Episode 17 Kontrak Baru

Setelah Nabila menceritakan semuanya. Bagaimana dia membantu mempersiapkan taman untuk pesta waktu itu. Hal itu membuat Rafa kagum dengan ke kreatifan Nabila. Dan salut dengan kebaikan Nabila yang mau membantu para pekerja. Padahal waktu itu Nabila juga sudah lelah mempersiapkan bunga-bunganya.

"Whaa, kau hebat, aku kagum dengan dirimu." Kata Rafa sambil tersenyum kearah Nabila.

"Haha, itu bukan apa-apa. Aku hanya membantu beberapa pekerjaan yang memang bisa aku bantu." Kata Nabila tersipu malu.

"Karena itu, aku ingin kau bekerja untukku." Kata Rafa.

"Bekerja? maksudnya? aku tidak mengerti." Tanya Nabila dengan wajah yang bingung.

"Jadi, setiap tahun itu ada perlombaan yang diadakan oleh setiap perusahaan. Perlombaan ini berupa festival. Kita bebas menampilkan apapun di festival itu. perusahaan mana yang festivalnya paling bagus akan diberikan sertifikat perusahaan terbaik." Kata Rafa menjelaskan kepada Nabila.

"Tahun lalu, perusahaan kami dapat peringkat kedua. Dan kami belum berhasil mendapatkan sertifikat terbaik itu. Karena itu, aku ingin kamu membantu kami untuk mendapatkan peringkat pertama. Dan menjadikan perusahaan ini sebagai perusahaan terbaik." Kata Rafa.

"Tapi.., aku masih kurang yakin, apakah aku bisa membantu kalian atau tidak." Kata Nabila ragu.

"Kenapa kau ragu? kau telah membuktikannya di pesta waktu itu. Kau yang mengatur seluruh taman itu. Dan hasilnya, semua orang kagum bahkan memuji hasil kerjamu." Kata Rafa.

Nabila masih tampak ragu dan memikirkan kembali tentang tawaran itu. Dia ragu dengan kemampuannya sendiri. Festival ini adalah acara besar tidak seperti pesta Kemaren yang masih tergolong kecil.

"Tenang saja, kau tidak akan bekerja sendiri kok. Aku akan membantumu juga, karyawan lain juga akan membantu. Aku hanya ingin kau mengembangkan ide-ide kreatif yang kau punya itu untuk festival ini." Kata Rafa tampak meyakinkan Nabila.

"Kapan festival itu diadakan?" Tanya Nabila penasaran.

"Hmm, lebih kurang diadakan satu bulan lagi kalau dihitung dari sekarang." Kata Rafa.

"Dan dalam waktu sebulan itu, aku hanya akan bekerja untukmu? di perusahaan ini? begitu?" Tanya Nabila.

"Iya, selama sebulan ini kau akan ku jadikan karyawan khusus untuk membantu mensukseskan acara festival perusahaan ini." Kata Rafa tersenyum.

"Apakah ini kesempatan yang diberikan untukku? aku akan bekerja sebulan untuknya? itu artinya aku akan bertemu dengannya setiap hari? bahkan setiap waktu mungkin aku akan selalu melihatnya. Apakah ini petunjuk untukku agar aku bisa membantu Rafa mengingat lagi tentang diriku? dan masa lalu yang dilupakannya?" Nabila tampak berpikir dalam hati.

"Baiklah, dalam waktu sebulan ini dia akan selalu disini. Satu per satu ingatan yang aku lupakan atau masa lalu yang hilang begitu saja akan terungkap. Dan juga sepertinya, dia ada kaitannya dengan diriku di masa lalu. Karena setiap ada dia, bayangan itu selalu muncul. Dia sepertinya bisa membantu aku. Aku juga akan berusaha untuk mengingat dan mencari tau tentang semua itu." Kata Rafa dalam hati.

"Baiklah, aku setuju, aku akan bekerja untukmu dan sama-sama kita menyukseskan festival itu." Kata Nabila.

Rafa pun tersenyum kearah Nabila. Dalam hati dia juga senang karena Nabila mau bekerja dengannya.

"Tapi, bagaimana dengan toko bungaku? bagaimana dengan Arina? dia akan kesulitan kalau bekerja sendiri." Tanya Nabila. Ia teringat dengan tokonya.

"Tenang, aku sudah memikirkannya. Aku sudah menyuruh seseorang untuk membantu Arina selama sebulan kau bekerja disini." Kata Rafa.

"Siapa?" Tanya Nabila penasaran.

Toko Bunga

Hari ini karena Nabila pergi mengurus sesuatu kekantor Rafa. Arina harus bekerja sendiri di toko. Dia menyelesaikan beberapa pekerjaan Nabila tadi yang tertunda. Setelah itu, Arina juga merapikan beberapa bunga-bunga yang berantakan. Lalu, Nabila juga merapikan kursi-kursi dan meja, menyiram bunga, menyapu lantai, membuang dan membersihkan bunga yang layu. Dan semua pekerjaan itu Arina yang melakukannya sendiri.

"Ternyata, bekerja sendiri sangatlah melelahkan. Kenapa Nabila lama sekali pulang." Arina duduk di salah satu kursi sambil meluruskan kakinya.

Tak lama setelah Arina duduk, lonceng pintu berbunyi tandanya ada seseorang yang datang ke tokonya. Arina pun langsung berdiri dan menghampiri seseorang tersebut.

"Ada yang bisa saya ban....." Ucapan Arina terhenti ketika dia melihat seorang itu.

Seketika waktu seperti bergerak lambat. Seorang pria berjalan kaerah Arina dengan gaya cool bak model. Arina melihat dengan mata yang mem bulat dan mulut yang terbuka. Pria itu mempunyai badan yang ideal, tinggi yang semampai, badan yang tegap, bahkan kulitnya putih dan mulus. Juga rambutnya yang berwarna agak kecoklatan. Tampilannya juga sangat menawan. Dia bahkan memakai jam tangan dari merek terkenal dan juag sepatu yang mengkilat. Membuat Arina terdiam sambil melihat laki laki itu tanpa berkedip.

Pria itu melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Arina. Karena Ia melihat Arina terdiam sambil melihat wajah pria itu.

"Aaa, Siapa dia? dia sangat ganteng, apakah dia model atau artis? badannya juga sangat sempurna. Dia bahkan memakai barang barang dari merek terkenal. Tapi, ada perlu apa dia kemari? apakah dia ingin membeli bunga? " Kata Arina dalam hati.

"Apakah ada yang bisa saya bantu?" Tanya Arina sambil tersenyum-senyum.

Pria itu tak menghiraukan pertanyaan Arina. Dia menyuruh Arina membersihkan salah satu kursi disana. Dia bahkan langsung duduk tanpa disuruh dulu. Pria itu langsung melipat kedua tangannya di depan dada layaknya seperti bos.

"Haaa gaya seperti apa itu. Dia kira dia yang punya toko ini? seenaknya saja, penampilan nya saja yang menarik ternyata sikapnya sungguh mengecewakan. Dasar tidak sopan." Kata Arina dalam hati.

Arina pun ikut duduk didepan pria itu. Ia juga melipat kedua tangannya didepan dada meniru gaya pria itu.

"Siapa kau? mau apa kau kemari?" Tanya Arina. Sikap manis Arina tadi langsung berubah menjadi ketus karena pria itu tidak sopan dengannya

"Cih, sikapmu sangatlah tidak baik. Jika ada tamu kau seharusnya berbicara dengan lembut tidak ketus seperti itu." Kata pria itu.

"Salahkan sendiri sikapmu itu yang sangat tidak sopan. Kau bahkan mengabaikanku ketika aku sudah menyambutmu dengan sangat sopan." Kata Arina kesal.

"Hahh, hari pertamaku disini saja sudah sangat menjengkelkan. Bagaimana aku bisa bertahan selama sebulan?" Kata pria itu menghela napas.

"Apa maksudmu bertahan sebulan?" Tanya Arina. Ia penasaran dengan ucapan yang barusan di ucapkan pria itu.

"Sebelumnya aku akan perkenalkan diri dulu. Namaku William, aku asli orang Indonesia. Tapi, sejak umurku 10 tahun aku pindah tinggal ke Korea karena ayahku bekerja disana. Profesiku adalah seorang desainer grafis. Aku juga bekerja di Korea. Tapi sekarang aku lagi liburan di Indonesia." Kata Wiiliam menjelaskan kepada Arina.

Arina kembali terbengong ketika William menjelaskan siapa dirinya. Arina sangat terpesona dengan penampilannya. Arina kembali dibuat terpesona dengan pekerjaan William yang ternyata seorang desainer yang bekerja di Korea.

"Lalu, ada perlu apa kau kemari"? Tanya Arina. Ia kembali teringat kalau dia sekarang lagi kesal dengan William. Ia pun kembali berbicara ketus.

"Rafa dan aku berteman. Waktu itu dia pernah membantu aku. Karena itu aku masih berhutang budi dengannya. Sekarang dia meminta bantuanku untuk melakukan kontrak kerja dan membantumu selama sebulan disini." Kata William.

"Apa!! kontrak kerja? kau akan bekerja disini bersamaku?" Tanya Arina. Ia tiba-tiba berteriak karena tak percaya kalau orang sombong ini akan berkerja bersamanya.

"Iya, karena temanmu yang biasa kerja disini harus bekerja selama sebulan untuk perusahaan Rafa. Jadi, aku yang akan menggantikannya selama sebulan itu juga." Kata William.

"Maksudmu Nabila"? Tanya Arina penasaran.

"A iya, kalau tidak salah namanya Nabila." Kata William.

Arina diam saja dan memikirkan hal-hal yang menggangu pikirannya. Dia awalnya tidak percaya kenapa Nabila melakukan itu, Dan kenapa harus William yang sombong ini yang harus bekerja bersamanya.

"Apa kau tidak ingin aku membantumu dan melakukan kontrak kerja disini? baiklah, itu tidak masalah bagiku. Tapi kau harus bekerja sendiri selama sebulan. Sepertinya itu tidaklah mudah." Kata William. Dia pun berdiri dan bersiap pergi.

Arina terpikir lagi bagaimana susahnya dia kalau harus bekerja sendiri. Sehari saja sudah membuat dia sangat lelah apalagi ini sebulan. Akhirnya Arina menyerah dan memang, jujur ia memang membutuhkan William.

"Baiklah, baiklah, aku setuju. Aku mau kita melakukan kontrak kerja itu." Kata Arina dengan wajah terpaksa.

"Baiklah, aku akan bekerja mulai besok." Kata William. Ia tersenyum menang. Setelah itu William pun pergi.

"Selama sebulan aku akan bekerja dengan orang sombong itu? hahh, bagimana jadinya." Kata Arina dengan wajah kesal.

,

Terpopuler

Comments

𝔄𝔪𝔟𝔡𝔰𝔛ℑ𝔘.~

𝔄𝔪𝔟𝔡𝔰𝔛ℑ𝔘.~

aku dah mampir nih semangat yah☺😍

2020-09-10

0

Sept September

Sept September

malam kak, aku datang yaaaaa bawa jempollll untukmu 💕

2020-08-27

0

Aisy Hilyah

Aisy Hilyah

saat arina lama lama kepincut nanti kamu... lanjut nanti ya Thor nyicil dikit dikit... aku tunggu kedatangannya

2020-08-16

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Prolog
2 Episode 2 Nabila
3 Episode 3 Kisah di masa lalu
4 Episode 4 Perasaan ini
5 Episode 5 Pertemuan
6 Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7 Episode 7 Hari yang indah
8 Episode 8 Dia
9 Episode 9 Bertemu Salsa
10 Episode 10 Luka
11 Episode 11 Berita baik
12 Episode 12 kunjungan
13 Episode 13 pesta
14 Episode 14 Senyum mu
15 Episode 15 Kesal
16 Episode 16 Ide Nabila
17 Episode 17 Kontrak Baru
18 Episode 18 Sedih
19 Episode 19 Kenangan (1)
20 Episode 20 Kenangan (2)
21 Episode 21 Mulai Bekerja
22 Episode 22 Bersama Rafa
23 Episode 23 Sesuatu
24 Episode 24 Gantungan
25 Episode 25 Lily
26 Episode 26 Rasa Bersalah
27 Episode 27 Teman Baru
28 Episode 28 Ternyata
29 Episode 29 Bantuan
30 Episode 30 Tak Disangka
31 Episode 31 Tidak Jadi
32 Episode 32 Persahabatan
33 Episode 33 hangout
34 Episode 34 Ketakutan
35 Episode 35 Rasa Sakit
36 Episode 36 Getaran Cinta
37 Episode 37 Pelukan
38 Episode 38 Hati Rafa
39 Episode 39 Nonton Film
40 Episode 40 Bersama Rafa
41 Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42 Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43 Episode 43 Mimpi
44 Episode 44 Obat Apa Itu?
45 Episode 45 Mulai Mencari Tau
46 Episode 46 Siapa?
47 Episode 47 Ingin menjauh
48 Episode 48 Selalu Rafa
49 Episode 49 Jahil
50 Episode 50 Misterius
51 Episode 51 Mantan
52 Episode 52 Mengejutkan
53 Episode 53 Hadiah
54 Episode 54 Ungkapan Hati
55 Episode 55 Bertemu Erick
56 Episode 56 Bertemu Luna
57 Episode 57 Kecemasan
58 Episode 58 Rencana jahat
59 Episode 59 Kecurigaan Tasya
60 Episode 60 Perdebatan
61 Episode 61 Balas membalas
62 Episode 62 Berbagi cerita
63 Episode 63 Memulai aksi
64 Episode 64 Hukuman
65 Episode 65 First Kiss
66 Episode 66 Kenyamanan
67 Episode 67 Mengetahui niat jahat
68 Episode 68 Bersiap Pergi
69 Episode 69 Keributan di Mobil
70 Episode 70 Tiba di pantai
71 Episode 71 Di Pantai
72 Episode 72 Kiss (2)
73 Episode 73 Rencana Gagal
74 Episode 74 Kedatangan Luna
75 Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76 Episode 76 Kesalah Pahaman
77 Episode 77 Bersikap Dingin
78 Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79 Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80 Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81 Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82 Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83 Episode 83 Kemarahan Luna
84 Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85 Episode 85 Ancaman Randi
86 Episode 86 Menjauh dari Nabila
87 Episode 87 Keberanian Tasya
88 Episode 88 Terungkap
89 Episode 89 Rencana Baru
90 Episode 90 Malam yang kelam
91 Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92 Episode 92 Malam yang menyakitkan
93 Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94 Episode 94 Jadi pacar Rafa
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Episode 1 Prolog
2
Episode 2 Nabila
3
Episode 3 Kisah di masa lalu
4
Episode 4 Perasaan ini
5
Episode 5 Pertemuan
6
Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7
Episode 7 Hari yang indah
8
Episode 8 Dia
9
Episode 9 Bertemu Salsa
10
Episode 10 Luka
11
Episode 11 Berita baik
12
Episode 12 kunjungan
13
Episode 13 pesta
14
Episode 14 Senyum mu
15
Episode 15 Kesal
16
Episode 16 Ide Nabila
17
Episode 17 Kontrak Baru
18
Episode 18 Sedih
19
Episode 19 Kenangan (1)
20
Episode 20 Kenangan (2)
21
Episode 21 Mulai Bekerja
22
Episode 22 Bersama Rafa
23
Episode 23 Sesuatu
24
Episode 24 Gantungan
25
Episode 25 Lily
26
Episode 26 Rasa Bersalah
27
Episode 27 Teman Baru
28
Episode 28 Ternyata
29
Episode 29 Bantuan
30
Episode 30 Tak Disangka
31
Episode 31 Tidak Jadi
32
Episode 32 Persahabatan
33
Episode 33 hangout
34
Episode 34 Ketakutan
35
Episode 35 Rasa Sakit
36
Episode 36 Getaran Cinta
37
Episode 37 Pelukan
38
Episode 38 Hati Rafa
39
Episode 39 Nonton Film
40
Episode 40 Bersama Rafa
41
Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42
Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43
Episode 43 Mimpi
44
Episode 44 Obat Apa Itu?
45
Episode 45 Mulai Mencari Tau
46
Episode 46 Siapa?
47
Episode 47 Ingin menjauh
48
Episode 48 Selalu Rafa
49
Episode 49 Jahil
50
Episode 50 Misterius
51
Episode 51 Mantan
52
Episode 52 Mengejutkan
53
Episode 53 Hadiah
54
Episode 54 Ungkapan Hati
55
Episode 55 Bertemu Erick
56
Episode 56 Bertemu Luna
57
Episode 57 Kecemasan
58
Episode 58 Rencana jahat
59
Episode 59 Kecurigaan Tasya
60
Episode 60 Perdebatan
61
Episode 61 Balas membalas
62
Episode 62 Berbagi cerita
63
Episode 63 Memulai aksi
64
Episode 64 Hukuman
65
Episode 65 First Kiss
66
Episode 66 Kenyamanan
67
Episode 67 Mengetahui niat jahat
68
Episode 68 Bersiap Pergi
69
Episode 69 Keributan di Mobil
70
Episode 70 Tiba di pantai
71
Episode 71 Di Pantai
72
Episode 72 Kiss (2)
73
Episode 73 Rencana Gagal
74
Episode 74 Kedatangan Luna
75
Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76
Episode 76 Kesalah Pahaman
77
Episode 77 Bersikap Dingin
78
Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79
Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80
Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81
Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82
Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83
Episode 83 Kemarahan Luna
84
Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85
Episode 85 Ancaman Randi
86
Episode 86 Menjauh dari Nabila
87
Episode 87 Keberanian Tasya
88
Episode 88 Terungkap
89
Episode 89 Rencana Baru
90
Episode 90 Malam yang kelam
91
Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92
Episode 92 Malam yang menyakitkan
93
Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94
Episode 94 Jadi pacar Rafa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!