"Kau..." Nabila pun tekejut ketika ia melihat seorang wanita yang berdiri didepannyam
"Kau Nabila kan?" wanita itu bertanya kepada Nabila dan ia sangat terkejut.
Kafe kopi
Mereka pun duduk berdua di sebuah kafe kopi. Masih dekat sekitaran taman tadi. Mereka saling memandang satu sama lain dengan tatapan yang membingungkan dan tak dapat diartikan.
"Lama tak bertemu. Bagaimana kabarmu?" Nabila pun memulai percakapan diantara mereka.
"Aku baik baik saja. Kau masih sama dengan dulu kau tak banyak berubah. Bagaimana denganmu?" Wanita itu pun tersenyum kearah Nabila.
"Keadaanku tidak baik baik saja setelah kejadian yang terjadi dimasa lalu itu." Nabila pun tersenyum pahit.
Ternyata yang duduk bersama Nabila itu adalah adik Rafa bernama Salsa. Nabila sudah sangat mengenal Salsa semenjak dia berpacaran dengan Rafa dulu.
"Pasti itu sangat sulit bagimu. Tapi kau harus menerima faktanya dan menjalani kehidupanmu seperti biasa lagi. Bagimu Mungkin ini sangat begitu menyakitkan." Salsa melihat Nabila dengan tatapan iba.
"Tidak saja menyakitkan. Kejadian tersebut membuat aku hampir tidak bisa memulai masa depanku yang lebih baik lagi. Karena masa lalu itu selalu menghantuiku." Nabila pun terlihat sangat sedih.
"Aku sangat kasihan melihatmu tapi kadang takdir berkata lain. Tapi, aku tetap senang melihatmu masih mau duduk disini bersamaku. Dan tidak terlihat seperti ada dendam." Salsa pun tertawa kecil.
"Ini semua bukan salahmu jadi akupun tak ada perasaan dendam kepadamu." Nabila berbicara sambil tertawa.
"Aku hanya takut kau membenciku dan tidak mau bertemu denganku lagi." Salsa pun tertawa.
"Tidak hanya kamu saja tapi semuanya, aku tidak pernah membenci kalian walaupun aku sedih karena kejadian itu. Tapi, kalian tetap aku anggap keluargaku." ucap Nabila
"Apakah yang kau maksud mereka itu adalah keluargaku ayah dan ibuku kan?" Tanya Salsa tampak bingung.
"Kau benar." Salsa pun kembali teringat akan kejadian itu.
5 tahun yang lalu
"Hari ini aku yang akan menjemputmu, kau tunggu aku di halte Depan rumahmu saja ya." Rafa berbicara dengan Nabila di telepon.
"Sudah aku katakan aku bisa pergi sendiri kau tak perlu repot repot menjemputku." Nabila pun menghela nafas panjang ketika Rafa tetap bersikeras untuk menjemputnya.
"Tidak bisa, kau tau kan kalau rumah Erick itu jauh. Jika kau naik bus itu akan menghabiskan waktu yang cukup lama." Rafa menjelaskan dengan sangat yakin karena hari ini mereka akan pergi ke pesta ulang tahun Erick.
"Baiklah, aku akan menurutimu kali ini." Nabila pun hanya pasrah karena dia tau Rafa tidak akan mau kalah jika keinginan nya tidak terpenuhi.
"Anak pintar hahaha." Rafa pun tertawa puas karena dia menang kali ini.
"Jadi jam berapa kau akan menjemputku?" Nabila bertanya kepada rafa.
"Sekitar 20 menit lagi aku akan menjemputmu. Bersiaplah dan berdandan lah dengan cantik." Rafa pun tertawa lagi.
"Aku kan setiap hari memang terlihat cantik." Nabila pun berbicara dengan sangat pede.
"Baiklah aku akui kecantikanmu." Kata Rafa dengan senyum manisnya.
Setelah bersiap siap Nabila pun menunggu di halte. Tempat yang dikatakan Rafa tadi, Nabila terlihat sangat bahagia karena hari ini ia memakai kalung yang diberikan Rafa waktu Nabila ulang tahun.
Namun, tiba tiba ada yang menyenggolnya dan mengakibatkan mutiara di kalung tadi terjatuh dan menggelinding ke arah jalan.
"Maafkan aku, aku tidak sengaja." Kata orang yang menyenggol Nabila tadi.
"Tidak apa apa." Nabila hanya bisa tersenyum karena tidak bisa juga menyalahkan orang tersebut karena orang tu pun tidak sengaja.
"Aduh, kemana perginya mutiara tadi." Nabila pun mencari mutiara yang jatuh tadi ke sekelilingnya. Nabila pun melihat mutiara itu ada diseberang jalan.
"Ah itu dia." Nabila pun berjalan ke arah jalan untuk mengambil mutiara tersebut.
"Nabila kau mau kemana?" Ternyata itu Rafa. Dia sudah tiba untuk menjemputnya.
"Mutiara itu terjatuh kearah seberang jalan. Aku akan mengambilnya sebentar." Nabila pun menjawab.
"Aku yang akan mengambilnya kau tunggu didalam mobil saja." Rafa pun keluar dari mobil dan berjalan ke arah mutiara tersebut.
Nabila pun berjalan mundur kembali dan membiarkan Rafa yang mengambilkan mutiara itu. Tidak lama setelah itu Nabila pun senang melihat Rafa berhasil mendapatkan mutiara tersebut.
Namun, sedetik setelah itu raut wajah Nabila pun menjadi panik dan terkejut ketika ada mobil yang melaju cepat kearah Rafa.
Dengan cepat Nabila memanggil Rafa untuk segera menghindar karena ada mobil yang melaju kearahnya. Namun, takdir tidak bisa dihindari, mobil itu sudah duluan menabrak Rafa yang membuat tubuh Rafa terlempar dengan sangat kuat.
"Tidak!!!!!!!" Nabila teriak dan menangis kencang ketika melihat Rafa sudah ditabrak oleh mobil tersebut. Rafa pun bercucuran darah sangat banyak terutama didaerah kepalanya.
Nabila pun berlari sekuat tenaga kearah Rafa.
"Rafa, bangun !!! Rafa bangun!!" Nabila pun berteriak dan pasrah melihat Rafa sudah pingsan dan bercucuran darah. Setelah itu mobil ambulans pun datang dan membawa Rafa pergi ke rumah sakit.
Rumah Sakit Bunda
Orangtua Rafa dan Salsa pun datang kerumah sakit setelah dapat telepon dari rumah sakit bahwa Rafa mengalami kecelakaan dan sekarang sedang melakukan operasi.
Setelah sampai didepan pintu ruang operasi, ibu Rafa melihat Nabila yang terduduk lemas sambil menangis.
"Semua ini salah kau!!!! kau menyebabkan anak kami kecelakaan, kau seharusnya tidak berada disini!!!" Ibu Rafa sangat marah dengan Nabila karena ia merasa kecelakaan yang menimpa anaknya adalah salah Nabila.
"Sudah, kau tidak boleh melakukan ini kepadanya." Ayah Rafa pun menenangkan ibu Rafa yang tampak sangat marah kepada Nabila.
Nabila hanya bisa diam dan pasrah ia seperti sedang mimpi buruk. Ia ingin cepat cepat bangun dari mimpi ini karena ia masih tidak percaya terhadap apa yang terjadi dengan Rafa dan dirinya.
1 Minggu setelah kecelakaan
Rafa masih belum sadarkan diri dan Nabila masih selalu setia mendampingi Rafa.
"Aku ingin kau pergi dari sini." Ternyata itu ibu Rafa yang berbicara dengan nada marah kepada Nabila.
"Tidak, aku akan menunggu Rafa sampai terjaga." Kata Nabila.
"Kau pikir kau berhak melakukan itu, jika Rafa tidak berjalan ketengah jalan tersebut dan mengambil mutiara tersebut semua ini tidak akan terjadi. Semua ini salah mu." Kata ibu Rafa.
"Tapi aku juga tidak tau kalau semua ini akan terjadi." Kata Nabila sedih dan menangis.
"Aku juga ingin kau pergi! abangku harus merasakan kesakitan seperti ini, dan juga belum sadarkan diri semua itu karena mu!" Kata Salsa.
"Aku setuju dengan apa yg dikatakannya. Untuk kebaikan kita semua lebih baik kau tidak disini dan pergilah." Ayah Rafa pun berbicara dengan tatapan iba.
"Tapi kenapa, kenapa aku harus pergi!" Nabila menangis kencang
"Karena kau tidak dibutuhkan lagi oleh Rafa. Apa kau pikir perasaan Rafa akan sama seperti dulu. Ketika ia mengetahui bahwa dia mengalami kecelakaan karena menyelamatkan mutiaramu yang tak berguna itu!" Teriak ibu Rafa dengan marah.
"Rafa pasti akan menjauhimu dan membencimu. Karena gara gara kau, hidupnya hancur seperti ini." Kata ibu Rafa.
Nabila tak menyangka kenapa takdirnya akan berakhir seperti ini. Kesalahan apa yang telah Nabila buat sampai pada akhirnya ia harus mengalami hal yang menakutkan ini.
Kadang takdir tidak sesuai dengan keinginan kita.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
Zihan Masrura
semangat Author
mampir juga ya di cerita saya
2020-08-27
0
RhinYani25
Aku sudah feedback kak.
jangan bosan mampir lagi ke cerita ku ya
*Rahasia dibalik perjodohan
*Keynara
2020-08-21
1
Lintang Lia Taufik
lanjut baca
2020-08-15
0