Episode 16 Ide Nabila

Ruangan Rafa

Setelah kejadian itu, Nabila sekarang berada diruangan Rafa. Begitu juga dengan Resepsionis itu. Dia ditegur oleh Rafa karena perilakunya yang tidak sopan terhadap tamu.

Nabila pun hanya bisa duduk manis di salah satu sofa milik Rafa sambil mendengar semua amarah Rafa kepada Resepsionis itu.

"Seharusnya kau mengubungi saya dulu, baru kau bisa mengambil keputusan. Tapi, kau malah langsung mengusirnya tanpa memberitahu saya dulu. Sikapmu benar benar tidak sopan." Kata Rafa.

"Maafkan saya pak." Resepsionis itu hanya bisa menundukkan kepalanya tak berani melihat wajah Rafa.

"Kau tidak melakukan pekerjaan dengan baik. Lebih baik saya memecat karyawan seperti ini." Kata Rafa dengan wajah yang kesal.

Hal itu membuat Resepsionis itu terkejut. Sambil mengangkat wajahnya dia melihat Rafa dengan wajah tak percaya. Ia tidak percaya Rafa akan melakukan hal itu terhadapnya.

Nabila pun terkejut dengan ucapan Rafa. Dalam hati ia berkata:

"Tidak seharusnya Rafa memecatnya begitu saja. Masuk ke perusahaan ini tidak lah mudah. Dia pasti sudah bekerja sangat keras. Aku tau sekarang ini mencari pekerjaan tidak lah mudah." Kata Nabila.

"Tapi, menurutku kau tidak seharusnya memecatnya. Menegurnya saja itu sudah cukup. Aku juga tidak apa apa, lihatlah aku juga tidak terluka." Kata Nabila berusaha membela wanita itu.

"Apa benar kau tidak apa apa?" Tanya Rafa. Dia melihat Nabila apakah benar ia baik baik saja.

"Benar, aku tidak apa apa." Kata Nabila. Ia berusaha meyakinkan Rafa dan melihatkan tangannya yang baik baik saja.

"Kalau begitu saya tidak jadi memecatmu. Berterima kasihlah dan juga minta maaflah dengannya karena perbuatanmu itu." Kata Rafa kepada Resepsionis itu.

"Terimakasih, dan saya juga minta maaf karena perilaku saya yang tidak sopan itu." Kata Resepsionis itu dan menundukan kepalanya dia depan Nabila.

"Baiklah, kalau begitu kau bisa keluar dan lanjutkan pekerjaanmu." Kata Rafa.

"Terimakasih banyak pak." Kata Resepsionis itu lalu dia pergi keluar.

Sesudah keluar dari ruangan Rafa itu. Resepsionis tadi tampak berpikir dan bingung.

"Siapa wanita itu? sepertinya ini baru pertama kalinya dia kesini. Dan juga kenapa pak Rafa begitu nurut dengan perkataannya? siapa dia? tidak mungkin kan kalau dia pacarnya pak Rafa. Secara pak Rafa sudah punya calon tunangan. Entalah, yang penting aku bersyukur berkat dia juga aku tidak jadi dipecat." Resepsionis itupun melanjutkan pekerjaannya lagi.

"Atas nama karyawanku aku minta maaf juga." Kata Rafa.

"Sudahlah, masalah sudah selesai jangan diungkit lagi." Kata Nabila karena merasa tidak enak melihat Rafa meminta maaf dengannya seperti itu.

"Oiya, aku kemari karena tadi pagi sekretarismu menelepon dan menyuruh aku datang kesini." Kata Nabila. Ia langsung saja mengatakan tujuannya kemari.

"Ah iya, aku ingin memberikan bayaran terhadap kerja kalian. Kalian sudah melakukannya dengan sangat baik." Kata Rafa. Ia pun memberikan sebuah amplop kepada Nabila.

"Terimakasih ya." Nabila mengambil amplop itu dan menyimpan didalam tasnya.

"Oiya, terimakasih juga untuk coklatnya. Rasanya sangat enak. Aku sangat menyukainya." Kata Rafa sambil tersenyum kearah Nabila.

"Ahh itu, maaf karena aku tidak bisa memberikan barang yang lebih mewah daripada itu." Kata Nabila merasa malu.

"Hahaha, aku bahkan sangat menyukainya. Kenapa kau berkata seperti itu?" Tanya Rafa tertawa.

"Apa kau benar benar menyukainya?" Tanya Nabila ragu ragu.

"Ya, sangat suka. Setelah aku makan coklat itu. Mood baikku langsung balik. Dan juga rasanya membuat aku bisa melupakan masalahku sejenak." Kata Rafa tersenyum.

"Benar, coklat itu bisa membuat mood baik kita balik lagi. Jika masih berlebih kau bisa meletakkannya di lemari es. Dan makan jika kau lagi bad mood. Aku yakin hari-hari mu akan terasa lebih baik." Kata Nabila sambil tersenyum kearah Rafa.

"Entah kenapa semakin kesini, aku semakin ingin dekat dengannya. Perasaanku selalu tenang dan hangat jika sudah bersamanya. Dan juga bayangan itu selalu muncul jika ada dia. Dengan begitu aku juga bisa mengungkap kebenaran masa laluku yang tidak aku ketahui." Kata Rafa dalam hati.

"Oiya, ada satu lagi yang ingin aku katakan." Ucap Rafa.

"Apa itu?" Tanya Nabila penasaran.

"Sekretarisku mengatakan kalau yang mendesain dan mengatur tata letak taman untuk pesta waktu itu adalah kamu." Kata Rafa.

"Semua tamu-tamu ku memuji desain dan tata letak taman yang digunakan untuk pesta waktu itu. Semua perabot yang digunakan bahkan dekornya juga dipuji karena sangat indah dan bagus. Bahkan bunga-bunga mu juga dipujinya karena sangat cantik dan terawat." Kata Rafa.

"Ahh iyaa, jadi sebenarnya...." Nabila mengingat kembali dan menceritakannya kepada Rafa.

Flashback Pesta

Sebenarnya sebelum pesta dimulai, sorenya Nabila sudah sampai di taman tersebut. Ia ingin melihat apakah bunga bunganya datang selamat atau ada masalah. Setelah melihat lihat Nabila bersyukur karena Bunganya datang dengan selamat.

Tapi ada sesuatu yang dipikirkan Nabila. Ia melihat beberapa dekorasi taman itu tidak menarik dan tidak sesuai dengan tema pesta yang dilakukan secara out door.

"Permisi, apakah kau salah satu pekerja yang mengatur dekor taman ini?" Nabila bertanya dengan salah satu pekerja yang lewat didepannya.

"Benar, ada apa ya"? Tanya pekerja itu heran.

"Apakah aku boleh kasih saran terhadap dekorasi taman ini?" Tanya Nabila ragu.

"Hmm, boleh saja, selagi tidak menganggu pekerjaan kami." Kata pekerja itu.

"Aku tidak akan mengganggu kalian kok." Kata Nabila.

"Jadi, menurutku bagaimana jika kalian mengubah sedikit penampilan taman ini. Seperti, meletakan bunga-bunga kecil di belakang kursi para tamu. Atau pita warna warni, hal itu akan membuat terciptanya suasana ceria. Dan juga akan lebih bagus jika kalian memindahkan meja itu kearah pohon rindang itu. Agar memudahkan para tamu untuk berjalan." Kata Nabila sambil menunjuk ke arah-arah yang dimaksudnya.

Pekerja itu menyuruh beberapa karyawannya untuk mencoba apa yang dikatakan Nabila. Dan ternyata hasilnya diluar dugaan. Taman itu terlihat sangat berbeda karena lebih menarik dan bagus daripada sebelumnya. Akhirnya, Nabila pun membantu mereka untuk mendekor taman itu.

"Dan juga, bagaimana jika tulis nama tamu undangan sesuai dengan mejanya masing masing. Hal ini akan membuat tamu merasa disambut dengan spesial." Kata Nabila

"Lalu, tambahkan juga beberapa lampu lampu kecil dan lilin, disetiap sudut taman ini. Dan didepannya letakan bunga anggrek dan tulip. Hal ini akan membuat suasana akan lebih mewah dan cerah. Dan kesan romantis juga akan terpancarkan. Walaupun pestanya diadakan malam, karena pantulan cahaya dari bunga bunga ini suasana gelapnya malam akan tergantikan." Lanjut Nabila.

"Lalu, letakan disetiap meja bunga mawar pink." Kata Nabila. Pada akhirnya Nabila pun jadi sibuk bekerja membantu mendekor taman itu.

Setelan selesai Nabila pun duduk disalah satu kursi yang ada ditaman itu.

"Akhirnya, selesai juga. Wahhh tamannya jadi terlihat sangat indah. Tidak sia-sia ilmu yang aku dapatkan selama ini." Kata Nabila.

"Permisi, apa kau orang yang membantu kami tadi kan?" Tanya pekerja itu.

"Ahh iyaa." Kata Nabila tersenyum kearah pekerja itu.

"Kami sangat berterima kasih. Berkatmu pekerjaan kami terbantu. Dan berkat ide ide kreatifmu itu juga taman ini menjadi sangat indah dan terlihat sangat menarik." Kata pekerja itu tersenyum kearah Nabila.

"Kebetulan tadi saya lewat, jadi melihat ada yang janggal saya tidak bisa hanya diam saja." Kata Nabila sambil tertawa.

"Apa kau karyawan dari perusahaan ini?" pekerja itu bertanya kepada Nabila.

"Ahhh tidak, saya pemasok bunga untuk acara pesta ini." Kata Nabila.

"Owhh jadi bunga-bunga ini kamu yang sediakan? bunganya sangat terawat dan sangat cantik. Sepertinya kau sangat menyukai bunga ya." Kata pekerja itu tersenyum.

"Bagiku bunga juga memberikan rasa kasih dan sayang. Dia selalu memberikan keindahan setiap harinya. Kelopak bunganya yang selalu tersenyum membuat siapapun yang melihatnya juga ikut bahagia. Dari bunga kita juga belajar tentang cinta. Karena ia akan tumbuh di setiap hati yang ingin di mengerti kepada setiap hati yang rindu di dampingi." Kata Nabila.

Sambil tersenyum Nabila melihat keseluruh bunga yang ada ditaman itu. Yang selalu membua hatinya damai.

Terpopuler

Comments

Jasmine

Jasmine

aku mampir lagi nih Thor.. yang semangat nulisnya.. next aku like balik..

2020-08-29

0

Bunda umu

Bunda umu

aku lanjut lagi nih ya. semangat aq kembali

2020-08-23

0

Sept September

Sept September

jempollll buat Kakak 😀

2020-08-23

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Prolog
2 Episode 2 Nabila
3 Episode 3 Kisah di masa lalu
4 Episode 4 Perasaan ini
5 Episode 5 Pertemuan
6 Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7 Episode 7 Hari yang indah
8 Episode 8 Dia
9 Episode 9 Bertemu Salsa
10 Episode 10 Luka
11 Episode 11 Berita baik
12 Episode 12 kunjungan
13 Episode 13 pesta
14 Episode 14 Senyum mu
15 Episode 15 Kesal
16 Episode 16 Ide Nabila
17 Episode 17 Kontrak Baru
18 Episode 18 Sedih
19 Episode 19 Kenangan (1)
20 Episode 20 Kenangan (2)
21 Episode 21 Mulai Bekerja
22 Episode 22 Bersama Rafa
23 Episode 23 Sesuatu
24 Episode 24 Gantungan
25 Episode 25 Lily
26 Episode 26 Rasa Bersalah
27 Episode 27 Teman Baru
28 Episode 28 Ternyata
29 Episode 29 Bantuan
30 Episode 30 Tak Disangka
31 Episode 31 Tidak Jadi
32 Episode 32 Persahabatan
33 Episode 33 hangout
34 Episode 34 Ketakutan
35 Episode 35 Rasa Sakit
36 Episode 36 Getaran Cinta
37 Episode 37 Pelukan
38 Episode 38 Hati Rafa
39 Episode 39 Nonton Film
40 Episode 40 Bersama Rafa
41 Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42 Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43 Episode 43 Mimpi
44 Episode 44 Obat Apa Itu?
45 Episode 45 Mulai Mencari Tau
46 Episode 46 Siapa?
47 Episode 47 Ingin menjauh
48 Episode 48 Selalu Rafa
49 Episode 49 Jahil
50 Episode 50 Misterius
51 Episode 51 Mantan
52 Episode 52 Mengejutkan
53 Episode 53 Hadiah
54 Episode 54 Ungkapan Hati
55 Episode 55 Bertemu Erick
56 Episode 56 Bertemu Luna
57 Episode 57 Kecemasan
58 Episode 58 Rencana jahat
59 Episode 59 Kecurigaan Tasya
60 Episode 60 Perdebatan
61 Episode 61 Balas membalas
62 Episode 62 Berbagi cerita
63 Episode 63 Memulai aksi
64 Episode 64 Hukuman
65 Episode 65 First Kiss
66 Episode 66 Kenyamanan
67 Episode 67 Mengetahui niat jahat
68 Episode 68 Bersiap Pergi
69 Episode 69 Keributan di Mobil
70 Episode 70 Tiba di pantai
71 Episode 71 Di Pantai
72 Episode 72 Kiss (2)
73 Episode 73 Rencana Gagal
74 Episode 74 Kedatangan Luna
75 Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76 Episode 76 Kesalah Pahaman
77 Episode 77 Bersikap Dingin
78 Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79 Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80 Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81 Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82 Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83 Episode 83 Kemarahan Luna
84 Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85 Episode 85 Ancaman Randi
86 Episode 86 Menjauh dari Nabila
87 Episode 87 Keberanian Tasya
88 Episode 88 Terungkap
89 Episode 89 Rencana Baru
90 Episode 90 Malam yang kelam
91 Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92 Episode 92 Malam yang menyakitkan
93 Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94 Episode 94 Jadi pacar Rafa
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Episode 1 Prolog
2
Episode 2 Nabila
3
Episode 3 Kisah di masa lalu
4
Episode 4 Perasaan ini
5
Episode 5 Pertemuan
6
Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7
Episode 7 Hari yang indah
8
Episode 8 Dia
9
Episode 9 Bertemu Salsa
10
Episode 10 Luka
11
Episode 11 Berita baik
12
Episode 12 kunjungan
13
Episode 13 pesta
14
Episode 14 Senyum mu
15
Episode 15 Kesal
16
Episode 16 Ide Nabila
17
Episode 17 Kontrak Baru
18
Episode 18 Sedih
19
Episode 19 Kenangan (1)
20
Episode 20 Kenangan (2)
21
Episode 21 Mulai Bekerja
22
Episode 22 Bersama Rafa
23
Episode 23 Sesuatu
24
Episode 24 Gantungan
25
Episode 25 Lily
26
Episode 26 Rasa Bersalah
27
Episode 27 Teman Baru
28
Episode 28 Ternyata
29
Episode 29 Bantuan
30
Episode 30 Tak Disangka
31
Episode 31 Tidak Jadi
32
Episode 32 Persahabatan
33
Episode 33 hangout
34
Episode 34 Ketakutan
35
Episode 35 Rasa Sakit
36
Episode 36 Getaran Cinta
37
Episode 37 Pelukan
38
Episode 38 Hati Rafa
39
Episode 39 Nonton Film
40
Episode 40 Bersama Rafa
41
Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42
Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43
Episode 43 Mimpi
44
Episode 44 Obat Apa Itu?
45
Episode 45 Mulai Mencari Tau
46
Episode 46 Siapa?
47
Episode 47 Ingin menjauh
48
Episode 48 Selalu Rafa
49
Episode 49 Jahil
50
Episode 50 Misterius
51
Episode 51 Mantan
52
Episode 52 Mengejutkan
53
Episode 53 Hadiah
54
Episode 54 Ungkapan Hati
55
Episode 55 Bertemu Erick
56
Episode 56 Bertemu Luna
57
Episode 57 Kecemasan
58
Episode 58 Rencana jahat
59
Episode 59 Kecurigaan Tasya
60
Episode 60 Perdebatan
61
Episode 61 Balas membalas
62
Episode 62 Berbagi cerita
63
Episode 63 Memulai aksi
64
Episode 64 Hukuman
65
Episode 65 First Kiss
66
Episode 66 Kenyamanan
67
Episode 67 Mengetahui niat jahat
68
Episode 68 Bersiap Pergi
69
Episode 69 Keributan di Mobil
70
Episode 70 Tiba di pantai
71
Episode 71 Di Pantai
72
Episode 72 Kiss (2)
73
Episode 73 Rencana Gagal
74
Episode 74 Kedatangan Luna
75
Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76
Episode 76 Kesalah Pahaman
77
Episode 77 Bersikap Dingin
78
Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79
Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80
Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81
Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82
Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83
Episode 83 Kemarahan Luna
84
Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85
Episode 85 Ancaman Randi
86
Episode 86 Menjauh dari Nabila
87
Episode 87 Keberanian Tasya
88
Episode 88 Terungkap
89
Episode 89 Rencana Baru
90
Episode 90 Malam yang kelam
91
Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92
Episode 92 Malam yang menyakitkan
93
Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94
Episode 94 Jadi pacar Rafa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!