Episode 3 Kisah di masa lalu

5 tahun yang lalu ...

Belanda,17 Agustus 2015

Tampak sepasang kekasih sedang duduk dengan santai disalah satu taman bunga yang ada di Belanda. Mereka saling memandangi berbagai macam bunga yang berada di sekitar mereka, sambil menikmati permen gulali yang sedang mereka makan.

"Pemandangan disini sangat indah, aku sangat menyukainya." Kata Nabila.

"Iya, pasti karena ada aku juga kan." Kata Rafa sambil tertawa.

"Huhh ... kau sangat kepedean." Nabila berkata dengan tersenyum dan lanjut memakan permen gulalinya.

Dan ternyata sepasang kekasih itu adalah Nabila dan Rafa. Dulunya, mereka adalah sepasang kekasih yang saling jatuh cinta dan saling mencintai. Tak ada halangan bagi mereka untuk saling mencintai.

Bahkan, Rafa rela menemani Nabila sampai ke Belanda demi kelancaran penelitian yang sedang dilakukan sang kekasih.

Karena saat ini, Nabila sedang melakukan sebuah penelitian terhadap bunga dan tumbuhan di salah satu tempat di Belanda. Dia terpilih menjadi salah satu perwakilan dari Indonesia ke Belanda untuk melakukan penelitian tersebut, karena bakat dan kehebatan Nabila dalam menganalisis tentang tumbuhan dan berbagai macam bunga.

"Tidak salah kita memilih hari ini untuk pergi ke taman bunga ini, karena cuacanya sangat bagus." Kata Nabila.

"Benar, cuacanya sangat bagus. Tapi, kenapa kau sangat ingin pergi ke taman ini?" Rafa bertanya. Dan sambil tetap memakan permen gulalinya.

"Pergi ke taman ini merupakan salah satu impian aku dari kecil, karena disini ada begitu banyak macam bunga yang sangat indah dan cantik." Kata Nabila kagum.

Dengan mata berbinar Nabila menjawab pertanyaan Rafa dan terus memandangi hamparan bunga yang ada didepan mereka.

Lalu, Nabila beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke salah satu bunga yang terletak didekat situ. Rafa pun mengikutinya karena penasaran kemana Nabila pergi. Setelah sampai disalah satu bunga tersebut Nabila tampak sangat bahagia sambil menyentuh bunga tersebut.

"Wahhh, ternyata jika dilihat secara langsung bunga ini lebih indah." Kata Nabila. Sambil mengelus elus bunga itu.

"Kau menyukai bunga ini?" Rafa bertanya kepada Nabila karena tampaknya Nabila sangat menyukai bunga tersebut.

"Tentu saja, bunga ini merupakan bunga favorit aku. Sudah sangat lama aku ingin melihat bunga ini dan bahkan sangat ingin memilikinya."

"Tapi, aku hanya bisa melihatnya lewat foto saja karena aku tak mampu membelinya

Kau tau bunga ini sangat mahal." Sambil melihat kearah Rafa, Nabila tersenyum sendu.

"Ya sudahlah, yang penting sekarang kau sudah bisa melihatnya secara langsung dan kau juga sudah bisa menyentuhnya. Kau senang?" Rafa bertanya kepada sambil menghibur Nabila yang tadi terlihat sedih.

"Tentu saja, aku tidak akan pernah melupakan momen ini." Kata Nabila.

"Tapi, kalau dilihat lihat bunga ini tampak biasa saja. Tidak ada sesuatu yang kelihatan istemewa. Tapi, kenapa kau begitu menyukainya?" Tanya Rafa. Ia tampak heran setelah memandangi bunga itu.

Nabila sekilas melihat Rafa karena pertanyaan Rafa itu. Nabila kembali memandang bunga itu dengan tersenyum.

"Jangan dilihat dari luarnya saja, tapi dari arti dan makna bunganya ini." Kata Nabila.

"Apa kau tau nama bunga ini? namanya adalah wallflower walaupun tampak biasa saja. Tetapi, bunga ini punya arti yang sangat dalam dan sangat bermakna. Kau tau apa artinya? Nabila bertanya kepada Rafa.

"Aku tidak tau, karena aku juga tidak terlalu menyukai bunga. Karena itu, aku juga tidak terlalu banyak tau tentang bunga." Sambil tersenyum kearah Nabila.

"Huft, kau ini, baiklah kalau begitu aku akan memberi taumu. Jadi, wallflower ini mempunyai arti cinta yang kuat, jika dia bisa berkata dia akan mengatakan hal seperti ini."

"Walaupun harus menyeberangi laut, melewati lautan api, aku akan tetap mencarimu. Sayang, cintaku hanya untukmu." Seperti itulah ibaratnya.

Sambil mengatakan kalimat itu kepada Rafa, secara tak sadar Nabila memandangi Rafa dengan tatapan cinta dan hangat. Tatapan seperti itulah yang Rafa sukai dari Nabila. Seperti cinta itu hanya untuknya dan terasa sangat setia.

Rafa pun membalas tatapan Nabila dengan tatapan cinta juga. Saat ini ia hanya ingin memandang Nabila saja. Dan pada akhirnya mereka saling pandang memandang dengan tatapan yang sangat romantis.

Setelah itu, mereka pun memutuskan untuk berfoto didepan bunga tersebut. Agar Nabila punya kenang kenangan dengan bunga itu.

Namun, Nabila tersadar akan sesuatu dan memukul lengan Rafa.

"Hei ... kau ini ... kita hampir melupakan festival tersebut, ini sudah hampir jam berapa, pertunjukannya sudah hampir mulai." Kata Nabila dengan wajah cemas.

"Kita masih punya waktu, kau ini bikin aku takut saja, aku kira tadi ada apa." Kata Rafa terkejut.

Nabila menghela nafasnya berat, Rafa begitu santai dan tidak tau betapa cemasnya Nabila jika mereka telat 1 detik saja.

"Tempatnya cukup jauh kalau dari sini, karena itu kita harus pergi lebih awal, kita tidak boleh telat pokoknya. Ayo, kita pergi sekarang juga." Nabila pun menarik tangan Rafa dan bergegas pergi.

Mereka akhirnya tiba di pantai Scheveningen, Den Haag. Tempat dimana festival tersebut diadakan. Festival ini merupakan acara yang mempertunjukan kembang api yang meriah dari berbagai negara. Festival ini hanya diadakan satu kali setahun.

Nabila tidak pernah sebelumnya melihat acara yang seperti ini dan semeriah ini. Jadi, Karena itu Nabila sangat antusias untuk melihat pertunjukan ini yang mungkin bisa dia lihat hanya sekali ini saja.

"Pertunjukannya sebantar lagi akan dimulai, aku sudah tidak sabar ingin melihatnya." Kata Nabila. Ia sangat bahagia sambil memeluk lengan Rafa.

"Kau seperti anak kecil saja yang baru pertama kali melihat kembang api." Kata Rafa.

"Tapi, ini kan bukan seperti kembang api biasa, ini lebih mewah dan megah, ini momen yang takkan terulang lagi, jadi aku harus sangat antusias dong." Kata Nabila.

Setelah itu, bunyi aba aba bahwa festival akan segera dimulai. Panitia acara itupun meminta para pengunjung untuk sama sama menghitung mundur dengan serentak. Nabila pun sangat antusias dan ikut menghitung.

"Three, two, one ...."

Duarr... Duarrrr...

Semua pengunjung disana terlihat terkejut ketika kembang api itu meletus dilangit. Namun, dalam sekejap mereka semua kagum melihat indahnya kembang api tersebut.Tak terkecuali Nabila dan Rafa, mereka pun tampak terpukau dan takjub melihat kembang api itu dan keindahan yang ditunjukannya.

Mereka berdua tidak bicara apa apa, hanya terdiam dan takjub melihat kembang api itu. Dalam hidupnya, baru sekali ini Nabila bisa merasakan dan melihat keindahan yang megah seperti ini di negeri orang.

Lalu, tiba-tiba Rafa menarik tangan Nabila dan mengarahkan Nabila untuk menghadapnya.

"Hmm? ada apa ? kenapa kau memegang tanganku?" Tanya Nabila tampak heran dan bingung.

"Aku ingin memberikanmu ini." Rafa pun mengeluarkan bunga yang dipegangnya

dan memberikan kepada Nabila.

Nabila pun terkejut dan tidak menyangka bahwa Rafa memberikannya wallflower yang merupakan bunga favoritnya, Nabila bahkan tak tau harus berkata apa karena terlalu bahagia.

Dan Rafa memberikan bunga itu kepada Nabila disaat momen yang tepat. Rafa terlihat sangat romantis dihadapan Nabila.

Tak kuasa menahan air mata karena terharu dengan pemberian Rafa. Nabila pun menangis.

"Heyyy jangan menangis, kau jelek kalau menangis." Rafa pun menghapus air mata Nabila dan tertawa ketika melihat Nabila marah.

"Kau ini menghancurkan keromantisan kita saja." Kata Nabila kesal. Tetapi Nabila tetap senang akan pemberian Rafa tersebut.

"Kapan kau membelinya? perasaan sejak tadi kita selalu berdua dan kau tidak ada pergi kemana mana." Kata Nabila penasaran.

"Rahasia dong, yang terpenting sekarang kau sudah mendapatkan bunganya kan." Kata Rafa.

"Terima kasih Rafa," Nabila berucap sangat lembut dan memeluk Rafa, Rafa pun membalas pelukan Nabila.

"Aku mancintaimu." Kata Rafa.

"Aku juga mencintaimu." Balas Nabila.

Namun, tak ada yang menyangka bahwa kebahagian mereka bisa menghilang dalam sekejap.

Terpopuler

Comments

UCHI °OFFICIAL°

UCHI °OFFICIAL°

Hadir

2020-12-03

0

^Dea i^Hiatus

^Dea i^Hiatus

Haii kak, semangat 🙏
Ceritanya bagus😘lanjut thor, aku udah like
Jangan lupa feedback ke cerita aku judulnya
Suamikuh CEO kejam dan karyaku yang lainya

2020-09-07

0

punya ®

punya ®

lanjut thor,aku udah mampir n like😊

2020-09-02

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Prolog
2 Episode 2 Nabila
3 Episode 3 Kisah di masa lalu
4 Episode 4 Perasaan ini
5 Episode 5 Pertemuan
6 Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7 Episode 7 Hari yang indah
8 Episode 8 Dia
9 Episode 9 Bertemu Salsa
10 Episode 10 Luka
11 Episode 11 Berita baik
12 Episode 12 kunjungan
13 Episode 13 pesta
14 Episode 14 Senyum mu
15 Episode 15 Kesal
16 Episode 16 Ide Nabila
17 Episode 17 Kontrak Baru
18 Episode 18 Sedih
19 Episode 19 Kenangan (1)
20 Episode 20 Kenangan (2)
21 Episode 21 Mulai Bekerja
22 Episode 22 Bersama Rafa
23 Episode 23 Sesuatu
24 Episode 24 Gantungan
25 Episode 25 Lily
26 Episode 26 Rasa Bersalah
27 Episode 27 Teman Baru
28 Episode 28 Ternyata
29 Episode 29 Bantuan
30 Episode 30 Tak Disangka
31 Episode 31 Tidak Jadi
32 Episode 32 Persahabatan
33 Episode 33 hangout
34 Episode 34 Ketakutan
35 Episode 35 Rasa Sakit
36 Episode 36 Getaran Cinta
37 Episode 37 Pelukan
38 Episode 38 Hati Rafa
39 Episode 39 Nonton Film
40 Episode 40 Bersama Rafa
41 Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42 Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43 Episode 43 Mimpi
44 Episode 44 Obat Apa Itu?
45 Episode 45 Mulai Mencari Tau
46 Episode 46 Siapa?
47 Episode 47 Ingin menjauh
48 Episode 48 Selalu Rafa
49 Episode 49 Jahil
50 Episode 50 Misterius
51 Episode 51 Mantan
52 Episode 52 Mengejutkan
53 Episode 53 Hadiah
54 Episode 54 Ungkapan Hati
55 Episode 55 Bertemu Erick
56 Episode 56 Bertemu Luna
57 Episode 57 Kecemasan
58 Episode 58 Rencana jahat
59 Episode 59 Kecurigaan Tasya
60 Episode 60 Perdebatan
61 Episode 61 Balas membalas
62 Episode 62 Berbagi cerita
63 Episode 63 Memulai aksi
64 Episode 64 Hukuman
65 Episode 65 First Kiss
66 Episode 66 Kenyamanan
67 Episode 67 Mengetahui niat jahat
68 Episode 68 Bersiap Pergi
69 Episode 69 Keributan di Mobil
70 Episode 70 Tiba di pantai
71 Episode 71 Di Pantai
72 Episode 72 Kiss (2)
73 Episode 73 Rencana Gagal
74 Episode 74 Kedatangan Luna
75 Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76 Episode 76 Kesalah Pahaman
77 Episode 77 Bersikap Dingin
78 Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79 Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80 Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81 Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82 Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83 Episode 83 Kemarahan Luna
84 Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85 Episode 85 Ancaman Randi
86 Episode 86 Menjauh dari Nabila
87 Episode 87 Keberanian Tasya
88 Episode 88 Terungkap
89 Episode 89 Rencana Baru
90 Episode 90 Malam yang kelam
91 Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92 Episode 92 Malam yang menyakitkan
93 Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94 Episode 94 Jadi pacar Rafa
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Episode 1 Prolog
2
Episode 2 Nabila
3
Episode 3 Kisah di masa lalu
4
Episode 4 Perasaan ini
5
Episode 5 Pertemuan
6
Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7
Episode 7 Hari yang indah
8
Episode 8 Dia
9
Episode 9 Bertemu Salsa
10
Episode 10 Luka
11
Episode 11 Berita baik
12
Episode 12 kunjungan
13
Episode 13 pesta
14
Episode 14 Senyum mu
15
Episode 15 Kesal
16
Episode 16 Ide Nabila
17
Episode 17 Kontrak Baru
18
Episode 18 Sedih
19
Episode 19 Kenangan (1)
20
Episode 20 Kenangan (2)
21
Episode 21 Mulai Bekerja
22
Episode 22 Bersama Rafa
23
Episode 23 Sesuatu
24
Episode 24 Gantungan
25
Episode 25 Lily
26
Episode 26 Rasa Bersalah
27
Episode 27 Teman Baru
28
Episode 28 Ternyata
29
Episode 29 Bantuan
30
Episode 30 Tak Disangka
31
Episode 31 Tidak Jadi
32
Episode 32 Persahabatan
33
Episode 33 hangout
34
Episode 34 Ketakutan
35
Episode 35 Rasa Sakit
36
Episode 36 Getaran Cinta
37
Episode 37 Pelukan
38
Episode 38 Hati Rafa
39
Episode 39 Nonton Film
40
Episode 40 Bersama Rafa
41
Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42
Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43
Episode 43 Mimpi
44
Episode 44 Obat Apa Itu?
45
Episode 45 Mulai Mencari Tau
46
Episode 46 Siapa?
47
Episode 47 Ingin menjauh
48
Episode 48 Selalu Rafa
49
Episode 49 Jahil
50
Episode 50 Misterius
51
Episode 51 Mantan
52
Episode 52 Mengejutkan
53
Episode 53 Hadiah
54
Episode 54 Ungkapan Hati
55
Episode 55 Bertemu Erick
56
Episode 56 Bertemu Luna
57
Episode 57 Kecemasan
58
Episode 58 Rencana jahat
59
Episode 59 Kecurigaan Tasya
60
Episode 60 Perdebatan
61
Episode 61 Balas membalas
62
Episode 62 Berbagi cerita
63
Episode 63 Memulai aksi
64
Episode 64 Hukuman
65
Episode 65 First Kiss
66
Episode 66 Kenyamanan
67
Episode 67 Mengetahui niat jahat
68
Episode 68 Bersiap Pergi
69
Episode 69 Keributan di Mobil
70
Episode 70 Tiba di pantai
71
Episode 71 Di Pantai
72
Episode 72 Kiss (2)
73
Episode 73 Rencana Gagal
74
Episode 74 Kedatangan Luna
75
Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76
Episode 76 Kesalah Pahaman
77
Episode 77 Bersikap Dingin
78
Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79
Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80
Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81
Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82
Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83
Episode 83 Kemarahan Luna
84
Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85
Episode 85 Ancaman Randi
86
Episode 86 Menjauh dari Nabila
87
Episode 87 Keberanian Tasya
88
Episode 88 Terungkap
89
Episode 89 Rencana Baru
90
Episode 90 Malam yang kelam
91
Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92
Episode 92 Malam yang menyakitkan
93
Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94
Episode 94 Jadi pacar Rafa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!