Episode 2 Nabila

Nabila Hayana adalah nama panjangnya, dia biasa dipanggil Nabila. Dia seorang pelayan di toko bunga milik ibu Arina. Arina adalah sahabatnya. Nabila juga sudah menganggapnya seperti saudaranya sendiri. Mereka sudah saling mengenal satu sama lain sejak mereka masih kecil. Begitu pun dengan Arina. Dia juga sudah mengganggapnya seperti saudara.

Nabila juga tak punya saudara kandung. Dia anak tunggal dikeluarganya. Kini dia tinggal bersama ibunya. Karena 5 tahun yang lalu ibu Nabila memutuskan untuk berpisah dengan ayahnya.

Setelah berpisah, ibu Nabila memutuskan untuk pindah rumah dan tidak ingin tinggal satu rumah lagi dengan ayahnya. Karena itu, mereka pindah ke sebuah rumah yang mereka sewa setiap tahunnya.

Hanya Nabila yang ibu andalkan untuk mencari uang. Untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Karena ibu sudah tak bisa lagi bekerja. Kondisi badan ibu tidak lagi memungkinkan, ibu juga sering sakit sakitan. Karena itu, ibu hanya bisa melakukan pekerjaan kecil-kecilan di rumah.

"Ibu, Nabila pergi kerja dulu ya." Kata Nabila. Tapi Ibu tak membalas ucapannya.

Nabila pun menghampiri ibunya yang sedang duduk didepan tv. Nabila melihat ibunya yang sedang menjahit beberapa helai kain dengan sangat fokus. Karena terlalu fokus ibu bahkan tak mendengar ucapannya, aku hanya bisa menghela nafas melihat ibu seperti itu.

"Huft, ibu sudah aku bilang, ibu tidak usah menjahit lagi, ibu istirahat saja, menjahit itu bisa aku yang lakukan." Kata Nabila lembut.

Nabila mengomelin ibunya lagi. Hal seperti ini sudah sering Nabila lakukan setiap pagi setiap ia ingin pergi bekerja. Hal itu membuat ibu menepuk pundak Nabila.

"Kau ini, ibu tidak selemah itu. Ibu tidak bisa bekerja diluar rumah. Namun, setidaknya ibu bisa bekerja didalam rumah dengan mengerjakan beberapa jahitan seperti ini. Pekerjaan ini bisa membantu kita. Setidaknya bisa membantu untuk menambah uang untuk membayar sewa rumah kita ini." Kata ibu.

ibu tampak menahan air matanya yang hendak turun. Nabila tau ibu sangat sedih karena melihat anaknya yang bekerja seharian dengan lelah. Dan ibu hanya bisa membantu Nabila dengan menjahit beberapa helai kain yang ibu tau upahnya tidak seberapa dan tidak terlalu membantu Nabila.

"Tapi menjahit membuat mata ibu sakit, dan tangan ibu pegal-pegal, punggung ibu juga bakalan sakit." Nabila mengatakan dengan suara yang lembut sambil memegang tangan ibunya yang sudah tua itu.

Ibu tidak ingin Nabila melihat wajahnya yang saat ini ingin menangis. Karena ibu tidak ingin Nabila selalu khawatir denganya. Ibu langsung menyuruh Nabila untuk cepat cepat pergi kerja.

"Sebaiknya sudah cukup kau mengomelin ibu pagi ini, kau harus pergi bekerja. Jika kau masih saja mengomel, ibu akan mencubitmu." Ibu pun langsung bercanda dengan sesekali mencubit pinggang Nabila.

"Sudah ibu, sudah cukup, aku akan pergi bekerja." Kata Nabila sambil tertawa melihat ibunya yang begitu usil menjahili dirinya. Karena itu, pagi ini candaan Ibu membuat hatinya Nabila lebih ceria.

Walaupun, sebenarnya Nabila tau ibu pasti lagi sedih. Ia membuat candaan seperti itu agar aku tidak melihat wajahnya yang akan menangis. Setelah itu, Nabila pun berpamitan dengan ibu dan pergi bekerja.

Setelah Nabila pergi ibu berkata lirih dalam hati.

"Apapun yang terjadi aku berharap kamu selalu bahagia, Nak." Sambil melihat Nabila yang semakin jauh dan keluar rumah.

Toko Bunga

Arina melihat Nabila baru masuk kedalam toko dan langsung menghampirinya dengan wajah yang kesal.

"Nabila, kau datang terlambat lagi yaaa. Beruntung kau itu sahabatku jadinya aku selalu memaafkanmu. Coba kalau kita tidak sahabatan pasti aku sudah memecatmu dari sini." Kata Arina dengan sedikit kesal.

Nabila sering terlambat karena jalanan sering macet dan dia pun tidak menggunakan kendaraan pribadi. hal itu membuat dia harus menunggu bus.

Nabila hanya bisa tertawa melihat kebiasaan Arina yang selalu mengomelinya. Kalau dirumah tadi, dia yang mengomeli ibunya. Tapi, sekarang malah dia yang diomeli Arina.

"Kau ini pagi pagi sudah marah nanti wajahmu cepat keriput dan cepat tua lho." Kata Nabila sambil tersenyum ke arah Arina.

Nabila pun tertawa melihat wajah Arina yang kesal dan cemberut. Arina sangat marah dan kesal karena Nabila berkata seperti itu.

"Aku kesal denganmu Nabila. Kau terus mengatakan jika aku marah wajah aku akan keriput. Nanti wajahku beneran keriput bagaimana." Arina tampak kesal.

"Itu tergantung kamu, kalau kamu tidak merawat diri ya bakalan keriput." Kata Nabila. Nabila pun hanya bisa tertawa. karena semua itu juga tergantung dengan Arina, bagaimana dia merawat diri.

"Pokoknya aku kesal denganmu Nabila." Arina kembali cemberut.

Padahal, awalnya Nabila hanya ingin bercanda dengan Arina.Tapi, ya begitulah Arina, dia orangnya sedikit pemarah dan mudah kesal.

Arina pun pergi kebelakang ke ruangan yang berbeda dari tempat Nabila tadi. Karena Arina itu, kalau sudah marah dia tidak akan mau berbicara dengan Nabila. Tapi, itu hanya berlaku untuk beberapa saat karena nantinya Arina bakal baikan sendiri kok, sesuai dengan moodnya sendiri.

Nabila hanya bisa tertawa melihat kelakuan Arina yang seperti itu. Setelah itu, Nabila melihat Arina yang kembali sibuk mengurus pekerjaannya. Nabila pun juga mulai bekerja dan membereskan beberapa bunga-bunga serta perobatan lainnya.

Namun, pergerakan Nabila terhenti karena lonceng pintu berbunyi tandanya ada pelanggan yang datang. Nabila pun bergegas menghampiri dan langsung menyambut pembeli itu.

"Selamat pagi tuan, adakah yang bisa saya bantu?" Tanya Nabila sopan.

Nabila pun baru menoleh keatas dan melihat wajah si pembeli itu, dan seketika Nabila terkejut dengan apa yang di lihatnya. Ternyata itu Rafa, dia datang kesini lagi. Nabila kembali bertemu lagi dengan Rafa, Nabila kembali terkejut dan langsung tidak fokus. Nabila tidak percaya kalau Rafa akan datang lagi ke toko ini dan dia bertemu lagi dengan Rafa.

Setelah pertemuan kemaren Nabila sangat terkejut akan kehadiran Rafa yang secara mendadak itu. Dan kini Nabila kembali dibuat terkejut karena Rafa datang kembali ke tokonya. Nabila pikir ia hanya akan datang kemaren saja tapi ia kini ia datang lagi.

Nabila terus bergelut dengan pikirannya sendiri. Terlalu banyak yang dia pikirkan membuat Nabila terdiam dengan tatapan yang masih melihat Rafa.

Rafa pun melambaikan tangannya didepan wajah Nabila. Karena Nabila hanya terdiam seperti patung dan tidak bicara sama sekali.

"Kau bisa mendengarku?" Rafa pun berbicara kepada Nabila dengan wajah heran.

Nabila pun cepat cepat tersadar dari lamunanya dan dari pikiran yang menggangunya itu. Nabila berusaha untuk bersikap normal dan biasa saja, karena Rafa tetap tidak mengenalnya.

"Adakah sesuatu yang ingin kau beli tuan?" Nabila langsung saja bertanya dengan Rafa.

Rafa pun sedikit mengernyitkan keningnya ketika melihat Nabila.

"Kau pelayan yang kemaren kan? kita bertemu juga kemaren didepan tokomu dan kau tiba tiba pergi dengan wajah terkejut dan ketakutan?" Tanya Rafa penasaran.

Nabila hanya mengangguk kaku karena Rafa ternyata masih mengingat kejadian kemaren itu.

"Bolehkah saya tau kenapa kau kemaren sangat terkejut ketika melihatku? apakah kita saling mengenal? karena kalau dilihat kemaren kau sepertinya sangat terkejut ketika pertama kali melihatku." Tanya Rafa penasaran.

Seketika Nabila bingung mau menjawab apa. Tapi tiba-tiba Nabila menemukan jawaban yang tepat.

"Kau mirip dengan temanku yang hilang, namanya juga Rafa dan wajah kalian juga sangat mirip." Nabila pun mengutuk dirinya karena mengatakan jawaban yang konyol seperti itu.

"Benarkah? dia mirip denganku bahkan namanya juga?" Rafa tertawa dan tak percaya.

"Semoga kau cepat menemukan temanmu itu ya." Kata Rafa tersenyum.

Nabila pun hanya bisa tersenyum kaku dan tak percaya dengan jawabannya sendiri.

"Namamu Nabila kan?" Tanya Rafa tiba-tiba.

Seketika mata Nabila membulat tak percaya, ia mengetahui namaku? ia mengenalku? apa dia sudah ingat denganku? Nabila tampak terkejut dengan mata yang membulat.

Terpopuler

Comments

🍫Bad Mood 🍰

🍫Bad Mood 🍰

Aku rate 5 dan fav juga yaa 😍

2020-09-06

0

My sister...

My sister...

yuk mampir di cerita ku .

2020-09-02

0

punya ®

punya ®

aku mampir dan like kak..semangat terus ya👌

2020-08-29

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Prolog
2 Episode 2 Nabila
3 Episode 3 Kisah di masa lalu
4 Episode 4 Perasaan ini
5 Episode 5 Pertemuan
6 Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7 Episode 7 Hari yang indah
8 Episode 8 Dia
9 Episode 9 Bertemu Salsa
10 Episode 10 Luka
11 Episode 11 Berita baik
12 Episode 12 kunjungan
13 Episode 13 pesta
14 Episode 14 Senyum mu
15 Episode 15 Kesal
16 Episode 16 Ide Nabila
17 Episode 17 Kontrak Baru
18 Episode 18 Sedih
19 Episode 19 Kenangan (1)
20 Episode 20 Kenangan (2)
21 Episode 21 Mulai Bekerja
22 Episode 22 Bersama Rafa
23 Episode 23 Sesuatu
24 Episode 24 Gantungan
25 Episode 25 Lily
26 Episode 26 Rasa Bersalah
27 Episode 27 Teman Baru
28 Episode 28 Ternyata
29 Episode 29 Bantuan
30 Episode 30 Tak Disangka
31 Episode 31 Tidak Jadi
32 Episode 32 Persahabatan
33 Episode 33 hangout
34 Episode 34 Ketakutan
35 Episode 35 Rasa Sakit
36 Episode 36 Getaran Cinta
37 Episode 37 Pelukan
38 Episode 38 Hati Rafa
39 Episode 39 Nonton Film
40 Episode 40 Bersama Rafa
41 Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42 Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43 Episode 43 Mimpi
44 Episode 44 Obat Apa Itu?
45 Episode 45 Mulai Mencari Tau
46 Episode 46 Siapa?
47 Episode 47 Ingin menjauh
48 Episode 48 Selalu Rafa
49 Episode 49 Jahil
50 Episode 50 Misterius
51 Episode 51 Mantan
52 Episode 52 Mengejutkan
53 Episode 53 Hadiah
54 Episode 54 Ungkapan Hati
55 Episode 55 Bertemu Erick
56 Episode 56 Bertemu Luna
57 Episode 57 Kecemasan
58 Episode 58 Rencana jahat
59 Episode 59 Kecurigaan Tasya
60 Episode 60 Perdebatan
61 Episode 61 Balas membalas
62 Episode 62 Berbagi cerita
63 Episode 63 Memulai aksi
64 Episode 64 Hukuman
65 Episode 65 First Kiss
66 Episode 66 Kenyamanan
67 Episode 67 Mengetahui niat jahat
68 Episode 68 Bersiap Pergi
69 Episode 69 Keributan di Mobil
70 Episode 70 Tiba di pantai
71 Episode 71 Di Pantai
72 Episode 72 Kiss (2)
73 Episode 73 Rencana Gagal
74 Episode 74 Kedatangan Luna
75 Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76 Episode 76 Kesalah Pahaman
77 Episode 77 Bersikap Dingin
78 Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79 Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80 Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81 Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82 Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83 Episode 83 Kemarahan Luna
84 Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85 Episode 85 Ancaman Randi
86 Episode 86 Menjauh dari Nabila
87 Episode 87 Keberanian Tasya
88 Episode 88 Terungkap
89 Episode 89 Rencana Baru
90 Episode 90 Malam yang kelam
91 Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92 Episode 92 Malam yang menyakitkan
93 Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94 Episode 94 Jadi pacar Rafa
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Episode 1 Prolog
2
Episode 2 Nabila
3
Episode 3 Kisah di masa lalu
4
Episode 4 Perasaan ini
5
Episode 5 Pertemuan
6
Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7
Episode 7 Hari yang indah
8
Episode 8 Dia
9
Episode 9 Bertemu Salsa
10
Episode 10 Luka
11
Episode 11 Berita baik
12
Episode 12 kunjungan
13
Episode 13 pesta
14
Episode 14 Senyum mu
15
Episode 15 Kesal
16
Episode 16 Ide Nabila
17
Episode 17 Kontrak Baru
18
Episode 18 Sedih
19
Episode 19 Kenangan (1)
20
Episode 20 Kenangan (2)
21
Episode 21 Mulai Bekerja
22
Episode 22 Bersama Rafa
23
Episode 23 Sesuatu
24
Episode 24 Gantungan
25
Episode 25 Lily
26
Episode 26 Rasa Bersalah
27
Episode 27 Teman Baru
28
Episode 28 Ternyata
29
Episode 29 Bantuan
30
Episode 30 Tak Disangka
31
Episode 31 Tidak Jadi
32
Episode 32 Persahabatan
33
Episode 33 hangout
34
Episode 34 Ketakutan
35
Episode 35 Rasa Sakit
36
Episode 36 Getaran Cinta
37
Episode 37 Pelukan
38
Episode 38 Hati Rafa
39
Episode 39 Nonton Film
40
Episode 40 Bersama Rafa
41
Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42
Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43
Episode 43 Mimpi
44
Episode 44 Obat Apa Itu?
45
Episode 45 Mulai Mencari Tau
46
Episode 46 Siapa?
47
Episode 47 Ingin menjauh
48
Episode 48 Selalu Rafa
49
Episode 49 Jahil
50
Episode 50 Misterius
51
Episode 51 Mantan
52
Episode 52 Mengejutkan
53
Episode 53 Hadiah
54
Episode 54 Ungkapan Hati
55
Episode 55 Bertemu Erick
56
Episode 56 Bertemu Luna
57
Episode 57 Kecemasan
58
Episode 58 Rencana jahat
59
Episode 59 Kecurigaan Tasya
60
Episode 60 Perdebatan
61
Episode 61 Balas membalas
62
Episode 62 Berbagi cerita
63
Episode 63 Memulai aksi
64
Episode 64 Hukuman
65
Episode 65 First Kiss
66
Episode 66 Kenyamanan
67
Episode 67 Mengetahui niat jahat
68
Episode 68 Bersiap Pergi
69
Episode 69 Keributan di Mobil
70
Episode 70 Tiba di pantai
71
Episode 71 Di Pantai
72
Episode 72 Kiss (2)
73
Episode 73 Rencana Gagal
74
Episode 74 Kedatangan Luna
75
Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76
Episode 76 Kesalah Pahaman
77
Episode 77 Bersikap Dingin
78
Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79
Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80
Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81
Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82
Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83
Episode 83 Kemarahan Luna
84
Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85
Episode 85 Ancaman Randi
86
Episode 86 Menjauh dari Nabila
87
Episode 87 Keberanian Tasya
88
Episode 88 Terungkap
89
Episode 89 Rencana Baru
90
Episode 90 Malam yang kelam
91
Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92
Episode 92 Malam yang menyakitkan
93
Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94
Episode 94 Jadi pacar Rafa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!