Episode 7 Hari yang indah

Setelah menatap Rafa cukup lama Nabila baru tersadar bahwa dia berada di kekangan Rafa. Dengan cepat Nabila menjauh dari Rafa.

"Apa yang kau lakukan? kenapa kau menarikku dan lari sejauh ini." Tanya Nabila dengan tatapan kesal dan tak menyangka.

"Maafkan aku, sebenarnya aku hanya ingin kabur dari beberapa orang yang sedang mengejarku. Kebetulan aku melihatmu dan aku pernah juga pernah bertemu denganmu sebelumnya. Aku bawa kamu lari biar orang orang itu tidak tau kemana aku pergi." Kata Rafa tertawa dan sedikit malu.

Rafa pun melihat ke kanan kiri memastikan bahwa orang orang yang mengejarnya tadi sudah pergi.

"Baiklah, mereka sudah pergi dan aku aman." Rafa pun tersenyum ke Nabila.

"Emang siapa yang mengejar mu? apa kau penjahat atau buronan polisi?" Tanya Nabila. Dalam hati Nabila hanya bisa tertawa karena dia tau kalau Rafa bukanlah penjahat seperti itu.

"Heii... aku bukan penjahat, aku tidak seperti yang kamu pikirkan." Rafa menjawab dengan kesal.

Dalam hati Nabila hanya tersenyum miris. Karena sebenarnya Nabila tau orang seperti apa Rafa itu. Tapi, dia hanya bisa memendamnya dan tidak bisa mengungkapkannya kepada Rafa.

"Aku ingin mengucapkan terimakasih, karena berkatmu aku bisa kabur dari orang orang itu." Kata Rafa.

"Jika sudah selesai, aku pergi dulu." Kata Nabila. Ia pun pergi begitu saja dari hadapan Rafa.

"Tunggu, tunggu, sebagai ucapan terimakasihku bagaimana kalau hari ini aku menemanimu jalan jalan. Biar kau tak sendirian." Kata Rafa.

"Tidak mau." Kata Nabila. karena menurut Nabila, lebih baik untuk saat ini ia sendiri dan tak bersama Rafa.

"Tunggu! kau tidak lihat orang orang disekitarmu. Mereka semua yang datang kesini pasti membawa pasangannya atau pergi bersama keluarga. Apa kau tidak malu jalan sendiri begitu?" Tanya Rafa. Ia pun tertawa melihat Nabila yang malu dan Nabila juga memperhatikan orang orang sekelilingnya. Diapun menyadari bahwa hanya ia yang sendiri yang tidak punya pasangan.

"Haishh dia sangat menyebalkan." Jawab Nabila.

"Ayoklah, sebagai ucapan minta maafku karena kejadian tadi. Aku akan menemanimu

dan mentraktirmu hari ini." Kata Rafa menggoda Nabila.

"Benarkah ? kau serius akan mentraktirku?" Tanya Nabila. Ia sangat tergiur dengan godaan dari Rafa itu.

"Iyaaa karena itu, ayo kita jalan jalan bersama." Kata Rafa.

Akhirnya mereka pun jalan-jalan bersama.

"Oiya, aku belum berkenalan secara resmi denganmu. Perkenalkan nama aku Rafa. Kau boleh panggil aku Rafa saja." Rafa pun tersenyum kearah Nabila.

Nabila pun juga berkenalan dengan Rafa. Karena Rafa sudah tidak mengenalnya lagi.

"Kau bisa panggil aku Nabila saja." Nabila merasa seperti aneh karena dia harus berkenalan lagi dengan Rafa. Padahal di masa lalu Nabila sudah sangat mengenal Rafa.

"Oke, baiklah." Rafa pun tersenyum.

"Oiya, bagaimana dengan temanmu? apakah kau sudah menemuinya? Rafa bertanya tentang teman yang pernah Nabila katakan ketika ditoko bunga waktu itu."

"Teman? owh, aku belum menemukannya." Nabila baru tersadar siapa yang dimaksud Rafa tadi. Ternyata itu teman bohong yang pernah Nabila katakan kepada Rafa. Kalau Rafa itu mirip dan memiliki nama yang sama dengan temannya itu.

"Ternyata didunia ini ada juga ya, orang yang wajahnya bahkan namanya juga sama denganku. Aku tak menyangka." Kata Rafa dengan tersenyum.

"Mungkin kebetulan terjadi begitu." Nabila hanya tersenyum kaku.

Untuk saat ini, Nabila hanya bisa berbohong ia tidak bisa mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.

"Kalau begitu, semoga kau cepat menemukan temanmu itu. Dan tidak terkejut lagi kalau ada orang lain lagi yang bernama Rafa juga." Rafa tertawa karena ia sedang menyindir Nabila yang pada saat itu sangat terkejut ketika melihatnya.

"Ternyata kau sangat menjengkelkan ya." Nabila berucap sambil cemberut. Nabila berpikir memang dari dulu sih Rafa itu sangat menjengkelkan. dan selalu berbuat usil seperti ini. Kadang sampai membuat Nabila marah. Dan ternyata sampai sekarang pun sikapnya tak berubah.

"Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kepadamu." Kata Nabila serius. Ia pun menghadap kearah Rafa.

"Apa yang terlintas dibenakmu ketika pertama kali kau bertemu denganku?" Tanya Nabila. Ia penasaran dan ia ingin mencoba sekali lagi untuk memastikan apakah Rafa memang tidak mengingatnya.

Rafa pun berbalik menghadap kearah Nabila dan terlihat memikirkan jawaban dari pertanyaan Nabila tadi.

"Tidak ada, aku hanya melihatmu seperti cewek biasa. Baru setelah itu aku tau kalau kamu adalah pelayan toko bunga itu, sudah itu saja." Kata Rafa.

"Kau tidak merasa ada sesuatu yang aneh ketika melihatku?" Nabila terus bertanya karena dia tidak puas dengan jawaban Rafa tadi.

"Ada." Kata Rafa.

Nabila pun terlihat lebih serius ketika Rafa menjawab seperti itu. Setidaknya dia masih punya harapan.

"Kau seperti orang aneh ketika melihatku. Ketika itu aku sedikit takut karena kau melihatku seperti hantu yang tiba tiba muncul." Kata Rafa sambil tertawa.

"Itu tidak lucu." Nabila kesal dengan Rafa karena sekeras apapun ia berusaha hasilnya pun Rafa tetap tidak ingat denganya.

"Memangnya kenapa? kau mengenalku?" Tanya Rafa heran kenapa Nabila bertanya seperti itu.

"Tidak lupakan saja." Nabila sudah nyerah dengan Rafa. ia berusaha untuk melupakan kejadian itu.

Lalu, ketika mereka sedang asik berjalan tiba-tiba ada seseorang yang sedang bermain sepeda tidak sengaja menabrak Nabila. Dan Nabila pun tidak sengaja mendorong Rafa.

Alhasil, Nabila dan Rafa pun terjatuh bersama sama. Tapi dengan cepat Rafa meletakan tangannya dibawah kepala Nabila agar kepala Nabila tidak jatuh ke aspal yang keras.

"Kau baik baik saja?" Rafa khawatir dengan Nabila.

Nabila hanya bisa menatap Rafa dengan diam karena jarak mereka yang sangat dekat, hal itu membuat Nabila tak bisa melakukan apa apa.

Perasaan Rafa tiba tiba berubah lagi dan ia merasakan perasaan itu lagi. Perasaan yang sama ketika Nabila terjatuh dipelukannya waktu itu.

"Sepertinya ada sesuatu yang berbeda darinya, dia selalu membuat hatiku hangat seperti ini." Kata Rafa dalam hati dan masih melihat Nabila.

"Aku tidak apa apa." Nabila pun langsung berdiri dan membenarkan bajunya.

"Terimakasih." Kata Nabila grogi.

Rafa mengangguk dan tersenyum kearah Nabila. Ia pun merapikan bajunya yang sedikit kotor karena kena debu aspal.

Setelah itu, mereka pun menghabiskan waktu bersama dan melakukan semua kegiatan yang mereka inginkan. Mulai dari menemani Nabila mengambil gambar macam macam bunga. Setelah itu, mereka menikmati makanan tepi jalan. Bahkan Rafa kelihatan usil dengan menggangu Nabila ketika mengambil foto pemandangan. Alhasil wajah Rafa lah yang difoto Nabila. Nabila pun kesal ia pun memukul Rafa, tetapi Rafa berusaha lari dan akhirnya mereka pun main kejar kejaran.

Hari pun terasa begitu cepat dan mereka pun menikmati indahnya waktu senja. Mereka berdua duduk di rumput dan melihat matahari yang akan tenggelam.

"Terimakasih untuk hari ini, kau membuatku sangat menikmati hari ini." Rafa pun terlihat tersenyum mengingat kejadian tadi.

Nabila pun melihat Rafa sambil tersenyum dalam. Sudah lama Nabila tidak melihat senyumnya itu. Senyum yang sangat membuat hati Nabila bahagia dan tenang. Hari-hari Nabila selalu ceria dan bahagia jika sudah bersama Rafa. Nabila pun bergumam dalam hati dan melihat Rafa.

"Tidak ada bunga yang mekar didunia ini tanpa arti. Di suatu tempat bunga bunga itu sedang berguguran. Namun, ditempatku bunga itu sedang bermekaran." Kata Nabila lirih.

"Dan bunga itu adalah kau." Nabila melihat Rafa dengan tatapan yang dalam.

Rafa pun balik melihat Nabila karena Nabila seperti mengatakan sesuatu kepadanya. Tapi Rafa pun ikut terdiam karena melihat Nabila yang memandangannya begitu dalam dan penuh makna.

Setiap momen yang aku lalui bersamanya terasa begitu nyata tapi semu.

Terpopuler

Comments

Wirdah K 🌹

Wirdah K 🌹

hallo Thor apa kabar??😀

2020-08-25

0

Nai_lut31

Nai_lut31

sampai sini dulu ya Kak
semangat Up-nya 😊😊

2020-08-16

0

Lintang Lia Taufik

Lintang Lia Taufik

absen dulu ya kak

2020-08-15

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Prolog
2 Episode 2 Nabila
3 Episode 3 Kisah di masa lalu
4 Episode 4 Perasaan ini
5 Episode 5 Pertemuan
6 Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7 Episode 7 Hari yang indah
8 Episode 8 Dia
9 Episode 9 Bertemu Salsa
10 Episode 10 Luka
11 Episode 11 Berita baik
12 Episode 12 kunjungan
13 Episode 13 pesta
14 Episode 14 Senyum mu
15 Episode 15 Kesal
16 Episode 16 Ide Nabila
17 Episode 17 Kontrak Baru
18 Episode 18 Sedih
19 Episode 19 Kenangan (1)
20 Episode 20 Kenangan (2)
21 Episode 21 Mulai Bekerja
22 Episode 22 Bersama Rafa
23 Episode 23 Sesuatu
24 Episode 24 Gantungan
25 Episode 25 Lily
26 Episode 26 Rasa Bersalah
27 Episode 27 Teman Baru
28 Episode 28 Ternyata
29 Episode 29 Bantuan
30 Episode 30 Tak Disangka
31 Episode 31 Tidak Jadi
32 Episode 32 Persahabatan
33 Episode 33 hangout
34 Episode 34 Ketakutan
35 Episode 35 Rasa Sakit
36 Episode 36 Getaran Cinta
37 Episode 37 Pelukan
38 Episode 38 Hati Rafa
39 Episode 39 Nonton Film
40 Episode 40 Bersama Rafa
41 Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42 Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43 Episode 43 Mimpi
44 Episode 44 Obat Apa Itu?
45 Episode 45 Mulai Mencari Tau
46 Episode 46 Siapa?
47 Episode 47 Ingin menjauh
48 Episode 48 Selalu Rafa
49 Episode 49 Jahil
50 Episode 50 Misterius
51 Episode 51 Mantan
52 Episode 52 Mengejutkan
53 Episode 53 Hadiah
54 Episode 54 Ungkapan Hati
55 Episode 55 Bertemu Erick
56 Episode 56 Bertemu Luna
57 Episode 57 Kecemasan
58 Episode 58 Rencana jahat
59 Episode 59 Kecurigaan Tasya
60 Episode 60 Perdebatan
61 Episode 61 Balas membalas
62 Episode 62 Berbagi cerita
63 Episode 63 Memulai aksi
64 Episode 64 Hukuman
65 Episode 65 First Kiss
66 Episode 66 Kenyamanan
67 Episode 67 Mengetahui niat jahat
68 Episode 68 Bersiap Pergi
69 Episode 69 Keributan di Mobil
70 Episode 70 Tiba di pantai
71 Episode 71 Di Pantai
72 Episode 72 Kiss (2)
73 Episode 73 Rencana Gagal
74 Episode 74 Kedatangan Luna
75 Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76 Episode 76 Kesalah Pahaman
77 Episode 77 Bersikap Dingin
78 Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79 Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80 Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81 Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82 Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83 Episode 83 Kemarahan Luna
84 Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85 Episode 85 Ancaman Randi
86 Episode 86 Menjauh dari Nabila
87 Episode 87 Keberanian Tasya
88 Episode 88 Terungkap
89 Episode 89 Rencana Baru
90 Episode 90 Malam yang kelam
91 Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92 Episode 92 Malam yang menyakitkan
93 Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94 Episode 94 Jadi pacar Rafa
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Episode 1 Prolog
2
Episode 2 Nabila
3
Episode 3 Kisah di masa lalu
4
Episode 4 Perasaan ini
5
Episode 5 Pertemuan
6
Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7
Episode 7 Hari yang indah
8
Episode 8 Dia
9
Episode 9 Bertemu Salsa
10
Episode 10 Luka
11
Episode 11 Berita baik
12
Episode 12 kunjungan
13
Episode 13 pesta
14
Episode 14 Senyum mu
15
Episode 15 Kesal
16
Episode 16 Ide Nabila
17
Episode 17 Kontrak Baru
18
Episode 18 Sedih
19
Episode 19 Kenangan (1)
20
Episode 20 Kenangan (2)
21
Episode 21 Mulai Bekerja
22
Episode 22 Bersama Rafa
23
Episode 23 Sesuatu
24
Episode 24 Gantungan
25
Episode 25 Lily
26
Episode 26 Rasa Bersalah
27
Episode 27 Teman Baru
28
Episode 28 Ternyata
29
Episode 29 Bantuan
30
Episode 30 Tak Disangka
31
Episode 31 Tidak Jadi
32
Episode 32 Persahabatan
33
Episode 33 hangout
34
Episode 34 Ketakutan
35
Episode 35 Rasa Sakit
36
Episode 36 Getaran Cinta
37
Episode 37 Pelukan
38
Episode 38 Hati Rafa
39
Episode 39 Nonton Film
40
Episode 40 Bersama Rafa
41
Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42
Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43
Episode 43 Mimpi
44
Episode 44 Obat Apa Itu?
45
Episode 45 Mulai Mencari Tau
46
Episode 46 Siapa?
47
Episode 47 Ingin menjauh
48
Episode 48 Selalu Rafa
49
Episode 49 Jahil
50
Episode 50 Misterius
51
Episode 51 Mantan
52
Episode 52 Mengejutkan
53
Episode 53 Hadiah
54
Episode 54 Ungkapan Hati
55
Episode 55 Bertemu Erick
56
Episode 56 Bertemu Luna
57
Episode 57 Kecemasan
58
Episode 58 Rencana jahat
59
Episode 59 Kecurigaan Tasya
60
Episode 60 Perdebatan
61
Episode 61 Balas membalas
62
Episode 62 Berbagi cerita
63
Episode 63 Memulai aksi
64
Episode 64 Hukuman
65
Episode 65 First Kiss
66
Episode 66 Kenyamanan
67
Episode 67 Mengetahui niat jahat
68
Episode 68 Bersiap Pergi
69
Episode 69 Keributan di Mobil
70
Episode 70 Tiba di pantai
71
Episode 71 Di Pantai
72
Episode 72 Kiss (2)
73
Episode 73 Rencana Gagal
74
Episode 74 Kedatangan Luna
75
Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76
Episode 76 Kesalah Pahaman
77
Episode 77 Bersikap Dingin
78
Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79
Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80
Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81
Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82
Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83
Episode 83 Kemarahan Luna
84
Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85
Episode 85 Ancaman Randi
86
Episode 86 Menjauh dari Nabila
87
Episode 87 Keberanian Tasya
88
Episode 88 Terungkap
89
Episode 89 Rencana Baru
90
Episode 90 Malam yang kelam
91
Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92
Episode 92 Malam yang menyakitkan
93
Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94
Episode 94 Jadi pacar Rafa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!