kembali ke Toko Bunga ...
"Kau mengenalku?" Tanya Nabila. Dengan wajah yang gugup dan tidak sabaran Nabila menunggu jawaban dari Rafa. Ia tak bisa berpikir jernih saat ini dan bingung apakah Rafa masih mengingatnya atau tidak.
"Tentu saja, kau mempunyai nama pengenal di bajumu, disitu tertera namamu Nabila Hayana, apakah aku salah?" Sambil menunjuk name tag di baju Nabila. Rafa tampak kebingungan karena Nabila begitu terkejut ketika dia menyebut namanya.
Nabila pun perlahan melihat ke arah bajunya dan dia baru menyadari kalau dia mempunyai name tag atau tanda pengenal di bajunya. Seketika raut wajah Nabila berubah dia tampak malu dan kesal dengan dirinya sendiri kenapa dia bisa sebodoh ini.
"Aish, ini sangat memalukan." Nabila berbisik bisik dan berkata kepada diri nya sendiri.
"Kau mengatakan sesuatu?" Rafa bertanya kepada Nabila karena ia melihat Nabila berbicara sendiri.
"Ahahah tidak apa apa." Nabila pun hanya bisa tertawa terpaksa menahan malu karena kebodohannya sendiri.
Nabila pun langsung memindahkan topik pembicaraan karena dia sudah sangat malu karena hal tadi.
Untuk saat ini, Nabila tidak tau apa yang sebenarnya terjadi dengan Rafa. Nabila berpikir Kenapa Rafa bisa tidak mengingatnya sama sekali. Bahkan ia tak mengenal nama Nabila sedikit pun.Tapi kali ini Nabila akan bersikap seakan akan tidak ada yang terjadi antara dirinya dan Rafa. Saat ini Nabila tidak punya bukti jika ia mengatakan kepada Rafa kalau ia adalah kekasih Rafa. Nabila bertekad akan mengungkapnya secara perlahan, karena dalam keadaan seperti ini, semua tidak bisa dipaksakan.
"Apakah kau kesini ingin mencari bunga?" Nabila pun bertanya kepada Rafa.
"Ahh iyaa, aku ingin mencari bunga, tapi aku masih bingung bunga yang seperti apa yang terlihat bagus dan cocok untuk aku berikan kepada seseorang." Sambil berjalan pelan Rafa pun melihat lihat bunga bunga yang ada di toko tersebut.
Rafa menyentuh satu per satu bunga tersebut dan sesekali ia mencium harum dari bunga bunga tersebut.
Karena tampak kebingungan Nabila pun bertanya kepada Rafa.
"Bolehkah aku memberimu saran bunga seperti apa yang cocok untuk kau berikan kepada seseorang tersebut?" Tanya Nabila.
Nabila hanya berharap seseorang yang dimaksud Rafa itu semoga bukan orang yang spesial dihatinya. Karena Nabila masih tidak bisa menerima jika Rafa sudah punya kekasih lagi.
"Ahh tentu saja." Rafa pun tampak senang dan melanjutkan melihat lihat bunga bunga tadi.
"Jika kau ingin memberikan bunga tersebut kepada orang yang kau sayangi seperti keluarga atau pun saudara aku menyarankan untuk memberikan mawar pink ini. Karena, bunga ini mempunyai arti kasih sayang yang tulus dan ucapan rasa terimakasih kepada orang tersebut." Nabila pun menjelaskan kepada Rafa tentang bunga tersebut sambil menunjuk mawar pink itu.
"Jika kau ingin memberikan bunga tersebut kepada kekasih..."
Nabila pun berhenti berbicara ketika ia mengatakan kata kekasih. Ia kembali teringat akan hubungannya dengan Rafa dulu dimana mereka adalah sepasang kekasih yang saling mencintai. Namun, sekarang Rafa bahkan tak mengenal dirinya. Hal itu membuat Nabila kembali bersedih dan mengingat kenangan yang indah tersebut.
Tetapi ia cepat tersadar dan kembali melanjutkan ucapannya yang sempat terhenti tadi.
"Jika kau ingin memberikannya kepada kekasih atau seseorang yang sangat kau cintai aku menyarankan untuk memberikannya bunga mawar merah ini. Karena, bunga ini melambangkan tentang keromantisan dan dan cinta sejati." Nabila berucap sambil menunjuk bunga mawar tersebut.
"Kalau begitu, tolong bungkus bunga mawar merah ini saja." Rafa pun menunjuk bunga merah itu.
"Dia memilih bunga mawar merah, apa ini?apakah ia sudah mempunyai kekasih lagi? aku tidak bisa menerima ini." Nabila berkata dalam hatinya dengan lirih.
"Apa kau bisa membungkusnya sekarang?" Rafa bertanya karena tampaknya Nabila hanya diam saja.
"Ah iya, maafkan aku, baiklah, mohon tunggu sebentar." Nabila pun membawa bunga tersebut untuk dibungkus. Namun, seketika raut sedih terlihat dari wajah Nabila. Dalam hati ia berkata.
"Sepertinya dia sudah punya kekasih, dan sepertinya dia hidup dengan bahagia." Sambil membungkus bunga tersebut Nabila tampak memikirkan apa yang terjadi sebenarnya dengan Rafa kenapa ia tidak mengingat Nabila sama sekali.
"Ini bunganya sudah siap." Nabila pun memberikan bunga tersebut kepada Rafa, dan Rafa pun mengambil bunga tersebut sambil menyerahkan kartu kredit untuk pembayaranya. Namun, tiba tiba Rafa bertanya kepada Nabila.
"Kalau boleh tau itu bunga apa? sepertinya bunga itu tidak terlalu bagus dan hanya ada beberapa tangkai saja, apakah bunga itu dijual juga?" Rafa tampak bingung karena menurut dia bunga itu tidak ada daya tariknya sama sekali tetapi mengapa masih diletakan didalam toko tersebut.
Nabila tampak kesal karena Rafa mengatakan bunga itu tidak terlalu bagus, ternyata sifanya yang dulu tetap tidak berubah. Tetapi, Nabila bersikap biasa saja dan menjawab pertanyaan Rafa tadi.
"Bunga ini memang tampak biasa saja, dan tidak banyak orang yang tertarik dengan bunga tersebut karena itu bunga itu tidak di jual dan hanya jadi pajangan toko saja." Kata Nabila.
"Apa bunga itu mempunyai nama juga?" tanya Rafa heran.
"Tentu saja, semua bunga disini mempunyai nama dan makna juga." Kata Nabila.
"Kalau begitu apa nama bunga itu dan apa makna nya?" Tanya Rafa.
"Namanya adalah wallflower, sebenarnya bunga ini mempunyai makna yang paling bagus diantara bunga yang lain." Kata Nabila sambil tersenyum.
"Jika bisa berkata ia akan mengatakan makna yang sangat dalam." Pada saat itu juga Nabila menatap kedua bola mata Rafa dan mengatakan.
"Walaupun harus menyebrangi laut, melewati lautan api, aku akan tetap mencarimu sayang, cintaku hanya untukmu." Ucap Nabila.
Seketika Rafa pun terdiam dan menatap Nabila, tiba tiba ada perasaan yang aneh yang dirasakan Rafa. Hatinya tiba tiba berdetak dan perasaan hangat tiba tiba muncul. Membuat sekujur tubuhnya bergetar. Perasaan ini sepertinya pernah dirasakan Rafa sebelumnya. Tapi, ia tak tau kapan dan dimana.
Tetapi, tiba tiba badan Rafa tampak oleng dan kepalanya terasa berdenyut dan sakit. Refleks Rafa memegang kepalanya yang terasa begitu sakit. Dan pada saat itu Rafa melihat ada beberapa bayangan yang muncul.
Dalam bayangan tersebut tampak beberapa kisah yang berputar secara acak mulai dari kembang api, seorang wanita yang tersenyum, bunga yang cantik. dan bayangan bayangan itu membuat kepalanya tambah sakit.
Nabila melihat apa yang terjadi dengan Rafa, Nabila kebingungan melihat Rafa yang kesakitan. Nabila pun memegang lengan Rafa ketika ia menyadari Rafa akan terjatuh.
Tiba tiba bayangan tersebut menghilang tetapi rasa sakit masih dirasakan Rafa.
"Kau tidak apa apa?" Nabila pun bertanya dengan cemas.
"Ahhh, aku baik baik saja." Rafa pun melepaskan lengannya dari pegangan Nabila,
"Ahh maafkan aku." Nabila baru menyadari kalau ia memegang lengan Rafa begitu erat.
"Tidak apa apa, dan terimakasih untuk bantuannya tadi." Rafa pun berbicara dengan suara yang lemah.
"Kau yakin tidak apa apa? apa aku perlu membawamu ke rumah sakit? kau tampak pucat." Nabila bertanya dan wajahnya begitu cemas.
"Sudalah, tidak apa apa, aku pamit dulu." Rafa pun keluar dan pergi dari toko Nabila.
Sebenarnya apa yang terjadi dengannya? Nabila tampak sangat cemas.
Setelah masuk dalam mobil. Rafa terlihat menelepon seseorang dan ketika sambungan tersebut terhubung Rafa pun berbicara dengan orang tersebut sambil memejamkan matanya karena sakit kepalanya yang belum hilang.
"Aku membutuhkanmu." Kata Rafa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
My sister...
yuk mampir di cerita ku..
ayo.. saling mendukung..
2020-09-02
0
varina96 (come back)
KAK SAYA UDAH MAMPIR BACA CERITA KAKAK, CERITANYA KEREN BANGET KAK DAN SEMANGAT KAKAK. OH YA KAK DAN KAKAK-KAKAK YANG LAINNYA JANGAN LUPA MAMPIR DI CERITA SAYA YANG JUDULNYA "MAFIA FALLING IN LOVE WITH ME"
MAKASIH KAKAK
2020-08-25
0
Mamie kembar
semangat
2020-08-23
0