Ruangan Rafa
Setelah kejadian itu, Nabila sekarang berada diruangan Rafa. Begitu juga dengan Resepsionis itu. Dia ditegur oleh Rafa karena perilakunya yang tidak sopan terhadap tamu.
Nabila pun hanya bisa duduk manis di salah satu sofa milik Rafa sambil mendengar semua amarah Rafa kepada Resepsionis itu.
"Seharusnya kau mengubungi saya dulu, baru kau bisa mengambil keputusan. Tapi, kau malah langsung mengusirnya tanpa memberitahu saya dulu. Sikapmu benar benar tidak sopan." Kata Rafa.
"Maafkan saya pak." Resepsionis itu hanya bisa menundukkan kepalanya tak berani melihat wajah Rafa.
"Kau tidak melakukan pekerjaan dengan baik. Lebih baik saya memecat karyawan seperti ini." Kata Rafa dengan wajah yang kesal.
Hal itu membuat Resepsionis itu terkejut. Sambil mengangkat wajahnya dia melihat Rafa dengan wajah tak percaya. Ia tidak percaya Rafa akan melakukan hal itu terhadapnya.
Nabila pun terkejut dengan ucapan Rafa. Dalam hati ia berkata:
"Tidak seharusnya Rafa memecatnya begitu saja. Masuk ke perusahaan ini tidak lah mudah. Dia pasti sudah bekerja sangat keras. Aku tau sekarang ini mencari pekerjaan tidak lah mudah." Kata Nabila.
"Tapi, menurutku kau tidak seharusnya memecatnya. Menegurnya saja itu sudah cukup. Aku juga tidak apa apa, lihatlah aku juga tidak terluka." Kata Nabila berusaha membela wanita itu.
"Apa benar kau tidak apa apa?" Tanya Rafa. Dia melihat Nabila apakah benar ia baik baik saja.
"Benar, aku tidak apa apa." Kata Nabila. Ia berusaha meyakinkan Rafa dan melihatkan tangannya yang baik baik saja.
"Kalau begitu saya tidak jadi memecatmu. Berterima kasihlah dan juga minta maaflah dengannya karena perbuatanmu itu." Kata Rafa kepada Resepsionis itu.
"Terimakasih, dan saya juga minta maaf karena perilaku saya yang tidak sopan itu." Kata Resepsionis itu dan menundukan kepalanya dia depan Nabila.
"Baiklah, kalau begitu kau bisa keluar dan lanjutkan pekerjaanmu." Kata Rafa.
"Terimakasih banyak pak." Kata Resepsionis itu lalu dia pergi keluar.
Sesudah keluar dari ruangan Rafa itu. Resepsionis tadi tampak berpikir dan bingung.
"Siapa wanita itu? sepertinya ini baru pertama kalinya dia kesini. Dan juga kenapa pak Rafa begitu nurut dengan perkataannya? siapa dia? tidak mungkin kan kalau dia pacarnya pak Rafa. Secara pak Rafa sudah punya calon tunangan. Entalah, yang penting aku bersyukur berkat dia juga aku tidak jadi dipecat." Resepsionis itupun melanjutkan pekerjaannya lagi.
"Atas nama karyawanku aku minta maaf juga." Kata Rafa.
"Sudahlah, masalah sudah selesai jangan diungkit lagi." Kata Nabila karena merasa tidak enak melihat Rafa meminta maaf dengannya seperti itu.
"Oiya, aku kemari karena tadi pagi sekretarismu menelepon dan menyuruh aku datang kesini." Kata Nabila. Ia langsung saja mengatakan tujuannya kemari.
"Ah iya, aku ingin memberikan bayaran terhadap kerja kalian. Kalian sudah melakukannya dengan sangat baik." Kata Rafa. Ia pun memberikan sebuah amplop kepada Nabila.
"Terimakasih ya." Nabila mengambil amplop itu dan menyimpan didalam tasnya.
"Oiya, terimakasih juga untuk coklatnya. Rasanya sangat enak. Aku sangat menyukainya." Kata Rafa sambil tersenyum kearah Nabila.
"Ahh itu, maaf karena aku tidak bisa memberikan barang yang lebih mewah daripada itu." Kata Nabila merasa malu.
"Hahaha, aku bahkan sangat menyukainya. Kenapa kau berkata seperti itu?" Tanya Rafa tertawa.
"Apa kau benar benar menyukainya?" Tanya Nabila ragu ragu.
"Ya, sangat suka. Setelah aku makan coklat itu. Mood baikku langsung balik. Dan juga rasanya membuat aku bisa melupakan masalahku sejenak." Kata Rafa tersenyum.
"Benar, coklat itu bisa membuat mood baik kita balik lagi. Jika masih berlebih kau bisa meletakkannya di lemari es. Dan makan jika kau lagi bad mood. Aku yakin hari-hari mu akan terasa lebih baik." Kata Nabila sambil tersenyum kearah Rafa.
"Entah kenapa semakin kesini, aku semakin ingin dekat dengannya. Perasaanku selalu tenang dan hangat jika sudah bersamanya. Dan juga bayangan itu selalu muncul jika ada dia. Dengan begitu aku juga bisa mengungkap kebenaran masa laluku yang tidak aku ketahui." Kata Rafa dalam hati.
"Oiya, ada satu lagi yang ingin aku katakan." Ucap Rafa.
"Apa itu?" Tanya Nabila penasaran.
"Sekretarisku mengatakan kalau yang mendesain dan mengatur tata letak taman untuk pesta waktu itu adalah kamu." Kata Rafa.
"Semua tamu-tamu ku memuji desain dan tata letak taman yang digunakan untuk pesta waktu itu. Semua perabot yang digunakan bahkan dekornya juga dipuji karena sangat indah dan bagus. Bahkan bunga-bunga mu juga dipujinya karena sangat cantik dan terawat." Kata Rafa.
"Ahh iyaa, jadi sebenarnya...." Nabila mengingat kembali dan menceritakannya kepada Rafa.
Flashback Pesta
Sebenarnya sebelum pesta dimulai, sorenya Nabila sudah sampai di taman tersebut. Ia ingin melihat apakah bunga bunganya datang selamat atau ada masalah. Setelah melihat lihat Nabila bersyukur karena Bunganya datang dengan selamat.
Tapi ada sesuatu yang dipikirkan Nabila. Ia melihat beberapa dekorasi taman itu tidak menarik dan tidak sesuai dengan tema pesta yang dilakukan secara out door.
"Permisi, apakah kau salah satu pekerja yang mengatur dekor taman ini?" Nabila bertanya dengan salah satu pekerja yang lewat didepannya.
"Benar, ada apa ya"? Tanya pekerja itu heran.
"Apakah aku boleh kasih saran terhadap dekorasi taman ini?" Tanya Nabila ragu.
"Hmm, boleh saja, selagi tidak menganggu pekerjaan kami." Kata pekerja itu.
"Aku tidak akan mengganggu kalian kok." Kata Nabila.
"Jadi, menurutku bagaimana jika kalian mengubah sedikit penampilan taman ini. Seperti, meletakan bunga-bunga kecil di belakang kursi para tamu. Atau pita warna warni, hal itu akan membuat terciptanya suasana ceria. Dan juga akan lebih bagus jika kalian memindahkan meja itu kearah pohon rindang itu. Agar memudahkan para tamu untuk berjalan." Kata Nabila sambil menunjuk ke arah-arah yang dimaksudnya.
Pekerja itu menyuruh beberapa karyawannya untuk mencoba apa yang dikatakan Nabila. Dan ternyata hasilnya diluar dugaan. Taman itu terlihat sangat berbeda karena lebih menarik dan bagus daripada sebelumnya. Akhirnya, Nabila pun membantu mereka untuk mendekor taman itu.
"Dan juga, bagaimana jika tulis nama tamu undangan sesuai dengan mejanya masing masing. Hal ini akan membuat tamu merasa disambut dengan spesial." Kata Nabila
"Lalu, tambahkan juga beberapa lampu lampu kecil dan lilin, disetiap sudut taman ini. Dan didepannya letakan bunga anggrek dan tulip. Hal ini akan membuat suasana akan lebih mewah dan cerah. Dan kesan romantis juga akan terpancarkan. Walaupun pestanya diadakan malam, karena pantulan cahaya dari bunga bunga ini suasana gelapnya malam akan tergantikan." Lanjut Nabila.
"Lalu, letakan disetiap meja bunga mawar pink." Kata Nabila. Pada akhirnya Nabila pun jadi sibuk bekerja membantu mendekor taman itu.
Setelan selesai Nabila pun duduk disalah satu kursi yang ada ditaman itu.
"Akhirnya, selesai juga. Wahhh tamannya jadi terlihat sangat indah. Tidak sia-sia ilmu yang aku dapatkan selama ini." Kata Nabila.
"Permisi, apa kau orang yang membantu kami tadi kan?" Tanya pekerja itu.
"Ahh iyaa." Kata Nabila tersenyum kearah pekerja itu.
"Kami sangat berterima kasih. Berkatmu pekerjaan kami terbantu. Dan berkat ide ide kreatifmu itu juga taman ini menjadi sangat indah dan terlihat sangat menarik." Kata pekerja itu tersenyum kearah Nabila.
"Kebetulan tadi saya lewat, jadi melihat ada yang janggal saya tidak bisa hanya diam saja." Kata Nabila sambil tertawa.
"Apa kau karyawan dari perusahaan ini?" pekerja itu bertanya kepada Nabila.
"Ahhh tidak, saya pemasok bunga untuk acara pesta ini." Kata Nabila.
"Owhh jadi bunga-bunga ini kamu yang sediakan? bunganya sangat terawat dan sangat cantik. Sepertinya kau sangat menyukai bunga ya." Kata pekerja itu tersenyum.
"Bagiku bunga juga memberikan rasa kasih dan sayang. Dia selalu memberikan keindahan setiap harinya. Kelopak bunganya yang selalu tersenyum membuat siapapun yang melihatnya juga ikut bahagia. Dari bunga kita juga belajar tentang cinta. Karena ia akan tumbuh di setiap hati yang ingin di mengerti kepada setiap hati yang rindu di dampingi." Kata Nabila.
Sambil tersenyum Nabila melihat keseluruh bunga yang ada ditaman itu. Yang selalu membua hatinya damai.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
Jasmine
aku mampir lagi nih Thor.. yang semangat nulisnya.. next aku like balik..
2020-08-29
0
Bunda umu
aku lanjut lagi nih ya. semangat aq kembali
2020-08-23
0
Sept September
jempollll buat Kakak 😀
2020-08-23
0