Episode 19 Kenangan (1)

Merasa ada yang memegang pundaknya, Nabila langsung refleks melihat kearah orang tersebut. Awalnya dia terkejut tapi setelah tau siapa orang itu Nabila merasa lebih lega.

"Ternyata kau Randi. Huhh, aku kira tadi siapa." Kata Nabila sambil tersenyum kaku.

Randi pun tersenyum ketika dia mengetahui itu memang Nabila. Awalnya dia menyangka kalau itu bukan Nabila. Randi pun langsung duduk disamping Nabila. Setelah duduk Randi melihat ada yang janggal dari wajah Nabila. Nabila seperti habis menangis matanya terlihat sangat sembab.

"Kau habis menangis?" Tanya Randi khawatir.

"Aah tidak kok." Nabila pun langsung memalingkan wajahnya dari Randi dan menghapus air matanya yang masih tersisa. Ia tidak ingin Randi tau kalau dia memang habis menangis.

"Sepertinya debu disini banyak sekali. Sejak tadi angin pun bertiup sangat kencang. Hal itu membuat mata ku pedih dan berair." Kata Nabila. Ia berusaha untuk tidak terlalu memperlihatkan wajahnya kepada Randi dan terus membersihkan air matanya.

"Nabila, lihat aku." Kata Randi. Ia berbicara sangat pelan sambil memegang tangan Nabila lembut.

Hal itu membuat Nabila diam seketika. Dia terkejut dengan perlakuan Randi yang tiba tiba bersikap begitu lembut dengannya. Perlahan Nabila pun melihat kearah Randi. Kali ini dia benar benar tidak bisa menyembunyikan kesedihannya itu.

Perasaan Randi langsung perih melihat wajah Nabila yang dipenuhi dengan air mata. Hatinya sakit mengetahui orang yang disukainya menangis seperti itu. Hatinya begitu sakit karena dia tidak bisa melindungi wanita yang disukainya.

"Tidak apa apa, aku tidak akan menyuruhmu berhenti menangis. Jika menangis membuat hati mu lebih lega maka teruskan lah. Aku akan menemanimu disini." Kata Randi. Ia melepas genggamannya dari tangan Nabila.

"Maafkan aku, aku tidak bisa menahannya. Hari ini aku hanya ingin menangis." Kata Nabila dan kembali menangis. Awalnya ia malu karena Randi mengetahui kalau ia berbohong. Tapi, karena Randi paham akan perasaannya kali ini Nabila menjadi lega.

Melihat Nabila menangis hati Randi sangat remuk. Dia bertekad siapapun yang membuat Nabila menangis dia tidak akan pernah memaafkannya.

Randi pun perlahan memeluk Nabila dari samping dan menyandarkan kepala Nabila dipundaknya. Lalu, Randi menepuk nepuk pundak Nabila perlahan dan berusaha untuk menenangkan Nabila.

"Aku akan menutupimu dari orang-orang jadi tidak usah malu. Menangis lah sampai kau merasa baikan." Kata Randi.

Dalam pelukan Randi. Nabila baru menyadari bahwa Randi adalah orang yang sangat baik, dan dia merasa Randi seperti melindungi dirinya.

"Dulu dan sekarang aku akan selalu menjadi pelindungmu." Kata Randi dalam hati.

Flashback On

Bel istirahat pun berbunyi, semua murid-murid langsung bersorak gembira karena waktu yang mereka tunggu-tunggu akhirnya tiba juga. Bermacam macam kegiatan yang dilakukan murid-murid dikelas itu. Ada yang langsung berlari keluar. Ada yang langsung membuka bekal makan siangnya. Ada yang menjahili temannya sendiri. Bahkan, ada yang melanjutkan tidurnya.

Berbeda dengan Randi, saat teman temanya sibuk dengan kegiatan lain. Randi masih betah duduk dikursinya sambil menggambar wajah seorang cewek dibuku tulisnya. Di sudut gambar cewek itu Randi menulis "permen strawberry" lalu ia tertawa sendiri.

Erick menghampiri meja Randi. Diam diam dari arah belakang Erick melihat kalau Randi menggambar wajah seorang cewek. Tanpa disadari Randi, Erick pun mengambil buku itu dan berteriak sangat kencang.

"Whaaaaa, kau menggambar seorang cewek. Siapa ini? dia pacarmu? ciehhhh kenapa kau tidak mengatakannya kepada kami." Kata Erick sambil berlari kemeja Rafa.

"Erick, kembalikan bukuku." Kata Randi kesal.

"Rafa lihatlah, Randi sekarang sudah punya cewek. Bahkan dia menggambar wajah cewek itu dibuku tulisnya." Kata Erick memperlihatkan buku itu kepada Rafa.

"Benarkah? kenapa kau tidak pernah menceritakannya kepada kami?" Tanya Rafa. Ia melihat gambar itu dan tersenyum kearah Randi.

"Tidak, dia bukan cewekku. Ia bukan siapa siapa. Kembalikan bukuku." Kata Randi. Lalu ia merebut buku itu dari tangan Rafa.

"Kau ini tidak perlu malu-malu. kami ini teman kamu. Jadi jangan sungkan untuk menceritakannya kepada kami." Kata Erick dan diikuti dengan anggukan Rafa.

Ternyata setelah pertemuan terkahir kali Randi dan Nabila waktu itu. Ketika Nabila memberikan permen strawberry itu kepada Randi. Hal itu membuat Randi menyukai Nabila. Karena dia cewek yang pertama kali memperlakukan Randi seperti itu.

Bahkan setiap saat dia selalu teringat wajah Nabila. Karena kejadian itu, setiap pulang sekolah Randi selalu diam diam memperhatikan Nabila. Dia juga menunggu Nabila yang selalu mengintip di belakang pagar sekolah Randi.

"Kenapa setiap pulang sekolah dia selalu berdiri dibelakang pagar sekolah aku ya? dan selalu saja mengintip intip seperti itu. Dasar cewek aneh." Kata Randi. Ia pun tertawa sambil melihat Nabila.

Esok harinya, Randi selalu melakukan hal yang sama. Melihat Nabila yang selalu mengintip intip dibelakang pagar sekolahnya. Selalu begitu tiap harinya, hal itu membuat Randi selalu teringat ingat akan wajah Nabila. Tapi Randi pun tak berani muncul langsung dihadapan Nabila dan mengatakan perasaannya kepada Nabila.

"Tapi, aku belum tau namanya siapa. Kalau dilihat dari pakaian sekolahnya sepertinya dia dari sekolah sebelah." Kata Randi, Ia baru sadar kalau dia belum tau siapa nama cewek itu.

Seperti biasa setiap pulang sekolah Randi selalu ketempat dimana dia selalu melihat Nabila. Dia juga selalu ingin melihat Nabila lagi. Tapi, hari ini Nabila tidak ada ditempat biasa dia berdiri. Randi pun menunggu selang beberapa waktu tapi Nabila tidak juga muncul.

"Kemana cewek itu, tumben dia tidak datang hari ini." Kata Randi terlihat penasaran.

Randi pun memutuskan untuk pulang saja, dia pikir mungkin cewek itu tidak datang untuk hari ini saja.

Tapi ternyata sudah dua hari Nabila tidak terlihat ditempat biasa. Randi pun sudah menunggu ditempat biasa dia berdiri. Tapi ia juga tidak melihat Nabila. Randi pun iseng ingin melihat Nabila ke sekolahnya.

SMA Harapan

"Sepertinya ini sekolahnya, pakaian mereka juga terlihat sama dengan yang biasa dipakai cewek itu." Kata Randi sambil melihat lihat dan mencari Nabila.

"Ahhh itu dia, si cewek strawberry." Kata Randi pun terlihat sangat bahagia ketika ia akhirnya bisa melihat Nabila.

"Permisi, apa aku boleh bertanya?" Randi bertanya kepada salah satu siswi yang berjalan didepannya.

"Boleh." Kata siswi itu.

"Apa kau tau nama cewek yang memakai tas biru itu?" Tanya Randi sambil menunjuk kearah Nabila

"Owhh, namanya Nabila, kebetulan kami teman sekelas." Kata sisiwi itu.

"Jadi namanya Nabila, baiklah aku akan mengingatnya." ucap Randi dalam hati.

"Baiklah,terimakasih." Kata Randi.

Setelah itu, diam-diam Randi mengikuti Nabila dari belakang. Ia penasaran kemana Nabila pergi. Karena sudah dua hari Nabila tak pernah lagi terlihat di dekat pagar sekolahnya.

"Kenapa aku merasa ada seseorang yang mengikuti aku ya." Nabila berhenti berjalan dan langsung melihat kearah belakang, tapi tak ada siapa-siapa.

"Huhhhh, mengerikan." Kata Nabila. Ia pun berlari karena dia sangat takut.

"Ahahaha, dia pikir ada hantu dia siang bolong ini." Randi tertawa melihat sikap Nabila itu.

Randi mengikut Nabila terus sampai Nabila masuk kedalam sebuah rumah.

"Owh jadi disini rumahnya, tidak jauh dari rumahku ternyata." Kata Randi.

Randi pun melihat lihat Nabila dari belakang mobil yang terparkir di dekat situ. Dia langsung bersembunyi ketika Nabila keluar lagi setelah mengganti bajunya.

"Mau kemana dia? sepertinya sangat buru buru." ucap Randi heran.

Randi terus mengikuti Nabila sampai Nabila berhenti disalah satu apotek dekat situ.

"Bu, aku ingin membeli obat ini." Kata Nabila. Ia memberikan sebuah kertas kepada ibu apotek itu dan disitu tertulis banyak macam macam obat yang ingin di beli Nabila.

"Untuk siapa obat-obat ini? kau sakit?" Tanya ibu apotek itu.

"Tidak, ini untuk ibuku, sudah 2 hari ini ibu sakit. Jadi aku harus merawatnya." Kata Nabila. Setelah itu Nabila mengucap terimakasih dan pergi dari apotek itu.

"Jadi, dua hari ini dia tidak datang ke tempat biasa karena ibunya sedang sakit, hmm." Kata Randi merasa kasihan dengan Nabila.

Setelah dari apotek, Nabila dengan cepat balik lagi kerumah. Dia sedikit berlari dan hanya fokus melihat kedepan. Dia tidak tau kalau ada honda yang melaju kencang dan akan berbelok tepat didepannya.

"Nabila!!!! awas!" Randi berteriak. Ia menyadari itu, dia langsung memanggil Nabila. Hal itu membuat Nabila berhenti berlari dan Honda itupun lewat tepat didepannya. Kalau saja Nabila tetap berlari dia pasti sudah terserempet honda sekarang. Randi pun lega, tapi ia langsung bersembunyi ketika Nabila melihat kearahnya.

"Hampir saja, tapi siapa ya tadi yang memanggilku?" Tanya Nabila heran. Dia melihat lihat kesegala arah mencari sosok yang memanggilnya tadi.

Terpopuler

Comments

APRILIANIANO

APRILIANIANO

Masiih disini kakal cemunguuut😽

2020-08-14

0

Yhu Nitha

Yhu Nitha

lanjut

2020-08-10

0

Calvien Arby

Calvien Arby

wah

2020-08-08

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Prolog
2 Episode 2 Nabila
3 Episode 3 Kisah di masa lalu
4 Episode 4 Perasaan ini
5 Episode 5 Pertemuan
6 Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7 Episode 7 Hari yang indah
8 Episode 8 Dia
9 Episode 9 Bertemu Salsa
10 Episode 10 Luka
11 Episode 11 Berita baik
12 Episode 12 kunjungan
13 Episode 13 pesta
14 Episode 14 Senyum mu
15 Episode 15 Kesal
16 Episode 16 Ide Nabila
17 Episode 17 Kontrak Baru
18 Episode 18 Sedih
19 Episode 19 Kenangan (1)
20 Episode 20 Kenangan (2)
21 Episode 21 Mulai Bekerja
22 Episode 22 Bersama Rafa
23 Episode 23 Sesuatu
24 Episode 24 Gantungan
25 Episode 25 Lily
26 Episode 26 Rasa Bersalah
27 Episode 27 Teman Baru
28 Episode 28 Ternyata
29 Episode 29 Bantuan
30 Episode 30 Tak Disangka
31 Episode 31 Tidak Jadi
32 Episode 32 Persahabatan
33 Episode 33 hangout
34 Episode 34 Ketakutan
35 Episode 35 Rasa Sakit
36 Episode 36 Getaran Cinta
37 Episode 37 Pelukan
38 Episode 38 Hati Rafa
39 Episode 39 Nonton Film
40 Episode 40 Bersama Rafa
41 Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42 Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43 Episode 43 Mimpi
44 Episode 44 Obat Apa Itu?
45 Episode 45 Mulai Mencari Tau
46 Episode 46 Siapa?
47 Episode 47 Ingin menjauh
48 Episode 48 Selalu Rafa
49 Episode 49 Jahil
50 Episode 50 Misterius
51 Episode 51 Mantan
52 Episode 52 Mengejutkan
53 Episode 53 Hadiah
54 Episode 54 Ungkapan Hati
55 Episode 55 Bertemu Erick
56 Episode 56 Bertemu Luna
57 Episode 57 Kecemasan
58 Episode 58 Rencana jahat
59 Episode 59 Kecurigaan Tasya
60 Episode 60 Perdebatan
61 Episode 61 Balas membalas
62 Episode 62 Berbagi cerita
63 Episode 63 Memulai aksi
64 Episode 64 Hukuman
65 Episode 65 First Kiss
66 Episode 66 Kenyamanan
67 Episode 67 Mengetahui niat jahat
68 Episode 68 Bersiap Pergi
69 Episode 69 Keributan di Mobil
70 Episode 70 Tiba di pantai
71 Episode 71 Di Pantai
72 Episode 72 Kiss (2)
73 Episode 73 Rencana Gagal
74 Episode 74 Kedatangan Luna
75 Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76 Episode 76 Kesalah Pahaman
77 Episode 77 Bersikap Dingin
78 Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79 Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80 Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81 Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82 Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83 Episode 83 Kemarahan Luna
84 Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85 Episode 85 Ancaman Randi
86 Episode 86 Menjauh dari Nabila
87 Episode 87 Keberanian Tasya
88 Episode 88 Terungkap
89 Episode 89 Rencana Baru
90 Episode 90 Malam yang kelam
91 Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92 Episode 92 Malam yang menyakitkan
93 Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94 Episode 94 Jadi pacar Rafa
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Episode 1 Prolog
2
Episode 2 Nabila
3
Episode 3 Kisah di masa lalu
4
Episode 4 Perasaan ini
5
Episode 5 Pertemuan
6
Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7
Episode 7 Hari yang indah
8
Episode 8 Dia
9
Episode 9 Bertemu Salsa
10
Episode 10 Luka
11
Episode 11 Berita baik
12
Episode 12 kunjungan
13
Episode 13 pesta
14
Episode 14 Senyum mu
15
Episode 15 Kesal
16
Episode 16 Ide Nabila
17
Episode 17 Kontrak Baru
18
Episode 18 Sedih
19
Episode 19 Kenangan (1)
20
Episode 20 Kenangan (2)
21
Episode 21 Mulai Bekerja
22
Episode 22 Bersama Rafa
23
Episode 23 Sesuatu
24
Episode 24 Gantungan
25
Episode 25 Lily
26
Episode 26 Rasa Bersalah
27
Episode 27 Teman Baru
28
Episode 28 Ternyata
29
Episode 29 Bantuan
30
Episode 30 Tak Disangka
31
Episode 31 Tidak Jadi
32
Episode 32 Persahabatan
33
Episode 33 hangout
34
Episode 34 Ketakutan
35
Episode 35 Rasa Sakit
36
Episode 36 Getaran Cinta
37
Episode 37 Pelukan
38
Episode 38 Hati Rafa
39
Episode 39 Nonton Film
40
Episode 40 Bersama Rafa
41
Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42
Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43
Episode 43 Mimpi
44
Episode 44 Obat Apa Itu?
45
Episode 45 Mulai Mencari Tau
46
Episode 46 Siapa?
47
Episode 47 Ingin menjauh
48
Episode 48 Selalu Rafa
49
Episode 49 Jahil
50
Episode 50 Misterius
51
Episode 51 Mantan
52
Episode 52 Mengejutkan
53
Episode 53 Hadiah
54
Episode 54 Ungkapan Hati
55
Episode 55 Bertemu Erick
56
Episode 56 Bertemu Luna
57
Episode 57 Kecemasan
58
Episode 58 Rencana jahat
59
Episode 59 Kecurigaan Tasya
60
Episode 60 Perdebatan
61
Episode 61 Balas membalas
62
Episode 62 Berbagi cerita
63
Episode 63 Memulai aksi
64
Episode 64 Hukuman
65
Episode 65 First Kiss
66
Episode 66 Kenyamanan
67
Episode 67 Mengetahui niat jahat
68
Episode 68 Bersiap Pergi
69
Episode 69 Keributan di Mobil
70
Episode 70 Tiba di pantai
71
Episode 71 Di Pantai
72
Episode 72 Kiss (2)
73
Episode 73 Rencana Gagal
74
Episode 74 Kedatangan Luna
75
Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76
Episode 76 Kesalah Pahaman
77
Episode 77 Bersikap Dingin
78
Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79
Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80
Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81
Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82
Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83
Episode 83 Kemarahan Luna
84
Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85
Episode 85 Ancaman Randi
86
Episode 86 Menjauh dari Nabila
87
Episode 87 Keberanian Tasya
88
Episode 88 Terungkap
89
Episode 89 Rencana Baru
90
Episode 90 Malam yang kelam
91
Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92
Episode 92 Malam yang menyakitkan
93
Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94
Episode 94 Jadi pacar Rafa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!