Episode 5 Pertemuan

Rumah sakit

"Sudah sekian lama kau tak menghubungiku dan sekarang kau tiba tiba menelponku dan langsung mengatakan kalau kau membutuhkanku, huhh."

Jawab seorang laki laki yang bernama Erick yang merupakan seorang dokter dan sekaligus teman Rafa sejak mereka masih sekolah sampai sekarang. Mereka masih berhubungan erat dan sudah seperti saudara yang begitu sangat akrab.

"Bukannya menyapa kau malah marah marah denganku." Kata Rafa.

"Ada masalah apa sampai kau meneleponku hah? sudah lama kita tak bertemu." Tanya Erick dengan penasaran.

"Bayangan itu muncul kembali dan membuat kepalaku sangat sakit." Kata Rafa dengan serius.

Erick pun membenarkan posisi duduknya dan langsung berubah serius ketika Rafa membahas tentang bayangan itu lagi.

"Sudah 4 tahun bayangan itu hilang dan sekarang tiba tiba muncul, apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Erick dengan penasaran.

"Aku tidak tau, aku hanya mampir ke toko bunga tadi, dan..." Seketika Rafa pun teringat kembali ketika dia bertanya kepada Nabila tentang wallflower. Dan Nabila pun menjelaskan makna dan sesudah itulah kepalanya terasa sakit dan bayangan itu muncul kembali.

"Dan apaa?" Erick pun bertanya kepada Rafa karena Rafa terlihat diam saja.

"Tidak jadi, aku hanya ingin kau memberikan aku obat untuk menghilangkan rasa sakit kepala ku ini." Kata Rafa.

"Aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi. Aku bisa saja memberikanmu obat untuk menghilangkan rasa sakit di kepalamu. Tapi, tidak dengan bayangan itu." Kata Erick dengan serius.

"Apa kau tau? kenapa bayangan itu bisa muncul kembali?" Tanya Rafa.

Erick pun tampak memajukan sedikit badannya kearah Rafa.

"Ia akan muncul kalau ada sesuatu yang berhubungan dengan masa lalumu." Seketika raut wajah Rafa pun tampak terkejut.

"Apa akhir akhir ini kau bertemu seseorang?" ucap Erick penasaran.

"Tidak, tidak ada." Kata Rafa berbohong

Setelah itu ia pamit dan pergi meninggalkan Erick.

Lalu Erick berbicara sendiri dengan lamunannya.

"Apa dia bertemu Nabila lagi? itu tidak boleh terjadi." Kata Erick khawatir.

Toko Bunga

Nabila tampak melamun sambil menatap kosong kearah jalanan yang ada dihadapannya. Dia hanya memikirkan apa yang sebenarnya terjadi dengan Rafa. Dia pun mengingat kembali ketika Rafa tampak sakit sambil memegang kepalanya.

"Sebenarnya apa yang terjadi dengan dia, apakah dia lagi sakit? huhh setau aku dia tidak mempunyai riwayat penyakit apapun. Tetapi, kenapa tadi dia tampak begitu kesakitan yahh?"

Nabila tampak bergumam dengan dirinya sendiri. Dia tampak berpikir keras sambil memainkan pena yang ada di tangannya.

Arina pun melihat Nabila yang tampak melamun sejak tadi. Kalau bisa dihitung sudah lama Nabila duduk disitu dan kerjaannya hanya melamun. Entah apa yang dipikirkannya, Arina pun tak tau. Arina pun berinisiatif untuk mengejutkan Nabila, ia pun berjalan perlahan lahan ketempat Nabila.

"Bwwaaaa..." Arina pun berhasil mengejutkan Nabila dengan memukul pundaknya. Ia pun tampak senang dan tertawa sangat keras ketika berhasil membuat Nabila terkejut dan kesal.

"Hei ... apa yang kau lakukan? kau mengejutkanku saja, kau itu membuat jantungku hampir copot. Menyebalkan sekali." Nabila pun mengelus ngelus dadanya, dan melihat Arina dengan tatapan kesal karena ia begitu puas menertawakannya.

"Santai dong, salah sendiri ngapain juga kau melamun seperti itu. Sudah dari tadi aku perhatikan, kau bahkan tidak melakukan apa apa kau hanya melamun. Entah apa yang kau pikirkan sebenarnya huh." Kata Arina dengan penasaran.

"Apa aku berpikir selama itu? huhh aku tak menyadarinya." Nabila hanya membalas ucapan Arina dengan lemas.

"Emangnya kau memikirkan apa?" Arina tampak heran dan bertanya kepada Nabila.

"Ahh tidak ada, aku hanya memikirkan kegiatan apa yang bagus aku lakukan besok. Karena besok hari Minggu kita tidak kerja dan aku bingung harus ngapain." Kata Nabila.

Nabila pun hanya bisa berbohong menjawab pertanyaan Arina tadi. Karena ia belum berani untuk mengatakan kepada Arina apa yang sebenarnya dia pikirkan. Dan tentang hubungan dia dengan Rafa di masa lalu.

Arina pun memukul lengan Nabila, dia pun terlihat kesal sambil melipat kedua tangannya di dada.

"Apa kau tidak ingat besok itu kau ada janji jalan dengan Randi, huh." Arina pun berbicara dengan lantang dan menekankan setiap kalimat yang diucapkannya agar Nabila ingat dan mendengarkanya.

"Aaaaa aku lupaa, kenapa aku bisa melupakan pertemuan aku besok." Nabila pun

memukul kepalanya sendiri dan merasa sangat bodoh karena ia sama sekali tidak ingat akan janjinya dengan Randi untuk jalan jalan besok.

Keesokan harinya...

Taman Bermain

"Kenapa dia lama sekali." Nabila pun bergumam karena Randi yang ditunggunya tak kunjung datang juga.

Randi adalah teman Arina, waktu itu Arina sangat sedih melihat Nabila yang belum bisa move on dari cinta lamanya. Dan terus saja menangis jika ada sesuatu yang berhubungan dengan cinta lamanya.

Walaupun Arina tidak tau siapa cinta lama Nabila yang membuat Nabila susah untuk melupakannya. Dan pada akhirnya Arina pun mengenalkan Nabila dengan Randi salah satu temannya.

"Nabilaaa." Nabila pun menoleh kearah sumber suara yang memanggil namanya tersebut.Ternyata itu Randi sambil berlari lari menghampiri Nabila yang duduk di salah satu kursi taman disitu.

"Kau sudah lama menungguku?" Tanya Randi dengan nafas yang masih terengah engah

"Tidak juga." Kata Nabila tersenyum.

Mereka pun menghabiskan seharian penuh waktu mereka untuk pergi jalan jalan sambil menikmati pemandangan yang ada disekitar sana. Dan menikmati beberapa permainan dan jajanan yang ada di taman tersebut.

Tak terasa waktu pun berlalu begitu cepat dan hari pun sudah beranjak malam.

"Apa kau menyukainya? jalan jalan hari ini?" tanya Randi ketika mereka sudah duduk disalah satu kursi taman dan menikmati satu cup kopi hangat.

"Ahh tentu saja." Nabila pun meminum kopinya sambil menjawab pertanyaan Randi dengan tersenyum.

Sebenarnya di lubuk hatinya yang paling dalam Nabila tidak suka pergi jalan jalan dan menghabiskan waktu dengan cowok lain.

Tetapi, karena Arina yang menyuruh dan memaksa, Nabila pun hanya menurut saja apa yang disuruh sahabatnya itu. Karena dia tidak mau melihat Arina selalu khawatir dengan dirinya.

"Bagaimana jika Minggu depan kita pergi jalan lagi?" Randi mulai bicara dengan Nabila.

"Baiklah, jika aku punya waktu." Kata Nabila dengan kaku. Karena sebenarnya dalam hati Nabila tidak begitu suka pergi berdua saja dengan Randi karena menurutnya dia dan Randi itu masih Canggung. Tapi semua ini demi Arina.

"Sepertinya hari sudah sangat malam, sudah waktunya untuk pulang." Nabila pun mengatakan kepada Randi karena ia takut Ibunya khawatir.

"Ah iyaa, baiklah, aku antar kamu pulang," Kata Randi.

Ketika mereka menuju pakiran mobil tiba tiba-tiba ada seseorang laki laki yang menyenggol Nabila dan membuat badan Nabila pun oleng. Ia tidak bisa menjaga keseimbangan badannya sendiri karena terlalu terkejut. Dan Nabila pun tampak akan terjatuh. Namun, refleks seseorang tadi langsung menarik tangan Nabila dan pada akhirnya Nabila berada di pelukan cowok itu.

Terpopuler

Comments

Gayle (Hiatus)

Gayle (Hiatus)

Mampir lagi ni kak😆
Udah ku like, rate 5 sama vote...terus berkarya kak smngt.

2020-08-22

0

EL

EL

aku sudah mampir yah..

2020-08-14

0

Rilansun

Rilansun

kk aku mampir nih, nyicil dulu ya😅.

bagus kk critanya, smngt nulis dan mikirnya 💪😊


slm dari Brittle 🖤

2020-08-11

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Prolog
2 Episode 2 Nabila
3 Episode 3 Kisah di masa lalu
4 Episode 4 Perasaan ini
5 Episode 5 Pertemuan
6 Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7 Episode 7 Hari yang indah
8 Episode 8 Dia
9 Episode 9 Bertemu Salsa
10 Episode 10 Luka
11 Episode 11 Berita baik
12 Episode 12 kunjungan
13 Episode 13 pesta
14 Episode 14 Senyum mu
15 Episode 15 Kesal
16 Episode 16 Ide Nabila
17 Episode 17 Kontrak Baru
18 Episode 18 Sedih
19 Episode 19 Kenangan (1)
20 Episode 20 Kenangan (2)
21 Episode 21 Mulai Bekerja
22 Episode 22 Bersama Rafa
23 Episode 23 Sesuatu
24 Episode 24 Gantungan
25 Episode 25 Lily
26 Episode 26 Rasa Bersalah
27 Episode 27 Teman Baru
28 Episode 28 Ternyata
29 Episode 29 Bantuan
30 Episode 30 Tak Disangka
31 Episode 31 Tidak Jadi
32 Episode 32 Persahabatan
33 Episode 33 hangout
34 Episode 34 Ketakutan
35 Episode 35 Rasa Sakit
36 Episode 36 Getaran Cinta
37 Episode 37 Pelukan
38 Episode 38 Hati Rafa
39 Episode 39 Nonton Film
40 Episode 40 Bersama Rafa
41 Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42 Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43 Episode 43 Mimpi
44 Episode 44 Obat Apa Itu?
45 Episode 45 Mulai Mencari Tau
46 Episode 46 Siapa?
47 Episode 47 Ingin menjauh
48 Episode 48 Selalu Rafa
49 Episode 49 Jahil
50 Episode 50 Misterius
51 Episode 51 Mantan
52 Episode 52 Mengejutkan
53 Episode 53 Hadiah
54 Episode 54 Ungkapan Hati
55 Episode 55 Bertemu Erick
56 Episode 56 Bertemu Luna
57 Episode 57 Kecemasan
58 Episode 58 Rencana jahat
59 Episode 59 Kecurigaan Tasya
60 Episode 60 Perdebatan
61 Episode 61 Balas membalas
62 Episode 62 Berbagi cerita
63 Episode 63 Memulai aksi
64 Episode 64 Hukuman
65 Episode 65 First Kiss
66 Episode 66 Kenyamanan
67 Episode 67 Mengetahui niat jahat
68 Episode 68 Bersiap Pergi
69 Episode 69 Keributan di Mobil
70 Episode 70 Tiba di pantai
71 Episode 71 Di Pantai
72 Episode 72 Kiss (2)
73 Episode 73 Rencana Gagal
74 Episode 74 Kedatangan Luna
75 Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76 Episode 76 Kesalah Pahaman
77 Episode 77 Bersikap Dingin
78 Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79 Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80 Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81 Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82 Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83 Episode 83 Kemarahan Luna
84 Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85 Episode 85 Ancaman Randi
86 Episode 86 Menjauh dari Nabila
87 Episode 87 Keberanian Tasya
88 Episode 88 Terungkap
89 Episode 89 Rencana Baru
90 Episode 90 Malam yang kelam
91 Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92 Episode 92 Malam yang menyakitkan
93 Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94 Episode 94 Jadi pacar Rafa
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Episode 1 Prolog
2
Episode 2 Nabila
3
Episode 3 Kisah di masa lalu
4
Episode 4 Perasaan ini
5
Episode 5 Pertemuan
6
Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7
Episode 7 Hari yang indah
8
Episode 8 Dia
9
Episode 9 Bertemu Salsa
10
Episode 10 Luka
11
Episode 11 Berita baik
12
Episode 12 kunjungan
13
Episode 13 pesta
14
Episode 14 Senyum mu
15
Episode 15 Kesal
16
Episode 16 Ide Nabila
17
Episode 17 Kontrak Baru
18
Episode 18 Sedih
19
Episode 19 Kenangan (1)
20
Episode 20 Kenangan (2)
21
Episode 21 Mulai Bekerja
22
Episode 22 Bersama Rafa
23
Episode 23 Sesuatu
24
Episode 24 Gantungan
25
Episode 25 Lily
26
Episode 26 Rasa Bersalah
27
Episode 27 Teman Baru
28
Episode 28 Ternyata
29
Episode 29 Bantuan
30
Episode 30 Tak Disangka
31
Episode 31 Tidak Jadi
32
Episode 32 Persahabatan
33
Episode 33 hangout
34
Episode 34 Ketakutan
35
Episode 35 Rasa Sakit
36
Episode 36 Getaran Cinta
37
Episode 37 Pelukan
38
Episode 38 Hati Rafa
39
Episode 39 Nonton Film
40
Episode 40 Bersama Rafa
41
Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42
Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43
Episode 43 Mimpi
44
Episode 44 Obat Apa Itu?
45
Episode 45 Mulai Mencari Tau
46
Episode 46 Siapa?
47
Episode 47 Ingin menjauh
48
Episode 48 Selalu Rafa
49
Episode 49 Jahil
50
Episode 50 Misterius
51
Episode 51 Mantan
52
Episode 52 Mengejutkan
53
Episode 53 Hadiah
54
Episode 54 Ungkapan Hati
55
Episode 55 Bertemu Erick
56
Episode 56 Bertemu Luna
57
Episode 57 Kecemasan
58
Episode 58 Rencana jahat
59
Episode 59 Kecurigaan Tasya
60
Episode 60 Perdebatan
61
Episode 61 Balas membalas
62
Episode 62 Berbagi cerita
63
Episode 63 Memulai aksi
64
Episode 64 Hukuman
65
Episode 65 First Kiss
66
Episode 66 Kenyamanan
67
Episode 67 Mengetahui niat jahat
68
Episode 68 Bersiap Pergi
69
Episode 69 Keributan di Mobil
70
Episode 70 Tiba di pantai
71
Episode 71 Di Pantai
72
Episode 72 Kiss (2)
73
Episode 73 Rencana Gagal
74
Episode 74 Kedatangan Luna
75
Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76
Episode 76 Kesalah Pahaman
77
Episode 77 Bersikap Dingin
78
Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79
Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80
Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81
Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82
Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83
Episode 83 Kemarahan Luna
84
Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85
Episode 85 Ancaman Randi
86
Episode 86 Menjauh dari Nabila
87
Episode 87 Keberanian Tasya
88
Episode 88 Terungkap
89
Episode 89 Rencana Baru
90
Episode 90 Malam yang kelam
91
Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92
Episode 92 Malam yang menyakitkan
93
Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94
Episode 94 Jadi pacar Rafa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!