Episode 6 Siapa dia sebenarnya

Kamar Rafa

Rafa berdiri di balkon kamarnya, menatap lurus kedepan dengan wajah yang serius. Ternyata ia sedang memikirkan apa yang terjadi dengannya tadi.

Flashback

Sambil memeluk Nabila yang hampir terjatuh Rafa merasakan ada perasaan itu lagi. Perasaan yang sama dengan yang dirasakannya waktu di toko bunga.Tapi, bedanya dia tak merasakan sakit kepala itu dia hanya merasakan aneh dengan perasaannya yang tiba tiba menjadi lebih hangat dan tenang.

"Kau tidak apa apa Nabila?" Randi pun membantu Nabila dan bertanya khawatir.

"Aku tidak apa apa." Kata Nabila.

"Maafkan aku, aku tidak sengaja." Rafa pun meminta maaf kepada Nabila.

Setelah itu, Rafa pun menyadari kalau itu adalah Nabila si pelayan toko bunga.

"Kau bukannya pelayan di toko bunga waktu itu kan?" Tanya Rafa.

"Ah iya." Kata Nabila. Nabila hanya bisa tersenyum terpaksa.

"Aku sangat minta maaf aku benar benar tidak sengaja tadi." Kata Rafa.

"Aku tidak apa apa kau tidak perlu cemas." Kata Nabila.

Nabila pun baru sadar kalau ia tadi ada dipelukan Rafa.

"Aaaaa ternyata aku tadi berada di pelukan Rafa rasanya sangat menyenangkan." Nabila bergumam dalam hatinya dan tersenyum sendiri.

Disisi lain, Randi pun menyadari kalau itu Rafa. Dia terlihat tidak suka dengan kehadiran Rafa. Ada raut kebencian yang terpancar di wajah Randi. Dia pun cepat cepat mengalihkan pandangannya dari Rafa.

"Nabila ayo kita pulang, hari sudah semakin malam." Kata Randi dengan cepat dan menarik tangan Nabila.

"Tunggu sebentar, kau Randi kan?" Tanya Rafa. Dari tadi Rafa sudah melihat lihat kearah Randi dan baru menyadari kalau itu adalah Randi teman lamanya.

Randi hanya bisa mengganguk kaku dan tidak begitu peduli dengan Rafa.

"Lama tidak jumpa." Kata Rafa kepada Randi.

Namun, Randi tidak menghiraukan apa yang diucapkan Rafa dia pergi meninggalkan Rafa begitu saja.

"Kau mengenalnya?" Tanya Nabila.

"Kami satu sekolah dulu." Kata Randi. Karena Randi menjawab begitu dingin. Nabila merasa hubungan Randi dengan Rafa tidak begitu baik dan ia memutuskan untuk tidak bertanya lagi.

Disisi lain Rafa bergumam dalam hatinya.

"Kesalahan di masa lalu membuat hubungan kami retak sepert ini, aku sangat menyesal."

Flashback

Terlihat 3 orang remaja sedang berjalan dan saling bercanda satu sama lain mereka tertawa dan sekali kali usil dengan teman temannya. Dan itu adalah Rafa, Randi, dan Erick mereka adalah sahabat sejak mereka sekolah.

"Hari ini aku dijemput Ayahku." Kata Rafa.

"Hari ini aku pulang bersama pacarku." Kata Erick dan dia terlihat sangat bersemangat.

"Huh, hari ini aku pulang sendiri." Kata Randi kesal karena Rafa dan Erick menertawakannya karena pulang sendiri alias jomblo.

"Ayahhh." Rafa pun memanggil seorang pria paruh baya yang berada di dalam mobil mewah. Rafa pun berlari menghampiri ayahnya.

"Hai om." Sapa Erick dan Randi.

"Bagaimana keadaan kalian baik baik saja bukan?" Kata Ayah Rafa.

"Tentu saja om." Kata Erick dengan bersemangat.

"Hai Erick, om dengar kamu akan melanjutkan pendidikanmu ke sekolah khusus kedokteran ya. Kau sangat hebat orang tuamu pasti bangga denganmu." Ayah Rafa pun tampak memuji Erick.

Setelah itu, Ayah Rafa pun melihat Randi dengan wajah yang merendahkan kan. Setelah melihat Randi, Ayah Rafa pun memalingkan wajahnya tak peduli.

"Apa kau hanya bisa menyusahkan orang tuamu saja kau bahkan tak punya bakat dibidang tertentu." Kata ayah Rafa.

Randi pun tampak sedih sekaligus kesal melihat perlakuan Ayah Rafa yang tampak merendahkannya. Namun, ia berusaha bersikap biasa saja.

Setelah itu, Randi memutuskan untuk langsung pulang kerumah. Dan setelah sampai dirumah, Randi terlihat terkejut melihat ibunya menangis nangis dan dagangan ibunya dibawa oleh para lelaki yang tak dikenal.

"Apa yang kalian lakukan?! kenapa kalian membawa semua dagangan ibu saya!!!" Randi berteriak keras.

"Itu salah kalian karena tidak membayar uang sewa. Ini sudah 10 bulan kalian tetap tidak membayar!!" Laki laki itu berteriak.

"Tapi, beri kami sedikit waktu kami akan melunaskannya." Randi memohon kepada mereka

"Kami pun disuruh oleh atasan kami. Jadi, kami tidak bisa melakukan apapun selain apa yang disuruh." Kata orang itu.

"ibu, siapa yang melakukan semua ini?" Tanya Randi. Ia pun menghampiri ibunya yang menangis.

"Ini suruhan ayah Rafa, semua rumah yang di sewa disini diambil alih oleh ayah Rafa jadi pemilik lama tidak bisa melakukan apa apa!" Kata ibu dengan menangis.

"Tapi kita bisa meminta waktu untuk melunasi semua hutang itu, Bu." Kata Randi.

"Dia tidak sebaik itu, tidak ada yang bisa kita lakukan kalau dia sudah berkuasa, semua akan sia sia." Kata ibi Randi.

ibu Rafa pun menangis tak henti hentinya karena mereka tidak bisa lagi berdagang dan mereka harus memikirkan cara lain untuk menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari hari.

Randi pun mengepalkan tangannya begitu erat, karena ia sangat marah.

Dirumah rafa

"Ayah, apa yang ayah lakukan dengan Randi dan ibunya?" Tanya Rafa. Ia terlihat sangat marah karena ayahnya melakukan hal yg tidak adil dengan temannya sendiri.

"Itu salah mereka, salah mereka kenapa tidak membayar uang sewa. Ini sudah menumpuk selama 10 bulan." Jawab Ayah Rafa.

"Tapi beri mereka sedikit waktu lagi." Kata Rafa memohon.

"Tidak, pemilik selanjutnya sudah duluan membayar untuk sewa berikutnya. Jadi, ayah tidak bisa membantu mereka lagi. Dan kau jangan ikut campur urusan mereka. Kalau tidak ayah akan membuat mereka tambah susah lagi dan satu lagi kau jangan berteman lagi dengannya." Kata ayah Rafa.

Rafa pun tidak tau apa yang harus dilakukannya lagi, ia sangat marah dengan sikap ayahnya itu.

Setelah kejadian itu, Randi pun tidak pernah bertemu dengan Rafa dan Erick lagi. Ia menjauh dan tidak ada lagi kontak dengan mereka berdua dan persahabatan mereka pun terputus.

Kamar Rafa

"Siapa dia sebenarnya? kenapa selalu ada perasaan aneh ketika aku berada dekatnya?" Rafa tampak memikirkan dengan serius.

"Apa dia punya hubungan dengan masa laluku?" Aku harus mencari taunya.

Hari berikutnya ...

"Wahhhhh hari ini sangat cerah, seperti hatiku yang sedang sangat bahagia juga." Kata Nabila dengan wajah yang ceria.

"Apa yang membuatmu tampak bahagia begitu huh?" Tanya Arina. Ia bingung melihat tingkah laku Nabila itu.

"Tidak ada, aku hanya bahagia saja." Nabila pun tersenyum ke arah Arina. Ia memikirkan tentang apa yang sebenarnya yang membuat dia bahagia. Dan ternyata ia bahagia karena kemarin dia berada di pelukan Rafa, pantas saja.

"Arina, apakah hari ini aku boleh izin?" Tanya Nabila ragu.

"Kau ingin kemana huh?" Tanya Arina.

"Aku ingin mencari udara segar sehari ini saja ..." Kata Nabila dengan wajah memohon.

"Baiklah, kau sudah bekerja keras selama ini, aku akan kasih kamu libur sehari. Nikmati harimu ya, mana tau ketemu jodoh." Kata Arina tampak menggoda Nabila.

Nabila pun hanya bisa tertawa dengan candaan Arina. ia pun segera mengambil tasnya dan berlari ke luar dengan riang.

"Daaaaa Arina." Sambil melambaikan tangannya.

Nabila pun berjalan sendiri sambil memakan permen gulalinya dengan riang dan bahagia. Ia pun mengambil foto di setiap spot spot yang menurut dia menarik.

"Wahh bunganya sangat cantik." Nabila pun mengambil foto bunga tersebut.

Namun, tiba tiba ada yang menarik tangannya dan membawanya lari dengan tergesa. Nabila pun terkejut dan berusaha melepaskan genggaman tersebut. Tetapi, pegangan itu sangat erat sehingga Nabila tidak bisa melepaskannya.

"Hei siapa kau!! lepaskan aku, kalau tidak aku akan berteriak bahwa kau pencuri!!!!" Kata Nabila menegaskan.

Setelah itu, laki laki itu pun menarik Nabila dan memojokan Nabila di depan pohon. Dan pada saat itu Nabila baru menyadari bahwa jarak mereka sangat dekat.

"Rafa?" Nabila pun terkejut karena itu Rafa. Dia yang menariknya tadi. Dan sekarang mereka seperti bersembunyi di belakang pohon besar.

Angin pun berhembus ringan diantara mereka berdua. Bunga bunga di pohon tersebut berjatuhan satu per satu. Cahaya matahari pun tampak menerangi wajah Rafa. Hal itu membuat ia sangat tampan dan menawan dan membuat Nabila tak bisa berkata apa apa.

Terpopuler

Comments

♎₱Ø₱Nαt͢͢͢aⱽᵃˡᵏʸʳⁱᵉ𖤍♛⃟𝚀𝙲 ꙰࿐

♎₱Ø₱Nαt͢͢͢aⱽᵃˡᵏʸʳⁱᵉ𖤍♛⃟𝚀𝙲 ꙰࿐

aku nyicil kak, semangat terus

2020-08-18

0

NAinaJha

NAinaJha

mom nya rafa sedih

aku mampir membawa like and comen
jangan lupa mampir back ya😃

2020-08-15

1

👑Boru Parna_Luca_im Hiatus💣

👑Boru Parna_Luca_im Hiatus💣

aq udah mampir ya guys, Jan lupa feedback karya q

2020-08-12

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Prolog
2 Episode 2 Nabila
3 Episode 3 Kisah di masa lalu
4 Episode 4 Perasaan ini
5 Episode 5 Pertemuan
6 Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7 Episode 7 Hari yang indah
8 Episode 8 Dia
9 Episode 9 Bertemu Salsa
10 Episode 10 Luka
11 Episode 11 Berita baik
12 Episode 12 kunjungan
13 Episode 13 pesta
14 Episode 14 Senyum mu
15 Episode 15 Kesal
16 Episode 16 Ide Nabila
17 Episode 17 Kontrak Baru
18 Episode 18 Sedih
19 Episode 19 Kenangan (1)
20 Episode 20 Kenangan (2)
21 Episode 21 Mulai Bekerja
22 Episode 22 Bersama Rafa
23 Episode 23 Sesuatu
24 Episode 24 Gantungan
25 Episode 25 Lily
26 Episode 26 Rasa Bersalah
27 Episode 27 Teman Baru
28 Episode 28 Ternyata
29 Episode 29 Bantuan
30 Episode 30 Tak Disangka
31 Episode 31 Tidak Jadi
32 Episode 32 Persahabatan
33 Episode 33 hangout
34 Episode 34 Ketakutan
35 Episode 35 Rasa Sakit
36 Episode 36 Getaran Cinta
37 Episode 37 Pelukan
38 Episode 38 Hati Rafa
39 Episode 39 Nonton Film
40 Episode 40 Bersama Rafa
41 Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42 Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43 Episode 43 Mimpi
44 Episode 44 Obat Apa Itu?
45 Episode 45 Mulai Mencari Tau
46 Episode 46 Siapa?
47 Episode 47 Ingin menjauh
48 Episode 48 Selalu Rafa
49 Episode 49 Jahil
50 Episode 50 Misterius
51 Episode 51 Mantan
52 Episode 52 Mengejutkan
53 Episode 53 Hadiah
54 Episode 54 Ungkapan Hati
55 Episode 55 Bertemu Erick
56 Episode 56 Bertemu Luna
57 Episode 57 Kecemasan
58 Episode 58 Rencana jahat
59 Episode 59 Kecurigaan Tasya
60 Episode 60 Perdebatan
61 Episode 61 Balas membalas
62 Episode 62 Berbagi cerita
63 Episode 63 Memulai aksi
64 Episode 64 Hukuman
65 Episode 65 First Kiss
66 Episode 66 Kenyamanan
67 Episode 67 Mengetahui niat jahat
68 Episode 68 Bersiap Pergi
69 Episode 69 Keributan di Mobil
70 Episode 70 Tiba di pantai
71 Episode 71 Di Pantai
72 Episode 72 Kiss (2)
73 Episode 73 Rencana Gagal
74 Episode 74 Kedatangan Luna
75 Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76 Episode 76 Kesalah Pahaman
77 Episode 77 Bersikap Dingin
78 Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79 Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80 Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81 Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82 Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83 Episode 83 Kemarahan Luna
84 Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85 Episode 85 Ancaman Randi
86 Episode 86 Menjauh dari Nabila
87 Episode 87 Keberanian Tasya
88 Episode 88 Terungkap
89 Episode 89 Rencana Baru
90 Episode 90 Malam yang kelam
91 Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92 Episode 92 Malam yang menyakitkan
93 Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94 Episode 94 Jadi pacar Rafa
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Episode 1 Prolog
2
Episode 2 Nabila
3
Episode 3 Kisah di masa lalu
4
Episode 4 Perasaan ini
5
Episode 5 Pertemuan
6
Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7
Episode 7 Hari yang indah
8
Episode 8 Dia
9
Episode 9 Bertemu Salsa
10
Episode 10 Luka
11
Episode 11 Berita baik
12
Episode 12 kunjungan
13
Episode 13 pesta
14
Episode 14 Senyum mu
15
Episode 15 Kesal
16
Episode 16 Ide Nabila
17
Episode 17 Kontrak Baru
18
Episode 18 Sedih
19
Episode 19 Kenangan (1)
20
Episode 20 Kenangan (2)
21
Episode 21 Mulai Bekerja
22
Episode 22 Bersama Rafa
23
Episode 23 Sesuatu
24
Episode 24 Gantungan
25
Episode 25 Lily
26
Episode 26 Rasa Bersalah
27
Episode 27 Teman Baru
28
Episode 28 Ternyata
29
Episode 29 Bantuan
30
Episode 30 Tak Disangka
31
Episode 31 Tidak Jadi
32
Episode 32 Persahabatan
33
Episode 33 hangout
34
Episode 34 Ketakutan
35
Episode 35 Rasa Sakit
36
Episode 36 Getaran Cinta
37
Episode 37 Pelukan
38
Episode 38 Hati Rafa
39
Episode 39 Nonton Film
40
Episode 40 Bersama Rafa
41
Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42
Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43
Episode 43 Mimpi
44
Episode 44 Obat Apa Itu?
45
Episode 45 Mulai Mencari Tau
46
Episode 46 Siapa?
47
Episode 47 Ingin menjauh
48
Episode 48 Selalu Rafa
49
Episode 49 Jahil
50
Episode 50 Misterius
51
Episode 51 Mantan
52
Episode 52 Mengejutkan
53
Episode 53 Hadiah
54
Episode 54 Ungkapan Hati
55
Episode 55 Bertemu Erick
56
Episode 56 Bertemu Luna
57
Episode 57 Kecemasan
58
Episode 58 Rencana jahat
59
Episode 59 Kecurigaan Tasya
60
Episode 60 Perdebatan
61
Episode 61 Balas membalas
62
Episode 62 Berbagi cerita
63
Episode 63 Memulai aksi
64
Episode 64 Hukuman
65
Episode 65 First Kiss
66
Episode 66 Kenyamanan
67
Episode 67 Mengetahui niat jahat
68
Episode 68 Bersiap Pergi
69
Episode 69 Keributan di Mobil
70
Episode 70 Tiba di pantai
71
Episode 71 Di Pantai
72
Episode 72 Kiss (2)
73
Episode 73 Rencana Gagal
74
Episode 74 Kedatangan Luna
75
Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76
Episode 76 Kesalah Pahaman
77
Episode 77 Bersikap Dingin
78
Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79
Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80
Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81
Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82
Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83
Episode 83 Kemarahan Luna
84
Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85
Episode 85 Ancaman Randi
86
Episode 86 Menjauh dari Nabila
87
Episode 87 Keberanian Tasya
88
Episode 88 Terungkap
89
Episode 89 Rencana Baru
90
Episode 90 Malam yang kelam
91
Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92
Episode 92 Malam yang menyakitkan
93
Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94
Episode 94 Jadi pacar Rafa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!