Setelah Nabila menyetujui kontrak tersebut dan semua urusannya dengan Rafa selesai. Nabila pun pamit kepada Rafa dan meninggalkan ruangan Rafa. Dengan wajah yang berbinar dan sangat senang.
Bagaimana tidak senang. Besok Nabila sudah bisa mulai bekerja untuk Rafa. Selama sebulan dia akan datang ke perusahaan ini sebagai karyawan khusus yang ditunjuk oleh Rafa. Dia akan selalu melihat Rafa. Selain itu, Nabila juga bertekad selama sebulan ini dia harus bisa membuat ingatan Rafa kembali.
Saat Nabila berjalan keluar dari ruangan Rafa. Hp Nabila berdering, diapun langsung mencari hpnya yang berada didalam tas. Sambil berjalan Nabila tetap mencari hpnya yang terimpit didalam tasnya.
Karena sibuk mencari hp Nabila pun tidak fokus berjalan. Nabila pun tidak memperhatikan arah jalannya. Alhasil ia pun menabrak seseorang dan membuat tas orang jatuh dan berserakan keluar.
"Apa kau tidak punya mata hah!! bisa bisanya menabrak orang yang sudah jelas berada tepat didepanmu." Kata wanita itu kesal.
"Maafkan aku. Tadi aku tidak fokus berjalan karena sedang mencari sesuatu di dalam tas ku." Kata Nabila merasa bersalah
"Itu bukan urusanku!" Kata wanita itu ketus.
Nabila pun langsung membersihkan barang barang wanita itu yang berserakan di lantai. Dan membantu wanita itu memasukannya kedalam tas.
Saat memasukan barang wanita itu, Nabila tak sengaja melihat kartu tanda pengenalnya. Dan dia melihat nama wanita itu Luna.
"Sepertinya aku tidak asing dengan namanya. Luna, rasanya aku pernah mendengar nama ini." Nabila tampak berpikir dalam hati.
Setelah selesai membersihkan barang barang wanita itu. Nabila pun sekali lagi minta maaf.
"Selagi lagi aku minta maaf." Kata Nabila
"Besok-besok kalau jalan itu yang benar. Pakai mata. Bikin kesal saja." Kata Luna ketus.
Nabila sangat sedih karena baru pertama kalinya dia kesini sudah banyak saja masalah yang dihadapinya. Dan orang orang yang memarahinya. Nabila berharap semoga selama sebulan disini Nabila tidak bertemu dengan wanita yang ketus seperti tadi itu lagi.
Nabila pun sadar tadi ada yang meneleponnya. Dia pun berhenti sebentar dan mencari hpnya. Setelah ketemu Nabila langsung melihat hpnya dan ternyata Arina yang meneleponnya tadi. Panggilannya jadi tak terangkat karena Nabila menabrak wanita tadi.
"Ah iya, pasti Arina saat ini sedang mencari cariku. Karena aku pergi terlalu lama. Nanti saja aku telepon lagi, aku juga akan balik ke toko."Kata Nabila.
Nabila pun kembali jalan dan berhenti didepan lift. Setelah lift terbuka Nabila pun masuk dan menekan tombol 1.
Ruangan Rafa
Setelah Nabila keluar, Rafa pun melanjutkan pekerjaannya. Tapi pekerjannya kembali terhenti karena ada seseorang yang masuk kedalam ruangannya dan itu Luna.
Luna masuk kedalam ruangan Rafa dengan wajah kesal karena kejadian yanb menimpanya dengan Nabila tadi.
"Jika kau kemari cuma karena ingin marah marah lebih baik kau keluar saja." Kata Rafa. Karena Rafa melihat wajah Luna yang cemberut dan marah-marah tak jelas.
"Bisa bisanya wanita itu menabrakku. Jelas jelas aku sudah berdiri didepannya." Kata Luna kesal.
"Aku disini bukan tempat curhatmu. Jadi katakan kali ini kau datang ada perlu apa?" Rafa langsung saja ke intinya.
"Kau sama saja dengannya, sama sama bikin kesal." Kata Luna.
"Jika aku bikin kesal kau seharusnya tidak datang ke ruanganku." Kata Rafa sambil sibuk merapikan dokumen-dokumen pentingnya.
"Sudahlah, lupakan, aku tidak ingin membahasnya lagi " Kata luna berusaha untuk melupakan kejadian tadi.
"Apa kau tidak dapat pesan dari ayahmu? hari ini kita disuruh datang ke salah satu restoran dan menyambut kedatangan tamu dari Prancis." Kata Luna.
Rafa pun langsung melihat hpnya. Dia baru tau kalau ada pesan dari ayahnya. Karena terlalu serius berbicara dengan Nabila membuat Rafa tidak mendengar kalau ada pesan yang masuk.
"Aku baru tau, karena aku baru melihat hp." Kata Rafa.
"Kalau begitu kau harus pergi sekarang. Kau punya waktu 20 menit lagi untuk bersiap siap." Kata Luna.
"Apa kau juga ikut denganku?" Tanya Rafa. Ia heran karena luna mengikutinya juga.
"Tentu saja, untuk apa aku kesini jika aku tidak ikut. Aku kan calon tunanganmu. Aku juga harus menyambut tamu-tamumu." Kata Luna sambil tersenyum.
Rafa hanya menghela nafas berat dan tidak suka jika luna ikut juga dengannya. Tapi ini demi perusahaannya dan bisnisnya juga. Setelah keluar dari lift Nabila dibuat berhenti lagi karena hpnya berdering kembali.
"Halo, Arina." ucap Nabila langsung.
"Kenapa kau lama sekali? ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu." Kata Arina.
"Baiklah, iya aku bentar lagi balik ke toko." Jawab Nabila.
"Oke, jangan lama lama ya." Arina pun langsung mematikan hpnya.
Nabila memasukan kembali hpnya kedalam tas dan lanjut berjalan. Lalu ia melihat Rafa keluar juga dari lift satu lagi. Nabila berniat untuk menghampirinya, tapi ia dibuat terkejut karena setelah itu Luna juga keluar dari lift. Bahkan Luna pun menggandeng tangan Rafa dengan sangat erat.
"Kenapa kau menggandeng tanganku segala?" Tanya Rafa berbisik bisik dengan Luna agar tidak terdengar dengan karyawannya yang lain.
"Kau tidak lihat, karyawanmu banyak yang melihat. Jika aku tidak melakukan ini mereka akan berpikir kita tidak baikan. Kau mau mereka membuat gosip-gosip dan rumor yang membuat citra perusahaan ini turun." Kata luna sambil berbisik bisik juga.
Akhirnya, Rafa pun membiarkan Luna menggandengnya karena karyawannya memang banyak yang melihat. Dia tidak ingin ada gosip-gosip yang membuat namanya tercemar.
Nabila baru tersadar jika wanita yang bersama Rafa itu adalah wanita yang ditabraknya tadi. Nabila juga baru tersadar bahwa dia pernah mendengar nama Luna. Ketika pesta waktu itu, dan dia juga baru teringat kalau Luna itu adalah Calon tunangan Rafa.
Seketika hati Nabila terasa sakit. Dia kembali sedih dan perasaannya sangat hancur. Tiba tiba air matanya keluar begitu saja. Dia tidak kuat jika melihat Rafa benar benar bertunangan dengan Luna. Nabila hanya tidak ingin jika tidak ada lagi kesempatannya untuk bersama Rafa.
Nabila tidak bisa mengontrol air matanya yang semakin banyak keluar. Perasaannya saat ini sangat sakit. Nabila terbayang jika Rafa menikah dengan luna dan hidup bahagia bersama. Semua orang bahkan berada di pihak mereka dan tidak ada lagi orang yang bersamanya.
Setelah Rafa naik mobil bersama Luna. Nabila pun keluar dari perusahaan itu dan memberhentikan salah satu taxi. Keadaan dan perasaan Nabila saat ini sangat kaca. Dia hanya ingin sendiri dan menenangkan dirinya dari pikiran yang menggangunya itu. dia menghapus air matanya dan mengambil hpnya lalu dia mengetik pesan kepada Arina.
"Arina sepertinya aku masih ada urusan. Ceritanya besok saja ya. Jika ada waktu." Nabila mengirim pesan itu kepada Arina. Karena dengan kondisi seperti ini, dia tidak ingin Arina kembali khawatir akan dirinya.
Nabila akhirnya berhenti di salah satu taman. Ia duduk disana sendiri. Mata Nabila menjadi sembab dan wajahnya memerah karena selama di mobil tadi dia menangis lagi.
"Hari ini aku sangat bahagia karena aku akan punya kesempatan untuk berada didekatmu. Aku akan berusaha untuk mengembalikan ingatanmu lagi. Tapi, seketika aku juga dibuat sedih karena sekarang kau sudah punya calon tunangan. Aku takut jika aku tidak bisa bersamamu lagi. Aku takut jika kau akan hidup bahagia bersamanya." Nabila kembali mengeluarkan air matanya.
Sambil terdiam Nabila kembali mengingat momen indah yang dilaluinya bersama Rafa dulu. Ketika ia masih bisa melihat senyum Rafa yang hanya ditujukan untuk dirinya. Ketika ia masih bisa tertawa dengan Rafa.
Karena sibuk memikirkan kenangan yang indah itu. Haripun sudah semakin sore tapi Nabila masih tetap betah duduk disana sendiri.
Nabila pun tidak sadar jika ada seseorang yang melihatnya dan mendekatinya. Orang itu berjalan perlahan kearah Nabila. Setelah dekat dengan Nabila orang itu memegang pundak Nabila. Hal itu membuat Nabila terkejut dan langsung membalikan badannya.
“Yang membuatku lemah pada cinta adalah ketikaku tidak mampu melupakan seseorang yang sangat aku cintai” ~ Nabila
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
Aisy Hilyah
lanjuuuuuuuutttt semangat
2020-08-29
0
Sept September
so sad... jempollll buat Kakak
2020-08-27
0
Mommy 2
haii
aku mampir lagi
like buat kamu
2020-08-15
0