Kamar Nabila
Nabila duduk di meja riasnya dan terlihat termenung dengan tatapan yang sedih dan lesu. Lalu, dia membuka laci mejanya dan mengambil sebuah kota putih yang cantik. Nabila pun membuka kotak tersebut dan ternyata isi kotak itu adalah mutiara yang diselamatkan oleh Rafa ketika kejadian kecelakaan waktu itu.
"Apa semua ini salahku?" sambil melihat mutiara tersebut Nabila berbicara dengan nada yang sedih.
"Aku tidak tau kalau semuanya akan berakhir seperti ini." Ia terus berbicara sendiri sambil melihat mutiara itu.
"Tapi, aku tidak bisa membiarkanmu hilang begitu saja. Kau merupakan hadiah pertama yang diberikan Rafa untukku. Sama seperti Rafa aku tidak bisa membiarkanmu hilang dan pergi begitu saja. Tapi, sekarang kau ada di genggamanku. Tapi, Rafa yang pergi dariku." Sambil mengelus mutiara tersebut Nabila terus berucap sambil menangis.
"Apa karena kecelakaan itu Rafa tidak mengingatku lagi? apa dia membenciku? atau dia sengaja melupakanku aku atau bagaimana?" Nabila bertanya dan terlihat bingung.
"Tapi aku yakin Rafa tidak mungkin meninggalkanku begitu saja. Setidaknya dia pasti memberikanku sebuah alasan kenapa dia seperti itu. Dan aku harus mencari tau apa yang sebenarnya terjadi dengan Rafasetelah kecelakaan itu. Dan setelah aku pergi dari rumah sakit itu" Nabila pun berbicara dengan semangat yang menggebu gebu.
Flashback kafe kopi
"Tapi apakah kau sudah bertemu dengan Rafa setelah kejadian itu?" Salsa bertanya kepada Nabila.
"Setelah 4 tahun lamanya, aku akhirnya bertemu dengan Rafa lagi. Tepat didepan toko bungaku, tapi..." Nabila menggantungkan kalimatnya karena ia mengingat momen itu lagi.
"Tapi kenapa?" Salsa heran dan bingung.
"Dia tidak mengingatku dia bahkan tidak tau namaku. Aku awalnya tidak percaya atau aku pikir dia hanya berbohong kepadaku. Tapi, dia benar benar tidak mengingatku. Bahkan, setelah itu kami bertemu beberapa kali dia pun sama sekali tidak mengingatku." Nabila berbicara dengan nada yang lebih tinggi.
Salsa pun terkejut dan terdiam dengan perkataan yang disampaikan Nabila. Lalu, ia hanya bisa tersenyum yang dipaksakan dan wajah seperti menyembunyikan sesuatu.
"Apa kau tau apa yang terjadi setelah kecelakaan itu. Setelah aku pergi dari rumah sakit itu. Apakah ada sesuatu yang terjadi dengan Rafa?" Nabila bertanya kepada Salsa
"Mungkin Rafa memang ingin melupakanmu dan ingin memulai kehidupan yang baru lagi." Salsa berkata dengan senyum kakunya.
Tapi Nabila masih tidak percaya dengan ucapan Salsa. Dia masih ragu, apakah benar seperti itu.
"Oiya, kami sudah pindah rumah ke daerah dekat sini. Mungkin kau akan sering bertemu aku ataupun Rafa. Aku berharap kamu bersikap biasa saja dan menjauhinya sebisa mungkin." Salsa mengatakan itu kepada Nabila karena mungkin Nabila belum tau.
"Kenapa aku harus menjauh darinya?" Tanya Nabila heran.
"Aku rasa Rafa juga tidak ingin mengingatmu lagi. Dan juga Rafa sudah melupakan masa lalunya kau juga berusaha lah untuk melupakanny. Agar kalian sama Sama bisa memulai kehidupan baru lagi." Kata Salsa.
"Apa! aku rasa itu tidak mungkin, kenapa dia tidak menjelaskannya dulu ke aku." Nabila tidak percaya dengan apa yang dikatakan Salsa.
Salsa tidak ingin percakapan ini semakin dalam dia tidak ingin kebohongannya terungkap. Salsa sengaja pura pura ada urusan dan pergi meninggalkan Nabila begitu saja.
Nabila pun tak percaya dengan ucapan Salsa tadi. Kalau Rafa memang sudah melupakan masa lalunya.
Restoran Bottega
Pukul 20:00
Rafa dan Luna sedang makan bersama disalah satu restoran. Rafa menepati janji yang dibuat oleh ayahnya untuk bertemu dengan Luna dan makan bersama. Namun, suasana mereka sangat kaku dan hening. Karena tidak nyaman dengan suasana ini Luna pun memulai obrolan diantara mereka.
"Kau tidak ingin mengatakan sesuatu tentang pertemuan kita yang sebelumnya batal?" sambil memotong steaknya Luna berbicara dengan Rafa.
"Maafkan aku atas kejadian itu aku tidak bermaksud untuk membatalkannya seperti itu." Rafa melihat Luna yang sama sekali tidak melihatnya.
"Apa kau pikir maaf saja cukup, kau sudah membuat malu keluargamu sendiri. Ayahmu bahkan meminta maaf kepada kami. Tetapi, apa yang kau lakukan kau hanya bersenang senang saja." Luna berhenti memotong steak nya dan melipat kedua tangannya di dada dan menyandarkan punggungnya.
"Lalu kenapa kau masih ingin bertemu denganku sekarang? kenapa tidak kau batalkan saja perjodohan ini? kau bahkan tidak menyukaiku kan." Tanya Rafa. Rafa pun tidak lagi melanjutkan makannya.
"Hahh... kau pikir aku melakukan ini karena keinginanku? aku rela melakukan ini demi ayahku, demi perusahaan ayahku, dan demi diriku sendiri." Kata Luna.
"Kalau begitu minta ayahmu batalkan perjodohan ini. Dan cari lah laki laki lain yang pantas denga mu." Rafa pun berucap dengan nada sedikit lebih tinggi.
"Tidak! perjodohan ini tetap akan berlanjut, tidak peduli apa kau menerimanya atau tidak." Luna menjawab dengan marah.
"Kau akan membuat keadaan semakin rumit saja. Aku, kau dan keluarga kita tidak akan senang melihat hubungan yang tidak harmonis ini. Sebelum terlambat mari kita batalkan perjodohan ini." Kata Rafa.
"Ahahah, kau berpikiran sangat kekanakan. Kau masih seperti anak kecil. Lalu, apa kau pikir kau akan bisa jadi penerus perusahaan ayahmu kelak jika perjodohan ini batal? Luna berucap dengan tertawa mengejek.
"Aku pasti bisa melakukannya sendiri, aku adalah penerus perusahaan ayahku. Jadi, aku pasti bisa melakukannya." Rafa terlihat kesal dengan ucapaan Luna tadi.
"Kalau begitu tunjukan pada ayahmu, buktikan dengan kerja kerasmu, dapatkan kepercayaan ayahmu itu. Dengan begitu kau bebas membuat keputusan apapun. Karena kekuasaan sudah ditanganmu." Luna menyuruh Rafa untuk menjadi seperti itu. baru jika dia bisa membatalkan perjodohan ini.
Setelah itu, Luna pun pergi dari hadapan Rafa. Ia masih terdiam dan masih mencerna perkataan Luna tadi. Dia bertekad untuk mendapatkan kekuasaan itu.
Rafa pun mengepalkan tanganngnya.
Jembatan
Disisi lain, Nabila sedang berdiri di jembatan dengan pemandangan kota yang indah. Karena tidak bisa tidur, Nabila memutuskan untuk mencari udara segar. Setelah bertemu dengan Salsa waktu di kafe kopi tadi membuat pikiran Nabila dipenuhi Rafa dan kejadian kejadian yang membuat kepalanya pusing.
"Aku ingin yang terbaik buat kita. Jika kau memang bukan jodohku, aku bisa merelakanmu dan bahagia bersama cewek lain. Tapi saat ini kau bahkan datang kembali ke kehidupanku membuat aku tak bisa melupakanmu begitu saja." Kata Nabila dengan mata berkaca kaca.
Disaat yang bersamaan Rafa pun pergi ke jembatan yang sama dengan Nabila. Ia ingin menenangkan pikirannya, dan jembatan ini tempat yang biasa dia kunjungi jika ada masalah. Karena berdiri disini, ditemani angin sepoi sangat membuat perasaanya damai.
"Owh Nabila kan?" Tanya Rafa tak percaya karena dia bertemu lagi dengan Nabila.
Nabila pun melihat kearah samping karena ada seseorang yang memanggil namanya dan dia terkejut karena ternyata itu Rafa.
"Rafa ... apa yang kau lakukan disini?" Nabila tidak menyangka kenapa disaat seperti ini, ia harus bertemu lagi dengan Rafa.
"Tak disangka kita akhir akhir ini sering bertemu ya." Kata Rafa tersenyum.
Nabila pun hanya bisa tersenyum kaku dan canggung.
"Hari ini aku ingin mencari udara segar, biasanya kalau lagi ada masalah atau lagi banyak sesuatu yang dipikirkan aku biasanya pergi kesini. Karena dari sini aku bisa melihat indahnya dunia dan bisa melupakan masalahku sejenak." Kata Rafa.
Kenapa harus sama denganku? kenapa ia harus melakukan apa yang aku lakukan juga? hal ini membuat aku semakin sulit melupakanmu Rafa.
Dan pada akhirnya mereka mengahabiskan waktu bersama di jembatan itu. Dengan pikiran masing masing, sambil melihat keindahan kota dari atas jembatan itu.
Takdir menentukan yang datang ke dalam hidup kita tapi hati yang memutuskan siapa yang hidup dalamnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
Sanny Rama
Lanjut up. Semangat terus kak.
Mampir juga ya
"CINTA KEMBARKU" sequel DUREN MANIS
"PENJAHIT HATI"
"MY INTROVERT MAN"
jangan lupa like, komen, rate bintang 5.
2020-09-11
0
rdj
like batas sini dlu kak ntar dilanjut lg
salam dari Rindu Senja dan Selingkuh
2020-08-30
0
Chayra K
semangat kk,aku nyicil baca😻
2020-08-29
0