Episode 15 Kesal

Setelah acara selesai, Randi pun memutuskan untuk mengantarkan Nabila dan Arina pulang kerumah masing masing. Karena hari sudah malam dan bahaya bagi mereka jika pulang sendiri.

Berbeda dengan Rafa saat semuanya sudah pulang dan beristirahat, ia masih terduduk di salah satu kursi yang masih tersisa di tempat acara itu.

Ternyata Erick belum juga pulang. Setelah dia melihat Nabila tadi dia merasa sangat khawatir terhadap Rafa. Hal itu membuat dia menunggu Rafa sampai ia pulang. Tapi, Rafa tidak juga beranjak dari tempat duduknya dan masih terus melamun ntah apa yang dipikirkannya.

"Hei, Rafa, ini sudah malam kau tidak ingin pulang?" Tanya Erick sambil menghampiri Rafa dan duduk disebelahnya.

"Apa kau masih ingat? waktu itu aku pernah menceritakan kepadamu bahwa aku melihat suatu bayangan yang membuat kepalaku sakit." Rafa langsung berbicara setelah Erick duduk disebelahnya.

"Owhh, ituu, emang kenapa?" Tanya Erick. Ia melihat Rafa dan penasaran kenapa Rafa mengungkit hal itu lagi.

"Tadi, bayangan itu muncul lagi, aku melihat bayangan itu lagi. Dalam bayangan itu aku melihat seorang wanita. Tapi bayangan itu tidak terlalu jelas dan samar-samar." Kata Rafa berusaha mengingat.

Erick sudah yakin semua itu pasti karena Nabila hadir lagi dalam kehidupan Rafa. Nabila lah sesorang dari masa lalu Rafa. Tapi Rafa tidak lagi mengingatnya akibat kecelakaan itu. Dan Erick tidak ingin Rafa tau kebenaranya karena suatu alasan.

"Mungkin kau terlalu banyak pikiran karena pesta ini, jadinya kau memikirkan hal hal yang aneh-aneh. Sudah lupakan saja." Erick berupaya untuk tidak membahas hal itu. Dia tidak ingin Rafa terus berupaya mencari tau tentang masa lalunya itu.

"Seharusnya kau mendukungku untuk mengungkap tentang bayangan itu, agar aku bisa keluar dari rasa penasaran ini. Tapi, kau malah menyuruhku untuk melupakanya, hal itu hanya membuat aku tambah penasaran." Kata Rafa dingin.

"Lebih baik kita pulang, hari sudah malam, kau juga harus beristirahat." Erick berusaha menjauh dari obrolan Rafa itu.

Rafa pun ikut berdiri dan berjalan duluan dari Erick. Tapi setelah itu dia kembali menghadap ke Erick.

"Apakah menurutmu kita ini teman?" Tanya Rafa tiba-tiba.

"Tentu saja, kita bahkan lebih dari teman, pertanyaan konyol apa itu." Kata Erick sambil tertawa.

"Kalau begitu, berusahalah untuk tidak membohongiku, teman seharusnya saling mendukung satu sama lain kan." Kata Rafa. Setelah itu dia pergi meninggalkan Erick yang masih berdiri terdiam. Erick hanya bisa terdiam setelah Rafa mengatakan hal itu. Dia melakukan semua ini karena demi Rafa juga.

Keesokan Harinya..

Toko Bunga

Kring..! Kring..!

Bunyi telepon berdering didalam toko itu. Hal itu membuat Nabila melihat kearah telepon yang jaraknya jauh dari tempat dia berdiri sekarang.

"Arinaa..... Arinaaaa...., tolong angkat teleponnya. Aku tidak bisa menjangkaunya karena ada beberapa kerjaan yang sedang kulakukan." Kata Nabila berusaha teriak memanggil Arina.

Arina muncul dari ruang yang berbeda karena tadi dia harus mengurus beberapa barang yang rusak.

"Siapa yang menelepon pagi pagi ni?" sambil berjalan dan menghampiri telepon itu.

"Halo, dengan Arina, ada yang bisa saya bantu?" Tanya Arina.

Nabila melihat Arina yang mengangkat telepon itu, dia berpikir apakah ada orderan masuk? atau ada pesanan datang? Setelah Arina selesai berbicara dengan seseorang itu Nabila langsung bertanya.

"Siapa itu? apakah kita dapat pesanan?" Tanya Arina.

"Kau disuruh datang ke kantor Rafa. Tadi itu yang menelepon adalah sekretarisnya dia bilang kau harus mengambil bayaran untuk bunga kita kemaren." Kata Arina.

"Kenapa harus aku, kau saja yang ambil, aku banyak kerjaan." Nabila menyuruh Arina saja yang pergi, karena dia masih tidak mau bertemu Rafa lagi setelah pertemuan malam kemaren.

"Tidak bisa, orang itu tadi mengatakan, kau sendiri yang harus datang karena itu perintah dari Rafa. Yasudah pergi saja, biar aku yang melanjutkan pekerjaanmu." Arina pun mengambil alih pekerjaan Nabila.

Nabila tidak punya pilihan, karena ini sudah perintah dari Rafa langsung. Kalau dia tidak datang mereka tidak dapat bayaran itu. Nabila merasa kasihan dengan Arina yang sudah bekerja dengan sangat keras. Jadi, dia memberanikan diri untuk datang, dia akan berusaha untuk melupakan kejadian itu dan bersikap biasa saja.

Perusahaan Maju Jaya

Nabila sudah sampai didepan kantor Rafa, dia mengadahkan kepalanya keatas dan melihat bangunan pencangkar langit itu.

"Wahh, kantornya sangat besar dan tinggi. Aku kagum dengan Rafa karena dia bisa menjadi CEO perusahaan ini." Kata Arina dengan perasaan kagum.

Nabila pun berjalan masuk kedalam bangunan itu. Dia melihat banyak orang yang berlalu lalang dengan memakai pakaian kantor yang rapi dan seragam. Dulunya, dia sangat ingin kerja di kantor seperti ini, tapi mungkin takdir berkata lain. Tapi, Nabila bersyukur dengan pekerjaannya sekarang.

Nabila menghampiri salah satu meja resepsionis karena dia tidak tau ruangan Rafa ada dilantai mana. Melihat bangunan yang sebesar ini membuat Nabila bingung.

"Apakah ada yang bisa saya bantu?" Tanya salah satu resepsionis itu.

"Saya ingin menemui Rafa, apa bisa tunjukan saya ruangnya dimana?" Tanya Nabila santai.

"Apakah maksud anda pak Rafa? CEO perusahaan ini?" Tanya Resepsionis itu heran. Karena Nabila menyebut nama Rafa dengan panggilan tidak formal seperti itu.

Nabila baru menyadari kalau dia sekarang ada di kantor Rafa, semua orang disini adalah karyawan Rafa. Jadi, semua orang mengenal Rafa sebagai CEO mereka, Karena itu Nabila harus bersikap formal juga. Nabila menertawai sikapnya itu sendiri karena sudah memanggil Rafa dengan paggilan yang tak sopan.

"Ah iya, maksud saya pak Rafa." Kata Nabila malu.

"Tapi maaf, apakah sebelumnya anda sudah membuat janji dulu?" Tanya Resepsionis itu.

"Tidak, tapi saya disuruh langsung oleh pak Rafa kesini." Kata Nabila menjelaskan.

Resepsionis itu melihat-lihat Nabila dan tidak percaya dengan omongan Nabila dia melihat Nabila seperti orang yang biasa saja, tidak seperti orang penting. Mana mungkin CEO yang se sibuk Rafa itu mau mengundang orang seperti Nabila ini.

"Tidak mungkin, pak Rafa adalah orang yang sibuk. Dimia tidak mungkin punya waktu untuk mengundang orang seperti anda." ucap Resepsionis.

"Hah! "orang seperti anda" apa maksud dari ucapan anda itu." Nabila mulai kesal karena resepsionis itu seperti merendahkannya.

"Jika tidak ada urusan lain anda bisa keluar kearah pintu itu. Masih banyak urusan yang harus kami lakukan." Kata Resepsionis itu sambil menunjuk kearah pintu keluar.

"Kau salah paham, coba kau telepon dulu dan biarkan aku bicara, dan setelah itu kau baru bisa percaya." Kata Nabila, Namun Nabila baru teringat kalau dia tidak punya nomor hp Rafa. Hall itu membuat dia tidak bisa berbicara dengan Rafa secara langsung dan harus berurusan dulu dengan Resepsionis sombong ini

"Pak, tolong bawa dia keluar ya, dia membuat keributan disini." Resepsionis itu bahkan tak mengacuhkan Nabila ia malah memanggil pak satpam untuk mengeluarkan Nabila.

"Tunggu pak, saya bukan membuat keributan. Saya ingin bertemu pak Rafa karena dia menyuruh saya untuk datang kesini." Kata Nabila berusaha berbicara baik-baik sambil menahan amarahnya.

Pak satpam itu malah tidak mendengar Nabila dan memaksa Nabila untuk keluar.

"Pak,Pak dengarkan saya dulu, saya bukan pembohong saya bisa membuktikannya pak!" Nabila mulai marah karena tidak ada yang percaya dengannya.

"Kau ini ingin menambah masalah? kau membuat keributan disini. Lihatlah semua orang melihatmu!" Kata pak satpam itu.

"Tapi......." ucapan Nabila terpotong karena seseorang datang dan membuat keributan ini berhenti.

"Ada ribut-ribut apa ini?" semua orang menundukkan kepalanya bahkan Resepsionis dan pak satpam melakukan hal yang sama. Nabila melihat kearah orang yang datang itu dan ternyata....

"Nabila..? ada apa ini?" Tanya Rafa. Dan yang datang itu adalah Rafa, ia bahkan langsung mengenal Nabila. Hal itu membuat Resepsionis tadi terkejut karena Rafa memang mengenal Nabila.

"Rasakan itu, hahahah." Nabila tertawa puas dalam hatinya sambil melipat kedua tangannya. Dia melihat resepsionis itu yang terkejut dan melihat kearahnya.

Terpopuler

Comments

silviaanugrah

silviaanugrah

hai thor, aku datang bawa 15like.
smngt up & smg ceritanya sukses ya, aku tunggu feedback-nya. 😉✨

2021-02-18

0

Sept September

Sept September

semangat

2020-08-23

0

Aisy Hilyah

Aisy Hilyah

aku juga ikut tertawa hahaha rasain... like Thor semangat

2020-08-16

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Prolog
2 Episode 2 Nabila
3 Episode 3 Kisah di masa lalu
4 Episode 4 Perasaan ini
5 Episode 5 Pertemuan
6 Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7 Episode 7 Hari yang indah
8 Episode 8 Dia
9 Episode 9 Bertemu Salsa
10 Episode 10 Luka
11 Episode 11 Berita baik
12 Episode 12 kunjungan
13 Episode 13 pesta
14 Episode 14 Senyum mu
15 Episode 15 Kesal
16 Episode 16 Ide Nabila
17 Episode 17 Kontrak Baru
18 Episode 18 Sedih
19 Episode 19 Kenangan (1)
20 Episode 20 Kenangan (2)
21 Episode 21 Mulai Bekerja
22 Episode 22 Bersama Rafa
23 Episode 23 Sesuatu
24 Episode 24 Gantungan
25 Episode 25 Lily
26 Episode 26 Rasa Bersalah
27 Episode 27 Teman Baru
28 Episode 28 Ternyata
29 Episode 29 Bantuan
30 Episode 30 Tak Disangka
31 Episode 31 Tidak Jadi
32 Episode 32 Persahabatan
33 Episode 33 hangout
34 Episode 34 Ketakutan
35 Episode 35 Rasa Sakit
36 Episode 36 Getaran Cinta
37 Episode 37 Pelukan
38 Episode 38 Hati Rafa
39 Episode 39 Nonton Film
40 Episode 40 Bersama Rafa
41 Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42 Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43 Episode 43 Mimpi
44 Episode 44 Obat Apa Itu?
45 Episode 45 Mulai Mencari Tau
46 Episode 46 Siapa?
47 Episode 47 Ingin menjauh
48 Episode 48 Selalu Rafa
49 Episode 49 Jahil
50 Episode 50 Misterius
51 Episode 51 Mantan
52 Episode 52 Mengejutkan
53 Episode 53 Hadiah
54 Episode 54 Ungkapan Hati
55 Episode 55 Bertemu Erick
56 Episode 56 Bertemu Luna
57 Episode 57 Kecemasan
58 Episode 58 Rencana jahat
59 Episode 59 Kecurigaan Tasya
60 Episode 60 Perdebatan
61 Episode 61 Balas membalas
62 Episode 62 Berbagi cerita
63 Episode 63 Memulai aksi
64 Episode 64 Hukuman
65 Episode 65 First Kiss
66 Episode 66 Kenyamanan
67 Episode 67 Mengetahui niat jahat
68 Episode 68 Bersiap Pergi
69 Episode 69 Keributan di Mobil
70 Episode 70 Tiba di pantai
71 Episode 71 Di Pantai
72 Episode 72 Kiss (2)
73 Episode 73 Rencana Gagal
74 Episode 74 Kedatangan Luna
75 Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76 Episode 76 Kesalah Pahaman
77 Episode 77 Bersikap Dingin
78 Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79 Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80 Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81 Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82 Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83 Episode 83 Kemarahan Luna
84 Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85 Episode 85 Ancaman Randi
86 Episode 86 Menjauh dari Nabila
87 Episode 87 Keberanian Tasya
88 Episode 88 Terungkap
89 Episode 89 Rencana Baru
90 Episode 90 Malam yang kelam
91 Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92 Episode 92 Malam yang menyakitkan
93 Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94 Episode 94 Jadi pacar Rafa
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Episode 1 Prolog
2
Episode 2 Nabila
3
Episode 3 Kisah di masa lalu
4
Episode 4 Perasaan ini
5
Episode 5 Pertemuan
6
Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7
Episode 7 Hari yang indah
8
Episode 8 Dia
9
Episode 9 Bertemu Salsa
10
Episode 10 Luka
11
Episode 11 Berita baik
12
Episode 12 kunjungan
13
Episode 13 pesta
14
Episode 14 Senyum mu
15
Episode 15 Kesal
16
Episode 16 Ide Nabila
17
Episode 17 Kontrak Baru
18
Episode 18 Sedih
19
Episode 19 Kenangan (1)
20
Episode 20 Kenangan (2)
21
Episode 21 Mulai Bekerja
22
Episode 22 Bersama Rafa
23
Episode 23 Sesuatu
24
Episode 24 Gantungan
25
Episode 25 Lily
26
Episode 26 Rasa Bersalah
27
Episode 27 Teman Baru
28
Episode 28 Ternyata
29
Episode 29 Bantuan
30
Episode 30 Tak Disangka
31
Episode 31 Tidak Jadi
32
Episode 32 Persahabatan
33
Episode 33 hangout
34
Episode 34 Ketakutan
35
Episode 35 Rasa Sakit
36
Episode 36 Getaran Cinta
37
Episode 37 Pelukan
38
Episode 38 Hati Rafa
39
Episode 39 Nonton Film
40
Episode 40 Bersama Rafa
41
Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42
Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43
Episode 43 Mimpi
44
Episode 44 Obat Apa Itu?
45
Episode 45 Mulai Mencari Tau
46
Episode 46 Siapa?
47
Episode 47 Ingin menjauh
48
Episode 48 Selalu Rafa
49
Episode 49 Jahil
50
Episode 50 Misterius
51
Episode 51 Mantan
52
Episode 52 Mengejutkan
53
Episode 53 Hadiah
54
Episode 54 Ungkapan Hati
55
Episode 55 Bertemu Erick
56
Episode 56 Bertemu Luna
57
Episode 57 Kecemasan
58
Episode 58 Rencana jahat
59
Episode 59 Kecurigaan Tasya
60
Episode 60 Perdebatan
61
Episode 61 Balas membalas
62
Episode 62 Berbagi cerita
63
Episode 63 Memulai aksi
64
Episode 64 Hukuman
65
Episode 65 First Kiss
66
Episode 66 Kenyamanan
67
Episode 67 Mengetahui niat jahat
68
Episode 68 Bersiap Pergi
69
Episode 69 Keributan di Mobil
70
Episode 70 Tiba di pantai
71
Episode 71 Di Pantai
72
Episode 72 Kiss (2)
73
Episode 73 Rencana Gagal
74
Episode 74 Kedatangan Luna
75
Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76
Episode 76 Kesalah Pahaman
77
Episode 77 Bersikap Dingin
78
Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79
Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80
Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81
Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82
Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83
Episode 83 Kemarahan Luna
84
Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85
Episode 85 Ancaman Randi
86
Episode 86 Menjauh dari Nabila
87
Episode 87 Keberanian Tasya
88
Episode 88 Terungkap
89
Episode 89 Rencana Baru
90
Episode 90 Malam yang kelam
91
Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92
Episode 92 Malam yang menyakitkan
93
Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94
Episode 94 Jadi pacar Rafa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!