Kamu Matahari Dan Aku Bulan

Kamu Matahari Dan Aku Bulan

Episode 1 Prolog

Nabila terus berlari dengan sekuat tenaganya. Tak dihiraukannya apapun yang ada didepannya. Pikirannya hanya tertuju pada apa yang didengarnya dari Arina.

Arina tadi menelepon Nabila dan mengatakan bahwa ada seseorang laki laki yang ingin membeli bunga di toko bunga mereka. Tapi, karena Arina ada urusan mendadak ia terpaksa menyuruh Nabila kembali dari pasar dan cepat kembali ke toko.

"Baiklah, aku akan segera kembali. Kau katakan kepadanya untuk menungguku sebentar. Dan juga tanyakan namanya siapa agar aku tidak kebingungan nanti ketika melihatnya." Kata Nabila. Ia menjawab panggilan Arina.

"Iya, sudahku katakan, ia juga mengatakan kalau dia akan menunggumu. Lalu, dia bilang kalau namanya Rafa." Kata Arina.

"Apa? Rafa? apa aku tidak salah dengar? apakah ini benar benar Rafa yang aku kenal atau tidak?" Tanya Nabila dalam hati.

Saking penasarannya Nabila langsung menutup panggilan Arina dan dengan cepat langsung pergi ke toko bunga. Selama perjalanan ke toko. Nabila terus berkata dalam hati dan meyakinkan dirinya bahwa itu bukan Rafa yang selama ini ia kenal. Dia pasti hanya orang lain yang bernama sama.

Namun, langkah Nabila terhenti ketika ia melihat Rafa. Ya, betul sekali, Nabila melihatnya. Nabila melihat seseorang yang sangat ia kenal. Ya dia adalah Rafa.

Dengan jantung yang berdegup kencang Nabila memberanikan dirinya untuk melangkah kan kakinya lebih dekat lagi ke arah Rafa. Dengan pandangan yang tak lepas dari Rafa.

"Kamu ..." Kata Nabila. Ia Mencoba untuk memastikan dan mayakinkan kalau itu Rafa yang ia kenal.

Diapun menoleh kearah Nabila, mereka saling tatapan. Namun, tatapan Rafa berbeda dengan dulu, dia melihat Nabila seperti orang baru ia kenal. Dia seperti tak mengenal Nabila. Dia pun bahkan bingung kenapa Nabila begitu terkejut ketika melihatnya.

"Kamu Rafa?" Tanya Nabila. Ia memberanikan diri untuk bertanya dan berusaha untuk meyakinkan bahwa itu benar Rafa.

Rafa pun mengangguk sambil menatap Nabila heran. Ia juga tampak kebingungan karena Nabila mengenal namanya sedangkan menurut dia ini pertama kalinya ia melihat Nabila. Dia seperti tidak mengenal Nabila. Ia juga terlihat sedikit bingung dan heran.

"Iya, kamu siapa?" Rafa pun bertanya karena dia mulai penasaran karena sikap Nabila yang begitu aneh.

"Apa benar dia tidak mengingatku?sebenarnya apa yang terjadi denganya?Kenapa Rafa tidak mengingatku? apa yang terjadi sebenarnya dan kenapa?" Tanya Nabila dalam hati.

"Permisi, maaf sebelumnya apakah kamu pelayan toko ini? owh, apakah kamu pelayan toko yang disuruh datang tadi oleh temanmu itu kan?" Tanya Rafa. Ia pun mulai bicara setelah Nabila diam tak bersuara.

"Apa kau mendengarkanku?" Tanya Rafa sambil melambaikan tangannya didepan wajah Nabila.

Nabila tak bisa mengeluarkan suaranya. Dia hanya bisa menatap Rafa dengan pandangan sendu yang tak berarti. Namun, banyak makna yang tersirat dari tatapan itu.

Tak lama setelah itu, ada yang menarik tangan Nabila ke belakang dan ternyata itu Arina sahabat Nabila. Ia terpaksa kembali karena ada barang yang tertinggal. Tapi, ia melihat Nabila hanya diam saja didepan si pembeli itu. Ia pun menarik Nabila ketempat yang agak jauh dari tempat Rafa tadi.

"Nabila, apa yang kau lakukan? kenapa kau diam saja. Dia itu pelanggan yang ingin membeli bunga di toko kita." Kata Arina. Ia sedikit kesal melihat Nabila yang tidak melayani pembeli dengan baik.

"Apa dia yang bernama Rafa?" Tanya Nabila. Ia bertanya kepada Arina karena masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

"Iya, dia yang sejak tadi menunggumu, dia ingin membeli bunga di toko kita." Kata Arina menjawab dengan cepat. Nabila benar-benar tidak bisa menerima semua ini. Rafa tidak mengenalnya sama sekali.

"Arina, apa aku boleh minta tolong sekali ini saja, kumohon..." Kata Nabila. Ia memohon dengan tatapan yang iba kepada Arina.

"Minta tolong apa?" Tanya Arina. Ia sangat penasaran kenapa Nabila tiba-tiba minta tolong kepadanya.

"Untuk kali ini aku ingin kau saja yang melayaninya. Aku mohon, aku tiba tiba sedang tidak enak badan dan ingin cepat cepat pulang." Kata Nabila. Ia terpaksa berbohong kepada Arina karena situasi saat ini sangat membuatnya terkejut. Kehadiran Rafa yang begitu mendadak membuat ia belum siap untuk menerima semua ini.

"Benarkah kau sakit? kenapa tidak bilang sejak tadi. Baiklah, kau pulang saja. Aku yang akan melayaninya." Kata Arina.

"Apa tidak apa apa?" Tanya Nabila dengan wajah yang sangat bersalah.

"Aku bisa mengurus urusan itu nanti. Yang penting kau pulang dan istirahat saja." Kata Arina. Ia menepuk pundak Nabila sekilas dan pergi masuk ke toko.

Sebenarnya, Nabila sangat merasa bersalah dengan Arina. Ia harus berbohong dan membuat Arina tidak jadi pergi untuk mengurus urusannya tadi. Tapi, Nabila juga tidak punya pilihan, dia tidak percaya dengan semua ini. Dia bertemu dengan Rafa lagi setelah sekian lama tidak bertemu.

Dan setelah bertemu dia bahkan tak mengingat Nabila. Apa Rafa benar-benar tidak ingat dengan Nabila? Kenapa? Apa yang sebenarnya terjadi?

Semua pemikiran tersebut terus melayang layang dalam pikiran Nabila. Dia berjalan dengan lunglai. Saat ini Perasaan Nabila sangat bercampur aduk. Antara sedih karena Rafa lupa dengan Nabila dan juga senang karena Nabila akhirnya bertemu dengan Rafa. Atau, entahlah, semua perasaan ini bercampur aduk menjadi satu.

"Apakah setelah pertemuan ini kisah aku akan berlanjut lagi? apakah pertemuan aku hari ini ada artinya? apakah akan ada sesuatu yang akan terjadi lagi antara aku dan Rafa? apakah sedih atau bahagia yang akan aku rasakan setelah pertemuan ini?" Kata Nabila dalam hati.

Nabila terus berjalan dengan gontai seperti tidak ada lagi semangat.

"Aku sudah berusaha untuk melupakannya. Apapun cara aku lakukan untuk menghilangkanya dari pikiranku. Aku selalu frutasi dan patah semangat kalau sudah mengingatnya. Tapi, sekarang apa, aku bahkan bertemu dengannya secara langsung sekarang. Aku melihatnya, aku melihat wajahnya, aku melihatnya berbicara denganku, aku melihatnya, aku melihatnya.

Aaa ... aku frustasi dengan semua ini," Kata Nabila.

Nabila terduduk di salah satu kursi di taman tersebut. Ia mengadahkan kepalanya ke langit. Hari ini langit tampak cerah dan biru. Tapi, berbanding terbalik dengan apa yang ia rasakan hari ini. Tak seperti langit, hari ini perasaannya sangat suram dan sedih, hatinya gelap dan sangat gelap.

"Mungkin ada arti dari pertemuanku hari ini, apa yang akan terjadi denganku, dengan kisahku, dengan cintaku. Aku yang akan merasakan dan mengalaminya. Aku tak kan diam saja jika itu terjadi. Dan jika saatnya sudah tepat aku akan mencari tau semuanya kenapa Rafa bisa begini dan apa yang terjadi dengannya." Kata Nabila berdiri dan menggenggam erat tangannya.

Sebenarnya seperti apa hubungan yang terjadi antara Rafa dan Nabila dimasa lalu? apa yang terjadi sehingga Nabila begitu terkejut dan terpukul ketika melihat Rafa yang tak mengingatnya sama sekali?

Apa yang akan terjadi diantara kisah-kisah mereka? apakah kisah ini bahagia atau malah sebaliknya? apakah Nabila akan mampu melewati semua ini?

Kisah ini akan banyak mengalami hal hal yang tak terduga. Hal hal yang akan dialami Rafa, Nabila dan yang lainnya. Apakah cinta mereka akan dapat menyatukan kembali perasaan mereka yang sudah sedikit demi sedikit memudar?

Kisah mereka akan segera dimulai.

Terpopuler

Comments

~kaaa••

~kaaa••

aku udah mampir ya kak😊 ternyata bagus

2020-09-18

0

Dewipuspa Rii

Dewipuspa Rii

Ku katakan cerita ini bagus!

2020-09-18

0

🍫Bad Mood 🍰

🍫Bad Mood 🍰

Aku mampir ya kak 😊
udah like juga lhoo

2020-09-06

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Prolog
2 Episode 2 Nabila
3 Episode 3 Kisah di masa lalu
4 Episode 4 Perasaan ini
5 Episode 5 Pertemuan
6 Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7 Episode 7 Hari yang indah
8 Episode 8 Dia
9 Episode 9 Bertemu Salsa
10 Episode 10 Luka
11 Episode 11 Berita baik
12 Episode 12 kunjungan
13 Episode 13 pesta
14 Episode 14 Senyum mu
15 Episode 15 Kesal
16 Episode 16 Ide Nabila
17 Episode 17 Kontrak Baru
18 Episode 18 Sedih
19 Episode 19 Kenangan (1)
20 Episode 20 Kenangan (2)
21 Episode 21 Mulai Bekerja
22 Episode 22 Bersama Rafa
23 Episode 23 Sesuatu
24 Episode 24 Gantungan
25 Episode 25 Lily
26 Episode 26 Rasa Bersalah
27 Episode 27 Teman Baru
28 Episode 28 Ternyata
29 Episode 29 Bantuan
30 Episode 30 Tak Disangka
31 Episode 31 Tidak Jadi
32 Episode 32 Persahabatan
33 Episode 33 hangout
34 Episode 34 Ketakutan
35 Episode 35 Rasa Sakit
36 Episode 36 Getaran Cinta
37 Episode 37 Pelukan
38 Episode 38 Hati Rafa
39 Episode 39 Nonton Film
40 Episode 40 Bersama Rafa
41 Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42 Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43 Episode 43 Mimpi
44 Episode 44 Obat Apa Itu?
45 Episode 45 Mulai Mencari Tau
46 Episode 46 Siapa?
47 Episode 47 Ingin menjauh
48 Episode 48 Selalu Rafa
49 Episode 49 Jahil
50 Episode 50 Misterius
51 Episode 51 Mantan
52 Episode 52 Mengejutkan
53 Episode 53 Hadiah
54 Episode 54 Ungkapan Hati
55 Episode 55 Bertemu Erick
56 Episode 56 Bertemu Luna
57 Episode 57 Kecemasan
58 Episode 58 Rencana jahat
59 Episode 59 Kecurigaan Tasya
60 Episode 60 Perdebatan
61 Episode 61 Balas membalas
62 Episode 62 Berbagi cerita
63 Episode 63 Memulai aksi
64 Episode 64 Hukuman
65 Episode 65 First Kiss
66 Episode 66 Kenyamanan
67 Episode 67 Mengetahui niat jahat
68 Episode 68 Bersiap Pergi
69 Episode 69 Keributan di Mobil
70 Episode 70 Tiba di pantai
71 Episode 71 Di Pantai
72 Episode 72 Kiss (2)
73 Episode 73 Rencana Gagal
74 Episode 74 Kedatangan Luna
75 Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76 Episode 76 Kesalah Pahaman
77 Episode 77 Bersikap Dingin
78 Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79 Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80 Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81 Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82 Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83 Episode 83 Kemarahan Luna
84 Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85 Episode 85 Ancaman Randi
86 Episode 86 Menjauh dari Nabila
87 Episode 87 Keberanian Tasya
88 Episode 88 Terungkap
89 Episode 89 Rencana Baru
90 Episode 90 Malam yang kelam
91 Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92 Episode 92 Malam yang menyakitkan
93 Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94 Episode 94 Jadi pacar Rafa
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Episode 1 Prolog
2
Episode 2 Nabila
3
Episode 3 Kisah di masa lalu
4
Episode 4 Perasaan ini
5
Episode 5 Pertemuan
6
Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7
Episode 7 Hari yang indah
8
Episode 8 Dia
9
Episode 9 Bertemu Salsa
10
Episode 10 Luka
11
Episode 11 Berita baik
12
Episode 12 kunjungan
13
Episode 13 pesta
14
Episode 14 Senyum mu
15
Episode 15 Kesal
16
Episode 16 Ide Nabila
17
Episode 17 Kontrak Baru
18
Episode 18 Sedih
19
Episode 19 Kenangan (1)
20
Episode 20 Kenangan (2)
21
Episode 21 Mulai Bekerja
22
Episode 22 Bersama Rafa
23
Episode 23 Sesuatu
24
Episode 24 Gantungan
25
Episode 25 Lily
26
Episode 26 Rasa Bersalah
27
Episode 27 Teman Baru
28
Episode 28 Ternyata
29
Episode 29 Bantuan
30
Episode 30 Tak Disangka
31
Episode 31 Tidak Jadi
32
Episode 32 Persahabatan
33
Episode 33 hangout
34
Episode 34 Ketakutan
35
Episode 35 Rasa Sakit
36
Episode 36 Getaran Cinta
37
Episode 37 Pelukan
38
Episode 38 Hati Rafa
39
Episode 39 Nonton Film
40
Episode 40 Bersama Rafa
41
Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42
Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43
Episode 43 Mimpi
44
Episode 44 Obat Apa Itu?
45
Episode 45 Mulai Mencari Tau
46
Episode 46 Siapa?
47
Episode 47 Ingin menjauh
48
Episode 48 Selalu Rafa
49
Episode 49 Jahil
50
Episode 50 Misterius
51
Episode 51 Mantan
52
Episode 52 Mengejutkan
53
Episode 53 Hadiah
54
Episode 54 Ungkapan Hati
55
Episode 55 Bertemu Erick
56
Episode 56 Bertemu Luna
57
Episode 57 Kecemasan
58
Episode 58 Rencana jahat
59
Episode 59 Kecurigaan Tasya
60
Episode 60 Perdebatan
61
Episode 61 Balas membalas
62
Episode 62 Berbagi cerita
63
Episode 63 Memulai aksi
64
Episode 64 Hukuman
65
Episode 65 First Kiss
66
Episode 66 Kenyamanan
67
Episode 67 Mengetahui niat jahat
68
Episode 68 Bersiap Pergi
69
Episode 69 Keributan di Mobil
70
Episode 70 Tiba di pantai
71
Episode 71 Di Pantai
72
Episode 72 Kiss (2)
73
Episode 73 Rencana Gagal
74
Episode 74 Kedatangan Luna
75
Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76
Episode 76 Kesalah Pahaman
77
Episode 77 Bersikap Dingin
78
Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79
Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80
Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81
Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82
Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83
Episode 83 Kemarahan Luna
84
Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85
Episode 85 Ancaman Randi
86
Episode 86 Menjauh dari Nabila
87
Episode 87 Keberanian Tasya
88
Episode 88 Terungkap
89
Episode 89 Rencana Baru
90
Episode 90 Malam yang kelam
91
Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92
Episode 92 Malam yang menyakitkan
93
Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94
Episode 94 Jadi pacar Rafa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!