Nabila pun tak menemukan siapa yang memanggilnya tadi. Padahal Nabila ingin mengucapkan terimakasih karena berkat orang itu Nabila tidak jadi tertabrak oleh Honda tadi.
"Huh, padahal aku ingin mengucapkan terimakasih. Tapi siapa tadi itu ya? dia juga tau nama aku. Apa dia teman sekolahku? hmm ntahlah." Kata Nabila dan meneruskan perjalanan pulangnya.
"Huhh, Hampir saja terlihat. Aku masih tidak ingin Nabila melihatku dan aku masih malu jika Nabila mengetahui bahwa aku adalah orang yang waktu itu menjahilinya. Tapi, sekarang malah menyukainya." Kata Rafa masih kurang percaya diri.
Esok harinya, sepulang sekolah Randi kembali menunggu Nabila ditempat biasa tapi ia tetap tak melihat Nabila.
"Dia masih belum juga datang, sepertinya ibunya masih sakit, dia juga harus merawat dan menjaga ibunya." Kata Randi. Ia sangat sedih karena tak melihat Nabila kembali.
Tiba tiba Randi pun kepikiran sesuatu. Ia bergegas pergi dan mampir ke salah satu supermarket. Randi tampak bingung memilih sesuatu yang ingin ia berikan untuk Nabila.
"Sebaiknya, aku kasih dia buah saja ya. Ibunya kan juga lagi sakit. Sepertinya buah adalah pilihan yang tepat." Kata Randi. Ia pun memutuskan untuk membeli buah buahan yang akan diberikannya kepada Nabila.
Setelah sampai didepan pintu rumah Nabila, Randi masih tampak bingung dan ragu.
"Hari ini aku akan meminta maaf kepadanya atas kejadian waktu itu. Sebenarnya aku hanya iseng waktu ingin melaporkanya itu. Tapi dia malah menganggapnya serius." Kata Randi tersenyum ketika mengingat kejadian waktu itu.
"Aku juga ingin memberikannya hadiah ini. Karena waktu itu ia juga memberikanku sebuah permen dan juga karena telah membuat hatiku jatuh hati padanya." Kata Rafa tersenyum.
Ting... Ting...
Ketika Nabila sedang asik membersihkan piring didapur. Ia dibuat terkejut karena bunyi bel rumahnya.
"Iya, tunggu sebentar." Kata Nabila. Ia berteriak dan cepat- cepat membersihkan tangannya yang bersabun.
Ketika Nabila sudah membuka pintu, ia tidak melihat siapapun disana. Ia berjalan keluar rumah untuk memastikan apakah benar benar tidak ada orang. Lalu, ketika Nabila akan keluar rumah ia tersandung karena ada sesuatu tepat di kakinya.
"Apa ini? siapa yang meletakannya disini." Tanya Nabila heran. Setelah melihat lihat kotak itu Nabila tidak menemukan nama pengirimnya. Tapi, disitu ada sebuah tulisan yang mengatakan ini hadiah untuk Nabila.
"Ini untukku, tapi siapa yang mengirimnya ya?dan juga ini isinya apa ya?" Tanya Nabila heran dan membawa kotak itu kedalam rumah.
"Wah isinya ternyata buah buahan. Pas sekali buah buahan cocok untuk ibu yang lagi sakit. Tapi, siapa ya yang mengirimkannya? dia bahkan menuliskan sebuah surat dan isi surat itu tertulis bahwa ia berharap agar ibu cepat sembuh. Tapi siapa dia ya? kenapa dia tau ya kalau ibu lagi sakit." Kata Nabila. Ia sangat heran tapi dalam hati ia berterima kasih kepada siapapun yang telah memberikan hadiah ini.
Ternyata Randi bersembunyi dibelakang mobil yang terparkir dekat rumah Nabila. Randi masih belum percaya diri untuk bertemu secara langsung dengan Nabila. Ia masih malu dan takut jika Nabila tidak suka dengan kehadirannya karena kejadian waktu itu.
"Mungkin belum saatnya. Yang penting Nabila sudah menerima hadiahku." Kata Randi tersenyum. Ia pun pergi dari situ dan langsung pulang kerumah.
Seminggu setelah Randi memberikan kado itu. Randi tidak lagi menunggu Nabila ditempat biasa. Karena Nabila juga tidak lagi muncul dan mengintip intip di dekat gerbang seperti yang sering ia lakukan.
Tapi Randi masih mengikuti Nabila setiap pulang sekolah. Randi ingin memastikan bahwa Nabila baik-baik saja sampai pulang kerumah.
Saat berjalan pulang kerumah Nabila tiba-tiba berhenti.
"Hari ini kenapa perasaanku tidak enak yah. Aku merasakan seperti ada sesuatu yang akan terjadi. Hmm, ntahlah mungkin hanya perasaan ku saja." Kata Nabila ia pun melanjutkan perjalanannya.
"Hei kau!" Tiba-tiba ada yang memanggil Nabila dengan keras.
Nabila pun melihat kearah sumber suara itu. Seketika ia terkejut dan ketakutan karena yang memanggilnya tadi adalah seorang preman yang sangat menakutkan. Tidak hanya sendiri bahkan preman itu berjumlah 3 orang dan memiliki badan yang sangat besar membuat Nabila sangat ketakutan.
"Berikan kami uang, cepat!!!" preman itu membentak Nabila. Mereka mendekat kearah Nabila dan memaksa Nabila untuk memberikannya uang. Tapi saat ini Nabila sama sekali tidak punya uang. Tidak ada yang bisa dia berikan ke preman itu.
"Tapi saya tidak punya uang." kata Nabila. Ia pun menghindar dari preman itu dengan cepat ia berlari berusaha untuk menjauh dari preman itu. Tapi, preman itu menarik tasnya membuat Nabila tidak bisa berlari.
"Lepaskan aku!" Kata Nabila membentak. Tak sengaja ketika Nabila berusaha melepaskan tangan preman itu dari tasnya ia malah menampar preman itu dengan tanganya. Hal itu membuat preman itu menjadi sangat marah dan ingin membalas perlakuan Nabila itu.
"Maa..maafkan aku, a a aku tidak sengaja." Kata Nabila berusaha minta maaf dengan suara yang gagap saking ketakutannya.
"Dasar kau wanita kurang ajar!!" Preman itu bersiap menampar Nabila. Nabila sangat takut dan tidak tau harus melakukan apa. Ia hanya bisa memejamkan matanya dan pasrah dengan semuanya.
Setelah cukup lama memejamkan matanya Nabila tidak merasakan sakit apapun. Ia tidak merasakan pukulan dari preman itu. Ia pun membuka matanya dan terkejut karena preman itu sedang berkelahi dengan seorang cowok yang memakai seragam sekolah juga. Tapi seragam yang berbeda dengan dia.
"Siapa dia? dia melawan preman-preman itu. Tapi dia hanya sendiri, sedangkan preman itu bertiga. Ya ampun bagaimana ini? dia bisa terluka." Kata Nabila khawatir tapi ia juga tidak bisa melihat wajah orang tersebut karena ia membelakangi Nabila.
"Aku harus cepat-cepat meminta bantuan. Dia sudah mulai terluka. Bahkan tangannya sudah berdarah karena dipukul oleh preman itu." Kata Nabila khawatir.
Nabila mencari cara untuk menolong laki laki itu. Dia tidak punya apa apa dan tidak bisa melakukan apapun. Tapi, Nabila melihat ada tongkat tak jauh dari tempat dia berdiri. Nabila pun memberanikan diri, ia pun maju dan memukuli preman itu tepat dibelakang kepalanya. Membuat preman itu terjatuh.
"Tolong!!!! Tolong!! ada penjahat disini." Nabila pun memanfaatkan keadaan itu untuk berteriak dan memanggil bantuan. Teriakan Nabila pun terdengar oleh warga setempat dan membuat preman itu ketakutan dan langsung lari.
Randi pun yang sempat terjatuh tadi perlahan berdiri dan mengambil tasnya yang tergeletak tak jauh darinya. Randi meringis kesakitan karena dia baru sadar tangannya berdarah dan wajahnya pun luka luka.
Tetap membelakangi Nabila. Randi pun berniat pergi dan tidak melihat Nabila sama sekali.
"Tunggu, siapa kau?" Tanya Nabila. Ia berusaha memberhentikan Randi yang akan pergi.
"Aku tidak ingin Nabila mengetahui siapa diriku. Aku hanyalah cowok pengecut yang tidak pantas untuk dirinya." Kata Randi dalam hati.
Randi berjalan perlahan dan meninggalkan Nabila.
"Tunggu sebentar. Tunggu jangan pergi dulu. Aku ingin berterimakasih, kau telah membantuku. Setidaknya biarkan aku mengobati luka-luka mu itu." Kata Nabila.
"Tidak perlu, aku bisa mengobatinya sendiri." Randi pun berjalan kembali dan meninggalkan Nabila,
"Kenapa! kenapa kau membantuku! Untuk apa kau membantuku? apakah kita saling mengenal?" Tanya Nabila. Ia sangat penasaran dan sambil berteriak ia memanggil Randi.
"Tidak, kita tidak saling mengenal." KataRandi.
"Lalu, kenapa kau mau membantuku?" Tanya Nabila.
"Karena aku ingin melindungimu. Setidaknya ini yang bisa aku lakukan agar kau tetap aman." Kata Randi kemudian dia lanjut jalan dan pergi.
Nabila tertegun akan ucapan laki laki itu. Ia berniat untuk mengejar laki-laki itu dan melihat siapa dia. Tapi Nabila sudah dikerumuni oleh beberapa warga sekitar. Mereka menanyai apakah keadaan Nabila baik-baik saja. Hal itu membuat Nabila tidak bisa mengejar dan melihat laki laki itu.
"Cinta bukanlah memiliki dan dimiliki. Namun cinta adalah pengorbanan dan perjuangan." ~ Randi
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
🍎☘Vika🍒
aku mampir thor bwa bom like untuk mu. aku suka, penulisan nya juga rapi bahasa nya juga mudah di mengeriti semangat thor jangan lupa mmpir ke karya aku jugak👍😉
2020-08-26
0
Wahyu Fatmawati
5 like mendarat 😍
oh iya thor, ada beberapa typo di sana, udah itu aja nanti kalau ada typo aku bilang ya:)
see you, kalau ada waktu lagi mampir lagi hehehe. mampir juga di karyaku ya thor 🙌🙌
2020-08-18
0
APRILIANIANO
Masih disini kakak
2020-08-15
0