Merasa ada yang memegang pundaknya, Nabila langsung refleks melihat kearah orang tersebut. Awalnya dia terkejut tapi setelah tau siapa orang itu Nabila merasa lebih lega.
"Ternyata kau Randi. Huhh, aku kira tadi siapa." Kata Nabila sambil tersenyum kaku.
Randi pun tersenyum ketika dia mengetahui itu memang Nabila. Awalnya dia menyangka kalau itu bukan Nabila. Randi pun langsung duduk disamping Nabila. Setelah duduk Randi melihat ada yang janggal dari wajah Nabila. Nabila seperti habis menangis matanya terlihat sangat sembab.
"Kau habis menangis?" Tanya Randi khawatir.
"Aah tidak kok." Nabila pun langsung memalingkan wajahnya dari Randi dan menghapus air matanya yang masih tersisa. Ia tidak ingin Randi tau kalau dia memang habis menangis.
"Sepertinya debu disini banyak sekali. Sejak tadi angin pun bertiup sangat kencang. Hal itu membuat mata ku pedih dan berair." Kata Nabila. Ia berusaha untuk tidak terlalu memperlihatkan wajahnya kepada Randi dan terus membersihkan air matanya.
"Nabila, lihat aku." Kata Randi. Ia berbicara sangat pelan sambil memegang tangan Nabila lembut.
Hal itu membuat Nabila diam seketika. Dia terkejut dengan perlakuan Randi yang tiba tiba bersikap begitu lembut dengannya. Perlahan Nabila pun melihat kearah Randi. Kali ini dia benar benar tidak bisa menyembunyikan kesedihannya itu.
Perasaan Randi langsung perih melihat wajah Nabila yang dipenuhi dengan air mata. Hatinya sakit mengetahui orang yang disukainya menangis seperti itu. Hatinya begitu sakit karena dia tidak bisa melindungi wanita yang disukainya.
"Tidak apa apa, aku tidak akan menyuruhmu berhenti menangis. Jika menangis membuat hati mu lebih lega maka teruskan lah. Aku akan menemanimu disini." Kata Randi. Ia melepas genggamannya dari tangan Nabila.
"Maafkan aku, aku tidak bisa menahannya. Hari ini aku hanya ingin menangis." Kata Nabila dan kembali menangis. Awalnya ia malu karena Randi mengetahui kalau ia berbohong. Tapi, karena Randi paham akan perasaannya kali ini Nabila menjadi lega.
Melihat Nabila menangis hati Randi sangat remuk. Dia bertekad siapapun yang membuat Nabila menangis dia tidak akan pernah memaafkannya.
Randi pun perlahan memeluk Nabila dari samping dan menyandarkan kepala Nabila dipundaknya. Lalu, Randi menepuk nepuk pundak Nabila perlahan dan berusaha untuk menenangkan Nabila.
"Aku akan menutupimu dari orang-orang jadi tidak usah malu. Menangis lah sampai kau merasa baikan." Kata Randi.
Dalam pelukan Randi. Nabila baru menyadari bahwa Randi adalah orang yang sangat baik, dan dia merasa Randi seperti melindungi dirinya.
"Dulu dan sekarang aku akan selalu menjadi pelindungmu." Kata Randi dalam hati.
Flashback On
Bel istirahat pun berbunyi, semua murid-murid langsung bersorak gembira karena waktu yang mereka tunggu-tunggu akhirnya tiba juga. Bermacam macam kegiatan yang dilakukan murid-murid dikelas itu. Ada yang langsung berlari keluar. Ada yang langsung membuka bekal makan siangnya. Ada yang menjahili temannya sendiri. Bahkan, ada yang melanjutkan tidurnya.
Berbeda dengan Randi, saat teman temanya sibuk dengan kegiatan lain. Randi masih betah duduk dikursinya sambil menggambar wajah seorang cewek dibuku tulisnya. Di sudut gambar cewek itu Randi menulis "permen strawberry" lalu ia tertawa sendiri.
Erick menghampiri meja Randi. Diam diam dari arah belakang Erick melihat kalau Randi menggambar wajah seorang cewek. Tanpa disadari Randi, Erick pun mengambil buku itu dan berteriak sangat kencang.
"Whaaaaa, kau menggambar seorang cewek. Siapa ini? dia pacarmu? ciehhhh kenapa kau tidak mengatakannya kepada kami." Kata Erick sambil berlari kemeja Rafa.
"Erick, kembalikan bukuku." Kata Randi kesal.
"Rafa lihatlah, Randi sekarang sudah punya cewek. Bahkan dia menggambar wajah cewek itu dibuku tulisnya." Kata Erick memperlihatkan buku itu kepada Rafa.
"Benarkah? kenapa kau tidak pernah menceritakannya kepada kami?" Tanya Rafa. Ia melihat gambar itu dan tersenyum kearah Randi.
"Tidak, dia bukan cewekku. Ia bukan siapa siapa. Kembalikan bukuku." Kata Randi. Lalu ia merebut buku itu dari tangan Rafa.
"Kau ini tidak perlu malu-malu. kami ini teman kamu. Jadi jangan sungkan untuk menceritakannya kepada kami." Kata Erick dan diikuti dengan anggukan Rafa.
Ternyata setelah pertemuan terkahir kali Randi dan Nabila waktu itu. Ketika Nabila memberikan permen strawberry itu kepada Randi. Hal itu membuat Randi menyukai Nabila. Karena dia cewek yang pertama kali memperlakukan Randi seperti itu.
Bahkan setiap saat dia selalu teringat wajah Nabila. Karena kejadian itu, setiap pulang sekolah Randi selalu diam diam memperhatikan Nabila. Dia juga menunggu Nabila yang selalu mengintip di belakang pagar sekolah Randi.
"Kenapa setiap pulang sekolah dia selalu berdiri dibelakang pagar sekolah aku ya? dan selalu saja mengintip intip seperti itu. Dasar cewek aneh." Kata Randi. Ia pun tertawa sambil melihat Nabila.
Esok harinya, Randi selalu melakukan hal yang sama. Melihat Nabila yang selalu mengintip intip dibelakang pagar sekolahnya. Selalu begitu tiap harinya, hal itu membuat Randi selalu teringat ingat akan wajah Nabila. Tapi Randi pun tak berani muncul langsung dihadapan Nabila dan mengatakan perasaannya kepada Nabila.
"Tapi, aku belum tau namanya siapa. Kalau dilihat dari pakaian sekolahnya sepertinya dia dari sekolah sebelah." Kata Randi, Ia baru sadar kalau dia belum tau siapa nama cewek itu.
Seperti biasa setiap pulang sekolah Randi selalu ketempat dimana dia selalu melihat Nabila. Dia juga selalu ingin melihat Nabila lagi. Tapi, hari ini Nabila tidak ada ditempat biasa dia berdiri. Randi pun menunggu selang beberapa waktu tapi Nabila tidak juga muncul.
"Kemana cewek itu, tumben dia tidak datang hari ini." Kata Randi terlihat penasaran.
Randi pun memutuskan untuk pulang saja, dia pikir mungkin cewek itu tidak datang untuk hari ini saja.
Tapi ternyata sudah dua hari Nabila tidak terlihat ditempat biasa. Randi pun sudah menunggu ditempat biasa dia berdiri. Tapi ia juga tidak melihat Nabila. Randi pun iseng ingin melihat Nabila ke sekolahnya.
SMA Harapan
"Sepertinya ini sekolahnya, pakaian mereka juga terlihat sama dengan yang biasa dipakai cewek itu." Kata Randi sambil melihat lihat dan mencari Nabila.
"Ahhh itu dia, si cewek strawberry." Kata Randi pun terlihat sangat bahagia ketika ia akhirnya bisa melihat Nabila.
"Permisi, apa aku boleh bertanya?" Randi bertanya kepada salah satu siswi yang berjalan didepannya.
"Boleh." Kata siswi itu.
"Apa kau tau nama cewek yang memakai tas biru itu?" Tanya Randi sambil menunjuk kearah Nabila
"Owhh, namanya Nabila, kebetulan kami teman sekelas." Kata sisiwi itu.
"Jadi namanya Nabila, baiklah aku akan mengingatnya." ucap Randi dalam hati.
"Baiklah,terimakasih." Kata Randi.
Setelah itu, diam-diam Randi mengikuti Nabila dari belakang. Ia penasaran kemana Nabila pergi. Karena sudah dua hari Nabila tak pernah lagi terlihat di dekat pagar sekolahnya.
"Kenapa aku merasa ada seseorang yang mengikuti aku ya." Nabila berhenti berjalan dan langsung melihat kearah belakang, tapi tak ada siapa-siapa.
"Huhhhh, mengerikan." Kata Nabila. Ia pun berlari karena dia sangat takut.
"Ahahaha, dia pikir ada hantu dia siang bolong ini." Randi tertawa melihat sikap Nabila itu.
Randi mengikut Nabila terus sampai Nabila masuk kedalam sebuah rumah.
"Owh jadi disini rumahnya, tidak jauh dari rumahku ternyata." Kata Randi.
Randi pun melihat lihat Nabila dari belakang mobil yang terparkir di dekat situ. Dia langsung bersembunyi ketika Nabila keluar lagi setelah mengganti bajunya.
"Mau kemana dia? sepertinya sangat buru buru." ucap Randi heran.
Randi terus mengikuti Nabila sampai Nabila berhenti disalah satu apotek dekat situ.
"Bu, aku ingin membeli obat ini." Kata Nabila. Ia memberikan sebuah kertas kepada ibu apotek itu dan disitu tertulis banyak macam macam obat yang ingin di beli Nabila.
"Untuk siapa obat-obat ini? kau sakit?" Tanya ibu apotek itu.
"Tidak, ini untuk ibuku, sudah 2 hari ini ibu sakit. Jadi aku harus merawatnya." Kata Nabila. Setelah itu Nabila mengucap terimakasih dan pergi dari apotek itu.
"Jadi, dua hari ini dia tidak datang ke tempat biasa karena ibunya sedang sakit, hmm." Kata Randi merasa kasihan dengan Nabila.
Setelah dari apotek, Nabila dengan cepat balik lagi kerumah. Dia sedikit berlari dan hanya fokus melihat kedepan. Dia tidak tau kalau ada honda yang melaju kencang dan akan berbelok tepat didepannya.
"Nabila!!!! awas!" Randi berteriak. Ia menyadari itu, dia langsung memanggil Nabila. Hal itu membuat Nabila berhenti berlari dan Honda itupun lewat tepat didepannya. Kalau saja Nabila tetap berlari dia pasti sudah terserempet honda sekarang. Randi pun lega, tapi ia langsung bersembunyi ketika Nabila melihat kearahnya.
"Hampir saja, tapi siapa ya tadi yang memanggilku?" Tanya Nabila heran. Dia melihat lihat kesegala arah mencari sosok yang memanggilnya tadi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
APRILIANIANO
Masiih disini kakal cemunguuut😽
2020-08-14
0
Yhu Nitha
lanjut
2020-08-10
0
Calvien Arby
wah
2020-08-08
1