Episode 12 kunjungan

Setelah Rafa datang ke toko, hati Nabila menjadi sangat senang. Mereka pun akhirnya duduk berdua di salah satu meja yang ada disan. Rafapun memberitahukan maksud dan tujuannya kemari.

"Sudah lama juga ya aku tidak berkunjung kemari." Rafa melihat lihat toko tersebut sambil tersenyum.

"Benar, aku bahkan sangat kha......." Nabila terlalu antusias dan semangat karena akhirnya ia bertemu dengan Rafa. Namun, karena terlalu bahagia Nabila hampir keceplosan dan berkata kalau ia juga sangat khawatir. Tapi, untung saja dia cepat sadar dan tidak melanjutkan ucapannya tadi.

"Sangat apa?" Rafa bingung karena Nabila tidak melanjutkan ucapannya tadi.

"Maksudku, benar, kau sudah lama tidak kesini. Karena biasanya 3 kali sehari kau selalu kesini. Jadi, aku kira kau sudah tidak mau membeli bunga lagi di toko ini." Nabila pun langsung mengubah topik pembicaraan karena dia tidak ingin Rafa tau apa yang sebenarnya ingin dia katakan.

"Owh bukan begitu, aku sudah mulai sibuk kerja dikantor. Jadi, aku tidak terlalu punya banyak waktu untuk bersantai santai. Karena itu aku jadi tidak punya banyak waktu untuk kesini." Rafa hanya bisa tersenyum kepada Nabila.

Nabila baru tersadar kalau Rafa hari ini berpakain kantor dengan setelan jas yang rapi dan sepatu yang mengkilap. Biasanya dia kalau berkunjung ke toko ini hanya memakai baju kaos biasa. dalam hati Nabila berkata:

"Sepertinya dia memang sangat sibuk." Secara Nabila tau kalau Rafa adalah penerus perusahaan ayahnya.

"Lalu, hari ini? kau ada urusan apa kesini?" Nabila penasaran ada maksud apa hari ini Rafa berkunjung ke tokonya.

"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu." Kata Rafa.

"Aku ingin tokomu menjadi pemasok bunga untuk hiasan taman diacara pesta ulang tahunku. Jadi, perusahaan kami mengadakan pesta Minggu depan. Pemasok bunga yang sebelumnya tiba-tiba membatalkan kerjasamanya dengan kami. Jadi, sampai saat ini sangat susah untuk mencari penggantinya dalam waktu yang sangat dekat." Rafa menjelaskan dengan panjang lebar

Nabila serius mencerna satu persatu ucapan Rafa itu. Ada beberapa hal yang membuat Nabila terkejut. Pertama, dia tak percaya kalau Rafa memilih tokonya sebagai pemasok bunga untuk acara ulang tahun. Kedua, Nabila baru tersadar dan ingat bahwa 1 Minggu lagi adalah hari ulang tahun Rafa.

"Kenapa kau memilih toko ini? kau tau kan kami hanya toko kecil. Jadi, untuk menjadi pemasok bunga diacara besar seperti itu kami rasa kami tidak bisa." Nabila sadar kalau toko mereka tidak cocok jadi pemasok bunga itu.

"Kalian pasti bisa, aku sudah beberapa kali membeli bunga disini, aku suka bunga disini. Kalian menjaga bunga ini dengan sangat baik. Aku juga sudah mengenalmu dan kita beberapa kali sudah sering bertemu. Karena itu, aku percaya bahwa kamu dan tokomu pasti bisa melakukannya." Rafa berucap dengan sangat yakin.

Nabila terharu dengan ucapan Rafa itu. dia tak percaya Rafa sepercaya itu dengannya. Walaupun Rafa tidak ingat dan lupa dengan dirinya, perasaan Nabila terhadap Rafa masih sama.

"Berapa banyak bunga dan apa saja macam macam bunga yang harus kami persiapkan?" Tanya Nabila. Akhirnya ia setuju, karena semangat dan kepercayaan yang diberikan oleh Rafa. Hal itu membuat Nabila juga percaya diri kalau dia pasti bisa.

Setelah Rafa menjelaskan bunga-bunga apa saja dan berapa banyak jumlahnya kepada Arina, Rafa pun berpamitan dengan Nabila. Karena dia tak bisa berlama lama karena masih banyak pekerjaan yang harus diurusnya.

Setelah Rafa pergi, Arina yang baru selesai dari WC langsung melihat Nabila tersenyum senyum sendiri sambil melihat laki laki yang baru saja keluar.

"Siapa dia? bukannya itu laki laki yang sering berkunjung ke toko kita kan?" Tanya Arin. Sambil melihat Rafa yang baru saja naik mobil.

"Siapa namanya? sepertinya aku lupaa, kalau tidak salah namanya Ra,,," Ucapan Arina tergantung.

"Namanya Rafa." Kata Nabila masih melihat kearah Rafa.

Nabila pun cepat cepat tersadar dan bersikap biasa saja ketika Arina sudah berdiri disampingnya.

"Iya, dan dia menyuruh kita menjadi pemasok bunga dia acara perusahaannya sekaligus pesta ulang tahunnya." Kata Nabila dengan sangat semangat.

"Apa? Benarkah? tapi apakah kita bisa melakukanya?" Arina sedikit kurang yakin dengan tawaran itu.

"Aku yakin kita pasti bisa, kita kan para wanita pekerja keras. Aku juga sudah memastikan ke dia bahwa kita pasti bisa. Lumayan lah bayarannya yang kita dapat kan tentu banyak. Karena dia bekerja diperusahaan terkenal." Nabila berusaha membujuk Arina dengan bayaran yang menggiurkan, karena dengan itu Arina pasti mau, hal itu membuat Nabila tertawa sendiri.

Perusahaan Maju Jaya

Rafa pun kembali lagi ke kantornya setelah urusannya dengan Nabila tadi selesai. ketika sampai di depan kantor, sekretaris Kim langsung menghampiri Rafa dan mengatakan bahwa ada seseorang yang menunggunya.

"Pak, ada seseorang yang menunggumu, dia sekarang ada di ruangan anda Pak." ucap sekretaris Kim.

"Siapa yang menungguku? Tanya Rafa.

"Itu buk Luna pak, ia sudah menunggu anda sejak tadi." Kata sekertaris Kim.

Wajah Rafa langsung berubah ketika sekretarisnya menyebut nama Luna. Dia tidak suka dengan kehadiran wanita itu. Tapi, saat ini dia hanya bisa bersikap biasa saja dan menganggap wanita itu ada.

Diruangan Rafa

Rafa melihat Luna yang sudah duduk di salah satu sofa di dalam ruangan itu, Rafa pun duduk di sofa satu lagi yang berhadapan dengan Luna.

"Ada perlu apa kau kemari?" Rafa bersikap dingin dan cuek menyambut kehadiran Luna.

"haha kau bahkan lebih dingin sekarang." Luna tertawa melihat sikap Rafa itu.

Rafa hanya diam saja tidak mempedulikan ucapan Luna tadi.

"Sepertinya kau sudah banyak berubah dari pertemuan terakhir kita ya." Kata Luna.

"Tentu saja, kau sudah mendapatkan jabatan CEO ya." Luna bersikap seperti sombong dan meremehkan Rafa.

"Bukan urusanmu, apapun yang terjadi kepadaku kau tidak usah ikut campur." Kata Rafa.

"Baiklah, aku juga tidak mau terlalu peduli denganmu." Kata Luna.

"Ada urusan apa kau kemari?" Rafa tidak mau lama lama berbicara dengan Luna. Karena itu membuat moodnya memburuk, dia langsung bertanya ke intinya saja.

"Sepertinya kau ingin aku cepat cepat pergi kan. Baiklah, aku juga tidak mau lama-lama denganmu disini." Kata Luna.

"Kau akan mengadakan pesta Minggu depan kan? Luna bertanya dengan Rafa.

"Darimana kau tau? Tanya Rafa heran.

"Hahaha kau bahkan tak mengundangku." Luna tertawa menyindir kearah Rafa.

"Ayahku pasti akan mengundangmu, jadi aku tidak perlu buang buang waktu untuk melakukan itu." Kata Rafa dingin.

"Kau sangat sombong, apapun yang kau lakukan itu terserahmu, aku hanya mengikuti apa yang ayahmu katakan." Kata Luna.

"Apa urusanmu sudah selesai? kalau begitu kau boleh pergi." Rafa berdiri dan tak mempedulikan Luna lagi.

"Baiklah, aku hanya akan mengatakan itu." Luna pun berdiri dan berjalan kearah pintu. Tapi, Luna tiba tiba berbalik menghadap Rafa.

"Oiya, ada yang aku lupa katakan." Kata Luna

"Haruskah di pesta itu nanti kita mengumumkan tanggal pertunangan kita?bukankah itu akan menjadi berita baik yang harus disebarkan?" Tanya Luna dengan senyum sinisnya.

Terpopuler

Comments

Sugianti Bisri

Sugianti Bisri

semangat 💪💪💪💪💪

2020-08-23

0

Sept September

Sept September

Aku datang yaaaaa

2020-08-17

0

Hestiiiii

Hestiiiii

aku hadir

semangat terus 😊

2020-08-15

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Prolog
2 Episode 2 Nabila
3 Episode 3 Kisah di masa lalu
4 Episode 4 Perasaan ini
5 Episode 5 Pertemuan
6 Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7 Episode 7 Hari yang indah
8 Episode 8 Dia
9 Episode 9 Bertemu Salsa
10 Episode 10 Luka
11 Episode 11 Berita baik
12 Episode 12 kunjungan
13 Episode 13 pesta
14 Episode 14 Senyum mu
15 Episode 15 Kesal
16 Episode 16 Ide Nabila
17 Episode 17 Kontrak Baru
18 Episode 18 Sedih
19 Episode 19 Kenangan (1)
20 Episode 20 Kenangan (2)
21 Episode 21 Mulai Bekerja
22 Episode 22 Bersama Rafa
23 Episode 23 Sesuatu
24 Episode 24 Gantungan
25 Episode 25 Lily
26 Episode 26 Rasa Bersalah
27 Episode 27 Teman Baru
28 Episode 28 Ternyata
29 Episode 29 Bantuan
30 Episode 30 Tak Disangka
31 Episode 31 Tidak Jadi
32 Episode 32 Persahabatan
33 Episode 33 hangout
34 Episode 34 Ketakutan
35 Episode 35 Rasa Sakit
36 Episode 36 Getaran Cinta
37 Episode 37 Pelukan
38 Episode 38 Hati Rafa
39 Episode 39 Nonton Film
40 Episode 40 Bersama Rafa
41 Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42 Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43 Episode 43 Mimpi
44 Episode 44 Obat Apa Itu?
45 Episode 45 Mulai Mencari Tau
46 Episode 46 Siapa?
47 Episode 47 Ingin menjauh
48 Episode 48 Selalu Rafa
49 Episode 49 Jahil
50 Episode 50 Misterius
51 Episode 51 Mantan
52 Episode 52 Mengejutkan
53 Episode 53 Hadiah
54 Episode 54 Ungkapan Hati
55 Episode 55 Bertemu Erick
56 Episode 56 Bertemu Luna
57 Episode 57 Kecemasan
58 Episode 58 Rencana jahat
59 Episode 59 Kecurigaan Tasya
60 Episode 60 Perdebatan
61 Episode 61 Balas membalas
62 Episode 62 Berbagi cerita
63 Episode 63 Memulai aksi
64 Episode 64 Hukuman
65 Episode 65 First Kiss
66 Episode 66 Kenyamanan
67 Episode 67 Mengetahui niat jahat
68 Episode 68 Bersiap Pergi
69 Episode 69 Keributan di Mobil
70 Episode 70 Tiba di pantai
71 Episode 71 Di Pantai
72 Episode 72 Kiss (2)
73 Episode 73 Rencana Gagal
74 Episode 74 Kedatangan Luna
75 Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76 Episode 76 Kesalah Pahaman
77 Episode 77 Bersikap Dingin
78 Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79 Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80 Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81 Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82 Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83 Episode 83 Kemarahan Luna
84 Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85 Episode 85 Ancaman Randi
86 Episode 86 Menjauh dari Nabila
87 Episode 87 Keberanian Tasya
88 Episode 88 Terungkap
89 Episode 89 Rencana Baru
90 Episode 90 Malam yang kelam
91 Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92 Episode 92 Malam yang menyakitkan
93 Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94 Episode 94 Jadi pacar Rafa
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Episode 1 Prolog
2
Episode 2 Nabila
3
Episode 3 Kisah di masa lalu
4
Episode 4 Perasaan ini
5
Episode 5 Pertemuan
6
Episode 6 Siapa dia sebenarnya
7
Episode 7 Hari yang indah
8
Episode 8 Dia
9
Episode 9 Bertemu Salsa
10
Episode 10 Luka
11
Episode 11 Berita baik
12
Episode 12 kunjungan
13
Episode 13 pesta
14
Episode 14 Senyum mu
15
Episode 15 Kesal
16
Episode 16 Ide Nabila
17
Episode 17 Kontrak Baru
18
Episode 18 Sedih
19
Episode 19 Kenangan (1)
20
Episode 20 Kenangan (2)
21
Episode 21 Mulai Bekerja
22
Episode 22 Bersama Rafa
23
Episode 23 Sesuatu
24
Episode 24 Gantungan
25
Episode 25 Lily
26
Episode 26 Rasa Bersalah
27
Episode 27 Teman Baru
28
Episode 28 Ternyata
29
Episode 29 Bantuan
30
Episode 30 Tak Disangka
31
Episode 31 Tidak Jadi
32
Episode 32 Persahabatan
33
Episode 33 hangout
34
Episode 34 Ketakutan
35
Episode 35 Rasa Sakit
36
Episode 36 Getaran Cinta
37
Episode 37 Pelukan
38
Episode 38 Hati Rafa
39
Episode 39 Nonton Film
40
Episode 40 Bersama Rafa
41
Episode 41 Perasaan Rafa (1)
42
Episode 42 Perasaan Rafa (2)
43
Episode 43 Mimpi
44
Episode 44 Obat Apa Itu?
45
Episode 45 Mulai Mencari Tau
46
Episode 46 Siapa?
47
Episode 47 Ingin menjauh
48
Episode 48 Selalu Rafa
49
Episode 49 Jahil
50
Episode 50 Misterius
51
Episode 51 Mantan
52
Episode 52 Mengejutkan
53
Episode 53 Hadiah
54
Episode 54 Ungkapan Hati
55
Episode 55 Bertemu Erick
56
Episode 56 Bertemu Luna
57
Episode 57 Kecemasan
58
Episode 58 Rencana jahat
59
Episode 59 Kecurigaan Tasya
60
Episode 60 Perdebatan
61
Episode 61 Balas membalas
62
Episode 62 Berbagi cerita
63
Episode 63 Memulai aksi
64
Episode 64 Hukuman
65
Episode 65 First Kiss
66
Episode 66 Kenyamanan
67
Episode 67 Mengetahui niat jahat
68
Episode 68 Bersiap Pergi
69
Episode 69 Keributan di Mobil
70
Episode 70 Tiba di pantai
71
Episode 71 Di Pantai
72
Episode 72 Kiss (2)
73
Episode 73 Rencana Gagal
74
Episode 74 Kedatangan Luna
75
Episode 75 Kedatangan Luna (2)
76
Episode 76 Kesalah Pahaman
77
Episode 77 Bersikap Dingin
78
Episode 78 Meluruskan kesalah pahaman
79
Episode 79 Pikiran Nabila saat ini
80
Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina
81
Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)
82
Episode 82 Hadiah Dari Rafa
83
Episode 83 Kemarahan Luna
84
Episode 84 Perasaan Nabila yang tersakiti
85
Episode 85 Ancaman Randi
86
Episode 86 Menjauh dari Nabila
87
Episode 87 Keberanian Tasya
88
Episode 88 Terungkap
89
Episode 89 Rencana Baru
90
Episode 90 Malam yang kelam
91
Episode 91 Kejutan yang menyakitkan
92
Episode 92 Malam yang menyakitkan
93
Episode 93 Ungkapan perasaan Randi
94
Episode 94 Jadi pacar Rafa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!