Episode 4 Perasaan ini

kembali ke Toko Bunga ...

"Kau mengenalku?" Tanya Nabila. Dengan wajah yang gugup dan tidak sabaran Nabila menunggu jawaban dari Rafa. Ia tak bisa berpikir jernih saat ini dan bingung apakah Rafa masih mengingatnya atau tidak.

"Tentu saja, kau mempunyai nama pengenal di bajumu, disitu tertera namamu Nabila Hayana, apakah aku salah?" Sambil menunjuk name tag di baju Nabila. Rafa tampak kebingungan karena Nabila begitu terkejut ketika dia menyebut namanya.

Nabila pun perlahan melihat ke arah bajunya dan dia baru menyadari kalau dia mempunyai name tag atau tanda pengenal di bajunya. Seketika raut wajah Nabila berubah dia tampak malu dan kesal dengan dirinya sendiri kenapa dia bisa sebodoh ini.

"Aish, ini sangat memalukan." Nabila berbisik bisik dan berkata kepada diri nya sendiri.

"Kau mengatakan sesuatu?" Rafa bertanya kepada Nabila karena ia melihat Nabila berbicara sendiri.

"Ahahah tidak apa apa." Nabila pun hanya bisa tertawa terpaksa menahan malu karena kebodohannya sendiri.

Nabila pun langsung memindahkan topik pembicaraan karena dia sudah sangat malu karena hal tadi.

Untuk saat ini, Nabila tidak tau apa yang sebenarnya terjadi dengan Rafa. Nabila berpikir Kenapa Rafa bisa tidak mengingatnya sama sekali. Bahkan ia tak mengenal nama Nabila sedikit pun.Tapi kali ini Nabila akan bersikap seakan akan tidak ada yang terjadi antara dirinya dan Rafa. Saat ini Nabila tidak punya bukti jika ia mengatakan kepada Rafa kalau ia adalah kekasih Rafa. Nabila bertekad akan mengungkapnya secara perlahan, karena dalam keadaan seperti ini, semua tidak bisa dipaksakan.

"Apakah kau kesini ingin mencari bunga?" Nabila pun bertanya kepada Rafa.

"Ahh iyaa, aku ingin mencari bunga, tapi aku masih bingung bunga yang seperti apa yang terlihat bagus dan cocok untuk aku berikan kepada seseorang." Sambil berjalan pelan Rafa pun melihat lihat bunga bunga yang ada di toko tersebut.

Rafa menyentuh satu per satu bunga tersebut dan sesekali ia mencium harum dari bunga bunga tersebut.

Karena tampak kebingungan Nabila pun bertanya kepada Rafa.

"Bolehkah aku memberimu saran bunga seperti apa yang cocok untuk kau berikan kepada seseorang tersebut?" Tanya Nabila.

Nabila hanya berharap seseorang yang dimaksud Rafa itu semoga bukan orang yang spesial dihatinya. Karena Nabila masih tidak bisa menerima jika Rafa sudah punya kekasih lagi.

"Ahh tentu saja." Rafa pun tampak senang dan melanjutkan melihat lihat bunga bunga tadi.

"Jika kau ingin memberikan bunga tersebut kepada orang yang kau sayangi seperti keluarga atau pun saudara aku menyarankan untuk memberikan mawar pink ini. Karena, bunga ini mempunyai arti kasih sayang yang tulus dan ucapan rasa terimakasih kepada orang tersebut." Nabila pun menjelaskan kepada Rafa tentang bunga tersebut sambil menunjuk mawar pink itu.

"Jika kau ingin memberikan bunga tersebut kepada kekasih..."

Nabila pun berhenti berbicara ketika ia mengatakan kata kekasih. Ia kembali teringat akan hubungannya dengan Rafa dulu dimana mereka adalah sepasang kekasih yang saling mencintai. Namun, sekarang Rafa bahkan tak mengenal dirinya. Hal itu membuat Nabila kembali bersedih dan mengingat kenangan yang indah tersebut.

Tetapi ia cepat tersadar dan kembali melanjutkan ucapannya yang sempat terhenti tadi.

"Jika kau ingin memberikannya kepada kekasih atau seseorang yang sangat kau cintai aku menyarankan untuk memberikannya bunga mawar merah ini. Karena, bunga ini melambangkan tentang keromantisan dan dan cinta sejati." Nabila berucap sambil menunjuk bunga mawar tersebut.

"Kalau begitu, tolong bungkus bunga mawar merah ini saja." Rafa pun menunjuk bunga merah itu.

"Dia memilih bunga mawar merah, apa ini?apakah ia sudah mempunyai kekasih lagi? aku tidak bisa menerima ini." Nabila berkata dalam hatinya dengan lirih.

"Apa kau bisa membungkusnya sekarang?" Rafa bertanya karena tampaknya Nabila hanya diam saja.

"Ah iya, maafkan aku, baiklah, mohon tunggu sebentar." Nabila pun membawa bunga tersebut untuk dibungkus. Namun, seketika raut sedih terlihat dari wajah Nabila. Dalam hati ia berkata.

"Sepertinya dia sudah punya kekasih, dan sepertinya dia hidup dengan bahagia." Sambil membungkus bunga tersebut Nabila tampak memikirkan apa yang terjadi sebenarnya dengan Rafa kenapa ia tidak mengingat Nabila sama sekali.

"Ini bunganya sudah siap." Nabila pun memberikan bunga tersebut kepada Rafa, dan Rafa pun mengambil bunga tersebut sambil menyerahkan kartu kredit untuk pembayaranya. Namun, tiba tiba Rafa bertanya kepada Nabila.

"Kalau boleh tau itu bunga apa? sepertinya bunga itu tidak terlalu bagus dan hanya ada beberapa tangkai saja, apakah bunga itu dijual juga?" Rafa tampak bingung karena menurut dia bunga itu tidak ada daya tariknya sama sekali tetapi mengapa masih diletakan didalam toko tersebut.

Nabila tampak kesal karena Rafa mengatakan bunga itu tidak terlalu bagus, ternyata sifanya yang dulu tetap tidak berubah. Tetapi, Nabila bersikap biasa saja dan menjawab pertanyaan Rafa tadi.

"Bunga ini memang tampak biasa saja, dan tidak banyak orang yang tertarik dengan bunga tersebut karena itu bunga itu tidak di jual dan hanya jadi pajangan toko saja." Kata Nabila.

"Apa bunga itu mempunyai nama juga?" tanya Rafa heran.

"Tentu saja, semua bunga disini mempunyai nama dan makna juga." Kata Nabila.

"Kalau begitu apa nama bunga itu dan apa makna nya?" Tanya Rafa.

"Namanya adalah wallflower, sebenarnya bunga ini mempunyai makna yang paling bagus diantara bunga yang lain." Kata Nabila sambil tersenyum.

"Jika bisa berkata ia akan mengatakan makna yang sangat dalam." Pada saat itu juga Nabila menatap kedua bola mata Rafa dan mengatakan.

"Walaupun harus menyebrangi laut, melewati lautan api, aku akan tetap mencarimu sayang, cintaku hanya untukmu." Ucap Nabila.

Seketika Rafa pun terdiam dan menatap Nabila, tiba tiba ada perasaan yang aneh yang dirasakan Rafa. Hatinya tiba tiba berdetak dan perasaan hangat tiba tiba muncul. Membuat sekujur tubuhnya bergetar. Perasaan ini sepertinya pernah dirasakan Rafa sebelumnya. Tapi, ia tak tau kapan dan dimana.

Tetapi, tiba tiba badan Rafa tampak oleng dan kepalanya terasa berdenyut dan sakit. Refleks Rafa memegang kepalanya yang terasa begitu sakit. Dan pada saat itu Rafa melihat ada beberapa bayangan yang muncul.

Dalam bayangan tersebut tampak beberapa kisah yang berputar secara acak mulai dari kembang api, seorang wanita yang tersenyum, bunga yang cantik. dan bayangan bayangan itu membuat kepalanya tambah sakit.

Nabila melihat apa yang terjadi dengan Rafa, Nabila kebingungan melihat Rafa yang kesakitan. Nabila pun memegang lengan Rafa ketika ia menyadari Rafa akan terjatuh.

Tiba tiba bayangan tersebut menghilang tetapi rasa sakit masih dirasakan Rafa.

"Kau tidak apa apa?" Nabila pun bertanya dengan cemas.

"Ahhh, aku baik baik saja." Rafa pun melepaskan lengannya dari pegangan Nabila,

"Ahh maafkan aku." Nabila baru menyadari kalau ia memegang lengan Rafa begitu erat.

"Tidak apa apa, dan terimakasih untuk bantuannya tadi." Rafa pun berbicara dengan suara yang lemah.

"Kau yakin tidak apa apa? apa aku perlu membawamu ke rumah sakit? kau tampak pucat." Nabila bertanya dan wajahnya begitu cemas.

"Sudalah, tidak apa apa, aku pamit dulu." Rafa pun keluar dan pergi dari toko Nabila.

Sebenarnya apa yang terjadi dengannya? Nabila tampak sangat cemas.

Setelah masuk dalam mobil. Rafa terlihat menelepon seseorang dan ketika sambungan tersebut terhubung Rafa pun berbicara dengan orang tersebut sambil memejamkan matanya karena sakit kepalanya yang belum hilang.

"Aku membutuhkanmu." Kata Rafa.

Terpopuler

Comments

My sister...

My sister...

yuk mampir di cerita ku..

ayo.. saling mendukung..

2020-09-02

0

varina96 (come back)

varina96 (come back)

KAK SAYA UDAH MAMPIR BACA CERITA KAKAK, CERITANYA KEREN BANGET KAK DAN SEMANGAT KAKAK. OH YA KAK DAN KAKAK-KAKAK YANG LAINNYA JANGAN LUPA MAMPIR DI CERITA SAYA YANG JUDULNYA "MAFIA FALLING IN LOVE WITH ME"

MAKASIH KAKAK

2020-08-25

0

Mamie kembar

Mamie kembar

semangat

2020-08-23

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Prolog
2 Episode 2 Nabila
3 Episode 3 Kisah di masa lalu
4 Episode 4 Perasaan ini
5 Episode 5 Pertemuan
6 Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7 Episode 7 Hari yang indah
8 Episode 8 Dia
9 Episode 9 Bertemu Salsa
10 Episode 10 Luka
11 Episode 11 Berita baik
12 Episode 12 kunjungan
13 Episode 13 pesta
14 Episode 14 Senyum mu
15 Episode 15 Kesal
16 Episode 16 Ide Nabila
17 Episode 17 Kontrak Baru
18 Episode 18 Sedih
19 Episode 19 Kenangan (1)
20 Episode 20 Kenangan (2)
21 Episode 21 Mulai Bekerja
22 Episode 22 Bersama Rafa
23 Episode 23 Sesuatu
24 Episode 24 Gantungan
25 Episode 25 Lily
26 Episode 26 Rasa Bersalah
27 Episode 27 Teman Baru
28 Episode 28 Ternyata
29 Episode 29 Bantuan
30 Episode 30 Tak Disangka
31 Episode 31 Tidak Jadi
32 Episode 32 Persahabatan
33 Episode 33 hangout
34 Episode 34 Ketakutan
35 Episode 35 Rasa Sakit
36 Episode 36 Getaran Cinta
37 Episode 37 Pelukan
38 Episode 38 Hati Rafa
39 Episode 39 Nonton Film
40 Episode 40 Bersama Rafa
41 Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42 Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43 Episode 43 Mimpi
44 Episode 44 Obat Apa Itu?
45 Episode 45 Mulai Mencari Tau
46 Episode 46 Siapa?
47 Episode 47 Ingin menjauh
48 Episode 48 Selalu Rafa
49 Episode 49 Jahil
50 Episode 50 Misterius
51 Episode 51 Mantan
52 Episode 52 Mengejutkan
53 Episode 53 Hadiah
54 Episode 54 Ungkapan Hati
55 Episode 55 Bertemu Erick
56 Episode 56 Bertemu Luna
57 Episode 57 Kecemasan
58 Episode 58 Rencana jahat
59 Episode 59 Kecurigaan Tasya
60 Episode 60 Perdebatan
61 Episode 61 Balas membalas
62 Episode 62 Berbagi cerita
63 Episode 63 Memulai aksi
64 Episode 64 Hukuman
65 Episode 65 First Kiss
66 Episode 66 Kenyamanan
67 Episode 67 Mengetahui niat jahat
68 Episode 68 Bersiap Pergi
69 Episode 69 Keributan di Mobil
70 Episode 70 Tiba di pantai
71 Episode 71 Di Pantai
72 Episode 72 Kiss (2)
73 Episode 73 Rencana Gagal
74 Episode 74 Kedatangan Luna
75 Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76 Episode 76 Kesalah Pahaman
77 Episode 77 Bersikap Dingin
78 Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79 Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80 Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81 Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82 Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83 Episode 83 Kemarahan Luna
84 Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85 Episode 85 Ancaman Randi
86 Episode 86 Menjauh dari Nabila
87 Episode 87 Keberanian Tasya
88 Episode 88 Terungkap
89 Episode 89 Rencana Baru
90 Episode 90 Malam yang kelam
91 Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92 Episode 92 Malam yang menyakitkan
93 Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94 Episode 94 Jadi pacar Rafa
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Episode 1 Prolog
2
Episode 2 Nabila
3
Episode 3 Kisah di masa lalu
4
Episode 4 Perasaan ini
5
Episode 5 Pertemuan
6
Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7
Episode 7 Hari yang indah
8
Episode 8 Dia
9
Episode 9 Bertemu Salsa
10
Episode 10 Luka
11
Episode 11 Berita baik
12
Episode 12 kunjungan
13
Episode 13 pesta
14
Episode 14 Senyum mu
15
Episode 15 Kesal
16
Episode 16 Ide Nabila
17
Episode 17 Kontrak Baru
18
Episode 18 Sedih
19
Episode 19 Kenangan (1)
20
Episode 20 Kenangan (2)
21
Episode 21 Mulai Bekerja
22
Episode 22 Bersama Rafa
23
Episode 23 Sesuatu
24
Episode 24 Gantungan
25
Episode 25 Lily
26
Episode 26 Rasa Bersalah
27
Episode 27 Teman Baru
28
Episode 28 Ternyata
29
Episode 29 Bantuan
30
Episode 30 Tak Disangka
31
Episode 31 Tidak Jadi
32
Episode 32 Persahabatan
33
Episode 33 hangout
34
Episode 34 Ketakutan
35
Episode 35 Rasa Sakit
36
Episode 36 Getaran Cinta
37
Episode 37 Pelukan
38
Episode 38 Hati Rafa
39
Episode 39 Nonton Film
40
Episode 40 Bersama Rafa
41
Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42
Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43
Episode 43 Mimpi
44
Episode 44 Obat Apa Itu?
45
Episode 45 Mulai Mencari Tau
46
Episode 46 Siapa?
47
Episode 47 Ingin menjauh
48
Episode 48 Selalu Rafa
49
Episode 49 Jahil
50
Episode 50 Misterius
51
Episode 51 Mantan
52
Episode 52 Mengejutkan
53
Episode 53 Hadiah
54
Episode 54 Ungkapan Hati
55
Episode 55 Bertemu Erick
56
Episode 56 Bertemu Luna
57
Episode 57 Kecemasan
58
Episode 58 Rencana jahat
59
Episode 59 Kecurigaan Tasya
60
Episode 60 Perdebatan
61
Episode 61 Balas membalas
62
Episode 62 Berbagi cerita
63
Episode 63 Memulai aksi
64
Episode 64 Hukuman
65
Episode 65 First Kiss
66
Episode 66 Kenyamanan
67
Episode 67 Mengetahui niat jahat
68
Episode 68 Bersiap Pergi
69
Episode 69 Keributan di Mobil
70
Episode 70 Tiba di pantai
71
Episode 71 Di Pantai
72
Episode 72 Kiss (2)
73
Episode 73 Rencana Gagal
74
Episode 74 Kedatangan Luna
75
Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76
Episode 76 Kesalah Pahaman
77
Episode 77 Bersikap Dingin
78
Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79
Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80
Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81
Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82
Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83
Episode 83 Kemarahan Luna
84
Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85
Episode 85 Ancaman Randi
86
Episode 86 Menjauh dari Nabila
87
Episode 87 Keberanian Tasya
88
Episode 88 Terungkap
89
Episode 89 Rencana Baru
90
Episode 90 Malam yang kelam
91
Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92
Episode 92 Malam yang menyakitkan
93
Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94
Episode 94 Jadi pacar Rafa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!