Setelah menatap Rafa cukup lama Nabila baru tersadar bahwa dia berada di kekangan Rafa. Dengan cepat Nabila menjauh dari Rafa.
"Apa yang kau lakukan? kenapa kau menarikku dan lari sejauh ini." Tanya Nabila dengan tatapan kesal dan tak menyangka.
"Maafkan aku, sebenarnya aku hanya ingin kabur dari beberapa orang yang sedang mengejarku. Kebetulan aku melihatmu dan aku pernah juga pernah bertemu denganmu sebelumnya. Aku bawa kamu lari biar orang orang itu tidak tau kemana aku pergi." Kata Rafa tertawa dan sedikit malu.
Rafa pun melihat ke kanan kiri memastikan bahwa orang orang yang mengejarnya tadi sudah pergi.
"Baiklah, mereka sudah pergi dan aku aman." Rafa pun tersenyum ke Nabila.
"Emang siapa yang mengejar mu? apa kau penjahat atau buronan polisi?" Tanya Nabila. Dalam hati Nabila hanya bisa tertawa karena dia tau kalau Rafa bukanlah penjahat seperti itu.
"Heii... aku bukan penjahat, aku tidak seperti yang kamu pikirkan." Rafa menjawab dengan kesal.
Dalam hati Nabila hanya tersenyum miris. Karena sebenarnya Nabila tau orang seperti apa Rafa itu. Tapi, dia hanya bisa memendamnya dan tidak bisa mengungkapkannya kepada Rafa.
"Aku ingin mengucapkan terimakasih, karena berkatmu aku bisa kabur dari orang orang itu." Kata Rafa.
"Jika sudah selesai, aku pergi dulu." Kata Nabila. Ia pun pergi begitu saja dari hadapan Rafa.
"Tunggu, tunggu, sebagai ucapan terimakasihku bagaimana kalau hari ini aku menemanimu jalan jalan. Biar kau tak sendirian." Kata Rafa.
"Tidak mau." Kata Nabila. karena menurut Nabila, lebih baik untuk saat ini ia sendiri dan tak bersama Rafa.
"Tunggu! kau tidak lihat orang orang disekitarmu. Mereka semua yang datang kesini pasti membawa pasangannya atau pergi bersama keluarga. Apa kau tidak malu jalan sendiri begitu?" Tanya Rafa. Ia pun tertawa melihat Nabila yang malu dan Nabila juga memperhatikan orang orang sekelilingnya. Diapun menyadari bahwa hanya ia yang sendiri yang tidak punya pasangan.
"Haishh dia sangat menyebalkan." Jawab Nabila.
"Ayoklah, sebagai ucapan minta maafku karena kejadian tadi. Aku akan menemanimu
dan mentraktirmu hari ini." Kata Rafa menggoda Nabila.
"Benarkah ? kau serius akan mentraktirku?" Tanya Nabila. Ia sangat tergiur dengan godaan dari Rafa itu.
"Iyaaa karena itu, ayo kita jalan jalan bersama." Kata Rafa.
Akhirnya mereka pun jalan-jalan bersama.
"Oiya, aku belum berkenalan secara resmi denganmu. Perkenalkan nama aku Rafa. Kau boleh panggil aku Rafa saja." Rafa pun tersenyum kearah Nabila.
Nabila pun juga berkenalan dengan Rafa. Karena Rafa sudah tidak mengenalnya lagi.
"Kau bisa panggil aku Nabila saja." Nabila merasa seperti aneh karena dia harus berkenalan lagi dengan Rafa. Padahal di masa lalu Nabila sudah sangat mengenal Rafa.
"Oke, baiklah." Rafa pun tersenyum.
"Oiya, bagaimana dengan temanmu? apakah kau sudah menemuinya? Rafa bertanya tentang teman yang pernah Nabila katakan ketika ditoko bunga waktu itu."
"Teman? owh, aku belum menemukannya." Nabila baru tersadar siapa yang dimaksud Rafa tadi. Ternyata itu teman bohong yang pernah Nabila katakan kepada Rafa. Kalau Rafa itu mirip dan memiliki nama yang sama dengan temannya itu.
"Ternyata didunia ini ada juga ya, orang yang wajahnya bahkan namanya juga sama denganku. Aku tak menyangka." Kata Rafa dengan tersenyum.
"Mungkin kebetulan terjadi begitu." Nabila hanya tersenyum kaku.
Untuk saat ini, Nabila hanya bisa berbohong ia tidak bisa mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.
"Kalau begitu, semoga kau cepat menemukan temanmu itu. Dan tidak terkejut lagi kalau ada orang lain lagi yang bernama Rafa juga." Rafa tertawa karena ia sedang menyindir Nabila yang pada saat itu sangat terkejut ketika melihatnya.
"Ternyata kau sangat menjengkelkan ya." Nabila berucap sambil cemberut. Nabila berpikir memang dari dulu sih Rafa itu sangat menjengkelkan. dan selalu berbuat usil seperti ini. Kadang sampai membuat Nabila marah. Dan ternyata sampai sekarang pun sikapnya tak berubah.
"Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kepadamu." Kata Nabila serius. Ia pun menghadap kearah Rafa.
"Apa yang terlintas dibenakmu ketika pertama kali kau bertemu denganku?" Tanya Nabila. Ia penasaran dan ia ingin mencoba sekali lagi untuk memastikan apakah Rafa memang tidak mengingatnya.
Rafa pun berbalik menghadap kearah Nabila dan terlihat memikirkan jawaban dari pertanyaan Nabila tadi.
"Tidak ada, aku hanya melihatmu seperti cewek biasa. Baru setelah itu aku tau kalau kamu adalah pelayan toko bunga itu, sudah itu saja." Kata Rafa.
"Kau tidak merasa ada sesuatu yang aneh ketika melihatku?" Nabila terus bertanya karena dia tidak puas dengan jawaban Rafa tadi.
"Ada." Kata Rafa.
Nabila pun terlihat lebih serius ketika Rafa menjawab seperti itu. Setidaknya dia masih punya harapan.
"Kau seperti orang aneh ketika melihatku. Ketika itu aku sedikit takut karena kau melihatku seperti hantu yang tiba tiba muncul." Kata Rafa sambil tertawa.
"Itu tidak lucu." Nabila kesal dengan Rafa karena sekeras apapun ia berusaha hasilnya pun Rafa tetap tidak ingat denganya.
"Memangnya kenapa? kau mengenalku?" Tanya Rafa heran kenapa Nabila bertanya seperti itu.
"Tidak lupakan saja." Nabila sudah nyerah dengan Rafa. ia berusaha untuk melupakan kejadian itu.
Lalu, ketika mereka sedang asik berjalan tiba-tiba ada seseorang yang sedang bermain sepeda tidak sengaja menabrak Nabila. Dan Nabila pun tidak sengaja mendorong Rafa.
Alhasil, Nabila dan Rafa pun terjatuh bersama sama. Tapi dengan cepat Rafa meletakan tangannya dibawah kepala Nabila agar kepala Nabila tidak jatuh ke aspal yang keras.
"Kau baik baik saja?" Rafa khawatir dengan Nabila.
Nabila hanya bisa menatap Rafa dengan diam karena jarak mereka yang sangat dekat, hal itu membuat Nabila tak bisa melakukan apa apa.
Perasaan Rafa tiba tiba berubah lagi dan ia merasakan perasaan itu lagi. Perasaan yang sama ketika Nabila terjatuh dipelukannya waktu itu.
"Sepertinya ada sesuatu yang berbeda darinya, dia selalu membuat hatiku hangat seperti ini." Kata Rafa dalam hati dan masih melihat Nabila.
"Aku tidak apa apa." Nabila pun langsung berdiri dan membenarkan bajunya.
"Terimakasih." Kata Nabila grogi.
Rafa mengangguk dan tersenyum kearah Nabila. Ia pun merapikan bajunya yang sedikit kotor karena kena debu aspal.
Setelah itu, mereka pun menghabiskan waktu bersama dan melakukan semua kegiatan yang mereka inginkan. Mulai dari menemani Nabila mengambil gambar macam macam bunga. Setelah itu, mereka menikmati makanan tepi jalan. Bahkan Rafa kelihatan usil dengan menggangu Nabila ketika mengambil foto pemandangan. Alhasil wajah Rafa lah yang difoto Nabila. Nabila pun kesal ia pun memukul Rafa, tetapi Rafa berusaha lari dan akhirnya mereka pun main kejar kejaran.
Hari pun terasa begitu cepat dan mereka pun menikmati indahnya waktu senja. Mereka berdua duduk di rumput dan melihat matahari yang akan tenggelam.
"Terimakasih untuk hari ini, kau membuatku sangat menikmati hari ini." Rafa pun terlihat tersenyum mengingat kejadian tadi.
Nabila pun melihat Rafa sambil tersenyum dalam. Sudah lama Nabila tidak melihat senyumnya itu. Senyum yang sangat membuat hati Nabila bahagia dan tenang. Hari-hari Nabila selalu ceria dan bahagia jika sudah bersama Rafa. Nabila pun bergumam dalam hati dan melihat Rafa.
"Tidak ada bunga yang mekar didunia ini tanpa arti. Di suatu tempat bunga bunga itu sedang berguguran. Namun, ditempatku bunga itu sedang bermekaran." Kata Nabila lirih.
"Dan bunga itu adalah kau." Nabila melihat Rafa dengan tatapan yang dalam.
Rafa pun balik melihat Nabila karena Nabila seperti mengatakan sesuatu kepadanya. Tapi Rafa pun ikut terdiam karena melihat Nabila yang memandangannya begitu dalam dan penuh makna.
Setiap momen yang aku lalui bersamanya terasa begitu nyata tapi semu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
Wirdah K 🌹
hallo Thor apa kabar??😀
2020-08-25
0
Nai_lut31
sampai sini dulu ya Kak
semangat Up-nya 😊😊
2020-08-16
0
Lintang Lia Taufik
absen dulu ya kak
2020-08-15
0