Episode 18 Sedih

Setelah Nabila menyetujui kontrak tersebut dan semua urusannya dengan Rafa selesai. Nabila pun pamit kepada Rafa dan meninggalkan ruangan Rafa. Dengan wajah yang berbinar dan sangat senang.

Bagaimana tidak senang. Besok Nabila sudah bisa mulai bekerja untuk Rafa. Selama sebulan dia akan datang ke perusahaan ini sebagai karyawan khusus yang ditunjuk oleh Rafa. Dia akan selalu melihat Rafa. Selain itu, Nabila juga bertekad selama sebulan ini dia harus bisa membuat ingatan Rafa kembali.

Saat Nabila berjalan keluar dari ruangan Rafa. Hp Nabila berdering, diapun langsung mencari hpnya yang berada didalam tas. Sambil berjalan Nabila tetap mencari hpnya yang terimpit didalam tasnya.

Karena sibuk mencari hp Nabila pun tidak fokus berjalan. Nabila pun tidak memperhatikan arah jalannya. Alhasil ia pun menabrak seseorang dan membuat tas orang jatuh dan berserakan keluar.

"Apa kau tidak punya mata hah!! bisa bisanya menabrak orang yang sudah jelas berada tepat didepanmu." Kata wanita itu kesal.

"Maafkan aku. Tadi aku tidak fokus berjalan karena sedang mencari sesuatu di dalam tas ku." Kata Nabila merasa bersalah

"Itu bukan urusanku!" Kata wanita itu ketus.

Nabila pun langsung membersihkan barang barang wanita itu yang berserakan di lantai. Dan membantu wanita itu memasukannya kedalam tas.

Saat memasukan barang wanita itu, Nabila tak sengaja melihat kartu tanda pengenalnya. Dan dia melihat nama wanita itu Luna.

"Sepertinya aku tidak asing dengan namanya. Luna, rasanya aku pernah mendengar nama ini." Nabila tampak berpikir dalam hati.

Setelah selesai membersihkan barang barang wanita itu. Nabila pun sekali lagi minta maaf.

"Selagi lagi aku minta maaf." Kata Nabila

"Besok-besok kalau jalan itu yang benar. Pakai mata. Bikin kesal saja." Kata Luna ketus.

Nabila sangat sedih karena baru pertama kalinya dia kesini sudah banyak saja masalah yang dihadapinya. Dan orang orang yang memarahinya. Nabila berharap semoga selama sebulan disini Nabila tidak bertemu dengan wanita yang ketus seperti tadi itu lagi.

Nabila pun sadar tadi ada yang meneleponnya. Dia pun berhenti sebentar dan mencari hpnya. Setelah ketemu Nabila langsung melihat hpnya dan ternyata Arina yang meneleponnya tadi. Panggilannya jadi tak terangkat karena Nabila menabrak wanita tadi.

"Ah iya, pasti Arina saat ini sedang mencari cariku. Karena aku pergi terlalu lama. Nanti saja aku telepon lagi, aku juga akan balik ke toko."Kata Nabila.

Nabila pun kembali jalan dan berhenti didepan lift. Setelah lift terbuka Nabila pun masuk dan menekan tombol 1.

Ruangan Rafa

Setelah Nabila keluar, Rafa pun melanjutkan pekerjaannya. Tapi pekerjannya kembali terhenti karena ada seseorang yang masuk kedalam ruangannya dan itu Luna.

Luna masuk kedalam ruangan Rafa dengan wajah kesal karena kejadian yanb menimpanya dengan Nabila tadi.

"Jika kau kemari cuma karena ingin marah marah lebih baik kau keluar saja." Kata Rafa. Karena Rafa melihat wajah Luna yang cemberut dan marah-marah tak jelas.

"Bisa bisanya wanita itu menabrakku. Jelas jelas aku sudah berdiri didepannya." Kata Luna kesal.

"Aku disini bukan tempat curhatmu. Jadi katakan kali ini kau datang ada perlu apa?" Rafa langsung saja ke intinya.

"Kau sama saja dengannya, sama sama bikin kesal." Kata Luna.

"Jika aku bikin kesal kau seharusnya tidak datang ke ruanganku." Kata Rafa sambil sibuk merapikan dokumen-dokumen pentingnya.

"Sudahlah, lupakan, aku tidak ingin membahasnya lagi " Kata luna berusaha untuk melupakan kejadian tadi.

"Apa kau tidak dapat pesan dari ayahmu? hari ini kita disuruh datang ke salah satu restoran dan menyambut kedatangan tamu dari Prancis." Kata Luna.

Rafa pun langsung melihat hpnya. Dia baru tau kalau ada pesan dari ayahnya. Karena terlalu serius berbicara dengan Nabila membuat Rafa tidak mendengar kalau ada pesan yang masuk.

"Aku baru tau, karena aku baru melihat hp." Kata Rafa.

"Kalau begitu kau harus pergi sekarang. Kau punya waktu 20 menit lagi untuk bersiap siap." Kata Luna.

"Apa kau juga ikut denganku?" Tanya Rafa. Ia heran karena luna mengikutinya juga.

"Tentu saja, untuk apa aku kesini jika aku tidak ikut. Aku kan calon tunanganmu. Aku juga harus menyambut tamu-tamumu." Kata Luna sambil tersenyum.

Rafa hanya menghela nafas berat dan tidak suka jika luna ikut juga dengannya. Tapi ini demi perusahaannya dan bisnisnya juga. Setelah keluar dari lift Nabila dibuat berhenti lagi karena hpnya berdering kembali.

"Halo, Arina." ucap Nabila langsung.

"Kenapa kau lama sekali? ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu." Kata Arina.

"Baiklah, iya aku bentar lagi balik ke toko." Jawab Nabila.

"Oke, jangan lama lama ya." Arina pun langsung mematikan hpnya.

Nabila memasukan kembali hpnya kedalam tas dan lanjut berjalan. Lalu ia melihat Rafa keluar juga dari lift satu lagi. Nabila berniat untuk menghampirinya, tapi ia dibuat terkejut karena setelah itu Luna juga keluar dari lift. Bahkan Luna pun menggandeng tangan Rafa dengan sangat erat.

"Kenapa kau menggandeng tanganku segala?" Tanya Rafa berbisik bisik dengan Luna agar tidak terdengar dengan karyawannya yang lain.

"Kau tidak lihat, karyawanmu banyak yang melihat. Jika aku tidak melakukan ini mereka akan berpikir kita tidak baikan. Kau mau mereka membuat gosip-gosip dan rumor yang membuat citra perusahaan ini turun." Kata luna sambil berbisik bisik juga.

Akhirnya, Rafa pun membiarkan Luna menggandengnya karena karyawannya memang banyak yang melihat. Dia tidak ingin ada gosip-gosip yang membuat namanya tercemar.

Nabila baru tersadar jika wanita yang bersama Rafa itu adalah wanita yang ditabraknya tadi. Nabila juga baru tersadar bahwa dia pernah mendengar nama Luna. Ketika pesta waktu itu, dan dia juga baru teringat kalau Luna itu adalah Calon tunangan Rafa.

Seketika hati Nabila terasa sakit. Dia kembali sedih dan perasaannya sangat hancur. Tiba tiba air matanya keluar begitu saja. Dia tidak kuat jika melihat Rafa benar benar bertunangan dengan Luna. Nabila hanya tidak ingin jika tidak ada lagi kesempatannya untuk bersama Rafa.

Nabila tidak bisa mengontrol air matanya yang semakin banyak keluar. Perasaannya saat ini sangat sakit. Nabila terbayang jika Rafa menikah dengan luna dan hidup bahagia bersama. Semua orang bahkan berada di pihak mereka dan tidak ada lagi orang yang bersamanya.

Setelah Rafa naik mobil bersama Luna. Nabila pun keluar dari perusahaan itu dan memberhentikan salah satu taxi. Keadaan dan perasaan Nabila saat ini sangat kaca. Dia hanya ingin sendiri dan menenangkan dirinya dari pikiran yang menggangunya itu. dia menghapus air matanya dan mengambil hpnya lalu dia mengetik pesan kepada Arina.

"Arina sepertinya aku masih ada urusan. Ceritanya besok saja ya. Jika ada waktu." Nabila mengirim pesan itu kepada Arina. Karena dengan kondisi seperti ini, dia tidak ingin Arina kembali khawatir akan dirinya.

Nabila akhirnya berhenti di salah satu taman. Ia duduk disana sendiri. Mata Nabila menjadi sembab dan wajahnya memerah karena selama di mobil tadi dia menangis lagi.

"Hari ini aku sangat bahagia karena aku akan punya kesempatan untuk berada didekatmu. Aku akan berusaha untuk mengembalikan ingatanmu lagi. Tapi, seketika aku juga dibuat sedih karena sekarang kau sudah punya calon tunangan. Aku takut jika aku tidak bisa bersamamu lagi. Aku takut jika kau akan hidup bahagia bersamanya." Nabila kembali mengeluarkan air matanya.

Sambil terdiam Nabila kembali mengingat momen indah yang dilaluinya bersama Rafa dulu. Ketika ia masih bisa melihat senyum Rafa yang hanya ditujukan untuk dirinya. Ketika ia masih bisa tertawa dengan Rafa.

Karena sibuk memikirkan kenangan yang indah itu. Haripun sudah semakin sore tapi Nabila masih tetap betah duduk disana sendiri.

Nabila pun tidak sadar jika ada seseorang yang melihatnya dan mendekatinya. Orang itu berjalan perlahan kearah Nabila. Setelah dekat dengan Nabila orang itu memegang pundak Nabila. Hal itu membuat Nabila terkejut dan langsung membalikan badannya.

“Yang membuatku lemah pada cinta adalah ketikaku tidak mampu melupakan seseorang yang sangat aku cintai” ~ Nabila

Terpopuler

Comments

Aisy Hilyah

Aisy Hilyah

lanjuuuuuuuutttt semangat

2020-08-29

0

Sept September

Sept September

so sad... jempollll buat Kakak

2020-08-27

0

Mommy 2

Mommy 2

haii
aku mampir lagi

like buat kamu

2020-08-15

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Prolog
2 Episode 2 Nabila
3 Episode 3 Kisah di masa lalu
4 Episode 4 Perasaan ini
5 Episode 5 Pertemuan
6 Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7 Episode 7 Hari yang indah
8 Episode 8 Dia
9 Episode 9 Bertemu Salsa
10 Episode 10 Luka
11 Episode 11 Berita baik
12 Episode 12 kunjungan
13 Episode 13 pesta
14 Episode 14 Senyum mu
15 Episode 15 Kesal
16 Episode 16 Ide Nabila
17 Episode 17 Kontrak Baru
18 Episode 18 Sedih
19 Episode 19 Kenangan (1)
20 Episode 20 Kenangan (2)
21 Episode 21 Mulai Bekerja
22 Episode 22 Bersama Rafa
23 Episode 23 Sesuatu
24 Episode 24 Gantungan
25 Episode 25 Lily
26 Episode 26 Rasa Bersalah
27 Episode 27 Teman Baru
28 Episode 28 Ternyata
29 Episode 29 Bantuan
30 Episode 30 Tak Disangka
31 Episode 31 Tidak Jadi
32 Episode 32 Persahabatan
33 Episode 33 hangout
34 Episode 34 Ketakutan
35 Episode 35 Rasa Sakit
36 Episode 36 Getaran Cinta
37 Episode 37 Pelukan
38 Episode 38 Hati Rafa
39 Episode 39 Nonton Film
40 Episode 40 Bersama Rafa
41 Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42 Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43 Episode 43 Mimpi
44 Episode 44 Obat Apa Itu?
45 Episode 45 Mulai Mencari Tau
46 Episode 46 Siapa?
47 Episode 47 Ingin menjauh
48 Episode 48 Selalu Rafa
49 Episode 49 Jahil
50 Episode 50 Misterius
51 Episode 51 Mantan
52 Episode 52 Mengejutkan
53 Episode 53 Hadiah
54 Episode 54 Ungkapan Hati
55 Episode 55 Bertemu Erick
56 Episode 56 Bertemu Luna
57 Episode 57 Kecemasan
58 Episode 58 Rencana jahat
59 Episode 59 Kecurigaan Tasya
60 Episode 60 Perdebatan
61 Episode 61 Balas membalas
62 Episode 62 Berbagi cerita
63 Episode 63 Memulai aksi
64 Episode 64 Hukuman
65 Episode 65 First Kiss
66 Episode 66 Kenyamanan
67 Episode 67 Mengetahui niat jahat
68 Episode 68 Bersiap Pergi
69 Episode 69 Keributan di Mobil
70 Episode 70 Tiba di pantai
71 Episode 71 Di Pantai
72 Episode 72 Kiss (2)
73 Episode 73 Rencana Gagal
74 Episode 74 Kedatangan Luna
75 Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76 Episode 76 Kesalah Pahaman
77 Episode 77 Bersikap Dingin
78 Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79 Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80 Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81 Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82 Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83 Episode 83 Kemarahan Luna
84 Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85 Episode 85 Ancaman Randi
86 Episode 86 Menjauh dari Nabila
87 Episode 87 Keberanian Tasya
88 Episode 88 Terungkap
89 Episode 89 Rencana Baru
90 Episode 90 Malam yang kelam
91 Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92 Episode 92 Malam yang menyakitkan
93 Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94 Episode 94 Jadi pacar Rafa
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Episode 1 Prolog
2
Episode 2 Nabila
3
Episode 3 Kisah di masa lalu
4
Episode 4 Perasaan ini
5
Episode 5 Pertemuan
6
Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7
Episode 7 Hari yang indah
8
Episode 8 Dia
9
Episode 9 Bertemu Salsa
10
Episode 10 Luka
11
Episode 11 Berita baik
12
Episode 12 kunjungan
13
Episode 13 pesta
14
Episode 14 Senyum mu
15
Episode 15 Kesal
16
Episode 16 Ide Nabila
17
Episode 17 Kontrak Baru
18
Episode 18 Sedih
19
Episode 19 Kenangan (1)
20
Episode 20 Kenangan (2)
21
Episode 21 Mulai Bekerja
22
Episode 22 Bersama Rafa
23
Episode 23 Sesuatu
24
Episode 24 Gantungan
25
Episode 25 Lily
26
Episode 26 Rasa Bersalah
27
Episode 27 Teman Baru
28
Episode 28 Ternyata
29
Episode 29 Bantuan
30
Episode 30 Tak Disangka
31
Episode 31 Tidak Jadi
32
Episode 32 Persahabatan
33
Episode 33 hangout
34
Episode 34 Ketakutan
35
Episode 35 Rasa Sakit
36
Episode 36 Getaran Cinta
37
Episode 37 Pelukan
38
Episode 38 Hati Rafa
39
Episode 39 Nonton Film
40
Episode 40 Bersama Rafa
41
Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42
Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43
Episode 43 Mimpi
44
Episode 44 Obat Apa Itu?
45
Episode 45 Mulai Mencari Tau
46
Episode 46 Siapa?
47
Episode 47 Ingin menjauh
48
Episode 48 Selalu Rafa
49
Episode 49 Jahil
50
Episode 50 Misterius
51
Episode 51 Mantan
52
Episode 52 Mengejutkan
53
Episode 53 Hadiah
54
Episode 54 Ungkapan Hati
55
Episode 55 Bertemu Erick
56
Episode 56 Bertemu Luna
57
Episode 57 Kecemasan
58
Episode 58 Rencana jahat
59
Episode 59 Kecurigaan Tasya
60
Episode 60 Perdebatan
61
Episode 61 Balas membalas
62
Episode 62 Berbagi cerita
63
Episode 63 Memulai aksi
64
Episode 64 Hukuman
65
Episode 65 First Kiss
66
Episode 66 Kenyamanan
67
Episode 67 Mengetahui niat jahat
68
Episode 68 Bersiap Pergi
69
Episode 69 Keributan di Mobil
70
Episode 70 Tiba di pantai
71
Episode 71 Di Pantai
72
Episode 72 Kiss (2)
73
Episode 73 Rencana Gagal
74
Episode 74 Kedatangan Luna
75
Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76
Episode 76 Kesalah Pahaman
77
Episode 77 Bersikap Dingin
78
Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79
Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80
Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81
Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82
Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83
Episode 83 Kemarahan Luna
84
Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85
Episode 85 Ancaman Randi
86
Episode 86 Menjauh dari Nabila
87
Episode 87 Keberanian Tasya
88
Episode 88 Terungkap
89
Episode 89 Rencana Baru
90
Episode 90 Malam yang kelam
91
Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92
Episode 92 Malam yang menyakitkan
93
Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94
Episode 94 Jadi pacar Rafa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!