Episode 13 pesta

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Hari ini adalah hari terakhir Nabila dan Arina mempersiapkan bunga untuk pesta ulang tahun Rafa yang diadakan besok.

"Aaaa akhirnya selesai juga. Semua ini sangat melelahkan." Arina kemudian meregangkan tangannya kebelakang tanda bahwa ia sangat lelah.

"Tapi, kita tetap bisa menyelesaikannya sampai akhir bukan." Kata Nabila tersenyum sambil melihat lihat bunga-bunga yang telah mereka persiapkan untuk pesta besok.

"Oiya, besok siapa yang akan membawa bunga bunga ini ke tempat pestanya? tidak mungkin kita kan. Karena kita tidak punya kendaraan untuk membawa bunga sebanyak ini." Kata Arina.

"Aku lupa mengatakannya kepadamu, Rafa bilang nanti ada beberapa karyawannya yang akan menjemput bunga ini. Jadi, kita bisa tenang deh." Kata Nabila tersenyum.

"Lalu, apakah kita boleh datang ke pestanya atau?" Tanya Arina. Ia berharap mereka bisa datang ke pesta semewah itu.

"Aiya, aku juga lupa mengatakannya kepadamu. Rafa juga bilang kita boleh datang. Kita kan pemasok bunganya jadi kita diundang juga." Kata Nabila. Seketika ia langsung tertawa melihat Arina yang sangat bergembira saat Nabila mengatakan hal itu.

"Kalau begitu apa pekerjaan kita sudah selesai? aku ingin cepat cepat pulang. Aku ingin istirahat. Kita harus mempersiapkan diri juga untuk besok." Arina pun berdiri dan mengambil tasnya dan bersiap untuk pulang.

"Kau pulang saja duluan, aku masih ada beberapa urusan yang harus kulakukan." Kata Nabila.

"Benarkah? apa kau tidak perlu bantuan aku?" Tanya Arina penasaran.

"Tidak, kau pulang saja, aku bisa mengurusnya sendiri." Kata Nabila tersenyum.

Setelah Arina pergi, Nabila mengeluarkan bahan bahan untuk membuat kue. Ternyata Nabila ingin memberikan kado untuk Rafa. Walaupun Rafa tidak mengingatnya lagi, dia tetap ingin menjadikan hari ulang tahun Rafa adalah hari yang spesial. Dan menjadikan momen yang indah walaupun hanya untuk dirinya.

Dan sekarang, Nabila pun mempersiapkan kado yang akan dia berikannya kepada Rafa. Dia hanya bisa memberikan kado coklat untuk Rafa. Karena Nabila tidak punya cukup uang untuk membeli barang-barang mewah.

"Aku harap kau suka dengan coklat ini dan aku harap setiap kau memakan coklat ini kau akan teringat kepadaku." Sambil mendesain coklat coklat tersebut menjadi bentuk wajah Rafa. Hal itu membuat Nabila tertawa sendiri.

flashback On

"Happy birthday, happy birthday, happy birthday Rafa." Nabila bertepuk tangan dan menyuruh Rafa untuk cepat meniup lilinnya. Dan tak lupa Nabila mengingatkan Rafa untuk jangan lupa membuat harapan sebelum meniup lilinnya.

Rafa sangat bahagia karena dihari ulang tahunnya dia bisa menghabiskan waktu bersama orang yang dicintainya. Walaupun, mereka hanya berdua, tapi itu sudah membuat Rafa sangat senang.

"Aku juga punya kado untukmu." Nabila mengeluarkan dengan antusias kado tersebut.

"Tapi, kado ini mungkin bukan sesuatu yang kamu harapakan atau kamu inginkan. Tapi aku membuat ini dengan sepenuh hati dan cinta. Setelah kau mencicipinya kau pasti akan suka dengan rasanya. Dan kau pasti akan tergila-gila untuk memakannya lagi dan...." Nabila terlalu takut untuk memberikan kado itu ke Rafa, dia berbicara panjang lebar agar Rafa suka dengan kadonya.

Padahal, Rafa tidak peduli kado seperti apa yang diberikan Nabila kepadanya. Karena apapun yang diberikan Nabila untuknya Rafa selalu menyukainya.

Rafa pun mengambil kado yang ada ditangan Nabila.

"Kenapa kau takut begitu, aku akan menyukai setiap kado ataupun pemberian darimu. Karena aku sangat menyukaimu. Jadi, apapun yang berkaitan dengan dirimu aku juga akan menyukainya." Kata Rafa sambil tersenyum.

Nabila tidak bisa mengontrol pipinya yang memerah dan hatinya yang berdegup kencang. Dia sangat tersentuh mengetahui bahwa Rafa sangat menyukainya.

"Whaaa, ternyata ini coklat, tapi kenapa kau menggambarnya dengan wajah aku? ada yang tersenyum, cemberut, marah, tertawa." Rafa melihat coklat-coklat itu dengan heran.

"Ahaha bagiku, kau itu sangat imut, kau bisa memakannya sesuai dengan moodmu. Kalau kau lagi marah kau makan yang cemberut begitu seterusnya. Karena rasa disetiap wajah itu berbeda beda. Moodmu akan kembali baik setelah mencicipi rasa semua coklat itu." Kata Nabila sambil tertawa.

Akhirnya Rafa menikamati coklat pemberian Nabila, dia sangat tergila gila dengan rasanya yang sangat enak.

Flashback off

Pesta

Acara pesta pun dimulai, Ayah Rafa sebagai pemimpin perusahaan pun membuka pesta tersebut. Dengan mengucapkan beberapa kata sambutan dan ucapan terimakasih kapada tamu-tamu yang sudah datang dan rekan-rekan kerja yang membantunya untuk acara ini.

Setelan ayah Rafa. Rafa pun sebagai CEO perusahaan juga memberikan kata sambutan dan ucapan terimakasih kepada tamu-tamu yang sudah datang dihari spesialnya ini.

Nabila dan Arina pun sudah datang, mereka duduk disalah satu kursi yang telah disediakan.

"Wah, acaranya semewah ini, yang datang pun tamu tamu penting, bahkan ada yang datang dari luar negeri. Aku bahkan malu karena kita hanyalah orang orang biasa." Arina pun terlihat sedih.

"Kau tidak boleh seperti itu, kita ini juga tamu spesial. Lihatlah bunga bunga sebanyak itu kita yang menyediakanya kan. Seharusnya kamu bangga akan itu." Kata Nabila. Ia pun melihat Arina sambil tersenyum.

Setelah Rafa selesai berbicara, pembawa acara pun mengatakan bahwa ada berita baik yang datang dari Rafa.

"Ayah, kau tidak akan mengumumkannya sekarang kan?" Tanya Rafa sambil melihat Ayahnya serius.

"Hari ini adalah hari yang tepat, kau tidak lihat tamu tamu penting sudah banyak yang datang. Berita ini akan memberikan keuntungan untuk perusahaan kita. Dengan berita ini mereka akan menjalin kerjasama dengan perusahaan kita." Kata Ayah Rafa serius.

"Tapi..." Ucapan Rafa bahkan dipotong oleh Ayahnya.

"Jangan kau hancurkan pesta ini. Kau akan membuat malu dirimu sendiri." Kata Ayah Rafa.

Rafa hanya menahan amarahnya karena semua keinginan ayahnya ini.

"Kita dapat berita bahagia bahwa CEO kita pak Rafa akan segera bertunangan dengan Luna penerus perusahaan Agung." Kata pembawa acara tersebut.

Semua orang bertepuk tangan mereka sangat bahagia mendengar berita baik itu. Tak terkecuali Luna yang tersenyum menang kearah Rafa. Rafa hanya membuang muka dan tak melihat kearah Luna.

Tapi tidak dengan Nabila, Seperti disambar petir, Nabila terkejut dengan apa yang didengarnya. Dia tak percaya, kalau Rafa akan segera bertunangan. Apakah memang tak ada kesempatan lagi untuknya? apakah ini akhir dari kisahnya dengan Rafa? Nabila terlalu sedih dan tidak kuat lagi untuk melanjutkan pesta itu, dia memutuskan untuk pergi.

"Hei Nabila kau mau kemana?" Tanya Arina. Dan menahan tangan Nabila.

"Aku ingin....." Ucapan Nabila terhenti karena Arina melihat kado yang dipegang Nabila.

"Aku tau, kau ingin memberikan kado itu ya?" Tanya Arina. Ia pun tertawa melihat Nabila yang tidak sabaran ingin memberikan kado itu kepada Rafa.

"Aaa tidak." Nabila langsung menyembunyikan kado itu. Tapi, Arina langsung merebut kado itu dan berlari menghampiri Rafa.

"Arina!" Nabila memanggil Arina tapi dia bahkan tidak mendengarkannya dan tetap berlari ke arah Rafa.

Setelah acara formal selesai dan tiba waktunya untuk para tamu menikmati hidangan yang telah disajikan. Begitupun Rafa, ia pergi ke tempat duduk Erick dan meminum minuman yang disajikan.

"Sepertinya kau sedang sangat marah ya." Kata Erick menebak.

"Bagaimana tidak, aku tidak suka dengan pertunangan ini." Kata Rafa kesal.

Tiba-tiba Arina sudah berada didepan Rafa dan bersiap memberikan kado Nabila.

"Maaf menggangu waktumu, aku temannya Nabila. Kau tau kan kami pemasok bunga untuk acara pestamu ini." Kata Arina.

"Oiya, terimakasih sudah hadir di pesta ini. Kalian sudah bekerja dengan sangat baik." Kata Rafa.

"Iya sama-sama, selain itu aku kesini mau memberikan ini. Kado ini dari teman aku yang namanya Nabila itu. Dia sedikit pemalu untuk memberikan kado ini untuk kamu. Jadi, aku membantunya untuk memberikan kado ini." Kata Arina tertawa malu,

"Arina! apa yang kau lakukan, berikan kado itu." Ucap Nabila. Ia tidak ingin memberikan kado itu. Rafa akan bertunangan, jadi dia merasa tidak ada lagi harapan untuknya.

"Tu kadonya." Arina menunjuk kado itu yang sudah ada di pegangan Rafa.

Rafa melihat Nabila yang terkejut melihat kado dia yang sudah ada di tangannya.

"Kenapa kau takut memberikan kado ini? aku akan menghargai setiap kado yang aku dapatkan kok." Tanya Rafa sambil tersenyum..

Nabila melihat Rafa mulai membuka kado tersebut. Dia hanya takut, pertunangan itu terus menggangu pikirannya, dia pun lari dan menjauh dari Rafa.

"Nabila!" Arina pun teriak memanggil Nabila. Karena tiba tiba Nabila lari begitu saja dari mereka.

"Mungkin dia sangat malu karena kadonya, aku akan menyusulnya. Kau buka saja kadonya." Arina pun tertawa malu karena sikap Nabila itu.

Setelah Nabila dan Arina pergi, Rafa pun membuka isi kado tersebut. Dia melihat ada banyak coklat dengan bentuk wajahnya, ada yang tersenyum, tertawa, cemberut, marah. Tiba tiba bayangan itu muncul lagi, bayangan yang sama seperti waktu di toko bunga waktu itu.

Tapi bayangan ini lebih jelas dari sebelumnya. Rafa melihat ada seorang wanita berambut panjang. Samar-samar Rafa melihat didalam bayangan itu seorang wanita memberikan coklat yang hampir sama dengan yang dipegangnya sekarang.

Rafa pun terkejut dan langsung melihat kearah Nabila berlari tadi.

"Apakah dia seseorang dari masa laluku?"

Terpopuler

Comments

Sugianti Bisri

Sugianti Bisri

sukaaaaa ♥️♥️♥️♥️♥️

2020-08-26

0

Sept September

Sept September

jempollll buat karya Kakak 💕

2020-08-17

0

Aisy Hilyah

Aisy Hilyah

lanjutttt semangat yaaaa

2020-08-15

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Prolog
2 Episode 2 Nabila
3 Episode 3 Kisah di masa lalu
4 Episode 4 Perasaan ini
5 Episode 5 Pertemuan
6 Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7 Episode 7 Hari yang indah
8 Episode 8 Dia
9 Episode 9 Bertemu Salsa
10 Episode 10 Luka
11 Episode 11 Berita baik
12 Episode 12 kunjungan
13 Episode 13 pesta
14 Episode 14 Senyum mu
15 Episode 15 Kesal
16 Episode 16 Ide Nabila
17 Episode 17 Kontrak Baru
18 Episode 18 Sedih
19 Episode 19 Kenangan (1)
20 Episode 20 Kenangan (2)
21 Episode 21 Mulai Bekerja
22 Episode 22 Bersama Rafa
23 Episode 23 Sesuatu
24 Episode 24 Gantungan
25 Episode 25 Lily
26 Episode 26 Rasa Bersalah
27 Episode 27 Teman Baru
28 Episode 28 Ternyata
29 Episode 29 Bantuan
30 Episode 30 Tak Disangka
31 Episode 31 Tidak Jadi
32 Episode 32 Persahabatan
33 Episode 33 hangout
34 Episode 34 Ketakutan
35 Episode 35 Rasa Sakit
36 Episode 36 Getaran Cinta
37 Episode 37 Pelukan
38 Episode 38 Hati Rafa
39 Episode 39 Nonton Film
40 Episode 40 Bersama Rafa
41 Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42 Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43 Episode 43 Mimpi
44 Episode 44 Obat Apa Itu?
45 Episode 45 Mulai Mencari Tau
46 Episode 46 Siapa?
47 Episode 47 Ingin menjauh
48 Episode 48 Selalu Rafa
49 Episode 49 Jahil
50 Episode 50 Misterius
51 Episode 51 Mantan
52 Episode 52 Mengejutkan
53 Episode 53 Hadiah
54 Episode 54 Ungkapan Hati
55 Episode 55 Bertemu Erick
56 Episode 56 Bertemu Luna
57 Episode 57 Kecemasan
58 Episode 58 Rencana jahat
59 Episode 59 Kecurigaan Tasya
60 Episode 60 Perdebatan
61 Episode 61 Balas membalas
62 Episode 62 Berbagi cerita
63 Episode 63 Memulai aksi
64 Episode 64 Hukuman
65 Episode 65 First Kiss
66 Episode 66 Kenyamanan
67 Episode 67 Mengetahui niat jahat
68 Episode 68 Bersiap Pergi
69 Episode 69 Keributan di Mobil
70 Episode 70 Tiba di pantai
71 Episode 71 Di Pantai
72 Episode 72 Kiss (2)
73 Episode 73 Rencana Gagal
74 Episode 74 Kedatangan Luna
75 Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76 Episode 76 Kesalah Pahaman
77 Episode 77 Bersikap Dingin
78 Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79 Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80 Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81 Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82 Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83 Episode 83 Kemarahan Luna
84 Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85 Episode 85 Ancaman Randi
86 Episode 86 Menjauh dari Nabila
87 Episode 87 Keberanian Tasya
88 Episode 88 Terungkap
89 Episode 89 Rencana Baru
90 Episode 90 Malam yang kelam
91 Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92 Episode 92 Malam yang menyakitkan
93 Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94 Episode 94 Jadi pacar Rafa
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Episode 1 Prolog
2
Episode 2 Nabila
3
Episode 3 Kisah di masa lalu
4
Episode 4 Perasaan ini
5
Episode 5 Pertemuan
6
Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7
Episode 7 Hari yang indah
8
Episode 8 Dia
9
Episode 9 Bertemu Salsa
10
Episode 10 Luka
11
Episode 11 Berita baik
12
Episode 12 kunjungan
13
Episode 13 pesta
14
Episode 14 Senyum mu
15
Episode 15 Kesal
16
Episode 16 Ide Nabila
17
Episode 17 Kontrak Baru
18
Episode 18 Sedih
19
Episode 19 Kenangan (1)
20
Episode 20 Kenangan (2)
21
Episode 21 Mulai Bekerja
22
Episode 22 Bersama Rafa
23
Episode 23 Sesuatu
24
Episode 24 Gantungan
25
Episode 25 Lily
26
Episode 26 Rasa Bersalah
27
Episode 27 Teman Baru
28
Episode 28 Ternyata
29
Episode 29 Bantuan
30
Episode 30 Tak Disangka
31
Episode 31 Tidak Jadi
32
Episode 32 Persahabatan
33
Episode 33 hangout
34
Episode 34 Ketakutan
35
Episode 35 Rasa Sakit
36
Episode 36 Getaran Cinta
37
Episode 37 Pelukan
38
Episode 38 Hati Rafa
39
Episode 39 Nonton Film
40
Episode 40 Bersama Rafa
41
Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42
Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43
Episode 43 Mimpi
44
Episode 44 Obat Apa Itu?
45
Episode 45 Mulai Mencari Tau
46
Episode 46 Siapa?
47
Episode 47 Ingin menjauh
48
Episode 48 Selalu Rafa
49
Episode 49 Jahil
50
Episode 50 Misterius
51
Episode 51 Mantan
52
Episode 52 Mengejutkan
53
Episode 53 Hadiah
54
Episode 54 Ungkapan Hati
55
Episode 55 Bertemu Erick
56
Episode 56 Bertemu Luna
57
Episode 57 Kecemasan
58
Episode 58 Rencana jahat
59
Episode 59 Kecurigaan Tasya
60
Episode 60 Perdebatan
61
Episode 61 Balas membalas
62
Episode 62 Berbagi cerita
63
Episode 63 Memulai aksi
64
Episode 64 Hukuman
65
Episode 65 First Kiss
66
Episode 66 Kenyamanan
67
Episode 67 Mengetahui niat jahat
68
Episode 68 Bersiap Pergi
69
Episode 69 Keributan di Mobil
70
Episode 70 Tiba di pantai
71
Episode 71 Di Pantai
72
Episode 72 Kiss (2)
73
Episode 73 Rencana Gagal
74
Episode 74 Kedatangan Luna
75
Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76
Episode 76 Kesalah Pahaman
77
Episode 77 Bersikap Dingin
78
Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79
Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80
Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81
Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82
Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83
Episode 83 Kemarahan Luna
84
Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85
Episode 85 Ancaman Randi
86
Episode 86 Menjauh dari Nabila
87
Episode 87 Keberanian Tasya
88
Episode 88 Terungkap
89
Episode 89 Rencana Baru
90
Episode 90 Malam yang kelam
91
Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92
Episode 92 Malam yang menyakitkan
93
Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94
Episode 94 Jadi pacar Rafa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!