Episode 9 Bertemu Salsa

"Kau..." Nabila pun tekejut ketika ia melihat seorang wanita yang berdiri didepannyam

"Kau Nabila kan?" wanita itu bertanya kepada Nabila dan ia sangat terkejut.

Kafe kopi

Mereka pun duduk berdua di sebuah kafe kopi. Masih dekat sekitaran taman tadi. Mereka saling memandang satu sama lain dengan tatapan yang membingungkan dan tak dapat diartikan.

"Lama tak bertemu. Bagaimana kabarmu?" Nabila pun memulai percakapan diantara mereka.

"Aku baik baik saja. Kau masih sama dengan dulu kau tak banyak berubah. Bagaimana denganmu?" Wanita itu pun tersenyum kearah Nabila.

"Keadaanku tidak baik baik saja setelah kejadian yang terjadi dimasa lalu itu." Nabila pun tersenyum pahit.

Ternyata yang duduk bersama Nabila itu adalah adik Rafa bernama Salsa. Nabila sudah sangat mengenal Salsa semenjak dia berpacaran dengan Rafa dulu.

"Pasti itu sangat sulit bagimu. Tapi kau harus menerima faktanya dan menjalani kehidupanmu seperti biasa lagi. Bagimu Mungkin ini sangat begitu menyakitkan." Salsa melihat Nabila dengan tatapan iba.

"Tidak saja menyakitkan. Kejadian tersebut membuat aku hampir tidak bisa memulai masa depanku yang lebih baik lagi. Karena masa lalu itu selalu menghantuiku." Nabila pun terlihat sangat sedih.

"Aku sangat kasihan melihatmu tapi kadang takdir berkata lain. Tapi, aku tetap senang melihatmu masih mau duduk disini bersamaku. Dan tidak terlihat seperti ada dendam." Salsa pun tertawa kecil.

"Ini semua bukan salahmu jadi akupun tak ada perasaan dendam kepadamu." Nabila berbicara sambil tertawa.

"Aku hanya takut kau membenciku dan tidak mau bertemu denganku lagi." Salsa pun tertawa.

"Tidak hanya kamu saja tapi semuanya, aku tidak pernah membenci kalian walaupun aku sedih karena kejadian itu. Tapi, kalian tetap aku anggap keluargaku." ucap Nabila

"Apakah yang kau maksud mereka itu adalah keluargaku ayah dan ibuku kan?" Tanya Salsa tampak bingung.

"Kau benar." Salsa pun kembali teringat akan kejadian itu.

5 tahun yang lalu

"Hari ini aku yang akan menjemputmu, kau tunggu aku di halte Depan rumahmu saja ya." Rafa berbicara dengan Nabila di telepon.

"Sudah aku katakan aku bisa pergi sendiri kau tak perlu repot repot menjemputku." Nabila pun menghela nafas panjang ketika Rafa tetap bersikeras untuk menjemputnya.

"Tidak bisa, kau tau kan kalau rumah Erick itu jauh. Jika kau naik bus itu akan menghabiskan waktu yang cukup lama." Rafa menjelaskan dengan sangat yakin karena hari ini mereka akan pergi ke pesta ulang tahun Erick.

"Baiklah, aku akan menurutimu kali ini." Nabila pun hanya pasrah karena dia tau Rafa tidak akan mau kalah jika keinginan nya tidak terpenuhi.

"Anak pintar hahaha." Rafa pun tertawa puas karena dia menang kali ini.

"Jadi jam berapa kau akan menjemputku?" Nabila bertanya kepada rafa.

"Sekitar 20 menit lagi aku akan menjemputmu. Bersiaplah dan berdandan lah dengan cantik." Rafa pun tertawa lagi.

"Aku kan setiap hari memang terlihat cantik." Nabila pun berbicara dengan sangat pede.

"Baiklah aku akui kecantikanmu." Kata Rafa dengan senyum manisnya.

Setelah bersiap siap Nabila pun menunggu di halte. Tempat yang dikatakan Rafa tadi, Nabila terlihat sangat bahagia karena hari ini ia memakai kalung yang diberikan Rafa waktu Nabila ulang tahun.

Namun, tiba tiba ada yang menyenggolnya dan mengakibatkan mutiara di kalung tadi terjatuh dan menggelinding ke arah jalan.

"Maafkan aku, aku tidak sengaja." Kata orang yang menyenggol Nabila tadi.

"Tidak apa apa." Nabila hanya bisa tersenyum karena tidak bisa juga menyalahkan orang tersebut karena orang tu pun tidak sengaja.

"Aduh, kemana perginya mutiara tadi." Nabila pun mencari mutiara yang jatuh tadi ke sekelilingnya. Nabila pun melihat mutiara itu ada diseberang jalan.

"Ah itu dia." Nabila pun berjalan ke arah jalan untuk mengambil mutiara tersebut.

"Nabila kau mau kemana?" Ternyata itu Rafa. Dia sudah tiba untuk menjemputnya.

"Mutiara itu terjatuh kearah seberang jalan. Aku akan mengambilnya sebentar." Nabila pun menjawab.

"Aku yang akan mengambilnya kau tunggu didalam mobil saja." Rafa pun keluar dari mobil dan berjalan ke arah mutiara tersebut.

Nabila pun berjalan mundur kembali dan membiarkan Rafa yang mengambilkan mutiara itu. Tidak lama setelah itu Nabila pun senang melihat Rafa berhasil mendapatkan mutiara tersebut.

Namun, sedetik setelah itu raut wajah Nabila pun menjadi panik dan terkejut ketika ada mobil yang melaju cepat kearah Rafa.

Dengan cepat Nabila memanggil Rafa untuk segera menghindar karena ada mobil yang melaju kearahnya. Namun, takdir tidak bisa dihindari, mobil itu sudah duluan menabrak Rafa yang membuat tubuh Rafa terlempar dengan sangat kuat.

"Tidak!!!!!!!" Nabila teriak dan menangis kencang ketika melihat Rafa sudah ditabrak oleh mobil tersebut. Rafa pun bercucuran darah sangat banyak terutama didaerah kepalanya.

Nabila pun berlari sekuat tenaga kearah Rafa.

"Rafa, bangun !!! Rafa bangun!!" Nabila pun berteriak dan pasrah melihat Rafa sudah pingsan dan bercucuran darah. Setelah itu mobil ambulans pun datang dan membawa Rafa pergi ke rumah sakit.

Rumah Sakit Bunda

Orangtua Rafa dan Salsa pun datang kerumah sakit setelah dapat telepon dari rumah sakit bahwa Rafa mengalami kecelakaan dan sekarang sedang melakukan operasi.

Setelah sampai didepan pintu ruang operasi, ibu Rafa melihat Nabila yang terduduk lemas sambil menangis.

"Semua ini salah kau!!!! kau menyebabkan anak kami kecelakaan, kau seharusnya tidak berada disini!!!" Ibu Rafa sangat marah dengan Nabila karena ia merasa kecelakaan yang menimpa anaknya adalah salah Nabila.

"Sudah, kau tidak boleh melakukan ini kepadanya." Ayah Rafa pun menenangkan ibu Rafa yang tampak sangat marah kepada Nabila.

Nabila hanya bisa diam dan pasrah ia seperti sedang mimpi buruk. Ia ingin cepat cepat bangun dari mimpi ini karena ia masih tidak percaya terhadap apa yang terjadi dengan Rafa dan dirinya.

1 Minggu setelah kecelakaan

Rafa masih belum sadarkan diri dan Nabila masih selalu setia mendampingi Rafa.

"Aku ingin kau pergi dari sini." Ternyata itu ibu Rafa yang berbicara dengan nada marah kepada Nabila.

"Tidak, aku akan menunggu Rafa sampai terjaga." Kata Nabila.

"Kau pikir kau berhak melakukan itu, jika Rafa tidak berjalan ketengah jalan tersebut dan mengambil mutiara tersebut semua ini tidak akan terjadi. Semua ini salah mu." Kata ibu Rafa.

"Tapi aku juga tidak tau kalau semua ini akan terjadi." Kata Nabila sedih dan menangis.

"Aku juga ingin kau pergi! abangku harus merasakan kesakitan seperti ini, dan juga belum sadarkan diri semua itu karena mu!" Kata Salsa.

"Aku setuju dengan apa yg dikatakannya. Untuk kebaikan kita semua lebih baik kau tidak disini dan pergilah." Ayah Rafa pun berbicara dengan tatapan iba.

"Tapi kenapa, kenapa aku harus pergi!" Nabila menangis kencang

"Karena kau tidak dibutuhkan lagi oleh Rafa. Apa kau pikir perasaan Rafa akan sama seperti dulu. Ketika ia mengetahui bahwa dia mengalami kecelakaan karena menyelamatkan mutiaramu yang tak berguna itu!" Teriak ibu Rafa dengan marah.

"Rafa pasti akan menjauhimu dan membencimu. Karena gara gara kau, hidupnya hancur seperti ini." Kata ibu Rafa.

Nabila tak menyangka kenapa takdirnya akan berakhir seperti ini. Kesalahan apa yang telah Nabila buat sampai pada akhirnya ia harus mengalami hal yang menakutkan ini.

Kadang takdir tidak sesuai dengan keinginan kita.

Terpopuler

Comments

Zihan Masrura

Zihan Masrura

semangat Author

mampir juga ya di cerita saya

2020-08-27

0

RhinYani25

RhinYani25

Aku sudah feedback kak.
jangan bosan mampir lagi ke cerita ku ya
*Rahasia dibalik perjodohan
*Keynara

2020-08-21

1

Lintang Lia Taufik

Lintang Lia Taufik

lanjut baca

2020-08-15

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Prolog
2 Episode 2 Nabila
3 Episode 3 Kisah di masa lalu
4 Episode 4 Perasaan ini
5 Episode 5 Pertemuan
6 Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7 Episode 7 Hari yang indah
8 Episode 8 Dia
9 Episode 9 Bertemu Salsa
10 Episode 10 Luka
11 Episode 11 Berita baik
12 Episode 12 kunjungan
13 Episode 13 pesta
14 Episode 14 Senyum mu
15 Episode 15 Kesal
16 Episode 16 Ide Nabila
17 Episode 17 Kontrak Baru
18 Episode 18 Sedih
19 Episode 19 Kenangan (1)
20 Episode 20 Kenangan (2)
21 Episode 21 Mulai Bekerja
22 Episode 22 Bersama Rafa
23 Episode 23 Sesuatu
24 Episode 24 Gantungan
25 Episode 25 Lily
26 Episode 26 Rasa Bersalah
27 Episode 27 Teman Baru
28 Episode 28 Ternyata
29 Episode 29 Bantuan
30 Episode 30 Tak Disangka
31 Episode 31 Tidak Jadi
32 Episode 32 Persahabatan
33 Episode 33 hangout
34 Episode 34 Ketakutan
35 Episode 35 Rasa Sakit
36 Episode 36 Getaran Cinta
37 Episode 37 Pelukan
38 Episode 38 Hati Rafa
39 Episode 39 Nonton Film
40 Episode 40 Bersama Rafa
41 Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42 Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43 Episode 43 Mimpi
44 Episode 44 Obat Apa Itu?
45 Episode 45 Mulai Mencari Tau
46 Episode 46 Siapa?
47 Episode 47 Ingin menjauh
48 Episode 48 Selalu Rafa
49 Episode 49 Jahil
50 Episode 50 Misterius
51 Episode 51 Mantan
52 Episode 52 Mengejutkan
53 Episode 53 Hadiah
54 Episode 54 Ungkapan Hati
55 Episode 55 Bertemu Erick
56 Episode 56 Bertemu Luna
57 Episode 57 Kecemasan
58 Episode 58 Rencana jahat
59 Episode 59 Kecurigaan Tasya
60 Episode 60 Perdebatan
61 Episode 61 Balas membalas
62 Episode 62 Berbagi cerita
63 Episode 63 Memulai aksi
64 Episode 64 Hukuman
65 Episode 65 First Kiss
66 Episode 66 Kenyamanan
67 Episode 67 Mengetahui niat jahat
68 Episode 68 Bersiap Pergi
69 Episode 69 Keributan di Mobil
70 Episode 70 Tiba di pantai
71 Episode 71 Di Pantai
72 Episode 72 Kiss (2)
73 Episode 73 Rencana Gagal
74 Episode 74 Kedatangan Luna
75 Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76 Episode 76 Kesalah Pahaman
77 Episode 77 Bersikap Dingin
78 Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79 Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80 Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81 Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82 Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83 Episode 83 Kemarahan Luna
84 Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85 Episode 85 Ancaman Randi
86 Episode 86 Menjauh dari Nabila
87 Episode 87 Keberanian Tasya
88 Episode 88 Terungkap
89 Episode 89 Rencana Baru
90 Episode 90 Malam yang kelam
91 Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92 Episode 92 Malam yang menyakitkan
93 Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94 Episode 94 Jadi pacar Rafa
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Episode 1 Prolog
2
Episode 2 Nabila
3
Episode 3 Kisah di masa lalu
4
Episode 4 Perasaan ini
5
Episode 5 Pertemuan
6
Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7
Episode 7 Hari yang indah
8
Episode 8 Dia
9
Episode 9 Bertemu Salsa
10
Episode 10 Luka
11
Episode 11 Berita baik
12
Episode 12 kunjungan
13
Episode 13 pesta
14
Episode 14 Senyum mu
15
Episode 15 Kesal
16
Episode 16 Ide Nabila
17
Episode 17 Kontrak Baru
18
Episode 18 Sedih
19
Episode 19 Kenangan (1)
20
Episode 20 Kenangan (2)
21
Episode 21 Mulai Bekerja
22
Episode 22 Bersama Rafa
23
Episode 23 Sesuatu
24
Episode 24 Gantungan
25
Episode 25 Lily
26
Episode 26 Rasa Bersalah
27
Episode 27 Teman Baru
28
Episode 28 Ternyata
29
Episode 29 Bantuan
30
Episode 30 Tak Disangka
31
Episode 31 Tidak Jadi
32
Episode 32 Persahabatan
33
Episode 33 hangout
34
Episode 34 Ketakutan
35
Episode 35 Rasa Sakit
36
Episode 36 Getaran Cinta
37
Episode 37 Pelukan
38
Episode 38 Hati Rafa
39
Episode 39 Nonton Film
40
Episode 40 Bersama Rafa
41
Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42
Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43
Episode 43 Mimpi
44
Episode 44 Obat Apa Itu?
45
Episode 45 Mulai Mencari Tau
46
Episode 46 Siapa?
47
Episode 47 Ingin menjauh
48
Episode 48 Selalu Rafa
49
Episode 49 Jahil
50
Episode 50 Misterius
51
Episode 51 Mantan
52
Episode 52 Mengejutkan
53
Episode 53 Hadiah
54
Episode 54 Ungkapan Hati
55
Episode 55 Bertemu Erick
56
Episode 56 Bertemu Luna
57
Episode 57 Kecemasan
58
Episode 58 Rencana jahat
59
Episode 59 Kecurigaan Tasya
60
Episode 60 Perdebatan
61
Episode 61 Balas membalas
62
Episode 62 Berbagi cerita
63
Episode 63 Memulai aksi
64
Episode 64 Hukuman
65
Episode 65 First Kiss
66
Episode 66 Kenyamanan
67
Episode 67 Mengetahui niat jahat
68
Episode 68 Bersiap Pergi
69
Episode 69 Keributan di Mobil
70
Episode 70 Tiba di pantai
71
Episode 71 Di Pantai
72
Episode 72 Kiss (2)
73
Episode 73 Rencana Gagal
74
Episode 74 Kedatangan Luna
75
Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76
Episode 76 Kesalah Pahaman
77
Episode 77 Bersikap Dingin
78
Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79
Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80
Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81
Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82
Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83
Episode 83 Kemarahan Luna
84
Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85
Episode 85 Ancaman Randi
86
Episode 86 Menjauh dari Nabila
87
Episode 87 Keberanian Tasya
88
Episode 88 Terungkap
89
Episode 89 Rencana Baru
90
Episode 90 Malam yang kelam
91
Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92
Episode 92 Malam yang menyakitkan
93
Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94
Episode 94 Jadi pacar Rafa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!