Episode 8 Dia

"Kau mengatakan sesuatu?" Rafa bertanya kepada Nabila karena tadi sepertinya Nabila mengucapkan sesuatu.

Tapi hp Rafa pun berdering dan Rafa pun mengangkat teleponnya dulu.

"Tunggu sebentar." Rafa mengambil hpnya dan berbicara serius dengan seseorang tersebut.

Setelah selesai berbicara dengan orang itu Rafa tampak marah dan mendecis.

"Kenapa disaat seperti ini dia memanggil ku, huh." Rafa pun tampak kesal dan menghembuskan nafas berat setelah dia menutup telepon tersebut.

Rafa pun sadar kalau Nabila tadi ingin mengatakan sesuatu. Tetapi, terpotong karena panggilan mendadaknya tadi.

"Apa yang ingin kau katakan tadi?" Rafa pun bertanya kepada Nabila.

"Ah ituu, tidak jadi aku lupa apa yang ingin aku katakan." Nabila pun mengurungkan niatnya untuk mengatakan hal itu kepada Rafa.

Setelah itu, Rafa pun berpamitan kepada Nabila karena dia harus pergi ke suatu tempat.

"Baiklah, aku harus pergi ke suatu tempat, kau ingin pulang atau?" Rafa bertanya kepada Nabila.

"Aku masih ingin disini." Nabila pun dengan cepat memotong ucapan Rafa tadi.

"Baiklah, aku pergi dulu karena ada urusan mendadak yang harus aku selesaikan. Terimakasih untuk hari ini kau sudah menyelamatkanku dan membuat hariku lebih berwarna." Rafa tersenyum ke arah Nabila.

"Iya, sama sama." Setelah mengucapkan kalimat tersebut Rafa pun pergi kearah parkiran mobil, dan tinggal Nabila sendiri. Tapi sebelum itu Rafa berbalik lagi dan menghadap Nabila.

"Oiya, apa boleh jika aku jadi temanmu?" Tanya Rafa sambil tersenyum.

Nabila hanya bisa mengangguk dan tersenyum. Dan setelah itu Rafa juga tersenyum kearah Nabila, dan pergi meninggalkan Nabila sendiri.

"Apa yang terjadi denganmu Rafa? kenapa kau tak mengingatku? apakah semudah itu kau melupakanku ataupun kenangan kita?"

Nabila bergumam dalam hatinya. Setelah itu, ia memilih pergi dari tempat itu.

Perusahaan Maju Jaya

Dua orang pria duduk dengan wajah serius dan saling menatap tajam.

"Apa yang kau lakukan hari ini ha!!?" pria membentak karena sangat kesal.

"Ayolah ayah, masalah sekecil ini tidak usah dibesar besarkan." Ternyata itu adalah Rafa dan ayahnya.

Setelah dapat telepon dari sekretaris Kim. Rafa disuruh ke kantor ayahnya karena kegaduhan yang dibuat oleh Rafa sendiri.

"Apa kau pikir ini masalah kecil ha!" Ayah Rafa terlihat masih marah dan membentak Rafa.

"Ayah seharusnya tidak melakukan itu. Kenapa Ayah sangat ingin aku bertemu dengan keluarga cewek itu." Rafa pun menghela nafas dan menyandarkan badannya ke sofa yang ia duduki.

"Namanya Luna sudah berapa kali ayah katakan. Namanya itu Luna dan kau tidak pernah mendengarkan Ayah." Kata ayah Rafa marah. Karena selama ini Rafa tidak pernah mau menuruti apa yang ayahnya suruh.

"Ini semua aku lakukan untukmu. Kau sudah berumur 30 tapi kau masih belum bisa menemukan pasangan yang tepat. Kau akan menggantikan jabatan ayah, kau itu penerus ayah. Kau harus punya koneksi agar perusahaan ini tetap berjalan dengan baik. Tapi, kelakuanmu masih kekanak-kanakan.

Kau itu bikin malu keluarga saja." Ayah Rafa pun berbicara panjang lebar membuat Rafa mengaruk garuk belakang telinganya yang tidak gatal itu.

"Aku tau, tapi aku bisa mencari wanita sendiri. Ayah tak perlu sibuk sibuk mencarikan wanita untuk aku. Itu urusan pribadi aku, aku yang akan mengaturnya sendiri ayah." Rafa pun membalas perkataan ayahnya tadi.

"Sampai kapan ahh!! Ayah sudah memberimu kebebasan tapi tidak ada hasil, kau tidak menemukan wanita yang pas." ayah Rafa pun terus menyalahkan putranya.

"Ayah, aku hanya butuh waktu sebentar lagi untuk menemukan seseorang yang pas. Aku hanya butuh waktu, Yah." Rafa tetap kukuh membela dirinya sendiri.

"Tidak, apa kau tidak bisa sekali saja mengikuti dan mengerjakan apa yang Ayahmu suruh. Kau hanya perlu menjalaninya dan urusan selesai." Kata ayah Rafa.

"Itu tidak semudah seperti yang Ayah katakan." Kata Rafa kesal.

"Kalau begitu turutilah semua apa yang ayah suruh kepadamu. Dan minta maaflah kepada keluarga Luna." Kata ayahnya.

"Sudahlah, semua sudah terjadi, tak ada yang harus minta maaf Ayah." Rafa pun menolak.

"Apa kau tidak punya malu melihat Ayah terpaksa meminta maaf kepada keluarga Luna. Ayah mengatakan bahwa kau lagi sakit hari ini dan tidak bisa pergi makan bersama. Ayah terpaksa berbohong itu demi kamu." Ayah Rafa masih sangat marah.

"Dan setelah itu, Ayah memutuskan mengganti jadwal pertemuanmu dengannya satu Minggu lagi. Tetapi, itu hanya kau dengan Luna saja." Ayah Rafa pun mengatakan itu kepada Rafa sambil meminum secangkir tehnya.

"Apa! kenapa Ayah tidak mengatakannya terlebih dahulu ke aku." Rafa tampak kesal.

"Percuma, itu akan sia sia." Ayah Rafa pun menjawab.

"Jika kau tidak datang Ayah akan mengambil semua hartamu. Dan kau diberhentikan dari jabatanmu saat ini. Dan kau tidak bisa meneruskan perusahaan Ayah ini." Ayah Rafa pun mengancam.

"Tapi Ayah, aku mohon..." Ucapan Rafa langsung dipotong oleh Ayahnya.

"Tidak ada tapi tapian." Ayah Rafa pun berdiri dan tidak peduli lagi dengan Rafa.

"Baiklah akanku lakukan." Rafa pun hanya bisa menuruti apa yang dikatakan Ayahnya. Karena ia tidak ingin usaha dan kerja kerasnya untuk menjadi pemimpin perusahaan ayahnya sia sia saja.

"Memang lebih baik begitu." Ayah Rafa pun pergi meninggalkan Rafa sendiri diruangan itu.

Di Taman

"Huhhhh apa yang aku lakukan seharian ini dengan Rafa seperti mimpi saja. Tapi, ternyata ini adalah kenyaatan, aku sangat gembira sekaligus sedih karena aku dan Rafa seperti orang asing saja." Nabila pun menghela nafas dan termenung di taman itu.

"Apa sebaiknya aku tidak usah mengatakannya dan pura pura lupa saja tentang hubungan ini ya. Dan apakah aku harus memulai hubungan yang baru saja dengan Rafa. Dengan begitu aku juga tetap akan bisa bersamanya kan." Nabila tiba tiba berpikiran seperti itu.

"Aaaaaa, tapi aku tidak bisa diam begitu saja. Dan membiarkan perasaan ini pergi begitu saja. Tidak mungkin aku melakukan itu, dia cinta pertamaku. Sulit untuk melupakanya dan masa-masa lalu yang pernah aku lalui bersamanya." Nabila pun menghentak hentakan kakinya karena kesal dan sedih.

Tak jauh dari tempat Nabila duduk tadi. Ada seorang wanita yang terlihat seumuran dengan Nabila sedang berjalan kearahnya. Wanita itu seperti mengenal Nabila dan penasaran apakah itu memang Nabila atau bukan. Setelah tepat berdiri didepan Nabila wanita itu memberanikan diri untuk bertanya.

"Kau Nabila kan?" ucap wanita itu ragu-ragu.

Nabila pun mengangkat kepalanya dan melihat siapa wanita itu.

"Kau..." Nabila pun terkejut tak percaya. Dia ada disini? apa mereka sekeluarga sudah pindah kesini? kenapa aku dipertemukan dengan orang orang ini lagi. Sudah cukup aku dibuat terkejut dengan kehadiran Rafa ditambah satu orang ini lagi. Apa yang akan terjadi denganku?

Terpopuler

Comments

Wirdah K 🌹

Wirdah K 🌹

like like like

2020-08-29

0

Qie_batubara

Qie_batubara

AQ mampir kak

salam promise

2020-08-24

0

Lintang Lia Taufik

Lintang Lia Taufik

jejak

2020-08-15

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Prolog
2 Episode 2 Nabila
3 Episode 3 Kisah di masa lalu
4 Episode 4 Perasaan ini
5 Episode 5 Pertemuan
6 Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7 Episode 7 Hari yang indah
8 Episode 8 Dia
9 Episode 9 Bertemu Salsa
10 Episode 10 Luka
11 Episode 11 Berita baik
12 Episode 12 kunjungan
13 Episode 13 pesta
14 Episode 14 Senyum mu
15 Episode 15 Kesal
16 Episode 16 Ide Nabila
17 Episode 17 Kontrak Baru
18 Episode 18 Sedih
19 Episode 19 Kenangan (1)
20 Episode 20 Kenangan (2)
21 Episode 21 Mulai Bekerja
22 Episode 22 Bersama Rafa
23 Episode 23 Sesuatu
24 Episode 24 Gantungan
25 Episode 25 Lily
26 Episode 26 Rasa Bersalah
27 Episode 27 Teman Baru
28 Episode 28 Ternyata
29 Episode 29 Bantuan
30 Episode 30 Tak Disangka
31 Episode 31 Tidak Jadi
32 Episode 32 Persahabatan
33 Episode 33 hangout
34 Episode 34 Ketakutan
35 Episode 35 Rasa Sakit
36 Episode 36 Getaran Cinta
37 Episode 37 Pelukan
38 Episode 38 Hati Rafa
39 Episode 39 Nonton Film
40 Episode 40 Bersama Rafa
41 Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42 Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43 Episode 43 Mimpi
44 Episode 44 Obat Apa Itu?
45 Episode 45 Mulai Mencari Tau
46 Episode 46 Siapa?
47 Episode 47 Ingin menjauh
48 Episode 48 Selalu Rafa
49 Episode 49 Jahil
50 Episode 50 Misterius
51 Episode 51 Mantan
52 Episode 52 Mengejutkan
53 Episode 53 Hadiah
54 Episode 54 Ungkapan Hati
55 Episode 55 Bertemu Erick
56 Episode 56 Bertemu Luna
57 Episode 57 Kecemasan
58 Episode 58 Rencana jahat
59 Episode 59 Kecurigaan Tasya
60 Episode 60 Perdebatan
61 Episode 61 Balas membalas
62 Episode 62 Berbagi cerita
63 Episode 63 Memulai aksi
64 Episode 64 Hukuman
65 Episode 65 First Kiss
66 Episode 66 Kenyamanan
67 Episode 67 Mengetahui niat jahat
68 Episode 68 Bersiap Pergi
69 Episode 69 Keributan di Mobil
70 Episode 70 Tiba di pantai
71 Episode 71 Di Pantai
72 Episode 72 Kiss (2)
73 Episode 73 Rencana Gagal
74 Episode 74 Kedatangan Luna
75 Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76 Episode 76 Kesalah Pahaman
77 Episode 77 Bersikap Dingin
78 Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79 Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80 Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81 Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82 Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83 Episode 83 Kemarahan Luna
84 Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85 Episode 85 Ancaman Randi
86 Episode 86 Menjauh dari Nabila
87 Episode 87 Keberanian Tasya
88 Episode 88 Terungkap
89 Episode 89 Rencana Baru
90 Episode 90 Malam yang kelam
91 Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92 Episode 92 Malam yang menyakitkan
93 Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94 Episode 94 Jadi pacar Rafa
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Episode 1 Prolog
2
Episode 2 Nabila
3
Episode 3 Kisah di masa lalu
4
Episode 4 Perasaan ini
5
Episode 5 Pertemuan
6
Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7
Episode 7 Hari yang indah
8
Episode 8 Dia
9
Episode 9 Bertemu Salsa
10
Episode 10 Luka
11
Episode 11 Berita baik
12
Episode 12 kunjungan
13
Episode 13 pesta
14
Episode 14 Senyum mu
15
Episode 15 Kesal
16
Episode 16 Ide Nabila
17
Episode 17 Kontrak Baru
18
Episode 18 Sedih
19
Episode 19 Kenangan (1)
20
Episode 20 Kenangan (2)
21
Episode 21 Mulai Bekerja
22
Episode 22 Bersama Rafa
23
Episode 23 Sesuatu
24
Episode 24 Gantungan
25
Episode 25 Lily
26
Episode 26 Rasa Bersalah
27
Episode 27 Teman Baru
28
Episode 28 Ternyata
29
Episode 29 Bantuan
30
Episode 30 Tak Disangka
31
Episode 31 Tidak Jadi
32
Episode 32 Persahabatan
33
Episode 33 hangout
34
Episode 34 Ketakutan
35
Episode 35 Rasa Sakit
36
Episode 36 Getaran Cinta
37
Episode 37 Pelukan
38
Episode 38 Hati Rafa
39
Episode 39 Nonton Film
40
Episode 40 Bersama Rafa
41
Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42
Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43
Episode 43 Mimpi
44
Episode 44 Obat Apa Itu?
45
Episode 45 Mulai Mencari Tau
46
Episode 46 Siapa?
47
Episode 47 Ingin menjauh
48
Episode 48 Selalu Rafa
49
Episode 49 Jahil
50
Episode 50 Misterius
51
Episode 51 Mantan
52
Episode 52 Mengejutkan
53
Episode 53 Hadiah
54
Episode 54 Ungkapan Hati
55
Episode 55 Bertemu Erick
56
Episode 56 Bertemu Luna
57
Episode 57 Kecemasan
58
Episode 58 Rencana jahat
59
Episode 59 Kecurigaan Tasya
60
Episode 60 Perdebatan
61
Episode 61 Balas membalas
62
Episode 62 Berbagi cerita
63
Episode 63 Memulai aksi
64
Episode 64 Hukuman
65
Episode 65 First Kiss
66
Episode 66 Kenyamanan
67
Episode 67 Mengetahui niat jahat
68
Episode 68 Bersiap Pergi
69
Episode 69 Keributan di Mobil
70
Episode 70 Tiba di pantai
71
Episode 71 Di Pantai
72
Episode 72 Kiss (2)
73
Episode 73 Rencana Gagal
74
Episode 74 Kedatangan Luna
75
Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76
Episode 76 Kesalah Pahaman
77
Episode 77 Bersikap Dingin
78
Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79
Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80
Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81
Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82
Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83
Episode 83 Kemarahan Luna
84
Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85
Episode 85 Ancaman Randi
86
Episode 86 Menjauh dari Nabila
87
Episode 87 Keberanian Tasya
88
Episode 88 Terungkap
89
Episode 89 Rencana Baru
90
Episode 90 Malam yang kelam
91
Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92
Episode 92 Malam yang menyakitkan
93
Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94
Episode 94 Jadi pacar Rafa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!