Kamu Matahari Dan Aku Bulan
Nabila terus berlari dengan sekuat tenaganya. Tak dihiraukannya apapun yang ada didepannya. Pikirannya hanya tertuju pada apa yang didengarnya dari Arina.
Arina tadi menelepon Nabila dan mengatakan bahwa ada seseorang laki laki yang ingin membeli bunga di toko bunga mereka. Tapi, karena Arina ada urusan mendadak ia terpaksa menyuruh Nabila kembali dari pasar dan cepat kembali ke toko.
"Baiklah, aku akan segera kembali. Kau katakan kepadanya untuk menungguku sebentar. Dan juga tanyakan namanya siapa agar aku tidak kebingungan nanti ketika melihatnya." Kata Nabila. Ia menjawab panggilan Arina.
"Iya, sudahku katakan, ia juga mengatakan kalau dia akan menunggumu. Lalu, dia bilang kalau namanya Rafa." Kata Arina.
"Apa? Rafa? apa aku tidak salah dengar? apakah ini benar benar Rafa yang aku kenal atau tidak?" Tanya Nabila dalam hati.
Saking penasarannya Nabila langsung menutup panggilan Arina dan dengan cepat langsung pergi ke toko bunga. Selama perjalanan ke toko. Nabila terus berkata dalam hati dan meyakinkan dirinya bahwa itu bukan Rafa yang selama ini ia kenal. Dia pasti hanya orang lain yang bernama sama.
Namun, langkah Nabila terhenti ketika ia melihat Rafa. Ya, betul sekali, Nabila melihatnya. Nabila melihat seseorang yang sangat ia kenal. Ya dia adalah Rafa.
Dengan jantung yang berdegup kencang Nabila memberanikan dirinya untuk melangkah kan kakinya lebih dekat lagi ke arah Rafa. Dengan pandangan yang tak lepas dari Rafa.
"Kamu ..." Kata Nabila. Ia Mencoba untuk memastikan dan mayakinkan kalau itu Rafa yang ia kenal.
Diapun menoleh kearah Nabila, mereka saling tatapan. Namun, tatapan Rafa berbeda dengan dulu, dia melihat Nabila seperti orang baru ia kenal. Dia seperti tak mengenal Nabila. Dia pun bahkan bingung kenapa Nabila begitu terkejut ketika melihatnya.
"Kamu Rafa?" Tanya Nabila. Ia memberanikan diri untuk bertanya dan berusaha untuk meyakinkan bahwa itu benar Rafa.
Rafa pun mengangguk sambil menatap Nabila heran. Ia juga tampak kebingungan karena Nabila mengenal namanya sedangkan menurut dia ini pertama kalinya ia melihat Nabila. Dia seperti tidak mengenal Nabila. Ia juga terlihat sedikit bingung dan heran.
"Iya, kamu siapa?" Rafa pun bertanya karena dia mulai penasaran karena sikap Nabila yang begitu aneh.
"Apa benar dia tidak mengingatku?sebenarnya apa yang terjadi denganya?Kenapa Rafa tidak mengingatku? apa yang terjadi sebenarnya dan kenapa?" Tanya Nabila dalam hati.
"Permisi, maaf sebelumnya apakah kamu pelayan toko ini? owh, apakah kamu pelayan toko yang disuruh datang tadi oleh temanmu itu kan?" Tanya Rafa. Ia pun mulai bicara setelah Nabila diam tak bersuara.
"Apa kau mendengarkanku?" Tanya Rafa sambil melambaikan tangannya didepan wajah Nabila.
Nabila tak bisa mengeluarkan suaranya. Dia hanya bisa menatap Rafa dengan pandangan sendu yang tak berarti. Namun, banyak makna yang tersirat dari tatapan itu.
Tak lama setelah itu, ada yang menarik tangan Nabila ke belakang dan ternyata itu Arina sahabat Nabila. Ia terpaksa kembali karena ada barang yang tertinggal. Tapi, ia melihat Nabila hanya diam saja didepan si pembeli itu. Ia pun menarik Nabila ketempat yang agak jauh dari tempat Rafa tadi.
"Nabila, apa yang kau lakukan? kenapa kau diam saja. Dia itu pelanggan yang ingin membeli bunga di toko kita." Kata Arina. Ia sedikit kesal melihat Nabila yang tidak melayani pembeli dengan baik.
"Apa dia yang bernama Rafa?" Tanya Nabila. Ia bertanya kepada Arina karena masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Iya, dia yang sejak tadi menunggumu, dia ingin membeli bunga di toko kita." Kata Arina menjawab dengan cepat. Nabila benar-benar tidak bisa menerima semua ini. Rafa tidak mengenalnya sama sekali.
"Arina, apa aku boleh minta tolong sekali ini saja, kumohon..." Kata Nabila. Ia memohon dengan tatapan yang iba kepada Arina.
"Minta tolong apa?" Tanya Arina. Ia sangat penasaran kenapa Nabila tiba-tiba minta tolong kepadanya.
"Untuk kali ini aku ingin kau saja yang melayaninya. Aku mohon, aku tiba tiba sedang tidak enak badan dan ingin cepat cepat pulang." Kata Nabila. Ia terpaksa berbohong kepada Arina karena situasi saat ini sangat membuatnya terkejut. Kehadiran Rafa yang begitu mendadak membuat ia belum siap untuk menerima semua ini.
"Benarkah kau sakit? kenapa tidak bilang sejak tadi. Baiklah, kau pulang saja. Aku yang akan melayaninya." Kata Arina.
"Apa tidak apa apa?" Tanya Nabila dengan wajah yang sangat bersalah.
"Aku bisa mengurus urusan itu nanti. Yang penting kau pulang dan istirahat saja." Kata Arina. Ia menepuk pundak Nabila sekilas dan pergi masuk ke toko.
Sebenarnya, Nabila sangat merasa bersalah dengan Arina. Ia harus berbohong dan membuat Arina tidak jadi pergi untuk mengurus urusannya tadi. Tapi, Nabila juga tidak punya pilihan, dia tidak percaya dengan semua ini. Dia bertemu dengan Rafa lagi setelah sekian lama tidak bertemu.
Dan setelah bertemu dia bahkan tak mengingat Nabila. Apa Rafa benar-benar tidak ingat dengan Nabila? Kenapa? Apa yang sebenarnya terjadi?
Semua pemikiran tersebut terus melayang layang dalam pikiran Nabila. Dia berjalan dengan lunglai. Saat ini Perasaan Nabila sangat bercampur aduk. Antara sedih karena Rafa lupa dengan Nabila dan juga senang karena Nabila akhirnya bertemu dengan Rafa. Atau, entahlah, semua perasaan ini bercampur aduk menjadi satu.
"Apakah setelah pertemuan ini kisah aku akan berlanjut lagi? apakah pertemuan aku hari ini ada artinya? apakah akan ada sesuatu yang akan terjadi lagi antara aku dan Rafa? apakah sedih atau bahagia yang akan aku rasakan setelah pertemuan ini?" Kata Nabila dalam hati.
Nabila terus berjalan dengan gontai seperti tidak ada lagi semangat.
"Aku sudah berusaha untuk melupakannya. Apapun cara aku lakukan untuk menghilangkanya dari pikiranku. Aku selalu frutasi dan patah semangat kalau sudah mengingatnya. Tapi, sekarang apa, aku bahkan bertemu dengannya secara langsung sekarang. Aku melihatnya, aku melihat wajahnya, aku melihatnya berbicara denganku, aku melihatnya, aku melihatnya.
Aaa ... aku frustasi dengan semua ini," Kata Nabila.
Nabila terduduk di salah satu kursi di taman tersebut. Ia mengadahkan kepalanya ke langit. Hari ini langit tampak cerah dan biru. Tapi, berbanding terbalik dengan apa yang ia rasakan hari ini. Tak seperti langit, hari ini perasaannya sangat suram dan sedih, hatinya gelap dan sangat gelap.
"Mungkin ada arti dari pertemuanku hari ini, apa yang akan terjadi denganku, dengan kisahku, dengan cintaku. Aku yang akan merasakan dan mengalaminya. Aku tak kan diam saja jika itu terjadi. Dan jika saatnya sudah tepat aku akan mencari tau semuanya kenapa Rafa bisa begini dan apa yang terjadi dengannya." Kata Nabila berdiri dan menggenggam erat tangannya.
Sebenarnya seperti apa hubungan yang terjadi antara Rafa dan Nabila dimasa lalu? apa yang terjadi sehingga Nabila begitu terkejut dan terpukul ketika melihat Rafa yang tak mengingatnya sama sekali?
Apa yang akan terjadi diantara kisah-kisah mereka? apakah kisah ini bahagia atau malah sebaliknya? apakah Nabila akan mampu melewati semua ini?
Kisah ini akan banyak mengalami hal hal yang tak terduga. Hal hal yang akan dialami Rafa, Nabila dan yang lainnya. Apakah cinta mereka akan dapat menyatukan kembali perasaan mereka yang sudah sedikit demi sedikit memudar?
Kisah mereka akan segera dimulai.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
~kaaa••
aku udah mampir ya kak😊 ternyata bagus
2020-09-18
0
Dewipuspa Rii
Ku katakan cerita ini bagus!
2020-09-18
0
🍫Bad Mood 🍰
Aku mampir ya kak 😊
udah like juga lhoo
2020-09-06
0