Setelah Rafa datang ke toko, hati Nabila menjadi sangat senang. Mereka pun akhirnya duduk berdua di salah satu meja yang ada disan. Rafapun memberitahukan maksud dan tujuannya kemari.
"Sudah lama juga ya aku tidak berkunjung kemari." Rafa melihat lihat toko tersebut sambil tersenyum.
"Benar, aku bahkan sangat kha......." Nabila terlalu antusias dan semangat karena akhirnya ia bertemu dengan Rafa. Namun, karena terlalu bahagia Nabila hampir keceplosan dan berkata kalau ia juga sangat khawatir. Tapi, untung saja dia cepat sadar dan tidak melanjutkan ucapannya tadi.
"Sangat apa?" Rafa bingung karena Nabila tidak melanjutkan ucapannya tadi.
"Maksudku, benar, kau sudah lama tidak kesini. Karena biasanya 3 kali sehari kau selalu kesini. Jadi, aku kira kau sudah tidak mau membeli bunga lagi di toko ini." Nabila pun langsung mengubah topik pembicaraan karena dia tidak ingin Rafa tau apa yang sebenarnya ingin dia katakan.
"Owh bukan begitu, aku sudah mulai sibuk kerja dikantor. Jadi, aku tidak terlalu punya banyak waktu untuk bersantai santai. Karena itu aku jadi tidak punya banyak waktu untuk kesini." Rafa hanya bisa tersenyum kepada Nabila.
Nabila baru tersadar kalau Rafa hari ini berpakain kantor dengan setelan jas yang rapi dan sepatu yang mengkilap. Biasanya dia kalau berkunjung ke toko ini hanya memakai baju kaos biasa. dalam hati Nabila berkata:
"Sepertinya dia memang sangat sibuk." Secara Nabila tau kalau Rafa adalah penerus perusahaan ayahnya.
"Lalu, hari ini? kau ada urusan apa kesini?" Nabila penasaran ada maksud apa hari ini Rafa berkunjung ke tokonya.
"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu." Kata Rafa.
"Aku ingin tokomu menjadi pemasok bunga untuk hiasan taman diacara pesta ulang tahunku. Jadi, perusahaan kami mengadakan pesta Minggu depan. Pemasok bunga yang sebelumnya tiba-tiba membatalkan kerjasamanya dengan kami. Jadi, sampai saat ini sangat susah untuk mencari penggantinya dalam waktu yang sangat dekat." Rafa menjelaskan dengan panjang lebar
Nabila serius mencerna satu persatu ucapan Rafa itu. Ada beberapa hal yang membuat Nabila terkejut. Pertama, dia tak percaya kalau Rafa memilih tokonya sebagai pemasok bunga untuk acara ulang tahun. Kedua, Nabila baru tersadar dan ingat bahwa 1 Minggu lagi adalah hari ulang tahun Rafa.
"Kenapa kau memilih toko ini? kau tau kan kami hanya toko kecil. Jadi, untuk menjadi pemasok bunga diacara besar seperti itu kami rasa kami tidak bisa." Nabila sadar kalau toko mereka tidak cocok jadi pemasok bunga itu.
"Kalian pasti bisa, aku sudah beberapa kali membeli bunga disini, aku suka bunga disini. Kalian menjaga bunga ini dengan sangat baik. Aku juga sudah mengenalmu dan kita beberapa kali sudah sering bertemu. Karena itu, aku percaya bahwa kamu dan tokomu pasti bisa melakukannya." Rafa berucap dengan sangat yakin.
Nabila terharu dengan ucapan Rafa itu. dia tak percaya Rafa sepercaya itu dengannya. Walaupun Rafa tidak ingat dan lupa dengan dirinya, perasaan Nabila terhadap Rafa masih sama.
"Berapa banyak bunga dan apa saja macam macam bunga yang harus kami persiapkan?" Tanya Nabila. Akhirnya ia setuju, karena semangat dan kepercayaan yang diberikan oleh Rafa. Hal itu membuat Nabila juga percaya diri kalau dia pasti bisa.
Setelah Rafa menjelaskan bunga-bunga apa saja dan berapa banyak jumlahnya kepada Arina, Rafa pun berpamitan dengan Nabila. Karena dia tak bisa berlama lama karena masih banyak pekerjaan yang harus diurusnya.
Setelah Rafa pergi, Arina yang baru selesai dari WC langsung melihat Nabila tersenyum senyum sendiri sambil melihat laki laki yang baru saja keluar.
"Siapa dia? bukannya itu laki laki yang sering berkunjung ke toko kita kan?" Tanya Arin. Sambil melihat Rafa yang baru saja naik mobil.
"Siapa namanya? sepertinya aku lupaa, kalau tidak salah namanya Ra,,," Ucapan Arina tergantung.
"Namanya Rafa." Kata Nabila masih melihat kearah Rafa.
Nabila pun cepat cepat tersadar dan bersikap biasa saja ketika Arina sudah berdiri disampingnya.
"Iya, dan dia menyuruh kita menjadi pemasok bunga dia acara perusahaannya sekaligus pesta ulang tahunnya." Kata Nabila dengan sangat semangat.
"Apa? Benarkah? tapi apakah kita bisa melakukanya?" Arina sedikit kurang yakin dengan tawaran itu.
"Aku yakin kita pasti bisa, kita kan para wanita pekerja keras. Aku juga sudah memastikan ke dia bahwa kita pasti bisa. Lumayan lah bayarannya yang kita dapat kan tentu banyak. Karena dia bekerja diperusahaan terkenal." Nabila berusaha membujuk Arina dengan bayaran yang menggiurkan, karena dengan itu Arina pasti mau, hal itu membuat Nabila tertawa sendiri.
Perusahaan Maju Jaya
Rafa pun kembali lagi ke kantornya setelah urusannya dengan Nabila tadi selesai. ketika sampai di depan kantor, sekretaris Kim langsung menghampiri Rafa dan mengatakan bahwa ada seseorang yang menunggunya.
"Pak, ada seseorang yang menunggumu, dia sekarang ada di ruangan anda Pak." ucap sekretaris Kim.
"Siapa yang menungguku? Tanya Rafa.
"Itu buk Luna pak, ia sudah menunggu anda sejak tadi." Kata sekertaris Kim.
Wajah Rafa langsung berubah ketika sekretarisnya menyebut nama Luna. Dia tidak suka dengan kehadiran wanita itu. Tapi, saat ini dia hanya bisa bersikap biasa saja dan menganggap wanita itu ada.
Diruangan Rafa
Rafa melihat Luna yang sudah duduk di salah satu sofa di dalam ruangan itu, Rafa pun duduk di sofa satu lagi yang berhadapan dengan Luna.
"Ada perlu apa kau kemari?" Rafa bersikap dingin dan cuek menyambut kehadiran Luna.
"haha kau bahkan lebih dingin sekarang." Luna tertawa melihat sikap Rafa itu.
Rafa hanya diam saja tidak mempedulikan ucapan Luna tadi.
"Sepertinya kau sudah banyak berubah dari pertemuan terakhir kita ya." Kata Luna.
"Tentu saja, kau sudah mendapatkan jabatan CEO ya." Luna bersikap seperti sombong dan meremehkan Rafa.
"Bukan urusanmu, apapun yang terjadi kepadaku kau tidak usah ikut campur." Kata Rafa.
"Baiklah, aku juga tidak mau terlalu peduli denganmu." Kata Luna.
"Ada urusan apa kau kemari?" Rafa tidak mau lama lama berbicara dengan Luna. Karena itu membuat moodnya memburuk, dia langsung bertanya ke intinya saja.
"Sepertinya kau ingin aku cepat cepat pergi kan. Baiklah, aku juga tidak mau lama-lama denganmu disini." Kata Luna.
"Kau akan mengadakan pesta Minggu depan kan? Luna bertanya dengan Rafa.
"Darimana kau tau? Tanya Rafa heran.
"Hahaha kau bahkan tak mengundangku." Luna tertawa menyindir kearah Rafa.
"Ayahku pasti akan mengundangmu, jadi aku tidak perlu buang buang waktu untuk melakukan itu." Kata Rafa dingin.
"Kau sangat sombong, apapun yang kau lakukan itu terserahmu, aku hanya mengikuti apa yang ayahmu katakan." Kata Luna.
"Apa urusanmu sudah selesai? kalau begitu kau boleh pergi." Rafa berdiri dan tak mempedulikan Luna lagi.
"Baiklah, aku hanya akan mengatakan itu." Luna pun berdiri dan berjalan kearah pintu. Tapi, Luna tiba tiba berbalik menghadap Rafa.
"Oiya, ada yang aku lupa katakan." Kata Luna
"Haruskah di pesta itu nanti kita mengumumkan tanggal pertunangan kita?bukankah itu akan menjadi berita baik yang harus disebarkan?" Tanya Luna dengan senyum sinisnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
Sugianti Bisri
semangat 💪💪💪💪💪
2020-08-23
0
Sept September
Aku datang yaaaaa
2020-08-17
0
Hestiiiii
aku hadir
semangat terus 😊
2020-08-15
1