Nabila Hayana adalah nama panjangnya, dia biasa dipanggil Nabila. Dia seorang pelayan di toko bunga milik ibu Arina. Arina adalah sahabatnya. Nabila juga sudah menganggapnya seperti saudaranya sendiri. Mereka sudah saling mengenal satu sama lain sejak mereka masih kecil. Begitu pun dengan Arina. Dia juga sudah mengganggapnya seperti saudara.
Nabila juga tak punya saudara kandung. Dia anak tunggal dikeluarganya. Kini dia tinggal bersama ibunya. Karena 5 tahun yang lalu ibu Nabila memutuskan untuk berpisah dengan ayahnya.
Setelah berpisah, ibu Nabila memutuskan untuk pindah rumah dan tidak ingin tinggal satu rumah lagi dengan ayahnya. Karena itu, mereka pindah ke sebuah rumah yang mereka sewa setiap tahunnya.
Hanya Nabila yang ibu andalkan untuk mencari uang. Untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Karena ibu sudah tak bisa lagi bekerja. Kondisi badan ibu tidak lagi memungkinkan, ibu juga sering sakit sakitan. Karena itu, ibu hanya bisa melakukan pekerjaan kecil-kecilan di rumah.
"Ibu, Nabila pergi kerja dulu ya." Kata Nabila. Tapi Ibu tak membalas ucapannya.
Nabila pun menghampiri ibunya yang sedang duduk didepan tv. Nabila melihat ibunya yang sedang menjahit beberapa helai kain dengan sangat fokus. Karena terlalu fokus ibu bahkan tak mendengar ucapannya, aku hanya bisa menghela nafas melihat ibu seperti itu.
"Huft, ibu sudah aku bilang, ibu tidak usah menjahit lagi, ibu istirahat saja, menjahit itu bisa aku yang lakukan." Kata Nabila lembut.
Nabila mengomelin ibunya lagi. Hal seperti ini sudah sering Nabila lakukan setiap pagi setiap ia ingin pergi bekerja. Hal itu membuat ibu menepuk pundak Nabila.
"Kau ini, ibu tidak selemah itu. Ibu tidak bisa bekerja diluar rumah. Namun, setidaknya ibu bisa bekerja didalam rumah dengan mengerjakan beberapa jahitan seperti ini. Pekerjaan ini bisa membantu kita. Setidaknya bisa membantu untuk menambah uang untuk membayar sewa rumah kita ini." Kata ibu.
ibu tampak menahan air matanya yang hendak turun. Nabila tau ibu sangat sedih karena melihat anaknya yang bekerja seharian dengan lelah. Dan ibu hanya bisa membantu Nabila dengan menjahit beberapa helai kain yang ibu tau upahnya tidak seberapa dan tidak terlalu membantu Nabila.
"Tapi menjahit membuat mata ibu sakit, dan tangan ibu pegal-pegal, punggung ibu juga bakalan sakit." Nabila mengatakan dengan suara yang lembut sambil memegang tangan ibunya yang sudah tua itu.
Ibu tidak ingin Nabila melihat wajahnya yang saat ini ingin menangis. Karena ibu tidak ingin Nabila selalu khawatir denganya. Ibu langsung menyuruh Nabila untuk cepat cepat pergi kerja.
"Sebaiknya sudah cukup kau mengomelin ibu pagi ini, kau harus pergi bekerja. Jika kau masih saja mengomel, ibu akan mencubitmu." Ibu pun langsung bercanda dengan sesekali mencubit pinggang Nabila.
"Sudah ibu, sudah cukup, aku akan pergi bekerja." Kata Nabila sambil tertawa melihat ibunya yang begitu usil menjahili dirinya. Karena itu, pagi ini candaan Ibu membuat hatinya Nabila lebih ceria.
Walaupun, sebenarnya Nabila tau ibu pasti lagi sedih. Ia membuat candaan seperti itu agar aku tidak melihat wajahnya yang akan menangis. Setelah itu, Nabila pun berpamitan dengan ibu dan pergi bekerja.
Setelah Nabila pergi ibu berkata lirih dalam hati.
"Apapun yang terjadi aku berharap kamu selalu bahagia, Nak." Sambil melihat Nabila yang semakin jauh dan keluar rumah.
Toko Bunga
Arina melihat Nabila baru masuk kedalam toko dan langsung menghampirinya dengan wajah yang kesal.
"Nabila, kau datang terlambat lagi yaaa. Beruntung kau itu sahabatku jadinya aku selalu memaafkanmu. Coba kalau kita tidak sahabatan pasti aku sudah memecatmu dari sini." Kata Arina dengan sedikit kesal.
Nabila sering terlambat karena jalanan sering macet dan dia pun tidak menggunakan kendaraan pribadi. hal itu membuat dia harus menunggu bus.
Nabila hanya bisa tertawa melihat kebiasaan Arina yang selalu mengomelinya. Kalau dirumah tadi, dia yang mengomeli ibunya. Tapi, sekarang malah dia yang diomeli Arina.
"Kau ini pagi pagi sudah marah nanti wajahmu cepat keriput dan cepat tua lho." Kata Nabila sambil tersenyum ke arah Arina.
Nabila pun tertawa melihat wajah Arina yang kesal dan cemberut. Arina sangat marah dan kesal karena Nabila berkata seperti itu.
"Aku kesal denganmu Nabila. Kau terus mengatakan jika aku marah wajah aku akan keriput. Nanti wajahku beneran keriput bagaimana." Arina tampak kesal.
"Itu tergantung kamu, kalau kamu tidak merawat diri ya bakalan keriput." Kata Nabila. Nabila pun hanya bisa tertawa. karena semua itu juga tergantung dengan Arina, bagaimana dia merawat diri.
"Pokoknya aku kesal denganmu Nabila." Arina kembali cemberut.
Padahal, awalnya Nabila hanya ingin bercanda dengan Arina.Tapi, ya begitulah Arina, dia orangnya sedikit pemarah dan mudah kesal.
Arina pun pergi kebelakang ke ruangan yang berbeda dari tempat Nabila tadi. Karena Arina itu, kalau sudah marah dia tidak akan mau berbicara dengan Nabila. Tapi, itu hanya berlaku untuk beberapa saat karena nantinya Arina bakal baikan sendiri kok, sesuai dengan moodnya sendiri.
Nabila hanya bisa tertawa melihat kelakuan Arina yang seperti itu. Setelah itu, Nabila melihat Arina yang kembali sibuk mengurus pekerjaannya. Nabila pun juga mulai bekerja dan membereskan beberapa bunga-bunga serta perobatan lainnya.
Namun, pergerakan Nabila terhenti karena lonceng pintu berbunyi tandanya ada pelanggan yang datang. Nabila pun bergegas menghampiri dan langsung menyambut pembeli itu.
"Selamat pagi tuan, adakah yang bisa saya bantu?" Tanya Nabila sopan.
Nabila pun baru menoleh keatas dan melihat wajah si pembeli itu, dan seketika Nabila terkejut dengan apa yang di lihatnya. Ternyata itu Rafa, dia datang kesini lagi. Nabila kembali bertemu lagi dengan Rafa, Nabila kembali terkejut dan langsung tidak fokus. Nabila tidak percaya kalau Rafa akan datang lagi ke toko ini dan dia bertemu lagi dengan Rafa.
Setelah pertemuan kemaren Nabila sangat terkejut akan kehadiran Rafa yang secara mendadak itu. Dan kini Nabila kembali dibuat terkejut karena Rafa datang kembali ke tokonya. Nabila pikir ia hanya akan datang kemaren saja tapi ia kini ia datang lagi.
Nabila terus bergelut dengan pikirannya sendiri. Terlalu banyak yang dia pikirkan membuat Nabila terdiam dengan tatapan yang masih melihat Rafa.
Rafa pun melambaikan tangannya didepan wajah Nabila. Karena Nabila hanya terdiam seperti patung dan tidak bicara sama sekali.
"Kau bisa mendengarku?" Rafa pun berbicara kepada Nabila dengan wajah heran.
Nabila pun cepat cepat tersadar dari lamunanya dan dari pikiran yang menggangunya itu. Nabila berusaha untuk bersikap normal dan biasa saja, karena Rafa tetap tidak mengenalnya.
"Adakah sesuatu yang ingin kau beli tuan?" Nabila langsung saja bertanya dengan Rafa.
Rafa pun sedikit mengernyitkan keningnya ketika melihat Nabila.
"Kau pelayan yang kemaren kan? kita bertemu juga kemaren didepan tokomu dan kau tiba tiba pergi dengan wajah terkejut dan ketakutan?" Tanya Rafa penasaran.
Nabila hanya mengangguk kaku karena Rafa ternyata masih mengingat kejadian kemaren itu.
"Bolehkah saya tau kenapa kau kemaren sangat terkejut ketika melihatku? apakah kita saling mengenal? karena kalau dilihat kemaren kau sepertinya sangat terkejut ketika pertama kali melihatku." Tanya Rafa penasaran.
Seketika Nabila bingung mau menjawab apa. Tapi tiba-tiba Nabila menemukan jawaban yang tepat.
"Kau mirip dengan temanku yang hilang, namanya juga Rafa dan wajah kalian juga sangat mirip." Nabila pun mengutuk dirinya karena mengatakan jawaban yang konyol seperti itu.
"Benarkah? dia mirip denganku bahkan namanya juga?" Rafa tertawa dan tak percaya.
"Semoga kau cepat menemukan temanmu itu ya." Kata Rafa tersenyum.
Nabila pun hanya bisa tersenyum kaku dan tak percaya dengan jawabannya sendiri.
"Namamu Nabila kan?" Tanya Rafa tiba-tiba.
Seketika mata Nabila membulat tak percaya, ia mengetahui namaku? ia mengenalku? apa dia sudah ingat denganku? Nabila tampak terkejut dengan mata yang membulat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
🍫Bad Mood 🍰
Aku rate 5 dan fav juga yaa 😍
2020-09-06
0
My sister...
yuk mampir di cerita ku .
2020-09-02
0
punya ®
aku mampir dan like kak..semangat terus ya👌
2020-08-29
0