Episode 20 Kenangan (2)

Nabila pun tak menemukan siapa yang memanggilnya tadi. Padahal Nabila ingin mengucapkan terimakasih karena berkat orang itu Nabila tidak jadi tertabrak oleh Honda tadi.

"Huh, padahal aku ingin mengucapkan terimakasih. Tapi siapa tadi itu ya? dia juga tau nama aku. Apa dia teman sekolahku? hmm ntahlah." Kata Nabila dan meneruskan perjalanan pulangnya.

"Huhh, Hampir saja terlihat. Aku masih tidak ingin Nabila melihatku dan aku masih malu jika Nabila mengetahui bahwa aku adalah orang yang waktu itu menjahilinya. Tapi, sekarang malah menyukainya." Kata Rafa masih kurang percaya diri.

Esok harinya, sepulang sekolah Randi kembali menunggu Nabila ditempat biasa tapi ia tetap tak melihat Nabila.

"Dia masih belum juga datang, sepertinya ibunya masih sakit, dia juga harus merawat dan menjaga ibunya." Kata Randi. Ia sangat sedih karena tak melihat Nabila kembali.

Tiba tiba Randi pun kepikiran sesuatu. Ia bergegas pergi dan mampir ke salah satu supermarket. Randi tampak bingung memilih sesuatu yang ingin ia berikan untuk Nabila.

"Sebaiknya, aku kasih dia buah saja ya. Ibunya kan juga lagi sakit. Sepertinya buah adalah pilihan yang tepat." Kata Randi. Ia pun memutuskan untuk membeli buah buahan yang akan diberikannya kepada Nabila.

Setelah sampai didepan pintu rumah Nabila, Randi masih tampak bingung dan ragu.

"Hari ini aku akan meminta maaf kepadanya atas kejadian waktu itu. Sebenarnya aku hanya iseng waktu ingin melaporkanya itu. Tapi dia malah menganggapnya serius." Kata Randi tersenyum ketika mengingat kejadian waktu itu.

"Aku juga ingin memberikannya hadiah ini. Karena waktu itu ia juga memberikanku sebuah permen dan juga karena telah membuat hatiku jatuh hati padanya." Kata Rafa tersenyum.

Ting... Ting...

Ketika Nabila sedang asik membersihkan piring didapur. Ia dibuat terkejut karena bunyi bel rumahnya.

"Iya, tunggu sebentar." Kata Nabila. Ia berteriak dan cepat- cepat membersihkan tangannya yang bersabun.

Ketika Nabila sudah membuka pintu, ia tidak melihat siapapun disana. Ia berjalan keluar rumah untuk memastikan apakah benar benar tidak ada orang. Lalu, ketika Nabila akan keluar rumah ia tersandung karena ada sesuatu tepat di kakinya.

"Apa ini? siapa yang meletakannya disini." Tanya Nabila heran. Setelah melihat lihat kotak itu Nabila tidak menemukan nama pengirimnya. Tapi, disitu ada sebuah tulisan yang mengatakan ini hadiah untuk Nabila.

"Ini untukku, tapi siapa yang mengirimnya ya?dan juga ini isinya apa ya?" Tanya Nabila heran dan membawa kotak itu kedalam rumah.

"Wah isinya ternyata buah buahan. Pas sekali buah buahan cocok untuk ibu yang lagi sakit. Tapi, siapa ya yang mengirimkannya? dia bahkan menuliskan sebuah surat dan isi surat itu tertulis bahwa ia berharap agar ibu cepat sembuh. Tapi siapa dia ya? kenapa dia tau ya kalau ibu lagi sakit." Kata Nabila. Ia sangat heran tapi dalam hati ia berterima kasih kepada siapapun yang telah memberikan hadiah ini.

Ternyata Randi bersembunyi dibelakang mobil yang terparkir dekat rumah Nabila. Randi masih belum percaya diri untuk bertemu secara langsung dengan Nabila. Ia masih malu dan takut jika Nabila tidak suka dengan kehadirannya karena kejadian waktu itu.

"Mungkin belum saatnya. Yang penting Nabila sudah menerima hadiahku." Kata Randi tersenyum. Ia pun pergi dari situ dan langsung pulang kerumah.

Seminggu setelah Randi memberikan kado itu. Randi tidak lagi menunggu Nabila ditempat biasa. Karena Nabila juga tidak lagi muncul dan mengintip intip di dekat gerbang seperti yang sering ia lakukan.

Tapi Randi masih mengikuti Nabila setiap pulang sekolah. Randi ingin memastikan bahwa Nabila baik-baik saja sampai pulang kerumah.

Saat berjalan pulang kerumah Nabila tiba-tiba berhenti.

"Hari ini kenapa perasaanku tidak enak yah. Aku merasakan seperti ada sesuatu yang akan terjadi. Hmm, ntahlah mungkin hanya perasaan ku saja." Kata Nabila ia pun melanjutkan perjalanannya.

"Hei kau!" Tiba-tiba ada yang memanggil Nabila dengan keras.

Nabila pun melihat kearah sumber suara itu. Seketika ia terkejut dan ketakutan karena yang memanggilnya tadi adalah seorang preman yang sangat menakutkan. Tidak hanya sendiri bahkan preman itu berjumlah 3 orang dan memiliki badan yang sangat besar membuat Nabila sangat ketakutan.

"Berikan kami uang, cepat!!!" preman itu membentak Nabila. Mereka mendekat kearah Nabila dan memaksa Nabila untuk memberikannya uang. Tapi saat ini Nabila sama sekali tidak punya uang. Tidak ada yang bisa dia berikan ke preman itu.

"Tapi saya tidak punya uang." kata Nabila. Ia pun menghindar dari preman itu dengan cepat ia berlari berusaha untuk menjauh dari preman itu. Tapi, preman itu menarik tasnya membuat Nabila tidak bisa berlari.

"Lepaskan aku!" Kata Nabila membentak. Tak sengaja ketika Nabila berusaha melepaskan tangan preman itu dari tasnya ia malah menampar preman itu dengan tanganya. Hal itu membuat preman itu menjadi sangat marah dan ingin membalas perlakuan Nabila itu.

"Maa..maafkan aku, a a aku tidak sengaja." Kata Nabila berusaha minta maaf dengan suara yang gagap saking ketakutannya.

"Dasar kau wanita kurang ajar!!" Preman itu bersiap menampar Nabila. Nabila sangat takut dan tidak tau harus melakukan apa. Ia hanya bisa memejamkan matanya dan pasrah dengan semuanya.

Setelah cukup lama memejamkan matanya Nabila tidak merasakan sakit apapun. Ia tidak merasakan pukulan dari preman itu. Ia pun membuka matanya dan terkejut karena preman itu sedang berkelahi dengan seorang cowok yang memakai seragam sekolah juga. Tapi seragam yang berbeda dengan dia.

"Siapa dia? dia melawan preman-preman itu. Tapi dia hanya sendiri, sedangkan preman itu bertiga. Ya ampun bagaimana ini? dia bisa terluka." Kata Nabila khawatir tapi ia juga tidak bisa melihat wajah orang tersebut karena ia membelakangi Nabila.

"Aku harus cepat-cepat meminta bantuan. Dia sudah mulai terluka. Bahkan tangannya sudah berdarah karena dipukul oleh preman itu." Kata Nabila khawatir.

Nabila mencari cara untuk menolong laki laki itu. Dia tidak punya apa apa dan tidak bisa melakukan apapun. Tapi, Nabila melihat ada tongkat tak jauh dari tempat dia berdiri. Nabila pun memberanikan diri, ia pun maju dan memukuli preman itu tepat dibelakang kepalanya. Membuat preman itu terjatuh.

"Tolong!!!! Tolong!! ada penjahat disini." Nabila pun memanfaatkan keadaan itu untuk berteriak dan memanggil bantuan. Teriakan Nabila pun terdengar oleh warga setempat dan membuat preman itu ketakutan dan langsung lari.

Randi pun yang sempat terjatuh tadi perlahan berdiri dan mengambil tasnya yang tergeletak tak jauh darinya. Randi meringis kesakitan karena dia baru sadar tangannya berdarah dan wajahnya pun luka luka.

Tetap membelakangi Nabila. Randi pun berniat pergi dan tidak melihat Nabila sama sekali.

"Tunggu, siapa kau?" Tanya Nabila. Ia berusaha memberhentikan Randi yang akan pergi.

"Aku tidak ingin Nabila mengetahui siapa diriku. Aku hanyalah cowok pengecut yang tidak pantas untuk dirinya." Kata Randi dalam hati.

Randi berjalan perlahan dan meninggalkan Nabila.

"Tunggu sebentar. Tunggu jangan pergi dulu. Aku ingin berterimakasih, kau telah membantuku. Setidaknya biarkan aku mengobati luka-luka mu itu." Kata Nabila.

"Tidak perlu, aku bisa mengobatinya sendiri." Randi pun berjalan kembali dan meninggalkan Nabila,

"Kenapa! kenapa kau membantuku! Untuk apa kau membantuku? apakah kita saling mengenal?" Tanya Nabila. Ia sangat penasaran dan sambil berteriak ia memanggil Randi.

"Tidak, kita tidak saling mengenal." KataRandi.

"Lalu, kenapa kau mau membantuku?" Tanya Nabila.

"Karena aku ingin melindungimu. Setidaknya ini yang bisa aku lakukan agar kau tetap aman." Kata Randi kemudian dia lanjut jalan dan pergi.

Nabila tertegun akan ucapan laki laki itu. Ia berniat untuk mengejar laki-laki itu dan melihat siapa dia. Tapi Nabila sudah dikerumuni oleh beberapa warga sekitar. Mereka menanyai apakah keadaan Nabila baik-baik saja. Hal itu membuat Nabila tidak bisa mengejar dan melihat laki laki itu.

"Cinta bukanlah memiliki dan dimiliki. Namun cinta adalah pengorbanan dan perjuangan." ~ Randi

Terpopuler

Comments

🍎☘Vika🍒

🍎☘Vika🍒

aku mampir thor bwa bom like untuk mu. aku suka, penulisan nya juga rapi bahasa nya juga mudah di mengeriti semangat thor jangan lupa mmpir ke karya aku jugak👍😉

2020-08-26

0

Wahyu Fatmawati

Wahyu Fatmawati

5 like mendarat 😍

oh iya thor, ada beberapa typo di sana, udah itu aja nanti kalau ada typo aku bilang ya:)

see you, kalau ada waktu lagi mampir lagi hehehe. mampir juga di karyaku ya thor 🙌🙌

2020-08-18

0

APRILIANIANO

APRILIANIANO

Masih disini kakak

2020-08-15

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Prolog
2 Episode 2 Nabila
3 Episode 3 Kisah di masa lalu
4 Episode 4 Perasaan ini
5 Episode 5 Pertemuan
6 Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7 Episode 7 Hari yang indah
8 Episode 8 Dia
9 Episode 9 Bertemu Salsa
10 Episode 10 Luka
11 Episode 11 Berita baik
12 Episode 12 kunjungan
13 Episode 13 pesta
14 Episode 14 Senyum mu
15 Episode 15 Kesal
16 Episode 16 Ide Nabila
17 Episode 17 Kontrak Baru
18 Episode 18 Sedih
19 Episode 19 Kenangan (1)
20 Episode 20 Kenangan (2)
21 Episode 21 Mulai Bekerja
22 Episode 22 Bersama Rafa
23 Episode 23 Sesuatu
24 Episode 24 Gantungan
25 Episode 25 Lily
26 Episode 26 Rasa Bersalah
27 Episode 27 Teman Baru
28 Episode 28 Ternyata
29 Episode 29 Bantuan
30 Episode 30 Tak Disangka
31 Episode 31 Tidak Jadi
32 Episode 32 Persahabatan
33 Episode 33 hangout
34 Episode 34 Ketakutan
35 Episode 35 Rasa Sakit
36 Episode 36 Getaran Cinta
37 Episode 37 Pelukan
38 Episode 38 Hati Rafa
39 Episode 39 Nonton Film
40 Episode 40 Bersama Rafa
41 Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42 Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43 Episode 43 Mimpi
44 Episode 44 Obat Apa Itu?
45 Episode 45 Mulai Mencari Tau
46 Episode 46 Siapa?
47 Episode 47 Ingin menjauh
48 Episode 48 Selalu Rafa
49 Episode 49 Jahil
50 Episode 50 Misterius
51 Episode 51 Mantan
52 Episode 52 Mengejutkan
53 Episode 53 Hadiah
54 Episode 54 Ungkapan Hati
55 Episode 55 Bertemu Erick
56 Episode 56 Bertemu Luna
57 Episode 57 Kecemasan
58 Episode 58 Rencana jahat
59 Episode 59 Kecurigaan Tasya
60 Episode 60 Perdebatan
61 Episode 61 Balas membalas
62 Episode 62 Berbagi cerita
63 Episode 63 Memulai aksi
64 Episode 64 Hukuman
65 Episode 65 First Kiss
66 Episode 66 Kenyamanan
67 Episode 67 Mengetahui niat jahat
68 Episode 68 Bersiap Pergi
69 Episode 69 Keributan di Mobil
70 Episode 70 Tiba di pantai
71 Episode 71 Di Pantai
72 Episode 72 Kiss (2)
73 Episode 73 Rencana Gagal
74 Episode 74 Kedatangan Luna
75 Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76 Episode 76 Kesalah Pahaman
77 Episode 77 Bersikap Dingin
78 Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79 Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80 Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81 Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82 Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83 Episode 83 Kemarahan Luna
84 Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85 Episode 85 Ancaman Randi
86 Episode 86 Menjauh dari Nabila
87 Episode 87 Keberanian Tasya
88 Episode 88 Terungkap
89 Episode 89 Rencana Baru
90 Episode 90 Malam yang kelam
91 Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92 Episode 92 Malam yang menyakitkan
93 Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94 Episode 94 Jadi pacar Rafa
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Episode 1 Prolog
2
Episode 2 Nabila
3
Episode 3 Kisah di masa lalu
4
Episode 4 Perasaan ini
5
Episode 5 Pertemuan
6
Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7
Episode 7 Hari yang indah
8
Episode 8 Dia
9
Episode 9 Bertemu Salsa
10
Episode 10 Luka
11
Episode 11 Berita baik
12
Episode 12 kunjungan
13
Episode 13 pesta
14
Episode 14 Senyum mu
15
Episode 15 Kesal
16
Episode 16 Ide Nabila
17
Episode 17 Kontrak Baru
18
Episode 18 Sedih
19
Episode 19 Kenangan (1)
20
Episode 20 Kenangan (2)
21
Episode 21 Mulai Bekerja
22
Episode 22 Bersama Rafa
23
Episode 23 Sesuatu
24
Episode 24 Gantungan
25
Episode 25 Lily
26
Episode 26 Rasa Bersalah
27
Episode 27 Teman Baru
28
Episode 28 Ternyata
29
Episode 29 Bantuan
30
Episode 30 Tak Disangka
31
Episode 31 Tidak Jadi
32
Episode 32 Persahabatan
33
Episode 33 hangout
34
Episode 34 Ketakutan
35
Episode 35 Rasa Sakit
36
Episode 36 Getaran Cinta
37
Episode 37 Pelukan
38
Episode 38 Hati Rafa
39
Episode 39 Nonton Film
40
Episode 40 Bersama Rafa
41
Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42
Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43
Episode 43 Mimpi
44
Episode 44 Obat Apa Itu?
45
Episode 45 Mulai Mencari Tau
46
Episode 46 Siapa?
47
Episode 47 Ingin menjauh
48
Episode 48 Selalu Rafa
49
Episode 49 Jahil
50
Episode 50 Misterius
51
Episode 51 Mantan
52
Episode 52 Mengejutkan
53
Episode 53 Hadiah
54
Episode 54 Ungkapan Hati
55
Episode 55 Bertemu Erick
56
Episode 56 Bertemu Luna
57
Episode 57 Kecemasan
58
Episode 58 Rencana jahat
59
Episode 59 Kecurigaan Tasya
60
Episode 60 Perdebatan
61
Episode 61 Balas membalas
62
Episode 62 Berbagi cerita
63
Episode 63 Memulai aksi
64
Episode 64 Hukuman
65
Episode 65 First Kiss
66
Episode 66 Kenyamanan
67
Episode 67 Mengetahui niat jahat
68
Episode 68 Bersiap Pergi
69
Episode 69 Keributan di Mobil
70
Episode 70 Tiba di pantai
71
Episode 71 Di Pantai
72
Episode 72 Kiss (2)
73
Episode 73 Rencana Gagal
74
Episode 74 Kedatangan Luna
75
Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76
Episode 76 Kesalah Pahaman
77
Episode 77 Bersikap Dingin
78
Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79
Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80
Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81
Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82
Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83
Episode 83 Kemarahan Luna
84
Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85
Episode 85 Ancaman Randi
86
Episode 86 Menjauh dari Nabila
87
Episode 87 Keberanian Tasya
88
Episode 88 Terungkap
89
Episode 89 Rencana Baru
90
Episode 90 Malam yang kelam
91
Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92
Episode 92 Malam yang menyakitkan
93
Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94
Episode 94 Jadi pacar Rafa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!