Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Hari ini adalah hari terakhir Nabila dan Arina mempersiapkan bunga untuk pesta ulang tahun Rafa yang diadakan besok.
"Aaaa akhirnya selesai juga. Semua ini sangat melelahkan." Arina kemudian meregangkan tangannya kebelakang tanda bahwa ia sangat lelah.
"Tapi, kita tetap bisa menyelesaikannya sampai akhir bukan." Kata Nabila tersenyum sambil melihat lihat bunga-bunga yang telah mereka persiapkan untuk pesta besok.
"Oiya, besok siapa yang akan membawa bunga bunga ini ke tempat pestanya? tidak mungkin kita kan. Karena kita tidak punya kendaraan untuk membawa bunga sebanyak ini." Kata Arina.
"Aku lupa mengatakannya kepadamu, Rafa bilang nanti ada beberapa karyawannya yang akan menjemput bunga ini. Jadi, kita bisa tenang deh." Kata Nabila tersenyum.
"Lalu, apakah kita boleh datang ke pestanya atau?" Tanya Arina. Ia berharap mereka bisa datang ke pesta semewah itu.
"Aiya, aku juga lupa mengatakannya kepadamu. Rafa juga bilang kita boleh datang. Kita kan pemasok bunganya jadi kita diundang juga." Kata Nabila. Seketika ia langsung tertawa melihat Arina yang sangat bergembira saat Nabila mengatakan hal itu.
"Kalau begitu apa pekerjaan kita sudah selesai? aku ingin cepat cepat pulang. Aku ingin istirahat. Kita harus mempersiapkan diri juga untuk besok." Arina pun berdiri dan mengambil tasnya dan bersiap untuk pulang.
"Kau pulang saja duluan, aku masih ada beberapa urusan yang harus kulakukan." Kata Nabila.
"Benarkah? apa kau tidak perlu bantuan aku?" Tanya Arina penasaran.
"Tidak, kau pulang saja, aku bisa mengurusnya sendiri." Kata Nabila tersenyum.
Setelah Arina pergi, Nabila mengeluarkan bahan bahan untuk membuat kue. Ternyata Nabila ingin memberikan kado untuk Rafa. Walaupun Rafa tidak mengingatnya lagi, dia tetap ingin menjadikan hari ulang tahun Rafa adalah hari yang spesial. Dan menjadikan momen yang indah walaupun hanya untuk dirinya.
Dan sekarang, Nabila pun mempersiapkan kado yang akan dia berikannya kepada Rafa. Dia hanya bisa memberikan kado coklat untuk Rafa. Karena Nabila tidak punya cukup uang untuk membeli barang-barang mewah.
"Aku harap kau suka dengan coklat ini dan aku harap setiap kau memakan coklat ini kau akan teringat kepadaku." Sambil mendesain coklat coklat tersebut menjadi bentuk wajah Rafa. Hal itu membuat Nabila tertawa sendiri.
flashback On
"Happy birthday, happy birthday, happy birthday Rafa." Nabila bertepuk tangan dan menyuruh Rafa untuk cepat meniup lilinnya. Dan tak lupa Nabila mengingatkan Rafa untuk jangan lupa membuat harapan sebelum meniup lilinnya.
Rafa sangat bahagia karena dihari ulang tahunnya dia bisa menghabiskan waktu bersama orang yang dicintainya. Walaupun, mereka hanya berdua, tapi itu sudah membuat Rafa sangat senang.
"Aku juga punya kado untukmu." Nabila mengeluarkan dengan antusias kado tersebut.
"Tapi, kado ini mungkin bukan sesuatu yang kamu harapakan atau kamu inginkan. Tapi aku membuat ini dengan sepenuh hati dan cinta. Setelah kau mencicipinya kau pasti akan suka dengan rasanya. Dan kau pasti akan tergila-gila untuk memakannya lagi dan...." Nabila terlalu takut untuk memberikan kado itu ke Rafa, dia berbicara panjang lebar agar Rafa suka dengan kadonya.
Padahal, Rafa tidak peduli kado seperti apa yang diberikan Nabila kepadanya. Karena apapun yang diberikan Nabila untuknya Rafa selalu menyukainya.
Rafa pun mengambil kado yang ada ditangan Nabila.
"Kenapa kau takut begitu, aku akan menyukai setiap kado ataupun pemberian darimu. Karena aku sangat menyukaimu. Jadi, apapun yang berkaitan dengan dirimu aku juga akan menyukainya." Kata Rafa sambil tersenyum.
Nabila tidak bisa mengontrol pipinya yang memerah dan hatinya yang berdegup kencang. Dia sangat tersentuh mengetahui bahwa Rafa sangat menyukainya.
"Whaaa, ternyata ini coklat, tapi kenapa kau menggambarnya dengan wajah aku? ada yang tersenyum, cemberut, marah, tertawa." Rafa melihat coklat-coklat itu dengan heran.
"Ahaha bagiku, kau itu sangat imut, kau bisa memakannya sesuai dengan moodmu. Kalau kau lagi marah kau makan yang cemberut begitu seterusnya. Karena rasa disetiap wajah itu berbeda beda. Moodmu akan kembali baik setelah mencicipi rasa semua coklat itu." Kata Nabila sambil tertawa.
Akhirnya Rafa menikamati coklat pemberian Nabila, dia sangat tergila gila dengan rasanya yang sangat enak.
Flashback off
Pesta
Acara pesta pun dimulai, Ayah Rafa sebagai pemimpin perusahaan pun membuka pesta tersebut. Dengan mengucapkan beberapa kata sambutan dan ucapan terimakasih kapada tamu-tamu yang sudah datang dan rekan-rekan kerja yang membantunya untuk acara ini.
Setelan ayah Rafa. Rafa pun sebagai CEO perusahaan juga memberikan kata sambutan dan ucapan terimakasih kepada tamu-tamu yang sudah datang dihari spesialnya ini.
Nabila dan Arina pun sudah datang, mereka duduk disalah satu kursi yang telah disediakan.
"Wah, acaranya semewah ini, yang datang pun tamu tamu penting, bahkan ada yang datang dari luar negeri. Aku bahkan malu karena kita hanyalah orang orang biasa." Arina pun terlihat sedih.
"Kau tidak boleh seperti itu, kita ini juga tamu spesial. Lihatlah bunga bunga sebanyak itu kita yang menyediakanya kan. Seharusnya kamu bangga akan itu." Kata Nabila. Ia pun melihat Arina sambil tersenyum.
Setelah Rafa selesai berbicara, pembawa acara pun mengatakan bahwa ada berita baik yang datang dari Rafa.
"Ayah, kau tidak akan mengumumkannya sekarang kan?" Tanya Rafa sambil melihat Ayahnya serius.
"Hari ini adalah hari yang tepat, kau tidak lihat tamu tamu penting sudah banyak yang datang. Berita ini akan memberikan keuntungan untuk perusahaan kita. Dengan berita ini mereka akan menjalin kerjasama dengan perusahaan kita." Kata Ayah Rafa serius.
"Tapi..." Ucapan Rafa bahkan dipotong oleh Ayahnya.
"Jangan kau hancurkan pesta ini. Kau akan membuat malu dirimu sendiri." Kata Ayah Rafa.
Rafa hanya menahan amarahnya karena semua keinginan ayahnya ini.
"Kita dapat berita bahagia bahwa CEO kita pak Rafa akan segera bertunangan dengan Luna penerus perusahaan Agung." Kata pembawa acara tersebut.
Semua orang bertepuk tangan mereka sangat bahagia mendengar berita baik itu. Tak terkecuali Luna yang tersenyum menang kearah Rafa. Rafa hanya membuang muka dan tak melihat kearah Luna.
Tapi tidak dengan Nabila, Seperti disambar petir, Nabila terkejut dengan apa yang didengarnya. Dia tak percaya, kalau Rafa akan segera bertunangan. Apakah memang tak ada kesempatan lagi untuknya? apakah ini akhir dari kisahnya dengan Rafa? Nabila terlalu sedih dan tidak kuat lagi untuk melanjutkan pesta itu, dia memutuskan untuk pergi.
"Hei Nabila kau mau kemana?" Tanya Arina. Dan menahan tangan Nabila.
"Aku ingin....." Ucapan Nabila terhenti karena Arina melihat kado yang dipegang Nabila.
"Aku tau, kau ingin memberikan kado itu ya?" Tanya Arina. Ia pun tertawa melihat Nabila yang tidak sabaran ingin memberikan kado itu kepada Rafa.
"Aaa tidak." Nabila langsung menyembunyikan kado itu. Tapi, Arina langsung merebut kado itu dan berlari menghampiri Rafa.
"Arina!" Nabila memanggil Arina tapi dia bahkan tidak mendengarkannya dan tetap berlari ke arah Rafa.
Setelah acara formal selesai dan tiba waktunya untuk para tamu menikmati hidangan yang telah disajikan. Begitupun Rafa, ia pergi ke tempat duduk Erick dan meminum minuman yang disajikan.
"Sepertinya kau sedang sangat marah ya." Kata Erick menebak.
"Bagaimana tidak, aku tidak suka dengan pertunangan ini." Kata Rafa kesal.
Tiba-tiba Arina sudah berada didepan Rafa dan bersiap memberikan kado Nabila.
"Maaf menggangu waktumu, aku temannya Nabila. Kau tau kan kami pemasok bunga untuk acara pestamu ini." Kata Arina.
"Oiya, terimakasih sudah hadir di pesta ini. Kalian sudah bekerja dengan sangat baik." Kata Rafa.
"Iya sama-sama, selain itu aku kesini mau memberikan ini. Kado ini dari teman aku yang namanya Nabila itu. Dia sedikit pemalu untuk memberikan kado ini untuk kamu. Jadi, aku membantunya untuk memberikan kado ini." Kata Arina tertawa malu,
"Arina! apa yang kau lakukan, berikan kado itu." Ucap Nabila. Ia tidak ingin memberikan kado itu. Rafa akan bertunangan, jadi dia merasa tidak ada lagi harapan untuknya.
"Tu kadonya." Arina menunjuk kado itu yang sudah ada di pegangan Rafa.
Rafa melihat Nabila yang terkejut melihat kado dia yang sudah ada di tangannya.
"Kenapa kau takut memberikan kado ini? aku akan menghargai setiap kado yang aku dapatkan kok." Tanya Rafa sambil tersenyum..
Nabila melihat Rafa mulai membuka kado tersebut. Dia hanya takut, pertunangan itu terus menggangu pikirannya, dia pun lari dan menjauh dari Rafa.
"Nabila!" Arina pun teriak memanggil Nabila. Karena tiba tiba Nabila lari begitu saja dari mereka.
"Mungkin dia sangat malu karena kadonya, aku akan menyusulnya. Kau buka saja kadonya." Arina pun tertawa malu karena sikap Nabila itu.
Setelah Nabila dan Arina pergi, Rafa pun membuka isi kado tersebut. Dia melihat ada banyak coklat dengan bentuk wajahnya, ada yang tersenyum, tertawa, cemberut, marah. Tiba tiba bayangan itu muncul lagi, bayangan yang sama seperti waktu di toko bunga waktu itu.
Tapi bayangan ini lebih jelas dari sebelumnya. Rafa melihat ada seorang wanita berambut panjang. Samar-samar Rafa melihat didalam bayangan itu seorang wanita memberikan coklat yang hampir sama dengan yang dipegangnya sekarang.
Rafa pun terkejut dan langsung melihat kearah Nabila berlari tadi.
"Apakah dia seseorang dari masa laluku?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
Sugianti Bisri
sukaaaaa ♥️♥️♥️♥️♥️
2020-08-26
0
Sept September
jempollll buat karya Kakak 💕
2020-08-17
0
Aisy Hilyah
lanjutttt semangat yaaaa
2020-08-15
0