bully lagi
163 Sebuah hadiah
164 Tamat
165 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Adnan Gibran Gifhari
2
Tuyul kena bully
3
Teka-teki terpecahkan oleh Tante Lasmi
4
bertemu hantu toilet sekolah
5
Bahagiaku itu sederhana
6
Suara teriakan
7
Senior kesurupan
8
Pertolongan untuk Yudi
9
Kelakuan bang Popo and the geng
10
Rencana makan siang
11
Hantu di restoran Jepang
12
Rokurokubi,si leher panjang ganjen
13
Murid baru dan hantu nenek-nenek
14
Selamat jalan mbak Sada Aika
15
Kembali kesurupan
16
Menolong gadis kecil
17
Princess kesayangan
18
Mimpi buruk
19
Dilamar bocil
20
Keributan di kelas
21
Aranta pingsan
22
Kakak cantik
23
Menolong Aranta
24
Berangkat bersama
25
Rumah Merlin
26
Makhluk tinggi besar
27
Iri dan dengki penyebab gelap nya hati
28
Terbelenggu
29
Terdampar di pondok
30
Cerita Aranta
31
Para pasukan demit
32
Terluka nya Riswan dan Aranta
33
Kondisi Riswan
34
Hantu anak kecil tanpa tempurung kepala
35
Penglihatan Riswan
36
Sedikit galau (Riswan )
37
Kecurigaan Aranta
38
Fifty-Fifty
39
Penyerangan
40
Kebenaran
41
Di intai
42
Tak mudah percaya
43
Pentingnya menjaga kebersihan
44
Menghilang
45
Mencari Aranta
46
Menuju hutan bambu
47
Tertusuk
48
Berakhir nya sekte sesat
49
Kesadaran Aranta
50
menolong kak Troy
51
Keputusan keluarga Aranta
52
Mualaf
53
Rencana kepindahan
54
Rencana kepindahan
55
Rika (hantu pengantin)
56
Kepergian Aranta
57
Halang rintang
58
Menuju kerajaan siluman monyet
59
Menjemput
60
Kepulangan kakek
61
Di rumah makan
62
Suara ledakan
63
Teror makhluk pesugihan
64
Mulai membantu mbak Rika
65
Penemuan jasad mbak Rika
66
Ritual Ruqyah
67
Ritual Ruqyah 2
68
Hantu suster
69
Sosok kakek di kebun belakang sekolah
70
Ke kantor
71
Ses Merry
72
Konsekuensi
73
Fitnah
74
Tindakan Gibran
75
Sikap aneh para hantu
76
Sebuah fakta
77
Kedatangan keluarga Wulan
78
Surprise
79
Surprise ke dua
80
Siapa gadis itu?
81
Sosok mengejutkan
82
Di kebun binatang
83
Korban tewas di kebun binatang
84
Selesai
85
Perasaan Aranta
86
Mencoba mengikhlaskan
87
Malam pertunangan
88
Perasaan Gibran
89
Menuju lokasi KKN
90
Kedatangan Gibran dan Aranta
91
Malam di penginapan
92
KKN di Desa demit
93
Kegiatan posyandu
94
Aranta yang shock
95
Mengincar Aranta
96
Aksi para Kunti
97
Jangan pernah jauh dari ku
98
Kuntilanak jahil
99
Anak hilang
100
Bukan hilang
101
Buah jatuh tak jauh dari pohon nya
102
Pentas seni
103
Mengejutkan
104
Makhluk penglaris
105
Keinginan Gibran
106
Arkan
107
Santet banaspati
108
Guna-guna pemikat
109
Misterius
110
Tak jadi hilang
111
Berkunjung ke kantor
112
Bahaya
113
Pengaruh sihir
114
Alam bawah sadar
115
Kena gampar
116
Kedatangan Seno dan Thalia
117
Kecelakaan
118
Selamat
119
Bang Popo bebas
120
Tertinggal
121
Tumbal rumah sakit
122
Lomba renang
123
Senjata makan tuan
124
Berita hoak
125
Antara siap dan tak siap
126
Sosok pria mirip Yoga
127
Dirgantara
128
Digerebek
129
Memulai pencarian
130
Virus bucin
131
Kepergian Dirga
132
Berusaha tegar (Yoga )
133
Bertemu Merlin dan Riswan
134
Antusias nya Nuri dan Thalia
135
Kedatangan Zeky
136
Dugaan Gibran
137
Ari pingsan
138
Ternyata benar Aranta
139
Balasan Lasmi
140
Tak ingin kehilangan
141
Penolakan Gibran
142
Nenek misterius
143
Pernyataan Gibran
144
Terkejut nya Riswan
145
Nasehat Bu Fuji untuk Riswan
146
Kabar mengejutkan
147
Penyebab
148
Hukuman dari Rifki
149
Kesadaran Ari
150
Ari yang tak dapat melihat
151
Mengunjungi Yoga
152
Merindukan
153
Persiapan
154
Menikmati momen
155
Hilang ingatan
156
Peristiwa di hari sakral
157
Butuh privasi
158
Malam syahdu
159
Resepsi bagian 1
160
Resepsi bagian 2
161
Dapat bergerak
162
Tuyul kena bully lagi
163
Sebuah hadiah
164
Tamat
165
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!