"Kau mengatakan sesuatu?" Rafa bertanya kepada Nabila karena tadi sepertinya Nabila mengucapkan sesuatu.
Tapi hp Rafa pun berdering dan Rafa pun mengangkat teleponnya dulu.
"Tunggu sebentar." Rafa mengambil hpnya dan berbicara serius dengan seseorang tersebut.
Setelah selesai berbicara dengan orang itu Rafa tampak marah dan mendecis.
"Kenapa disaat seperti ini dia memanggil ku, huh." Rafa pun tampak kesal dan menghembuskan nafas berat setelah dia menutup telepon tersebut.
Rafa pun sadar kalau Nabila tadi ingin mengatakan sesuatu. Tetapi, terpotong karena panggilan mendadaknya tadi.
"Apa yang ingin kau katakan tadi?" Rafa pun bertanya kepada Nabila.
"Ah ituu, tidak jadi aku lupa apa yang ingin aku katakan." Nabila pun mengurungkan niatnya untuk mengatakan hal itu kepada Rafa.
Setelah itu, Rafa pun berpamitan kepada Nabila karena dia harus pergi ke suatu tempat.
"Baiklah, aku harus pergi ke suatu tempat, kau ingin pulang atau?" Rafa bertanya kepada Nabila.
"Aku masih ingin disini." Nabila pun dengan cepat memotong ucapan Rafa tadi.
"Baiklah, aku pergi dulu karena ada urusan mendadak yang harus aku selesaikan. Terimakasih untuk hari ini kau sudah menyelamatkanku dan membuat hariku lebih berwarna." Rafa tersenyum ke arah Nabila.
"Iya, sama sama." Setelah mengucapkan kalimat tersebut Rafa pun pergi kearah parkiran mobil, dan tinggal Nabila sendiri. Tapi sebelum itu Rafa berbalik lagi dan menghadap Nabila.
"Oiya, apa boleh jika aku jadi temanmu?" Tanya Rafa sambil tersenyum.
Nabila hanya bisa mengangguk dan tersenyum. Dan setelah itu Rafa juga tersenyum kearah Nabila, dan pergi meninggalkan Nabila sendiri.
"Apa yang terjadi denganmu Rafa? kenapa kau tak mengingatku? apakah semudah itu kau melupakanku ataupun kenangan kita?"
Nabila bergumam dalam hatinya. Setelah itu, ia memilih pergi dari tempat itu.
Perusahaan Maju Jaya
Dua orang pria duduk dengan wajah serius dan saling menatap tajam.
"Apa yang kau lakukan hari ini ha!!?" pria membentak karena sangat kesal.
"Ayolah ayah, masalah sekecil ini tidak usah dibesar besarkan." Ternyata itu adalah Rafa dan ayahnya.
Setelah dapat telepon dari sekretaris Kim. Rafa disuruh ke kantor ayahnya karena kegaduhan yang dibuat oleh Rafa sendiri.
"Apa kau pikir ini masalah kecil ha!" Ayah Rafa terlihat masih marah dan membentak Rafa.
"Ayah seharusnya tidak melakukan itu. Kenapa Ayah sangat ingin aku bertemu dengan keluarga cewek itu." Rafa pun menghela nafas dan menyandarkan badannya ke sofa yang ia duduki.
"Namanya Luna sudah berapa kali ayah katakan. Namanya itu Luna dan kau tidak pernah mendengarkan Ayah." Kata ayah Rafa marah. Karena selama ini Rafa tidak pernah mau menuruti apa yang ayahnya suruh.
"Ini semua aku lakukan untukmu. Kau sudah berumur 30 tapi kau masih belum bisa menemukan pasangan yang tepat. Kau akan menggantikan jabatan ayah, kau itu penerus ayah. Kau harus punya koneksi agar perusahaan ini tetap berjalan dengan baik. Tapi, kelakuanmu masih kekanak-kanakan.
Kau itu bikin malu keluarga saja." Ayah Rafa pun berbicara panjang lebar membuat Rafa mengaruk garuk belakang telinganya yang tidak gatal itu.
"Aku tau, tapi aku bisa mencari wanita sendiri. Ayah tak perlu sibuk sibuk mencarikan wanita untuk aku. Itu urusan pribadi aku, aku yang akan mengaturnya sendiri ayah." Rafa pun membalas perkataan ayahnya tadi.
"Sampai kapan ahh!! Ayah sudah memberimu kebebasan tapi tidak ada hasil, kau tidak menemukan wanita yang pas." ayah Rafa pun terus menyalahkan putranya.
"Ayah, aku hanya butuh waktu sebentar lagi untuk menemukan seseorang yang pas. Aku hanya butuh waktu, Yah." Rafa tetap kukuh membela dirinya sendiri.
"Tidak, apa kau tidak bisa sekali saja mengikuti dan mengerjakan apa yang Ayahmu suruh. Kau hanya perlu menjalaninya dan urusan selesai." Kata ayah Rafa.
"Itu tidak semudah seperti yang Ayah katakan." Kata Rafa kesal.
"Kalau begitu turutilah semua apa yang ayah suruh kepadamu. Dan minta maaflah kepada keluarga Luna." Kata ayahnya.
"Sudahlah, semua sudah terjadi, tak ada yang harus minta maaf Ayah." Rafa pun menolak.
"Apa kau tidak punya malu melihat Ayah terpaksa meminta maaf kepada keluarga Luna. Ayah mengatakan bahwa kau lagi sakit hari ini dan tidak bisa pergi makan bersama. Ayah terpaksa berbohong itu demi kamu." Ayah Rafa masih sangat marah.
"Dan setelah itu, Ayah memutuskan mengganti jadwal pertemuanmu dengannya satu Minggu lagi. Tetapi, itu hanya kau dengan Luna saja." Ayah Rafa pun mengatakan itu kepada Rafa sambil meminum secangkir tehnya.
"Apa! kenapa Ayah tidak mengatakannya terlebih dahulu ke aku." Rafa tampak kesal.
"Percuma, itu akan sia sia." Ayah Rafa pun menjawab.
"Jika kau tidak datang Ayah akan mengambil semua hartamu. Dan kau diberhentikan dari jabatanmu saat ini. Dan kau tidak bisa meneruskan perusahaan Ayah ini." Ayah Rafa pun mengancam.
"Tapi Ayah, aku mohon..." Ucapan Rafa langsung dipotong oleh Ayahnya.
"Tidak ada tapi tapian." Ayah Rafa pun berdiri dan tidak peduli lagi dengan Rafa.
"Baiklah akanku lakukan." Rafa pun hanya bisa menuruti apa yang dikatakan Ayahnya. Karena ia tidak ingin usaha dan kerja kerasnya untuk menjadi pemimpin perusahaan ayahnya sia sia saja.
"Memang lebih baik begitu." Ayah Rafa pun pergi meninggalkan Rafa sendiri diruangan itu.
Di Taman
"Huhhhh apa yang aku lakukan seharian ini dengan Rafa seperti mimpi saja. Tapi, ternyata ini adalah kenyaatan, aku sangat gembira sekaligus sedih karena aku dan Rafa seperti orang asing saja." Nabila pun menghela nafas dan termenung di taman itu.
"Apa sebaiknya aku tidak usah mengatakannya dan pura pura lupa saja tentang hubungan ini ya. Dan apakah aku harus memulai hubungan yang baru saja dengan Rafa. Dengan begitu aku juga tetap akan bisa bersamanya kan." Nabila tiba tiba berpikiran seperti itu.
"Aaaaaa, tapi aku tidak bisa diam begitu saja. Dan membiarkan perasaan ini pergi begitu saja. Tidak mungkin aku melakukan itu, dia cinta pertamaku. Sulit untuk melupakanya dan masa-masa lalu yang pernah aku lalui bersamanya." Nabila pun menghentak hentakan kakinya karena kesal dan sedih.
Tak jauh dari tempat Nabila duduk tadi. Ada seorang wanita yang terlihat seumuran dengan Nabila sedang berjalan kearahnya. Wanita itu seperti mengenal Nabila dan penasaran apakah itu memang Nabila atau bukan. Setelah tepat berdiri didepan Nabila wanita itu memberanikan diri untuk bertanya.
"Kau Nabila kan?" ucap wanita itu ragu-ragu.
Nabila pun mengangkat kepalanya dan melihat siapa wanita itu.
"Kau..." Nabila pun terkejut tak percaya. Dia ada disini? apa mereka sekeluarga sudah pindah kesini? kenapa aku dipertemukan dengan orang orang ini lagi. Sudah cukup aku dibuat terkejut dengan kehadiran Rafa ditambah satu orang ini lagi. Apa yang akan terjadi denganku?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
Wirdah K 🌹
like like like
2020-08-29
0
Qie_batubara
AQ mampir kak
salam promise
2020-08-24
0
Lintang Lia Taufik
jejak
2020-08-15
0