Setelah Nabila menceritakan semuanya. Bagaimana dia membantu mempersiapkan taman untuk pesta waktu itu. Hal itu membuat Rafa kagum dengan ke kreatifan Nabila. Dan salut dengan kebaikan Nabila yang mau membantu para pekerja. Padahal waktu itu Nabila juga sudah lelah mempersiapkan bunga-bunganya.
"Whaa, kau hebat, aku kagum dengan dirimu." Kata Rafa sambil tersenyum kearah Nabila.
"Haha, itu bukan apa-apa. Aku hanya membantu beberapa pekerjaan yang memang bisa aku bantu." Kata Nabila tersipu malu.
"Karena itu, aku ingin kau bekerja untukku." Kata Rafa.
"Bekerja? maksudnya? aku tidak mengerti." Tanya Nabila dengan wajah yang bingung.
"Jadi, setiap tahun itu ada perlombaan yang diadakan oleh setiap perusahaan. Perlombaan ini berupa festival. Kita bebas menampilkan apapun di festival itu. perusahaan mana yang festivalnya paling bagus akan diberikan sertifikat perusahaan terbaik." Kata Rafa menjelaskan kepada Nabila.
"Tahun lalu, perusahaan kami dapat peringkat kedua. Dan kami belum berhasil mendapatkan sertifikat terbaik itu. Karena itu, aku ingin kamu membantu kami untuk mendapatkan peringkat pertama. Dan menjadikan perusahaan ini sebagai perusahaan terbaik." Kata Rafa.
"Tapi.., aku masih kurang yakin, apakah aku bisa membantu kalian atau tidak." Kata Nabila ragu.
"Kenapa kau ragu? kau telah membuktikannya di pesta waktu itu. Kau yang mengatur seluruh taman itu. Dan hasilnya, semua orang kagum bahkan memuji hasil kerjamu." Kata Rafa.
Nabila masih tampak ragu dan memikirkan kembali tentang tawaran itu. Dia ragu dengan kemampuannya sendiri. Festival ini adalah acara besar tidak seperti pesta Kemaren yang masih tergolong kecil.
"Tenang saja, kau tidak akan bekerja sendiri kok. Aku akan membantumu juga, karyawan lain juga akan membantu. Aku hanya ingin kau mengembangkan ide-ide kreatif yang kau punya itu untuk festival ini." Kata Rafa tampak meyakinkan Nabila.
"Kapan festival itu diadakan?" Tanya Nabila penasaran.
"Hmm, lebih kurang diadakan satu bulan lagi kalau dihitung dari sekarang." Kata Rafa.
"Dan dalam waktu sebulan itu, aku hanya akan bekerja untukmu? di perusahaan ini? begitu?" Tanya Nabila.
"Iya, selama sebulan ini kau akan ku jadikan karyawan khusus untuk membantu mensukseskan acara festival perusahaan ini." Kata Rafa tersenyum.
"Apakah ini kesempatan yang diberikan untukku? aku akan bekerja sebulan untuknya? itu artinya aku akan bertemu dengannya setiap hari? bahkan setiap waktu mungkin aku akan selalu melihatnya. Apakah ini petunjuk untukku agar aku bisa membantu Rafa mengingat lagi tentang diriku? dan masa lalu yang dilupakannya?" Nabila tampak berpikir dalam hati.
"Baiklah, dalam waktu sebulan ini dia akan selalu disini. Satu per satu ingatan yang aku lupakan atau masa lalu yang hilang begitu saja akan terungkap. Dan juga sepertinya, dia ada kaitannya dengan diriku di masa lalu. Karena setiap ada dia, bayangan itu selalu muncul. Dia sepertinya bisa membantu aku. Aku juga akan berusaha untuk mengingat dan mencari tau tentang semua itu." Kata Rafa dalam hati.
"Baiklah, aku setuju, aku akan bekerja untukmu dan sama-sama kita menyukseskan festival itu." Kata Nabila.
Rafa pun tersenyum kearah Nabila. Dalam hati dia juga senang karena Nabila mau bekerja dengannya.
"Tapi, bagaimana dengan toko bungaku? bagaimana dengan Arina? dia akan kesulitan kalau bekerja sendiri." Tanya Nabila. Ia teringat dengan tokonya.
"Tenang, aku sudah memikirkannya. Aku sudah menyuruh seseorang untuk membantu Arina selama sebulan kau bekerja disini." Kata Rafa.
"Siapa?" Tanya Nabila penasaran.
Toko Bunga
Hari ini karena Nabila pergi mengurus sesuatu kekantor Rafa. Arina harus bekerja sendiri di toko. Dia menyelesaikan beberapa pekerjaan Nabila tadi yang tertunda. Setelah itu, Arina juga merapikan beberapa bunga-bunga yang berantakan. Lalu, Nabila juga merapikan kursi-kursi dan meja, menyiram bunga, menyapu lantai, membuang dan membersihkan bunga yang layu. Dan semua pekerjaan itu Arina yang melakukannya sendiri.
"Ternyata, bekerja sendiri sangatlah melelahkan. Kenapa Nabila lama sekali pulang." Arina duduk di salah satu kursi sambil meluruskan kakinya.
Tak lama setelah Arina duduk, lonceng pintu berbunyi tandanya ada seseorang yang datang ke tokonya. Arina pun langsung berdiri dan menghampiri seseorang tersebut.
"Ada yang bisa saya ban....." Ucapan Arina terhenti ketika dia melihat seorang itu.
Seketika waktu seperti bergerak lambat. Seorang pria berjalan kaerah Arina dengan gaya cool bak model. Arina melihat dengan mata yang mem bulat dan mulut yang terbuka. Pria itu mempunyai badan yang ideal, tinggi yang semampai, badan yang tegap, bahkan kulitnya putih dan mulus. Juga rambutnya yang berwarna agak kecoklatan. Tampilannya juga sangat menawan. Dia bahkan memakai jam tangan dari merek terkenal dan juag sepatu yang mengkilat. Membuat Arina terdiam sambil melihat laki laki itu tanpa berkedip.
Pria itu melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Arina. Karena Ia melihat Arina terdiam sambil melihat wajah pria itu.
"Aaa, Siapa dia? dia sangat ganteng, apakah dia model atau artis? badannya juga sangat sempurna. Dia bahkan memakai barang barang dari merek terkenal. Tapi, ada perlu apa dia kemari? apakah dia ingin membeli bunga? " Kata Arina dalam hati.
"Apakah ada yang bisa saya bantu?" Tanya Arina sambil tersenyum-senyum.
Pria itu tak menghiraukan pertanyaan Arina. Dia menyuruh Arina membersihkan salah satu kursi disana. Dia bahkan langsung duduk tanpa disuruh dulu. Pria itu langsung melipat kedua tangannya di depan dada layaknya seperti bos.
"Haaa gaya seperti apa itu. Dia kira dia yang punya toko ini? seenaknya saja, penampilan nya saja yang menarik ternyata sikapnya sungguh mengecewakan. Dasar tidak sopan." Kata Arina dalam hati.
Arina pun ikut duduk didepan pria itu. Ia juga melipat kedua tangannya didepan dada meniru gaya pria itu.
"Siapa kau? mau apa kau kemari?" Tanya Arina. Sikap manis Arina tadi langsung berubah menjadi ketus karena pria itu tidak sopan dengannya
"Cih, sikapmu sangatlah tidak baik. Jika ada tamu kau seharusnya berbicara dengan lembut tidak ketus seperti itu." Kata pria itu.
"Salahkan sendiri sikapmu itu yang sangat tidak sopan. Kau bahkan mengabaikanku ketika aku sudah menyambutmu dengan sangat sopan." Kata Arina kesal.
"Hahh, hari pertamaku disini saja sudah sangat menjengkelkan. Bagaimana aku bisa bertahan selama sebulan?" Kata pria itu menghela napas.
"Apa maksudmu bertahan sebulan?" Tanya Arina. Ia penasaran dengan ucapan yang barusan di ucapkan pria itu.
"Sebelumnya aku akan perkenalkan diri dulu. Namaku William, aku asli orang Indonesia. Tapi, sejak umurku 10 tahun aku pindah tinggal ke Korea karena ayahku bekerja disana. Profesiku adalah seorang desainer grafis. Aku juga bekerja di Korea. Tapi sekarang aku lagi liburan di Indonesia." Kata Wiiliam menjelaskan kepada Arina.
Arina kembali terbengong ketika William menjelaskan siapa dirinya. Arina sangat terpesona dengan penampilannya. Arina kembali dibuat terpesona dengan pekerjaan William yang ternyata seorang desainer yang bekerja di Korea.
"Lalu, ada perlu apa kau kemari"? Tanya Arina. Ia kembali teringat kalau dia sekarang lagi kesal dengan William. Ia pun kembali berbicara ketus.
"Rafa dan aku berteman. Waktu itu dia pernah membantu aku. Karena itu aku masih berhutang budi dengannya. Sekarang dia meminta bantuanku untuk melakukan kontrak kerja dan membantumu selama sebulan disini." Kata William.
"Apa!! kontrak kerja? kau akan bekerja disini bersamaku?" Tanya Arina. Ia tiba-tiba berteriak karena tak percaya kalau orang sombong ini akan berkerja bersamanya.
"Iya, karena temanmu yang biasa kerja disini harus bekerja selama sebulan untuk perusahaan Rafa. Jadi, aku yang akan menggantikannya selama sebulan itu juga." Kata William.
"Maksudmu Nabila"? Tanya Arina penasaran.
"A iya, kalau tidak salah namanya Nabila." Kata William.
Arina diam saja dan memikirkan hal-hal yang menggangu pikirannya. Dia awalnya tidak percaya kenapa Nabila melakukan itu, Dan kenapa harus William yang sombong ini yang harus bekerja bersamanya.
"Apa kau tidak ingin aku membantumu dan melakukan kontrak kerja disini? baiklah, itu tidak masalah bagiku. Tapi kau harus bekerja sendiri selama sebulan. Sepertinya itu tidaklah mudah." Kata William. Dia pun berdiri dan bersiap pergi.
Arina terpikir lagi bagaimana susahnya dia kalau harus bekerja sendiri. Sehari saja sudah membuat dia sangat lelah apalagi ini sebulan. Akhirnya Arina menyerah dan memang, jujur ia memang membutuhkan William.
"Baiklah, baiklah, aku setuju. Aku mau kita melakukan kontrak kerja itu." Kata Arina dengan wajah terpaksa.
"Baiklah, aku akan bekerja mulai besok." Kata William. Ia tersenyum menang. Setelah itu William pun pergi.
"Selama sebulan aku akan bekerja dengan orang sombong itu? hahh, bagimana jadinya." Kata Arina dengan wajah kesal.
,
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
𝔄𝔪𝔟𝔡𝔰𝔛ℑ𝔘.~
aku dah mampir nih semangat yah☺😍
2020-09-10
0
Sept September
malam kak, aku datang yaaaaa bawa jempollll untukmu 💕
2020-08-27
0
Aisy Hilyah
saat arina lama lama kepincut nanti kamu... lanjut nanti ya Thor nyicil dikit dikit... aku tunggu kedatangannya
2020-08-16
0